Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Tidak Mengharapkan...


__ADS_3

<<<<<


Zuy lalu mengangkat satu alisnya dan bertanya, "Hmmmm, pergi kemana Tuan Muda?"


"Kita ke Boutique Fashion.." jelas Ray.


Mendengar itu, Zuy pun tercengang. "Hah, B-boutique Fashion..!!"


Ray menganggukkan kepalanya. "Iya Kak.." ujar Ray.


"Bukankah itu Butik yang paling terkenal di Kota ini Tuan, lalu ngapain Tuan Muda ngajak Zuy kesana?" tanya Zuy


"Hmmm, besok pasti Kakak juga akan tahu," ujar Ray, "Mau ya Kak..!!"


Zuy tiba-tiba terdiam sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuknya.


"Kakak kenapa diam?!!" tanya Ray sambil memegang pipi kanan Zuy.


Zuy langsung mendongakkan kepalanya dan menatap Ray.


"Si-siapa yang diam Tuan Muda, Zuy hanya lagi berfikir aja Tuan Muda, apa Zuy pantas datang ke butik itu, yang ada nanti Zuy jadi bahan omongan," jelas Zuy, lalu ia menurunkan tangan Ray dari pipinya.


"Apa yang Kakak bicarakan, kan perginya sama Ray Kak, mau ya ikut Ray kesana..!!" pinta Ray sambil merapatkan kedua tangannya.


"Ta-tapi Tuan Muda," lirih Zuy, Ray memegang tangan Zuy dengan eratnya.


"Mau ya kak, Please...!!" Ray kembali meminta pada Zuy.


"Hah, baiklah Tuan Muda," ucap Zuy.


"Yes, besok pas lagi istirahat Ray ke rumah jemput Kakak," ujar Ray


Zuy lalu memiringkan kepalanya sambil memasang wajah imutnya. "Hmmm, kenapa Tuan mesti ke rumah, bukan di kerjaan aja, kan besok Zuy masuk kerja Tuan," paparnya.


"Imutnya..." lirih Ray yang terpukau melihat ekspresi wajah Zuy.


"Tuan bilang apa?" tanya Zuy


Ray menggelengkan kepalanya, "Ng-nggak Kak, Ray gak bilang apa-apa, besok Kakak kerja, emang udah gak apa-apa Kak?"


"Ya Tuan Muda, Zuy udah gak apa-apa, lagian Zuy bosen kalau harus nganggur lagi, dan Zuy juga gak mau kinerja Zuy buruk," jelas Zuy.


"Yaudah kalau maunya Kakak begitu," kata Ray.


"Terimakasih banyak Tuan Muda, yaudah Zuy ke kamar dulu ya.." ucap Zuy, lalu ia berjalan menuju ke kamarnya.


Ray bergegas menaiki tangga, setelah berada di lantai atas, Ray bukannya langsung ke kamarnya, akan tetapi ia malah berjalan ke arah kamar Davin.


`Kamar Davin


Setelah berada di depan kamarnya Davin, Ray pun langsung mengetuk pintu kamar Davin.


Tok.. Tok... Tok..


"Kak Davin ini Ray, apa Kakak udah tidur?"


"Masuk aja Tuan Ray, saya belum tidur kok," seru Davin dari dalam kamarnya.


Cekleeek


Ray membuka pintu kamar Davin.


"Kak, Ray mau ngomong sesua ..., hah..!!" ujar Ray yang terpotong karena melihat Davin sedang duduk menghadap ke arah cermin besar di kamarnya sambil mempoles wajahnya dengan masker.


"Hmmm, ada apa Tuan Ray?" tanya Davin.


Ray segera menghampiri Davin, ia pun memicingkan matanya ke arah Davin.


"Memang ya satu orang ini, gak bisa hidup kalau tanpa masker," celetuknya.


"Haaaa, kan aku sudah pernah bilang ke anda, Tuan Ray. Supaya gantengku gak luntur," jelas Davin. "Ngomong-ngomong ada apa Tuan Ray kesini?"


"Ya, ya terserah, Ray cuma minta tolong, bisa gak besok sebelum berangkat kerja Kita pergi ke rumah Kak Zuy dulu..!!" pinta Ray sambil duduk di atas tempat tidur.


"Hah! Rumah Zuy? Buat apa Tuan Ray?" tanya Davin yang kebingungan.


"Besok juga pasti Kak Davin tahu," tutur Ray.


"Ya baiklah," ucap Davin.


Ray langsung berdiri. "Yaudah kalau gitu, Ray ke kamar dulu," ujarnya sambil berjalan menuju keluar.


"Kirain mau nemenin aku Tuan," papar Davin.


"Hah..! Dari pada nemenin Kak Davin, mending aku ke kamar, lagian jangan kebanyakan masker, itu muka udah kaya adonan Moci gitu," celetuk Ray sambil menutup pintu kamar Davin.


"Huh dasar Tuan Ray..." seru Davin, ia pun melanjutkan kegiatannya..


********


*Paris (Perancis)


^Rumah Sakit


"Memangnya ada apa denganku?" suara seseorang yang sudah berada di dalam ruangan Mario, sontak membuat Maria dan lainnya melihat ke arah suara tersebut.


"Kimberly..!!"


Ternyata seseorang itu adalah Kimberly yang masuk bersama Liora, lalu mereka pun langsung menghampiri Maria dan lainnya.


"Kimberly kenapa kamu masuk sayang?" tanya Maria sambil berdiri dari duduknya.


"Karena Kim gak sabar ingin bertemu dengan Daddy, tapi pas masuk malah mendengar nama Kim di sebut, memang ada apa?" tanya Kimberly

__ADS_1


"Eummm itu ...," lirih Maria yang bingung mau menjawabnya


"Kimberly, tadi Mam bilang ke Daddy kalau kamu sedih pas dengar Daddy sakit," Mario pun berbohong.


Kimberly pun melihat ke arah Mario dan langsung memeluknya, tangisnya pun pecah.


"Daddy, kenapa Daddy bisa seperti ini, maafin Kim Dad yang selalu sibuk dengan kerjaan Kim, jadi Kim gak tau keadaan Daddy, hiks," kata Kimberly.


"Thanks My Princess, justru Daddy yang minta maaf telah menyembunyikannya dari mu Kim," ucap Mario mengelus kepala Kimberly.


"Mam, ikut Archo sebentar..!!" bisik Archo.


Lalu Maria menganggukkan kepalanya, "Iya, Liora, Kimberly, Mario kami tinggal sebentar ya, Liora tolong ya..!!" pintanya.


"Iya Maria," ucap Liora.


Archo dan Maria pun langsung keluar dari kamar rawat Mario.


"Mario, kenapa kamu gak bilang kalau sedang sakit parah?" tanya Liora


"Maaf Liora, aku gak mau bikin semuanya khawatir," ujar Mario.


"Haaa... kamu memang gak berubah Mario, apa-apa selalu seenaknya sendiri," papar Liora. Mario pun hanya tersenyum saja.


°°°°°°°°°°


Sementara itu...


Setelah keluar dari ruang rawat Mario, Archo dan Maria pun berjalan menelusuri koridor rumah sakit, akan tetapi saat beberapa langkah setelah menjauh dari ruangan Mario, Archo berbalik ke arah Maria, lalu tiba-tiba ia bersimpuh di hadapan Maria, melihat Archo seperti itu, sontak membuat Maria terkejut.


"Archo, apa yang kamu lakukan, ayo berdiri sayang..!!" pinta Maria sambil memegang lengan Archo.


"Mam, Archo mohon maafin semua kesalahan Daddy yang udah bikin Mam tersiksa, setelah mengetahui semuanya, Archo benar-benar malu sama Mam, Archo malu atas apa yang di lakukan Daddy terhadap Mam," ucap Archo, ia pun menitihkan air matanya.


"Archo, ayo berdiri sayang..!!" suruh Maria sambil mengangkat tubuh Archo, Archo pun segera bangun.


"Archo, ayo kita duduk di sana..!!" ajak Maria, lalu mereka pun langsung duduk di kursi panjang yang kebetulan ada di sana.


"Mam, Archo benar-benar merasa bersalah," ucap Archo


Lalu Maria memegang tangan Archo dan satu tangannya mengelus kepala Archo, "Archo, kamu gak salah sayang."


"Tapi gara-gara ini, Mam jadi ninggalin putri kesayangan Mam dan justru malah merawat Archo yang jelas bukan anak kandung Mam," papar Archo.


"Ssst, jangan bicara seperti itu, bagi Mam kamu adalah anak Mam Archo, udah kamu jangan bicara itu lagi, Mam sekarang udah bahagia kok punya Kamu dan Kimberly di sisi Mam," kata Maria.


Mendengar itu, Archo pun langsung menghapus air matanya, "Terimakasih Mam, Archo sangat bersyukur punya Mam seperti anda Mam Maria."


Maria pun langsung menyunggingkan senyumannya.


"Oh iya Mam, setelah Mam ikut dengan Daddy, terus bagaimana dengan orang tua Mam?" tanya Archo


"Mam tidak tahu, setelah ikut Mario, Mam sudah gak dengar kabar mereka lagi, Mario melarang Mam menemui mereka, karena bagi Mario, Orang tua Mam sudah menjual Mam kepadanya, jadi mereka sudah tidak ada tanggungan apa-apa," jelas Maria sambil menundukkan kepalanya.


"Archo, terimakasih banyak," ucap Maria.


"Nama Orang tua Mam siapa? kali aja Archo bisa langsung menemukannya," ujar Archo.


"Nama Mereka adalah Wirawan dan Artiana," jawab Maria


"Baiklah, lalu Archo juga akan menyelidiki wanita yang katanya mirip dengan Mam itu, karena kemungkinan dia Zoya anak Mam," kata Archo.


Akan tetapi Maria malah menggelengkan kepalanya, "Mam sangat tidak Mengharapkan kalau wanita itu adalah Zoya," celetuknya.


"Ke-kenapa Mam?"


"Karena adikmu Kimberly sangat membencinya dan lagi dia yang membuat sikap Ray berubah terhadap Kimberly," jelas Maria


"Apa..!!!"


********


^Di Rumah Ray


Keesokan harinya, waktu menunjukkan pukul 05.15 Am, Zuy pun langsung bangun, ia beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya menuju ke kamar mandi.


Tak berapa lama kemudian, ia pun keluar dari kamar mandi, Zuy lalu berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. lalu ia membuka pintu kulkas dan mengambil bahan-bahan makanan yang akan ia masak.


Beberapa saat kemudian, Zuy pun akhirnya selesai masak dan langsung menyiapkan makanan yang sudah matang itu ke meja makan, setelah itu ia langsung ke kamarnya untuk berganti pakaiannya.


Davin pun baru bangun dari tidurnya, dengan wajah yang masih di penuhi polesan masker dan mata yang masih sayu, ia langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi, Begitu juga dengan Ray.


Beberapa saat kemudian, setelah semuanya sudah pada selesai melakukan Aktivitas pagi mereka. Davin langsung menuruni tangga, di susul dengan Ray yang berada beberapa jarak dari Davin.


"Pak Davin, Tuan Muda, selamat pagi.." sapa Zuy yang sedang menyiapkan makanan untuk Ray dan Davin.


"Selamat pagi Zuy," sahut Davin


"Selamat pagi juga Kak," sambung Ray sambil menghampiri Zuy, lalu mereka pun langsung duduk.


"Waah enak banget baunya," ucap Davin sambil mengendus-endus kaya kucing.


"Maaf merepotkan Kakak," ucap Ray.


"Apa sih Tuan Muda, gak repot kok, selamat makan..!!"


"Selamat makan...!!" ucap Ray dan Davin bersama.


Mereka langsung menyantap sarapannya, setelah selesai makan, Zuy lalu membereskan semuanya. lalu ia bersiap-siap untuk berangkat kerja.


"Pak Davin, Tuan Muda, Zuy duluan ya.." kata Zuy


"Iya hati-hati Kak, awas jangan ngebut bawa motornya," ucap Ray.

__ADS_1


"Baik Tuan Muda, bye.." lalu Zuy berjalan melewati ruang depan dan menuju ke arah pintu keluar. Setelah itu ia pun langsung pergi.


"Tuan Ray apa kita jadi ke rumahnya?" tanya Davin


"Iya Kak, sebentar lagi kita berangkat kesana..!!" perintah Ray.


"Baik Tuan Ray.."


Beberapa saat kemudian, mereka pun langsung berangkat ke Perusahaan CV, namun sebelum itu mereka mampir dulu ke rumah Zuy.


**********


^Di Rumah Zuy


Mereka pun akhirnya di rumah Zuy, setelah menempuh perjalanan selama 15 menit.


"Tuan Ray kita sudah sampai," ujar Davin, "Terus kita mau ngapain Tuan Ray?"


"Hmmm Kak Davin, bisakah Kak Davin keluar dari mobil terus berpura-pura mencari Zuy, aku ingin mengetahui apa yang terjadi nanti," pinta Ray


"Hah, baiklah Tuan Ray," ucap Davin, ia pun langsung turun dari mobilnya dan bergegas menuju ke rumah Zuy. Sedangkan Ray hanya mengintai dari dalam mobil.


"Aneh, sebenarnya maksud Tuan Ray apa ya?" tanya Davin kebingungan.


Ia pun sudah berada di depan rumah Zuy, sesuai perintah Ray, Davin pun langsung mengetuk pintu rumah Zuy.


Tok.. Tok.. Tok..


"Zuy, Zuy apa kamu di dalam?" tanya Davin yang pura-pura, ia pun terus seperti itu, sampai pada akhirnya...


"Cari siapa Pak?" seru Bu Ima, lalu ia menghampiri Davin.


"Eeh, maaf Bu kalau saya berisik pagi-pagi, saya sedang mencari Zuy, apa dia masih di rumah?" tanya Davin


"Dia dari kemaren tidak pulang Pak, saya juga khawatir Pak, takut dia kenapa-napa, soalnya kemarennya itu dia ...," lirih Bu Ima.


"Hmmm, memangnya ada Bu?" saking penasaran Davin pun bertanya kembali.


"Soal itu sebenarnya ...," baru saja ingin menjelaskan, tiba-tiba..


"Ima..." seru seseorang dari arah jalan depan rumah Zuy.


Bu Ima dan Davin pun langsung menoleh ke arah suara tersebut.


"Ida..!! ngapain dia sih, aduh bisa masalah lagi," ujar Bu Ima.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, ternyata seseorang itu adalah Ida.


"Memangnya ada apa dengan dia Bu?" tanya Davin


"Tidak ada apa-apa, cuma dia orang yang suka cari masalah," ujar Bu Ima.


"Oh jadi begitu ya," lirih Davin, lalu ia mengeluarkan Hpnya dan menghubungi Ray, namun ia sengaja menaroh hpnya di saku bajunya.


Lalu Ida bersama dengan Bu Isma menghampiri Davin dan Bu Ima.


"Ida ngapain kamu kesini?" tanya Bu Ima


"Ya terserah saya dong, Oh ada laki-laki lagi ya yang datang kesini, dan lagi ini berbeda dari yang kemaren-kemaren, tuh Isma benarkan kataku juga kalau Zuy itu Wanita gak benar sama persis seperti Nana," ujar Bu Ida


"Waah jadi begitu ya, berarti ini laki-laki yang ke berapa Da?" tanya Bu Isma.


"Ke seratus kali.." paparnya.


"Ida jaga bicara kamu, untung saja Zuy gak ada di sini, ini gara-gara omonganmu yang gak bener itu jadi dia gak pulang," pekik Bu Ima


"Lho.. dia gak pulang kenapa saya yang di salahin, siapa tahu dia pulang ke Nana, atau ke Laki-laki yang sering bersamanya, Oh iya Tuan yang terhormat, kalau menurutku anda jangan dekat-dekat dengannya, soalnya dia sering banget bawa laki-laki kesini," kata Ida sambil melihat ke arah Davin.


"Idaaaa cukup jaga mulutmu itu..!!" sergah Bu Ima.


"Hmmm, jadi seperti itu ya anda menilai seseorang," pekik Davin sambil tersenyum sinis. Lalu kemudian...


Prok.. Prok.. Prok...


"Oh, pantas saja Calon istriku dari kemaren terlihat sangat sedih dan tidak mau pulang ke rumah, ternyata ada tukang gosip di sini.." pekik Ray sambil berjalan menghampiri mereka.


Lalu Bu Ida dan lainnya pun langsung menoleh ke arah Ray.


"A-apa, ca-calon Istri?!!"


***Bersambung


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\={\=\=\=\=\=\=\=


Hai Kakak2 Readers dan Kakak2 Author tersayang., sambil nunggu Updetnya Cintaku Untuk Pengasuhku, yuk luangin waktu buat mampir dan baca Karya dari Kakak-Kakak Author seperjuanganku.. di jamin kalian akan suka dengan Ceritanya.. jangan lupa Like Rate Vote.. 🙏🙏










^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... ✌😉😉✌


__ADS_2