Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Menggantung Perasaan...


__ADS_3

<<<<<


"Aaah.... apa yang baru saja aku katakan padanya, tapi ..., hmmm.... Tuan Muda, semoga saja ini berjalan dengan baik.." katanya sambil mendongakkan kepalanya ke atas dan tersenyum.


Lalu ia pun berjalan menuju ke kamarnya, setelah masuk ke dalam kamar, Zuy menggantungkan tasnya di balik pintu kamarnya, ia lalu membuka lemari pakaiannya untuk mengambil handuk kimononya, setelah itu Zuy pun langsung keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar mandi untuk bebersih.


*****


Sementara itu, Setelah mengantar Zuy pulang ke rumahnya, Davin dan Ray bergegas pulang ke rumah, di sepanjang perjalanannya menuju ke arah rumahnya, Ray tidak berhentinya tersenyum, Davin yang melihat Ray dari pantulan kaca pun nampak kebingungan.


"Hmmm Tuan Ray kenapa ya, apa gara-gara tadi ya, apa jangan-jangan Zuy udah ..., ah lebih baik aku bertanya pada Tuan Ray," batin Davin. Lalu kemudian...


"Ehemmmm, ehemmm," Davin pun sengaja berdehem.


Mendengar Davin berdehem, Ray langsung melirikkan matanya ke arah Davin lewat pantulan kaca yang bergantung di depan Davin.


"Ada apa Kak Davin?" tanya Ray


"Nampaknya ada yang lagi senang tuh, sampai senyum-senyum gitu. Jangan-jangan Zuy udah menerima ajakan Tuan Ray untuk menikah ya?" Davin menggoda Ray.


"Hmmm, ya jelas dong dia terima ajakan ku," jawab Ray dengan bangganya.


"Waah serius Tuan? Zuy menerima anda?!" tanya Davin dengan kagetnya mendengar jawaban Ray kalau Zuy menerima ajakan Ray untuk menikah.


"Ya serius. Orang tadi dia bilang kalau dia gak menolakku, tapi Kakak menyuruhku untuk mengerti tentangnya dan juga menyuruh Ray untuk menunggunya," jelas Ray.


Davin pun terkejut mendengar penjelasan dari Ray. "Hah! Tuan Ray kalau Zuy berkata seperti itu, berarti dia belum menjawab ataupun menerima anda," papar Davin.


"Apa maksudnya itu Kak? Jelas-jelas Kak Zuy bilang seperti itu," ujar Ray.


Davin langsung menepuk jidatnya sendiri, "Ya ampun Tuan Ray, anda kalau masalah percintaan benar-benar polos ya! Kalau Zuy bilang seperti itu, tandanya dia menggantung anda Tuan," jelas Davin membuat Ray terkejut.


"Apa..!!"


"Iya yang aku tahu seperti itu. Apa anda belum pernah mengungkapkan perasaan anda terhadap wanita lain selain Zuy, Tuan?" tanya Davin.


"Hmmm... Ray gak pernah sekali pun mengungkapkan perasaan pada wanita lain, yang ada wanita-wanita itu yang selalu mendekatiku dan mengungkapkan perasaan mereka padaku. Jujur Ray baru pertama kali mengungkapkan perasaan Ray terhadap satu wanita yaitu Kakak Zuy," ungkap Ray.


"Oh pantas saja, aku gak pernah lihat anda bersama wanita lain selain Kimberly yang selalu menempel pada anda, Tuan." ujar Davin.


"Ya seperti itu, Kakak kan tahu perasaanku untuk siapa. Terus kata Kak Davin kalau Kak Zuy menggantung Ray itu maksudnya apa? Apa Ray benar-benar di tolak sama Kak Zuy?" tanya Ray yang mulai panik.


"Ya bukan berarti dia menolak anda juga Tuan Ray. Mungkin ada sesuatu yang harus dia selesaikan terlebih dahulu atau mungkin juga dia sedang menguji anda. Apakah anda benar-benar serius atau tidak," jelas Davin.


Mendengar penjelasan dari Davin, Ray yang tadinya panik menjadi tenang kembali, ia pun kembali menyandarkan tubuhnya.


"Hah jadi seperti itu, Syukurlah kalau begitu. Ya kalau masalah serius, Ray memang benar-benar serius ingin menikah dengan Zuy," ucap Ray.


"Ya memang benar kata Kak Davin, kalau masih ada sesuatu yang harus Kak Zuy selesaikan terlebih dahulu. Itu tentang janjinya pada Ayahnya itu. Zuy bilang tidak akan menikah dulu sebelum menemukan Mamahnya," sambung kata Ray.


"Hmmm, menemukan Mamahnya, maksud anda Tuan?" Davin pun bertanya dengan rasa penasaran.


"Iya, jadi yang Ray dengar, Kak Zuy di tinggal pergi oleh Mamahnya saat dia masih bayi dan sampai sekarang ia belum mengetahui siapa Mamahnya sendiri. Makanya dia berjanji di makam Ayahnya bahwa dia akan mencari Mamahnya," jelas Ray.


"Apa! Jadi selama ini Zuy belum pernah tau siapa Mamahnya? Aku pikir Mamahnya sudah meninggal. Tapi apa Tante Nana tidak memberitahu pada Zuy siapa Mamahnya, karena walau bagaimanapun dia pasti tahu siapa Mamahnya Zuy, Tuan Ray." papar Davin.


"Ah benar juga, apa Bi Nana sengaja menyembunyikannya dari Kakak ya? Tapi untuk apa Bi Nana melakukan itu?" tanya Ray yang mulai penasaran.


"Jangan tanya padaku Tuan, tanya saja pada Tante Nana," celetuk Davin


Mendengar celetukan dari Davin, Ray langsung mengerutkan dahinya.


"Ray gak bertanya pada Kak Davin," gerutu Ray.


"Hihihi.... Tapi Tuan Ray kalau misalnya anda ingin membantu Zuy, lebih baik anda cari infonya dengan orang-orang yang di dekat anda, misalnya Mrs Maria, ataupun Kimberly" ujar Davin


"Hmmm, memangnya ada apa dengan Mereka?" tanya Ray.


"Bukankah Mrs Maria dan Kimberly itu sangat ...," belum selesai menjelaskan, tiba-tiba...


"Kak Davin jangan bahas mereka dulu ya, Ray lagi gak mau membicarakan mereka," papar Ray.

__ADS_1


Davin pun menganggukkan kepalanya. "Baik Tuan Ray," patuhnya.


"Hmmm padahal aku mau bilang kalau mereka berdua sangat mirip dengan Zuy, kali aja mereka ada hubungannya dengan Zuy," batin Davin,


Aaaaaaah...


Tiba-tiba Davin mengingat sesuatu yang penting, lalu..


Ciiiiit..


Ia pun langsung menginjak rem secara mendadak untuk menghentikan laju mobilnya, sontak membuat Ray kaget dan kepalanya pun terbentur jok yang berada di depannya


"Awww, Kak Davin ada apa sih, suka banget berhenti secara mendadak?" pekik Ray.


"Tuan Ray, apakah anda melupakan janji anda padaku Tuan?" tanya Davin sambil menengok ke belakang.


"Janji, aku punya janji apa memangnya Kak?" tanya balik Ray yang benar-benar lupa.


"Tuan, bukankah anda berjanji mau membelikanku masker wajah," Davin mengingatkan Ray.


"Oh iya, kenapa aku lupa ya, hehehe kerjain dikit kayaknya seru nih," kata hati Ray.


"Hmmm, Ray gak ingat pernah punya janji seperti itu," ujar Ray sambil menyilangkan kakinya, dan melipat kedua tangannya di dadanya dengan gayanya seperti Bos.


"Tuan anda tega sekali melupakan janji anda itu, aku gak bisa tidur, kalau tanpa masker, huhuhu.." ujar Davin sambil menunjukan ekspresi wajahnya yang sedih.


Pffft..


"Hahaha, jangan pasang wajah seperti itu, Ray hanya menggoda Kak Davin aja kok, yaudah Ray belikan sekarang," ujar Ray.


Wajah Davin pun langsung berubah sumringah, "Waah serius Tuan Ray, ayo kita berangkat beli masker dulu sebelum pulang, " kata Davin, lalu ia menyalakan mobilnya kembali dan langsung melajukan mobilnya dengan cepat.


*****


Rumah Zuy


Tak terasa waktu pun berlalu, malam pun semakin larut, waktu menunjukan pukul 02.45 Am. Zuy yang nampak sedang tertidur pun tiba-tiba terbangun.


Zuy langsung mengambil wadah berisi air minum, lalu menuangkannya ke dalam gelas, setelah itu Zuy langsung meminumnya.


"Haaa.... Kenapa aku gak bisa tidur sama sekali, ini ke berapa kalinya aku terbangun dari tidur. Terus kenapa setiap memejamkan mata selalu saja terbayang apa yang aku ucapkan pada Tuan Muda dan tingkah laku Tuan Muda yang tadi. Ajakan Tuan Muda yang tadi, apa dia benar-benar serius? Tapi kalau benar, apa yang membuatnya seserius itu?" tanya Zuy pada dirinya sendiri.


"Aaaaaaah... aku harus bagaimana ini? aku bakalan canggung lagi kalau bertemu dengan Tuan Muda," papar Zuy sambil menepuk pipinya.


Setelah itu ia pun langsung menyandarkan kepalanya di atas meja.


*****


Rumah Ray


Sementara itu, Ray nampak sedang duduk di sofa yang berada di dalam kamarnya, di temani sebotol Wine dengan kadar Alkohol rendah, sesekali ia menuangkan Wine itu ke gelasnya dan langsung meneguknya, pikirannya pun hanya selalu tertuju pada Zuy sambil memandangi kalung pemberian dari Zuy


"Hmmm.. Kakak sayangku, walau yang di katakan Kak Davin benar, kalau kakak menggantungkan perasaanku. Aku tidak peduli, aku tetap akan menunggumu sayang, sampai Kakak benar-benar menerima ajakanku untuk menikah. Aku gak tahu kenapa, tapi dari dulu juga orang yang aku inginkan hanya Kakak, wanita yang Ray ingin jadikan pendamping hidup cuma Kakak sayangku seorang," ungkap Ray pada dirinya sendiri.


Lalu ia kembali menuangkan Wine ke gelas dan meminumnya lagi.


*******


Keesokan Harinya...


Tak terasa waktu menunjukan pukul 07.00 Am, akan tetapi Zuy nampak masih tertidur lelap setelah semalaman ia begadang, dan baru tertidur dengan sendirinya pukul 04.15Am, lalu tiba-tiba...


Trrrrrrt.. Trrrrrrt... Triiiiiing..


Nampak panggilan masuk dari Hpnya, mendengar Hpnya berbunyi, ia pun terbangun dari tidurnya, tangannya meraba-raba mencari Hpnya yang berada di atas nakas, setelah ketemu ia langsung menjawab panggilan masuk di Hpnya.


"Halo.." lirih Zuy


"Zuuuuuy! kamu masih ada di mana, kenapa belum datang ke kantor, ini udah jam berapa, apa kamu hari ini gak masuk?"


"Hmmm, Airin?" tanya Zuy yang masih mengantuk.

__ADS_1


"Iya ini aku Airin," jawabnya, ternyata Airin yang menelpon.


"Oh, iya aku berangkat kerja kok Rin, lagian juga baru jam ... ...," lalu Zuy melihat ke arah jam dinding, betapa terkejutnya dia..


"Aaaaaaah... aku kesiangan Rin," seru Zuy sambil beranjak dari tempat tidurnya.


"Nah kan, buruan siap-siap! Mumpung Bu Rere belum datang," ujar Airin


"Iya, iya, yaudah aku siap-siap dulu Rin," kata Zuy


"Yaudah aku tunggu ya..!!"


Lalu mereka memutuskan telponnya.


Zuy lalu berlari menuju ke kamar mandi, tak lama kemudian, ia langsung keluar dari kamar mandi dan langsung kekamarnya untuk mengganti pakaiannya. Beberapa saat kemudian, ia pun langsung keluar dari kamarnya dan siap-siap untuk berangkat bekerja. Zuy lalu mengambil kunci motor yang menggantung di dekat pintu kamarnya, dan bergegas menuju ke luar sambil mengeluarkan motornya.


Setelah berada di luar rumahnya, ia pun langsung mengunci pintu rumahnya dan bersiap-siap untuk berangkat, ia lalu menaiki motornya dan menyalakannya, dan menarik gas motornya dengan perlahan, Zuy pun langsung bergegas menuju ke kantor sambil mengendarai motornya dengan kecepatan yang sedang, selang beberapa jarak dari rumahnya, saat berada di depan warung, ia pun berhenti sejenak dan turun dari motornya untuk membeli sesuatu di warung tersebut.


"Selamat pagi..."


"Eh pagi juga Zuy, mau beli apa?" tanya si penjual


"Beli roti dua bungkus, obat magh sama air minum sekalian," kata Zuy


"Oh iya tunggu sebentar ya Zuy," balas si penjual.


"Iya..."


Lalu kemudian Bu Ida dan lainnya datang..


"Bu Selamat pagi.." sapa Zuy


"Pagi juga Zuy, tumben kamu baru berangkat, pasti kesiangan ya?" tanya Bu Endah


Zuy pun tersenyum dan berkata, "Hehehe, iya Bu, tadi malam gak bisa tidur."


"Zuy ini belanjaan kamu!" kata si penjual sambil menyerahkan belanjaan Zuy.


"Jadi berapa semuanya?" tanya Zuy


Lalu si penjual menyebutkan harganya, ketika Zuy hendak membayarnya, tiba-tiba...


"Aah paling juga kamu habis main sama laki-laki yang tadi malam," celetuk Bu Ida


Mendengar celetukan dari Bu Ida, semuanya langsung melihat ke arah Bu Ida.


"Apa maksud anda Bu?" tanya Zuy yang nampak terkejut.


"Jangan pura-pura polos kamu, Zuy. Semalam saya melihat kamu dengan laki-laki dan saling peluk, terus sebelum itu juga ada laki-laki yang datang mengantar motor kamu, dan lagi waktu kemarennya kalau gak salah ada tamu laki-laki juga yang datang ke rumah kamu. Waah hebat kamu Zuy, banyak banget laki-laki yang berdatangan," ujar Bu Ida.


Mendengar perkataan Bu Ida, sontak membuat Zuy semakin terkejut, tangan dan bibirnya bergetar, raut wajahnya pun nampak muram.


"Ida apa maksudmu berkata seperti itu? Zuy udah jangan dengerin kata Ida, kamu berangkat kerja aja! Nanti kamu telat lho," kata Bu Endah


Zuy pun menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan ke arah motornya, akan tetapi...


"Hmmm gak heran juga sih dulu Bibinya juga seperti itu, bahkan Bosnya sendiri sering di bawa ke rumahnya. Ya otomatis keponakannya juga mengikuti jejaknya," lagi-lagi Bu Ida menambah gosip gak jelas.


"Ida sudah cukup..!!" bentak Bu Endah.


Zuy pun mulai terpancing amarah mendengar perkataan Bu Ida, ia langsung mengepalkan tangannya.


"Bu Ida, apa maksud anda berkata seperti itu?" tanya Zuy dengan kesalnya, lalu kemudian...


"Zuy..!!"


***Bersambung...


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... ✌😉😉✌

__ADS_1


__ADS_2