Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Bau Bawang....


__ADS_3

<<<<<


Seseorang menyebut nama mereka berdua, seketika membuat Davin melepaskan rangkulannya kemudian keduanya pun mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut.


"Akhirnya datang juga...."


Airin langsung mendekat ke arahnya dan memeluknya dengan erat.


"Mamah...." ucap Airin pada orang yang di peluknya itu yang tak lain adalah Mamahnya sendiri.


Dan ternyata mereka berdua sedang di salah satu Terminal untuk menjemput Mamahnya Airin yang datang dari Kota asalnya yaitu Kota B.


Mamahnya Airin pun tersenyum seraya membalas pelukan Airin. Sesaat mereka melepaskan pelukannya, kemudian Airin mencium punggung tangan Mamahnya.


"Bagaimana kabar kamu, Rin?" tanya Mamah.


Airin menengadah. "Kabar Airin baik Mah, lalu bagaimana dengan Mamah?"


"Mamah juga baik-baik aja Rin."


"Syukurlah...." ucap Airin.


Kemudian Davin mendekat ke Airin dan Mamahnya.


"Tante...."


Mamahnya Airin memalingkan wajahnya ke arah Davin sembari tersenyum.


"Davin...."


Davin mengangguk sopan, kemudian ia meraih tangan Mamahnya Airin dan menciumnya.


"Rion mana Mah?" tanya Airin mengedarkan pandangannya mencari adiknya.


"Emmm, tadi sih bilangnya mau ke toilet, mungkin bentar lagi datang." jawab Mamahnya.


Airin manggut-manggut. "Oh...."


"Tante."


Mamah Airin melirik ke Davin.


"Iya Vin, ada apa?"


"Maaf Tan, mana ya barang bawaannya Tante? Sini biar Davin masukkan ke dalam mobil!" kata Davin.


"Ini barang bawaan Mamah, Vin. Sisanya masih ada di Rion." Mamahnya Airin menunjuk ke arah barang bawaannya.


"Oh.... Yaudah kalau gitu Davin bawa ya Tante!" izin Davin.


"Iya, terimakasih banyak ya Vin."


"Sama-sama Tan."


Davin mengambil barang yang di bawa Mamahnya Airin kemudian memasukkannya ke dalam mobilnya. Sesaat Rion pun datang menghampiri mereka.


"Mamah...." tegur Rion.


Ketiganya pun menolehkan kepalanya ke Rion.


"Udah Ion?" tanya Mamahnya.


"Iya udah, maaf ya Mah kalau lama!" ucap Rion di selingi dengan anggukan kepalanya dua kali.


"Ya gak apa-apa."


Lalu....


"Hoi Jangkung!"


Paak!


Airin memukul keras punggung Rion sehingga membuatnya tersentak dan langsung memalingkan wajahnya ke Airin.


"Ck, apa sih wanita bar-bar? Kebiasaan banget deh suka mukul punggung ku!" gerutu Rion.


Airin tersenyum menampilkan baris giginya.


"Sorry Kung! Lagian kamu bukannya menyapa Kakak mu yang cantik ini malah berdiri di depan ku. Huh!" cetus Airin.


"Maaf Teh gak sengaja! Aku kira orang lain tapi gak taunya Kakakku yang bar-bar plus jomblo ini." celetuk Rion.


Airin berkerut kening seraya mendengus kesal.


"Kamu ini ya, baru aja ketemu udah bikin naik darahku." gerutunya sambil mencubit lengan Rion.


"Aduh sakit wanita bar-bar!" pekik Rion.


"Minta maaf!"


"Iya, aku minta maaf Teteh bar eh maksudnya Teteh cantik." Rion menangkupkan kedua tangannya.


Sehingga Airin langsung melepaskan cubitannya dari lengan adiknya, kemudian ia mengulurkan tangannya ke Rion.


"Sekarang cium tangan Kakak cantikmu ini!"


"Iya Teteh!" Rion pun meraih tangan Airin dan menciumnya.


Akan tetapi....


Ndus!


Ndus!


Rion mengendus tangan Airin kemudian ia menengadah menatap Kakaknya itu.


"Teteh habis megang bawang ya? Makanya tangannya bau bawang gini?!" gumam Rion seraya melepaskan tangannya Airin.


"Apa! Bau bawang?!" Airin seketika mengendus tangannya sendiri. "Kamu benar kung! Tadi tangan Teteh memang habis megang bawang. Padahal udah di cuci bersih tapi ternyata baunya masih ada. Hihihi...." lanjut katanya dan di susul kekehannya.


"Huh, dasar Teteh bar-bar!"


"Ya maaf Kung! Tapi kan masih mending bau bawang dari pada bau terasi. Iya kan?!"


"Mau terasi atau bawang pun sama aja Teh tetap bau juga, humph!" Rion pun mengerucutkan bibirnya membuat Airin menyemburkan tawanya sembari mengacak-acak rambut Rion.


"Teteh hentikan! Nanti rambutku bau bawang." pekik Rion.


"Biarin! Anggap saja kamu pakai minyak rambut terbaru aroma bawang. Hahaha...."


"Teteh bar-bar!"


Sedangkan Mamahnya yang melihat kelakuan anak-anaknya hanya bisa menghela nafasnya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Mereka berdua ini, kalau udah bertemu terus kumpul pasti becanda sama ribut gini, udah kaya kucing lagi rebutan makanan. Hmm, bikin pusing kepala Mamah aja!" gumamnya sehingga Davin terkekeh kecil.


"Tapi kebanyakan kalau Kakak-adik memang suka seperti itu ya Tan? Kaya saya, Tuan Ray sama Kak Yiou. Kalau udah ngumpul pasti ada aja yang di ributin ataupun di becandain." ujar Davin.


"Ya memang seperti itu Vin, ibarat kata kalau gak becanda gak seru. Hihihi...." balas Mamahnya Airin.


"Iya bener banget Tan." Davin mengangguk setuju dengan perkataan Mamahnya Airin.


"Bentar ya Vin!"


"Iya Tan."


Mamahnya Airin beralih ke arah kedua anaknya.


"Airin, Rion sudah jangan becanda terus! Malu tuh di liatin banyak orang!" cetusnya.


Seketika Airin sama Rion langsung menghentikan candaannya dan mengalihkan pandangannya ke Mamahnya.


"Maaf Mah!" ucap keduanya seraya menunduk.


Mamahnya mendesah. "Iya Mamah maafin! Yaudah kalau gitu kita pergi dari sini! Soalnya Mamah udah kangen pengin ketemu sama anak serta kedua cucu Mamah."


Airin, Rion, menganggukkan kepalanya secara bersamaan. Mamahnya Airin pun mengalih ke Davin.


"Ayo Vin!"


"Oke Tante."


Lalu sesaat Davin, Airin, Mamah serta Rion masuk ke dalam mobil dan tak lama kemudian mereka semua pun pergi dari tempat tersebut menuju ke Villa.


*****************************


Villa....


Zuy berada di kursi santai depan halaman Villa-nya bersama kedua anaknya yang lagi berjemur di hangatnya sinar sang mentari pagi.


"Sayangku...." seru Ray sembari melangkah menghampiri pujaan hati serta kedua anaknya.


Ketiganya pun mengalihkan pandangannya ke Ray.


"Iya Ray." sahut Zuy.

__ADS_1


"Da,da...." oceh Baby Rayn seray menggerakkan tangannya ke Daddy-nya dan begitu pula dengan Baby Zea yang memunculkan tawanya.


"Duh ganteng dan cantiknya Daddy yang lagi sunbanthing." Ray mencium pipi gembul kedua anaknya secara bergantian.


Kemudian ia pun mendudukkan dirinya di samping pujaan hatinya.


"Sayangku tadi Kak Davin chat aku, katanya mereka sudah berangkat dari Terminal menuju kesini."


Mendengarnya pun seketika Zuy menyunggingkan senyum sumringahnya.


"Beneran Ray?"


"Iya beneran sayangku yang cantik." balas Ray.


"Oh, syukurlah kalau begitu. Gak sabar pengen ketemu sama Mamah." ucap Zuy dengan senangnya.


"Aku juga, mungkin bentar lagi mereka sampai, tapi itu juga kalau jalanannya gak macet."


"Ya mudah-mudahan aja jalanannya lancar."


"Iya sayangku."


Ray mendekatkan wajahnya ke pipi Zuy dan saat hendak mencium pipinya, tiba-tiba Baby Rayn mengarahkan tangannya ke Daddy-nya seraya memukul-mukulnya membuat Ray mengurungkan niatnya mencium Zuy dan beralih ke anak lakinya.


"Ada apa gantengnya Daddy?! Kenapa memukul tangan Daddy? Apa kamu minta di gendong Daddy?"


"Ndong!" Baby Rayn mengangkat tangannya ke arah Mamahnya.


"Oke gantengnya Daddy, sini Daddy gendong!"


Ray mengangkat tubuh anak lelakinya dan memangkunya, Baby Rayn nampak sumringah berada di pangkuan Daddy-nya.


Lalu sesaat....


"Sayangku...."


"Iya Ray?"


"Em, apa kamu mencium bau sesuatu?!" tanya Ray seraya mengendus-endus karena tiba-tiba ia mencium bau aneh yang menyengat di hidungnya.


Zuy menaikkan satu alisnya. "Hmm, bau sesuatu?!"


Ray mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Iya sayangku, baunya seperti ...."


Ray lalu mengendus ke tubuh Baby Rayn yang tengah di pangkunya.


"Coba aku periksa popoknya!" kata Zuy.


Kemudian ia memeriksa popoknya Baby Rayn dan benar saja setelah popoknya di periksa ternyata bau itu berasal dari anak lelakinya yang tengah buang air.


"Si gantengnya kita buang air, Ray."


"Apa! Hmmm, pantesan baunya menyengat. Ternyata gantengnya Daddy buang air ya?" Ray mencium gemas anaknya membuat Baby Rayn membunyikan tawanya.


Begitu pula dengan Zuy yang ikut terkekeh kecil sembari bangkit dari posisinya.


"Sini gantengnya Mamah, kita ganti popok dulu!" ia mengambil Baby Rayn dari pangkuan Ray dan menggendongnya.


"Masuk yuk!" lanjut ajaknya dan di balas anggukan oleh Ray.


Keduanya pun beranjak dari tempat duduknya, Zuy terlebih dahulu melangkah ke arah Villanya. Sedangkan Ray menggendong Baby Zea dari tempatnya kemudian menyusul pujaan hatinya.


Beberapa saat kemudian....


Davin bersama lainnya pun akhirnya tiba dan setelah memarkirkan mobilnya, mereka semua turun dari mobil. Lalu dua orang pengawal mendekat ke arah mereka.


"Ada yang bisa kami bantu Pak?" tanya salah satunya.


"Ada, tolong kalian ambil barang bawaan Tante yang ada di mobil terus bawa ke Villa!" titah Davin.


"Baik Pak!" Keduanya pun mengangguk menuruti perintah Davin


Lalu Davin, Airin, Mamah serta Rion bergegas menuju ke Villa.


Setibanya di Villa Z&R....


"Tuan Ray, Zuy kami datang!" seru Davin seraya melangkahkan kakinya masuk di susul Mamah, Airin dan Rion.


Kemudian mereka berempat mendudukkan dirinya di sofa.


Di sisi lain, Ray nampak sedang duduk di ruang keluarga menemani si kembar. Dan ketika mendengar suara dari Davin, ia pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah ruang utama.


"Akhirnya mereka datang juga, sebentar ya anak Daddy! Daddy mau manggil Mamah dulu." Ray bangkit dari posisinya dan berjalan ke arah tangga.


"Sayangku...."


"Iya Ray." sahut Zuy dari atas.


"Mereka sudah datang."


"Oke, aku turun sekarang!"


Zuy pun berlari kecil menuju ke arah tangga.


"Jangan lari-lari!" tutur Ray.


Dan ketika sudah beberapa pijakan anak tangga yang terakhir, tiba-tiba kakinya tersandung dan hampir jatuh. Untungnya pria tampannya langsung berlari dan menangkapnya sehingga Zuy jatuh di dalam pelukannya.


"Sudah di bilang jangan lari-lari! Dasar gak penurut." Ray menjentikkan jarinya ke dahi Zuy.


"Aww, iya maaf Ray. Habisnya aku ingin cepat-cepat bertemu Mamah."


Ray menghela nafasnya sejenak.


"Yaudah, ayo kita ke depan!"


Zuy menganggukkan kepalanya.


"Iya tampan-ku."


Keduanya mendekat ke arah si kembar dan menggendongnya, setelah itu Ray dan Zuy berjalan menuju ke arah ruang utama.


Lalu....


"Mamah selamat datang!" sambut Zuy dan Ray secara bersamaan.


Mamahnya Airin menengadah melihat Zuy dan Ray, kemudian beranjak dari duduknya menghampiri Zuy.


"Anak Mamah." lirih Mamah.


"Iya Mah."


Zuy tersenyum seraya meraih tangan Mamahnya dan menciumnya lalu bergantian dengan Ray.


"Bagaimana kabar kalian?" tanya Mamah sembari memegang pipi Ray dan Zuy.


"Kabar kami baik Mah," jawab Ray.


Senyum Mamah Airin pun mengembang.


"Syukurlah kalau kabar kalian baik."


"Lalu bagaimana kabar Mamah?" tanya Zuy.


"Kabar Mamah juga baik, anak Mamah." jawab Mamah.


Pandangannya beralih ke si kembar yang berada di gendongan orang tuanya dan sedari tadi terus menatap Mamah.


"Aiiih, cucu-cucu Nenek udah pada gede ya. Ganteng sama cantiknya mirip seperti orang tuanya." Mamahnya Airin mengelus kepala Baby Rayn dan Baby Zea.


"Terimakasih Nenek." ucap Zuy mewakili anaknya.


Lalu Mamah menggendong Baby Zea dan kembali duduk di sofa, begitu pula dengan Ray serta Zuy yang menyusul duduk di sofa lainnya dan bercengkrama.


Menjelang sore hari....


Di Villa family A, semua orang sedang berkumpul di sana karena Aries, Yiou serta Baby Ayleen sudah pulang dari rumah sakit. Mamahnya Airin pun nampak menggendong Baby Ayleen.


"Benar-benar cantik ya cucu Nenek ini mirip banget kaya Mamahnya." kata Mamahnya Airin.


"Terimakasih banyak Tante." ucap Yiou.


Mamahnya Airin menyunggingkan senyumnya pada Yiou.


"Hmmm, sekarang makin rame sama anak-anak ya! Ini pasti gedenya bakalan barengan meskipun beda jarak berapa bulan saja." ujar Mamahnya Airin.


"Iya bener banget Teh, tuh buktinya kaya Rana sama si kembar yang bedanya gak ada setengah tahun pun gedenya sama, hanya saja si kembar belum bisa jalan baru bisa merangkak." sambung Bi Nana.


"Iya Na. Gak kerasa waktu berlalu begitu cepat, perasaan kaya baru kemaren aku nemenin Zuy melahirkan mereka." kata Mamah.


"Ya begitulah waktu memang cepat berlalu Teh."


Mamahnya Airin beralih ke Yiou.

__ADS_1


"Oh iya Nak Yi, apa kamu sudah makan?"


"Tadi siang udah Tan, mungkin nanti Yi makan lagi." ujar Yiou.


Mamahnya Airin manggut-manggut.


"Oh.... Yaudah kalau nanti kamu mau makan bilang ya! Mamah masak sup daun katuk dan itu sangat bagus untuk memperlancar asi kamu."


"Wah kebetulan Tan, Dokter juga nyaranin Yi banyakin makan sayuran terutama daun katuk supaya asi Yi lancar. Terimakasih banyak ya Tante, pasti nanti Yi akan makan sayur sup daun katuk buatan Tante." ucap Yiou.


"Sama-sama Nak."


Lalu dari arah dapur Zuy, Airin dan pelayan membawa minuman dan makanan untuk semua yang ada di sana.


"Asik kue bolu...." seru Nara.


"Ue oyu, Ana au...." sambung Rana.


"Iya, ini untuk Nara, dan yang ini untuk Rana." Zuy memberikan potongan kue bolu pada Nara dan Rana.


"Terimakasih Kakak Zuy." ucap Nara.


"Iya, makan pelan-pelan ya!" tutur Zuy.


"Oke Kak." Nara mengangguk patuh.


Zuy lalu beralih ke arah si kembar seraya memberikan biskuitnya.


"Dan ini biskuit susu untuk ganteng dan cantiknya Mamah."


Si kembar pun langsung menggenggam biskuit yang di berikan oleh Mamahnya itu. Setelah selesai, Zuy mendudukkan dirinya di samping Ray.


"Nih capuccino punya kamu, Ray!" ia memberikan cappucino pada pria tampannya.


"Terimakasih sayangku." ucap Ray.


...----------------...


Beberapa hari kemudian....


Kala itu di saat Zuy baru saja selesai menyuapi kedua anaknya, tiba-tiba terdengar suara benda pintarnya berbunyi, ia pun segera mengambil hpnya dari atas meja seraya melihat ke layarnya.


"Paman Dokter!"


Ia lalu menggeser icon hijau untuk menjawab telponnya.


"Iya Paman...."


"Zuy, kamu hari ini sibuk gak?" tanya Dimas dari sebrang telponnya.


"Gak terlalu sih, paling sibuk juga sama si kembar." jawab Zuy. "Eum, ada apa ya Paman?"


"Begini Zuy, Paman ingin mengajak kamu ketemuan tapi cuma kamu aja ya! Soalnya ada sesuatu yang ingin Paman bicarakan sama kamu." jelas Dimas.


"Sesuatu? Memangnya apa yang mau di bicarakan ya Paman?"


"Nanti kamu juga pasti tau, Zuy. Setengah jam lagi Paman tunggu di tempat makan ya! Nanti Paman kirim lokasinya." ujar Dimas.


"Baiklah Paman."


"Terimakasih Zuy."


Seketika telpon pun terputus. Lalu Mamahnya Airin datang menghampiri Zuy.


"Siapa yang menelepon Zuy?"


Zuy menengadah melihat Mamahnya Airin.


"Ini Mah, Paman Dokter yang nelpon dan Beliau ngajakin ketemuan."


"Ketemuan? Memangnya ada apa Nak?"


Zuy mengangkat bahunya. "Entah Mah, Paman cuma bilang ada yang ingin di bicarakan dan cuma Zuy yang harus datang."


"Mungkin ada sesuatu yang penting, Zuy."


"Ya sepertinya gitu Mah."


"Yaudah kamu temuin langsung Dokter Dimas-nya, kalau untuk anak-anak biar Mamah yang jaga, ya!" kata Mamahnya Airin.


"Tapi Mah...."


"Udah gak apa-apa. Lagian daripada Mamah nganggur lebih baik main sama si kembar. Iya gak cucu-cucu Mamah yang menggemaskan." Mamahnya Airin mencium pipi gembul Baby Rayn dan Zea.


"Hmmm, baiklah kalau begitu, terimakasih ya Mamah."


"Iya anak Mamah sayang."


Setengah jam kemudian Zuy pun berangkat dari rumah menuju ke suatu tempat di mana Dimas sudah mengirimkan lokasinya.


*************


Hanya butuh waktu beberapa menit saja, Zuy pun sampai di tempat yang di janjikan oleh Dimas yang tak lain adalah rumah makan yang terletak tak jauh dari rumah sakit tempat Dimas bekerja.


Lalu....


"Hen, apa kamu mau ikut masuk?!" tanya Zuy.


"Tidak Nyonya, saya tunggu di sini aja." jawab Henri.


"Yaudah kalau gitu aku kesana dulu ya!"


Henri menganggukkan kepalanya.


"Iya Nyonya."


Zuy lalu turun dari mobilnya kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu masuk rumah makan tersebut. Saat berada di dalam, ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Dimas.


Lalu....


"Zuy...." seru Dimas seraya melambaikan tangannya.


Zuy pun menoleh ke arah suara tersebut seraya menyunggingkan senyumnya, kemudian ia berjalan menghampiri Dimas dan mencium punggung tangan Pamannya itu. Setelah itu, mereka berdua duduk di kursi dan saling berhadapan.


"Oh iya kamu mau pesan apa Zuy?" tanya Dimas.


"Apa aja Paman, asalkan jangan seafood aja!" jawab Zuy di susul tawa kecilnya.


"Ya Paman gak akan pesan seafood lagi pula alergi kita juga sama Zuy."


"Oh iya ya."


Keduanya tertawa bersama, kemudian Dimas memanggil seorang Waiters untuk memesan makanan dan setelah selesai memesan, Waiters pun pergi untuk mengambil pesanan mereka berdua.


"Maaf Paman, sebenarnya ada apa ya Paman sampai mengajak Zuy ketemuan di sini?"


Dimas menghela nafasnya sejenak sebelum menjawabnya.


"Maaf ya Zuy, sebenarnya Paman ingin menyampaikan ini dari beberapa hari yang lalu, hanya saja Paman sibuk, jadi ya gak sempat."


"Memangnya Paman mau menyampaikan apa?"


"Zuy, tiga hari lagi kan Bunda ulang tahunβ€”"


"Hah! Nenek ulang tahun?" sela Zuy yang tercengang.


Dimas mengangguk. "Iya, Bunda ulang tahun. Makanya Paman mengajak kamu ketemuan karena ingin membahas tentang ulang tahun Bunda."


Zuy manggut-manggut.


"Oh.... Lalu apa yang ingin kita bahas Paman?"


"Begini Zuy, beberapa hari yang lalu Bunda bilang ke Paman, kalau Bunda ingin sekali ulang tahunnya di rayain dengan acara makan bersama keluarga besar kita."


"Oh iya, bagus dong kalau begitu. Nanti Zuy akan buatkan makanan spesial kesukaan Nenek."


Dimas tersenyum lalu berkata, "Terimakasih ya Zuy, tapi selain itu juga ada permintaan Bunda yang lainnya yang harus di penuhi dan itu hanya kamu yang bisa melakukannya, Zuy!"


Zuy mengerenyit. "Hah! Hanya Zuy yang bisa melakukannya?!" lirih Zuy. "Maaf Paman, memangnya apa yang Nenek minta sampai-sampai hanya Zuy yang bisa melakukannya?"


"Bunda minta di hari ulang tahunnya itu kamu sama Kak Maria harus akur layaknya Ibu dan anak, Zuy."


"Apa?!"


***Bersambung....


Me: "Hai Kakak2 kesayangan Author, maaf baru bisa update, ini juga Author paksain karena sudah mendapat surat cinta... 🀭 Jujur badan Author lagi drop banget makanya Author lama gak update, πŸ€’πŸ˜–πŸ™ Doain semoga Authornya cepat sehat, bisa bikin cerita yang lebih menarik lagi. Dan terimakasih banyak yang sudah nungguin CUP update (PD ah... 🀭) Terimakasih juga untuk dukungan dan hadiah dari Kakak2 semuanya... Semoga di balas rezekinya yang berlimpah ruah. Aamiiin...


Hanya itu saja yang bisa Author sampaikan, jaga kesehatan dan sukses selalu buat Kakak semuanya... semangat... semangat... semangat... β™₯️


Sayang Kakak banyak7x.... β™₯️"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author: "Maaf telat Updet..!!" πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πŸ™πŸ™πŸ™


Salam Author... πŸ˜‰βœŒπŸ˜‰βœŒ


__ADS_2