
<<<<<
Sontak membuat Zuy terkejut mendengar penjelasan dari seseorang tersebut.
"Apa! Ke-kecelakaan?!"
Lontar Zuy nampak dari raut wajahnya mulai memucat tangannya pun bergetar.
"Iya Nona, suami anda sekarang ada di rumah sakit .... Sekarang sedang di tangani Dokter, karena lukanya sangat parah dan harus segera di operasi," ujar petugas rumah sakit.
"Ti-tidak mungkin!"
Taak....
Saking terkejutnya, Zuy menjatuhkan benda pipih yang di pegangnya itu, jantungnya berdegup sangat kencang, nafasnya tak beraturan bahkan tangisnya pun pecah.
"Zuy ada apa? Siapa yang kecelakaan?" tanya Bi Nana.
"Ray, Ray kecelakaan," jawab Zuy sembari menangis.
"Apa! Tuan Muda kecelakaan?"
Bi Nana tersentak mendengar jawaban dari Zuy. Lalu ia segera memeluk Zuy dan menenangkannya.
"Zuy...."
Zuy tidak berkata hanya isak tangisnya yang keluar dari mulutnya. Sesaat Zuy melepaskan pelukannya dan bangkit dari posisinya.
"Kamu mau kemana?" tanya Bi Nana
"Zuy mau ke rumah sakit, Zuy mau Ray, Zuy mau nemenin Ray!" ujar Zuy.
Saat Zuy hendak melangkah, Bi Nana langsung memegang tangan Zuy.
"Bi, lepasin tangan Zuy! Zuy mau ke Ray, Zuy khawatir dengan Ray, Bi." ucap Zuy.
"Iya Bi Nana tau, tapi kamu gak bisa pergi sendirian dalam keadaan seperti ini Zuy. Biar Aries yang mengantar mu!" tutur Bi Nana. "Nara panggil Kak Aries!"
Nara pun mengangguk patuh, lalu ia melangkah menuju ke kamar Aries. Sesaat kemudian Nara kembali bersama Aries.
"Ada apa Tante?" tanya Aries menghampiri.
"Ries, tolong kamu antar Zuy ke rumah sakit!" pinta Bi Nana.
Pandangan Aries langsung mengarah ke Zuy, ia pun tercengang melihat Zuy menangis sesenggukan.
"Zuy, apa yang terjadi? Kenapa kamu menangis?" tanya Aries.
"Barusan dia dapat kabar kalau Tuan Muda kecelakaan," jawab Bi Nana.
"Apa! Terus bagaimana keadaannya?"
Bi Nana menggeleng. "Tante gk tau Ries, kamu antar Zuy ke sana! Tante khawatir kalau Zuy kesana sendirian."
Aries mengangguk. "Baik Tante. Ayo Zuy! Kak Aries antar kamu ke rumah sakit."
Zuy hanya mengangguk pelan saja. Lalu Aries dan Zuy melangkahkan kakinya ke arah keluar meninggalkan Bi Nana.
"Semoga Tuan Muda baik-baik saja," ucap Bi Nana.
Saat berada di luar, Aries langsung membuka pintu mobilnya untuk Zuy. Zuy pun segera masuk ke dalam mobil di susul Aries. Sesaat setelah mobil di nyalakan, Aries segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.
Selama di perjalanan Zuy tak henti-hentinya menangis, Aries yang sedang mengemudikan mobilnya pun terenyuh melihat dan mendengarnya menangis.
"Zuy, kamu tenang ya! Tuan Ray pasti baik-baik saja," tutur Aries.
"Ba...gaimana Zuy bisa te...nang Kak, tadi petu...gasnya bilang, ka...lau Ray ...." ucap Zuy sesenggukan, ia pun menangis kembali.
"Iya Kakak tau, tapi kamu harus ingat sama anak yang di dalam kandunganmu itu, ia juga pasti akan sedih kalau ibunya juga sedih dan menangis seperti ini," kata Aries.
Seketika Zuy langsung mengelus perutnya itu. "Maafin Mamah, maafin Mamah."
Aries terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang dan pada akhirnya mereka sampai di tempat tujuan yaitu rumah sakit. Setelah mobil terparkir Zuy dan Aries pun turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah sakit, kemudian mereka langsung ke resepsionis.
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya petugas.
"Ray, di mana Ray?" tanya Zuy
"Ray siapa Nona? Mohon di jelaskan nama lengkapnya!" kata Petugas itu.
Lalu Aries memegang pundak Zuy. "Biar Kakak saja yang bertanya. Maaf Pak, tadi adik saya di telpon oleh petugas rumah sakit ini lewat hp suaminya, katanya suaminya kecelakaan, apa itu benar?" ujar Aries.
"Oh, jadi kalian kerabatnya?"
Aries mengangguk. "Iya kami kerabatnya."
"Syukurlah kalian datang, tadi saya yang menelpon lewat hp korban, ini hpnya." kata Petugas tersebut sembari menyerahkan hpnya.
Zuy kembali menangis saat menerimanya dan memang benar hp tersebut milik Ray. Aries pun langsung merangkul Zuy.
"Tenang Zuy!" tutur Aries, pandangannya kembali mengarah ke petugas tersebut. "Lalu bagaimana kondisinya? Terus sekarang dia berada di ruang mana?" imbuhnya.
"Maaf Tuan, Nona. Tadi Dokter memberitahu bahwa pasien sudah di bawa ke ruang operasi!" jelas petugas tersebut.
"Apa! Kenapa tidak menunggu kami?" sentak Zuy.
"Itu karena kondisi korban Nona. Jika tidak segera di operasi maka akan terjadi sesuatu pada korban dan itu bisa saja menyangkut nyawa korban. Maka dari itu, Dokter langsung mengambil tindakan tersebut, dengan atau tanpa persetujuan kalian," kata petugas tersebut.
"Tidak...."
Zuy menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan perkataannya, lalu ia berlari menuju ke arah ruang operasi, Aries pun langsung menyusulnya. Sesampainya di tempat, tiba-tiba tubuh Zuy terasa lemas saat melihat lampu di ruang operasi menyala, dan itu menandakan bahwa operasi sedang di lakukan. Saat Zuy hampir jatuh, dengan sigap Aries langsung menahan tubuh Zuy.
"Zuy...."
"Kak, ini pasti mimpi kan? Yang di dalam sana bukan Ray kan?" lontar Zuy.
"Zuy, kita duduk di sana ya!" ajak Aries.
Aries lalu menuntun Zuy dan mendudukannya di kursi yang berada di sana.
"Zuy, kamu tunggu di sini ya! Kakak mau beli minuman dulu." ujar Aries.
Lagi-lagi Zuy hanya mengangguk pelan saja. Lalu Aries melangkah pergi meninggalkan Zuy, sesaat setelah Aries pergi, tangis Zuy kembali pecah.
"Ray.... Padahal aku ingin memberi kejutan soal anak kita ini, tapi kenapa kamu malah seperti ini. Ray, Zuy mohon bertahanlah demi Zuy dan anak-anak kita. Aku mohon jangan pergi! Bukankah kamu berjanji akan selalu membuatku bahagia, tapi kenapa hari ini kamu malah membuatku menangis seperti ini. Ray, cukup empat belas tahun yang lalu kamu meninggalkanku dan sekarang aku gak akan biarkan kamu pergi ninggalin aku lagi. Aku benar-benar sangat mencintai mu Ray, aku ingin hidup bahagia bersama mu dan anak-anak kita," ucap Zuy.
Sementara itu Aries melangkah keluar dari kantin sambil membawa kantong berisi minuman. Lalu ....
Trrrrrrt... Trrrrrrt... Trrrrrrt....
Tiba-tiba hpnya berdering, Aries pun menghentikan langkahnya, kemudian ia segera mengeluarkan hpnya dari saku celananya dan langsung melihat ke layar hpnya.
"Yiou!!"
Lalu Aries segera menjawab telponnya itu.
"Yank...." sapa Yiou dari sebrang telponnya.
__ADS_1
"Kamu sekarang di mana Ayi?" tanya Aries
"Aku di Boutique," jawab Yiou
Aries pun tersentak. "Apa!! Boutique?"
"Iya. Kamu sekarang di mana? Apa lagi di resto?"
"Aku lagi di rumah sakit, Yi."
"Hah! Di rumah sakit? Siapa yang sakit? Apa Tante Nana?" tanya Yiou yang terkejut.
"Jadi kamu belum mendengar kabar tentang Tuan Ray."
"Kabar Ray! Maksudnya apa Yank?" Yiou pun mulai kebingungan.
Sesaat Aries menghela nafasnya. "Haaa.... Jadi begini, tadi Zuy ...."
Aries lalu menceritakannya pada Yiou tentang apa yang terjadi dengan Ray. Sontak membuat Yiou kembali terkejut.
"Apa! Serius kamu Yank? Tapi aku benar-benar gak tahu kalau Ray kecelakaan. Biasanya kalau terjadi sesuatu pada Ray, Davin selalu menghubungiku," ujar Yiou. "Apa di sana ada Davin?" sambung tanya Yiou.
"Tidak ada siapa-siapa Yi, hanya ada aku dan Zuy."
"Ya ampun, yaudah kalau begitu aku akan segera ke rumah sakit. kamu temani Zuy dulu ya yank!" pinta Yiou
"Iya, kamu hati-hati di jalan!"
Aries memutuskan telponnya dan kembali melangkahkan kakinya.
*********************
Boutique Fashion CZV
Setelah selesai mengobrol dengan Aries lewat telpon, Yiou langsung meletakkan hpnya di atas meja kerjanya, nampak kesedihan terpancar di raut wajahnya itu.
"Ray, kenapa bisa seperti ini! Dan lagi kenapa si Davin gak ngabarin aku sih," ucap Yiou sambil memijat pelipis kepalanya.
Kemudian Yiou menyambar kembali hpnya dan menghubungi Davin. Satu kali, dua kali Yiou menghubungi Davin, akan tetapi Davin tidak menjawabnya.
"Kamu kemana sih Vin? Kenapa gak jawab telpon ku," umpat Yiou.
Lalu ia pun mencoba menghubungi Davin dan akhirnya Davin menjawab telpon Yiou itu.
Tuut...
"Ada apa Mrs Yiou? Aku lagi sibuk nih," pekik Davin
"Sekarang kamu di mana Vin?" tanya Yiou
"Di luar sedang meeting, memang ada apa?"
"Apa kamu tidak mendengar kabar dari Ray, Vin?"
"Hah! Kabar Tuan Ray? Maksudnya bagaimana?" Davin nampak kebingungan sehingga ia kembali bertanya.
Yiou menghela nafas panjangnya. "Haaa.... Ternyata kamu benar-benar tidak tahu kabar dari Ray. Begini Vin, aku dapat kabar dari Aries, kalau Ray kecelakaan dan sekarang dia ada di rumah sakit .... Zuy juga ada di sana," jelasnya.
"Apa! Tuan Ray kecelakan?" Davin pun terkejut.
"Iya Vin, kamu cepat datang ke rumah sakit! Aku juga akan pergi ke sana," titah Yiou.
"Tapi ...."
"Udah gak usah tapi-tapian, pokoknya aku tunggu kamu di sana!"
********************
Rumah Sakit
Setelah sampai di ruang tunggu, Aries pun menghampiri Zuy yang masih larut dalam tangisnya.
"Zuy berhentilah menangis!" kata Aries.
"Bagaimana bisa Zuy berhenti menangis, sedangkan Ray di dalam sana lagi kesakitan," ujar Zuy sesenggukan.
"Iya Kakak tahu Zuy, tapi apa kamu tidak memikirkan anakmu itu, kasihan dia Zuy," tutur Aries
Lalu Aries menyodorkan botol mineral pada Zuy.
"Sekarang kamu minum dulu ya!" titah Aries.
Akan tetapi Zuy malah menggelengkan kepalanya dan berkata, "Zuy gak haus Kak, buat Kakak aja minumannya!"
Aries pun menghela nafas panjangnya, lalu ia mendudukkan dirinya di samping Zuy.
Beberapa saat kemudian, Yiou datang dan langsung menghampiri Zuy.
"Baby...."
Mendengar suara Yiou, Zuy mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Yiou.
"Mrs Yiou...." ucap Zuy
Yiou langsung memeluk Zuy dengan erat, seketika tangis keduanya pecah.
"Baby, kamu yang sabar ya! Ray pasti baik-baik aja!" tutur Yiou.
"Tapi Zuy takut kalau Ray ...."
"Sssht.... Jangan berkata seperti itu! Kita berdoa saja, semoga operasinya lancar, ya!"
Zuy menganggukkan kepalanya, sesaat mereka pun melepaskan pelukannya, lalu Aries memberikan dua botol air mineral pada Yiou.
"Tolong bujuk Zuy supaya dia mau minum!" pinta Aries.
Yiou pun mengangguk, kemudian ia membuka botol mineral itu dan menyodorkannya ke arah Zuy.
"Baby, sekarang kamu minum dulu ya!" titah Yiou.
Zuy langsung menuruti Yiou, lalu ia mengambil botol air mineral tersebut dan meneguknya. Kemudian Yiou duduk di tengah-tengah antara Zuy dan Aries.
Satu jam berlalu, akan tetapi operasi masih berjalan, membuat Zuy kembali khawatir.
"Kenapa operasinya belum selesai juga," lirih Zuy.
"Kamu sabar ya Baby! Teruslah berdoa supaya operasinya cepat selesai," tutur Yiou.
Namun Zuy malah kembali menangis, sehingga membuat Yiou dan Aries kebingungan. Lalu tiba-tiba ....
"Sayangku, kenapa kamu menangis?" seru seseorang.
Sontak membuat Zuy dan lainnya menoleh ke arah sumber suara tersebut. Betapa terkejutnya mereka melihat laki-laki yang tengah berdiri tegap sambil menempatkan tangannya di saku celananya, dan laki-laki itu tak lain adalah ....
"Ray!!"
......................
__ADS_1
Beberapa Saat Sebelumnya....
Di tempat lain, Davin nampak kebingungan setelah mendengar kabar dari Yiou.
"Hmmm.... Maksudnya apa coba Mrs Yiou berkata seperti itu. Orang Tuan Ray ada di sini sedang rapat masa di kira kecelakaan. Huh, dasar Mrs Yiou! Tapi aku kok jadi penasaran ya, apa jangan-jangan ..., ah aku harus kasih tau Tuan Ray," ucap Davin.
Lalu Davin segera masuk kembali ke ruang rapat, setelah berada di dalam, ia langsung menghampiri Ray yang kala itu tengah berada di sana.
"Tuan Ray, maaf kalau saya mengganggu. Tapi ini penting!"
"Sebentar!"
Ray bangkit dari posisinya dan menjauh beberapa jarak dari para dewan direksi dan kliennya yang hadir pada rapat tersebut. Lalu ....
"Kak Davin mau bicara apa! Kenapa sampai di anggap penting?" tanya Ray.
"Begini Tuan, tadi Mrs Yiou menelpon, terus bilang bahwa anda ....."
Davin menceritakan apa yang ia dengar dari Yiou sehingga membuat Ray tersentak kaget.
"Kak Davin jangan becanda!" pekik Ray
"Tuan Ray, untuk apa aku becanda. Tadi Mrs Yiou bilang seperti itu, dan lagi Zuy juga ada di sana, nangis-nangis Tuan." jelas Davin.
"Hah! yaudah kalau begitu, ayo kita ke sana!" ajak Ray.
"Baik Tuan Ray," balas Davin mengangguk.
Kemudian Ray kembali melangkah ke arah tempat duduknya, akan tetapi bukan untuk melanjutkan rapatnya.
"Maaf semuanya, sepertinya saya harus meninggalkan rapat ini, karena ada sesuatu yang sangat penting!" ujar Ray.
Semuanya pun hanya mengangguk patuh, lalu Ray berjalan keluar dari ruangan tersebut dan di susul Davin.
Flashback End...
......................
Zuy dan lainnya langsung bangkit dari posisinya sembari membulatkan mata mereka, seakan tidak percaya dengan apa yang di lihat oleh mata mereka. Zuy lalu perlahan melangkahkan kakinya mendekat ke Ray, meski terhuyung-huyung. Setelah berhadapan dengan Ray, Zuy langsung memegang pipi Ray.
"Ray, apa ini benar-benar kamu?" tanya Zuy yang masih belum percaya.
Ray menganggukkan kepalanya sambil mengusap air mata Zuy.
"Iya sayangku, ini aku...." ungkap Ray, lalu tiba-tiba ....
Bugh!
Bugh!
Zuy memukul pundak kekar Ray dengan tangannya yang kecil sambil menangis sejadi-jadinya. Sedangkan Ray hanya pasrah saat menerima serangan dari pujaan hatinya itu.
"Sayangku...."
"Dasar bodoh! Benar-benar bodoh! Kamu sudah membuatku ketakutan setengah mati, kamu hampir membuatku melupakan anak-anak yang ada di dalam kandungan ku, kamu sudah membuatku bersedih dan menangis seperti ini, kamu .... Dan sekarang kamu malah berdiri di hadapan ku, kamu benar-benar jahat Ray," ungkap Zuy meluapkan emosinya.
Seketika Ray langsung merengkuh tubuh Zuy dan memeluknya.
"Sayangku, aku benar-benar minta maaf, karena sudah membuat mu bersedih dan sampai menangis seperti ini, Ray sangat menyesal sayangku," ucap Ray.
Mendengar ucapan Ray, Zuy mengeratkan pelukannya dan menangkupkan wajahnya ke dada bidang Ray. Melihat itu, Davin dan lainnya pun terharu bahkan sampai menitihkan air matanya. Sesaat setelah tenang, Ray membawa Zuy duduk kembali, ia lalu duduk di samping Zuy sambil terus memeluk pujaan hatinya itu.
"Tuan dingin, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa ada di sini dan baik-baik saja? Lalu siapa yang berada di dalam sana?" lontar beberapa pertanyaan dari Yiou.
"Dari awal aku memang baik-baik saja, Kak Yiou. Dan untuk yang berada di dalam sana, mungkin itu salah satu pengawalku," jelas Ray.
Sontak Yiou dan lainnya terkejut mendengar penjelasan dari Ray.
"Pengawal? Maksudnya bagaimana Ray? Cepat jelaskan pada kami!" Yiou pun kembali menuntut penjelasan dari Ray.
"Hmmm.... Jadi begini ceritanya, saat Ray sudah berada di tempat tujuan untuk menghadiri rapat di anak Perusahaan. Ray teringat akan hp Ray yang tertinggal di kantor, lalu aku hubungi Friska untuk mengambil hpku dan memberikannya pada resepsionis. Setelah itu Kak Davin menghubungi pengawal yang kala itu sedang berada di bengkel langgananku untuk mengambil mobil ku yang sudah selesai di service. Ia pun langsung menurut, dan selanjutnya aku tidak tau apa yang terjadi lagi. Kalau bukan karena Kak Davin yang memberitahuku, mungkin sampai sekarang aku tidak tahu apa-apa tentang kejadian yang menimpa pengawalku itu," ungkap Ray dengan panjangnya.
"Oh begitu ya," lirih Yiou, seketika pandangan Yiou pun mengarah ke Davin.
"Davino Roveis! Kenapa tadi kamu gak bilang kalau Ray sedang bersama mu?" tanya Yiou dengan nada kesal.
"Kan tadi aku mau ngasih tau ke Mrs Yiou. Tapi Mrs Yiou terus menyela perkataanku ini," pekik Davin.
"Dasar si muka glowing satu ini, bikin kesal saja," umpat Yiou.
Kemudian Ray melihat ke arah Zuy. "Sayangku, apa kamu sudah merasa lebih baik?"
Zuy menganggukkan kepalanya seraya menjawab pertanyaan Ray.
"Syukurlah kalau begitu. Oh iya, kamu udah check up apa belum sayangku?" tanya Ray.
"Iya sudah," Zuy menjawabnya.
"Terus bagaimana keadaan anak kita, apa baik-baik saja? Lalu apa jenis kelamin anak kita sayangku?" Ray pun mulai penasaran.
"Semuanya baik-baik saja Ray, dan jenis kelamin salah satu anak kita adalah laki-laki sedangkan yang satunya masih bersembunyi," jelas Zuy.
"Hah! Laki-laki? Syukurlah aku mendapatkan anak laki-laki, terimakasih sayangku," ucap Ray, akan tetapi Ray belum sadar dengan penjelasan Zuy. Dan sesaat kemudian ....
"Sayangku, tadi kamu bilang yang satunya masih bersembunyi? Apa maksudnya sayangku?" nampaknya Ray mulai menyadarinya.
Zuy lalu mendongakkan kepalanya dan menatap lekat wajah Ray.
"Anak yang aku kandung ini ternyata kembar dan kita akan mempunyai anak kembar, Ray." ungkap Zuy.
Dan seketika membuat Ray dan lainnya tercengang mendengarnya, lalu kemudian pandangan mereka langsung mengarah Zuy.
"Apa! Kembar?"
***********************
Di tempat lain.
Nampak seseorang pria berusia setengah abad tengah berbincang lewat telponnya. Terlihat dari raut wajahnya begitu bahagia saat menerima kabar dari si penelpon.
"Apa kamu serius dengan perkataanmu itu, bahwa mobilnya hancur dan dia terluka parah?" tanya seseorang itu.
"Tentu benar Tuan, saya yang melihatnya sendiri, dan mungkin dia tidak akan selamat," ujar si penelpon.
"Kerja bagus! Yaudah kalau begitu aku tutup telponnya, karena aku gak sabar ingin merayakan kemenangan ku ini."
Telpon pun terputus.
Lalu seseorang itu menuangkan wine ke dalam gelas dan meneguknya perlahan-lahan. Sesaat setelahnya ....
"Hmmmm.... Tuan Ray selamat bertemu dengan raja neraka dan semoga kau betah disana! Hahaha...."
***Bersambung....
Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... 😉✌😉✌