
<<<<<
"Sayangku, selamanya kita akan bersama, tidak ada yang memisahkan kita, ataupun mengambil sayangku dariku.."
Lirih Ray sambil mengelus punggung Zuy dan mencium puncak kepala Zuy.
"Euum Ray.."
"Iya sayangku," sahut Ray
Kemudian Zuy mendongakkan kepalanya dan memandang Ray sembari menyunggingkan senyuman, lalu ia mendaratkan tangannya ke pipi Ray.
"Terimakasih sudah menyayangiku," ucap Zuy mengelus pipi Ray.
Mendengar ucapan Zuy membuat Ray tersenyum bahagia, ia pun melepaskan pelukannya dan beralih menangkup kedua pipi Zuy, lalu ia mendaratkan bibirnya ke arah kening, mata, hidung dan pipi Zuy secara bergantian. Sesaat setelahnya...
"Sayangku, sudah kewajibanku untuk menyayangi mu, sayangku," ujar Ray.
Lagi-lagi senyuman manis terukir di wajah Zuy, ia pun melepaskan tangannya dari pipi Ray dan kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang Ray.
"Euum Tuan Muda, setelah pulang dari Swedia, apa boleh Zuy pergi ke Kota M?" tanya Zuy
"Kota M? untuk apa sayangku kesana?"
"Zuy ingin berkunjung ke Panti asuhan dan juga Zuy kangen sama Papah," jelas Zuy.
Zuy pun kembali mengangkat kepalanya dan menatap Ray dengan tatapan memohon.
"Boleh ya Tuan tampan-ku.." pinta Zuy mengedip-ngedipkan matanya.
Melihat Zuy seperti itu membuat Ray merasa gemas, lalu ia mencubit pipi Zuy.
"Awwww, sakit Rayyan..!" pekik Zuy.
"Habisnya sayangku gemesin sih, sayangku.. tanpa memasang wajah seperti itu, Ray pasti mengizinkan sayangku untuk pergi ke Kota M," ujar Ray
"Benarkah?! terimakasih Tuan Muda, tapi ...,"
"Tapi apa sayangku?"
"Zuy ingin pergi kesananya bareng Tuan Muda, sekalian Zuy ingin mengenalkan tampan-ku ini pada Papah dan juga Ibu Panti," ujar Zuy.
Mendengar itu, Ray merasa sangat bahagia, kemudian ia menganggukkan kepalanya, "Baik sayangku, kemana pun sayangku pergi, aku akan menemani sayangku."
"Waah, terimakasih Tuan Muda,"
"Iya sayangku sama-sama," balas Ray menyandarkan kepalanya di bahu Zuy, "Hmmm, wangi tubuh sayangku sangat melekat, jadi ingin melahapnya," batinnya sembari mengendus.
Hoaaam...
Tiba-tiba Zuy menguap, membuat Ray melirikkan matanya ke atas.
"Sayangku mengantuk?" tanya Ray
"Ya sedikit Tuan," singkat Zuy
Ray mengangkat kepalanya "Tadi sayangku gak tidur sih, makanya sekarang mengantuk."
"Ya dan mungkin juga karena cuacanya dingin Tuan Muda," ujar Zuy.
Lalu tiba-tiba Ray menyunggingkan senyuman jahilnya dan mendekatkan wajahnya ke arah telinga Zuy.
"Nah kebetulan, kalau sayangku sudah mengantuk dan merasa kedinginan, mending kita tidur bareng sambil peluk-peluk," goda Ray
Zuy langsung mengerutkan dahinya saat Ray mulai menggodanya, kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan menarik tangan Ray.
"Duh sayangku gak sabaran ya," papar Ray sambil bangkit dari posisinya.
Setelah itu Zuy membawa Ray, akan tetapi bukan ke tempat tidurnya, melainkan ke arah pintu kamarnya, lalu Zuy membuka pintu kamarnya.
"Sayangku..!"
"Iya Tuan tampan-ku sayang," sahut Zuy sambil tersenyum paksa, kemudian Zuy melepaskan tangan Ray dan mendekat ke arah Ray.
"Tuan tampan-ku," Zuy kembali tersenyum
Lalu Zuy langsung mendorong tubuh Ray hingga keluar dari kamarnya.
"Sayangku, apa yang kamu lakukan..?!"
"Tuan Mudaaa, selamat beristirahat.!" ucap Zuy sambil menutup pintu kamarnya.
Braaaak
"Sayangkuuu tega..!" seru Ray, "Ya gagal tidur bareng, awas ya sayangku..!"
Lalu ia melenggang menuju ke kamarnya, tentunya dengan perasaan kecewa.
*************
Rumah Ray
Tak terasa malam telah berlalu, pagi pun menyapa, semua orang melakukan aktivitasnya masing-masing.
°Kamar Davin
Nampak Davin yang tengah berada di walk in closet miliknya, ia sedang sibuk memilih pakaian yang akan ia kenakan untuk bekerja. Sesaat kemudian ia pun selesai memilih dan mengenakannya. Setelah selesai mengenakan pakaiannya, Davin langsung bergaya di depan cermin sambil memutar badannya.
"Yes, terlihat sangat tampan, Tuan Ray aja kalah.. hahaha.."
Kemudian ia memakai minyak rambut untuk merapihkan rambutnya yang berantakan, tak lupa dengan concealer untuk wajahnya. Sesaat setelah lama beradu dengan cerminnya, Davin pun segera keluar dari walk in closet dan berjalan menuju keluar kamarnya.
Sementara itu Yiou sudah berada di meja makannya, ia pun mengambil makanannya yang sudah di siapkan oleh Bu Ima, saat hendak memasukan makanannya ke dalam mulutnya, Davin datang menghampirinya.
"Pagi Mrs Yiou cantik.." sapa Davin sambil menarik kursinya.
Namun ia tidak menjawab sapaan dari Davin, malah tengah asik memasukan makanannya ke mulutnya, Davin yang melihat gelagat Yiou langsung terkekeh.
"Aduh masih ngambek nih, gara-gara semalam, hmmm sayang sekali, padahal aku ingin menyampaikan sesuatu yang terjadi antara Tuan Ray dan Zuy di dalam kamar," kata Davin sembari mengambil makanannya.
__ADS_1
Uhuuk..
Yiou pun langsung tersedak gara-gara perkataan Davin, kemudian ia mengambil air minum dan meneguknya.
"Anda tidak apa-apa Mrs Yiou? pasti saking kagetnya ya, hihihi.."
"Ya jelas kaget lah, untung tersedak roti bukan duri ikan," sergah Yiou, "Lalu apa maksudmu Ray dan Zuy di dalam kamar?"
Davin pun berdecak, "Ck..Ck.. Ck.. masa gak tau sih, dasar Mrs Yiou ini ya. Maksudku mereka berdua sudah melakukan adegan ranjang atau bisa di sebut misteri ranjang bergoyang," jelas Davin.
"Apa..!! kamu tau dari mana Davino Roveis?!"
"Tau sendiri, kan semalam aku telpon Henri, untuk menanyakan kabar mereka di sana, kata Henri juga Zuy hampir hilang ...,"
"Apa! hampir hilang..?!" sela Yiou
Davin menganggukkan kepalanya, "Iya Mrs Yiou, ia hampir hilang, gara-gara keluar sendirian tanpa sepengetahuan Ray, karena saat itu Tuan Ray tengah tertidur."
"Ciih, awas kau Rayyan.." umpat Yiou, "Lalu bagaimana kelanjutannya?"
"Setelah menemukan Zuy, Tuan Ray langsung membawanya ke kamar, lalu aku dengan iseng meminta Henri untuk berdiri di depan pintu kamarnya sambil menempelkan hpnya ke pintu."
"Terus, terus bagaimana lagi kelanjutannya?" Yiou pun mulai penasaran
"Ya terus aku mendengar suara teriakan Zuy dari dalam kamarnya sambil bilang sakit Tuan Muda, jangan kencang-kencang, lalu Tuan Ray juga bilang ini juga pelan, jangan tegang, lemesin biar gak susah. Begitu yang aku dengar Mrs Yiou," jelas Davin.
Sebenarnya Davin salah menduga saja, padahal kenyataannya Ray hanya memijat kaki Zuy yang terkilir bukan melakukan adegan ranjang bergoyang.
Yiou pun tercengang saat mendengar penjelasan dari Davin.
"Vin, apa benar yang kamu katakan barusan?"
Davin mengangguk cepat, "Iya beneran Mrs Yiou, kalau gak percaya, tanyakan saja langsung pada Henri, dia juga mendengarnya, duh tidak di sangka ya, ternyata Tuan Ray kalau udah urusan ranjang bisa sadis juga, buktinya sampai Zuy teriak begitu," celetuknya.
"Hahaha, bener Vin aku juga tidak menyangka sama ucapanmu itu, tapi kalau beneran mereka melakukan itu, maka aku akan mempunyai keponakan dong, Yeaaa.." ucap Yiou dengan senangnya.
"Ehemmm, harusnya kalau keponakan itu aku Mrs Yiou, kalau anda mah cucu di sebutnya," pekik Davin.
Yiou pun memutar bola matanya, "Terserah kau saja Davino Roveis."
"Oh iya ngomong-ngomong Tuan Ray kapan mengadakan resepsinya?" tanya Davin
Yiou menggelengkan kepalanya, "Entahlah Vin, aku jamin deh kalau si Rayyan belum memberitahu pada Baby yang sebenarnya."
"Hmmmm dasar Tuan Ray, ada-ada saja kelakuannya," umpat Davin sambil memasukan makanannya ke mulutnya.
"Euuum, ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan Airin, apa kalian sudah jadian?" tanya Yiou sembari menopang dagunya.
Uhuuk
Sekarang giliran Davin yang tersedak akibat pertanyaan Yiou.
"Heh, sekarang kamu yang tersedak, rasain kamu Vin, hihihi.." batin Yiou.
"Mrs Yiou, kenapa bertanya seperti itu, aku dan Airin tidak memiliki hubungan apa-apa, kita hanya sebatas teman, Atasan dan bawahan saja," jelas Davin.
"Heh, tapi kau punya rasa kan sama Airin?" tanya Yiou menyidik
"Ya, semoga saja kamu berjodoh," lirih Yiou.
****************
Perusahaan CV
Sementara itu, Airin yang sudah berada di Perusahaan dan tengah menjalankan aktivitasnya, lalu tiba-tiba..
Hatchuuuuu..
Airin mendadak terserang flu, membuatnya menghentikan aktivitasnya.
"Tsk, siapa yang mengutukku sih..! masih pagi juga.." umpat Airin,
Lalu sekilas ia memikirkan seseorang, tanpa sadar senyumnya pun mengembang.
"Kenapa aku jadi kepikiran dia ya, apalagi pas kemaren tiba-tiba meluk, aah sadar Rin, mana mungkin orang seperti dia bisa menyukai wanita bar-bar sepertimu ini," batin Airin sembari menepuk-nepuk pipinya.
Kemudian ia pun melanjutkan aktivitasnya kembali.
***************
SWEDIA
Åre Ski Resort
Sementara itu, Zuy masih tertidur lelap, tanpa di sadari seseorang sudah berada di sampingnya sembari mengelus pipi Zuy. Ya siapa lagi kalau bukan Tuan Muda Rayyan.
Flashback
Setelah berada di kamarnya, Ray langsung merebahkan dirinya di atas kasur sembari memainkan hpnya, karena banyak Chat masuk yang terabaikan olehnya. Lalu Satu-persatu Chat ia baca, dari ucapan ulang tahun sampai pekerjaan. Sesaat setelahnya, ia pun meletakkan hpnya di sampingnya, Ray mencoba memejamkan matanya, akan tetapi pikirannya tertuju pada Zuy yang berada di kamar sebelah sehingga ia terjaga.
Malam semakin larut dan cuaca semakin dingin, Ray masih terjaga, karena merasa kedinginan ia menaikan suhu panas yang berada di kamarnya.
"Begini lebih baik, jadi gak kedinginan lagi dan bisa tertidur lelap," lontar Ray,
Lalu tiba-tiba ia terbangun dari posisinya dan melangkahkan kakinya menuju keluar kamarnya, saat berada di luar kamarnya, ia berjalan beberapa langkah ke arah kamar Zuy, sesampainya..
"Apa sayangku sudah tidur ya?" tanya Ray sembari menempatkan tangannya ke pintu.
Tanpa sengaja, pintu kamar Zuy terbuka membuat Ray mengerutkan dahinya.
"Dasar ceroboh, untungnya hanya ada aku di sini," pekik Ray sambil masuk ke kamar Zuy, ia pun menutup kembali pintunya dan menghampiri Zuy yang tertidur lelap.
"Kenapa hawanya dingin begini sih, apa sayangku lupa menaikan suhunya, ya ampun kalau udah ceroboh pasti keterusan, hmmm.."
Ray kemudian mengambil remot yang berada di atas nakas untuk menaikan suhunya, akan tetapi ia malah mengurungkan niatnya. Lalu ia merebahkan dirinya di samping Zuy, Ray memandangi wajah Zuy yang tengah terlelap tidur, sesekali ia mendaratkan bibirnya ke pipi dan bibir Zuy secara bergantian, setelah puas ia langsung memeluk erat Zuy dan tanpa sadar Zuy membalas pelukan Ray.
"Sweet dreams of my beloved wife, aku akan selalu bersamamu," ucap Ray,
Sesaat kemudian Ray memejamkan matanya dan tertidur lelap.
__ADS_1
Flashback End
Ray terus mengelus pipi Zuy, membuat Zuy terusik dari tidurnya, Zuy perlahan membuka matanya, senyumnya pun mengembang saat pandangannya mengarah ke Ray.
"Pagi sayangku.." sapa Ray
"Tuan Muda," lirih Zuy yang masih setengah sadar, lalu kemudian..
"Tuan Muda?"
Zuy langsung membuka matanya lebar dan melihat ke samping dimana Ray tengah menatap dirinya sambil tersenyum, sontak membuat Zuy tersentak dan langsung mengganti posisinya.
"Tu-Tuan Muda, sejak kapan anda berada di kamarku?" tanya Zuy
"Sejak semalam," jawab Ray sambil membangunkan dirinya.
"Kok bisa masuk, padahal pintu kamar di kunci," ujar Zuy, lalu..
Bletaaak
Ray dengan sengaja menyentil jidat Zuy, membuat Zuy meringis dan memegangi dahinya.
"Sayangku, kau sangat ceroboh, pintu kamar gak di kunci, untung hanya ada aku, coba kalau ada yang lain, gak kebayang lagi apa yang akan terjadi pada sayangku," pekik Ray.
"Maaf, Zuy kira sudah terkunci, terus kenapa Tuan Muda masih di kamar Zuy, bukannya di kamar sendiri?"
Lagi-lagi Ray menyunggingkan senyuman jahilnya, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke arah telinga Zuy.
"Sayangku, semalam pas Ray mau keluar, sayangku malah menahan tanganku, Ray pikir sayangku tidak suka kalau Ray pergi, jadi Ray ikut tidur di samping sayangku, dan sayangku memelukku dengan erat," bisik Ray menggoda Zuy.
"Apa..!!"
Blush
Lagi-lagi wajah Zuy memerah seperti kepiting rebus karena di goda Ray, lalu ia beranjak dari tempat tidurnya.
"Sayangku mau kemana?" tanya Ray
"Mau mendinginkan kepalaku yang panas," jawab Zuy.
"Asiik, Ray boleh ikut?"
Kemudian Zuy menghentikan langkah kakinya dan menatap tajam Ray, "Duduk dan diam di sana..!!"
Seketika Ray langsung menunduk, "Baik sayangku.."
Zuy kembali berjalan menuju ke kamar mandi, sedangkan Ray masih tertunduk, "Sayangku kalau sudah marah menyeramkan, tapi aku suka."
Setelah berada di kamar mandi, Zuy menyalakan keran air ke dalam bathub yang berada di kamar mandi, setelah terisi ia langsung masuk ke dalam bathup tersebut dan merendamkan dirinya.
"Aah, Tuan Muda selalu saja bikin jantungku gak karuan," lirih Zuy.
Setelah beberapa saat melakukan aktivitasnya, Zuy keluar dari kamar mandi, namun Ray sudah tidak ada di kamarnya, lalu ada pesan tertulis di buku gambar Zuy.
Sayangku, kalau sudah selesai langsung ke bawah ya, Ray tunggu, jangan lupa memakai Sweater dan yang lainnya, semuanya sudah Ray siapkan di atas tempat tidur..! Love You :*
^^^Rayyan^^^
Begitulah isi pesan tertulis.
Zuy pun langsung tersenyum, kemudian ia mengambil sweater dan yang lainnya, seperti sarung tangan dan topi. Setelah mengenakan semuanya, Zuy bergegas keluar dari kamarnya dan menuju lantai bawah. Sesampainya di bawah, Zuy melihat Ray sudah duduk sembari menatap ke layar hpnya, ia pun langsung menghampiri Ray.
"Tuan Muda.."
Ray pun menoleh, "Sayangku, sudah siap?" tanya Ray
"Sudah Tuan Muda, memangnya kita mau kemana?"
"Ke Cafe sayang, soalnya Ray udah lapar," jawab Ray sambil bangkit dari posisinya.
"Oh, yaudah ayo, kebetulan Zuy juga sudah lapar."
Ray menggenggam tangan Zuy, lalu mereka melangkahkan kakinya keluar resort dan menuju ke Cafe terdekat.
**************
Amerika
°Rumah Maria
Sementara itu, nampak Maria tengah memasukan pakaiannya ke dalam kopernya, lalu...
Tok Tok Tok
"Masuk..!!" seru Maria.
Seseorang membuka pintunya, "Mam..!!"
Maria langsung menoleh ke arah pintu, "Kimberly, sini sayang..!"
Ternyata Kimberly, lalu ia pun menghampiri Maria, "Mam, kok Mam masukin baju Mam ke dalam koper, memangnya Mam mau kemana?" tanya Kimberly.
"Oh ini, Mam ada janji dengan seseorang sayang," ujar Maria.
"Lalu kenapa bawa koper? apa tempatnya jauh? Lalu berapa hari Mam akan tinggal?" banyak pertanyaan yang di lontarkan Kimberly.
"Iya sayang, tempatnya jauh, entahlah paling beberapa hari Mam di sana," jawab Maria.
"Berarti Kimberly bakalan di tinggal dong?" tanya Kimberly dengan nada sedih.
Maria bangkit dari posisinya, lalu ia merapihkan rambut ikal Kimberly, "Jangan sedih anak kesayanganku, Mam di sana juga ada keperluan, tapi kalau Kimberly keberatan di tinggal oleh Mam, Kimberly bisa ikut kok."
"Memangnya kapan berangkat?" tanya Kimberly
"Lusa sayang," singkat Maria
"Hah..!! Lusa?!"
***Bersambung..
__ADS_1
Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏