
<<<<<
Dokter langsung memegang pundak Zuy, "Kamu tenang saja Zuy, Bibimu gak apa-apa kok, wajar kalau orang hamil muda pasti merasakan kelelahan," jelas Dokter
"Oh Syukurlah," ucap Zuy yang belum sadar atas penjelasan Dokter. Lalu tiba-tiba...
"Apa Hamil..!!!"
Semuanya pada terkejut setelah sadar, dan mereka langsung melihat ke arah Dokter.
"Lho ada apa, kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Dokter yang kebingungan.
Bi Nana pun langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu ia mendekati Dokter itu.
"Dok, apakah yang anda katakan itu benar?" tanya Bi Nana yang masih belum percaya.
"Iya benar, anda memang sedang hamil dan usia kehamilan anda baru 7 minggu," jawab Dokter, "Apa jangan-jangan anda tidak tahu kalau anda sedang hamil?" imbuhnya.
Bi Nana pun menggelengkan kepalanya dan berkata, "Iya Dok, saya benar-benar tidak tahu, bahkan saya sangat terkejut pas Dokter bilang kalau saya hamil, karena saya gak merasakan mual atau hal lainnya, hanya saja akhir-akhir ini saya merasa sering kelelahan, sering sekali merasakan sakit kepala, dan lagi juga saya belum lepas dari KB Dok."
"Hmmm, banyak kok kasus yang seperti ini," papar Dokter.
"Lalu apa tidak apa-apa kalau saya hamil di usia saya yang sudah kepala empat Dok?" Bi Nana kembali bertanya.
"Ya, sebenarnya sangat beresiko hamil di usia anda ini, tapi ya mau bagaimana lagi, pokoknya anda jangan sering kelelahan ataupun banyak pikiran. Oh iya ini saya kasih resep vitamin ya, jangan lupa di tebus," tutur Dokter
"Baik Dok, terimakasih banyak," ucap Bi Nana sambil mengambil kertas resep dari tangan Dokter.
"Iya sama-sama, kalau gitu saya permisi dulu, salam buat Pak Randy ya," kata Dokter
"Iya akan saya sampaikan, Aries kamu antar Dokternya ya, dan sekalian tebus ini ya..!!" suruh Bi Nana sambil menyerahkan kertas resep ke Aries.
"Baik Tante, ayo Dok saya antar sampai depan," kata Aries. Lalu mereka pun pergi...
Zuy langsung menghampiri Bi Nana, "Selamat ya Bi Nana, Nara bakalan punya adik nih," ucap Zuy
"Ya terimakasih banyak Zuy, Bi Nana benar-benar masih belum percaya, kalau Bi Nana sedang hamil, rasanya baru kemaren Bi Nana ngelahirin Nara," ujar Bi Nana
"Waktu cepat berlalu Bi, lihat sekarang anaknya juga sudah besar seperti itu," papar Zuy sambil menunjuk ke arah Nara.
Bi Nana pun melihat ke arah Nara, tak terasa ia menitihkan air matanya.
"Bi Nana kenapa?" tanya Zuy yang terkejut melihat Bi Nana menangis.
Bi Nana langsung mengusap air matanya, "Bibi gak apa-apa, ya kamu benar Zuy, waktu memang cepat berlalu, buktinya kamu sekarang sudah besar, gak terasa usiamu sudah 29 tahun, sekarang kamu bukan gadis kecilnya Bibi yang sering minta gendong," ujar Bi Nana
Zuy lalu memeluk Bi Nana, "Ah Bi Nana, sampai kapan pun Zuy tetap gadis kecilnya Bibi, hanya saja sekarang gak minta gendong, dan lagi usia Zuy baru 28 Bi, masih kurang berapa minggu lagi menuju ke 29 tahun."
"Sama aja Zuy, cuma kurang berapa minggu juga," celetuk Bi Nana sambil menyentil jidat Zuy.
"Aww sakit Bi," rintih Zuy sambil memegang jidatnya.
"Hihihi, iya maaf, yaudah kamu balik lagi ke bawah, takut banyak yang datang," suruh Bi Nana
Zuy menganggukkan kepalanya, "Iya Bi Nana, kalau gitu Zuy ke bawah dulu, Bi Nana harus banyak istirahat ya," tutur Zuy, lalu ia pun pergi meninggalkan Bi Nana.
__ADS_1
"Hmmmm, kamu memang gadis kecilku yang sudah tumbuh Zuy," lirih Bi Nana, lalu Bi Nana menghampiri Nara yang sedang tertidur pulas.
*****
^Di Rumah Sakit
Terlihat Deva nampak sedang berjalan menuju ke arah pintu lift, setelah sampai di depan pintu lift dan pintu lift terbuka, ia langsung buru-buru masuk ke dalam dan menuju ke lantai atas.
Setelah sampai di lantai atas, ia langsung keluar dari lift dan bergegas menuju ke salah satu ruang rawat inap, dan ketika sampai Deva pun langsung masuk ke dalam. Dan ternyata di sana ada Zetta yang sedang duduk menyandar di bantal, ia lalu menghampiri Zetta.
"Lho Deva, kamu sudah pulang?" tanya Zetta
"Iya, ini aku bawakan buah kesukaanmu," kata Deva sambil menaroh kantong berisi buah yang ia bawa.
Deva lalu membuka kantong tersebut, dan mengambil salah satu buah kesukaan Zetta, yaitu buah apel merah, Deva pun langsung mengupas buah tersebut dan memotongnya menjadi berapa bagian, setelah selesai ia memberikan buah tersebut ke Zetta.
"Ini makanlah...!!"
"Terimakasih Dev," ucap Zetta. Deva pun langsung tersenyum.
"Dev, kapan aku boleh pulang?" tanya Zetta
"Nanti tunggu kabar dari Dokter ya Tta, lagian kamu juga masih belum pulih, masih butuh istirahat karena habis melahirkan, ya walaupun harus lewat operasi sesar," kata Deva.
"Tapi aku sangat merindukan Tyo (anaknya)" ucap Zetta.
"Iya aku tahu sayang, sabar ya," tutur Deva.
Waktu itu saat Zetta di bawa ke rumah sakit, ternyata dia mengalami pendarahan hebat saat berada di jalan menuju ke rumah sakit, dan terpaksa ia harus melahirkan bayinya di usia kandungan belum genap delapan bulan lewat Operasi sesar. Dan karena berat badan bayi mereka di bawah 2500gram, bayi mereka pun di tempatkan di dalam inkubator.
Deva pun menggelengkan kepalanya, "Belum, kemaren saat aku kerumahnya dia tidak ada, dan sekarang aku belum menemuinya lagi."
"Oh, apa dia memang menghindari kita ya, atau mungkin dia marah sama aku, ini benar-benar karma buatku, karena telah menuduhnya dan menamparnya sampai dia terluka," papar Zetta dengan raut wajah sedih.
Deva yang melihat Zetta nampak bersedih, ia pun langsung memegang tangan Zetta.
"Ssst, Tta kamu jangan bicara seperti itu, mungkin belum waktunya kita bertemu dengan Zuy," kata Deva menenangkan Zetta.
Hiks...
"Andai waktu itu aku gak mendengarkan perkataan Anne, pasti gak akan seperti ini, aku salah telah memilih teman sepertinya, rasanya aku ingin sekali menamparnya dengan tanganku ini sampai dia terluka, gara-gara fitnahan dia semuanya jadi seperti ini, aku benar-benar sangat bersalah pada Zuy, Hiks.." tangis Zetta.
Deva pun langsung beranjak dari tempat duduknya, dan langsung memeluk Zetta.
"Sudah jangan bersedih, nanti kalau kamu sudah membaik, kita langsung temuin Zuy ya," kata Deva
Zetta hanya menganggukkan kepalanya saja.
*****
^Di Rumah Ray
Setelah sampai di rumahnya, Ray pun langsung masuk ke dalam kamar untuk bebersih, setelah selesai Ray lalu keluar dari kamarnya, berjalan menuruni tangga, setelah di bawah Ray terlihat Davin sedang duduk sambil membaca buku, ia lalu menghampiri Davin.
"Kak Davin.."
__ADS_1
Davin pun langsung menoleh, "Tu-Tuan Ray, A-ada apa Tuan Ray?" tanya Davin, "Firasat ku gak enak ini," batin Davin
"Mumpung lagi di rumah, coba jelaskan kenapa Kakak ikut-ikutan ngerjain Ray?" tanya Ray sambil menatap tajam ke arah Davin.
"Hehehe, iya maaf Tuan Ray, lagian anda bisa-bisanya percaya sama Airin, ya sekalian aja aku juga ikut-ikutan ngerjain anda, lagian biar anda gak terlalu tegang, dan juga gak kebayang-bayang terus sama hantu yang di taman hiburan itu," jelas Davin, di hatinya ia ingin sekali tertawa, akan tetapi ia tahan.
Ray pun langsung menepuk jidatnya, "Hah, dasar kalian bener-bener ya, Atasan sendiri di kerjain, anak buah gak ada akhlak, Ray benar-benar malu sama Kak Zuy," gerutu Ray.
"Hehehe, kalau di buatin film judulnya yang sangat cocok adalah Tuan dingin yang cemburu sama motor milik wanita yang di incarnya," ledek Davin.
"Kak Daviiiiin.." seru Ray, lalu tiba-tiba..
Kruyuuuuuk... (cacing di perut Ray sudah berdemo)
"Anda lapar Tuan?" tanya Davin.
"Iya, aku sangat lapar, sebagai hukuman, Kakak harus memasak makanan untuk ku..!!" suruh Ray
"Hah.. Baiklah Tuan, aku akan memasak makanan spesial buat Tuan Ray," kata Davin.
Ia pun langsung beranjak dari tempat duduknya, dan berjalan menuju Dapur, setelah sampai di dapur, ia menaroh Hpnya di atas meja, Davin pun langsung membuka kulkas dan mengambil bahan makan yang akan di masak. Lalu tiba-tiba...
Trrrrrrt.. Trrrrrrt... Trrrrrrt..
Hp Davin bergetar, ia pun langsung mengambil hpny yang berada di atas meja, dan menjawab panggilan tersebut. tak lama kemudian setelah menerima panggilan di Hpnya, ia pun langsung bergegas menghampiri Ray yang masih duduk di ruang tengah.
"Tuan Ray, Tuan Ray."
Ray langsung menoleh, "Ada apa Kak, apa makanannya sudah siap?" tanya Ray.
"Makanannya belum siap Tuan, cuma saya punya kabar bagus buat Tuan Ray," kata Davin dengan raut wajah yang gembira.
"Ada apa memangnya?" tanya Ray sedikit penasaran.
"Wanita yang menyiram Zuy, sudah ketemu Tuan," jawab Davin.
"Apa..!! Kakak serius?" tanya Ray.
"Iya Tuan, tadi salah satu pengawal yang saya kirim menghubungi saya," jelas Davin
"Bagus, selanjutnya tahan wanita itu jangan sampai lolos, aku akan segera menghubungi Zuy," suruh Ray.
"Okay Tuan, saya akan memberi tahu mereka, kalau gitu aku ke dapur dulu," Davin pun langsung kembali ke dapur untuk melanjutkan masaknya yang tertunda.
"Kak Zuy, Ray sudah menemukan wanita j*lang yang menjahati Kakak, Ray harap Kakak membalas perbuatan mereka terhadap Kakak," gumam Ray sambil mengepalkan tangannya.
**Bersambung....
`Catatan Tambahan..
Jadi, setelah menikah dengan Pak Randy, Bi Nana belum di karuniai anak, sampai beberapa tahun kemudian setelah pernikahannya ia baru memiliki anak pertama yang bernama Nara Putra Wijaya ( 5+tahun) dan sekarang Bi Nana sedang hamil anak yang ke-2.
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌
__ADS_1