
<<<<<
"Tuan Ray, anda baru pulang?" tanya Davin.
Ray pun langsung menoleh ke arah belakang, tiba-tiba ia terkejut melihat Davin yang sedang memakai masker di wajahnya, kemudian...
Buuuurrr...
Saking terkejutnya Ray pun menyemburkan air yang berada di mulutnya tepat ke wajah Davin, membuat wajah Davin basah dan masker di wajahnya pun menjadi luntur.
Ray langsung mendongakkan kepalanya, "Ternyata Kak Davin, huuft bikin kaget saja," ucap Ray sambil mengelus dadanya.
"Tuan Ray, kenapa anda menyemburku?" tanya Davin
"Su-suruh siapa Kak Davin mengagetkanku, akhirnya kesembur kan, untung aku lagi gak pegang sendok sayur," pekik Ray "Lagian ngapain pake masker segala," imbuhnya
"Ini kan maskerku yang terakhir, jadi luntur kan gara-gara Tuan Ray, iya kan supaya wajahku terus tetap tampan dan bersinar Tuan," papar Davin.
"Ciih, walaupun tampan juga, siapa yang mau sama Kakak, udah cuci mukanya sana, makin tambah serem aja, udah tau akunya lagi ketakutan," pekik Ray sambil berjalan menuju ke ruang tengah.
"Iya, iya Tuan Ray."
Lalu ia pun mencuci mukanya ke wastafel yang berada di dapur, setelah selesai mencuci muka, ia langsung membuka pintu kulkas dan mengambil botol air minum, kemudian Davin berjalan ke ruang tengah.
Di ruang tengah
Setelah sampai di ruang tengah, ia pun langsung duduk dekat dengan Ray, Davin lalu melihat ke arah Ray yang sedang duduk dengan raut wajah yang nampak ketakutan, keringatnya terus bercucuran.
"Tuan Ray ada apa, pulang kencan bukannya senang, ini malah seperti orang melihat setan, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Davin yang penasaran.
Ray langsung melihat ke arah Davin, "Ray memang habis lihat hantu Kak," jelas Ray gemetaran
"Hah..!! apa, apa... anda bercanda ya Tuan?" tanya Davin yang terkejut.
"Ray gak becanda, Ray benar-benar serius melihat hantu itu Kak, tadi Ray lihat di taman hiburan," jelas Ray
"Taman hiburan? bukannya anda bilang lagi di Kota M, terus kenapa anda melihat hantu di taman hiburan itu?" Davin pun makin penasaran.
"Iya, awalnya Ray memang ada di Kota M, ikut Zuy dan Bi Nana ke makam Papahnya, lalu pas pulang kami mampir ke taman hiburan, lalu kita ketemu Airin dan Brian di sana, setelah itu ... ...," Ray pun lalu bercerita kepada Davin, apa yang terjadi pada saat ia sedang di taman hiburan, setelah selesai bercerita....
"Bwahahahaha... hahahahaha..." tawa Davin sambil memegang perutnya.
Melihat Davin tertawa terbahak-bahak, Ray pun langsung mengerutkan Dahinya, "Hmmmm, sudah ku duga pasti Kak Davin bakalan tertawa mendengar ceritaku," pekiknya.
"Hahaha, maaf Tuan Ray kalau aku tertawa, habis ini benar-benar sangat lucu, niat anda ingin Zuy ketakutan dan langsung memeluk anda, tapi malah sebaliknya justru anda yang ketakutan, dan bersembunyi di belakang Zuy, ah sayangnya aku gak di sana, kalau udah di sana pasti aku rekam itu kejadiannya," ujar Davin yang tak hentinya ketawa.
Ray pun semakin kesal, "Kak Daviiiin, kalau Kakak masih tertawa, aku akan potong gaji Kak Davin 50% setiap bulannya."
Seketika Davin langsung berhenti tertawa, dan ia pun mendekati Ray.
"Ah jangan Tuan, iya maaf-maaf gak di ulangi lagi, Tuan Ray yang baik hati, ganteng dan tampan, tolong ya jangan potong gajiku.." ucap Davin sambil memijat pundak Ray.
"Hmmm, gimana ya..."
"Tuan Ray, Please jangan potong gajiku ya...!!" pinta Davin dengan memasang wajah memelasnya.
"Hah, baiklah asal Kak Davin hari ini temani Ray tidur..!!" perintah Ray.
"Apa menemani anda tidur?" tanya Davin sambil menatap tajam Ray, dan seketika mulutnya pun terbuka.
"Iya Kak Davin, temani Ray tidur hari ini," kata Ray
Davin pun terkejut dengan perintah yang di berikan oleh Ray, pikirannya langsung kemana-mana sambil membayangkan yang tidak-tidak.
"Ah tidaaaak, Tuan Ray aku tahu anda belum bisa mendapatkan Zuy, tapi jangan aku yang jadi pelampiasan, perintahkan aku apa aja, asal jangan di suruh temani anda tidur, walau aku sering pake masker tapi bukan berarti aku belok, aku masih normal Tuan," kata Davin sambil mengguncang-guncangkan badan Ray.
"Kak Davin berhenti mengguncangku..!!" pekik Ray
"Gak mau Tuan, pokoknya Tuan Ray harus kasih perintah yang lain," papar Davin.
__ADS_1
Saking kesalnya Ray, ia lalu mengambil kertas gulung yang berada di sampingnya, lalu..
Plaak..
"Aduuh, aduuuh sakit Tuan Ray," rintih Davin sambil memegang kepalanya.
"Lagian, aku suruh berhenti tapi Kak Davin gak dengar, dan lagi sepertinya Kakak salah paham ya atas perintahku, makanya pikiran Kak Davin langsung kemana-mana, maksud aku Kak Davin tidurnya di sofa," jelas Ray
Mendengar penjelasan Ray, Davin pun merasa lega, ia langsung menghela nafasnya, "Fyuuuh Syukurlah kalau gitu, aku pikir anda mau ... ...,"
"Makanya jangan berfikir yang aneh-aneh dulu, udahlah lupakan itu, aku mau tahu bagaimana penyelidikan Kak Davin soal wanita yang menyiram Zuy itu, apa udah ada perkembangan?" tanya Ray
"Oh itu, pengawal yang aku kirim lagi mencari keberadaan si wanita itu, dan sampai sekarang belum ada kabar apa-apa Tuan Ray," jelas Davin
"Oh begitu ya, lalu apa Kak Davin punya copyan Video dari Cctv itu?" tanya Ray
"Jelas punya dong Tuan Ray," ujar Davin
"Terus mana, aku juga ingin lihat..!!" pinta Ray
Lalu Davin pun ke atas untuk mengambil laptopnya yang berada di kamarnya. Tak lama kemudian Davin pun menuruni tangga, lalu ia menghampiri Ray dengan membawa laptopnya.
"Ini Tuan Videonya ada di sini Tuan," kata Davin sambil membuka laptopnya, ia pun langsung mencari Video tersebut, setelah menemukan Video itu, ia langsung memperlihatkan Video tersebut ke Ray.
Ray lalu melihat secara detailnya Video dari Cctv tersebut, setelah selesai di putar Video itu, tiba-tiba..
Braaaak...
Ray langsung memukul meja yang di depannya, sontak membuat Davin terkejut.
"Tu-Tuan Ray, anda benar-benar menyeramkan," batin Davin
"Grrrr, kurang ajar wanita-wanita j*lang itu, berani-beraninya membuat masalah dengan Kak Zuy-ku," murka Ray, "Kak Davin...!!" imbuhnya
"I-iya Tuan Ray, ada apa?" tanya Davin yang ketakutan.
"Kak Davin cepat hubungi anak buah-mu dan suruh mereka agar segera menemukan wanita-wanita j*lang itu!" perintah Ray
Lalu ia pun langsung menghubungi para pengawal itu.
"Tsk, aku tidak akan melepaskan orang yang telah menyinggung Kak Zuy, karena ini adalah janjiku untuk melindunginya," gumam Ray sambil mengepalkan tanganya.
*****
Rumah Zuy
Tak terasa pagi telah tiba, pukul 05.45Am, Alarm telah berbunyi, Zuy pun langsung terbangun dari tidur lelapnya, dan ia langsung beranjak dari tempat tidurnya, dan bergegas menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai di kamar mandi, Zuy pun langsung bergegas ke kamarnya untuk mengganti bajunya dengan baju kerjanya.
Beberapa saat kemudian, ia pun langsung keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Tak lama kemudian, ia telah selesai membuat sarapan, ia lalu membawanya ke meja makan dan segera menyantap sarapannya, akan tetapi...
Tok.. Tok... Tok...
"Iya sebentar.." seru Zuy, lalu ia pun menaroh makanan yang di pegangnya dan berjalan menuju ke depan.
Setelah sampai di depan, ia pun langsung membuka pintunya.
Cekleek...
"Pagi Nak Zuy.." sapa Bu Ima
"Oh pagi juga Bu Ima, mari masuk..!!" ajak Zuy
Bu Ima pun langsung masuk ke dalam rumah Zuy, setelah itu ia pun langsung duduk di sofa.
"Bu Ima mau minum apa?" tawar Zuy
"Gak usah repot-repot nak Zuy, Ibu gak lama kok," ujar Bu Ima.
__ADS_1
Lalu Zuy pun duduk di samping Bu Ima.
"Ada apa Bu Ima, Ibu nampak gelisah seperti itu?" tanya Zuy
Bu Ima pun memegang tangan Zuy. "Maaf nak Zuy kalau kedatangan ibu menganggumu," ucap Bu Ima
"Ah tidak kok Bu Ima, memangnya ada apa?"
"Dari kemaren Ibu sering datang kesini, tapi kamu gak pernah ada di rumah, Ibu ingin minta bantuan dari mu lagi, Nak." jelas Bu Ima.
"Minta bantuan? apa itu Bu?" tanya Zuy
"Begini Nak, apakah kamu bisa memperkejakan Ibu di rumah ini? Ibu benar-benar membutuhkan pekerjaan untuk biaya pengobatan Putri," kata Bu Ima.
"Apa! Memangnya apa yang terjadi dengan Putri Bu?"
Lalu Bu Ima pun langsung menjelaskannya pada Zuy, betapa terkejutnya Zuy mendengar penjelasan dari Bu Ima.
"Hah! Ga-gagal ginjal?! ya ampun Putri," lirih Zuy
"Iya nak, makanya Ibu ingin meminta pekerjaan pada nak Zuy, apakah kamu mau mempekerjakan Ibu nak?" tanya Bu Ima dengan penuh harap.
"Hmmmm baiklah Bu, namun tidak di rumah ini, nanti Zuy bilang ke orangnya, semoga saja masih membutuhkan asisten rumah tangga," kata Zuy
"Ah serius nak, baiklah nak ibu akan menunggu, terimakasih banyak nak, kalau begitu Ibu pulang dulu ya," ucap Bu Ima. Bu Ima pun langsung berdiri dari tempat duduknya, hendak berjalan menuju ke luar, namun...
"Bu Ima tunggu sebentar!!" pinta Zuy sambil berjalan menuju ke kamarnya, tak lama kemudian ia pun langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri Bu Ima.
"Ini untuk Bu Ima," kata Zuy sambil memberikan amplop pada Bu Ima.
"Apa ini nak?" tanya Bu Ima
"Bukan apa-apa Bu, tapi semoga saja bisa membantu Ibu," papar Zuy.
"Terimakasih banyak nak, kamu sangat baik, yaudah Ibu pulang dulu ya," ucap Bu Ima
"Iya Bu..."
Lalu Bu Ima pun pergi dari rumah Zuy, selang beberapa saat kemudian, Airin pun datang..
"Zuy, aku datang..." seru Airin
Zuy pun langsung menoleh, "Tumben kamu datang?"
"Aduuh, kan kamu yang chat aku semalam suruh jemput kamu, karena motormu masih di Kantor, apa kamu lupa?" tanya balik Airin.
Zuy lalu menepuk jidatnya sendiri, "Ah iya, maaf Rin aku lupa, hehehe... " ujar Zuy, "Tunggu sebentar ya..!!" imbuhnya.
"Dasar Zuy, ampun deh," gumam Airin.
Lalu Zuy pun ke kamarnya untuk mengambil tasnya, setelah selesai ia pun keluar dari kamarnya.
"Ayo Rin kita berangkat..!!" ajak Zuy
"Eh tunggu sebentar! Itu sarapannya gak di makan?" tanya Airin.
"Ah iya lupa, aku bawa aja sarapanku ke kantor, bentar ya Rin aku ambil kotak bekalnya," kata Zuy.
Ia pun langsung ke dapur mengambil tempat makannya. Setelah itu Zuy langsung menaroh sarapannya ke dalam tempat makan tersebut. Setelah selesai...
"Ayo Rin kita berangkat..!!" ajak Zuy
"Iya ayo.."
Mereka pun langsung keluar dari rumah Zuy, setelah di luar Zuy mengunci pintunya, ia lalu membonceng motornya Airin, dan mereka pun langsung berangkat menuju ke Perusahaan CV.
***Bersambung...
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... ✌😉😉✌