Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Syukuran Kelahiran Si Kembar....


__ADS_3

<<<<<


"Archo, dengarkan perkataan Mam! Siapa pun yang berani membuat anak kesayangan ku menderita, aku Maria Fuca bersumpah tidak akan pernah melepaskan orang itu sampai kapanpun!"


Maria mengucapkan sumpahnya dengan lantang dan bersungguh-sungguh, sontak membuat Archo membelalakkan matanya dengan sempurna saat mendengarnya.


"Mam, apa Mam sangat serius dengan ucapan Mam barusan?" tanya Archo.


"Tentu saja Mam serius, bahkan sangat-sangat serius. Kamu juga tahu kan kalau Mam tidak pernah main-main dengan ucapan Mam ini," balas Maria dengan tegasnya.


"Lalu apa itu juga berlaku untuk Zuy?"


"Kalau itu, tentu sa ...." Maria tiba-tiba menghentikan perkataanya sembari mengulumkan bibirnya.


"Tentu apa Mam? Apa jangan-jangan ucapan Mam itu berlaku juga buat Zuy?" Archo mulai mencurigai Maria.


"Te-tentu saja tidak Archo, masa iya Mam menyumpahi anak Mam sendiri," kata Maria.


Akan tetapi lain halnya di dalam hati Maria, bisa di anggap kalau Maria sedang membohongi anak tirinya itu.


"Benarkah yang Mam katakan itu?"


Maria pun menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Iya tentu saja benar, sudahlah jangan bicarakan tentang sumpah yang Mam ucapkan tadi! Sekarang Mam mau tanya sama kamu, Archo." lontar Maria.


"Memangnya apa yang ingin Mam tanyakan? Apa soal keadaan Kimberly?"


"Hmmmm, ternyata kamu bisa menebaknya. Lalu bagaimana keadaan anak kesayangan Mam selama menjalani hukumannya? Bagaimana dengan wajahnya sekarang?" cecar Maria.


Archo pun terlebih dahulu menghela nafasnya.


"Memangnya Aunty Liora tidak cerita ke Mam tentang keadaannya Kimberly?"


"Liora cerita ke Mam soal keadaan Kimberly, bahkan dia memberitahu Mam kalau kamu sudah menghapus semua pemberitaan media tentang Kimberly," ujar Maria.


"Kalau Mam sudah tahu, kenapa Mam nanya lagi ke Archo?"


"Ya karena Mam ingin mendengarnya sendiri dari mulut kamu, Archo. Dan bisa Mam tebak, sebelum kamu datang ke sini, pasti kamu terlebih dahulu menemui Kimberly kan?" cetus Maria.


"Iya Mam benar, sebelum kesini Archo memang sempat menemui Kimberly dulu. Keadaannya kini lebih membaik dari sebelumnya, kalau untuk wajahnya belum sepenuhnya pulih, Mam." jelas Archo.


"Perkataan mu sama seperti Liora, lalu apa Kimberly bicara sesuatu padamu atau menitipkan pesan untuk Mam?" tanya Maria.


Archo mengangguk. "Iya Mam, Kimberly menitipkan pesan untuk Mam," ujarnya.


"Benarkah? Apa yang Kim katakan Archo?"


"Kim bilang, kalau dia sangat merindukan Mam, jika hukumannya sudah berakhir, dia ingin berkumpul lagi dengan Mam. Kim juga bilang, Mam harus jaga kesehatan, dia selalu mendoakan Mam supaya Mam secepatnya sembuh dari penyakit Mam, dan bisa berjalan lagi seperti sedia kala," kata Archo.


Akan tetapi yang di katakan Archo adalah suatu kebohongan.


Mendengar perkataan Archo, wajah Maria langsung sumringah, senyumannya pun mengembang sempurna.


"Benarkah yang kamu katakan Archo?" tanya Maria memastikan.


"Tentu benar Mam," balas Archo.


Lalu tiba-tiba Maria memeluk Archo membuat Archo ternanap.


"Mam...."


"Terimakasih Archo, karena kamu sudah menyampaikan pesan dari Kimberly untuk Mam. Mam benar-benar bahagia mendengarnya," ucap Maria.


"Sama-sama Mam," Archo membalas pelukan Maria. "Maaf Mam, Archo terpaksa membohongi Mam, karena Archo tidak ingin Mam semakin sedih jika Mam tahu yang sebenarnya," sambung batinnya.


Sesaat mereka melepaskan pelukannya, Maria lalu memegang pipi Archo yang bekas tamparannya.


"Apa ini sakit?" tanya Maria.


Archo menggeleng. "Tidak Mam."


"Maafin Mam ya! Karena sudah menampar mu, Archo." ucap Maria.


Archo pun tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa Mam, Archo mengerti apa yang di rasakan Mam. Dan Archo juga pantas menerima tamparan ini."


"Yaudah kalau begitu kita keluar yuk! Pasti Bunda sudah menunggu," ajak Maria.


Archo kembali menganggukkan kepalanya dan bangkit dari posisinya, ia pun berdiri di belakang Maria. Setelah itu Archo mendorong kursi roda Maria dan keluar dari kamarnya.


*****************************


Villa Z&R


Setelah selesai menikmati makan malamnya, semuanya pun berkumpul di ruang keluarga.


"Jadi bagaimana dengan acara Syukuran kelahiran cucu kembar Daddy? Apa kita akan mengadakan pesta besar?" tanya Daddy Michael.


"Tidak Dad, kita adakan sederhana saja, seperti acara makan-makan bersama keluarga," jawab Ray.


Sehingga membuat Daddy Michael terkejut mendengarnya.


"Apa! Sederhana?"


Ray mengangguk. "Iya Dad."


"Kenapa harus sederhana, boy?"


Lalu tiba-tiba Zuy mengangkat tangannya. "Euuum, maaf Dad."


"Iya anakku, ada apa?" sahut Daddy Michael mengalihkan pandangannya ke Zuy.


"Se-sebenarnya Zuy yang meminta ke Ray untuk mengadakan acara Syukurannya yang sederhana saja, Dad." jelas Zuy.


"Apa! Alasannya apa anakku? Sampai kamu meminta Syukuran si kembar biasa aja?" cecar Daddy Michael.


"Euuum, alasannya Zuy ...."


Zuy pun menceritakan alasannya pada Daddy Michael, sontak membuat Daddy Michael dan lainnya terpukau mendengarnya.


(Udah di ceritain di episode sebelumnya ya!)


"Oh jadi seperti itu alasan kamu ingin mengadakan acara sederhana saja, anakku?"


Zuy mengangguk cepat. "I-iya Dad, a-apa Daddy menyetujuinya?"

__ADS_1


"Hmmmm, bagaimana ya...."


"Chael, kalau menurutku alasan Zuy itu sangat bagus, dan aku sangat menyetujuinya," tutur Pak Willy.


"Benar Kak, Yi juga setuju," sambung Yiou.


"Lalu bagaimana dengan kamu Na dan Mamahnya Airin?"


Daddy Michael menatap ke arah Bi Nana dan Mamahnya Airin secara bergantian.


"Kalau Nana sih bagaimana baiknya aja, Mr Michael." kata Bi Nana.


"Iya, aku juga sependapat dengan Nana, Tuan Michael." timpal Mamahnya Airin.


"Kalau yang lainnya?"


Sebelum berkata, Davin melihat ke arah Airin, Bu Ima, Aries secara bergiliran dan di balas dengan anggukan mereka.


"Kalau kita sih setuju dengan pendapat Zuy, Dad." ucap Davin mewakili lainnya.


"Karena semuanya berkata seperti itu, maka Daddy juga setuju dengan anakku dan kita akan mengadakan acara Syukurannya yang sederhana saja." Daddy Michael pun akhirnya menyetujuinya.


Sehingga membuat Ray dan Zuy mengembangkan senyumannya.


"Terimakasih Dad," ucap Zuy.


Daddy Michael memegang kepala Zuy. "Sama-sama anakku."


"Oh iya untuk tempat acaranya bagaimana kalau kita booking Resto milik suaminya Nana, apa ada yang setuju?" sambung Daddy Michael meminta pendapat pada yang lainnya lagi.


"Iya Ray sangat setuju, Dad." ujar Ray.


Begitu pula dengan lainnya yang hanya membalas dengan anggukan kepala sambil tersenyum.


"Oke, kalau semua setuju, maka tempat acaranya di Resto milik Nana." kata Daddy Michael.


"Terimakasih Mr Michael," ucap Bi Nana.


Beberapa saat kemudian, setelah selesai berbincang semuanya kembali ke Villa dan kamarnya masing-masing. Kecuali Ray, Daddy Michael, Davin, yang masih mengobrol di ruang kerja Ray.


"Rayyan...." panggil Daddy Michael.


"Iya Dad," sahut Ray.


"Ray, selain alasan Zuy tadi, apa ada hal lainnya lagi? Sehingga dia meminta ingin mengadakan Syukuran yang sederhana saja?" tanya Daddy Michael penasaran.


"Itu karena Zuy ingin melindungi si kembar, dia tidak ingin sesuatu terjadi pada si kembar, seperti sebelumnya," jawab Ray.


"Seperti sebelumnya! Apa maksudmu itu Rayyan?"


"Dad, sebelumnya Ray minta maaf karena tidak berterus terang pada Daddy. Ya sebenarnya dulu kami hampir kehilangan anak kami, gara-gara ...."


Ray menceritakan kejadian di mana saat Erlin mendorong Zuy dan melukai tangan Ray dengan pisaunya. Bukan hanya itu saja, Ray juga menceritakan insiden kecelakaan yang di alami oleh pengawalnya akibat ulah dari Pak Wildan.


(Kisahnya di bab 165 dan bab 172).


Setelah mendengar cerita dari Ray, sontak Daddy Michael langsung tersentak kaget.


"Tsk, kurang ajar! Berani sekali mereka menyentuh orang-orang ku. Apa mereka sudah bosan hidup, hah!" sentak Daddy Michael sambil bangkit dari posisinya dan di kepalkan tangannya dengan kuat.


"Daddy tenang dulu, jangan terbawa emosi seperti ini!" tutur Ray.


"Dad, untuk masalah itu Daddy tenang aja! Tuan Ray sudah menjebloskan mereka ke penjara dan bisa di pastikan masa hukuman mereka akan berakhir sangat lama," papar Davin.


Mendengar itu, Daddy Michael menghela nafasnya dengan lega dan mendudukkan dirinya kembali.


"Syukurlah kalau mereka sudah mendapatkan hukumannya, lalu ...." Daddy Michael mengarahkan pandangannya ke arah Ray. "Kenapa kamu menyembunyikan masalah ini dari Daddy, Rayyan?" sambungnya.


Ray menundukkan kepalanya dan berkata, "Maaf Dad, soalnya Ray tidak ingin Daddy khawatir dan terus kepikiran, makanya Ray menyembunyikan masalah ini dari Daddy."


"Jadi kamu melakukan ini karena khawatir pada Daddy, yaudah untuk kali ini Daddy memaafkan mu, boy."


"Terimakasih banyak Dad," ucap Ray mengangkat kepalanya.


"Sama-sama boy. Oh iya, Daddy dengar dari Davin katanya saat Zuy melahirkan kamu tidak ada di sampingnya, apa itu benar, Rayyan?"


"Itu...." Ray lalu melihat ke arah Davin dengan tatapan tajamnya, membuat Davin langsung memalingkan wajahnya sambil bersiul.


"Ck, dasar adonan moci," sambung umpat Ray.


"Rayyan...."


"Iya Dad, Ray memang tidak menemani Zuy saat ia melahirkan. Karena pada saat itu, Ray sedang berada di luar kota bersama Kak Davin. Ray mana tahu kalau Zuy akan melahirkan cepat dari perkiraannya," jelas Ray.


"Oh, jadi begitu ya?" lirih Daddy Michael.


Ray mengangguk. "Iya Dad. Ya sama seperti Daddy, saat Mom melahirkan ku dulu, Daddy juga tidak ada di samping Mom, Daddy malah ada di Swedia. Benar kan Dad?"


Sekarang giliran Ray yang membalikkan perkataan pada Daddy Michael, sehingga membuat Daddy Michael membulatkan matanya sempurna karena terkejut.


"Ka-kamu tahu dari mana kalau saat itu Daddy ada di Swedia? Padahal kan Daddy gak pernah cerita ke kamu, Ray." lontar Daddy Michael menatap Ray.


Ray menyunggingkan senyumnya dan berkata, "Tentu saja Ray tahu dari orang yang sudah melahirkan Ray."


"Maksudmu Candika yang sudah memberitahu mu?"


"Iya Daddy benar, Mom yang memberitahu ku." balas Ray mengangguk.


"Oh begitu ya, Daddy mengerti sekarang. Pasti kamu sudah bertemu dengan Candika lewat mimpi, iya kan boy?"


"Iya Dad, Mom datang di mimpi Ray dan beliau juga mengucapkan selamat untukku."


"Syukurlah kalau begitu," lirih Daddy Michael.


Mereka pun melanjutkan ngobrolnya hingga larut, ya sekalian menemani Ray menyelesaikan pekerjaannya.


—Pukul 02.40Am


Setelah selesai dengan urusannya, Ray kembali ke kamarnya, begitu pula dengan Davin dan Daddy Michael. Sebelum naik ke tempat tidurnya Ray terlebih dahulu melihat kedua anaknya yang tengah tertidur pulas.



"Tidur yang nyenyak ya anak-anak Daddy! Mimpi indah Baby Z, Baby R." ucap Ray.


Setelah puas memandangi kedua anaknya, ia pun langsung naik ke tempat tidurnya dan membaringkan tubuhnya tepat di samping Zuy yang kala itu tengah tertidur. Ray lalu menatap lekat wajah pujaan hatinya sambil merapihkan anak rambutnya yang berantakan.

__ADS_1


"Mimpi indah sayangku, terimakasih untuk hari ini," ucap Ray.


Kemudian ia mendaratkan ciuman di wajah Zuy, sesaat rasa kantuknya pun mulai menyerangnya. Ray lalu membenarkan posisi tidurnya, perlahan ia mulai memejamkan matanya dan tertidur sembari memeluk erat tubuh Zuy.


...----------------...


Beberapa hari kemudian....


Resto Nara


Acara Syukuran kelahiran Baby R dan Baby Z pun tiba, sesuai dengan perkataan Daddy Michael, tempat acaranya di adakan di Resto Nara (Resto milik Pak Randy) di laksanakan sore hari. Acara tersebut hanya di hadiri oleh keluarga, dan untuk di Perusahaannya, Ray hanya mengundang Friska dan beberapa orang kepercayaannya saja, begitu pula dengan para pengawalnya.


Nampak Bunda Artiana, Dimas, Eqitna dan anaknya yang baru datang kecuali Maria yang enggan hadir di acara Syukuran kelahiran cucunya itu.


Padahal Zuy juga mengundangnya, karena walau bagaimanapun Maria adalah Ibu kandungnya dan Nenek dari kedua anaknya itu.


Lalu kemudian Bunda Artiana, Dimas dan Eqitna langsung menghampiri Ray dan Zuy yang sedang berkumpul dengan keluarga lainnya.


"Cucuku...." sapa Bunda Artiana.


"Nenek, Paman Dokter, Kak Eqi...." sahut Zuy sambil menyalami mereka secara bergantian, begitu pula dengan Ray.


"Terimakasih karena sudah datang di acara Syukurannya si kembar," ucap Ray.


"Iya cucuku, ini Nenek bawakan hadiah untuk kedua cicit Nenek," Bunda Artiana memberikan paper bag pada Zuy.


"Terimakasih Nenek...."


Daddy Michael yang berada tak jauh dari mereka pun terus memandangi Bunda Artiana, Dimas dan Eqitna dengan penuh tanya. Lalu ....


"Mr Michael, ada apa?" tanya Bi Nana.


"Tidak ada apa-apa Na. Oh iya, apa mereka keluarga dari Maria?" bisik Daddy Michael ke Bi Nana.


Bi Nana mengangguk. "Iya Mr Michael, mereka adalah Ibu dan adik dari Maria." jawabnya.


"Oh...." Daddy Michael manggut-manggut.


Ray lalu membawa Bunda Artiana dan lainnya ke arah Daddy Michael.


"Nenek, Dokter Dimas dan Dokter Eqitna. Perkenalkan ini Daddy saya." Ray memperkenalkan Daddy Michael pada Bunda Artiana, Dimas, dan Eqitna.


Kemudian mereka saling bersalaman satu sama lain secara bergantian.


"Oh, pantesan cucu menantu ku sangat tampan, ternyata menurun dari Ayahnya ini," kata Bunda Artiana.


Membuat senyum Daddy Michael mengembang saat mendengar perkataan Bunda Artiana.


"Hahaha.... Anda terlalu memuji saya, Nyonya. Tapi saya menyukai pujian dari anda," ucap Daddy Michael.


Bunda Artiana pun tersenyum, sedangkan Ray dan Pak Willy menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dasar kelakuan mu, Chael." gumam Pak Willy.


"Iya namanya juga Daddy," balas Ray.


Acara pun di mulai dan berlangsung dengan hikmat serta lancar tanpa ada gangguan apapun bahkan dari siapapun. Kebahagiaan nampak terpancar dari wajah Ray dan Zuy, begitu juga dengan Daddy Michael dan lainnya.


Beberapa jam kemudian, acara Syukuran kelahiran si kembar berakhir. Semuanya berpamitan kepada Tuan rumah penyelenggara acaranya dan kembali ke rumahnya masing-masing.


*******************************


Rumah Dimas


Sesaat setelah sampai di rumahnya, Eqitna menggendong Nayla yang kala itu sudah tertidur menuju ke kamarnya. Sedangkan Dimas mengantar Bunda Artiana ke kamarnya, karena Bunda Artiana kecapean.


Setelah mengantar Bunda Artiana, Dimas bergegas menuju ke kamar Maria sambil membawa bungkusan yang di titipkan Zuy untuk Maria.


"Kak Maria...." seru Dimas sambil menghampiri Maria yang tengah berbaring di tempat tidurnya.


Mendengar suara Dimas, Maria menolehkan kepalanya sedikit ke arah Dimas.


"Dimas, kamu sudah pulang?" lirih Maria perlahan membangunkan tubuhnya.


Dimas lalu mendudukkan dirinya di tepi ranjang samping Maria.


"Iya sudah Kak dan ini buat Kakak!" Dimas memberikan bingkisan dari Zuy pada Maria.


"Apa ini Dim?" tanya Maria sambil membuka bingkisan itu.


"Oh, itu dari Zuy, dia meminta Dimas untuk memberikannya pada Kak Maria," jawab Dimas.


"Apa kamu bilang! Ini dari si anak durhaka?" Maria terkejut mendengar jawaban dari Dimas.


Lalu dengan cepat Maria melempar bingkisan tersebut hingga berserakan di lantai.


"Kak Maria! Apa yang Kakak lakukan? Kenapa Kakak melemparnya?" cecar Dimas.


"Ya karena itu pemberian dari si anak durhaka itu dan aku sangat tidak sudi untuk menerimanya," sentak Maria.


"Kak, Zuy sengaja memberikan bingkisan itu untuk Kakak, bahkan dia juga menanyakan Kakak," kata Dimas.


"Tapi aku tidak ingin menerima pemberian apapun dari si anak durhaka itu, Dimas!"


Mendengar itu, perlahan Dimas mengambil nafasnya dan membuangnya secara perlahan.


"Dimas jadi curiga sama Kakak," ucap Dimas.


"Curiga padaku! Apa maksudmu, Dimas?" tanya Maria.


"Ya Dimas gak bermaksud apa-apa sih, cuma curiga aja. Kenapa Kakak begitu tidak suka terhadap Zuy, padahal jelas-jelas dia putri kandung Kakak, anak yang telah Kakak lahirkan. Haaaa.... Apa jangan-jangan dulu waktu Kakak melahirkan Zuy, hanya di muntahkan saja, tanpa berjuang nyawa," celetuk Dimas.


Sontak Maria langsung mengerenyitkan keningnya karena mendengar celetukan Dimas.


"Apa kamu bilang! Di muntahkan? Tanpa bertaruh nyawa?"


***Bersambung....


Image: Goggle chrome.


Author: "Hai Kakak2 kesayanganku, maaf ya baru bisa update lagi, karena Author masih drop berkala, kesehatan pun menurun kembali.... Terimakasih banyak yang sudah menunggu CUP.... 🙏🙏🙏


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... 😉✌😉✌


__ADS_2