Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Calon Menantu?


__ADS_3

<<<<


"Oh sama aja, Zuy terimakasih banyak sudah menjaga My future son-in-law," ujar Maria


Deeeg..


"Apa anda bilang Ca-calon me-menantu?!!"


Betapa terkejutnya Zuy mendengar kata Maria bahwa Ray adalah Calon menantunya, ia pun langsung tertunduk. "Oh jadi begitu ya," lirihnya.


"Hmmm, apa Ray belum pernah cerita kalau ia dan Kimberly akan ...," belum sempat selesai menjelaskan, tiba-tiba....


"Huuummpt bau apa ini?" seru Kimberly


Zuy tersadar bahwa ia masih memasak dan kompornya belum sempat di matikan, sontak Zuy berlari ke arah dapur. setelah di dapur ternyata masakan yang ia masak ternyata gosong. Zuy pun buru-buru mematikan kompornya, dan mencoba mengangkat panci yang di atas kompor. Akan tetapi jari tangan Zuy malah menempel ke panci yang masih panas.


"Awww.." rintih Zuy, ia pun menjatuhkan panci tersebut dan menimbulkan kegaduhan.


Klantaaaaaaaaaang.....


Mendengar suara gaduh di dapur, Ray dan Kimberly pun langsung ke dapur, sedangkan Maria masih di ruang tamu.


"Apa yang terjadi?!!" tanya Ray.


"M-maaf Tuan Muda! Sa-saya tidak sengaja, sa-saya teledor, sehingga masakannya jadi gosong," jawab Zuy dengan tangan gemetaran.


"Kamu gimana sih kenapa ceroboh banget? Kan jadi gosong makanannya, untung gak sampai kebakaran nih rumah." pekik Kimberly.


"Kimberly.." lirih Ray menatap Kimberly membuat Kimberly terdiam.


"Maaf Tuan Muda, Miss Kimberly! Saya benar-benar teledor," ucap Zuy sambil memegangi jari tangannya.


Ray menghampiri Zuy. "Aku gak tanya masakan gosong atau apa, yang aku tanya apa yang terjadi dengan tanganmu?!!" tanyanya.


Lalu Ray memegang tangan Zuy, ia melihat jari dan telapak tangan Zuy yang memerah akibat kena panci yang masih panas, kemudian Ray mengelus dan meniupnya.


Kimberly yang melihatnya pun merasa kesal, ia lalu menggertakan giginya dan mengepalkan tangannya. Melihat sikap Kimberly sedang kesal, Zuy langsung menepis tangan Ray.


"Maaf Tuan, tangan Zuy udah gak apa-apa kok, lebih baik Tuan ke depan aja ya! Biar Zuy yang beresin ini," kata Zuy.


Ray mengerenyitkan keningnya dan langsung menarik tangan Zuy.


"Apanya yang gak apa-apa, tangan Kakak sampai merah gitu, sini ikut Ray ke depan!" gumam Ray.


"Ta-tapi Tuan..." Zuy mencoba menolak, akan tetapi Ray tidak peduli, ia terus menarik tangan Zuy.


Sehingga membuat Kimberly semakin kesal melihat Ray yang sangat peduli dengan Zuy.


"Tsk, apa hebatnya sih Pengasuh itu? Kenapa Ay sangat perhatian sekali padanya dan sampai- sampai mengabaikanku yang jelas-jelas calon tunangannya Ay," batinnya.


Ray mendudukan Zuy di atas sofa. "Kakak duduk di sini! Ray ambilkan kotak P3k dulu." ujarnya dan melangkah pergi ke kamarnya.


Sementara itu, Kimberly duduk berhadapan dengan Zuy, ia pun terus melihat ke arah Zuy dengan tatapan kesalnya, Zuy yang mengetahui itu langsung memalingkan pandangannya.


"Miss sepertinya anda salah paham," batin Zuy.


Maria menghampiri mereka. "Ada apa? Kenapa tadi ada suara gaduh, apa yang terjadi?!!" tanyanya.


"Gak ada apa-apa Mam," celetuk Kimberly.


Maria langsung duduk di samping Kimberly dan melirik kan matanya ke arah Zuy. Betapa kagetnya Maria melihat telapak tangan Zuy yang memerah, ia pun langsung menghampiri Zuy.


"Apa yang terjadi dengan tanganmu Zoya ah maksudku Zuy?!!" tanya Maria sambil memegang tangan Zuy.

__ADS_1


"Ini hanya kecelakan kecil, tadi Zuy teledor Mrs Maria. Lupa kalau lagi masak," jawab Zuy


Maria pun mengelus rambut Zuy dan berkata, "Maaf ya, kalau tadi aku gak menyuruhmu ngobrol pasti kamu gak akan seperti ini."


"Bu-bukan salah anda Mrs Maria, Zuy yang teledor dan lupa kalau lagi masak," ujar Zuy. "Kenapa aku sangat begitu nyaman saat Mrs Maria duduk di dekatku dan menyentuhku, apa karena dia orang yang aku Idolakan," batin Zuy.


Lagi-lagi Kimberly merasa kesal orang yang di sayangnya perhatian sama Zuy.


"Maaam..." seru Kimberly


Maria menoleh. "Ada apa Kim?!! tanyanya.


Melihat raut wajah Kimberly yang sedang kesal, Maria pun langsung melepaskan tangan Zuy, lalu menghampiri Kimberly dan memeluk Kimberly.


" Maaf sayang," ucap Maria.


Sesaat kemudian, Ray datang membawa Kotak P3k, ia pun langsung duduk di samping Zuy.


" Mana tanganmu Kak?" tanyanya.


Zuy enggan memberikan tangannya, karena ia takut Kimberly akan semakin marah, Ray langsung menatap Zuy dan memegang erat tangan Zuy, kemudian ia mengobati tangan Zuy.


"Tu-Tuan Muda, biar Zuy aja yang mengobati tangan Zuy," kata Zuy, namun Ray seperti biasa hanya terdiam sambil mengobati Zuy.


Lagi-lagi Kimberly memasang raut wajah kesalnya, karena Ray lebih perhatian ke Zuy.


"Mam liat Ay!" lirih Kimberly


Maria pun hanya bisa menenangkan Kimberly. "Tenang sayang, nanti Mam akan ngomong sama Ray, udah kamu jangan kesal gitu," tuturnya.


"Wajar kalau anakku kesal, aku yang melihatnya pun juga agak kesal, kenapa Ray bisa perhatian sama dia," batin Maria.


Beberapa saat kemudian, Ray selesai mengobati tangan Zuy. "Nah selesai, lain kali jangan ceroboh lagi Kakak!" tutur Ray mengelus pipi Zuy.


"Terimakasih Tuan Muda," ucap Zuy.


"Ray, bisakah kita bicara sebentar! Ayo kita ke depan," ajak Maria


"Baiklah Mrs, Kak Zuy tunggu sebentar ya!" kata Ray, Zuy pun hanya menganggukkan kepalanya saja.


Ray, Maria dan Kimberly pun berjalan menuju ke ruang utama. Setelah di ruang depan mereka pun duduk bersama, seperti biasa Kimberly memilih duduk di samping Ray.


"Ada apa Mrs Maria?!!" tanya Ray


"Ray.... Apa kamu gak sadar perlakuanmu terhadap Zuy membuat Kimberly cemburu. Kamu harusnya memperlakukan dia sewajarnya saja! Dari tadi aku melihatnya jadi merasa terganggu," ujar Maria


Ray lalu menghela nafasnya dan berkata, "Haaa, aku kira ada apa, Mrs Maria apa salahnya kalau Ray perhatian padanya, toh sama Kimberly juga Ray perhatian kan, jadi gak ada bedanya."


"Ay, apa yang salah denganmu? Kenapa kamu berkata seperti itu pada My Mam?!!" tanya Kimberly


"Maaf Mrs Maria, Kimberly. Kalau ini ada hubungannya dengan pertunangan, Ray akan pulang ke Amerika. Nanti kita diskusikan di sana saja, dan Ray akan kasih jawaban Ray untuk kalian," ujar Ray.


"Baiklah kalau begitu, kita akan bahas ini nanti. Aku hanya ingin kamu jaga batas, karena bagaimana pun kamu itu calon menantuku, tunangan Kimberly," tutur Maria.


Lalu tiba-tiba hp Kimberly berbunyi, ia pun langsung menjawab telpon itu, setelah beberapa saat kemudian..


"Telpon dari siapa Kim?!!" tanya Maria


"Mam kita harus pergi, karena Kak Yan sudah menunggu Kim," jawab Kimberly


"Apa! Yaudah kalau begitu."


Lalu Kimberly memeluk Ray, sedangkan Ray tidak membalas pelukan Kimberly.

__ADS_1


"Ay aku pergi dulu ya! Maaf Kim gak bisa nemenin kamu. Karena ini menyangkut pekerjaan Kim, cepat sembuh ya!" ucap Kimberly


"Iya, hati-hatilah!"


Lalu mereka pun pergi dan Ray langsung menutup pintunya.


"Aku ingin segera mengakhiri sandiwara ini, dan hidup bahagia dengan orang yang ku cintai," gumam Ray.


Lalu ia pun berjalan menuju ruang tengah dan menghampiri Zuy.


"Kak Zuy.."


"Oh Tuan Muda, dimana Mrs Maria dan Mrs Kimberly?!!" tanya Zuy.


"Mereka sudah pulang," jawab Ray


Zuy beranjak dari tempat duduknya. "Oh yaudah kalau begitu, Tuan Muda istirahatlah! Zuy juga mau ke dapur, mau buatin Tuan Muda makanan lagi," kata Zuy.


Ia pun berjalan menuju ke dapur, akan tetapi Ray malah memeluk Zuy dari belakang.


"Kak Zuy jangan pergi, tetaplah disini..!"


"Tuan Muda, jangan memeluk Zuy seperti ini! Nanti kalau Mrs Kimberly balik lagi bagaimana? aku gak mau dia salah paham," kata Zuy


"Apa yang kamu katakan Kak, apa hubungannya dengan Kimberly, aku hanya ingin seperti ini," ujar Ray


"Tuan, bukankah Mrs Kimberly itu calon tunangan anda," papar Zuy.


Mendengar perkataan Zuy Ray pun langsung melepaskan pelukannya. "Kakak, apa Kak Zuy mendengar pembicaraan kami?!!" tanya Ray


"Tidak, aku tidak mendengar apa-apa tentang pembicaraan kalian, aku tau dari Mrs Maria kalau Tuan Muda adalah tunangannya Mrs Kimberly," ungkap Zuy.


"Apa..!! Kak hubungan Ray dan Kimberly bukan seperti itu, Ray hanya ...," belum selesai menjelaskan, langsung di potong oleh Zuy.


"Tuan Muda, anda istirahatlah! biar Zuy membuat masakan lagi untuk Tuan, kali ini gak akan ceroboh dan gak akan gosong lagi," kata Zuy sambil tersenyum.


"Kak Zuy.... Hmmmm, baiklah Ray ke kamar dulu, tapi berjanjilah bahwa Kakak tetap di sini!" pinta Ray


Zuy mengangguk. "Iya, Zuy gak akan kemana-mana Tuan."


Ray melangkah pergi ke kamarnya, sedangkan Zuy langsung berjalan menuju ke dapur.


Setelah di dapur, Zuy kembali menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan dia masak lagi, namun tiba-tiba Zuy menitihkan air matanya.


Hikss..


"Apa yang terjadi denganku, kenapa tiba-tiba aku menangis, apa karena aku kecapean. Tapi kenapa dadaku rasanya sesak begini saat mengingat perkataan Mrs Maria, bahwa Tuan Muda itu calon menantunya. Apa hakku sampai aku menangis begini, Zuy sadarlah..!" tangis Zuy.


`Di Kamar Ray


Setelah sampai di kamar, Ray langsung duduk di atas kasurnya, ia pun membuka laci nakas yang berada di dekatnya, lalu Ray mengambil kalung miliknya yang di berikan oleh Zuy.


"Kak Zuy, Ray janji akan secepatnya menyelesaikan sandiwara ini. Setelah itu Ray akan ungkapin perasaan Ray yang sebenarnya ke Kakak, jadi Ray mohon bersabarlah Kakak," kata Ray sambil memandangi kalung itu.


**Bersambung....


^^Tambahan Cerita... ^^


Sementara itu Davin yang masih berada di Perusahaan terus kepikiran tentang keadaan Zuy dan Ray yang tinggal di rumah hanya berduaan.


"Apa yang mereka lakukan ya di rumah ya?!! penasaran apa mereka sedang (Pikirannya kemana-mana) ah gak mungkin kan mereka ngelakuin itu.." gumamnya.


*********

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak2 Readers yang aku sayangi, terus semangat ya Kakak dan jaga kesehatan kalian semua ya, ♥♥ Terimakasih banyak atas dukungannya, mohon Maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan.. 🙏🙏🙏


Salam Author.. ✌😉😉✌


__ADS_2