Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Cerita Palsu....


__ADS_3

<<<<<


Sontak Liora pun sangat terkejut mendengarnya, bahkan tanpa sadar ia menjatuhkan pisau dan buah yang berada di tangannya itu.


"Apa! Ma-Maria punya anak dan cucu?"


Lontarnya dengan matanya yang terbelalak dan di susul mulutnya sedikit menganga.


"Kim, apa kamu serius dengan yang kamu katakan, kalau Archo pernah bilang ke kamu tentang Maria yang mempunyai anak lain selain kamu?" sambung tanya Liora yang masih belum percaya.


Kimberly pun mengangguk-anggukkan kepalanya dengan pelan.


"Iya Aunty, tentu saja aku serius dengan apa yang aku katakan itu," jawab Kimberly.


"Apa kamu tidak sedang berbohong padaku?" Liora pun kembali bertanya seraya memastikannya.


Kimberly menggeleng. "Tidak Aunty, untuk apa aku membohongi Aunty. Jelas-jelas Archo berkata seperti itu padaku tentang Mam yang punya anak selain aku."


Seketika Liora mengalihkan pandangannya ke arah lainnya sembari menggigit bibir bawahnya, garis di keningnya pun muncul sehingga membuat alisnya hampir bertautan.


"Aku memang sudah tau kalau Maria pernah mempunyai seorang anak. Tapi yang bikin aku terkejut, bukankah waktu itu Mario pernah bilang padaku dan keluarga saat ia membawa Maria ke Paris, kalau anak Maria sudah meninggal saat di lahirkan." batin Liora.


Lalu tiba-tiba ingatan tentang masa itu berputar di pikiran Liora bak kolase.


......................


Flashback....


PARIS, PRANCIS.


Kala itu Daddy Mario baru saja tiba di kediamannya yang berada salah satu Kota di Paris bersama dengan Maria yang sedang menggendong Archo yang saat itu masih berusia lima bulan serta beberapa Pengawal dan pelayannya. Kedatangan mereka di rumah pun di sambut hangat oleh keluarga Daddy Mario.


"Bienvenu mon fils! (Selamat datang anakku!)" ucap seorang wanita seraya memeluk Daddy Mario dan wanita itu adalah Ibu dari Daddy Mario


"Merci Mama (Terimakasih)" Daddy Mario membalas pelukan Ibunya.


Lalu kemudian seorang anak perempuan berusia sekitar 13 tahun berlari kecil ke arah Daddy Mario dan langsung memeluk Mama serta Daddy Mario.


"Mario, kenapa kamu baru pulang? Aku benar-benar merindukanmu." ucapnya.


"Maaf ya Liora, soalnya di sana aku sangat sibuk makanya aku baru pulang," balas Daddy Mario.


Anak perempuan itu ternyata adalah Liora.


Sesaat mereka bertiga pun melepaskan pelukannya, lalu kemudian pandangan Mama dan Liora beralih ke arah Maria.


"Siapa wanita yang di sebelah mu ini, Mario?" tanya Mama.


Sekilas Daddy Mario menoleh ke Maria lalu beralih kembali ke Mama.


"Oh, wanita ini namanya Maria dan dia calon ibunya Archo, Ma." jawab Daddy Mario.


Maria pun tersenyum pada Mama dan mencium punggung tangan Mama. Setelah itu Mama kembali menatap lekat wajah Maria seraya mengelus pipinya, namun tiba-tiba dahi Mama mengkerut saat melihat mata Maria yang membengkak.


"Apa yang terjadi dengan mata kamu, kenapa bengkak begini? Apa kamu habis menangis?" cecar Mama.


Maria pun ternanap mendengar pertanyaan Mama, lalu perlahan Maria membuka mulutnya dan berkata, "Eum ini sebenarnya mata saya ...."


"Sebenarnya mata Maria bengkak karena ia tidak tidur selama di perjalanan Ma. Soalnya Maria tidak sabar ingin bertemu dengan Mama dan keluarga." sela Daddy Mario sembari melirik tajam Maria membuat Maria tertunduk.


"Apa benar yang di katakan oleh Mario itu?" tanya Mama kembali.


Seketika Maria langsung menganggukkan kepalanya.


"I-iya Madam, saya memang tidak istirahat saat di perjalanan menuju kemari karena saya ingin sekali bertemu dengan Madam dan ternyata seperti apa yang saya bayangkan Madam benar-benar orang yang cantik bahkan ramah." ujar Maria di susul senyumnya.


"Kamu bisa aja memuji Mama. Yaudah sekarang kamu istirahat ya! Nanti Mama akan menyuruh pelayan Mama untuk mengompres mata kamu supaya tidak bengkak seperti ini." kata Mama.


"Tidak usah Madam, saya ...."


"Jangan menolak! Karena Mama paling tidak suka mendengar kata penolakan." pekik Mama.


Maria pun menundukkan kepalanya. "Maafkan saya Madam!"


Mama lalu memanggil pelayannya dan sesaat salah satu pelayannya datang.


"Kamu antar Nona ini ke kamar! Setelah itu kamu kompres matanya sampai matanya kembali normal." titah Mama dan di balas anggukan oleh pelayan.


"Terimakasih Madam," ucap Maria menunduk sopan.


"Iya sama-sama."


Kemudian pelayan tersebut mengantar Maria menuju ke kamar. Sesaat setelah Maria pergi, Daddy Mario dan lainnya langsung duduk di atas sofa dan saling berhadapan.


"Di mana Papa, Ma?" tanya Daddy Mario.


"Papa kamu masih berada di DINAN, mungkin lusa dia pulangnya." jawab Mama.


Daddy Mario manggut-manggut.


"Mario, coba jelaskan sama Mama! Sebenarnya apa yang terjadi pada Maria, kenapa matanya bisa membengkak seperti itu?"


"Ma, bukannya tadi aku sudah bilang ke Mama kalau Maria tidak tidur selama di perjalanan menuju kemari."


Mama pun memicingkan matanya ke arah Daddy Mario.


"Jangan coba-coba membohongi Mama, Mario!" sentak Mama.


Sehingga membuat Daddy Mario menghela nafas panjangnya.


"Mama memang tidak berubah. Ya sebenarnya matanya membengkak karena beberapa hari ini Maria sering menangis."


"Sudah kuduga," lirih Mama. "Lalu apa yang ia tangisi sampai matanya seperti itu?" sambung cecarnya.


"Mungkin karena dia merindukan anaknya yang sudah meninggal Ma." ujar Daddy Mario.

__ADS_1


Sontak membuat Mama dan lainnya terkejut mendengarnya.


"Apa kamu bilang, Anak! Dia sudah punya anak?"


"Iya Ma. Maria memang sudah mempunyai anak dan anaknya meninggal satu jam setelah di lahirkan." jelas Daddy Mario.


Akan tetapi ia berbohong pada Mama serta keluarganya.


"Sekarang kamu ceritakan pada kami! Siapa Maria sebenarnya dan kenapa kamu mengenalkannya pada kami kalau dia adalah calon Ibu Archo?" Mama pun meminta penjelasan dari Daddy Mario.


"Sebenarnya Maria adalah Ibu susu Archo, Ma. Dan aku bertemu dengannya saat aku sedang mencari Ibu susu untuk Archo. Mama tau sendiri setelah Mamanya Archo meninggal Archo sering sakit-sakitan, bahkan Dokter pernah mengatakan kalau Archo tidak boleh di kasih susu formula karena tidak cocok untuknya. Maka dari itu aku mencari Ibu yang bersedia menyusui Archo, lalu akhirnya Maria datang padaku dan menawarkan dirinya untuk menjadi Ibu susu bagi Archo. Awalnya aku sempat curiga dengannya, makanya sebelum menerimanya aku bertanya dulu tentang kehidupannya, dan Maria pun bercerita kalau dia di usir oleh orang tuanya lantaran hamil di luar nikah," kata Daddy Mario.


"Apa! Jadi dia hamil di luar nikah?" lagi-lagi Daddy Mario berhasil membuat Mama terkejut.


"Iya Ma. Maria menceritakannya padaku seperti itu, bahwa kekasihnya yang telah menghamilinya dengan cara menjebaknya. Dan saat Maria sudah hamil bukannya tanggung jawab justru ia malah pergi meninggalkan Maria, begitu pula dengan orang tua Maria yang langsung mengusirnya tanpa mendengarkan penjelasan dari Maria, karena mereka tidak ingin menanggung malu anaknya. Setelah itu kalian bisa bayangin sendiri kan bagaimana kehidupan Maria menanggung semuanya sendiri sampai pada akhirnya ia melahirkan anaknya sendiri bahkan anaknya pun tidak bisa di selamatkan."


Daddy Mario menceritakan kehidupan Maria sehingga membuat Mama dan lainnya tertegun mendengarnya.


Akan tetapi mereka tidak sadar bahwa apa yang di ceritakan oleh Daddy Mario semuanya adalah kebohongan atau cerita yang mengada-ada saja.


"Ya ampun kasihan sekali Maria," lirih Mama sambil menutup mulutnya.


Lalu....


"Mario, Apa kamu percaya dengan cerita wanita itu?" Tantenya Mario pun ikut bertanya karena curiga dan belum percaya dengan apa yang di ceritakan oleh Daddy Mario.


"Tentu saja aku percaya Tan, sebab aku sudah menyelidikinya bahkan aku sudah bertemu dengan orang tuanya." jawab Daddy Mario.


"Oh, Syukurlah kalau begitu." ucap Tantenya.


"Ya maka dari itu setelah aku mengetahui semuanya, aku langsung menerimanya sebagai Ibu susu untuk Archo, begitu pula dengan Archo. Dan ternyata mereka berdua sangat cocok, jadi aku memutuskan untuk menjadikan Maria sebagai Ibu sambung Archo dan langsung membawanya kesini untuk di kenalkan sama Mama dan kalian semuanya." lontar Daddy Mario.


"Lalu apa kamu mencintai dia sampai kamu memutuskan untuk menikah dengannya?" tanya Mama menyidik.


Daddy Mario kembali menghela nafasnya.


"Ya kalau itu aku memang ada rasa padanya Ma, tapi itu tidak penting, yang terpenting adalah kebahagiaan Archo. Jadi Mario mohon, izinkan Mario menikahi Maria ya Ma!" ungkap Daddy Mario sekaligus meminta restu Mamanya.


"Kalau Mama sih merestui mu dengan siapapun, asalkan dia bisa membuat mu dan Archo bahagia. Tapi Mama gak tau dengan Papa-mu itu, Mario. Lebih baik kita tunggu Papa kamu pulang dari DINAN, setelah itu kamu baru bicara padanya dan meminta restunya." tutur Mama.


Daddy Mario pun menganggukkan kepalanya.


"Baiklah Ma."


Lalu setelah dua hari Papanya Daddy Mario pulang dari DINAN. Daddy Mario pun langsung meminta restu pada Papanya. Awalnya Papanya menolak namun sesudah di bujuk oleh Mama, akhirnya Papanya merestui Daddy Mario.


Selang beberapa hari kemudian, Daddy Mario dan Maria pun akhirnya menikah dan setelah empat tahun pernikahannya, akhirnya mereka di karunia anak perempuan yang bernama KIMBERLY FUCA. (Bab.69)


Flashback end.


......................


Ingatan Liora pun berhenti, namun tidak untuk dirinya yang masih penasaran tentang anak Maria yang di katakan oleh Archo pada Kimberly.


"Hmmm, sebenarnya apa yang terjadi? Lalu anak Maria yang mana lagi yang di katakan Archo itu, apa Maria punya anak kembar atau jangan-jangan anak Maria masih hidup namun ia berbohong pada Mario tentang anaknya itu," batin Liora yang menduga-duga.


Lalu....


Liora pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Kimberly.


"Iya Kim," sahutnya.


"Aunty, kenapa Aunty dari tadi diam? Apa jangan-jangan sebenarnya Aunty sudah tahu kalau Mam punya anak lain dan Aunty pura-pura terkejut saat aku bilang seperti itu," cetus Kimberly.


Seketika Liora mengibaskan tangannya seraya menggelengkan kepalanya.


"Apa yang kamu katakan Kim? Tentu saja Aunty benar-benar terkejut saat kamu bilang seperti itu, karena Aunty juga baru tau kalau Maria punya anak lain selain kamu, Kim. Dan barusan Aunty diam sebab Aunty sedang berfikir kenapa Daddy kamu tidak pernah bercerita pada Aunty soal anak Maria itu," jelas Liora yang berbohong.


"Syukurlah kalau Aunty tidak membohongi ku," lirih Kimberly.


"Iya Kim, Aunty tidak akan pernah membohongi mu karena kamu keponakan Aunty yang paling Aunty sayangi," ucap Liora membuat Kimberly mengembangkan senyumannya.


Sesaat....


"Aunty ingat tidak cerita Kimberly tentang wanita OB yang membuat Ray mengabaikan ku?"


"Iya Aunty masih ingat bahkan Maria juga pernah cerita ke Aunty."


"Sebenarnya aku curiga kalau dia adalah anak Mam," lontar Kimberly menundukkan kepalanya.


"Apa!" Liora tersentak. "Bagaimana kamu bisa mencurigai wanita itu sebagai anak Maria?"


Lalu sesaat Kimberly mengangkat kepalanya dan menatap kembali Liora.


"Sebab wajahnya sangat mirip dengan Mam, bahkan usianya sama seperti Archo. Ya meskipun banyak yang bilang kalau di dunia ini ada orang yang berwajah sama, namun bukan kebetulan yang seperti ini Aunty. Dan lagi waktu pertama kali Mam bertemu dengannya, Mam seperti mempunyai ikatan batin pada wanita itu dan selalu menyebutnya dengan nama Zoya." Kimberly menjelaskannya pada Liora dan membuat Liora mengerutkan keningnya kembali.


(Bab.27 Awal pertemuan Ibu dan anak)


"Hmmm, apa mungkin kecurigaan kamu itu benar kalau dia memang betul-betul itu anak dari Maria?"


"Ya mungkin saja Aunty, tapi kalau memang benar dia adalah anak Mam. Kimberly tidak akan menerimanya sebab dia yang telah merebut Ray dan membuat Ray mencampakkan ku." sungut Kimberly.


Mendengar itu seketika suasana menjadi hening, karena Liora kembali terdiam seraya menundukkan kepalanya.


"Barusan Kimberly bilang kalau wanita itu sudah merebut Ray darinya. Apa jangan-jangan ...."


Sekejap Liora mengangkat kepalanya seraya menatap Kimberly kembali.


"Kimberly, sekarang Aunty mau nanya sama kamu. Siapa nama wanita yang mirip Maria itu?" cecar Liora.


"Namanya Zuy, Aunty." jawab Kimberly. "Memangnya ada apa? Kenapa Aunty menanyakan namanya?" sambung tanyanya.


Liora menggeleng. "Tidak ada apa-apa Kim, Aunty hanya ingin tahu saja."


"Oh...." Kimberly manggut-manggut.

__ADS_1


Lalu mereka kembali melanjutkan perbincangan sampai waktu menjenguk pasien habis.


**********************************


Villa Z&R


—Pukul 05.00Am


Sementara itu di Villa para pelayan sudah memulai dengan aktivitasnya. Sedangkan di kamarnya, Tuan rumah masih terlelap di balik selimutnya. Lalu tiba-tiba saja dari kamar si kembar terdengar suara tangisan keras dari anaknya, sontak membuat Zuy langsung membuka matanya.


Sesaat setelah mengumpulkan nyawanya, ia pun memindahkan tangan Ray yang melingkar di pinggangnya itu, lalu kemudian ia segera bangkit dan beranjak dari tempat tidurnya bergegas menuju ke kamar si kembar.


Setibanya di kamar anaknya, Zuy melihat Baby R tengah duduk di dalam box-nya. Ia pun segera mendekat, lalu di angkatnya tubuh anak lelakinya itu dan di baringkannya Baby R di ranjang dekat box-nya.


Kemudian Zuy memeriksa popok anaknya itu dan ternyata Baby R bangun karena popoknya sudah penuh, ia pun segera membawa anaknya ke kamar mandi untuk membersihkannya.


Sesaat setelah selesai dan mengganti popoknya, ia lalu membaringkan tubuhnya di samping Baby R seraya memberikan ASI-nya untuk anak laki-lakinya itu.


"Bobo lagi ya anak gantengnya Mamah!" ucap Zuy menepuk-nepuk pantat Baby R, sedangkan Baby R terus memandangi wajah Mamahnya itu seraya mengelus pipinya.


Tak lama setelah Baby R tertidur pulas Zuy pun menempatkan kembali anaknya ke dalam box tidurnya di samping Baby Z. Lalu kemudian ia melangkah keluar dari kamar anaknya dan bergegas menuju ke arah dapur untuk membantu para pelayannya menyiapkan sarapan.


Beberapa jam kemudian....


Waktu sarapan pagi tiba, Ray, Zuy dan Davin sudah berada di meja makan dan tengah menikmati sarapannya, sedangkan Airin sudah sedari beberapa saat tadi berangkat ke Perusahaan CV.


Lalu....


"Sayangku...."


"Iya...."


"Beri aku suapan dari tangan kamu!" pinta Ray manja.


Sesaat Zuy melirikkan matanya ke arah Davin yang sedang asik menikmati sarapannya.


"Jangan pedulikan aku, Zuy! Aku sudah terbiasa kok melihat kemesraan kalian." gumam Davin seraya mengunyah makanannya.


Zuy pun mengambil satu sendok nasi goreng yang di piringnya, lalu ia menyuapkannya ke mulut Ray membuat senyum Ray mengembang, lalu kemudian ....


Cup....


Ray mendaratkan ciuman di pipi pujaan hatinya membuatnya terbelalak.


"Terimakasih sayangku," ucap Ray.


"Iya sama-sama tampan-ku."


Sedangkan Davin....


"Aku tidak melihat dan mendengar apapun," batinnya yang terus menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya itu.


Dan mereka pun kembali menikmati sarapannya.


...----------------...


Tak terasa siang hari pun tiba dan ketinggian matahari sudah berada tepat di atas kepala, menandakan saatnya waktu istirahat telah tiba.


Perusahaan CV


Sementara itu di Kantin Perusahaan, Airin nampak duduk sendirian sembari menikmati makan siangnya. Lalu Brian datang menghampiri sambil membawa makanan.


"Rin, aku boleh duduk di sini?" tanyanya.


Seketika Airin mendongakkan kepalanya ke arah Brian.


"Ya boleh."


"Terimakasih Rin," ucap Brian.


Airin membalasnya dengan senyuman membuat Brian terpanah, sesaat ia pun duduk tepat berhadapan dengan Airin.


"Oh iya Rin, sore ini ada waktu tidak?" tanya Brian.


"Entahlah Bri, memangnya kenapa?"


"Tidak apa-apa Rin, hanya saja aku ingin mengajak mu jalan-jalan ke taman hiburan seperti waktu itu." ujar Brian.


"Oh, ternyata kamu mau mengajak ku ke taman hiburan toh," Airin kembali menyantap makanannya.


Brian pun mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Iya Rin, apa kamu bersedia Rin?"


"Eemmm, kalau itu aku ...."


Lalu tiba-tiba datang lagi seseorang menghampiri mereka.


"Airin, Brian!" panggilnya pada Brian dan Airin.


Seketika berhasil membuat Airin dan Brian mengalihkan pandangannya ke arah orang yang memanggilnya itu.


"Hmmm!"


***Bersambung....


Author: "Siapakah gerangan yang memanggil mereka? 🤔"


See You Next Time... 😉😘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... 😉✌😉✌


__ADS_2