Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Wanita Aneh....


__ADS_3

<<<<<


Davin pun langsung menjawab panggilan tersebut.


"Ada apa?!" tanya Davin


"..............."


"Apa! Salah satu wanita ular itu kabur?!"


Seru Davin membuat semua orang yang berada di sana melihat ke arah Davin.


"Siapa yang kabur?" tanya Ray


Davin menoleh ke arah Ray. "Salah satu wanita gila itu," jawabnya.


"Apa! Kenapa bisa?" Ray terkejut.


"Entahlah Tuan Ray, euum sebentar Tuan Ray!"


Davin lalu mengencangkan volume hpnya.


"Kenapa bisa sampai kabur? Apa kalian tidak memegangnya dengan kuat?" tanya Davin.


"Ketua Henri sudah memegang wanita itu dengan kuat, tapi ternyata wanita itu licik, dia menyemprotkan parfum ke mata ketua Henri, jadinya ketua Henri refleks melepaskan pegangannya," jawab pengawal tersebut.


"Hah! Terus bagaimana keadaan Henri?"


"Kami tidak tahu, soalnya ketua Henri menyuruh kami mengejar wanita itu. Maaf sebelumnya Pak, sekarang bagaimana, apa tetap di lanjut atau bagaimana?" pengawal itu pun bertanya.


"Sebentar!"


Pandangan Davin mengarah ke Ray. "Tuan Ray, keputusan anda bagaimana?"


Ray lalu mengambil hpnya Davin. "Kalian... Cari wanita itu sampai dapat! Jika sampai pukul 12 malam kalian tidak menemukannya, maka kalian harus berhenti dan lanjutkan lagi besok! Dan untuk Henri, bawa dia ke rumah sakit, biar di periksa matanya!" perintahnya.


"Baik Tuan Ray, akan kami kerjakan perintah dari anda. Yaudah kalau gitu kami lanjut pencarian." patuhnya.


"Iya..."


Mereka pun memutuskan telponnya.


"Tsk...." decak Ray sembari memberikan hp milik Davin.


"Siapa yang kabur? Apa putrinya Pak Wildan?" tanya Yiou


"Bukan dia, tapi satunya lagi," jawab Ray


"Maksudmu Anne?" Zuy pun bertanya.


Ray mengangguk. "Iya mungkin, aku juga gak tahu namanya," ujarnya.


"Anne ya...." lirih Aries.


Yiou pun melihat ke Aries. "Kenapa yank? Apa kamu kenal dengan wanita itu?"


"Tidak, cuma aku hanya mengingat namanya saja. Oh iya Zuy, dulu orang yang menyiram kamu di Resto namanya Anne juga kan?" tanya Aries ke Zuy.


"Iya Kak, memang dia orangnya," jawab Zuy.


"Hah! Memangnya ada kejadian seperti itu ya?" tanya Yiou penasaran.


"Iya, kalau gak salah ingat, waktu itu dia pesan minuman dan kebetulan Zuy yang melayaninya. Nah setelah Zuy mengantar minuman untuknya, tiba-tiba wanita itu langsung menyiram Zuy dengan alasan kalau minuman yang di bawa Zuy salah, padahal di catatannya gak salah. Eeh gak taunya dia sengaja ngelakuin hal itu dengan niat mempermalukan Zuy di depan umum," jelas Aries. (Bab.12)


"Oh jadi begitu ya, tapi kenapa? Apa kamu pernah bersinggungan dengan wanita itu, Baby?" tanya Yiou


Zuy pun menundukkan kepalanya. Melihat itu, Ray lalu memegang dagu Zuy dan mengangkat kepalanya.


"Sayangku, coba jelaskan padaku, apa yang terjadi sebenarnya?" Ray meminta penjelasan dari Zuy.


Zuy lalu menatap Ray dan di balas anggukan dari Ray. Kemudian perlahan ia membuka mulutnya.


"Sebenarnya, dia orang yang udah menjebakku sampai aku di anggap kriminal dan hampir masuk penjara," jawab Zuy.


"Apa!!" ucap mereka serempak.


"Ke-kenapa bisa?" sambung tanya Ray.


"Pak Willy pasti pernah cerita ke kamu kan Ray? Soal masalahku di Perusahaan CV beberapa tahun lalu?"


Ray mengangguk pelan. "Iya, Om Willy pernah bilang, bahwa kamu di jebak mencuri uang teman-teman kamu. Terus mereka gak terima dan melapor ke atasan, setelah itu pihak HRD langsung memecatmu," jawab Ray.


"Ya itu benar, tapi bukan hanya di pecat saja bahkan sampai di laporkan ke Polisi juga," jelas Zuy.


Yiou pun tertegun mendengar penjelasan Zuy, kemudian ia mendekat ke arah Zuy dan memeluknya.


"Tapi kenapa dia bisa sejahat itu sama kamu, Zuy?" tanya Aries.


"Mungkin dia iri padaku Kak, karena atasan selalu memuji hasil kinerjaku di bandingkan Anne dan lagi masalah laki-laki juga," jawab Zuy


"Ah aku tahu, pasti ada laki-laki di Perusahaan yang di incarnya, namun laki-laki itu tidak tertarik padanya melainkan padamu, apa tebakanku benar Zuy?" Davin pun ikut berbicara.


Zuy mengangguk. "Iya anda benar Pak Davin, tapi Zuy tidak pernah meladeni laki-laki itu, dia sendiri yang selalu mendekati ku, bahkan selalu memberi sesuatu padaku dan selalu aku tolak pemberiannya itu," ujarnya.


"Ciih.... Dasar wanita aneh, hanya karena laki-laki dan pujian saja sampai bisa melakukan kejahatan dan membuat Zuy di anggap kriminal," pekik Davin.


Yiou lalu melepaskan pelukannya. "Ya namanya juga orang iri dengki Vin, apapun pasti akan ia lakukan sampai orang yang di bencinya benar-benar hancur. Ya aku menduga wanita itu pasti akan berbuat jahat lagi pada Baby, dan dia tidak akan menyerah sebelum ia melihat kehidupan Baby benar-benar hancur tepat di depan matanya sendiri," dugaan Yiou.


"Benar apa yang di katakan Nona AYiou. Tuan Ray, kamu harus benar-benar menjaga Zuy dengan baik! Karena tidak ada jaminan jika kejadian ini tidak terulang kembali," sambung Aries.


"Tanpa di suruh pun aku akan selalu menjaga dan melindungi sayangku. Dan aku pastikan wanita ular itu tidak akan bisa menyentuh sayangku ini," kata Ray sambil memegang erat tangan Zuy.


Mendengar perkataan Ray, Zuy dan yang lainnya pun tersenyum bahagia.


"Terimakasih Ray," ucap Zuy.


"Sama-sama sayangku, apapun demi kamu," balas Ray, ia pun mencium tangan Zuy.


Lalu....


"Ehemmm.... Kalian berdua ini ya, kalau udah bermesraan pasti lupa sama yang di sekitarnya. Di sangkanya dunia ini milik kalian berdua kali ya, dan menganggap kami hanya menumpang saja," gumam Davin.


"Makanya buruan tembak Airin! Supaya Kak Davin bisa merasakan gimana rasanya bermesraan," cetus Ray sembari memamerkan kemesraannya.


"Tapi kalau Airin mati bagaimana? Nanti aku yang kena masalah," tanya Davin


"Mati! Maksudnya?" Ray malah kebingungan dengan pertanyaan Davin.


"Ya kan barusan Tuan Ray menyuruhku untuk menembak Airin," ujar Davin dengan polos.


Seketika Ray langsung menepuk jidatnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Begini nih, kalau kelamaan ngejomblo dan di tambah kebanyakan adonan moci, otaknya jadi berpindah tempat," gerutu Ray.


Davin lalu menggaruk kepalanya sambil mencerna perkataan Ray, sedangkan yang lainnya malah terkekeh.


Lalu kemudian ....


Tok Tok Tok


Seseorang mengetuk pintu, sontak membuat Ray dan lainnya melihat ke arah pintu, lalu Ray beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia berjalan beberapa langkah ke arah pintu.


"Selamat datang Dokter Eqi dan Dokter Dimas, silahkan masuk!" ajak Ray, ternyata yang datang adalah Dimas dan Eqitna.

__ADS_1


"Terimakasih Tuan Muda," ucap Eqitna


Mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah Ray.


"Silahkan duduk Dokter!" tawar Ray


Eqitna dan Dimas mengangguk, kemudian mereka duduk di sofa lainnya.


"Maaf kalau kami baru sampai," ucap Dimas.


"Tidak apa-apa Dok," balas Ray.


"Oh iya mumpung Dokter Dimas juga ada di sini, sekalian saja periksa tanganmu itu Tuan dingin! Ya bukan apa-apa sih, takutnya ada sesuatu di pisau itu, yang nantinya mengakibatkan infeksi pada luka mu," tutur Yiou.


Ray mengangguk. "Baiklah, Dokter Dimas tolong periksa tangan saya!"


"Baik Tuan Ray, tapi saya ambil dulu peralatan saya di mobil," kata Dimas, kemudian ia bangkit dari posisinya dan berjalan keluar.


"Yaudah kalau gitu aku antar Baby ke kamar, biar Dokter Eqi bisa leluasa memeriksa Zuy," ujar Yiou. "Ayo Zuy, Dokter Eqi juga!"


Zuy berdiri dari posisinya, begitu pula dengan Eqitna. Kemudian Yiou memegang tangan Zuy dan memapahnya menuju ke kamar Zuy, Eqitna pun mengikuti mereka.


Sesaat Dimas pun kembali dan langsung duduk di samping Ray. Kemudian Dimas meraih tangan Ray dan membuka kembali perban yang terpasang.


"Tuan Muda, maaf kalau saya ikut campur. Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Dimas


"Biasa ada orang yang ingin mencelakai Zuy ...."


Ray menceritakan kejadiannya pada Dimas. Seketika Dimas langsung mengerutkan dahinya karena emosi mendengar cerita Ray.


"Tsk, berani-beraninya dia ingin mencelakai Zuy, belum pernah ngerasain di suntik mati ya!" umpat Dimas.


"Dokter tenang saja, pelakunya sudah di bawa ke penginapan gratis plus berpintu besi," ujar Ray.


Sesaat Dimas menghela nafasnya. "Huuu.... Syukurlah kalau begitu, padahal tadi Zuy habis dari rumah saya, tapi gak di sangka pulangnya dapat musibah seperti ini."


"Apa! Jadi Zuy habis dari rumah anda, Dokter Dimas?" tanya Ray terkejut.


"Iya, katanya dia ingin belajar merajut dengan Bunda, lalu ketika dia hendak pulang, saya menawarkan diri untuk mengantarnya. Akan tetapi Zuy malah menolaknya, dengan alasan tidak mau merepotkan saya," ujar Dimas sambil mengobati tangan Ray.


"Oh jadi begitu ya. Lalu bagaimana dengan tangan saya Dok?" tanya Ray


Dimas pun tersenyum dan berkata, "Tangan anda tidak apa-apa Tuan Muda, pisau yang di gunakan wanita itu hanya pisau biasa saja, tidak mengandung racun ataupun karatan. Ya paling beberapa hari juga luka di tangan anda akan sembuh dengan sendirinya."


"Syukurlah kalau begitu Dokter," ucap Ray.


Kamar Zuy


Setelah berada di kamar, Yiou pun membantu membaringkan Zuy di atas kasurnya, lalu Eqitna langsung memeriksa Zuy.


"Semoga anak yang di kandung Baby tidak apa-apa," batin Yiou sembari merekatkan kedua tangannya.


Sesaat kemudian, Eqitna pun selesai memeriksa....


"Bagaimana Dok? Apa terjadi sesuatu pada anak saya?" tanya Zuy


"Tidak terjadi apa-apa pada kandunganmu itu, semuanya baik-baik saja. Ya kamu beruntung anak-anak yang di dalam kandunganmu sangat kuat, Zuy." jawab Eqitna.


Zuy yang mendengarnya pun merasa lega. "Syukurlah.... Kalau kamu baik-baik aja sayang," ucapnya sambil mengelus perutnya.


"Benarkah, apa yang anda katakan itu?" tanya Yiou yang masih belum percaya.


Eqitna pun mengangguk. "Iya Nona, bayi yang di kandungnya baik-baik saja."


"Huuft.... Syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya," ucap Yiou.


Pandangan Eqitna mengarah ke Zuy lagi.


"Baik Dokter Eqi," patuh Zuy.


"Yaudah kalau gitu saya permisi dulu, kalau ada apa-apa hubungi saya ya Zuy!" pinta Eqitna.


Zuy hanya mengangguk pelan saja seraya mengiyakan permintaan Eqitna.


"Baby kamu langsung istirahat ya! Dokter Eqi biar kakak yang mengantarnya," kata Yiou


"Iya Mrs Yiou, Dokter Eqi terimakasih banyak," ucap Zuy


"Sama-sama Zuy."


Eqitna dan Yiou pun melangkah keluar dari kamar Zuy.


"Tinggal kakiku yang masih sakit," lirih Zuy.


Sesaat kemudian Yiou dan Eqitna sudah d ruang utama.


"Sudah periksanya Dok? Terus bagaimana keadaannya?" tanya Ray


"Anda tenang saja Tuan Muda, Zuy dan kandungannya baik-baik saja," jawab Eqitna.


Ray tersenyum bahagia mendengar jawaban dari Eqitna.


"Syukurlah.... Syukurlah.... Terimakasih Dokter," ucap Ray sambil mengelus dadanya.


"Sama-sama Tuan Muda, oh iya Dim, ayo kita pulang sekarang! Takutnya Nay terbangun terus nyariin kita," ajak Eqitna.


Dimas pun melihat ke arah arloji yang terpasang di tangannya.


"Ayo! Lagian udah malam juga," sahut Dimas, pandangannya beralih ke arah Ray.


"Tuan Muda, maaf bukannya kami tidak sopan, tapi kami harus segera pulang," pamit Dimas


Ray menganggukkan kepalanya. "Yaudah kalau begitu Dokter Dimas, Dokter Eqi. Terimakasih sudah datang dan mengobati saya dan Zuy."


"Iya Tuan Muda, sudah menjadi kewajiban kami sebagai Dokter," kata Dimas.


Mereka pun melangkahkan kakinya menuju keluar dari rumah Ray, Yiou lalu mengantar mereka sampai depan pintu. Sesaat setelah Dimas dan Eqitna pergi, Yiou kembali masuk ke dalam.


"Lho, mana si Tuan dingin?" tanya Yiou


"Ke kamar pujaan hatinya," jawab Davin


"Oh.... Ck, dasar si Tuan dingin," umpat Yiou.


Ya dugaan Davin memang benar Ray langsung ke kamar, tapi bukan ke kamar Zuy melainkan ke kamarnya sendiri untuk bebersih.


Beberapa saat kemudian.....


Setelah selesai bebersih dan mengganti pakaiannya dengan piyama, Ray langsung melesat ke kamar Zuy. Sesampainya di kamar Zuy, ia pun menghampiri Zuy yang tengah duduk sambil memijat kakinya.


"Sayangku...."


Zuy lalu mendongakkan kepalanya, setelah tahu siapa yang datang, ia kembali memijat kakinya itu.


"Hmmm.... Apa kaki sayangku masih sakit?" tanya Ray sembari mendudukkan dirinya di tepi ranjang.


"Sedikit...." singkat Zuy namun pandangannya tetap fokus pada kakinya itu.


"Apa sayangku masih marah soal yang tadi pagi?"


"Tidak...."


"Terus kenapa sayangku tidak melihat ku?" tanya Ray memasang raut wajah sedih.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Ray, Zuy pun menghela nafasnya, kemudian pandangannya beralih ke arah Ray.


"Tuh aku udah melihat wajah mu," ujar Zuy sambil tersenyum tipis.


Seketika Ray langsung merengkuh tubuh Zuy dan memeluknya.


"Sayangku, aku benar-benar minta maaf karena tidak bilang ke sayangku terlebih dahulu. Tapi aku lakuin ini supaya sayangku bisa istirahat dan fokus padaku dan anak kita. Sayangku, please jangan marah padaku dan maafkan kesalahanku ini!" ucap Ray tersedu-sedu.


Zuy tertegun mendengar ucapan Ray, lalu ia mengangkat tangannya dan menempatkan ke punggung Ray, kemudian Zuy menepuk-nepuk punggung Ray.


"Siapa yang marah? Zuy hanya kecewa saja Ray. Lagian kamu lakuin itu juga karena sayang padaku dan anak kita kan. Ya Zuy juga minta maaf karena sempat kecewa padamu Ray," ucap Zuy.


"Jadi sayangku memaafkan ku? Tidak marah padaku?" tanya Ray memastikan.


"Iya aku maafin kamu Ray, dan aku juga berterimakasih karena kamu sudah menolong ku bahkan sampai tanganmu terluka. Ya kalau gak ada kamu mungkin aku gak bisa bayangin bagaimana nasib ku dan anak kita ini," ucap Zuy.


"Kan aku sudah pernah bilang, aku akan selalu menjaga dan melindungi sayangku ini," balas Ray.


Lalu Zuy melepaskan pelukannya dari Ray.


"Tapi Zuy heran lho Ray, kenapa kamu bisa ada di sana? Bukannya tadi pagi kamu bilang padaku akan pulang malam?" tanya Zuy yang penasaran.


"Ya memang tadinya bakalan pulang malam karena ada rapat, tapi tiba-tiba rapat di batalkan, sebab ada Klien yang tidak hadir pada rapat tersebut ...."


......................


Flashback


Pada saat itu, setelah rapat di batalkan, Davin dan Ray bergegas pulang ke rumah. Selama di perjalanan Ray tidak berhenti menatap layar hpnya dan sesekali menempelkan hpnya ke telinganya guna menghubungi seseorang yang tak lain adalah pujaan hatinya itu.


"Tsk, kamu kemana sayangku? Kenapa chat ku gak di balas, di telpon juga gak aktif," gumam Ray.


"Mungkin dia sedang menenangkan diri Tuan Ray," jawab Davin.


"Menenangkan diri? Apa dia marah padaku karena aku sudah membuat surat pengunduran diri untuknya?"


"Ya bisa juga seperti itu dan lagi ...."


Ciiiiiit....


Davin mendadak menghentikan laju mobilnya, sontak membuat Ray tersentak.


"Ck, kebiasaan banget suka berhenti mendadak," gerutu Ray.


"Ahahaha.... Habisnya aku ingin beli sesuatu makanya aku berhenti mendadak," ujar Davin


"Memangnya mau beli apa sih?"


"Siomay, apa Tuan Ray mau?" tawar Davin.


"Iya boleh, sepuluh bungkus!" jawab Ray.


"Busyet dah banyak amat. Yaudah kalau gitu, Tuan Ray tunggu sebentar biar aku belikan."


Davin langsung turun dari mobilnya, kemudian ia menghampiri pedagang somay itu. Sedangkan Ray yang di dalam mobil masih sibuk dengan hpnya. Lalu tiba-tiba ....


Triiiiiing... Triiiiiing....


Seseorang menghubunginya, sontak membuat Ray tersentak dan segera melihat ke layar hpnya. Seketika senyumnya mengembang saat ia tahu bahwa yang menelponnya adalah Zuy.


Ray segera menjawab telponnya itu.


"Iya sayangku...."


Namun bukannya suara Zuy yang ia dengar, melainkan suara seorang wanita yang tengah melontarkan kata-kata kasar pada Zuy. Mendengar itu sontak membuat Ray mengerutkan dahinya.


"J*lang? Pesanan?" lirih Ray. "Sayangku kamu di mana sekarang?" tanya Ray dengan nada kencang, namun tetap saja Zuy tidak menjawab.


Kemudian ia mematikan telponnya dan melacak keberadaan Zuy melalui hpnya itu.


"Posisinya gak jauh dari sini."


Setelah mendapat lokasi keberadaan Zuy, ia pun segera turun dari mobilnya, kemudian Ray mengedarkan pandangannya. Pada saat pandangannya mengarah ke depan, ia melihat Zuy keluar dari tempat penjual martabak dan tengah berdiri di tepi jalan, Ray segera melangkahkan kakinya menuju ke arah pujaan hatinya. Akan tetapi raut wajahnya berubah saat melihat dua orang wanita tengah berada di samping Zuy sambil mengatai Zuy.


"Bukannya itu Erlin, anak dari Pak Wildan? Tsk, wanita itu tidak ada bosannya, selalu cari masalah dengan sayangku," gerutu Ray.


Lalu tiba-tiba mata Ray terbelalak karena terkejut saat melihat Erlin mulai mendekat ke arah pujaan hatinya, bahkan sampai mendorong keras tubuh Zuy. .


"Sayangku...."


Seketika Ray langsung mengambil langkah seribu untuk menyelamatkan Zuy dan tepat pada waktunya, Ray berhasil menangkap tubuh Zuy sebelum tubuh Zuy menyentuh tanah.


Flashback End...


......................


"Ya begitu lah cerita sebenarnya sayangku," jelas Ray.


"Waah hebat kamu Ray, selalu saja datang tepat waktu di saat aku terkena masalah," puji Zuy


"Ya karena perasaan ku yang sudah menyatu denganmu, Sayangku. Jadi aku tahu dan bisa merasakan kalau sayangku sedang ada masalah," ungkap Ray sambil menyentuh hidung Zuy.


Zuy pun tertegun dan melingkarkan tangannya ke pinggang Ray.


"Hmmmm.... Bisa aja kamu Ray," cetus Zuy.


"Hehehe...."


Ray terkekeh, lalu ia pun mengelus perut Zuy sembari mencium kening Zuy.


***************************


Sementara itu di tempat lain....


Setelah bebas dari para pengawal Ray, Pino membawa Anne ke suatu tempat yang tak lain adalah tempat tinggalnya sendiri.


"Coba jelaskan padaku! Kenapa kamu bisa sampai di kejar-kejar kedua orang itu? Dan lagi siapa mereka?" tanya Pino sembari memberikan air minum pada Anne.


"Mereka adalah anak buah dari wanita j*lang itu...." jawab Anne.


"Wanita j*lang? Apa yang kamu maksud itu Zuy?"


"Iya siapa lagi kalau bukan dia," cetus Anne


Lalu Pino pun menghela nafasnya sembari menepuk pundak Anne.


"Anne.... Anne, gak ada bosan-bosannya ya kamu berurusan dengan wanita itu, padahal kan itu masalah udah lama banget Ann, dan lagi itu kesalahan mu juga karena sudah menjebaknya," pekik Pino.


"Ann, menurutku kamu lebih baik berhenti saja! Karena sekarang wanita itu sudah ada yang melindunginya," sambung tutur Pino.


Seketika membuat Anne menatap tajam ke arah Pino.


"Dengarkan aku Pino! Aku tidak akan berhenti sampai aku benar-benar menghancurkan wanita j*lang itu dengan tanganku sendiri!"


"Hah!!"


***Bersambung...


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... 😉✌😉✌

__ADS_1


__ADS_2