
Jangan lupa likenya Kakak2..!! 😘🙏
<<<<<
"Karena hanya kamu yang pantas menjadi istri Rayyan, Kimberly anak Mam tersayang..."
Mendengar kata yang terucap dari Maria, membuat Kimberly tertegun dan ia pun langsung memeluk erat Maria.
"Mam, Mam yang terbaik, Kimberly sayang sama Mam," ucap Kimberly
"Sama-sama sayang, Mam juga sayang sama Kimberly, karena kamu adalah anak Mam yang paling Mam sayang, anak kebanggaan Mam," balas Maria
Kimberly kembali mendongakkan kepalanya ke arah Maria, "Tapi Mam janji ya, jika wanita itu merebut Ay dari Kim, Mam harus benar-benar membuat wanita itu menyesal seumur hidupnya."
Maria lalu menganggukkan kepalanya, "Iya sayang Mam janji, walau dengan cara kasar sekali pun, Mam akan lakukan demi kebahagiaanmu, Kimberly," ucap Maria sembari mengelus kepala Kimberly.
Liora ikut mengelus kepala Kimberly, "Nah jadi kamu tidak perlu khawatir, Aunty juga akan selalu mendukungmu, Kimberly."
Kimberly langsung mengangguk dan tersenyum pada Liora, "Terimakasih Aunty, Mam"
Maria pun mencium puncak kepala Kimberly, kemudian ia menempatkan pipinya di atas kepalanya Kimberly, lalu seketika pikiran Maria tertuju pada anak pertamanya.
"Begitu pula denganmu Zoya, jika sesuatu terjadi padamu, Mam juga akan melakukan hal yang sama. Zoya di manapun kamu berada, semoga kamu bahagia, Mam tidak akan menyerah Zoya, Mam pasti menemukanmu, Zoya," batin Maria.
Apa jadinya jika Maria mengetahui bahwa antara Zoya dan Zuy adalah orang yang sama. Kita tunggu saja saat tiba waktunya nanti. (Author)
**********
Rumah Ray
°Kamar Ray
Setelah mengganti pakaiannya dengan Piyama, Ray merebahkan dirinya di atas ranjangnya dengan posisi terlentang, ia menempatkan tangan kanannya di atas dahinya, ia pun mencoba memejamkan matanya. Namun karena pikirannya sedang tidak bersahabat, Ray akhirnya mengubah posisinya menjadi duduk menyandar, kemudian ia memijat-mijat kepalanya.
"Tsk, Dasar bodoh, kenapa aku gak sadar ada bekas lipstik di kemeja ku, gara-gara ini Kakak jadi salah paham dan marah padaku," umpat Ray. Lalu...
Triiiiiing.. Triiiiiing...
Hpnya pun tiba-tiba berbunyi, kemudian ia menoleh ke arah hpnya yang berada di atas nakas.
"Ck, siapa sih yang menelpon tengah malam begini, mengganggu saja," gumam Ray, lalu ia pun mengambil hpnya tersebut, dan kemudian melihat ke layar hpnya itu.
"Daddy..!!" lirih Ray. ternyata yang menelpon Daddy Michael.
Setelah mengetahui siapa yang menelpon, Ray segera menggeser tombol hijau dan menjawabnya.
"Hai Dad.." sapa Ray
"Rayyan, gimana kabarmu?" tanya Daddy Michael.
"Ray baik-baik saja, lalu bagaimana dengan Daddy?"
"Daddy juga baik Ray, oh iya Rayyan.."
"Ya Dad.."
"Congratulations on your success, son. Daddy sangat bangga padamu, kamu sangat pandai dalam memimpin Perusahaan milik Mom Candika dengan baik, Rayyan," ucap Michael memuji Ray.
Mendengar pujian dari Michael, Ray pun menyunggingkan senyumannya, "Thanks Dad, ini semua juga berkat dukungan dari Daddy dan lainnya, tanpa kalian Ray bukan apa-apa," kata Ray
"Iya Rayyan, Mendiang Candika pasti bangga melihatmu bisa sukses seperti ini, kamu harus terus semangat ya son..!" tutur Michael.
"Baik Dad, oh iya Dad, ada yang ingin Ray bicarakan pada Daddy," kata Ray.
"Oh iyakah, apa itu Boy?" tanya Michael
"Dad, apakah Daddy merestui Ray, jika Ray jatuh cinta dan kemudian menikahi seorang wanita yang tidak sepadan dengan Ray?" tanya Ray.
Michael terkejut mendengar pertanyaan dari Ray, ia pun bertanya, "Maksudmu apa Ray, apa kamu sedang menjalani hubungan dengan seorang wanita?"
"Iya Dad, wanita ini yang selalu Ray rindukan setiap hari saat Ray masih di Amerika, wanita ini selalu memberikan semangat untuk Ray maju dan menjadi seperti sekarang, Ray sangat mencintainya, Dad.." ungkap Ray.
"Apa wanita itu adalah Zuy keponakan Nana, asisten kita dulu?" tanya Michael
"Iya, dia adalah ..., hmmm, tunggu sebentar, Daddy tahu dari mana kalau wanita itu adalah Zuy?" tanya Ray terkejut.
"Rayyan, aku ini Daddy mu lho, pasti tahu dan lagi sebelumnya, Willy telah menceritakan semuanya pada Dad. Akan tetapi Daddy masih belum mempercayainya kalau belum mendengarnya darimu Ray," jelas Michael.
"Lalu bagaimana, apakah Daddy merestuiku?" tanya Ray dengan penuh harap.
"Ehemm, Daddy selalu mendukung apapun keputusanmu Ray, dan soal percintaanmu, itu adalah urusan pribadimu, kamu mau pilih siapapun juga, Daddy tidak akan mengganggu ataupun melarangmu, sama seperti mendiang Mom Candika, asal dia bisa membuatmu bahagia Ray. Daddy hanya bisa mendoakanmu dan memberikan restu untukmu Ray," ujar Michael.
Wajah Ray langsung sumringah saat mendengarnya, air matanya pun seketika mengalir membasahi pipinya.
__ADS_1
"Terimakasih Dad, terimakasih..." ucap Ray.
"Sama-sama Boy, yaudah kalau gitu, Daddy tutup telponnya ya, soalnya sebentar lagi ada meeting, jaga kesehatanmu Boy, dan istirahatlah pasti hari ini kamu kelelahan, maaf jika malam-malam Daddy menggagumu," tutur Michael.
"Iya Dad, Daddy juga jangan terlalu cape, istirahat teratur, jaga kesehatan Daddy, Ray titip salam buat Lesya Dad.."
Obrolan pun berakhir karena Michael memutuskan telponnya.
"Terimakasih banyak Dad, aku harus segera tidur supaya besok bisa bicara pada Kakak dan minta maaf padanya," ujar Ray
Lalu ia pun meletakkan kembali hpnya di atas nakas, kemudian Ray membaringkan badannya kembali, seketika ia pun memejamkan matanya dan tertidur lelap.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Tak terasa malam cepat berlalu, dan pagi pun menyapa dengan suara kicauan burung saling beradu, semua orang menjalankan aktivitasnya masing-masing, terutama Bu Ima yang sejak tadi sudah sibuk dengan pekerjaannya, seperti membuatkan sarapan untuk majikannya.
Kamar Zuy
Zuy terlihat masih tertidur nyenyak dengan tank-top dan celana pendek yang di kenakannya semalam. tak lama kemudian, ia pun terbangun dari tidurnya dan membuka matanya perlahan-lahan. Lalu Zuy mengambil hpnya yang berada di atas nakas untuk melihat jam di Hpnya.
"Sudah jam 7 lewat," lontar Zuy sambil mengusap-usap matanya.
Lalu ia menaroh kembali hpnya di atas nakas, Zuy lalu meregangkan otot-ototnya, kemudian saat ia hendak bangkit dari posisinya, Zuy merasakan hal yang tidak mengenakan, tiba-tiba ia merasakan sakit pada perutnya, membuatnya tidak bisa bangkit dari tempat tidurnya.
Aaaaaaah...
"Selalu saja sakit seperti ini, setiap datang bulan di hari kedua.." rintih Zuy, lalu ia mengambil Hpnya kembali dan menghubungi Bu Ima untuk di mintai bantuan.
Sementara itu, Ray sudah berada di luar kamarnya, kemudian ia berjalan ke arah tangga, setelah menuruni anak tangga satu persatu, Ray berjalan menuju ke arah Dapur, akan tetapi langkahnya terhenti saat di depan kamar Zuy dan menatap kamar Zuy yang masih tertutup.
"Apa Kakak sudah bangun ya," lirih Ray, kemudian ia melangkahkan kakinya kembali ke arah dapur dan berharap Zuy ada di sana.
Sesaat setelah sampai di dapur, Ray tidak melihat Zuy di sana, yang ada hanya Bu Ima yang sedang mencari sesuatu. Lalu Ray menghampiri Bu Ima.
"Pagi Bu Ima," sapa Ray
Bu Ima pun menoleh, "Eeh, pagi Tuan Ray.." sahutnya
"Bu Ima sedang mencari apa?" tanya Ray.
"Oh, ini Tuan Ray, Ibu sedang mencari jahe," jawab Bu Ima.
"Jahe? untuk apa Bu?" Ray pun bertanya kembali, lalu kemudian...
Air yang sedang di rebus Bu Ima mendidih, Bu Ima langsung mematikan kompornya dan membuka tutup pancinya.
"Maaf Tuan, apa ada botol bekas atau kantong kompres buat air panas?" tanya Bu Ima
"Ada Bu, itu di kotak P3k," jawab Ray "Biar Ray ambilkan.."
Ia pun berjalan beberapa jarak ke arah kotak P3k yang menempel di dinding, Ray membuka kotak P3k dan mengambil kantong kompres berbahan karet. Kemudian ia memberikannya pada Bu Ima
"Ini Bu kantong kompresnya," kata Ray
"Terimakasih Tuan," ucap Bu Ima, Bu Ima pun langsung menuangkan air panas yang di panci tersebut ke dalam kantong kompres itu.
Melihat itu, Ray merasa kebingungan, lalu ia bertanya, "Bu Ima, itu buat siapa? apa Bu Ima sakit, dan lagi tadi Bu Ima cari jahe untuk apa?"
"Ini untuk Nak Zuy Tuan, tadi dia menghubungi Ibu, dia bilang kalau perutnya sakit dan tidak bisa bangun dari tempat tidurnya, kalau jahe, ibu ingin membuatkan air jahe untuk meredakan sakit perutnya," jelas Bu Ima.
Mata Ray langsung membulat saat mendengar penjelasan Bu Ima, kemudian ia mengambil kantong kompres berisi air panas tersebut dari Bu Ima.
"Bu, biarkan Ray mengompres perutnya, Ibu tinggal buatkan air jahe buat Zuy," pinta Ray
"Baik Tuan, tapi Ibu kepasar dulu, soalnya jahe yang di cari gak ada," jelas Bu Ima.
"Yaudah Bu, nanti ada seseorang yang akan mengantar Bu Ima ke pasar," ujar Ray.
Bu Ima pun mengangguk, lalu kemudian Ray berjalan ke kamar Zuy, sesampainya ia segera memutar handle Pintunya, namun sepertinya terkunci, Ray pun mencari kunci cadangan.
Tak lama Ray menemukan kunci cadangan, ia pun memasukan kuncinya ke lubang, setelah itu Ray memutar handle pintunya dan pintu terbuka, ia langsung masuk ke dalam kamar Zuy dan menghampiri Zuy yang tengah tertidur sambil memegangi perutnya.
"Kakak.." panggil Ray yang sudah berada berdiri di hadapan Zuy.
Zuy pun langsung membuka matanya dan melihat ke arah Ray yang tengah berdiri, "Tuan Muda, ada apa?"
Ray lalu mendudukan dirinya di tepi ranjang, "Kakak, Ray khawatir pada Kakak, tadi kata Bu Ima, Kakak sedang sakit perut, jadi Ray bawakan kantong kompres buat Kakak," ujar Ray.
"Terimakasih Tuan Muda," ucap Zuy
Lalu saat Zuy mencoba mengangkat tubuhnya, tiba-tiba selimut yang menutupinya merosot, sehingga tank-top yang di kenakannya terlihat oleh Ray, di tambah belahan Squshy miliknya terlihat sempurna, membuat mata Ray terbelalak dan langsung menelan salivanya. Menyadari akan tatapan Ray yang mengarah ke bagian dadanya, Zuy langsung menarik selimutnya dan menutupi badannya.
"Dasar mesum..!!" umpat Zuy.
__ADS_1
"Ahahaha.. rezeki jangan di tolak," ujar Ray menggoda Zuy,
"Tuan Mudaaa.." seru Zuy, wajahnya pun memerah, Ray yang melihatnya hanya terkekeh.
Lalu Ray beranjak dari duduknya, dan berjalan menuju ke arah lemari untuk mengambil baju Zuy, setelah itu Ray kembali duduk ke tepi ranjang. Kemudian Ray memakaikan baju tersebut pada Zuy. Setelah selesai..
"Terimakasih Tuan Muda," ucap Zuy
"Sama-sama sayang," balas Ray,
Kemudian ia tiba-tiba merengkuh tubuh Zuy dan memeluknya.
"Sayang, Ray minta maaf atas kejadian semalam Ray benar-benar ti ...," ucap Ray yang terhenti karena Zuy menempatkan telunjuknya ke bibir Ray.
"Tuan Muda tidak bersalah, justru Zuy yang harusnya minta maaf karena sudah marah-marah dan salah paham pada Tuan, maafin Zuy ya Tuan Muda," ucap Zuy.
Mendengar itu, Ray langsung tersenyum bahagia, ia pun memeluk erat Zuy dan mencium dahi Zuy. Sesaat kemudian..
"Euum Tuan, bisakah anda memanggil Bu Ima, soalnya Zuy ingin meminta Bu Ima membelikan sesuatu ke minimarket," pinta Zuy.
"Tadi Bu Ima pergi ke pasar mencari jahe, memang mau beli apa Kak?" tanya Ray.
"Ah itu.., nanti biar Zuy aja yang beli," kata Zuy.
"Kakak gak boleh gerak, biar nanti Ray yang beli, kakak tinggal kasih catatan saja padaku," pinta Ray
Zuy kemudian mengambil pulpen dan kertas di dalam laci nakas, dan ia pun mencatat pesanannya, setelah itu ia memberikan catatan itu pada Ray.
"Oh ini, yaudah Ray keluar dulu ya Kak," kata Ray, ia pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar.
Setelah di luar kamar Zuy, Ray melihat Davin yang tengah duduk sambil membaca buku dongeng, lalu ia menghampiri Davin.
"Kak, boleh Ray minta tolong?"
"Tolong apa Tuan Ray?" tanya Davin
Ray memberikan catatan pada Davin, "Tolong ke minimarket, beli semua yang ada di catatan ini..!!" pinta Ray.
Davin pun langsung terkejut dan bangkit dari duduknya, "Apa minimarket..!!"
"Iya minimarket bukan toko matrial,"ujar Ray
Davin pun berdecak," Ck, Tuan Ray, apa anda tidak ingat, saat anda menyuruhku beli minuman, aku sangat tersiksa karena pengunjung di sana mengerumuniku, bahkan ibu hamil sampai mencubit pipi ku, dan lagi mereka sampai teriak menyebutku Oppa, memangnya muka saya sudah kakek-kakek, makanya di panggil Oppa."
Sebenarnya Ray ingin tertawa saat mendengar perkataan Davin, akan tetapi ia tahan, lalu kemudian..
"Kak Davin, tolong ya, nanti ada bonus masker buat Kak Davin," ujar Ray
Mata Davin langsung berbinar saat mendengar kata masker, lalu ia pun menganggukkan kepalanya, "Baiklah Tuan Ray, demi masker.."
"Yaudah berangkat sana..!!" titah Ray
Davin pun berjalan menuju keluar rumah, setelah berada di luar, Davin melangkahkan kakinya ke arah mobilnya. Sesampainya, ia membukakan pintu mobilnya dan ia langsung masuk ke dalam mobil. Kemudian ia menyalakan mobilnya, sesaat setelahnya, Davin melajukan mobilnya menuju ke minimarket.
***********
Minimarket
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, Davin pun akhirnya sampai di minimarket. Lalu ia menurunkan kaca mobilnya dan melihat ke arah minimarket tersebut.
"Tuh kan rame, banyak wanita lagi, aduuh.." umpat Davin, "Tapi tak apalah demi masker dari Tuan Ray, aku harus hadapi semuanya," imbuhnya.
Lalu ia mengambil masker kain dan memakainya, tidak ketinggalan pula dengan topinya. Setelah selesai, Davin segera keluar dari mobilnya, dan menutup kembali pintunya. Lalu ia berjalan menuju pintu masuk minimarket.
Setelah berada di dalam minimarket, Davin lalu mengeluarkan catatan yang di berikan oleh Ray, kemudian ia berjalan ke arah tempat dimana pesanan Ray berada. Sesampainya...
"Yang mana satu ya, bingung aku, apa yang ini atau yang ini.. aah ambil semuanya saja," ujar Davin sambil mengambil barang tersebut.
Lalu kemudian ia mengambil beberapa snack dan minuman, setelah selesai Davin langsung berjalan menuju ke arah kasir, akan tetapi ia harus mengantri.
Beberapa saat kemudian Davin segera memberikan barang belanjaannya pada kasir minimarket, kasir itu tiba-tiba terkekeh saat melihat belanjaan Davin. Tak lama kemudian..
"Total jumlah semuanya Tuan ...," ujar kasir tersebut.
Lalu Davin mengeluarkan kartu Debitnya dan memberikannya pada kasir minimarket tersebut. Setelah selesai, Davin pun keluar dari minimarket menuju ke arah mobilnya yang terparkir di depan minimarket.
Sesampainya dan saat ia hendak membuka pintu mobilnya, tiba-tiba seseorang menepuk pundak Davin dari belakang, sontak membuatnya terkejut dan menoleh ke belakang.
"Kamu...!!"
**Bersambung...
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author...♥🙏♥🙏