Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Turun Tangan....


__ADS_3

<<<<<


Lalu seseorang itu menuangkan wine ke dalam gelas dan meneguknya perlahan-lahan. Sesaat setelahnya ....


"Hmmmm.... Tuan Ray selamat bertemu dengan raja neraka dan semoga kau betah disana! Hahaha...."


Gumam seseorang itu sembari menyerukan suara tawanya yang bahagia karena mengira bahwa rencana jahatnya itu berhasil.


"Tapi kalau Tuan Ray mati, bagaimana nasib istrinya itu ya? Apa aku harus maju menjadi pengganti Tuan Ray, kan pasti Tuan Ray akan meninggalkan semua hartanya untuk istri dan anaknya itu. Otomatis kalau aku menikahi wanita bekas Tuan Ray, harta itu akan jadi milikku juga, dan lagi kalau di lihat-lihat wajah istrinya itu sangat cantik bahkan mirip sekali dengan wanita rendahan bernama Maria yang dulu menolak ku demi si Jordhan laki-laki kere' dan miskin itu. Haaa.... Kenapa jadi teringat wanita sial itu lagi, tapi aku sangat beruntung sih. Setelah di tolak Maria, aku mendapat seseorang kaya yang merubah hidupku dan kini wanita itu masih menjadi istriku dan Ibu dari anakku Erlin," ujarnya seseorang itu.


Dan bisa di tebak kan siapa dia sebenarnya? Yap benar, dia lah Pak Wildan partner bisnis Ray dan ayah dari wanita yang bernama Erlin.


Lalu Pak Wildan kembali menuangkan wine-nya ke dalam gelas dan meneguknya dengan cepat, rasa mabuknya pun sudah menyerangnya.


"Hahaha.... Aku menang, benar-benar menang! Tuan Ray bakalan bertemu dengan raja neraka. Heh.... Rasakan kau bocah! Ini lah akibatnya jika berani bermain dengan Wildan." lontar Pak Wildan yang nampak setengah sadar akibat mabuk.


*********************


Rumah Sakit


Kembali pada saat di mana Ray dan lainnya tengah berada di rumah sakit.


"Apa! Kembar?"


Lontar Ray dan lainnya serempak sambil membulatkan tatapan matanya dengan sempurna.


"Bener kan dugaanku sebelumnya kalau Zuy hamil anak kembar," kata Davin


"Iya Vin, Syukurlah kalau begitu, aku akan mempunyai keponakan kembar," ucap Yiou yang berbahagia.


Davin lalu menggerakan jari telunjuknya. "No.... No.... Yang keponakan itu aku, Mrs Yiou. Sedangkan anda itu cucu, dan mereka akan memanggil anda dengan sebutan Nenek atau grandmam," tegas Davin menggoda Yiou.


Yiou langsung memicingkan matanya ke arah Davin. Sedangkan Davin, dia malah terkekeh melihat Yiou yang nampak kesal.


Seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya, Ray lalu memegang kedua pundak Zuy dan menatapnya dengan lekat.


"Sayangku, apa yang kamu katakan itu benar? Apa kamu mengandung anak kembar?" tanya Ray memastikan.


Zuy tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Iya Ray, aku melihat keduanya, mereka sangat aktif," jawab Zuy dengan suara yang masih sesenggukan.


Seketika air mata Ray mengalir membasahi pipinya, ia pun langsung memeluk tubuh pujaan hatinya itu.


"Ray...."


"Sayangku, aku tidak tahu harus berkata apa. Di saat aku sedang bersedih karena pengawal ku terluka dan secara bersamaan kamu memberikan kabar bahagia untukku. Tapi yang pasti aku sangat bersyukur, karena sayangku mengandung anakku sekaligus kembar, terimakasih sayangku, kamu selalu membuat hidupku bahagia," ucap Ray.


Zuy lalu membalas pelukan Ray sambil mengelus punggung lebar Ray itu.


"Iya Ray, aku juga bahagia. Jadi jangan buat aku sedih lagi dan jangan pernah tinggalkan aku lagi, ya!" pinta Zuy.


"Aku tidak akan membuatmu bersedih lagi dan aku juga tidak akan pernah meninggalkan mu lagi, sayangku." balas Ray, ia pun mencium puncak kepala Zuy.


Davin, Yiou dan Aries pun terpaku melihat dua sejoli itu berbahagia. Yiou lalu menyandarkan kepalanya ke pundak Aries.


"Aku benar-benar iri melihat mereka berdua, apalagi kalau udah menunjukan kemesraannya, hummpt." ucap Yiou dengan maksud memberi kode keras pada Aries.


Aries pun menyadari akan kode yang di berikan Yiou untuknya, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke arah Yiou.


"My love..." bisik Aries


Yiou mendongakkan kepalanya saat mendengar suara tersebut, lalu tiba-tiba ....


Cup!


Aries mendaratkan bibirnya ke pipi Yiou, sontak membuat Yiou terbelalak.


"Yank...."


Aries tersenyum dan mengedipkan satu matanya ke arah Yiou. Seketika senyum manis Yiou terukir di wajahnya itu, kemudian ia memeluk Aries dengan erat.


Sedangkan Davin hanya bisa menggigit sapu tangannya saat melihat kemesraan keempat sejoli di depan matanya.


"Kalian ini gak melihat aku apa ya! Huhuhu... Nasib jomblo yang terselip di antara para manusia bucin," batin Davin yang menggerutu.


Lalu kemudian....


"Hmmmm.... Sepertinya bukan hanya kamu cowok romantis di sini Ray," ucap Zuy.


"Apa maksudmu sayangku?" tanya Ray.


"Kamu lihatlah sendiri!"


Ray lalu melepaskan pelukannya dan mengarahkan pandangannya ke Aries dan Yiou yang tengah berpelukan.


"Huuu.... Cuma begitu saja! Tuan Aries kau tidak akan bisa menandingi ku," celetuk Ray.


Seketika pandangan Aries langsung mengarah ke Ray.


"My love, lihatlah keponakan mu itu! Dia sepertinya iri dengan kemesraan kita," balas Aries.


"Biarkan saja, anggap saja ini balasan untuknya karena sering memamerkan kemesraannya itu di depan ku," celetuk Yiou


Ray terkekeh. "Pffft.... Jadi si Tante balas dendam nih," ledeknya.


Yiou pun langsung mendengus kesal, kemudian ia melemparkan botol mineral ke arah Ray. Melihat botol melayang ke arahnya, Ray dan Zuy segera membungkukkan badannya, sehingga botol itu meleset dan mengenai Davin.


Dugh!


"Aduuuh!" rintih Davin memegangi kepalanya.


"Maaf Vin, aku gak sengaja," ucap Yiou menangkupkan kedua tangannya.


"Huuumpt, kalian ini ya. Udah membuat ku iri dengan kemesraan kalian, eh sekarang malah terkena lemparan botol, bener-bener deh!" gerutu Davin.


Seketika Ray dan lainnya terkekeh bersama, sedangkan Davin hanya memanyunkan bibirnya. Dan di saat mereka tengah asik bersenda gurau, tiba-tiba dua orang berseragam polisi datang menghampiri.


"Maaf mengganggu, bisa minta waktunya sebentar!" ucap salah satu Polisi yang bername tag Ardan.


Ray dan lainnya serempak menoleh ke arah kedua Polisi tersebut.


"Iya ada apa Pak?" tanya Ray


Lalu Ardan mendekatkan wajahnya ke telinga Ray. "Tuan, bisa kita bicara sebentar!" bisiknya, sesaat ia menjauhkan wajahnya dari Ray.


Ray mengangguk, kemudian ia bangkit dari posisinya.


"Ray kamu mau kemana?" tanya Zuy memegangi jas Ray.


"Sebentar ya sayangku! Aku ada urusan dengan mereka," jawab Ray.


"Tapi kamu gak akan di apa-apain kan sama Pak polisi ini?" Zuy nampak khawatir.


Kemudian Ray mencondongkan badannya ke arah Zuy dan memegang pipi Zuy.


"Sayangku, kamu jangan khawatir! Mereka tidak akan apa-apakan aku kok," ujar Ray


"Iya Nona, kami hanya ingin mengobrol dengan Tuan Ray saja," sambung Ardan.

__ADS_1


Zuy pun mengangguk pelan dan melepaskan tangannya dari jas Ray, kemudian Ray menegakkan tubuhnya kembali.


"Ayo, kita bicara di sana saja! Kak Davin, Kak Aries ikut aku!" titah Ray.


Aries dan Davin serempak menganggukkan kepalanya.


"Kak Yiou, tolong jaga sayangku sebentar!" Ray meminta pada Yiou.


"Iya Tuan dingin," balas Yiou mengangguk.


Lalu mereka melangkahkan kakinya menjauh dari ruang tersebut. Sesampainya di tempat yang di tunjukkan oleh Ray, mereka pun mendudukkan diri mereka masing-masing di kursi yang berada di sana.


"Bagaimana hasil penyelidikan kalian?" Ray membuka suaranya dengan bertanya.


Kemudian salah satu teman Ardan memberikan tabnya pada Ardan.


"Dari hasil pantauan CCTV yang di jalan xxx, memperlihatkan bahwa pengawal anda mengemudikan mobilnya tidak stabil, kalau kecepatannya, rata-rata di atas normal." ujar Ardan sambil menunjukkan video CCTV tersebut.


Ray mengerutkan dahinya saat melihat rekaman tersebut.


"Kami menduga bahwa mobil yang di kemudikannya mengalami masalah pada rem-nya," imbuh Ardan.


"Apa! Kenapa bisa? Padahal kan mobil ini baru di service?" sentak Ray.


"Apa mungkin ada yang menyabotase mobil anda, Tuan Ray?" duga Aries.


"Hah!" Ray kembali terkejut mendengar perkataan Aries.


Ardan mengangguk. "Iya sepertinya benar dan lagi ...."


Lalu teman Ardan memberikan botol air mineral pada Ardan.


"Saya menemukan botol minum ini, dan setelah di periksa ternyata air di dalamnya mengandung obat tidur yang kuat, sehingga siapa saja akan kehilangan kesadarannya setelah lima menit meminumnya," jelas Ardan.


"Hmmmm.... Jadi artinya kecelakaan ini sudah di rencanakan oleh seseorang?" tanya Ray menduga.


"Ya tepat dugaan anda Tuan Ray dan target mereka yang sebenarnya adalah anda, Tuan Ray." ujar Ardan.


Seketika Ray langsung mengepalkan tangannya dengan kuat, amarahnya pun terpancar di wajahnya serta urat marah yang nampak di pelipis kepalanya.


"Tsk, kurang ajar!" umpat Ray.


"Mohon bertenang Tuan!" Davin mencoba menenangkan Ray.


Kemudian Ardan menepuk pundak Ray. "Tuan Ray, anda tenang saja! Kami akan terus menyelidikinya sampai tuntas. Sebenarnya di botol mineral ini juga kami menemukan sidik jari lain selain milik pengawal anda, dan anggota kami juga sedang menyelidiki pemilik sidik jari tersebut. Ya mungkin bisa di pastikan kalau sidik jari itu milik si pelaku."


"Tuan Ray, apa kita juga harus turun tangan?" tanya Davin.


"Tentu saja! Karena para pelaku itu sudah membuat orangku terluka parah," ujar Ray.


Lalu tiba-tiba Yiou datang menghampiri mereka.


"Ray, operasinya sudah selesai dan Dokter mencari mu!" ujar Yiou.


Mendengar itu, Ray langsung bangkit dari posisinya.


"Syukurlah.... Ayo kita kesana!"


Ray, Ardan beserta lainnya melangkah menuju ke ruang operasi. Sesampainya di sana, Ray dan Ardan langsung menghampiri Dokter.


"Dok, bagaimana operasinya?" tanya Ray.


"Operasinya berjalan lancar dan pasien pun melewati masa kritisnya," ujar Dokter.


Seketika Ray menghela nafas panjangnya sambil mengusap dadanya.


"Haaaa.... Syukurlah kalau begitu." ucap Ray. "Lalu di mana dia Dok?" sambungnya.


Recovery Room (RR) adalah suatu ruang Pemulihan pasien pasca operasi.


Ray memanggut. "Baiklah kalau begitu. Tapi saya mohon, tolong lakukan terbaik untuknya!"


"Iya kami akan berusaha, karena ini sudah menjadi tugas kami," balas Dokter.


Kemudian ia pergi dari ruangan itu, sedangkan Ray langsung menyandar ke dinding sambil menyibak rambutnya, Zuy yang melihatnya pun langsung mendekat ke Ray dan memeluknya.


"Ray, sabar ya! Kita doakan semoga dia baik-baik saja," tutur Zuy.


"Iya sayangku."


Lalu....


"Tuan Ray, karena korban belum sadar, maka kami pergi dulu dan melanjutkan penyelidikan. Nanti kalau korban sudah sadar, segera hubungi kami!" pinta Ardan.


Ray mengangguk. "Iya, nanti saya akan menghubungi anda, terimakasih sudah membantu kami," ucapnya.


Ardan dan sahabatnya langsung melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Ray dan lainnya. Sesaat setelahnya....


"Tuan Ray, sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Davin


Ray berfikir sejenak, tak lama kemudian....


"Hmmmm.... Jika kecelakan ini benar-benar sudah di rencanakan, otomatis pelakunya akan mengira kalau pengawal itu adalah aku. Jadi kita juga harus mengikuti permainannya itu kan," ujar Ray.


"Ah saya tahu apa yang anda maksudkan, Tuan Ray." kata Davin.


"Maka dari itu, aku minta bantuan dari Kak Davin, untuk beberapa hari kedepan dan beri penjelasan pada orang Perusahaan, supaya mereka benar-benar percaya bahwa korbannya adalah aku, ya bukan maksudku ingin membuat semua khawatir. Hanya saja aku ingin menjebak si pelaku itu, aku menduga bahwa si pelaku tersebut adalah ...." jelas Ray menyunggingkan senyuman smirknya.


Kemudian ia membisikan sesuatu pada Davin, sehingga membuat mata Davin terbelalak.


"Apa anda serius, kalau dia pelakunya?" tanya Davin memastikan.


Ray menganggukkan kepalanya. "Ya, aku hanya menduganya saja! Dan sekarang Kak Davin langsung ke tempat service langganan kita itu, mungkin saja kita dapat petunjuk lain lewat CCTV sana," titahnya.


"Tapi Tuan Ray, bagaimana kalau pelakunya seorang hacker? Otomatis Cctv di sana pasti sudah di retasnya. Sedangkan yang bisa memulihkannya hanya Henri, tapi sekarang dia lagi masa pemulihan," pekik Davin.


"Hmmmm.... Benar juga apa kata Kak Davin," lirih Ray.


Ray lalu menundukkan kepalanya sambil memegang dagunya seraya memikirkan sesuatu, kemudian Aries mendekat ke arahnya.


"Untuk masalah Cctv yang di retas, biar saya yang tangani," seru Aries.


Sontak membuat keempat pasang mata memandang ke arah Aries.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu? Apa kalian tidak percaya padaku?" tanya Aries kebingungan.


Semuanya pun menganggukkan kepalanya secara bersamaan.


"Sudah ku duga, pasti tidak ada yang percaya," gumam Aries.


"Bukannya kami tidak percaya, kami hanya kaget saja," ucap Zuy


"Iya benar apa yang Baby katakan Yank, terus kenapa kamu tidak kasih tahu, kalau sebenarnya kamu juga punya kepandaian seperti itu." timpal Yiou.


Zuy memanggut. "Iya benar tuh Mrs Yiou. Kenapa Kak Aries gak bilang ke kita?"


"Barusan aku udah bilang kan," papar Aries.


Seketika membuat Zuy dan Yiou mendengus kesal, sedangkan Aries langsung terkekeh geli. Lalu ....

__ADS_1


"Yaudah kalau begitu, Tuan Aries ikut Kak Davin!" pinta Ray.


Aries mengangguk patuh. "Baiklah, Tuan keponakan ku."


Pandangan Aries beralih ke arah Yiou.


"Yi, gak apa-apa kan kalau aku tinggal?"


"Tentu aku tidak apa-apa Yank, aku juga mau kembali ke Boutique. Ya pokoknya kamu harus hati-hati!" ucap Yiou.


Aries mengangguk pelan. "Oke terimakasih banyak my love. Oh iya Pak Davin ikut ke mobilku saja! Bagaimana?"


"Oke Tuan Aries," balas Davin sambil menganggukkan kepalanya.


Lalu mereka pun pergi. Sesaat setelah mereka pergi....


"Tuan dingin, Baby. Aku kembali ke Boutique ya, soalnya Ayra sudah menghubungi ku," kata Yiou.


"Iya Kak, Ray juga akan pulang. Oh iya nanti Kakak kasih tau ke Om Willy ya! Bukan apa-apa, takutnya Om Willy khawatir," pinta Ray.


"Baiklah...."


Kemudian Yiou mencium Zuy, setelah itu dia melenggang pergi meninggalkan Ray dan Zuy, sehingga yang tersisa hanya Ray dan Zuy serta Pengawal yang baru datang.


"Mumpung kalian di sini, tolong jaga sekitar sini! Kalau ada orang yang mencurigakan segera hubungi aku!"


Pengawal pun membungkukkan badannya. "Baik Tuan Ray."


Ray lalu merangkul pundak Zuy. "Sayangku, ayo kita pergi!"


"Iya Rayyan," balas Zuy.


Ray menggandeng tangan Zuy pergi meninggalkan para pengawal.


......................


Tak lama mereka sudah berada di perjalanan, Ray yang mengemudikan mobilnya dan seperti biasa matanya gak pernah betah kalau tidak melihat pujaan hatinya itu, makanya selagi ia menyetir, sesekali Ray mencuri pandang ke Zuy.


"Sayangku...."


"Hmmmm...." sahut Zuy walau hanya berdeham.


"Apa kamu mau jalan-jalan?" tanya Ray.


Akan tetapi Zuy tidak menjawabnya, membuat Ray menolehkan kepalanya ke arah Zuy.


"Ternyata tidur ya, kasihan sayangku ini, pasti kecapean gara-gara menangis terus," lirih Ray.


Sesaat Ray menepikan mobilnya di sisi jalan, setelah itu ia mendekat ke arah Zuy dan menekan tombol jok yang di dekatnya, sehingga jok yang di tempati Zuy perlahan bergerak ke bawah, sebelum itu Ray memegangi kepala Zuy agar tidak terbangun. Setelah posisi jok seperti tempat tidur, Ray lalu mengambil bantal kecil, kemudian ia menempatkan kepala Zuy di atas bantal tersebut. Sesaat setelahnya....


"Sayangku, maafin aku karena membuat mu sedih dan menangis sampai matamu sembab seperti ini. Sayangku terimakasih banyak karena sudah memberikan ku banyak kebahagiaan, aku benar-benar sangat mencintaimu sayangku," ucap Ray.


Ray lalu mengelus perut Zuy dan berkata, "Anak-anak Daddy, sedang apa kalian berdua? Daddy benar-benar tidak sabar menunggu kehadiran kalian berdua, anak-anak Daddy."


Ia pun mendaratkan bibirnya ke perut Zuy, beralih kening, pipi dan saat bibirnya mendarat ke bibir Zuy, Ray mengecupnya dengan lembut tanpa melepaskannya. Saat ia tengah asik dengan aksinya, tiba-tiba ....


Triiiiiing.... Triiiiiing... Triiiiiing....


Bunyi dari suara hpnya cukup nyaring, sehingga membuat Ray menghentikan aktivitasnya meskipun di hatinya mengumpat karena suara tersebut mengganggunya. Ray lalu mengeluarkan hpnya dari saku jasnya.


"Daddy!!"


Ray segera menjawab panggilan di hpnya itu.


Meskipun terbawa kecelakan itu, namun hpnya Ray tidak hancur, hanya saja retak sedikit pada layarnya.


"Iya Dad, ada apa? Tumben jam segini nelpon? Apa Daddy tidak tidur?" lontar pertanyaan Ray.


"Daddy belum ngantuk dan lagi menonton bola di tv. Tapi sebenarnya Daddy merasakan perasaan yang tidak enak, makanya Daddy menelponmu. Ray apa kamu baik-baik saja?" ucap Daddy Michael.


"Iya Ray baik-baik saja Dad, ya sebenarnya sih ada kejadian Dad," ujar Ray


"Kejadian? Kejadian apa?" tanya Daddy Michael


Ray lalu menceritakannya pada Daddy Michael, sontak Daddy Michael pun terkejut mendengarnya.


"Lalu bagaimana keadaan pengawal mu itu?"


"Ya, masih belum sadarkan diri, Dad," jawab Ray.


"Yang sabar ya Ray, tapi Daddy juga bersyukur kalau itu bukan kamu Ray," ujar Daddy Michael.


"Iya Dad. Euuummm Oh iya Dad, aku punya kabar gembira lho."


"Kabar gembira? Apa itu Boy," Daddy Michael penasaran dengan perkataan Ray.


Ray menarik nafasnya dalam-dalam sesaat ia menghembuskannya.


"Fyuuuh, Daddy. Tahu tidak, kalau anak yang di kandung Zuy itu kembar Dad dan salah satu dari mereka adalah laki-laki," jelas Ray.


"Apa! Kembar? Jadi Daddy akan mendapatkan cucu kembar? Ray kamu serius kan?" Daddy Michael masih belum percaya makanya bertanya.


"Tentu benar Dad, untuk apa Ray berbohong."


"Waah, Daddy sangat bahagia Ray, Daddy akan mempunyai cucu sekaligus dua. Selamat Rayyan," ucap Daddy Michael yang berbahagia.


"Terimakasih Dad."


"Yaudah kalau begitu, Daddy tutup telponnya, soalnya acara bolanya sudah di mulai, kamu hati-hati ya! Jaga Zuy dengan baik!" tutur Daddy Michael.


"Iya Dad," singkat Ray.


Telpon pun terputus.


Setelah itu, Ray kembali duduk di tempatnya semua, ia pun menyalakan mobilnya, tidak lupa memasang sabuk pengamannya. Sesaat kemudian Ray melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


*****************


Amerika


°Rumah keluarga Michael


Setelah selesai dengan obrolannya bersama anak laki-laki kesayangannya, Daddy Michael bangkit dari posisinya, kemudian ia langsung berjoget-joget karena gembira.


Ya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.


"Yeaaa.... Dapat cucu kembar, dapat cucu kembar, semoga satunya perempuan," ucap Daddy Michael yang berbahagia.


Lalu tiba-tiba....


"Cucu kembar apa Dad?" seru seseorang


Mendengar itu, Daddy Michael menghentikan aksinya dan menoleh ke arah sumber suara tersebut yang tak lain adalah....


"Lesya!!"


***Bersambung....


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... 😉✌😉✌


__ADS_2