
<<<<<
"Apa..! Tsk.. kurang ajar si wanita j*lang itu, ternyata ada seseorang yang membantunya, kalau gitu aku harus cepat bertindak, aku belum puas kalau belum melihat hidupnya hancur," Pekik Anne.
Lalu ia mengambil hpnya dari tasnya, kemudian ia langsung menghubungi seseorang...
Tuut.. Tuuttt... Tuuutttt...
"Aaaaah, kenapa gak di angkat sih, si Pino benar-benar menyebalkan.." segah Anne, Anne pun mencoba menghubunginya lagi, akan tetapi tetap saja gak di angkat.
"Hmmm, siapa yang kamu hubungi An?" tanya Lea
"Sepupuhku si Pino," jawab Anne
Lalu ia kembali menghubungi Pino lagi, namun kali ini Pino menjawab telponnya.
"Hmmmm...."
"Kamu dari mana saja, aku dari tadi hubungi kamu, tapi gak di angkat-angkat," sergah Anne sambil mengepalkan tangannya.
"Iya maaf, aku ketiduran, ada apa sih tumben-tumbenan kamu nelpon, pasti butuh bantuan lagi ya," papar Pino.
"Tsk, kamu udah lupa ya, aku sudah nungguin ini, kapan kamu menyelesaikan Video yang aku berikan itu, sampai sekarang tidak ada apa-apa," bentak Anne
"Ck, sepupuhku yang cantik, pesananmu itu belum aku selesaikan, kamu tenang saja ya, kalau udah selesai pasti kamu akan puas dengan hasilnya," ujar Pino
"Bener ya, awas kalau hasilnya mengecewakanku, kamu akan tahu akibatnya," gertak Anne.
"Iya, iya, udah ya aku mau lanjut tidur lagi, Bye.."
Lalu Pino memutuskan telponnya.
"Ck, dasar orang satu ini, di suruh kerja malah lelet gini," gumam Anne sambil menaroh hpnya kembali ke dalam tasnya.
"Ann.." tegur Lea sambil memegang tangan Anne
Anne pun langsung menoleh, "Ada apa Lea?"
"Euuum, gimana ini Ann, aku gak mau masuk penjara, aku gak mau hidup di kurung di sana seperti Kei, Anne kamu kan dalang dari semua ini, kamu harus membantuku Ann, supaya nasibku gak seperti Kei.." kata Lea yang tengah ketakutan.
Tangannya pun gemetaran sampai Anne merasakan getaran dari tangan Lea. Lalu Anne melepaskan tangan Lea, dan ia pun memegang pundak Lea.
"Alea, kamu tenang dulu, gak usah panik dan ketakutan seperti itu, aku akan pastikan nasibmu gak akan seperti Kei," tutur Anne menenangkan Lea.
Lea lalu menatap mata Anne dengan tatapan tajam, "Apa kamu yakin Ann, apa ucapanmu bisa di percaya, karena ini juga salahmu yang melibatkan kami dalam ini, kamu mah enak bebas, tapi aku yang ketakutan, apalagi Kei, mungkin saat ini dia sedang menyesali perbuatannya."
"Hmmmm, jangan panggil aku Anne, kalau omonganku gak bisa di percaya, pokoknya kamu tenang saja, untuk saat ini kamu harus bersembunyi dulu, dan lagi kamu juga harus berhati-hati pada orang-orang yang mencurigakan, soalnya siapa tahu orang itu suruhannya si j*lang itu," tutur Anne.
Lea langsung memeluk Anne "Iya kamu benar, mungkin untuk saat ini aku harus bersembunyi di rumah Tante Ida dulu, sampai keadaannya benar-benar aman," ujar Lea
"Ya bagus kalau gitu, aku juga sementara mau ngungsi ke rumah Paman yang di Kota H," kata Anne, "Ayo kita kerja lagi, cari umpan yang lebih gede lagi," ajak Anne
Mereka pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.
*****
Rumah Ray
Malam pun semakin larut, waktu menunjukan pukul 01.50 Am. Ray yang sedang tertidur lelap di kamarnya, tiba-tiba terbangun, mata yang tadinya terpejam sekarang terbuka, ia langsung mengubah posisinya yang tadinya terbaring menjadi duduk, ia lalu mengambil hpnya yang berada di atas nakas.
"Masih jam 01.50 ya," lirih Ray
__ADS_1
Ray meletakkan kembali hpnya dan mengambil gelas yang berada di sampingnya, akan tetapi saat ia hendak minum, isi di dalam gelas itu tinggal sedikit, ia segera beranjak dari tempat tidurnya dan langsung keluar dari kamarnya.
Setelah berada di bawah dan sudah di ruang tengah, ia pun lalu menuangkan air ke dalam gelasnya, dan langsung meneguknya, namun matanya tertuju pada salah satu kamar yang sedang di tempati Zuy, ia pun langsung meletakkan gelasnya dan berjalan menuju kamar tersebut.
Setelah berada di depan kamar Zuy, Ray langsung membuka pintunya.
Cekleeek..
Ia pun langsung masuk dan berjalan mendekati Zuy yang sedang tertidur nyenyak dengan mulut sedikit terbuka, membuat terpaku.
"Hmmm.. Syukurlah Kakak tidurnya nyenyak, memang dari dulu Kakak gak pernah berubah, selalu seperti itu kalau sedang tidur," ucap Ray sambil tersenyum memandangi wajah Zuy yang sedang tertidur.
Tak lama kemudian, setelah puas memandangi wajah orang tersayangnya yang sedang tertidur, Ray menaikkan selimut Zuy agar menutupi tubuh Zuy, setelah itu ia pun mengelus-elus rambut Zuy, namun saat tangannya menyentuh dahi Zuy, ia tiba-tiba merasakan panas di tangannya dan membuatnya terkejut.
"Aww, kenapa panas gini, jangan-jangan Kakak ...," lirih Ray yang menduga-duga.
Ray kembali menyentuh dahi Zuy untuk memastikannya, ternyata panas itu berasal dari tubuhnya Zuy, sontak ia pun langsung panik.
"Kakak, apa gara-gara dia kehujanan tadi, makanya panas gini, aku harus melakukan sesuatu," katanya, ia pun melangkahkan kakinya dan keluar dari kamar Zuy.
Setelah keluar dari kamar, Ray bergegas menaiki tangga dan menuju ke kamarnya.
`Di Kamar Ray
Saat sudah berada di kamarnya, ia langsung membuka kotak obat yang terpasang di dinding kamarnya, ia pun mencari obat penurun panas, setelah menemukan dan mengambil Plester kompres dari kotak obat itu, lalu Ray menutup kembali kotak obatnya, dan kembali ke bawah.
Setelah berada di bawah, ia bergegas menuju ke kamar yang di pakai oleh Zuy. Ketika berada di kamar Zuy, Ray pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan menghampiri Zuy yang sedang tertidur. Ray membuka bungkus plester kompres itu dan menempelkannya di dahi Zuy.
"Semoga dengan ini panas di tubuh Kakak cepat menurun," ucap Ray. Lalu ia mengambil kursi yang tidak jauh dari tempat tidur, dan mendudukinya tepat di samping Zuy.
"Walau badannya panas gini, Kakak tetap saja terlihat tenang, tidurnya pun sangat nyenyak, hah padahal aku mau memberikan obat ini, supaya dia meminumnya, tapi aku malah gak tega membangunkannya, yaudah lah malam ini aku akan di sini buat jagain Kakak," katanya sambil menaroh obat itu di atas nakas.
"Kakak, sudah berapa lama aku melewatkan semuanya, kehidupan Kakak yang sulit, penderitaan yang Kakak hadapi selama ini saat aku tidak ada di samping Kakak. Maafin Ray Kak, Ray benar-benar minta maaf, dan sekarang Ray di sini akan menjaga Kakak, menjadi pelindung Kakak. Ray berjanji akan membuat Kakak selalu tersenyum dan bahagia," ucap Ray sambil mendekat ke wajah Zuy dan mencium puncak kepalanya.
Ray terus menjaga Zuy sepanjang malam, sampai pukul 03.15 Am, Ray mulai mengantuk, sesekali ia mengedipkan matanya agar tidak tertidur, namun apa daya ia di kalahkan oleh rasa kantuknya sendiri, pada akhirnya ia menyandarkan kepalanya di atas kasur, dan memejamkan matanya, ia pun tertidur lelap disamping Zuy sambil memegang tangan Zuy.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 05.12 Am, Ray pun terbangun dari tidurnya, ia mengejapkan matanya.
"Hmmm, kenapa aku ada di sini?" lirih Ray sambil mengangkat kepalanya, matanya seketika melirik ke arah Zuy yang sedang tertidur dengan posisi miring menghadap ke Ray.
"Kakak, kenapa ad ..., (tersadar) ah iya aku lupa, semalam aku di sini karena Kakak demam, apa sekarang masih panas?" tanya Ray pada diri sendiri, lalu iya memegang dahi Zuy untuk mengeceknya.
"Hah, Syukurlah panasnya udah turun," ucap Ray sambil tersenyum.
Saat Ray mengelus kepala Zuy, tiba-tiba Zuy terbangun dan matanya pelan-pelan terbuka, sontak membuat Ray terkejut dan panik, ia langsung menyandarkan kembali kepalanya di atas kasur dan pura-pura tertidur.
Mata Zuy mulai terbuka sayu, lalu pandangan pertamanya fokus pada Ray yang sedang tertidur, Zuy pun tersenyum sambil mengangkat tangannya dan mendaratkannya di kepalanya Ray, lalu kemudian ia mengelus-elus kepala Ray.
"Heeung... Manis sayang, tumben kamu masuk ke kamar Mamah, di luar dingin ya, makanya kamu mau tidur di sini," kata Zuy, ia menyangka kalau Ray itu adalah kucingnya, maklum namanya baru bangun tidur jadi belum terlalu sadar.
Ray yang sedang berpura-pura tertidur, saat mendengar Zuy menyebut kata Manis Sayang sambil mengelus kepalanya, mukanya pun langsung merona, ia langsung menyunggingkan senyuman di bibirnya
"Kakak memanggilku Manis Sayang, kenapa aku sangat senang begini," batin Ray, karena ia belum mengetahui kalau yang di maksud Manis Sayang itu adalah kucingnya Zuy.
Lalu Ray langsung memegang tangan Zuy, ia melihat ke arah Zuy sambil tersenyum, sontak membuat Zuy tercengang.
"Lho Manis, kenapa kamu sangat mirip dengan Tuan Muda, dan lagi kenapa tanganmu sebesar ini, heuuung tunggu sebentar ...," papar Zuy.
Lalu Zuy langsung tersadar, ia langsung mengangkat tubuhnya dan duduk di atas kasur.
"Morning Kakak.." ucap Ray sambil mengangkat kepalanya.
__ADS_1
"Tu-Tuan Muda, kenapa anda bisa ada di rumahku, dan lagi kenapa anda bisa masuk ke dalam?" tanya Zuy yang masih belum sadar karena panik.
Ray lalu menghela nafasnya, "Huh, sepertinya Kakak lupa ya semalam," ujar Ray
"Hah semalam?" tanya Zuy, ia mencoba mengingat kejadian semalam dan Tak lama kemudian Zuy pun langsung teringat kembali.
"Begitu ya, maaf Tuan Muda, Zuy benar-benar gak sadar," lirih Zuy sambil menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa Kak," ucap Ray sambil tersenyum.
Lalu Zuy memegang dahinya, ia nampak bingung karena ada sesuatu yang menempel di dahinya, lalu ia pun memutar bola matanya ke atas untuk melihatnya.
"Tuan Muda ini apa?" tanya Zuy sambil menujuk ke dahinya.
"Oh itu, semalam badan Kakak panas, jadi Ray tempelin plester kompres, Ray juga bawa obat penurun panas, namun Kakak tidurnya sangat nyenyak, Ray gk berani bangunin Kakak. Dan lagi Ray takut kalau Kakak kenapa-napa, makanya Ray nungguin Kakak di sini," jelas Ray.
"Oh begitu ya, lagi-lagi Zuy ngerepotin Tuan Muda, terimakasih banyak Tuan Muda, dan maaf kalau Zuy bikin susah Tuan Muda, Zuy janji ini yang terakhir Zuy nyusahin Tuan," ujar Zuy sambil menatap Ray.
Mendengar Zuy berkata seperti itu, Ray langsung mengerutkan dahinya, dan ia pun memeluk tubuh Zuy.
"Kakak, kenapa Kakak bicara seperti itu, Ray gak merasa di repotin Kakak, justru Ray senang bisa membantu dan melindungi Kakak. Ray udah berjanji pada diri sendiri, bahwa Ray akan selalu melindungi Kakak, membuat Kakak bahagia. Ray sayang sama Kakak, Ray gak ingin kehilangan Kakak, Ray akan menyesal seumur hidup jika terjadi sesuatu pada Kakak," ungkap Ray, "Jadi tolong jangan bicara seperti itu lagi Kak," imbuhnya.
"Tuan Muda, maaf, maaf, Zuy hanya gak mau menyusahkan anda Tuan," ucap Zuy.
"Kakak, sudah ya jangan bicara seperti itu lagi, Ray gak mau kalau nantinya Kakak ragu akan perasaan Kakak terhadapku," tutur Ray.
Zuy hanya menganggukkan kepalanya, Ray pun langsung melepaskan pelukannya.
"Eeuumm Kakak, tadi aku dengar Kakak menyebutku dengan sebutan Manis Sayang, apa ini artinya ...," ujar Ray sambil mendekatkan wajahnya dan menatap Zuy dengan penuh rasa penasaran.
"Manis Sayang? Aah maaf Tuan Muda, tadi Zuy belum sadar, Zuy kira itu si manis kucing kesayanganku Tuan," jelas Zuy.
"Apa? Ku-kucing..!!"
Mendengar penjelasan Zuy, Ray pun terkejut dan wajahnya menjadi suram karena kecewa.
"I-iya Tuan Muda, kucing kesayanganku namanya Manis," ujar Zuy.
"Begitu ya," lirih Ray, ia pun menundukkan kepalanya.
"Ehemmm, Tuan Muda jangan muram gitu, nanti kalau udah saatnya, Zuy akan panggil Tuan Muda dengan panggilan khusus buat Tuan Muda, Eeh.." ceplos Zuy.
Ray pun langsung mengangkat kepalanya, raut wajahnya yang tadinya suram berubah menjadi sumringah.
"Serius Kak, boleh Ray tau apa panggilan khususnya?" tanya Ray dengan niat untuk menggoda Zuy. ia pun langsung mendekat ke Zuy, membuat Zuy bergeser mundur ke belakang.
"Ah, tadi Zuy hanya keceplosan Tuan, aduh jangan gitu dong, jauh sana..!! kalau gak Zuy teriak ya.." pinta Zuy
Namun Ray tetap saja terus mendekati Zuy, membuat Zuy terpojok, lalu kemudian...
"Kalian berdua pagi-pagi udah pada berisik aja..." celetuk seseorang dari arah pintu. Ray dan Zuy pun langsung menoleh ke arah suara tersebut
"Kak Davin > Pak Davin..!!"
**Bersambung...
Author: "Hah Akhirnya bisa Updet lagi, setelah bangkit dari rebahan akibat tumbang selama beberapa hari.. 😁😁"
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌
__ADS_1