
<<<<<
Braaaaak
"Tsk, kurang ajar si OB itu, dasar wanita j*laaaang... berani-beraninya dia melangkahiku, aku gak akan tinggal diam, awas saja kau Zuy.."
Erlin pun menjadi sangat murka, setelah Anne menunjukan Video itu, dan lagi perkataan Anne yang membuat Erlin semakin benci terhadap Zuy, melihat Erlin marah, Anne pun tersenyum dengan sinisnya,
"Tidak perlu murka begitu, kan kamu bisa ngasih pelajaran buat dia supaya dia kapok dan gak berani deketin pria idamanmu itu, masa anak direktur XC kalah sama OB rendahan seperti Zuy," ujar Anne
"Diam kamu..!!, aku juga lagi mikirin gimana caranya supaya gadis rendahan seperti dia tuh tidak banyak tingkah," sergah Erlin
"Hah, terserah kamu deh Lin, padahal aku punya cara lho untuk ngasih dia pelajaran," jelas Anne
"Apa, kamu punya cara apa, coba jelaskan padaku.!!" pinta Erlin ke Anne
"Hmmm, aku mau tanya, pesta perayaan ulang tahunmu sebenarnya kapan?!!" tanya Anne
"Harusnya pekan ini, tapi karena pekan ini Papi ada acara, di undur lagi," jawab Erlin "Ada apa memangnya An?!!"
"Ya menurutku, Kau undang aja itu si Zuy," kata Anne
"Apa..!! kamu gila ya An, di pesta ultahku yang mewah aku harus mengundang OB itu, jangan becanda kamu An," sergah Erlin
"Aduh dasar, sini mendekat, biar aku bisikin kamu," ujar Anne,
Erlin pun mendekati Anne, lalu Anne berbisik pada Erlin, seketika raut wajah Erlin langsung berubah senang karena bisikan Anne,
"Nah bagaimana pendapatmu?!!" tanya Anne
"Aku setuju, tapi bagaimana dengan Tuan Ray, di acara ultahku juga aku mengundangnya sebagai tamu spesialku," seketika Erlin kembali ragu atas usulan Anne,
"Hah, susah ya, benar-benar kamu Lin, serahkan semuanya padaku.." tutur Anne,
"Baiklah, berbuatlah sesuka mu, aku hanya ingin ngasih pelajaran buat dia supaya jera, berani-beraninya melangkahiku," kata Erlin,
Mereka pun masih berbincang-bincang..
***
Perusahaan CV
Setelah dari Rumah sakit, Zuy dan Ray pun akhirnya kembali ke kantor, lagi-lagi mereka jadi pusat perhatian para pegawai di sana, gak sedikit dari mereka yang penasaran tentang kedekatan Zuy dan Ray, ada beberapa juga yang tidak suka melihat Zuy dekat dengan Ray,
"Eeh padahal dia OB, tapi berani banget ya jalan bareng atasan, apa dia gak malu akan statusnya yang OB itu, dia lebih rendah dari kita," bisiknya ke pegawai lain
"Ya, mungkin Tuan Bos lebih suka sama Zuy sih, tapi gak heran juga, liatlah walau OB dia punya paras yang cantik mirip model Kimberly yang suka datang kesini," ujar pegawai satunya, lalu..
"Ehemmm, ini tempat kerja bukan buat gosip, apalagi gosipin orang yang di sini, kalian mau gaji kalian di potong bulan ini.." papar Davin yang tiba-tiba muncul.
"Ah, maaf Pak Davin kami gak sengaja, kami gak akan mengulanginya lagi, jangan potong gaji kami." ucap si pegawai sambil membungkukkan badan.
"Hah, yaudah kalian kembali bekerja..!!" perintah Davin
"Baik Pak, terimakasih banyak," ucap si pegawai itu.
Davin pun pergi...
Β°Ruangan Ceo
Zuy lalu mengantar Ray ke ruang kerjanya Ray, dan mendudukan Ray di sofa,
"Tuan Muda, apa obatnya ingin di minum sekarang?!!" tanya Zuy sambil membawakan air minum untuk Ray
"Nanti saja, kamu kembali lah bekerja, aku ingin sendiri.." pinta Ray sambil berbaring di sofa.
"Baik Tuan, Zuy permisi dulu.." ucap Zuy dengan cemasnya
Ia pun berjalan menuju pintu dengan perasaan yang khawatir, takut kalau terjadi sesuatu pada Ray, dengan berat hati Zuy pun pergi.
Ray pun langsung terbangun, lalu ia mengeluarkan Hpnya dan ia langsung menghubungi Daddy nya..
"Halo son, tumben kamu telpon Daddy, apa kamu kangen dengan Daddy?!!" tanya Dad Michael
"Dad, bagimana kabarmu, lalu bagimana kabar Lesya?!!" tanya balik Ray
__ADS_1
"Kami semua baik-baik saja boy," jawab Michael
"Oh, Syukurlah.." lirih Ray
"Ada apa, kenapa suaramu seperti tidak semangat gitu?!!" tanya Michael mulai khawatir
Lalu Ray menceritakan ke Michael, apa yang ia rasakan saat ini, lalu..
"Rayyan, dengarkan Daddy, Daddy memang waktu itu pernah berdiskusi tentang pertunangan kalian, tapi Daddy gak bilang kapan waktunya, karena menurutku semua keputusan ada di tanganmu Ray, tapi momy Liora dan Maria yang menginginkan pertunangan kalian harus di laksanakan 2 bulan lagi," ungkap Michael
"Oh jadi begitu, baiklah Ray tutup telponnya ya Dad, jaga kesehatanmu Dad," ucap Ray
"Ray, kamu ...,"
Tutt.. tutt.. ttut... telpon pun terputus
Praaaak...
Dengan perasaan kesalnya, Ray pun melempar Hpnya ke tembok, sehingga Hpnya pecah, ia pun kembali menunduk dengan perasaan yang amat marah, sedih, kesal semua menjadi satu,
"Tsk, ternyata ulah Momy Liora, kapan sih dia bisa mengerti perasaanku sebagai anak, padahal aku selalu menganggapnya sebagai Ibuku walau dia bukan Ibuku, dari dulu perlakuannya terhadapku sangat berbeda, Mom Candika kenapa Mom ninggalin Ray, kalau Mom masih ada pasti Mom bisa ngerti perasaan Ray.." ucap Ray,
Ray pun langsung menitihkan air matanya, lalu ia menyandarkan Kepalanya di sofa, sambil membayangkan masa lalu..
...----------------...
^Beberapa Tahun Sebelumnya....
Amerika
Ray dan Candika baru sampai di Airport, di sana mereka di jemput oleh supir dan pelayan, Michael tidak ikut menjemput mereka di karenakan sedang sibuk di rumah mempersiapkan kejutan untuk Ray, lalu mereka langsung bergegas menuju ke Rumah.
******
Rumah Michael
Setelah beberapa lama di perjalanan, mereka pun sampai di rumah.
"Nah Ray, ini adalah Rumah kita sekarang.." kata Candika
"Hmmm.." jawab Ray
Jreeng... Jreeng...
WELCOME YOUNG MASTER RAYYAN G MICHAEL
Namun Ray tidak terkejut dengan kejutan yang di berikan Michael,
"Welcome My son, bagimana perjalananmu apa menyenangkan?!!" tanya Michael
"Hmmmm.." lagi-lagi jawaban Ray cuma seperti itu, di raut wajahnya nampak terlihat jelas ketidak bahagiaan Ray. Ia pun berjalan menuju ke kamar
Michael melirikkan matanya ke arah Candika, Candika pun hanya menghela nafasnya saja. Setelah beberapa lama kemudian pesta sambutan sudah selesai, Michael dan Candika langsung menghampiri Ray di kamarnya.
`Kamar Ray
"Ada apa Boy, apa kamu tidak bahagia?!!" tanya Michael
"Tidak, biasa saja," singkat Ray
"Ray, kamu mau apa? kenapa dari tadi gak semangat gini, apa kamu gak senang berkumpul lagi dengan Mom dan Daddy?!!" tanya Candika,
"Tidak, Ray senang bisa berkumpul kembali dengan Mom dan Daddy, tapi Ray juga mau Kakak ada di sini!" cetus Ray
"Ray jadi kamu begini karna Zuy, kalau kamu kaya gini terus, bagaimana nanti kamu akan bertemu dengannya lagi, jadilah orang yang dewasa dan pintar, kalau kamu sudah dewasa, kamu bisa kembali kesana dan bisa menemui Zuy lagi," ucap Candika
Seketika wajah Ray yang termenung berubah menjadi riang dan bahagia saat mendengar ucapan Candika,
"Baiklah, Ray akan menjadi orang dewasa dan pintar, agar Ray bisa bertemu dengan Kakak lagi, bahkan Ray ingin menikah dengan Kakak" ucap Ray dengan penuh semangat, Michael dan Candika hanya tersenyum mendengar perkataan Ray, karena bagi mereka perkataannya tadi hanya perkataan anak-anak.
Sejak saat itu, Ray makin giat belajar, dan di situ juga Michael mengadopsi Davino Roveis agar menjadi teman Ray. Beberapa bulan kemudian, Ray akhirnya di karuniai seorang adik perempuan yang di beri nama Lesya Aghista Michael dan saat usia Lesya 2 bulan, Candika pergi untuk selamanya karena penyakitnya. Candika menulis surat untuk Ray, bahwa Ray boleh memilih apa yang terbaik untuk Ray.
3 bulan kemudian, Michael memperkenalkan Liora pada Ray, Michael berkata bahwa Liora akan menjadi ibu sambungnya Ray, karena Lesya membutuhkan kasih sayang ibu, Ray menerima Liora, dan saat pernikahan Michael dan Liora, Ray bertemu dengan Kimberly, Ray terkejut karena wajah Kimberly mirip dengan Zuy, di situ Ray mau menjadi teman Kimberly sampai mereka dewasa, saat itu Liora dan Maria mengira kalau Ray dan Kimberly mempunyai hubungan lebih, mereka pun menjodohkan Ray dan Kimberly, namun perasaan Ray tidak untuk Kimberly. Michael pun mengerti tentang perasaan Ray. Akhirnya Michael menyuruh Ray untuk kembali ke Kota asal dia lahir dan menjadi Ceo di Perusahaan CV milik Candika.
Flashback End
__ADS_1
...----------------...
Tak terasa air mata Ray terus mengalir saat mengingat masa lalunya, Davin yang melihat Ray dari balik pintu pun ikut menitihkan air matanya.
"Tuan Ray, apa yang terjadi sebenarnya, baru kali ini aku melihat anda menangis seperti itu," gumam Davin
Beberapa saat kemudian, Ray pun tertidur di sofa di Ruang kerjanya, Davin pun langsung masuk ke dalam Ruang kerja Ray dan menyelimuti Ray dengan selimut,
Tak terasa waktu pulang pun tiba, para pegawai satu-persatu meninggalkan kantor, namun Ray masih tertidur di dalam ruangannya, karena Davin tidak tega membangunkan Ray, ia pun terus menunggu sampai Ray bangun, lalu..
"Permisi..." ucap Zuy
"Eeh Zuy, kamu belum pulang?!!" tanya Davin
"Belum Pak," jawab Zuy, "Lalu bagaimana keadaan Tuan Muda?!!"
"Dia tertidur pulas, aku gak mau membangunkannya Zuy, jadi aku tunggu sampai ia terbangun, kamu pulang lah dulu Zuy, biar aku yang di sini ya," tutur Davin
"Tapi ..., hah baiklah Pak, kalau ada apa-apa cepat hubungi aku ya Pak!!" kata Zuy,
"Oke, hati-hati Zuy," ucap Davin.
Lalu Zuy pergi meninggalkan Ray dan Davin, Ia lalu menuju ke parkiran, setelah sampai ia langsung bergegas menuju pulang, namun dengan perasaan yang khawatir terhadap Ray.
*************
`Di Rumah Zuy
Setelah beberapa saat kemudian, Zuy pun sampai di rumah, akan tetapi sepertinya rumah Zuy ada seseorang karena pintu rumahnya terbuka, lalu Zuy pun masuk ke dalam rumah,
"Aku pulang...!!" seru Zuy
"Oh, selamat datang Zuy," sambut Bi Nana
"Lho ternyata Bi Nana, Zuy pikir siapa, sedang apa di sini?!!" tanya Zuy
"Oh, Bibi membawa bahan makanan mentah untukmu, karena Bibi tau kamu sangat sibuk dan juga Bibi bawa (menoleh) apa yang terjadi dengan wajahmu, kenapa memar gini Zuy?!!" tanya Bi Nana sambil memegang wajah Zuy yang memar.
"Ah ini tadi Zuy jatuh saat lagi kerja, jadi memar gini, hehehe.." Zuy berbohong pada Bi Nana
Bi Nana pun seketika menatap tajam Zuy, karena Bi Nana tau kalau Zuy sering berbohong.
"Hah, lain kali hati-hati dong, kemaren kakimu terluka dan sekarang wajahmu, ada-ada saja kamu Zuy, Zuy.." celoteh Bi Nana
"Maaf Bi, mau gimana lagi namanya juga musibah, hehehe.." papar Zuy
"Yaudah, Bi Nana pulang dulu ya, takut Nara bangun namti nyariin.." ujar Bi Nana
"Oh pantesan, biasanya juga Nara suka berisik, yaudah hati-hati ya Bi!" ucap Zuy
"Iya kamu juga hati-hati, jangan sering teledor kalau apa-apa tuh, Bibi bukan ngomel tapi Bibi itu sayang sama kamu Zuy.." tutur Bi Nana
"Iya Bi, Zuy tau kalau Bibi sangat sayang pada Zuy," lirih Zuy,
"Yaudah Bi Nana pulang dulu ya, dah...," Bi Nana pun pergi. Tiba-tiba...,
Trrrrrrt... Trrrrrrt.. Trrrrrrt....
Telpon Zuy pun berdering, lalu Zuy menjawab telpon tersebut,
"Iya Pak Davin ada apa?!!" tanya Zuy (ternyata yang menelpon Davin)
"Zuy apa kau udah sampai rumah?!!" tanya balik Davin
"Iya Pak, Zuy sudah sampai rumah," jawab Zuy
"Oh, maaf Zuy kamu bisa kembali ke Perusahaan gak, soalnya Tuan Ray ...," ujar Davin
"Apa! Baik Zuy akan segera kesana, tolong tunggu sebentar ya!" kata Zuy
Lalu telpon di tutup.
Zuy pun bergegas menuju ke Perusahaan CV.
**Bersambung...
__ADS_1
^Terimakasih banyak atas dukungannya, mohon Maaf kalau masih ada kekurangan..πππ
Salam Author.. πβπβ