Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Hadiah Tanda Ucapan Terimakasih


__ADS_3

<<<<<


Namun bukannya pergi, Ray malah tetap berdiri di samping mobil sambil terus melihat ke arah Zuy.


"Kak Zuy, Ray janji akan menjaga Kakak," lirih Ray, lalu ia melihat Zuy sudah masuk ke dalam rumah, ia pun langsung masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara itu, setelah berada di dalam rumah, Zuy lalu membuka sedikit gorden jendela, ia pun mengintip dari balik kaca jendela, namun sayangnya Ray sudah masuk ke dalam mobil dan pergi.


"Tuan Muda, maaf..." lirih Zuy


Lalu ia menutup kembali gordennya, dan berjalan menuju ke arah kamarnya.


Kamar Zuy


Setelah berada di kamar, Zuy langsung duduk di atas kasur, ia tertunduk diam sambil mengingat kejadian yang menimpanya tadi saat di Mall, tak terasa air matanya mengalir di pipinya.


Hiks..


"Sebenarnya aku punya salah apa, kenapa banyak orang membenciku, bahkan lebih parahnya aku di anggap jal*ng, perebut milik orang," tangisnya.


Lalu tiba-tiba ia mengingat perkataan Bi Nana dulu.


"Jangan menangis, di masa depan masih banyak rintangan, Kau juga harus berusaha menjadi anak yang bisa di andalkan, jangan mudah menyerah dan putus asa."


Zuy lalu mengangkat kepalanya, "Benar apa kata Bi Nana, aku harus lebih kuat lagi, aku tidak boleh menyerah hanya karena omongan yang belum tentu kebenarannya," kata Zuy sambil mengusap air matanya.


Ketika ia hendak merebahkan badannya di atas kasur, tiba-tiba ada sesuatu yang mengganjal, Zuy pun kembali duduk. Ia baru menyadari bahwa dirinya masih memakai Jas yang di berikan oleh Ray tadi, Zuy pun langsung melepaskan jas itu, akan tetapi..


Glataaak..


Sebuah kotak kecil jatuh dari dalam saku jas itu, Zuy pun langsung mengambil kotak itu, "Hah pasti ini milik Tuan Muda, nanti lusa akan aku kembalikan pada Tuan Muda sekalian jas ini," ujar Zuy.


Saat Zuy akan menaroh kotak itu kembali ke saku jas itu, ia melihat tulisan di bawah kotak itu Untuk Kak Zuy. lalu Zuy pun membuka kotak kecil itu, setelah di buka ia mengambil isi dari kotak tersebut, ternyata sebuah kalung dengan dua liontin, yang satu huruf Z dan satunya setengah hati, dan ada sepucuk surat di dalamnya, Zuy lalu membuka dan membacanya.


Kak Zuy terimakasih banyak sudah merawat saat Ray sakit, sebagai tanda terimakasih Ray kasih Kakak hadiah kalung, tadinya mau ngasih cincin tapi Ray gak tau ukuran jari manis kakak hehehe, Ray sengaja memesan dua kalung itu, yang satu untuk Ray dan satunya untuk Kakak, jangan lupa di pakai ya Kak.


^^^Salam Ray.^^^


Seperti itulah isi dari surat tersebut.


Lalu Zuy menggenggam erat surat itu, "Tuan Muda, padahal aku ingin mencoba menghindari anda, karena aku tidak ingin di anggap sebagai pengganggu hubungan anda dengan Mrs Kimberly, tapi kenapa Tuan Muda malah seperti ini, apakah aku bisa dan sanggup untuk menghindari anda, Tuan..."


Ia pun langsung membaringkan badannya sambil menggenggam kalung dan surat dari Ray, tak lama kemudian Zuy akhirnya tertidur lelap.


*****


Rumah Ray


Beberapa saat kemudian, Ray akhirnya sampai di rumahnya, ia langsung memarkirkan mobilnya, setelah selesai ia langsung bergegas menuju ke arah rumah, sampai di depan pintu Ray langsung membuka pintunya dan masuk ke dalam rumah.


"Aku pulang...!!" seru Ray sambil berjalan menuju ke ruang tengah.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan Ray," sambut Davin sambil menuruni tangga.


Ray langsung mendudukan dirinya di atas sofa, wajahnya nampak terlihat lesu, Davin yang melihatnya langsung menghampiri Ray.


"Kenapa Tuan, anda nampak lesu seperti itu?" tanya Davin


"Haaa.. aku tidak apa-apa, hanya kepikiran tentang Zuy, sikapnya berubah, tadi selama di perjalanan ia hanya terdiam tanpa bicara apa-apa, bahkan ketika sampai di rumahnya, ia malah menyuruhku pulang," jelas Ray dengan nada sedih.


Davin lalu duduk di samping Ray sambil menepuk-nepuk punggung Ray, dan berkata, " Tuan, mungkin Zuy sedang sedih karena masalah di Mall tadi, aku yang melihatnya seperti itu pun ikut kesal dan sedih Tuan, kalau Tuan Ray ingin menghiburnya, bawalah dia ke tempat hiburan mana kek, tapi aku sarankan mending Tuan Ray ajak dia ke pantai."


"Benar juga, baiklah besok akan Ray coba ajak Zuy pergi ke pantai," ujar Ray, "Hmmm, ngomong-ngomong Kak Davin tau semua tentang perasaan seorang wanita, padahal selama ini Kak Davin gak pernah punya pacar," ledek Ray menggoda Davin.


"Sesama jomblo gak usah ngeledek, Tuan.." gumam Davin, "Oh iya Tuan, lalu bagaimana soal yang di Mall tadi, apa kita akan menyelidikinya?" sambung tanya Davin


"Iya kita akan menyelidikinya, aku mau tahu siapa orangnya yang berani berbuat seperti itu terhadap Zuy, akan aku temukan orangnya dan akan aku suruh dia berlutut dan minta maaf di hadapan Zuy," pekik Ray dengan nada keras.


"Besok aku akan ke Mall itu lagi, untuk melihat CCTV yang di Mall tersebut, tapi Tuan Ray bukannya dulu pembangunan Mall CCV donasinya dari Perusahaan CV, coba Tuan Ray ngomong sama Pak Willy," ujar Davin


"Iya nanti aku telpon Om Willy, oh iya tadi kenapa beli hp gak sama sim Cardnya kak? soalnya sim card milikku hilang," ujar Ray


Lalu Davin membuka dompetnya dan mengeluarkan sesuatu di dalam dompetnya, "Ini sim card Tuan, aku mengambilnya di ruang kerja anda," ujar Davin sambil memberikan sim card itu.


Ray pun langsung mengambilnya dari tangan Davin, "Thanks ya Kak, kalau gitu Ray ke kamar dulu," kata Ray,


Ia lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah tangga menuju ke kamarnya.


"Hah rasanya sepi banget gak ada Zuy, lebih baik aku mengambil makanan di dapur," Davin pun berjalan menuju ke dapur.


Setelah sampai di kamar, Ray langsung mengambil ponselnya, memasukan sim card ke ponselnya, dan mengaktifkannya, setelah aktif Ray pun menaroh Hpnya, namun...


Trrrrrrt.. Trrrrrrt...


"Baru juga di aktifkan, udah ada panggilan masuk aja," Ray segera mengambil hpnya dan melihat layar hpny, 'Lesya Calling' ia langsung menjawab telponnya.


"Halo Sis.."


"Raaaaay... where have you been, dari kemaren di telpon kenapa gak aktif?" tanya Lesya dengan nada lantang


"Sorry sis, hp ku kemaren hilang, ini baru beli lagi," jawab Ray


"Ray, kenapa dengan suaramu, apa kamu sedang sakit?" tanya Lesya


"Ya sedikit, tumben jam segini telpon, apa kau tidak sekolah?" tanya balik Ray


"Bro hari ini kan weekend, mana ada sekolah," pekik Lesya, "I Miss You Bro, kapan kamu pulang? oh iya dari kemaren Daddy sangat khawatir denganmu Ray," sambungnya.


"Oh, Sorry sis sudah membuat khawatir," lirih Ray


"Kalau kamu mau minta maaf, mending nanti telpon ke Daddy langsung, kalau sekarang Daddy sudah ke kantor," ujar Lesya.


"Pasti Ray telpon, oh iya udah dulu ya, jangan lupa belajar..! Bye Sis.." kata Ray

__ADS_1


Lalu Ray pun memutuskan telponnya.


"Maafin Ray Dad, sudah membuat Daddy khawatir," lirih Ray, lalu ia kembali menaroh hpnya, Ray lalu membaringkan badannya ke atas kasur, sesaat kemudian ia pun tertidur.


*****


Airport


Beberapa saat kemudian, Kimberly dan lainnya pun sampai di Airport, sebelum masuk ke Boarding Room, mereka melakukan pengecekan antara lain, pengecekan tiket, tas, dan lain-lain. Setelah selesai mereka pun langsung masuk ke Boarding Room. Ketika sampai mereka pun langsung duduk sambil menunggu.


Maria dan Kimberly tak hentinya melamun, perasaan sedih di hati mereka masih ada, kalau Kimberly sedih harus berpisah dengan Ray, sedangkan Maria sedih karena belum informasi keberadaan anaknya, akan tetapi bukan karena itu saja, ia merasakan sedih ketika meninggalkan Zuy.


"Apa yang terjadi denganku, kenapa aku sedih saat meninggalkan anak itu, padahal dia anak yang akan membahayakan posisi Kimberly, tapi kenapa aku malah gak ingin meninggalkannya," batin Maria


YanYan pun kebingungan melihat Maria dan Kimberly seperti itu, lalu ia langsung duduk menjauh dari mereka.


*****


Rumah Deva


Deva dan Zetta pun sedang duduk sambil bermain dengan anaknya, namun raut wajah Zetta selalu murung, Deva yang melihatnya pun langsung mendekat dan memegang pundak Zetta.


"Hey ada apa, kenapa dari tadi kamu murung terus?" tanya Deva


Zetta pun langsung melihat ke arah anaknya, Deva pun mengerti apa yang di maksud Zetta, lalu ia menyuruh pengasuh anaknya untuk membawa anaknya pergi, setelah anaknya pergi....


"Ada apa Zetta?" tanya Deva


Zetta pun melihat ke arah Deva dengan mata berkaca-kaca, "Dev bagaimana ini, kita harus dapat pinjaman dari Perusahaan CV, kalau tidak dapat gimana nasib kita," ujar Zetta dengan nada sedih.


Deva pun mengelus kepala Zetta, "Kamu tenang aja, aku akan berusaha agar Perusahaan kita tidak bangkrut, kamu fokus saja sama kehamilanmu, jangan sampai karena ini anak kita jadi kenapa-napa," tutur Deva


"Tapi Dev satu-satunya cara agar Tuan Ray mau meminjamkan uang untuk kita, aku harus minta maaf kepada Zuy, dan menyuruh Zuy ngomong ke Tuan Ray, pasti kita akan dapat pinjaman itu," jelas Zetta


"Jadi maksudnya kita harus manfaatin Zuy untuk ini?" tanya Deva terkejut.


"Iya mau gimana lagi, itu satu-satunya cara Dev, lagian Zuy kan Wanitanya Tuan Ray," papar Zetta.


"Tapi aku gak setuju kalau harus memanfaatkan orang lain demi keuntungan kita," pekik Deva


"Deva, tapi ini kita terpaksa agar Perusahaan kita tidak bangkrut dan ini juga untuk hidup kita, keluarga kita dan anak-anak, kamu mengerti kan Dev maksudku," papar Zetta, Deva pun langsung memikir keras apa yang di katakan Zetta.


"Bagaimana Dev?" sambung tanya Zetta


"Baiklah demi Perusahaan kita, aku akan minta tolong pada Zuy supaya mau membantu kita, besok kita akan ke rumah Zuy lagi, tapi kamu harus sungguh-sungguh meminta maaf pada Zuy, apa yang kamu lakukan waktu itu," pinta Deva


Zetta pun menganggukan kepalanya, "Iya aku akan sungguh-sungguh dan tulus meminta maaf pada Zuy, terimakasih Deva," kata Zetta, lalu ia pun memeluk Deva.


***Bersambung...


^Hai Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... ✌😉😉✌


__ADS_2