
<<<<<
"Ternyata Bibi yang merawat Zuy tinggal di alamat ini ya, baiklah, setelah selesai pekerjaanku, aku akan ke rumah Dokter Dimas untuk memberitahu kan alamat rumah Bibinya Zuy kepada Dokter Dimas dan Nyonya Artiana.."
Lontar Archo, lalu ia meletakkan kembali hpnya di atas meja, Sesaat kemudian...
Drrrrt.. Drrrrt... Drrrrt...
Mendengar hpnya berdering, ia pun langsung mengambil hpnya kembali dan melihat ke arah layar hpnya.
"Kimberly..!" lirih Archo
Ia pun segera menggeser tombol hijau dan menjawab telponnya.
"Iya Kimberly.."
"Archo kau dimana?" tanya Kimberly
"Aku lagi liburan, ada apa memangnya?"
"Apa..!! liburan..?! tapi kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sedang liburan.." pekik Kimberly,
"Lalu Kau liburan di mana?" sambung tanya Kimberly
Sesaat Archo menghela nafasnya, "Huh, apa aku harus memberitahumu di mana aku liburan.."
"You Stupid Archo..!! aku ini adikmu Archo, jadi aku harus tahu.." umpat Kimberly
"Haaa.. iya ya.. you are my very beautiful and spoiled sister,"
"Nah itu tahu kalau adikmu ini memang cantik, lalu kau liburan di mana?"
"Aku lagi liburan di hawaii menikmati waktu sambil melihat para gadis cantik di sini..." ujar Archo yang berbohong.
"Apa..!! kau serius liburan ke hawaii?" tanya Kimberly terkejut.
"Iya.. udah ya, aku mau mencuci mata dulu, Byee.."
Lalu Archo memutuskan telponnya.
"Maaf Kimberly, aku terpaksa membohongimu, karena aku tidak mau kalau nanti kau merusak semua rencana ku ini," lirih Archo.
Kemudian Archo membuka icon galery di hpnya, lalu ia menekan salah satu foto di galery-nya dan ternyata itu foto Zuy yang ia dapat dari rekan kepercayaannya.
"Hmmm, ternyata memang benar kalau dia sangat mirip dengan Mam, wajahnya juga sangat cantik, apalagi senyumannya. Haaa... aku jadi penasaran dan ingin segera bertemu dengannya.."
Archo pun terus memandangi foto tersebut.
**********
STOCKHOLM, SWEDIA
°Hotel
Pukul 05.35 Am, Ray nampak sedang tertidur lelap di atas sofa, sedangkan Zuy berada di tempat tidurnya, lalu tiba-tiba..
Triiiiiing... Triiiiiing...
Suara bunyi dari hp milik Ray membuatnya terusik dari tidurnya, dengan matanya yang masih melekat, Ray mencoba meraih hpnya yang berada di atas meja, sesaat setelah Ray mendapatkan hpnya, ia pun langsung menjawab telponnya dan menempelkan hpnya di telinganya. Lalu kemudian...
"Tuan dingiiiiiiiiiiiiin....!!"
Teriak seseorang dari seberang telponnya, membuat Ray langsung membuka matanya dan bangkit dari posisinya menjadi duduk.
"Kak Yiou?!"
"Iya ini aku Yiou.."
"Tsk, ada apa?" tanya Ray
"Hei apa setelah sampai di Swedia, kau mengidap penyakit Amnesia, sehingga lupa menghubungi kami.." umpat Yiou
Ray langsung memijit kepalanya sendiri, "Ray bukannya lupa Tante, tapi Ray sangat kelelahan, jadi Ray gak sempat menghubungi kalian," ujarnya.
"Oh begitu, lalu bagaimana dengan Baby, apa dia baik-baik saja?" tanya Yiou
Ray melihat Zuy yang tengah tertidur, "Dia baik-baik saja, hanya saja waktu di perjalanan dia sempat mabuk udara," jelasnya.
"Oh, ya wajar kalau mabuk udara, tapi apa dia punya alergi terhadap cuaca dingin?" tanya Yiou
"Entahlah Kak, dari tadi Zuy baik-baik saja, tidak ada keluhan apa-apa.."
"Oh Syukurlah kalau begitu, Euum Tuan dingin, apa kau sudah melakukan itu pada istrimu?!" tanya Yiou
Mendengar pertanyaan Yiou, Ray langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu ia keluar dari kamarnya, setelah berada di luar kamar, ia berdiri di balik pintu kamarnya.
"Tuan dingin, apa kau masih di sana?" tanya Yiou
"Iya aku masih di sini, Kak Yiou bisa tidak kalau ngomong gak pakai ceplos, untung dia masih tidur.." celetuk Ray.
"Ahahaha.. ya sorry Ray, habisnya aku penasaran sih.." ujar Yiou, "Hei Tuan dingin, mau sampai kapan kau akan merahasiakan ini pada Baby?"
"Kak Yiou.. Sudah berapa kali Ray bilang, kalau sudah waktunya, Ray akan beritahu padanya. Kak Yiou tenang saja," tutur Ray.
"Huh.. ya terserah kau saja lah Tuan dingin, yang penting aku dan Kak Willy sudah menuruti keinginan konyol dan tidak masuk akal mu itu, selebihnya terserah padamu, yang penting jangan membuatnya bersedih," pinta Yiou
"Iya Kak Yiou.."
"Baguslah, udah dulu ya Tuan dingin, oh iya jangan lupa hubungi Davin, semenjak kamu pergi dia sering menangis di pojokan tuh.." jelas Yiou
Ray menghela nafasnya, "Baiklah nanti aku akan menghubungi adonan moci."
"Yaudah kalau begitu, ingat mainnya jangan kencang-kencang, kasihan Baby.." ledek Yiou
Mendengar itu, Ray langsung mendengus kesal, "Kak Yiou..." pekik Ray
Yiou pun langsung memutuskan telponnya.
"Tsk, dasar Tante tua..!!" umpat Ray,
__ADS_1
Lalu Ray masuk ke dalam kamarnya, setelah berada di dalam, Ray melangkahkan kakinya menuju ke arah Zuy yang tengah tertidur di tempat tidur. Sesampainya Ray mendudukan dirinya di tepi ranjang sambil menatap lekat wajah Zuy yang tengah tertidur, kemudian ia mengelus lembut pipi Zuy.
"Hmmmm, selalu tertidur lelap seperti ini, tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda kalau dia mengidap alergi dingin, Syukurlah kalau begitu," ucap Ray. Lalu tiba-tiba..
"Eeummm, Bi Nana, Bi Nana jangan pergi, Zuy janji gak akan nakal lagi.." erang Zuy, sepertinya ia sedang bermimpi.
Ray yang berada di sampingnya pun terkejut mendengar Zuy mengerang, lalu ia mencoba membangunkan Zuy.
"Sayangku, sayangku kenapa? sayangku.." ucap Ray, lalu kemudian...
"Bi Nanaaaaaa..!!!" teriak Zuy sambil membangunkan dirinya, akan tetapi...
Jeduug...
Kepalanya pun terbentur oleh kepala Ray, membuat keduanya meringis kesakitan.
"Awww.. sakiit.." rintih Zuy memegangi kepalanya, ia pun mendongakkan kepalanya dan terkejut melihat Ray sedang memegangi kepalanya sendiri.
"Tuan Muda..!!"
"Ssshh.. Iya sayangku.." sahut Ray menoleh ke arah Zuy.
"Ke-kenapa Tuan Muda ada di sini?" tanya Zuy kebingungan
Ray lalu menurunkan tangannya dari kepalanya, "Ray di sini karena mendengar suara sayangku mengerang, jadi Ray buru-buru bangun dan menghampiri sayangku," ujar Ray berbohong.
Zuy lalu menundukan kepalanya, "Maaf Tuan Muda, gara-gara Zuy, anda jadi terbangun.." ucapnya.
"Apa sayangku mimpi buruk?" tanya Ray sambil memegang pipi Zuy.
Zuy pun menganggukkan kepalanya, "Iya Tuan Muda, Zuy mimpi Bi Nana pergi ninggalin Zuy karena Zuy nakal."
Mendengar perkataan Zuy, Ray langsung tersenyum, kemudian ia memegang dagu Zuy dan mendongakkan kepalanya, sehingga pandangan mereka saling bertemu, Ray terkejut melihat mata Zuy yang berkaca-kaca seakan-akan ia ingin menangis.
"Sayangku.. jangan sedih begitu, itu kan hanya mimpi sayangku," lontar Ray
"Ta-tapi Tuan Muda, Zuy takut ka ...,"
Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Ray menempelkan jari telunjuknya ke bibir Zuy, membuat Zuy terdiam.
"Sssht.. sayangku jangan berfikiran buruk begitu, itu hanya mimpi saja, sayangku," ujar Ray,
Kemudian Ray merengkuh tubuh Zuy dan memeluknya.
"Tidak ada yang akan meninggalkan sayangku, Ray akan selalu di samping sayangku, melindungi sayangku dan membahagiakan sayangku," ucap Ray, lalu ia mencium puncak kepala Zuy.
Zuy pun tertegun mendengar ucapan Ray, lalu ia membalas pelukan Ray dengan erat.
"Terimakasih Tuan Muda, Zuy sangat bahagia mendengar ucapan Tuan Muda, semoga saja ini bukan mimpi," ujar Zuy
"Ini bukan mimpi sayangku, tapi ini nyata dan semua ucapan Ray adalah kenyataan, jadi sayangku jangan takut lagi ya..!!" tutur Ray.
"Iya Tuan Muda," balas Zuy mengangguk.
Sesaat kemudian mereka melepaskan pelukannya, lalu Ray memegang tangan Zuy dan menciumnya.
"Sekarang sayangku tidur lagi ya, hari masih gelap sayangku," tutur Ray
"Sudah hampir jam enam sayang.." jawab Ray.
"Jam enam?! berarti ini sudah pagi dong Tuan, matahari sudah terbit, tapi kenapa anda bilang masih gelap?" tanya Zuy keheranan
Ray lagi-lagi tersenyum, kemudian ia menunjuk ke arah jendela.
"Lihatlah sayangku, masih gelap banget, dan lagi kalau di sini matahari terbit pukul delapan lebih," jelas Ray.
"Oh begitu ya Tuan, maaf Zuy baru tahu Tuan Muda."
Ray pun mengangguk, "Iya sayangku dan lagi ini kan musim dingin, kemungkinan besok akan turun salju," ujarnya.
"Salju..!! Tuan Muda, besok Zuy boleh keluar tidak?" tanya Zuy
"Tentu sayangku, besok kita kan akan pergi jalan-jalan..," balas Ray
"Waah benarkah? Terimakasih Tuan Muda.." ucap Zuy dengan wajah yang sumringah.
"Yaudah, sayangku tidur lagi ya..!!" titah Ray.
Namun Zuy menggelengkan kepalanya, ia malah beranjak dari tempat tidurnya.
"Mau kemana sayangku?" tanya Ray
"Mau ke kamar mandi, Tuan Muda.." jawab Zuy.
"Ayo bareng.. Ray temenin sayangku ke kamar mandi, bila perlu kita mandi bareng.." Ray sengaja menggoda Zuy.
Zuy pun mendengus kesal saat Ray mulai menggodanya lagi, lalu..
"Tuan Muda.." lirih Zuy,
"Iya sayangku.." sahut Ray sembari tersenyum.
Zuy lalu mengambil bantal yang berada di atas ranjang, setelah itu Zuy melemparkannya pada Ray.
"Dasar mesuuuum...!!" pekik Zuy
"Hahaha.. tapi sayangku suka kan dengan sifat mesumku.." ledek Ray.
"Tuan Mudaaa.." karena tidak tahan, Zuy pun bergegas menuju ke kamar mandi.
"Hei sayangku, jangan di kunci pintu kamar mandinya, biar Ray menyusul sayangku ke dalam.." seru Ray.
"Terseraaaaah.." teriak Zuy, lalu..
Braaaak
Zuy langsung menutup pintu kamar mandi dengan kencang dan mengunci pintunya.
"Hihihi, ekspresi sayangku sungguh menggemaskan saat di goda begitu, jadi ingin selalu menggodanya terus," ucap Ray, ia pun beranjak dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya menuju ke sofa.
__ADS_1
Sementara itu, Zuy yang berada di dalam kamar mandi langsung terdiam di balik pintu sambil memegang dadanya, karena jantungnya berdegup sangat kencang dan wajahnya pun memerah gara-gara ulah Ray.
"Tuan Muda benar-benar ya, bikin jantungan terus.." umpat Zuy. Sesaat kemudian ia pun memulai aktivitasnya di kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, setelah selesai dengan aktivitasnya, Zuy langsung keluar dari kamar mandi sambil mengedarkan pandangannya, lalu saat pandangannya ke arah sofa, ia melihat Ray tengah berbaring di atas sofa.
"Bagus, Tuan Muda sudah tidur.." lirih Zuy,
Kemudian ia berjalan menuju ke tempat tidurnya sambil mengendap-endap agar tidak ketahuan Ray, sesampainya di tempat tidur, Zuy segera merebahkan tubuhnya dan menarik selimutnya menutupi semua tubuhnya. Ray yang sedari tadi memperhatikan, hanya bisa terkekeh dengan tingkah laku pujaan hatinya.
"Dasar sayangku.."
°°°°°°°°°°°°°
Tak terasa waktu berlalu, dan tepat pukul 09.15Am, Ray dan Zuy sudah berada di luar, mereka berdua berjalan menuju ke tempat wisata terdekat yaitu Gröna Lund, setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit dengan berjalan kaki, akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan. Zuy terpukau melihat semua wahana yang berada di sana. Akan tetapi karena musim dingin dan turun salju, tempat itu di tutup sementara.
"Tempat wisatanya tutup sayang, ayo kita ke tempat lainnya," kata Ray menggandeng tangan Zuy.
"Tempat lainnya? di mana Tuan Muda?" tanya Zuy
"Nanti sayangku juga akan tahu," balas Ray.
Kemudian Ray mengambil hpnya dari ransel yang di bawa Zuy, kemudian ia menghubungi seseorang untuk menjemputnya. Tak lama kemudian jemputan untuk mereka datang. Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil.
"Mau kemana Tuan Rayyan?" tanya supir tersebut.
"Kita ke Gamla Stan.." jawab Ray
Supir tersebut menganggukkan kepalanya, lalu ia pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Gamla Stan? apa itu Tuan Muda?" tanya Zuy
"Oh itu salah satu tempat wisata di Stockholm sayang, seperti kota Tua, nanti sayangku bakalan kagum deh sama tempatnya," jelas Ray.
"Hmmm, sepertinya Tuan Muda sangat hapal dengan Swedia, apa jangan-jangan Tuan Muda pernah kesini?" tanya Zuy menyidik.
Ray menatap ke arah Zuy dan seperti biasa senyuman manis terukir di wajah tampannya.
"Dulu waktu Ray memimpin Perusahaan Daddy, Ray sempat pergi ke sini untuk suatu pekerjaan, dan sekalian liburan juga, jadi ya Ray sedikit tahu tempat wisata di sini, sayangku," ujar Ray
"Oh begitu ya Tuan Muda," lirih Zuy, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah kaca mobilnya.
*********
GAMLA STAN
Hanya memakan waktu perjalanan sepuluh menit, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, yaitu Gamla Stan.
Gamla stan merupakan kota tua di Swedia. Terletak di pulau utama Stadsholmen. Gamla Stan dijuluki "kota di antara jembatan".
Setelah turun dari mobilnya, Zuy langsung terpukau melihat pemandangan gedung berwarna-warni di Gamla Stan.
"Waah Indah sekali tempatnya Tuan Muda," puji Zuy sambil mengedarkan pandangannya.
"Tentu sayangku, ayo sayang..!!" ajak Ray sambil menggandeng tangan Zuy.
Lalu Zuy pun menganggukkan kepalanya, dan mereka melangkahkan kakinya untuk mengelilingi tempat-tempat yang berada di Gamla Stan tersebut.
***********
Amerika
°Rumah Maria
Di dalam kamar Maria, Maria nampak tengah tertidur lelap di kamarnya, lalu ia pun bermimpi..
'Dalam mimpi Maria '
Maria sedang berjalan menelusuri pantai, lalu tiba-tiba ia mendengar suara tangisan anak perempuan.
Hiks..
"Mamah.. Mamah.. kenapa Zoya di tinggal pergi, apa salah Zoya Mah.."
"Zoya..!!"
Lalu Maria menghampiri anak tersebut, "Zoya apa itu kamu?" tanya Maria
Kemudian anak perempuan tersebut menoleh ke arah Maria, akan tetapi anak perempuan itu berubah menjadi seorang gadis berusia 29 tahun, sontak membuat Maria terkejut melihatnya, akan tetapi wajah wanita itu tidak bisa di lihat oleh Maria.
"Zoya, benarkah itu kamu?" tanya Maria
Wanita itu menganggukkan kepalanya, "Iya ini aku Zoya,"
Mendengar itu, Maria pun sangat bahagia dan saat ia hendak memeluknya, tiba-tiba wanita tersebut menjauh beberapa jarak dari Maria.
"Kenapa Mamah ninggalin Zoya Mah, apa salah Zoya Mah, kenapa Mamah gak pernah kembali untuk menemui Zoya, sebegitu bencinya kah Mamah pada Zoya?"
"Zoya maafin Mamah, Mamah gak bermaksud ninggalin kamu nak, Mamah ...."
"Zoya benci sama Mamah.." seru wanita tersebut sambil memutar badannya membelakangi Maria.
Maria pun menundukkan kepalanya, "Zoya, Mamah menyesal telah meninggalkan mu, Mamah benar-benar minta maaf Zoya...," ucap Maria tersendu-sendu.
Namun saat Maria mengangkat kepalanya, wanita tersebut menghilang dari pandangan Maria.
"Zoya, di mana kamu sayang, Zoya jangan pergi, Zoyaaa.."
'Dalam kesadaran Maria'
"Zoyaaaaaaaaaaa..!!" teriak Maria yang langsung terbangun dari tidurnya.
Sesaat Maria pun menundukkan kepalanya sembari memijat kepalanya, tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Zoya, maafin Mamah sayang, Mamah benar-benar minta maaf sudah meninggalkan mu, Mamah benar-benar menyesal atas perbuatan Mamah dan kamu berhak membenci Mamah, Zoya.."
**Bersambung....
Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏
__ADS_1
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... 😉✌😉✌