
<<<<<
"Pasti dong Mi, tapi aku gak peduli dengan yang lainnya, aku hanya ingin Tuan Ray yang terpanah melihat kecantikanku," kata Erlin.
"Pasti sayang, pasti dia akan terpanah melihatmu..."
"Aaah, Erlin benar-benar gak sabar Mi," seru Erlin sambil jingkrak-jingkrak di atas tempat tidurnya.
"Hei sayang, Mami tahu kamu gak sabar, tapi jangan seperti itu, lihat kan maskermu jadi rusak," ujar Linda
Mendengar itu, Erlin pun langsung kembali duduk di atas kasur, lalu ia melihat ke arah cermin, ternyata benar masker yang di pakainya rusak, sontak Linda pun segera memanggil para pelayan Salon tadi.
***********
Paris (Perancis)
Archo dan Maria masih berada di tempat yang sama, Archo sangat terkejut apa yang telah di katakan oleh Maria. Bahwa dia tidak mengharapkan kalau wanita itu (Zuy) adalah anaknya Zoya. (Bab.70)
"Mam apa benar yang di katakan Mam itu?" tanya Archo
"Iya Archo itu benar, makanya Mam gak berharap bahwa dia itu Zoya. Ya jujur saja walau awalnya Mam berharap bahwa dia Zoya, tapi sekarang bagi Mam dia hanya wanita yang akan menjadi pengganggu hubungan Ray dan Kimberly," tegas Maria
Archo pun langsung menundukkan kepalanya, "Oh begitu ya Mam," lirih Archo, "Sebenarnya aku gak pernah setuju kalau Kimberly dengan Ray bersama, bahkan sampai mereka bertunangan, karena gara-gara Ray, Daddy jadi seperti ini, pokoknya aku harus bisa menemukan dan menyelidiki wanita itu," batin Archo.
"Archo..."
Archo pun langsung menoleh, "Iya Mam, ada apa?"
"Ayo kita kembali ke kamar Daddy kamu, mereka pasti nungguin kita," ajak Maria.
"Iya Mam.."
Mereka langsung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas menuju ke kamar rawat Mario.
*************
Boutique Fashion CZV
Ternyata Yiou mengajak Ray dan Zuy ke ruangan khusus untuk kalangan atas, dimana di ruangan itu terpajang desain gaun yang mewah dan bagus, Yiou pun langsung memanggil salah satu pegawainya.
"Ayra...!!"
Ayra langsung menghampiri Yiou, "Ada apa Mrs Yiou?" tanya Ayra (pegawai)
"Tolong kamu bawa Nona ini ke Fitting Room, disana saya sudah sediakan gaun untuknya, dan tolong bantu dia juga ya..!!" perintah Yiou
"Baik Mrs Yiou, ayo Nona ikut saya..!!"
"Ta-tapi saya," hardik Zuy
"Udah Kak, ehem maksudnya sayang kamu ikut saja ya, biar aku tunggu disini," ujar Ray
Mendengar ucapan Ray yang bilang sayang, mata Zuy membulat dan ia pun langsung menatap Ray.
"Sa-sayang kenapa menatapku seperti itu, ayo ikut Kakak ini ya," pinta Ray, Ray pun tersenyum ke arah Zuy.
"Baiklah.." lirih Zuy, ia mengikuti Ayra menuju ruang ganti.
Selama Zuy mencoba gaunnya, Ray langsung duduk di sofa yang berada di ruangan itu, Yiou lalu menghampiri Ray.
"Nih Tuan dingin untukmu.." ujar Yiou sambil memberikan minuman kaleng ke Ray.
"Terimakasih Tante.." ucap Ray.
Mendengar Ray memanggilnya Tante, Yiou langsung mendengus kesal, ia lalu memicingkan matanya ke arah Ray, dan kemudian ia pun menarik telinga Ray.
"Awwww, sakit Tante," rintih Ray.
"Ayo ulangi lagi panggilanmu Tuan Muda dingin," pekik Yiou yang terus menarik telinga Ray.
"Iya-iya Kak Yiou.."
Yiou pun langsung melepaskan tangannya dari telinga Ray.
"Aduh merah nih telingaku.." gumam Ray sambil mengusap-usap telinganya.
Yiou lalu duduk di samping Ray, "Uuh, udah berapa kali di bilang jangan panggil aku Tante."
"Memangnya kenapa, takut tua ya Tan?!!" celetuk Ray sambil membuka minuman kaleng yang di pegangnya.
"Dasar anak ini, gak di Amerika gak disini selalu bikin kesal, keponakan gak ada akhlak," gerutu Yiou sambil memukul pundak Ray.
"Hahaha, iya ampun.."
Yiou pun langsung menghentikan pukulannya, lalu tangannya Yiou beralih memegang kepala Ray.
"Hmmmm, walau kamu seperti itu, tapi aku sangat bangga padamu Rayyan, kamu bisa punya Perusahaan sendiri," ucap Yiou.
"Terimakasih Kak Yiou, Ray seperti ini juga karena dukungan dari semua," ucap Ray, ia pun meminum minuman kaleng yang berada di tangannya itu.
"Hmmmm Rayyan.."
"Ada apa Kak?!!" tanya Ray sambil melihat ke arah Yiou.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku cuma merasa aja kalau Zuy itu sangat mirip dengan Maria," jelas Yiou
"Ah mungkin hanya perasaan Kak Yiou saja," celetuk Ray
"Hmmm, kamu benar juga ya Rayyan, lalu dia itu siapamu Ray?"
"Bisa di bilang dia itu calon istriku Kak," jelas Ray
Mendengar penjelasan Ray, Yiou pun langsung menepuk-nepuk punggung Ray.
"Waah hebat kamu Ray, ternyata hatimu yang sedingin dan sebeku es itu bisa di cairkan olehnya, hahaha," ledek Yiou.
"Kak Yioooou.."
"Hahahaha," Yiou pun tertawa melihat wajah kesal Ray.
Lalu tak lama kemudian, Zuy keluar dari ruang ganti. Ia mengenakan ball gown dress berwarna biru muda tanpa lengan dan bagian dadanya pun menonjol, terlihat sangat cocok untuknya. Ray dan Yiou segera berdiri dari tempat duduknya.
Ray pun langsung terpesona, wajahnya memerah seperti kepiting rebus, matanya pun tidak berkedip sama sekali karena melihat keindahan yang ada di depannya.
"Ray, bagaimana menurutmu, cantikkan?" tanya Yiou
Akan tetapi Ray tidak menjawabnya karena matanya fokus pada Zuy. Yiou yang merasa di abaikan langsung menepuk keras pundak Ray.
PAAAAAAAK...
"Aduuh, Kak Yiou suka banget mukul.." gerutu Ray.
"Hoe Tuan dingin, terpesona sih boleh-boleh saja, tapi pandanganmu itu lho ngarahnya kemana," celetuk Yiou
Mendengar celetukan dari Yiou, Zuy pun segera menutupi bagian dadanya dengan tangannya.
"Dasar Tuan Muda mesum.." seru Zuy
"Aah, itu.. anu Kak, Ray gak bermaksud seperti itu Kak, beneran deh," ujar Ray terbata-bata.
Lalu ia mendekati Yiou, "Kak Yiou, bisakah kau mengganti gaunnya..!!" pinta Ray
"Tapi itu bagus lho, hmmm tapi yaudah kalau gitu, Ayra tolong ya..!!" suruh Yiou. Lalu Zuy pun kembali ke ruang ganti.
Tak lama kemudian Zuy pun keluar dari ruang ganti, namun kali ini ia menggunakan mini dress berwarna merah panjangnya di atas lutut, berlengan pendek dan dadanya sedikit menonjol, membuat lekuk tubuhnya terlihat indah.
Lagi-lagi Ray langsung terpesona melihat keindahan di depannya. Lalu kemudian...
"Bagaimana kalau yang ini?" tanya Yiou
Ray langsung menatap tajam ke arah Yiou, "Ganti Kak, walau Ray suka, tapi Ray gak mau tubuhnya terlihat oleh orang lain," pinta Ray
"Ba-baiklah-baiklah aku mengerti, Ayra..!!
Ray dan Yiou pun kembali duduk di atas sofa.
"Kak Yiou, kenapa Kakak ngasih gaunnya seperti itu sih, walau Ray suka, tapi Ray gak mau kalau ada orang lain melihat bagian tubuh calon istriku, cukup Ray saja yang melihatnya," jelas Ray sambil melihat ke arah Yiou.
"Hmmm, bukannya kamu yang minta Ray," jelas Yiou
Mendengar penjelasan Yiou, ia pun langsung kebingungan, "Hah, kapan Ray ngomong begitu?"
"Lho, Davin kemaren bilang padaku kalau kamu itu minta Gaun yang bagus, sexy dan bagian dadanya terlihat gitu," lontar Yiou
"Apa, jadi ini ulah Kak Davin, dasar si adonan Moci itu ya," gumam Ray.
°°°°°°°°
Sementara itu..
"Hatchuuuuu.. duuh kenapa tiba-tiba merasakan hawa dingin yang menusuk dari belakang ya, apa jangan-jangan karena suhu AC-nya kegedean kali ya," ujar Davin menggosok-gosok tengkuk lehernya.
°°°°°°°°°
"Hahaha, ternyata Davin dari dulu gak pernah berubah ya, selalu saja ngerjain kamu Ray," papar Yiou.
"Ya begitulah Kak, namanya juga si adonan Moci," celetuk Ray.
Lalu Zuy pun keluar dengan gaun ketiganya.
"Nah bagaimana dengan yang itu Ray?" tanya Yiou
Tanpa pikir panjang, Ray pun langsung menganggukkan kepalanya, "Aku ambil yang itu aja Kak, terus sekalian gaun yang di coba tadi," kata Ray.
"Waah, Tuan dingin sangat dermawan sekali, yaudah tunggu sebentar ya," ucap Yiou sambil memegang kepalanya Ray.
"Iya Kak Yiou..." ucap Ray
Zuy yang melihatnya pun hanya bisa tersenyum, "Mereka sangat akrab sekali," batin Zuy.
Setelah beberapa saat kemudian, Ray dan Zuy pun langsung berpamitan pada Yiou.
"Kak Yiou, kami berdua pamit dulu ya, terimakasih atas bantuannya," ucap Ray
"Sama-sama Tuan dingin," kata Yiou, lalu ia mendekati Zuy, "Hei cantik, pesanku kalau dia macam-macam, kamu tendang aja barang berharga miliknya," bisiknya pada Zuy.
"Barang berharga?!!" tanya Zuy yang kebingungan
__ADS_1
"Kak Yiou mulai lagi deh, yaudah kami pergi dulu," kata Ray sambil mulai melangkahkan kakinya.
"Ya kapan-kapan sering main kesini lah," seru Yiou, "Hmmm, aku harap dia bisa jagain Rayyan,"lirihnya.
Setelah sampai di depan dan di dekat mobilnya, Ray pun membukakan pintu mobilnya untuk Zuy.
" Silahkan masuk Tuan putri.." kata Ray
"Hmmm, habis ini kita kembali ke Perusahaan ya Tuan, soalnya ini waktunya kerja," ujar Zuy.
Ray pun menggerakkan jari telunjuknya, "No.. no.. setelah ini ada banyak yang harus di siapkan, lagian Kakak kan perginya dengan Ray, jadi Kakak gak perlu khawatir," jelas Ray, "Ayo masuk Kak..!!"
"Hmmm, yaudah kalau gitu," lirih Zuy, lalu ia pun langsung masuk ke dalam mobil, di susul dengan Ray.
Lalu Ray menancapkan gas mobilnya dan pergi meninggalkan Boutique Fashion itu.
**************
Rumah Bi Nana
Sementara itu, Bi Nana bersantai sambil menonton tv sendirian, karena Aries sudah berada di Resto sedangkan Nara lagi tidur, lalu kemudian...
Trrrrrrt... Trrrrrrt... Trrrrrrt...
Hp Bi Nana pun bergetar, ia langsung mengambil hpnya yang berada di atas meja, Bi Nana lalu melihat ke arah layar hpnya.
"Kak Ima.., hmmm ada apa ya?" Bi Nana pun menjawab telponnya..
"Halo Kak Ima.."
"Iya Na, ini aku.." kata Bu Ima
"Iya Kak, ada apa Kak, apa ada sesuatu di sana?" tanya Bi Nana
"Iya Na, makanya aku menelpon, oh iya apa Zuy ada, terus apa dia baik-baik saja Na?" tanya balik Bu Ima
"Zuy sedang bekerja Kak, ya dia baik-baik saja Kak," jelas Bi Nana.
"Oh, Syukurlah kalau begitu Na, oh iya Na, sepertinya Ida bakalan nyari Zuy," kata Bu Ima.
Mendengar itu, Bi Nana pun terkejut, "Apa..!! untuk apa orang itu mencari Zuy, apa dia mau bikin masalah lagi dengan Zuy?" tanya Bi Nana.
"Tidak, justru dia mau minta maaf sama Zuy, soalnya tadi pagi itu calon suaminya Zuy datang, lalu dia memarahi si Ida habis-habisan," jelas Bu Ima
"Tunggu.. Tunggu.. tadi Kak Ima bilang calon suaminya Zuy?" tanya Bi Nana yang semakin terkejut.
"Iya Na, tadi pagi dia sengaja datang kesini, kalau gak salah namanya Tuan Rayyan Na, dia yang mengakuinya sendiri kalau dia adalah calon suaminya Zuy," ujarnya
"Hah tadi Kak Ima bilang calon suaminya Zuy itu Rayyan?!!"
"Iya Na, kok kamu terkejut sih Na, apa jangan-jangan kamu baru mengetahuinya?" tanya balik Bu Ima.
"Ah bukan begitu, yaudah kalau gitu, terimakasih infonya Kak, Nana tutup telponnya ya," kata Bi Nana
"Baik Na, salam buat Zuy..."
Lalu telpon pun di akhiri.
Setelah mendengar cerita dari Bu Ima, ia pun langsung mengingat semua ucapan Ray, dari Ray minta izin ke Bi Nana, sampai dia bilang bahwa melindungi Zuy adalah kewajibannya dan bahkan sampai bilang menikahinya.
"Hmmm, jadi ucapan Tuan Muda waktu itu adalah Zuy, kalau udah gini, lebih baik aku harus bertanya pada mereka," kata Bi Nana,
Lalu Bi Nana langsung mematikan tvnya, ia pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas menuju ke kamarnya.
********************
Rumah Pak Wildan
Malam pun datang, acara yang di nantikan pun tiba, kini Rumah Pak Wildan sangat meriah dan Ramai, dekorasinya benar-benar membuat takjub semua orang, banyak kalangan atas yang berdatangan ke acara Ulang tahun Erlin yang ke-25 tahun.
Lalu Pak Wildan, Linda dan Erlin pun datang, mereka menuruni tangga, Erlin terlihat sangat anggun dan cantik, ia memakai gaun super mewah dengan paduan kelap-kelip di bajunya, dan dandanannya yang cantik bak putri Raja, membuat semuanya pada terpesona melihatnya.
Setelah sampai di bawah mereka pun langsung menyapa tamu-tamu yang hadir di acara ulang tahun Erlin. Akan tetapi Erlin nampak gelisah, ia terus memandangi pintu utamanya, Linda yang melihatnya pun segera mendekati anaknya.
"Sayang kamu kenapa gelisah seperti itu?" tanya Linda.
"Mi, mana Tuan Ray, apa dia tidak datang?" tanya balik Erlin, ternyata dia sedang menunggu pujaan hatinya.
"Sabar sayang, nanti juga dia datang, udah jangan cemberut gitu dong, nanti cantikmu ilang," tutur Linda
"Iya Mi," ucapnya singkat.
Tak lama kemudian, orang yang di tunggunya pun tiba, wajah Erlin seketika langsung gembira melihatnya. Akan tetapi kegembiraan itu langsung buyar ketika Erlin melihat Ray datang dengan menggandeng seorang wanita cantik mengenakan gaun merah panjang, dengan rambut yang di ikat ke atas, membuatnya nampak mirip putri dalam dongeng yang sesungguhnya. Tatapan semua orang pun beralih pada Ray dan Zuy.
"Siapa yang bersama Tuan Ray?" tanya Linda.
"Tidak mungkin, dia adalah si OB j*lang Zuy, Mi..," jawab Erlin
"Hah...!!!"
**Bersambung...
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... ✌😉😉✌