
<<<<<
Ray lalu meletakkan buku gambarnya Zuy di atas meja, kemudian ia menggeserkan badannya sedekat mungkin dengan Zuy. Ia pun mengelus lembut pipi Zuy dan menciumnya. Sesaat setelahnya Ray mendekatkan wajahnya ke telinga Zuy...
"I Love You too My Wife.."
Bisikan mesra Ray ke telinga Zuy, hembusan nafas hangatnya membuat Zuy terusik dari tidurnya.
"Eeemmmm.." erang Zuy, lalu perlahan-lahan Zuy membuka matanya yang sayu,
Setelah matanya terbuka sempurna pandangannya langsung tertuju ke arah Ray yang tengah duduk di sampingnya sambil tersenyum.
"Tuan Muda, anda sudah bangun?" lirih Zuy mengangkat bahunya.
"Sudah sayangku, makanya Ray ada di sini, di samping sayangku yang cantik," balas Ray sambil merapihkan rambut Zuy.
"Maaf ya Tuan, Zuy ketiduran di sofa, perasaan hawanya ngantuk terus.." ujar Zuy.
"Iya tidak apa-apa sayangku, justru Ray yang minta maaf, sudah membangunkan sayangku, maaf ya sayang.." ucap Ray.
Zuy pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu Ray mengambil botol air mineral yang di atas meja, kemudian ia membukakan tutup botol air mineral tersebut dan memberikannya pada Zuy.
"Minum dulu sayangku...!!"
"Terimakasih Tuan Muda," ucap Zuy sambil mengambil air mineral itu dari tangan Ray, kemudian ia langsung meminumnya, setelah selesai Zuy meletakkan botol tersebut di atas meja.
"Sayangku...."
"Hmmmmm..."
Lalu Ray mengambil kembali buku gambarnya Zuy dan memandangi gambar dirinya.
"Ternyata sayangku benar-benar jahil ya, orang lagi tidur malah di gambar begini," celetuk Ray.
"Apa..!!" Zuy langsung menoleh ke arah Ray yang tengah memandangi buku gambarnya,
Ia pun terkejut dan langsung mengarahkan tangannya untuk mengambil buku gambarnya, akan tetapi Ray malah menahan tangannya Zuy, lalu Ray mendekatkan wajahnya ke arah Zuy.
"Sayangku, apa di mata sayangku aku ini tampan?" tanya Ray nada menggoda.
Blush...
Mendengar pertanyaan Ray, wajah Zuy langsung merah semu, "Tu-Tuan Muda, apa yang anda tanyakan sih.."
Seketika Ray melepaskan tangannya dari tangan Zuy, kemudian ia memegang dagu Zuy.
"Sayangku, apakah sayangku benar-benar menginginkan si tampan ini menjadi ayah untuk anak-anak sayangku nanti?" tanya Ray menatap lekat wajah Zuy.
Melihat tatapan Ray, seketika Zuy langsung mengalihkan pandangannya ke bawah dan berkata, "Tanpa Zuy jawab pun Tuan Muda juga pasti tahu kan.."
Zuy kembali memandang wajah Ray sembari menyunggingkan senyuman manisnya, ia pun menganggukkan kepalanya.
"Sayangku.." lirih Ray dengan bahagianya, lalu ia pun memeluk erat tubuh Zuy.
"Tuan Muda jangan erat-erat meluknya Zuy gak bisa nafas ini.." pekik Zuy.
Mendengar itu, Ray langsung melepaskan pelukannya dan memegang pundak Zuy.
"Maaf sayangku, ini karena Ray terlalu senang, makanya Ray peluk erat sayangku," ucap Ray.
Zuy langsung memutar bola matanya dan menghela nafasnya, "Huh.. dasar Tuan Muda.."
"Hehehe.. Hmmm sayangku.."
"Iya Tuan Muda.." sahut Zuy
Ray menyunggingkan senyuman jahilnya, lalu ia kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Zuy sambil membuka kancing bajunya, sontak membuat Zuy tercengang.
"Tu-Tuan Muda, anda mau apa?" tanya Zuy
"Sayangku, ayo kita bikin anak sekarang..!!" bisik Ray menggoda Zuy.
"Apa...!!"
"Iya sayangku, mumpung kita lagi berduaan dan lagi Kak Davin dan Kak Yiou juga tidak ada di sini, jadi kita bebas bikin anak.." lagi-lagi Ray menggoda Zuy.
Deeeg
Seketika jantung Zuy berdegup kencang seperti gendang yang di tabuh, bahkan wajahnya yang merah semu berubah menjadi keungu-an akibat ulah Ray itu. Ray yang melihat ekspresi Zuy pun langsung terkekeh..
Pffft..
"Hahaha.. Lihatlah wajah sayangku memerah gara-gara godaan Pria tampan," ledek Ray, lalu kemudian..
Bugh.. !!
Bugh..!!
Zuy langsung memukul keras pundak Ray.
"Tuan Muda, anda benar-benar mesum..." pekik Zuy
"Tapi sayangku suka kan kalau Ray mesum seperti ini, buktinya wajah sayangku memerah," papar Ray.
"Wajah Zuy bukan merah tapi ungu.. sudah berhenti menggodaku, dan mandi sana, biar pikiran Tuan Muda jernih," sergah Zuy.
"Hahaha.. baiklah sayangku, aku menuruti kata sayangku,"
Ray pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi, saat berada di depan kamar mandi, Ray menghentikan langkahnya.
"Sayangku.. "
Zuy langsung menoleh ke arah Ray.
__ADS_1
"Mau masuk dan mandi bareng gak nih?" lagi-lagi Ray menggoda Zuy.
"Tuan Mudaaaaa.." teriak Zuy sambil melemparkan bantal sofa ke arah Ray. Akan tetapi lemparan Zuy malah meleset.
"Gak kena bleeeh.." ledek Ray menjulurkan lidahnya.
Saking kesalnya Zuy di godain Ray terus, ia pun mengambil kembali bantal sofa yang berada di sampingnya, namun ketika hendak melemparkan bantal tersebut ke arah Ray. Ray ternyata sudah masuk ke dalam kamar mandi.
"Dasar Tuan Muda pengecuuuut...!!" teriak Zuy, kemudian ia meletakkan kembali bantal sofa itu ke tempatnya.
"Duh hampir aku pingsan gara-gara kelakuan Tuan Muda," lirih Zuy memegang dadanya.
Sementara itu Ray yang berada di kamar mandi, sudah membuka semua pakaiannya, lalu ia menyalakan shower dan berdiri di bawah kucuran air dari shower tersebut.
"Hah.. sayangku benar-benar membuatku tegang dan ingin sekali melahapnya, huuu... sabar Ray.. walaupun dia milikmu yang sah, tapi dia belum mengetahui statusnya yang sebenarnya," lirih Ray.
Ia pun melanjutkan aktivitasnya di kamar mandi. Tak lama kemudian setelah selesai melakukan aktivitasnya di kamar mandi, Ray pun segera menyeka tubuhnya dan mengenakan pakaiannya kembali. Setelah selesai ia pun langsung keluar dari kamar mandi.
Kemudian Ray berjalan menghampiri Zuy yang tengah duduk di sofa sambil memandangi layar hpnya, raut wajah Zuy nampak gelisah. lalu Ray langsung mendudukan dirinya tepat di samping Zuy.
"Sayangku kenapa nampak gelisah sekali, apa sayangku marah padaku?" tanya Ray.
Zuy pun menggelengkan kepalanya, "Siapa yang marah Tuan, Zuy hanya bingung saja, kenapa di sini sinyalnya kosong, padahal Zuy ingin menghubungi Bi Nana," ujarnya.
"Mana sini Ray lihat hp sayangku..!!" pinta Ray
"Ini Tuan Muda," Zuy memberikan hpnya kepada Ray.
"Terimakasih sayangku," ucap Ray mengambil hpnya Zuy.
Ketika ia hendak mengecek hpnya Zuy, tiba-tiba Ray mengerutkan dahinya saat melihat layar hp milik Zuy retak.
"Sayangku, ini kenapa layarnya retak?" tanya Ray
"Gara-gara jatuh Tuan Muda," jawab Zuy, "Terus itu bagaimana Tuan Muda, kenapa tidak ada sinyal?" sambung tanya Zuy.
Ray menghela nafasnya, dan menatap Zuy, "Sim card milik sayangku tidak bisa di pakai di sini, jadi sayangku harus ganti sim card khusus," ujar Ray
"Oh begitu ya Tuan Muda," lirih Zuy.
Lalu Ray menangkup pipi Zuy, "Iya sayang, besok kita beli ya, sekalian kita jalan-jalan." ujar Ray
Zuy pun menganggukkan kepalanya, "Iya Tuan Muda.."
"Atau sayangku mau pakai hpku?" tanya Ray
"Tidak usah Tuan Muda," tolak Zuy sambil menggelengkan kepalanya.
"Hmmm, yaudah kalau begitu," lirih Ray yang kecewa mendengar penolakan Zuy.
Melihat Ray nampak kecewa, Zuy pun langsung mendekatkan wajahnya, lalu kemudian...
Cup..!!
Satu kecupan mendarat ke pipi Ray, membuat Ray tercengang. Sesaat setelahnya..
Mendengar ucapan Zuy, Ray seketika menatap lekat Zuy sambil mendekatkan wajahnya, senyumannya pun terukir di wajah tampan Ray.
"Sayangku, ketampanan wajahku gak akan luntur, dan lagi aku semakin kecewa lho.." pekik Ray
"Ke-kecewa kenapa lagi, Tuan Muda?"
"Karena sayangku hanya mencium pipiku saja, yang ini belum di cium.." jelas Ray sembari menunjuk-nunjuk ke bibirnya.
Seketika Zuy menggelengkan kepalanya, "Tidak.. tidak.. hanya pipi saja sudah cukup.."
"Belum cukup, masih kurang sayangku... Ayo dong sayangku...!!" goda Ray mendekatkan wajahnya.
"Tidaaaaaak....!!"
***********
ยฐMenjelang siang hari
Perusahaan CV
Saat semua karyawan sedang sibuk dengan aktivitasnya sembari menunggu jam istirahat yang tinggal beberapa menit lagi. Lalu nampak seorang wanita datang ke Perusahaan CV, ia pun bergegas menuju ke Resepsionis. Sesampainya..
"Maaf Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya Citra
"Saya mencari Davin, apa dia ada?" tanyanya.
"Oh Pak Davin ada di ....," belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba
"Ada apa mencari saya?" sela Davin sambil berjalan ke arah mereka.
"Pa-pak Davin, ini ada tamu yang mencari anda.." jelas Citra sambil tersenyum ke arah Davin.
Lalu Davin menyodorkan badannya ke tamu tersebut.
"Maaf ada apa ya anda mencari ku?"
"Ini aku Davin..." pekiknya membuka topi dan kacamatanya
"Lho Mrs Yiou, kenapa datang kesini?" tanya Davin, dan tamu itu ternyata Yiou.
"Ya tentu saja ingin mengajakmu dan meneraktirmu makan, hitung-hitung permintaan maaf ku, karena sudah mengambil maskermu itu," ujar Yiou.
Davin pun langsung mengangguk, "Iya baiklah, ayo kita pergi, kebetulan aku juga tadi ingin pergi untuk makan," kata Davin, namun Saat hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba..
"Airiiiiin.." seru Yiou
Mendengar ada suara yang memanggilnya, Airin langsung mengedarkan pandangannya ke kanan-kiri, setelah tahu siapa yang memanggilnya, Airin pun menghampiri Davin dan Yiou
__ADS_1
"Ada apa Mrs Yiou?" tanya Airin
"Oh begini kita mau makan siang, apa kau mau ikut?"
Seketika Airin menggelengkan kepalanya, Yiou pun langsung memegang tangan Airin.
"Tapi aku maksa lho.."
Sesaat kemudian, Airin menganggukkan kepalanya, "Baiklah Mrs Yiou.."
"Nah Vin, kamu yang nyetir ya, ini kunci mobilnya.." titah Yiou.
Davin langsung menganggukkan kepalanya, dan mengambil kunci mobil di tangan Yiou. Kemudian mereka pun pergi menuju ke tempat makan.
"Apa hubungan Airin dan Pak Davin ya? mereka nampak akrab sekali," lirih Citra.
**************
Tempat makan
Mereka pun akhirnya sampai, lalu mereka duduk di meja yang sudah di sediakan.
"Rin, Mrs Yiou, aku ke toilet bentar ya," ujar Davin
Yiou dan Airin pun menganggukkan kepalanya, lalu..
"Vin bagaimana pesanan makananmu?" tanya Yiou
"Samain aja, yaudah ya aku ke toilet bentar.." seru Davin melenggang pergi.
Tak lama Davin ke toilet, pelayan pun menghampiri Airin dan Yiou sambil membawa buku menu. Setelah selesai memesan, pelayan itu pun pergi.
Beberapa saat kemudian, Davin pun keluar dari toilet dan bergegas menghampiri Yiou dan Airin. Sesampainya..
"Sorry lama, tadi mules banget."
"Pak Davin jangan ngomong gitu dong.." pekik Airin.
"Ahahaha maaf Rin.." ucap Davin
Lalu pelayan datang membawa makanan yang di pesan Yiou, kemudian meletakkannya di atas meja. Mata Davin seketika langsung melotot saat melihat minuman di depannya. Lalu..
"Maaf Tuan.."
"Iya Tuan ada apa?
"Apa ini benar-benar orange jus?"
"Tentu saja itu orange jus Tuan," jelas pelayan itu.
"Oh yaudah kalau begitu, kau boleh pergi," titah Davin, pelayan pergi.
"Vin, kenapa pake di tanya segala sih? jelas-jelas itu orange jus," papar Yiou.
"Euuum... soalnya waktu itu aku pernah salah minum, aku pikir itu orange jus gak taunya ...,"
"Gak taunya apa Vin?"
"Gak taunya itu minuman kunyit asam, minuman pelancar haid milik Zuy," jelas Davin
Pffft...
Airin dan Yiou langsung tertawa terbahak-bahak..
"Pak Davin kocak iih, Hahaha.."
"Hihihi.. ya ampun Vin ada-ada saja, untung haidnya gak langsung nular ke kamu ya..," ledek Yiou
"Iya mana aku tahu Mrs, orang mirip banget sama orange jus," pekik Davin, "Oh iya, apa Tuan Ray sudah ngasih kabar atau belum?" sambung tanya Davin
Mrs Yiou pun menggelengkan kepalanya, "Belum, dia belum menghubungiku, Vin," jawab Davin
"Kalau kamu Rin, Zuy sudah ngasih kabar belum?" tanya Davin
Airin pun menggelengkan kepalanya, "Belum Pak, dia belum menghubungiku juga," jawab Airin.
Davin pun berdecak, "Ck, kenapa belum ngasih kabar ya? harusnya kan mereka sekarang sudah sampai di sana, Aah dasar bayi gedeee..," gumamnya.
"Mungkin mereka lagi bersenang-senang Vin, terus lupa ngehubungi kita," papar Yiou
"Haaa.. bener-bener ya si bayi gede ini," umpat Davin
"Yaudah kita makan yuk, kasihan tuh makanannya di anggurin terus," cetus Yiou, Airin dan Davin menganggukkan kepalanya.
"Selamat makan...!!"
Mereka pun menyantap makanannya.
********
HOTEL
Masih di tempat yang sama, Archo tengah sibuk dengan laptopnya. Lalu kemudian..
Kling..
Suara pesan masuk di hpnya Archo, lalu Archo mengambil hpnya dan membuka isi pesan tersebut. Setelah mengetahui isi pesan tersebut, Archo pun langsung menyunggingkan senyuman, karena isi dari pesan tersebut adalah data-data tentang mengenai Zuy.
"Ternyata Bibi yang merawat Zuy tinggal di alamat ini ya, baiklah, setelah selesai pekerjaanku, aku akan ke rumah Dokter Dimas untuk memberitahu kan alamat rumah Bibinya Zuy kepada Dokter Dimas dan Nyonya Artiana.."
***Bersambung
Author: "Maaf telat Updet..!!" ๐๐๐
__ADS_1
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. ๐๐๐
Salam Author... ๐โ๐โ