
<<<<<
"Hmmm, lalu apa kamu sudah menemukan putri kandungmu itu Maria?" Mario pun bertanya kembali.
Mendengar pertanyaan Mario, sontak membuat Archo terkejut.
"Apa Putri Kandung?"
Mereka pun langsung melihat ke arah Archo.
"Apa maksudnya putri kandung Dad, apa Mam punya anak lagi selain Kimberly?" tanya Archo.
"I-itu Mam bisa menjelaskannya, sebenarnya Mam ...," Maria mencoba menjelaskan ke Archo, akan tetapi...
"Sebenarnya, Maria mempunyai anak perempuan yang usianya sama sepertimu Archo," jelas Mario
Archo pun semakin terkejut mendengar penjelasan dari Mario.
"Hah, benarkah itu Mam?" tanya Archo sambil menatap ke arah Maria.
Maria langsung memalingkan wajahnya dan ia pun menganggukkan kepalanya.
"I-iya Acho, Mam sebenarnya punya anak Perempuan yang usianya sama sepertimu," lirih Maria.
"Lalu kenapa kalian menyembunyikan ini dari kami, Mam, Dad?" Archo kembali bertanya, tangannya pun mulai gemetaran.
"Mam gak bermaksud menyembunyikannya, Mam hanya ...,"
"Archo, ini semua karena salah Dad, Daddy yang melarang Maria untuk tidak menceritakan ke siapa-siapa kalau sebenarnya dia sudah punya anak," jelas Mario
°°°°°°°°°°°°°°°°
**Beberapa Tahun Sebelumnya...
Pada saat itu, sebenarnya kehidupan Maria sangatlah sempurna dan bahagia, ia akhirnya menikah dengan laki-laki yang selalu ia kagumi semasa hidupnya, laki-laki itu adalah Papahnya Zuy. Kebahagian mereka semakin bertambah dengan kehadiran Zuy di dunia ini. Namun pernikahan mereka tidak di restui oleh kedua orang tua Maria.
Akan tetapi, setelah usia Zuy menginjak satu bulan, kehidupan mereka berubah, Papahnya Zuy tiba-tiba kehilangan pekerjaannya, ia di pecat oleh Atasannya akibat di Fitnah, Maria yang mengetahui itu, sontak membuatnya terkejut dan bersedih. Lalu Papahnya Zuy mencoba mencari pekerjaan lain, tapi hasilnya Nihil, tidak ada yang mau menerimanya, ia pun hampir putus asa.
Namun Maria selalu memberikan dukungan dan semangat kepada suaminya itu, membuat Papahnya Zuy kembali bersemangat mencari pekerjaan.
Waktu terus berjalan, tak terasa sebulan berlalu kini usia Zuy menginjak dua bulan, namun kehidupan mereka sudah tidak seperti dulu lagi, memang Papahnya Zuy sudah mempunyai pekerjaan namun hanya seorang Buruh yang penghasilannya tak seperti dulu.
Setelah kurang dari sebulan ia bekerja, ujung-ujungnya ia di berhentikan lagi. Kesabaran Maria pun mulai goyah, lalu tanpa seizin dari suaminya, ia pergi ke rumah orang tuanya yang berada di Kota untuk meminta bantuan.
^Kediaman Orang tua Maria
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, Maria pun sampai di rumah orang tuanya. Namun ia melihat beberapa orang terlihat berbadan kekar sedang berdiri di depan pintu rumahnya. Maria pun langsung bergegas menuju ke rumahnya, sesampainya...
"Ada apa ini, siapa kalian sebenarnya?" tanya Maria
Lalu Maria mencoba masuk ke dalam rumahnya, akan tetapi salah satu orang tersebut, menghalangi Maria.
"Maaf Nona, yang tidak berkepentingan di larang masuk..!!" pintanya.
"Tidak berkepentingan? apa kalian tau saya adalah anak pemilik rumah ini..!!" sergah Maria, lalu ia pun mendorong orang tersebut dan langsung masuk ke dalam rumahnya.
Braaaaak
Maria lalu mendobrak pintu secara kencang, membuat orang yang berada di dalam terkejut dan melihat ke arahnya.
"Maria..." lirih ibunya Maria.
Maria kaget melihat orang tuanya sedang berlutut di hadapan seseorang.
"Ayah, Bunda, ada apa ini dan lagi siapa dia?" tanya Maria sambil menunjuk ke arah orang tersebut.
"Hmmm, siapa wanita Cantik ini?" tanya seseorang itu.
"Dia Maria anak kami, namun kami sudah mengusirnya karena dia lebih memilih orang lain," jelas Ayahnya Maria.
Lalu orang itu mendekati Maria, ia menatap ke arah Maria.
"Hmmm menarik, perkenalkan nama saya Mario Fuca," ia lalu mengulurkan tangannya, bukannya membalas, Maria malah menghampiri Orang tuanya.
"Ayah, Bunda, apa yang terjadi?" tanya Maria.
"Bukan urusanmu, ini semua gara-gara kamu, dasar anak tidak tau di untung," bentak Ayahnya.
Maria pun langsung menundukkan kepalanya dan ia menitihkan air matanya, "Bagaimana caranya agar kalian mau memaafkanku?"
Lalu Mario yang melihat Maria menangis langsung menghampiri Maria dan berlutut di hadapan Maria.
"Jangan buang Air mata berharga mu itu," ucapnya sambil memegang dagu Maria. akan tetapi Maria malah menepis tangannya.
"Maria apa yang kamu lakukan?" sergah Ayahnya.
"Hmmm, aku punya penawaran yang menarik untuk kalian," ujar Mario. Lalu Orang tua Maria langsung menoleh ke arah Mario.
"Penawaran apa itu Mr Mario?" tanya Ayahnya Maria.
"Bagaimana kalau kalian, memberikan Maria padaku, kebetulan aku sedang mencari seorang ibu untuk anakku yang masih bayi," ucap Mario, mendengarnya membuat semua terkejut, terutama Maria.
"Tidak mungkin, aku tidak mau.." sergah Maria.
__ADS_1
"Oh begitu, yaudah aku akan mengirim mereka ke penjara, dan mereka akan di tahan seumur hidup, karena hutang mereka padaku," gertak Mario.
"Maria, kamu ingin permintaan maaf mu di terima kami kan, Ayah mohon sekali saja kamu nurut, kasihan Bundamu itu sakit-sakitan terus, apa kamu mau lihat Bundamu mati di penjara," pinta Ayahnya Maria.
Maria pun langsung melihat ke arah ibunya, benar saja ibunya kini terlihat sangat kurus, Maria bingung harus bagaimana, dan harus apa, karena ia pun masih punya suami dan anak.
"Ayo kasih jawaban sekarang..!!" bentak Mario. Maria pun langsung menarik dan membuang nafasnya.
"Huuu, baiklah demi orang tua aku mau, tapi izinkan aku bertemu dengan suami dan anakku untuk terakhir kalinya," ucap Maria.
"Bagus kalau gitu, besok aku akan antar kamu kesana," kata Mario, ia lalu bergegas pergi. Maria pun langsung menangis sejadi-jadinya, Ibunya langsung memeluk Maria.
Keesokan harinya, Maria pun kembali ke rumah suaminya, namun ia malah merapihkan barang-barang miliknya, ia lalu melihat ke arah Zuy yang tengah tertidur, setelah puas melihat anaknya, ia pun bergegas pergi, Papahnya Zuy yang mengetahuinya segera menggendong Zuy yang tertidur dan mengejar Maria. (kisahnya ada di Bab.16)
Setelah itu, Maria langsung di bawa ke Paris oleh Mario, beberapa hari kemudian, mereka melakukan acara pernikahan di sana. Maria pun sah menjadi istri Mario dan ibu sambung Archo, Mario melarang Maria untuk tidak mencari atau mengungkit anaknya itu. Lalu empat tahun pernikahannya dengan Mario, ia akhirnya melahirkan anak Perempuan yang di beri nama KIMBERLY FUCA.
Flashback End
"Begitulah ceritanya Archo," jelas Maria.
"Lalu apa kemaren Mam sudah bertemu dengan anak Mam itu?" tanya Archo
Maria pun menggelengkan kepalanya, dan berkata, "Belum, akan tetapi Mam bertemu dengan perempuan yang usianya sama dengan Zoya, wajahnya pun mirip dengan Kimberly."
"Mungkin saja itu putrimu Maria, Maria jika benar dia itu putrimu, kamu bawa dia kesini dan aku akan menerima dan mengakui Putrimu sebagai Anakku juga," papar Mario,
Mendengar Mario berbicara seperti itu, Maria dan Archo pun tertegun dan langsung menatap Mario.
"Benarkah itu Mario?" tanya Maria dengan raut wajah yang nampak senang.
Mario pun menganggukkan kepalanya, "Iya Maria, aku akan menerimanya."
"Lalu bagaimana dengan Kimberly?" tanya Archo, Lalu..
"Memangnya ada apa denganku?" suara seseorang yang sudah berada di dalam ruangan Mario, sontak membuat Maria dan lainnya melihat ke arah suara tersebut.
"Kimberly..!!"
**********
^Di Rumah Ray
"Siapa yang Kakak sebut bodoh?" tiba-tiba seseorang sudah berada di belakang Zuy.
Zuy lalu menoleh ke belakang, "Tu-Tuan Muda..!!"
Ray pun langsung berjalan mendekati Zuy, Zuy mencoba menghindar dan berjalan mundur, akan tetapi Zuy malah mentok depan wastafel, lalu tangan Ray langsung menghalangi Zuy.
"Hmmmm, coba Kakak jelaskan padaku, siapa yang Kakak sebut bodoh tadi..!" titah Ray sambil menyunggingkan senyuman di bibirnya.
"Hmmm ayo ngaku, kalau gak ngaku, Ray gelitikin pinggang Kakak sampai Kakak mengaku," papar Ray.
"Kan tadi Zuy udah ngaku, kalau Zuy gak bilang bodoh Tuan Muda.." ucap Zuy
Ray lalu memicingkan matanya ke arah Zuy, dan ia pun mendekatkan wajahnya ke arah Zuy, Lalu kemudian..
"Apa yang kalian lakukan?" suara seseorang yang sudah berada di belakang Ray.
Mereka pun langsung menoleh ke arahnya, dan sontak membuat mereka terkejut.
"Bi-Bi Nana.." ucap mereka bersama, lalu Ray buru-buru menjauh dari Zuy.
"Zuy, Tuan Muda, kalian tadi sedang apa?" tanya Bi Nana sambil menatap tajam ke arah keduanya.
"Ah itu, anu ...," Zuy pun bingung harus jawab apa, akan tetapi...
"Itu Bi, tadi Ray mau cuci tangan, Kakak malah ngehalangin Ray Bi," ujar Ray sambil melipatkan kedua jarinya ke belakang.
"Apa benar Zuy?" tanya Bi Nana yang belum percaya.
"I-iya Bi, soalnya Zuy juga sedang pakai wastafelnya," jelas Zuy.
"Oh begitu, Tsk, aduh dasar kalian ini, udah pada gede tetap saja ya," ucap Bi Nana sambil menepuk jidatnya.
"Maaf Bi..." ucap berdua.
Lalu Bi Nana pun berbalik dan berjalan menuju ke ruang tengah, di ikuti oleh Zuy dan Ray. Setelah berada di ruang tengah, mereka pun langsung duduk di sofa yang berada di sana.
"Zuy.."
"euuum, iya Bi?" tanya Zuy sambil menoleh ke Bi Nana.
"Untuk sementara kamu jangan pulang dulu ya, sampai keadaannya membaik. Bi Nana takut si Ida bikin masalah lagi," tutur Bi Nana.
"Maaf menyela, memangnya Ida ini siapa Bi, kenapa selalu buat masalah dengan kalian?" tanya Ray
"Hmmm, dia itu dulunya teman kerja Bi Nana waktu di Resto Papinya Nara, yang Bi Nana tau dia suka sama Papinya Nara, tapi Papinya Nara malah suka sama Bibi dan melamar Bibi. Setelah mengetahui itu, Ida sangat kecewa dan ternyata sampai sekarang ia masih menyimpan dendam pada Bi Nana," jelas Bi Nana.
"Kok bisa dia dendam sama Bi Nana?" tanya Ray
"Bi Nana juga gak tahu Tuan, dulu dia juga begitu sama Bi Nana, dan sekarang malah Zuy yang jadi sasaran," ujar Bi Nana,
"Hmmm, Ida ya..." batin Ray
__ADS_1
"Nah Zuy, Bi Nana mohon, kamu jangan pulang dulu ya."
"Ta-tapi Bi Nana.." lirih Zuy.
"Ya kan kamu bisa tinggal di rumah Bi Nana untuk sementara waktu Zuy, Bi Nana gak mau dia menyebar gosip yang gak benar tentang mu Zuy," tutur Bi Nana
"Iya Zuy mengerti, Zuy akan tinggal dengan Bi Na ...," kata Zuy, namun..
"Tunggu, Bi Nana kalau boleh, Kakak tinggal di sini sama Ray ya Bi. Ray janji akan melindungi Kakak dan gak akan ngapa-ngapain Kakak, boleh ya Bi Nana.." pinta Ray
"Hah, Bi Nana sih setuju, lalu bagaimana dengan kamu Zuy?" tanya Bi Nana sambil menatap Zuy
"Tapi kalau Zuy tinggal dengan Bi Nana, itu berarti Zuy akan ngerepotin Bi Nana lagi, Zuy gak mau jadi beban lagi buat Bi Nana," batin Zuy,
"Zuy setuju kalau harus tinggal dengan Tuan Muda untuk sementara waktu Bi," jawab Zuy.
Mendengar itu wajah Ray langsung sumringah, "Yes, Kakak memilih tinggal denganku, berarti Kakak gak deket dengan Aries," batin Ray.
"Yaudah kalau gitu, Tuan Muda Bi Nana titip Zuy ya, awas jangan sampai dia kenapa-napa, kalau Zuy kenapa-napa, Tuan Muda yang harus bertanggung jawab," tutur Bi Nana.
"Iya Bi, Ray janji akan selalu melindungi Kak Zuy," ucap Ray sambil mengangkat tangannya.
"Tuan Muda..!!" lirih Zuy, lalu kemudian..
Ting Tong..
"Ah sepertinya Aries datang, Bi Nana bukain pintu dulu ya," kata Bi Nana
"Bi Nana, biar Zuy aja yang bukain pintunya," Zuy lalu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke ruang depan, Ray pun juga sama dan mengikuti Zuy.
"Tuan Muda kenapa mengikuti Zuy," ucap Bi Nana
Setelah berada di pintu, Zuy pun langsung membukakan pintunya.
"Zuy..."
"Kak Aries selamat datang, Bi Nana udah di nunggu Kakak dari tadi, ayo masuk..!!" ajak Zuy.
Namun dengan tiba-tiba Aries langsung memeluk Zuy.
"Kak, apa yang Kak Aries lakukan?" tanya Zuy mencoba melepaskan pelukan Aries.
"Syukurlah kamu gak apa-apa Zuy, aku sempat khawatir, soalnya tadi Tante cerita ke Aries kalau kamu itu sedang punya masalah," ujar Aries.
Melihat Aries memeluk Zuy, sontak membuat Ray kesal dan cemburu, ia langsung menghampiri mereka.
"Ehemmm..."
Melihat Ray sudah berada di situ, Aries pun langsung melepaskan pelukannya.
"Tuan Ray, apa kabar?" tanya Aries sambil mengulurkan tangannya
"Baik Tuan Aries," jawab Ray sambil menjabat tangan Aries.
"Lho Ries udah datang, mau langsung pulang apa di sini dulu?" tanya Bi Nana
"Kita langsung pulang aja Tante," kata Aries.
"Yaudah kalau gitu, Bi Nana ambil tas dulu, sekalian panggil Nara," ujar Bi Nana. Lalu Bi Nana pun pergi.
"Kenapa Kak Aries gak duduk sebentar?" tanya Zuy
"Gak Zuy, Kakak mau langsung pulang dan istirahat, udah ngantuk soalnya," kata Aries.
Tak lama kemudian, Bi Nana datang bersama Nara
"Ayo Ries, oh iya Zuy, Bi Nana pulang ya, kamu jaga kesehatan ya, kalau ada apa-apa langsung hubungi Bi Nana ya," tutur Bi Nana sambil memeluk Zuy.
"Iya Bi Nana," ucap Zuy, lalu Bi Nana pun melepaskan pelukannya.
"Tuan Muda, ingat pesan Bi Nana," papar Bi Nana
"Siaaaaap Bi Nana," ucap Ray.
"Zuy, Tuan Ray, kami pamit dulu," pamit Aries sambil menggendong Nara.
Lalu Bi Nana dan Aries pun pergi, Ray dan Zuy kembali masuk ke dalam rumah. Ray lalu menutup pintu rumahnya.
"Euum Kakak,"
"Ada apa Tuan Muda?" tanya Zuy sambil membalikan badannya ke arah Ray.
"Besok siang kita pergi yuk..!!" ajak Ray
Zuy lalu mengangkat satu alisnya dan bertanya, "Hmmmm, pergi kemana Tuan Muda?"
"Kita ke Boutique Fashion.." jelas Ray.
Mendengar itu, Zuy pun langsung tercengang, "Hah, B-boutique Fashion..!!"
***Bersambung...
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... ✌😉😉✌