Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Pesan Papah


__ADS_3

<<<<<


Bi Nana pun langsung menghentikan pekerjaannya, lalu ia langsung melihat ke arah Aries.


"Soal itu mungkin ... ...,"


"Mungkin apa Tan?" tanya Aries yang sangat penasaran, "Aku berharap supaya Tante secepatnya bicara jujur soal Mamahnya Zuy, jadi setelah itu Zuy bisa menepati janjinya pada Papahnya, dan setelah itu mungkin aku akan jadi yang pertama mendapatkan Zuy," batin Aries.


"Mungkin Tante tidak akan bicarakan ini kepada Zuy sekarang," ujar Bi Nana


Mendengar perkataan Bi Nana, Aries pun nampak kecewa, lalu ia bertanya pada Bi Nana, "Ke-kenapa memangnya Tan?"


Bi Nana langsung mengalihkan pandangannya, "Gak perlu Tante jawab juga kamu udah tau Ries," ujar Bi Nana


"Oh, karena Tante takut Zuy akan memilih Mrs Maria dan meninggalkan Tante ya," lirih Aries


"Ya begitu lah, lalu Tante mau nanya ke kamu, kenapa kamu selalu menanyakan kapan Tante jujur pada Zuy terus, apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari Tante?" tanya Bi Nana sambil kembali menatap Aries penuh kecurigaan.


"Hah, Ng-nggak kok Tan, A-Aries gak nyembunyiin apa-apa kok, beneran," jawab Aries dengan gugupnya.


"Aries..."


"I-iya Tante," sahut Aries


Bi Nana lalu memegang kedua pundak Aries.


"Tante minta sama kamu tentang Mamahnya Zuy, soalnya cuma kamu dan Om kamu yang tahu soal ini, jadi Tante mohon sama kamu tolong rahasiakan ini, jangan sampai kamu keceplosan," pinta Bi Nana. Lalu...


"Rahasiakan apa?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul.


Bi Nana dan Aries pun langsung menoleh ke arah suara itu, sontak betapa terkejutnya mereka, ternyata dia adalah...


"Zuy...!!"


Zuy lalu menghampiri mereka dan bertanya, "Ada apa, kenapa kalian kelihatan terkejut gitu, dan lagi tadi Zuy dengar Bi Nana ngomong soal rahasia jangan sampai keceplosan, maksudnya apa itu?"


Bi Nana dan Aries pun saling menatap satu sama lain, mereka nampak kebingungan, lalu..


"Memangnya ada apa sih?" Zuy kembali bertanya.


Bi Nana dan Aries pun langsung menoleh ke arah Zuy.


"Ah, begini Zuy tadi Tante bilang ke Aries untuk merahasiakan kejutan buat Om Randi," ujar Aries berbohong.


Zuy lalu melihat ke arah Bi Nana, dan kembali bertanya, "Apa benar itu Bi Nana?"


"I-iya Zuy, kan beberapa hari lagi Pamanmu ulang tahun, jadi Bi Nana mau bikin kejutan buat Pamanmu itu," papar Bi Nana sambil melirik ke arah Aries.


"Oh begitu ya," lirih Zuy.


"I-iya Zuy, Oh iya apa kamu lapar?" tanya Bi Nana.


Zuy lalu menggelengkan kepalanya, "Tidak Bi, Zuy tadi udah makan kok pas istirahat," ujarnya


Bi Nana pun mengerutkan dahinya, lalu ia menarik tangan Zuy.


"Bi ada apa, kenapa tangan Zuy di tarik begini?" tanya Zuy


"Udah ikut aja, Ris kamu bilang ke Rezna, tolong siapkan makanan dan antar ke atas ya..!!" suruh Bi Nana.


"Iya Bi Nana," ucap Aries.


Lalu Bi Nana dan Zuy naik ke atas tangga, menuju ke salah satu ruangan yang biasa di gunakan oleh Bi Nana. Setelah sampai di tempat, Bi Nana langsung menarik kursi dan mendudukan Zuy ke kursi itu.


"Ada apa Bi, kenapa Bi Nana membawa Zuy kesini?" tanya Zuy yang kebingungan.


"Udah Diam dan tunggu sebentar," kata Bi Nana, Zuy pun langsung menundukkan kepalanya.


Tak lama kemudian, Rezna pun datang membawa makanan.


"Tante Nana, ini makanannya mau di taroh di mana?" tanya Rezna yang masih berdi di depan pintu.


"Oh Rezna, sini masuk..!!" suruh Bi Nana


Rezna pun langsung masuk dan menghampiri Bi Nana.

__ADS_1


"Makanannya taroh di atas meja aja ya..!!" pinta Bi Nana.


Rezna lalu menaroh makanan itu di atas meja. Setelah itu ia pun langsung keluar dan kembali ke pekerjaannya.


"Makan...!!" suruh Bi Nana


"Ta-tapi Bi, Zuy udah kenyang Bi," ujar Zuy.


"Zuy, buruan di makan..!!" lagi-lagi Bi Nana menyuruh Zuy makan.


Dan akhirnya Zuy menuruti kata Bi Nana, ia pun langsung menyantap makanan yang berada di depannya. Bi Nana terus melihat ke arah Zuy untuk memastikan bahwa Zuy benar-benar memakan makanannya.


"Zuy, apa hari ini pekerjaanmu lancar, apa tidak terjadi sesuatu di kerjaan?" tanya Bi Nana


Zuy lalu menoleh ke arah Bi Nana, "Hmmm, kenapa Bi Nana tanya seperti itu?"


"Gak apa-apa Zuy, cuma nanya aja," papar Bi Nana.


Zuy lalu melanjutkan makannya, tak lama kemudian Zuy pun selesai makan.


"Terimakasih makanannya..." ucap Zuy.


Bi Nana pun tersenyum bahagia melihat Zuy menghabiskan makanannya.


"Nah gitu dong makan yang banyak, jangan susah kalau di suruh makan," tutur Bi Nana


Zuy pun tersenyum, "Iya Bi, oh iya Bi, Nara mana?" tanya Zuy


"Kamu gak lihat Zuy, tuh dia lagi tidur nyenyak banget, makanya pas kamu datang dia gak berisik," kata Bi Nana sambil menunjuk ke arah Nara yang sedang terlelap tidur.


"Oh pantesan hihihi, tapi Zuy malah sepi kalau dia gak berisik," papar Zuy.


"Euum.. Oh iya Zuy, waktu kamu berada di rumah Tuan Muda, terus Bi Nana kan ke rumah, Bi Nana gak sengaja masuk ke kamar kamu, kok Bi Nana gak lihat ada gambar Desainer yang kamu Idolakan itu?" tanya Zuy, "Biasanya juga suka di tempel di dinding" imbuhnya.


"Desainer? oh maksud Bi Nana gambarnya Mrs Maria, sengaja Zuy copot, soalnya Zuy udah lihat yang aslinya, ternyata lebih can ..., upz" Zuy gak sengaja keceplosan.


Mendengar itu, Bi Nana pun terkejut, ia lalu menggeserkan tempat duduknya supaya bisa duduk di samping Zuy.


"Zuy, tadi kamu bilang apa? Apa kamu sudah bertemu dengan Maria?" tanya Bi Nana


Zuy lalu menundukan kepalanya, "I-iya Bi Nana, maaf Bi kalau Zuy gak cerita ke Bibi."


"Iya sebenarnya Zuy ketemu sama Mrs Maria pas di tempat kerja, Mrs Maria sempat terkejut melihat wajah Zuy yang waktu itu masih memar, dan ia sempat bertanya sama Zuy," jelas Zuy


"Bertanya, memang dia bertanya apa?" Bi Nana semakin penasaran.


"Mrs Maria bertanya apa aku ini benar-benar Zoya," ungkap Zuy pada Bi Nana.


Mendengar ungkapan dari Zuy, membuat Bi Nana tambah terkejut dan Syok, lalu ia pun langsung memegangi kepalanya.


"Bi Nana kenapa?" tanya Zuy dengan terkejutnya melihat Bi Nana yang nampak pucat dan berkeringat.


"Zuy, kamu keluar ya, bantu Aries cek bahan-bahan makanan, Bi Nana mau istirahat dulu," suruh Bi Nana


"Ta-tapi Bi Nana, apa Bi Nana gak apa-apa?"


"Bi Nana gak apa-apa Zuy, hanya butuh istirahat saja, cepat keluarlah..!!" pinta Bi Nana.


Zuy pun lalu bergegas keluar tanpa menengok ke arah Bi Nana.


Setelah Zuy keluar meninggalkan Bi Nana, Bi Nana pun langsung menangis.


Hiks..


"Kakak, ternyata mereka udah saling bertemu, aku harus bagaimana, apa aku harus terus terang pada Zuy siapa Maria itu dan mengingkari janjiku pada Kakak," ucap Bi Nana sambil membayangkan masa lalunya.


^^^^^^^


*Beberapa Tahun Sebelumnya


Saat itu usia Zuy sudah menginjak satu tahun, setelah beberapa bulan Maria pergi meninggalkan Zuy, dan semenjak itu pula Bi Nana terus merawat Zuy, karena semenjak kepergian Maria, keadaan Papahnya Zuy semakin parah, ia mengalami depresi dan akhirnya jatuh sakit, sudah hampir 5 bulan Papahnya Zuy terbaring di tempat tidurnya, akibat penyakitnya yang semakin parah.


Suatu hari kemudian, Papahnya Zuy tiba-tiba kejang-kejang, Bi Nana langsung membawanya ke rumah sakit. Setelah di rumah sakit, Dokter memberitahu kan bahwa beliau harus di rawat. Sontak membuat Bi Nana terkejut, dan akhirnya Bi Nana menuruti apa kata Dokter.


Dua hari di rawat, bukannya membaik malah makin parah, keadaannya pun semakin kritis, Dokter memberikan pernyataan bahwa ia sudah pasrah dan tidak sanggup lagi mengobati Papahnya Zuy, hanya bisa menunggu keajaiban saja, Bi Nana sangat Syok saat mendengar pernyataan dari Dokter.

__ADS_1


Bi Nana tak berhenti-hentinya menangis di samping Papahnya Zuy yang sedang terbaring. Sedangkan Zuy yang tengah di pangku Bi Nana dengan polosnya hanya memandangi Papahnya yang sedang terbaring.


"Apah, Apah," celoteh Zuy sambil memukul-mukul tangan Papahnya.


Bi Nana pun kembali menitihkan air matanya saat melihat Zuy memukul-mukul tangan Papahnya. Lalu tiba-tiba Papahnya Zuy tersadar.


"Na, apa itu kamu?" tanya Papahnya Zuy dengan nada pelan.


"Iya Kak, ini aku dan Zoya juga ada di sini," jawab Bi Nana.


Lalu Papahnya Zuy menoleh ke arah Zuy yang sedang duduk di pangkuhan Bi Nana, tangan Papahnya perlahan-lahan bergerak dan memegang tangan mungil Zuy.


"Na, Kakak punya permintaan," kata Papahnya Zuy


"Permintaan apa Kak?" tanya Bi Nana


"Tolong kamu ganti nama Zoya menjadi Zoey Lestari! Dan panggilan dia adalah Zuy. Kakak juga minta padamu Na, tolong jaga baik-baik anak Kakak ini! Sekarang kamu adalah orang satu-satunya yang di miliki Zuy, tolong jangan biarkan dia tahu siapa Mamahnya yang sebenarnya, karena ia sudah tega meninggalkannya. Berjanjilah pada Kakak Na!" pinta Papahnya Zuy.


"Iya, Nana janji kak, tapi Kakak harus sembuh dulu," kata Bi Nana sambil kembali menangis.


Lalu tangan Papahnya Zuy memegang kepalanya Zuy.


"Nak, maafin Papah yah! Selama ini Papah gak bisa urus kamu dengan baik, dan sekarang Papah malah merasa akan pergi ninggalin kamu. Papah berharap kamu jadi anak yang baik, dan jangan pernah menyerah ataupun mengeluh. Nak, masih banyak rintangan yang harus kamu hadapi kedepannya, kamu harus bisa menghadapinya, jadi lah anak kuat ya Nak! Zuy maafkan Papahmu ini.. uhuk.. uhuk.." pesan Papahnya Zuy.


Lalu tiba-tiba Papahnya Zuy mengalami sesak nafas, Bi Nana pun langsung pergi mencari Dokter, setelah Dokter datang ternyata sudah terlambat, Papahnya Zuy sudah tidak ada. Tangis Bi Nana kembali pecah, dan ia pun langsung memeluk erat Zuy.


Setelah satu hari kepergian Papahnya Zuy, tiba-tiba ada beberapa orang datang ke rumah Bi Nana, ternyata mereka dari Panti dan akan membawa Zuy, alasannya karena usia Bi Nana yang masih di bawah umur. Awalnya Bi Nana menolak dan gak mau menyerahkan Zuy, akan tetapi dengan usulan dari para pemimpin, mereka pun membuat perjanjian, kalau mereka akan menyerahkan Zuy saat usia Bi Nana sudah 18 tahun. Dengan berat hati, Bi Nana akhirnya menyetujuinya, dan mereka pun membawa Zuy ke Panti.


(Kisahnya udah ada di Bab 3 ya).


^^^^^^^


Bi Nana terus menundukkan kepalanya, lalu tiba-tiba..


"Tante kenapa?" tanya Aries yang tiba-tiba datang.


Bi Nana langsung mendongakkan kepalanya, "Oh kamu Ries, Tante gak apa-apa, Tante hanya kelelahan saja," ujar Bi Nana.


"Tapi wajah Tante pucat, kita ke rumah sakit sekarang ya..!!" ajak Aries.


"Tante bilang tidak apa-apa, Tante hanya pusing saja Ries, kamu kembali bekerja sana..!!" pinta Bi Nana


"Yaudah kalau Tante Nana gak mau ke rumah sakit, biar Dokter yang datang kesini," kata Aries.


"Terserah kamu saja Ries," lirih Bi Nana.


Aries lalu menghubungi Dokter pribadinya Pak Randy, lalu Aries bergegas keluar dari ruangan Bi Nana, ia pun berdiri di depan Resto dan menunggu Dokter datang.


Tak lama kemudian, Dokter pun datang, lalu Aries membawa Dokter ke atas menuju ke ruangan dimana Bi Nana berada. Zuy yang melihat ada Dokter datang bersama Aries dan menuju ke atas, ia pun terkejut dan langsung mengikutinya.


Setelah berada di dalam, Dokter mulai memeriksa Bi Nana.


Lalu Zuy langsung masuk ke dalam, "Kak Aries, apa yang terjadi?" tanya Zuy.


"Ssst, kamu diam dulu Dokter lagi periksa Bi Nana," kata Aries.


Zuy langsung terdiam, setelah beberapa saat kemudian, Dokter pun selesai memeriksa Bi Nana.


"Dokter, apa yang terjadi dengan Bibi saya?" tanya Zuy dengan paniknya.


"Zuy jangan berisik, nanti Nara terbangun," kata Bi Nana.


Lalu Dokter pun tersenyum membuat semuanya jadi kebingungan.


"Dok, kenapa anda malah tersenyum, sebenarnya Bi Nana sakit apa?" Zuy lagi-lagi bertanya.


Dokter langsung memegang pundak Zuy, "Kamu tenang saja Zuy, Bibimu gak apa-apa kok, wajar kalau orang hamil muda pasti merasakan kelelahan," jelas Dokter


"Oh Syukurlah," ucap Zuy yang belum sadar atas penjelasan Dokter. Lalu tiba-tiba...


"Apa Hamil..!!!"


***Bersambung...


(Episode ini Ray di umpetin dulu ya..!! ✌✌😉😁😁)

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... ✌😉😉✌


__ADS_2