Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Selalu Menjadi Pahlawan Untukku...


__ADS_3

<<<<<


Setelah di turunkannya kaca mobilnya, Ray langsung melihat ke arah sebrang jalan, sontak betapa terkejutnya Ray melihat Zuy sedang mendorong motornya.


"Kakak...!!"


Lalu Ray melihat ada dua orang laki-laki yang mengikuti Zuy dari belakang, dan hampir mendekati Zuy, dengan sigapnya Ray langsung turun dari mobilnya tanpa peduli hujan, ia pun berlari ke arah Zuy.


"Tuan Ray hati-hati, aku harus telpon para pengawal," kata Davin sambil mengambil hpnya


••••••


Zuy masih belum sadar bahwa dia sedang di ikuti oleh dua orang laki-laki yang bertampang sangar sebut saja Preman, lalu salah satu Preman tersebut langsung memegangi bagian belakang motor Zuy, dan satunya memegangi tas Zuy, sontak membuat Zuy terkejut.


"Hei kalian mau apa?" tanya Zuy


"Cantik tentu saja aku ingin barang-barangmu itu, cepat berikan...!!" pinta salah satu preman yang menarik tas Zuy.


"Tidak, aku tidak akan berikan barang-barang milikku, cepat lepaskan..!!" teriak Zuy, lalu kemudian...


PLAAAAAAAK...


Zuy dengan refleksnya menampar keras Preman tersebut, membuat Preman itu marah.


"Ciiih kurang ajar, berani kamu menamparku," sergah Preman itu, lalu ia langsung mengayunkan tangannya ke arah Zuy, membuat Zuy ketakutan dan ia pun langsung memejamkan matanya.


Lalu kemudian Ray akhirnya datang dan langsung memegang tangan Preman tersebut.


"Berani kamu menyentuhnya, akan ku patahkan tanganmu ini, dan selamanya tidak bisa bergerak," gertak Ray.


"Tsk, kurang ajar berani sekali menggertakku, biar ku patahkan tanganmu terlebih dahulu, sebelum kau mematakahkan tanganku." Sergahnya


Lalu Preman tersebut melayangkan tinjunya ke arah Ray, akan tetapi Ray langsung menghindar, dan ia lalu menendang Preman tersebut hingga terjatuh.


Karena sahabatnya tersungkur di tanah, ia pun langsung melepaskan motornya Zuy dan langsung menyerang Ray, dan terjadilah baku hantam antara Ray dan kedua Preman tersebut.


Untung saja ketika di Amerika ia jago bela diri dan sering mendapatkan medali emas, piala dan penghargaan lainnya, lalu dengan cepatnya kedua Preman tersebut pun di lumpuhkan oleh Ray dan mereka langsung tergeletak pingsan di tanah akibat pukulan dari Ray. Setelah menyelesaikan kedua Preman tersebut, Ray pun langsung menghampiri Zuy yang tengah ketakutan.


"Kakak, apa Kakak baik-baik saja?" tanya Ray sambil memegangi pundak Zuy.


"Lepaskan aku...!!" teriak Zuy yang tengah ketakutan.


"Kakak tenanglah... ini aku Ray.." ujar Ray sambil memegang kedua pundak Zuy.


Lalu Zuy mengangkat kepalanya, ia pun langsung membuka matanya, "Tu-Tuan Muda.." lirih Zuy.


"Iya Kakak ini aku Ray, Tuan Mudanya Kakak," jelas Ray. Seketika Zuy langsung memeluk tubuh Ray.


"Hwaaaa..." tangis Zuy pun pecah.


Ray langsung membalas pelukan Zuy, dan salah satu tangannya mengelus kepalanya Zuy.


"Sudah tidak apa-apa Kak, semuanya sudah baik-baik saja, Kakak tenang aja di sini ada Ray yang akan selalu melindungi Kakak," kata Ray.


Tak lama kemudian, Davin dan para pengawal datang.


"Tuan Ray, Zuy, apa kalian baik-baik saja?" tanya Davin, "Maaf kami terlambat," imbuhnya.


Davin dan pengawal lainnya pun terkejut melihat kedua Preman itu sudah tergeletak di tanah.


"Kalian bawa kedua orang ini ke kantor polisi..!!" perintah Ray.


"Baik Tuan Muda.." lalu pengawal itu langsung membawa kedua Preman tersebut ke kantor Polisi.


"Kak, apa yang terjadi, kenapa motor Kakak sampai di dorong?" tanya Ray sambil melepaskan pelukannya.


Zuy tidak menjawabnya, karena ia masih trauma dengan kejadian yang di alaminya hari ini.


"Tuan Ray, sepertinya ban motornya kempes, makanya ia dorong, biar saya hubungi bengkel langganan kita, agar bisa membawa motornya Zuy," ujar Davin. Lalu Davin pun menghubungi orang bengkel langganannya.


"Hmmm, kamu tolong jagain motornya, sampai orang bengkel datang mengambil motornya..!!" perintah Ray


Lalu pengawal itu menganggukkan kepalanya, "Siap Tuan Muda."


Ray lalu menuntun Zuy menuju ke mobilnya, setelah itu mereka pun langsung masuk ke dalam mobil.


"Kak Davin, kita antar Kak Zuy ke rumahnya..!!" suruh Ray.


Akan tetapi Zuy malah menggelengkan kepalanya, membuat Ray bertanya-tanya.


"Tuan Ray, sepertinya Zuy benar-benar trauma," papar Davin


"Yaudah Kak, kita langsung pulang ke rumah saja," ujar Ray.


"Baik Tuan Muda.." kata Davin.

__ADS_1


Davin pun langsung mengemudikan mobilnya dengan cepat dan meninggalkan tempat itu.


*****


Rumah Bi Nana


Sementara itu, Bi Nana dan Aries baru sampai di rumah, Aries pun langsung turun dari mobilnya untuk membuka pintu pagar, setelah pagarnya di buka, Aries langsung masuk kembali ke mobil dan memasukan mobilnya ke dalam. Setelah ia memarkirkan mobilnya di depan rumah, mereka pun langsung turun dari mobilnya.


"Ries, tolong kamu gendong Nara ya..!!" suruh Bi Nana


"Iya Tante," Aries pun langsung menggendong Nara, lalu kemudian..


"Baru pulang Bu Nana?" tanya seseorang


Bi Nana pun langsung menoleh ke arah suara orang itu.


"Eeh Pak Aan, iya Pak baru sampai banget," jawab Bi Nana


"Oh pantesan, tadi keponakan perempuan anda kesini," ujar Pak Aan


"Maksud anda Zuy?!!" tanya Bi Nana


"Iya, dia kesini dan setelah tahu anda pergi, dia terus menunggu anda sampai malam," kata Pak Aan


Mendengar perkataan Pak Aan, Bi Nana pun terkejut, "Hah, beneran Pak, lalu dia sekarang dimana?"


"Dia sudah pergi sekitar setengah jam yang lalu," jawab Pak Aan, "Yaudah kalau gitu saya permisi dulu.."


"Iya terimakasih banyak Pak," ucap Bi Nana, Pak Aan pun langsung pergi.


"Zuy kenapa gak ngehubungiku sih," gumam Bi Nana sambil merogoh tasnya untuk mengambil hpny.


Setelah mendapatkan Hpnya, Bi Nana langsung membuka hpny, betapa terkejutnya ia melihat banyak panggilan masuk dari Zuy.


"Ya ampun banyak banget panggilan masuknya, sampai ada pesan segala, coba aku hubungi dia," Bi Nana langsung menghubungi Zuy.


"Nomer yang anda tuju tidak dapat di hubungi, cobalah beberapa saat lagi," suara Operator


Bi Nana pun kembali menghubungi Zuy, akan tetapi sama saja yang jawab hanya Operatornya saja.


"Anak ini, di telpon kenapa gak aktif sih,"


"Tante kenapa belum masuk ke dalam?" tanya Aries yang sudah berada di dalam rumah.


"Oh, yaudah kalau gitu," lirih Aries.


Bi Nana langsung bergegas menuju ke dalam rumah.


*****


Rumah Ray


Setelah menempuh perjalanan, mereka pun sampai di rumah, lalu Ray dan Zuy turun, sedangkan Davin memarkirkan mobilnya di Garasi.


Mereka lalu masuk ke dalam rumah, setelah berada di dalam dan di ruang tengah, Ray lalu menyuruh Zuy duduk di kursi yang berada di ruang tengah.


"Kak, tunggu sebentar ya, Ray ambilkan handuk dan pakaian buat Kakak," ujar Ray.


Zuy pun hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu kemudian Ray langsung menaiki tangga menuju ke kamarnya.


`Di Kamar Ray


Setelah berada di kamarnya, ia langsung membuka lemari bajunya untuk mengambil baju ganti buat Zuy, akan tetapi ia tidak mempunyai baju wanita, yang ada hanya baju miliknya, tanpa pikir panjang, ia pun langsung mengambil salah satu piyama miliknya. Setelah itu, Ray bergegas keluar dan menuju ke ruang tengah.


Setelah menuruni tangga, ia pun langsung menghampiri Zuy yang tengah duduk sambil menundukkan kepalanya.


"Kakak, keringkan badan Kakak dan Kakak pakai ini saja ya," kata Ray sambil memberikan handuk dan piyamanya.


"Terimakasih banyak Tuan Muda, kalau gitu Zuy ke kamar mandi dulu," ujar Zuy sambil beranjak dari tempat duduknya, lalu ia pun berjalan menuju ke kamar mandi.


"Tuan Ray, anda juga harus ganti pakaian anda, jangan sampai anda masuk angin," tutur Davin.


"Iya Kak Davin, oh iya Ray minta tolong Kak, bikinin minuman hangat buat Zuy..!!" pinta Ray.


"Siap Tuan Ray."


Ray pun langsung kembali naik ke atas menuju ke kamarnya.


Tak lama kemudian, Zuy pun keluar dari Kamar mandi, pandangannya terasa berbeda, ia pun langsung ke ruang tengah. Setelah berada di ruang tengah ia pun langsung menarik kursi dan menduduki kursi tersebut.


"Zuy ini minum dulu biar badanmu hangat," ujar Davin sambil menaroh minuman di atas meja.


"Terimakasih Pak Davin..." ucap Zuy, ia pun langsung meminumnya, lalu Davin langsung pergi menuju kamarnya.


"Lagi-lagi Tuan Muda selalu menolongku, selalu menjadi Pahlawan untukku, di saat aku ada masalah dia selalu ada dan muncul tiba-tiba, apa Tuan Muda benar-benar orang yang akan menjadi pendampingku nanti, tapi bagaimana dengan status kita berdua," lirih Zuy. Lalu ia menyandarkan kepalanya di atas meja.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Ray pun datang dan langsung menghampiri Zuy.


"Kak, apa bajunya muat di Kakak?" tanya Ray


Akan tetapi, tidak ada jawaban apa-apa dari Zuy, Ray langsung menoleh ke samping, sontak membuatnya terpaku, karena ia melihat Zuy sedang tertidur.


"Ternyata Kakak sedang tidur ya," lirih Ray.


Ray langsung menggendong Zuy dan membawanya ke kamar Zuy, setelah berada di kamar, Ray pun membaringkan badan Zuy dan menyelimutinya.


"Mimpi indah ya My beloved Nanny," ucap Ray sambil mengelus kepala Zuy. ia pun langsung keluar dari kamarnya Zuy.


Ray langsung menuju ke ruang tengah, setelah berada di ruang tengah, ia pun langsung duduk sambil menikmati minuman yang di buat oleh Davin.


"Tuan Ray, mana Zuy?" tanya Davin yang baru keluar dari kamarnya.


"Dia udah tidur Kak, tadi Ray menggendongnya ke kamar, lagian aku bersyukur dia tertidur, coba kalau belum, bisa-bisa Kak Zuy kaget melihat wajah Kak Davin yang putih kaya adonan kue moci," papar Ray.


"Biarin kaya adonan kue moci gara-gara pake masker, yang penting aku ganteng dan bersinar," ujar Davin sambil mengedip-ngedipkan matanya, membuat Ray merasa geli.


"Kak Davin.." panggil Ray


"Hmmm, ada apa Tuan Ray?" tanya Davin


"Apa perlu Ray mengirimkan pengawal buat jagain dan ngawasin Kakak, setelah kejadian ini, Ray sangat khawatir kalau nanti terjadi sesuatu lagi pada Kakak," usul Ray yang sangat mengkhawatirkan Zuy.


"Ya itu bagus Tuan, aku sangat setuju," ujar Davin.


"Hmmm, tapi Ray ingin dia mengawasi Kak Zuy dari kejauhan aja biar gak ketahuan, soalnya Ray yakin kalau Kak Zuy tahu pasti dia tidak akan setuju," jelas Ray.


"Iya lebih baik seperti itu Tuan," kata Davin.


"Hoaaam, Kak Davin aku ke kamar dulu ya," papar Ray.


"Iya Tuan Ray, aku juga udah mengantuk," kata Davin.


Lalu mereka pun pergi ke kamarnya masing-masing.


*****


Sementara itu di tempat lain...


"Anne.. Anne..." seru seseorang sambil berlari-lari


Anne pun langsung menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


"Hmmm Lea, ada apa Lea lari-lari begitu, awas nanti jatuh," tutur Anne.


"Hah, Anne ini benar-benar gawat," papar Lea


"Hei tenang dulu, memang gawat kenapa?" tanya Anne.


Lea pun langsung duduk di samping Anne, "Kei, Kei katanya di penjara.." kata Lea


Mendengar perkataan Lea, Anne pun terkejut, matanya langsung membulat, "Apa, kamu dengar dari siapa?"


"Tadi aku ke kosan Kei, terus salah satu tetangganya bilang, kalau dia di bawa ke kantor polisi, dan kamu tahu yang ngelaporin dia itu siapa," papar Lea


"Memangnya siapa yang melaporkan dia?"


"Wanita yang kita Bully di depan Mall CCV, dan katanya giliranku yang di carinya, aku harus bagaimana Anne?" Lea mulai ketakutan.


"Apa...! Tsk.. kurang ajar si wanita j*lang itu, ternyata ada seseorang yang membantunya, kalau gitu aku harus cepat bertindak, aku belum puas kalau belum melihat hidupnya hancur," Pekik Anne.


**Bersambung...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


`Catatan Tambahan..


Sementara itu....


Deeeg..


Tiba-tiba jantung Maria berdegup sangat kencang, ia pun langsung memegang dadanya...


"Ada apa ini, kenapa perasaanku tidak enak begini, dan lagi kenapa tiba-tiba aku kepikiran Zoya, apa terjadi sesuatu dengannya?" tanyanya pada diri sendiri..


~Perasaan IBU terhadap Anaknya~


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... ✌😉😉✌

__ADS_1


__ADS_2