
<<<<<
Ketika sudah hampir sampai di ruang operasi, langkah ketiganya pun terhenti karena melihat Zuy sedang duduk tertunduk di kursi tunggu yang berada di luar ruang operasi sembari menautkan jari-jari tangannya.
"Zuy!"
"Sayangku!"
Aries dan Ray memanggil Zuy secara bersamaan, sehingga Zuy langsung memalingkan wajahnya.
"Kalian!" lirih Zuy sembari bangkit dari duduknya.
Kemudian Aries kembali melangkahkan kakinya terlebih dahulu menghampiri Zuy.
"Bagaimana keadaannya? Apa operasinya sudah selesai?" cecar Aries yang terlihat sangat panik serta matanya yang sudah berkaca-kaca.
Dan bukan hanya itu saja, bahkan keringat dinginnya bercucuran membasahi pelipis dan dahinya. Zuy menghela nafasnya sejenak seraya melihat ke ruang operasi, kemudian kembali lagi ke Aries.
"Umm, operasinya masih berjalan Kak. Soalnya Kakak baru di bawa masuk ke dalam sekitar sepuluh menit yang lalu."
"Terus kenapa kamu ada di sini? Kenapa tidak masuk ke dalam dan menemaninya Zuy?"
"Itu karena di dalam sudah ada Bi Nana yang menemaninya, Kak. Dan lagi Dokter juga bilang hanya satu orang saja yang boleh masuk dan menemani Kak Yiou menjalani operasi sesar. Makanya aku ada di sini sekalian nunggu kalian datang," papar Zuy.
Dan ternyata orang yang di maksud mereka adalah Yiou yang akan melahirkan anak pertamanya melalui operasi sesar.
Aries menghela nafas panjangnya.
"Syukurlah kalau di dalam ada Tante Nana." ucap Aries.
Ia langsung mendudukkan dirinya di atas kursi, air mata yang sedari tadi sudah di tahannya pun kini lolos dari matanya dan mengalir membasahi pipinya.
"Kak...." .
"Aku benar-benar terkejut Zuy, saat kamu memberi kabar lewat chat kalau Yi akan melahirkan secara Caesar. Makanya keluar dari Bandara aku langsung meluncur ke Rumah sakit dan meminta supir taksi untuk percepat lajunya supaya sampai di sini tepat waktu sehingga aku bisa menemaninya. Tapi nyatanya tetap saja aku terlambat dan tidak bisa menemaninya. Aku benar-benar sangat menyesal karena telah meninggalkannya ke Istanbul untuk beberapa hari," lontar Aries dengan rasa penyesalan di dalam dirinya itu, sampai-sampai ia meremas rambutnya.
Zuy, Ray dan Davin terpaku mendengar kata yang di lontarkan oleh Aries, lalu kemudian Ray duduk di samping Aries seraya memegang bahunya.
"Kak Aries!"
Aries menengadah melihat Ray.
"Aku paham betul dengan perasaan Kak Aries saat ini, karena aku juga pernah merasakan hal yang sama di mana aku tidak bisa menemani Mamahnya anak-anak pada saat ia melahirkan si kembar dulu, karena waktu itu aku juga sedang pergi ke luar Kota. Ya jujur sampai sekarang pun rasa penyesalan itu masih tetap ada bahkan rasanya ingin kembali ke masa di mana Zuy melahirkan si kembar dulu. Namun pada akhirnya aku sadar bahwa waktu akan terus berjalan dan tidak dapat di ulang kembali." ungkap Ray dengan panjangnya membuat Zuy terenyuh.
"Ray...." batin Zuy menatap sendu pria tampannya.
"Kak, dari pada Kakak menyesal seperti ini, akan lebih baik jika Kakak berdoa buat Kak Yi! Supaya operasi caesarnya berjalan dengan lancar serta keduanya selamat dan baik-baik saja, ya!" Ray menepuk-nepuk Aries. "Toh meskipun kita tidak bisa mendampingi kesayangan kita dan menyaksikan anak pertama kita lahir, akan tetapi masih ada anak kedua, ketiga dan seterusnya. Iya kan Kak? lanjutnya.
Seketika membuat Aries tertegun, kemudian ia menyeka air matanya seraya mengangguk- anggukan kepalanya dengan cepat.
"Ya benar juga apa yang kamu katakan barusan, Ray. Eeem terimakasih ya, sudah membuat perasaan ku sedikit membaik!"
"Sama-sama Kak." balas Ray tersenyum.
Aries menautkan jari-jari tangannya sembari menutup matanya dan berdoa untuk Yiou.
"Ya Tuhan, saya mohon pada-Mu! Lancarkan operasi istri saya dan selamatkan keduanya!" batin Aries.
Ray bangkit dari posisinya dan beralih duduk di samping pujaan hatinya.
"Sayangku yang cantik...." Ray merangkul pujaan hatinya seraya mengecup mesra pipinya.
Davin yang berada di samping Zuy segera memutar badannya membelakangi Zuy sembari menutup matanya.
"Duh dua sejoli ini, kalau bermesraan selalu gak kenal tempat. Berasa dunia milik berdua yang lain cuma numpang saja." celetuk dalam hati Davin.
"Oh iya sayangku, Rayn sama Zea mana?" tanya Ray.
"Mereka berdua udah di bawa pulang duluan ke Villa, Ray." jawab Zuy.
Ray manggut-manggut.
"Oh.... Kirain aku mereka masih ada di sini dan lagi main di taman." lirihnya.
Zuy menggeleng. "Nggak Ray."
Tak lama kemudian, bayi Aries dan Yiou akhirnya lahir. Suara tangisnya menggema hingga terdengar sampai keluar ruangan, sontak membuat Aries, Zuy, Ray dan Davin tercengang.
"Suara tangisan itu?" lirih Aries.
"Itu mungkin suara dari anak Kak Aries, dia sudah lahir, Kak." ujar Zuy.
"A-anakku sudah lahir?"
Zuy menganggukkan kepalanya. "Iya Kak."
Betapa bahagianya Aries, senyum sumringahnya pun terukir di wajahnya, bahkan air matanya kembali lolos membasahi pipinya.
"Syukurlah anakku sudah lahir dan sekarang aku menjadi seorang Ayah." ucapnya dengan bahagia.
"Selamat ya Kak Aries atas kelahiran bayi Kakak." ucap Zuy.
"Selamat ya Kak," sambung ucap Ray.
"Selamat untuk mu, Kak Aries." timpal Davin.
"Terimakasih semuanya."
Setelah hampir satu jam, pintu terbuka dan Dokter melangkah keluar bersama dengan seorang perawat yang tengah menggendong bayi Aries.
Melihat itu Aries beserta lainnya bangkit dari posisinya, mereka pun langsung menghampirinya.
"Dokter!" seru Aries.
Dokter dan perawat itu mengalihkan pandangannya
__ADS_1
"Tuan Aries." Dokter mengangguk sopan sembari tersenyum pada Aries, bergantian dengan Zuy, Ray dan Davin.
Aries dan lainnya pun membalasnya, lalu kemudian pandangan Aries beralih ke arah bayi yang sedang di gendong perawat. Dengan tangannya yang gemetar, Aries menunjuk ke arah bayinya.
"Dok, dia?"
Sekilas Dokter melihat ke arah Aries menunjuk kembali ke Aries seraya menyunggingkan senyumnya.
"Bayi cantik dan menggemaskan ini, tentu saja bayi anda, Tuan."
"Apa! Cantik?! Jadi jenis kelamin anak saya perempuan, Dok?"
Dokter mengangguk. "Iya Tuan Aries, jenis kelamin anak anda perempuan, berat badan 2,9 kilogram, fisiknya lengkap, sempurna dan tidak ada cacat sekalipun." jelasnya.
Mendengar penjelasannya membuat senyum bahagia dari Aries kembali terukir, begitu pula dengan Zuy, Ray dan Davin.
"Syukurlah, anak pertama saya perempuan."
"Emm, selamat untuk anda, Tuan Aries." ucap Dokter.
"Terimakasih banyak Dok."
Perawat memberikan bayi yang di gendongnya itu pada Aries sebelum di bawa ke ruang bayi untuk perawatan dan imunisasi. Perlahan Aries mengangkat tubuh mungil anaknya itu seraya menggendongnya. Rasa haru kembali menyelimuti di diri Aries, matanya pun kembali menggenang.
"Hai anakku yang cantik, aku ini Ayah kamu ya sayang!" ucap Aries pada bayinya itu.
Zuy, Ray dan Davin mendekat ke Aries seraya melihat bayinya.
"Wah cantiknya, ini sih benar-benar campuran kedua orang tuanya, blasteran Turki sama Inggris. Lihat hidungnya yang mancung itu mirip banget sama Kak Aries," kata Zuy memuji bayi perempuan Aries.
Ray menganggukkan kepalanya.
"Iya kamu benar sayangku, bayi mereka memang cantik, matanya juga mirip banget sama Kak Yi." ujar Ray. "Tapi tetap saja, Zea-ku yang paling cantik, karena Mamahnya juga sangat cantik." sambung batinnya sembari melirik Zuy.
Davin menggeleng-gelengkan kepalanya sembari berdecak.
"Ck,ck. Kalian berdua salah, bayi cantik ini tuh sama sekali tidak mirip dengan kedua orang tuanya melainkan sangat mirip dengan ku." celetuknya.
Sehingga Aries, Ray dan Zuy terperangah sembari memalingkan wajahnya ke Davin.
"Hmmm, mirip kamu Vin?" lirih Aries.
Davin manggut-manggut.
"Iya Kak Aries, liat aja wajahnya yang sangat glowing ini, mirip banget kan sama Uncle-nya yang tampan ini." papar Davin. "Hmmm, aku jadi curiga, apa jangan-jangan ini karma Kak Yiou ya? Karena dia sering mengambil semua maskerku dan selalu meledekku. Makanya bayinya glowing sama persis dengan ku, hahaha...." lanjutnya di susul tawanya.
Seketika Ray dan Zuy memicingkan matanya ke Davin membuat Davin mengernyit heran.
"Lho kenapa kalian berdua menatap ku seperti itu? Apa kalian ingin bilang kalau aku ini pria yang sangat tampan dan paling beruntung, iya kan?"
"Ck, siapa juga yang mau bilang seperti itu, dasar adonan moci." gumam Ray seraya memutar bola matanya dengan malas.
Sedangkan Aries hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
Lalu....
Semuanya pun langsung menoleh ke arahnya yang ternyata adalah Yiou yang sedang terbaring di bed brankarnya beserta dua perawat yang mendorong brankar tersebut keluar dari ruang operasi dan juga Bi Nana yang menyusul di belakangnya.
"Kak Yiou!"
"My love!"
Mata Yiou seketika terbelalak saat melihat suami yang di rindukannya itu berada di depannya.
"Ka-kamu udah pulang dari Istanbul, Yank?" lirih Yiou dengan tatapan matanya yang sendu.
"Zuy, titip anakku sebentar!"
Aries memberikan bayi yang di gendongnya pada Zuy. Setelah itu, ia mendekat ke brankar yang di tempati oleh istrinya itu.
"My love!" menggenggam kedua tangan Yiou. "Maafkan aku ya karena datang terlambat dan tidak bisa menemani mu. Andai saja aku tidak pergi ke Istanbul, pasti aku bisa menemani kamu melahirkan anak pertama kita. Aku salah, tidak berguna dan aku benar-benar sangat menyesal. Tolong jangan marah dan membenci ku, My love!" ucap Aries tersedu-sedu dan kembali menitihkan air matanya.
Yiou melepaskan tangan kanannya dari genggaman Aries lalu mengusap air mata suaminya itu.
"Jangan bicara seperti itu Yank! Sungguh aku tidak marah ataupun membenci kamu, hanya karena kamu tidak menemani ku. Lagi pula kamu pergi ke Istanbul kan untuk menjenguk Baba yang sedang sakit dan di rawat di rumah sakit, bukan untuk bepergian dan traveling ke sana. Jadi ya untuk apa aku marah dan membenci kamu. Justru aku yang minta maaf karena tidak bisa ikut menemani kamu ke Istanbul dan menjenguk Baba." lontar Yiou mengelus pipi suaminya.
Aries tercengang. "Jadi kamu beneran gak marah dan membenci ku, My love?"
Yiou menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Tentu saja tidak Yank, aku sama sekali tidak marah ataupun membenci Ayah dari anakku ini."
Senyum Aries kembali mengembang, ia pun menciumi telapak tangan istri tercintanya itu.
"Terimakasih my love karena tidak membenci ku dan terimakasih juga karena sudah berjuang melahirkan bayi cantik kita. Meskipun melalui operasi sesar, tapi bagiku ku kamu adalah wanita yang sempurna dan hebat. Aku benar-benar bangga terhadap mu dan aku sangat mencintaimu, My love." ucap Aries dengan sungguh-sungguh sehingga Yiou tertegun.
"Aku juga sangat mencintaimu, Yank. Emmm, maaf ya kalau anak pertama kita perempuan, tidak seperti yang kamu firasat kan waktu itu." kata Yiou.
Aries menghela nafasnya sejenak kemudian ia mengelus rambut Yiou.
"Hei My love, bukankah waktu itu aku juga pernah mengatakannya padamu, bahwa aku tidak peduli tentang jenis kelamin bayi kita, mau perempuan atau laki-laki pun sama saja. Yang penting bagiku adalah kamu dan anak kita sehat serta selamat. Dan lagi aku sangat bersyukur karena anak pertama kita adalah perempuan di tambah lagi wajahnya cantik mirip dengan kamu, itu benar-benar anugerah terindah yang Tuhan berikan untukku, My love." lontar Aries membuat buliran bening dari mata Yiou mengalir dari sudut matanya.
"Terimakasih Yank," ucap Yiou.
"Sama-sama, My love."
Aries mengusap air mata istrinya lalu mendaratkan ciuman ke kening Yiou beralih ke dua pipinya, semua yang berada di sana pun terharu melihatnya bahkan ada juga yang sampai menitihkan air matanya, terutama Bi Nana yang sedari tadi tak henti-hentinya menangis bahkan ketika ia menemani Yiou menjalani operasi sesar.
"Aries kata-kata kamu itu membuatku teringat akan Papihnya anak-anak. Andai saja beliau masih ada, pasti dia akan sangat bahagia melihat kamu sekarang yang sudah menjadi seorang Ayah." batin Bi Nana sembari mengusap air matanya.
Lalu tak lama kemudian, Yiou di bawa ke Kamar rawat VVIP A untuk pemulihan, sedangkan bayinya di bawa ke ruang perawatan. Beberapa saat setelah Yiou di pindahkan ke kamar rawat, Ray, Zuy, Bi Nana dan Davin pun berpamitan pulang.
***************************
Villa Z&R
__ADS_1
Hanya butuh waktu perjalanan kurang dari setengah jam Ray dan lainnya akhirnya sampai di Villa. Kedatangan mereka pun di sambut oleh anak-anak yang kala itu sedang berada di ruang keluarga bersama dengan Airin dan Bu Ima.
"Ma,ma.." ucap Baby R dan Baby Z bersamaan.
"Iya anak-anak Mamah, sini peluk Mamah!"
Zuy berjongkok seraya merentangkan kedua tangannya, sehingga mereka berdua langsung merangkak cepat ke arah Mamahnya itu.
"Uh, ganteng sama cantiknya Mamah. Maaf ya kalau Mamah pulang telat." Zuy memeluk keduanya dan mencium pipi gembul keduanya secara bergantian.
"Lho, kenapa hanya Mamahnya aja yang di peluk? Daddy juga mau dong di peluk kalian berdua." ucap Ray.
Keduanya pun menengadah melihat Ray yang sedang berdiri di belakang Zuy. Baby Z mengangkat tangannya ke Ray meminta di gendong sama Daddy-nya, seketika Ray mengangkat tubuh anak perempuannya itu dan menggendongnya.
Sedangkan Baby R malah sibuk menarik kerah baju Mamahnya meminta makanan favoritnya yaitu Asi eksklusif dari Mamahnya.
Begitu pula dengan Rana dan Nara yang berjalan ke arah Bi Nana.
"Oh iya Zuy, bagaimana dengan Mrs Yiou, apa operasinya berjalan lancar?" tanya Airin.
"Ya operasinya berjalan lancar, Rin."
Airin menghela nafas leganya. "Syukurlah kalau begitu, terus anaknya laki-laki apa perempuan?"
"Anak mereka perempuan cantik mirip sama kaya Mamahnya, Rin." jelas Zuy.
"Benarkah? Aku jadi penasaran dan gak sabar ingin menjenguknya." kata Airin.
Tiba-tiba Davin menepuk-nepuk pundak Airin.
"Hei Singa betina!"
Airin menoleh. "Apa."
"Kalau mau jenguk Kak Yiou besok sore aja pas pulang kerja sekalian bareng sama aku, ya!"
Airin mengangguk. "Oke Pak Davin. Tapi aku nunggu di tempat biasa ya, Pak!"
"Ya siap singa betina yang manis." balas Davin sembari mengambil biskuit yang di tempatkan dalam wadah, lalu menyuapkannya ke dalam mulutnya.
Airin mengerenyit. "Lho Pak Davin, kenapa biskuitnya di makan?"
"Hmmm, memangnya kenapa Rin-Rin? Bukannya ini cemilan yang biasa kamu makan ya? Dan lagi dari tadi biskuitnya di anggurin terus sih, makanya mending aku makan aja sekalian." papar Davin.
"Tapi Pak, cemilan yang biasa aku makan bukan yang ini, tapi yang itu tuh Pak!"
Airin menunjuk ke arah toples kaca yang berada di atas nakas.
"Ah sama aja, bahkan lebih enak cemilan yang ini Rin. Biskuitnya lebih renyah, susunya juga berasa banget." Davin kembali mengambil biskuit itu dan menyantapnya.
Airin mendesah. "Ya jelas enaklah Pak, orang yang anda makan itu cemilannya si kembar sama Rana bukan cemilan khusus orang dewasa seperti anda, Pak!"
"Kamu bilang apa barusan? Biskuit ini cemilannya si kembar sama Rana?"
Airin mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Iya Pak, itu cemilannya mereka alias cemilan khusus buat anak bayi."
Seketika Davin langsung meletakkan kembali sisa biskuit yang ada di tangannya itu.
"Duh, kenapa gak bilang dari tadi sih singa betina!" cetus Davin seraya mengusap-usap bibirnya.
"Lha salah siapa gak mau dengar, malah main makan aja tuh biskuit."
Davin mendengus lalu ia segera bangkit dari posisinya.
"Pak Davin mau kemana?" tanya Airin.
"Tentu saja mau ke kamar mandi, soalnya darurat ini!"
"Apa! Darurat? Maksud Pak Davin?"
Tanpa berkata lagi, Davin pun melesat menuju ke arah kamar mandi sehingga membuat Ray, Zuy serta lainnya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ck,ck. Dasar adonan moci." gumam Ray.
*****************************
Malam semakin larut....
Apartemen Archo....
Teeet!
Suara bel pintu berdering sangat keras sehingga membuat Melan terusik dari tidurnya. Perlahan ia bangkit dari posisinya dan berjalan keluar kamar menuju ke arah pintu.
Kemudian ia membuka kunci pintunya seraya menariknya hingga pintu terbuka. Matanya yang sayu kini terbelalak, mulutnya pun sedikit menganga karena melihat seseorang yang tengah berdiri di hadapannya.
"Malam Nona, akhirnya kita bertemu lagi...."
***Bersambung.....
β’Curhat Author.
Me: "Akhirnya bisa update lagi setelah beberapa hari terbaring... ππ Terimakasih sudah menunggu Kakak-kakak (Pede ish... π€) Dan terimakasih banyak atas dukungan dari Kakak2 kesayangan ku semuanya, sehingga popularitas CUP sampai 6M... πβ₯οΈππ Aku benar-benar bahagia, masih ada yang suka dengan kisah mereka, meskipun tidak semenarik seperti novel dari Kakak2 Author lainnya. Tapi aku sangat bersyukur karena ini merupakan karya pertama yang aku publish sampai sekarang. Penuh perjuangan banget untuk bisa membuat cerita mereka semenarik mungkin. π€§π€§
Dan terimakasih juga buat Kakak2 Author lainnya serta Kakak2 silent reader yang selalu mendukung karya Absurd dari anak2 songong ku ini.... Terimakasih banyak atas dukungan dan hadiahnya berupa like, komen, bunga, kopi, Vote atau hati (Koin). πππβ₯οΈβ₯οΈ"
Sayang Kakak banyak7x.... πππ
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Author: "Maaf telat Updet..!!" πππ
__ADS_1
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πππ
Salam Author... πβπβ