Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Penyesalan Bunda..


__ADS_3

<<<<<


"Iya Nyonya, dia sangat cantik dan anggun seperti Mam Maria," ujar Archo.


"Tapi tidak secantik dan sebaik cucuku yang pertama itu.."


Ucapan Bunda Artiana membuat Dimas dan Archo tertegun, lalu Archo tersenyum pada Bunda Artiana.


"Anda benar Nyonya, walau saya belum pernah melihatnya," ujar Archo, "Apa Nyonya sering bertemu dengannya?"


Bunda Artiana pun mengangguk, "Iya, saya sudah dua kali bertemu dengannya, ada perasaan yang nyaman ketika Bunda melihat wanita itu, Bunda percaya dan sangat yakin sekali, kalau dia adalah cucu Bunda, anak dari Maria yang telah Maria tinggalkan dulu, tapi Bunda tidak punya bukti yang kuat untuk membuktikan pada semuanya."


"Untuk itulah saya datang kesini, selain saya ingin meminta maaf, saya juga ingin mencari keberadaan Putri Mam yang ia tinggalkan dulu, Mam sudah menceritakannya padaku bahwa sebelum ia menikah dengan Daddy, Mam terlebih dahulu menikah dengan seseorang dan telah melahirkan seorang anak perempuan," jelas Archo.


"Iya dan pernikahan mereka tidak di restui oleh kami, karena Pria yang menikahi Maria adalah Pria miskin yang hanya bekerja sebagai Karyawan bawah, sebab itulah kami sempat mengusir Maria dan tidak mengakuinya lagi, namun setelah Maria pergi, kami sangat menyesali perbuatan kami, lalu satu tahun setelah kepergiannya dengan Pria itu, Maria kembali lagi tapi hanya seorang diri, kami sangat bahagia melihatnya, namun ia kembali di waktu yang tidak tepat. Dan untuk ke dua kalinya Maria pergi meninggalkan kami lagi, sampai sekarang ia tidak kembali," ungkap Bunda Artiana, air matanya pun tak bisa terbendung, (kisah Maria di Bab. 69)


Dimas pun langsung memeluk Bunda Artiana dengan erat.


"Bunda.."


"Bunda benar-benar menyesal Dimas, andai saja Bunda dan Ayahmu tidak menentang pilihan Maria dulu, pasti Maria tetap berada di sini dan berkumpul dengan kita dan anaknya itu, walaupun kita tahu di mana sekarang Maria, tapi karena perjanjian kita pada Mario, Bunda jadi tidak bisa menemuinya lagi," ucap Bunda Artiana menangis sesenggukan.


"Bunda, sudah Bunda, semua itu sudah terjadi, ingat kesehatan Bunda," tutur Dimas.


Lalu Archo mengambil Hpnya dari saku jasnya,


"Apa Nyonya benar-benar sangat merindukan Mam Maria?" tanya Archo.


"Tentu saja Bunda sangat merindukannya," jawab Bunda Artiana


Lalu Archo membuka kunci hpnya dan mencari kontak nama, setelah ketemu, ia pun langsung melakukan panggilan Video Call kontak tersebut.


Tuut.. Tuutt.. Tuttt..


📲(Video Call)


"Halo Archo.."


"Iya Mam.." sahut Archo


"Kamu dimana sekarang, Mam dengar kamu mengambil cuti kerja dan pergi berlibur, apa itu benar?" tanya Maria.


"Iya Mam, sesekali Archo ingin berlibur, Archo ingin menjernihkan kepala Archo Mam," ujarnya.


"Oh begitu ya,"


"Mam, ada yang ingin berbicara dengan Mam.."


"Oh iya, siapa itu Archo?" tanya Maria.


"Nanti Mam akan mengetahuinya, sebentar Mam.."


Lalu Archo menyodorkan hpnya ke arah Bunda Artiana.


"Nyonya, jika anda merindukan Mam Maria, maka bicaralah..!!"


"I-Ini...!!"


Archo pun menganggukkan kepalanya, kemudian Bunda Artiana mengambil hpnya Archo dan menatap ke arah layar hpnya.


"Ha-halo Ma-Maria..!!" sapa Bunda Artiana yang gugup dan gemetaran


"Bu-Bunda..! apa benar ini Bunda?" tanya Maria yang terkejut.


"Iya Maria, ini Bunda.. ini Bunda Maria.."


Tangis Maria pun pecah begitu pula dengan Bunda Artiana.


"Bunda, Maria minta maaf, Maria benar-benar minta maaf sudah meninggalkan Bunda," ucap Maria yang tersendu-sendu.


"Kamu tidak sepenuhnya bersalah Maria, ini kesalahan Bunda juga, bagaimana kabarmu Maria?" tanya Bunda Artiana


"Maria baik-baik saja, lalu bagaimana dengan Bunda dan ayah? terus siapa yang merawat Bunda?" tanya Maria.


"Bunda juga baik-baik saja Maria, tapi ayahmu ...,"


"Apa..!! Maaf Bunda, Maria benar-benar tidak tahu, maaf Bunda.." ucap Maria.


Lalu kemudian Dimas mengambil hp dari tangan Bunda Artiana.


"Kak Maria, apa kau masih mengingatku?" tanya Dimas


"Kamu Dimas, apa kamu Dimas?"


Dimas pun menganggukkan kepalanya, "Iya Kak, ini Dimas adik Kak Maria.."


"Dimas, maafin Kakak, maafin Kakak sudah meninggalkan kalian, Kakak ...,"


"Tidak perlu di jelasin Kak, Dimas sudah tahu semuanya," ujar Dimas.


Lalu mereka melanjutkan Pembicaraannya lewat Video Call.

__ADS_1


********


Pantai


Airin dan Davin akhirnya sampai di pantai, mereka pun bergegas menuju ke bibir pantai.


"Aaah segarnya.." seru Davin


"Memang pantai tempat yang nyaman ketika kita sedang bersedih," tutur Airin.


"Kamu benar Rin, pantas saja Mrs Yiou menyuruh kita kesini, selain menenangkan, aku juga bisa melihat wanita-wanita dengan pakaian berbikini.. Hahaha.." papar Davin.


Mendengar itu Airin langsung menepuk keras punggung Davin, "Anda ternyata benar-benar Pria mesum Pak Davin.."


"Hehehe.. lagian kan sayang sekali kalau ...," tiba-tiba Davin terdiam karena ia melihat seseorang yang di kenalnya. ia pun memicingkan matanya ke arah orang itu.


"Shaka..!!" lirih Davin.


"Shaka?! Shaka siapa Pak?" tanya Airin sambil melihat ke arah mata Davin memandang.


"Rin, ayo ikut aku..!!" tiba-tiba Davin menarik tangan Airin dan membawanya mengikuti arah Shaka melangkah.


"Woy Shaka....!!" teriak Davin, akan tetapi Shaka tak bergeming, dia terus saja berjalan.


"Ck, dasar Pria kaku, waduh jangan-jangan telinganya kemasukan Air laut," umpat Davin yang terus mengikutinya.


Airin yang di belakangnya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari mengikuti langkahnya Davin. Lalu sesaat kemudian Shaka menghentikan langkahnya.


"Shaka...!! tega sekali kau meninggalkan aku..!" teriak Davin pada Pria yang bernama Shaka.


Lalu Airin melihat sosok orang yang di kenalnya berdiri bersama Shaka, "Bukankah itu Nona Ayasya?" tanya Airin sambil menunjuk.


Davin pun langsung melihat kemana arah Airin menunjuk, "Hah..! kau benar Rin.. itu memang Nyonya Stevano, dan juga bersama Tu-Tuan Stevano..!!"


Seketika Davin langsung menunduk saat melihat mata biru Daffin suami Ayasya menatap tajam ke arah Davin. Namun ia terus berlari menghampiri Shaka, setelah beberapa jarak dari Shaka, kemudian...


"Hai Tuan Davin! Hai Kak Airin!" sapa Ayasya


"Hai Ayasya..!!" sahut Davin dan Airin serentak, namun lagi-lagi ada hawa dingin yang muncul dari tatapan mata Birunya Daffin suami Ayasya, membuat Davin menunduk.


Lalu kemudian Shaka melirikkan matanya ke arah Davin.


"Apa yang kau lakukan di sini, Roveis?" tanya Shaka


Davin pun tersenyum, "Aku tidak ingin terjebak dengan wanita-wanita berbikini seorang diri," jawab Davin


Mereka lalu mengobrol bersama, tak lama kemudian, Ayasya dan Daffin pun pergi meninggalkan Shaka, Airin dan Davin. Lalu kemudian Davin merangkul pundak Shaka dan membawanya pergi menelusuri pantai.


"Ta-tapi aku ...,"


"Ssht, sudahlah jangan pakai tapi-tapi, tuh lihat ada cewe berbikini lagi asik berenang, lalu lihat di sana, ada dua cewe sedang duduk melamun, ayo kita samperin mereka..!!" ajak Davin sambil menarik tangan Shaka.


"Hei kalian, kenapa aku di tinggal..!!" teriak Airin


"Sebentar Rin, sayang ini kalau di lewatkan..!!" seru Davin.


"Dasar para pria menyebalkan..!!" umpat Airin, sembari memunguti kerang-kerang.


Davin dan Shaka terus berjalan menuju kedua gadis berbikini yang duduk melamun di pinggiran pantai, setelah berada di belakang ke dua cewe tersebut. Lalu...


"Hai cewe-cewe cantik, boleh kenalan gak?" tanya Davin yang menggoda


"Hei Roveis apa yang kau lakukan?" bisik Shaka


Davin pun menatap Shaka, "Sudah ikutin aja, hitung-hitung buat kamu belajar godain cewe," tutur Davin.


Lalu pandangan Davin beralih pada dua perempuan itu.


"Hai cantik boleh tidak kami ikut bergabung dengan kalian?" lagi-lagi Davin menggoda kedua wanita itu.


Kemudian kedua wanita itu berdiri dari posisinya dan menoleh ke arah Davin dan Shaka.


"Boleh saja kok Tuan, kebetulan kite lagi sendirian di sini, iya gak sis," ujar salah satu wanita itu


"Hehehe, bener tuh jeng, sini Tuan tampan temani Eyke," balas teman lainnya.


Davin dan Shaka pun langsung terkejut melihat kedua wanita itu, ternyata bukan wanita tulen, melainkan lelaki lemah gemulay yang berpakaian bikini alias wanita jadi-jadian.


"Hwaaaaa..." teriak Davin dan Shaka bersama.


Seketika Davin dan Shaka langsung lari ketakutan, lalu kedua pria gemulay itu langsung mengejar Davin dan Shaka.


"Eeh brondong jangan lari, tungguin Eyke, katanya mau nemenin Eyke.."


"Tidak...!!" teriak Davin yang terus berlari.


"Gara-gara kamu sih, kita jadi di kejar pria tulang lunak," umpat Shaka.


"Diam Shaka, lebih baik kita lari sekencang mungkin, kalau tidak mau di tangkap mereka."


Mereka pun terus berlari sampai melewati Airin, dan membuat Airin merasa kebingungan

__ADS_1


"Hei kalian, kenapa berlari seperti itu sih?" teriak Airin.


"Daruraaaat Airin.." seru Davin menoleh sekilas ke arah Airin.


Airin pun semakin kebingungan, lalu..


"Hei Brondong, tunggu...!!" seru si Pria gemulay sambil memegang kepalanya karena wig yang mereka pakai sudah bertebangan tertiup angin.


Pluuk.


Bahkan wig dari salah satu Pria gemulay itu ada yang sampai copot dan jatuh di depan Airin.


"Aduh rambut Eyke jatuh cin.." ucap salah satunya sambil mengambil wig yang terjatuh dan kembali mengejar Davin dan Shaka.


Pffft...


"Bwahahaha.. hahaha... hahaha.." Airin pun langsung tertawa terbahak-bahak melihat Davin dan Shaka di kejar-kejar pria Gemulay..


"Airin.. jangan ngetawain dong, setidaknya bantu kek usir wanita jadi-jadian ini," umpat Davin


Namun Airin tidak mendengarkan suara Davin, ia terus asik tertawa sampai mengeluarkan air mata. Ia pun mengambil hpnya dan merekam momen kocak Davin dan Shaka di kejar-kejar Pria gemulay alias wanita jadi-jadian.


Drama pantai pun berlanjut..


********


Sementara itu


Setelah menikmati kroket, Ray dan Zuy kembali menikmati hidangan yang di sajikan oleh pelayannya. Zuy nampak lahap menikmati kue coklat.


"Sayangku, pelan-pelan makannya..!"


"Maaf Tuan Muda, habis ini enak banget, kue kesukaan Zuy," ujar Zuy.


Lalu Ray mendekat ke arah Zuy, kemudian ia menempelkan ibu jarinya di sudut bibir Zuy.


"Sampai blepotan gini," ucap Ray sembari membersihkan sisa coklat yang menempel di sudut dan bibir Zuy.


Setelah bersih, Ray langsung menji-lat bekas coklat yang menempel di ibu jarinya.


"Tuan Muda jorok.."


"Biarin yang penting bekas sayangku ini,"


Zuy pun langsung memutar bola matanya, "Haaa.. dasar Tuan Muda,"


"Hehehe.."


Lalu tiba-tiba Zuy menghentikan aktivitasnya, ia merasakan hal aneh pada tubuhnya.


"Sayangku kenapa?" tanya Ray


"Gak tahu Tuan, kepala Zuy pusing dan Zuy tiba-tiba merasa mual.." ujar Zuy menutup mulutnya.


"Jangan-jangan mabuk udara," lirih Ray


Zuy lalu berlari menuju ke toilet yang berada di dalam Jet tersebut, benar saja ia memuntahkan semua makanannya, Sesaat kemudian setelah selesai, Zuy keluar dari toilet.


"Sayangku.. apa sayangku tidak apa-apa?" tanya Ray khawatir


"Tidak apa-apa Tuan, hanya pusing saja,", ujar Zuy.


"Yaudah, Ray antar sayangku ke tempat tidur, biar sayangku tiduran dulu," ajak Ray.


Zuy pun menganggukkan kepalanya, kemudian mereka berjalan menuju ke ruangan khusus yang berada di dalam Jet tersebut.


*************


Rumah Dimas


Setelah mengobrol dengan Maria, senyum Bunda Artiana terus mengembang, karena ia sangat bahagia bisa bertatapan dengan Maria walau hanya lewat Video Call.


"Terimakasih banyak Nak, kamu memang anak baik"


"Sama-sama Nyonya, Archo juga senang melihat Nyonya senang," balas Archo.


"Hah, andai saja dia ada di sini, mungkin Maria juga senang, dan akan menyangka kalau dia itu anaknya," ucap Bunda Artiana


Dimas pun menganggukkan kepalanya, "Iya pasti Bunda."


"Maaf Dokter Dimas dan Nyonya, tapi sebenarnya Mam Maria sudah bertemu dengannya beberapa waktu yang lalu..!!"


"Apa kamu bilang..!!"


**Bersambung..


Hai semua, siapa yang penasaran dengan pertemuan antara Airin, Davin, Shaka, Ayasya dan Daffin. bisa cek di sini ya.. 👇👇👇



^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... 😉✌😉✌


__ADS_2