
<<<<<
"Hmmm, Yaudah kita ke ruangan Ray aja ya Bi..!!" ajak Ray, Bi Nana pun menganggukkan kepalanya.
Mereka pun bergegas menuju ke Ruangan Ceo.
Bi Nana dan Ray masuk ke dalam lift menuju ke lantai atas, tak lama kemudian pintu lift pun terbuka, mereka segera keluar dari lift dan berjalan menuju ke arah ruang Ceo, namun langkah mereka terhenti karena mereka berpapasan dengan Airin yang kala itu habis mengantar minuman.
"Lho Tante Nana, Tuan Bos," tegur Airin.
"Eh Airin.." sahut Bi Nana.
"Tante Nana, Zuy kenapa hari ini gak masuk dan lagi kenapa dia tidak bisa di hubungi Tan?" tanya Airin
"Apa..!! dari semalam juga Tante hubungi dia tapi Hpnya gak aktif, terus Tante kerumahnya juga tidak ada, makanya Tante kesini," ujar Bi Nana yang terkejut.
"Hah..!! lalu Zuy kemana Tan? soalnya dia belum datang juga, Airin pikir Zuy gak masuk kerja," papar Airin yang juga ikut terkejut dengan perkataan Bi Nana.
Ray lalu menepuk pundak Airin, "Hmmm.. Airin boleh minta tolong gak?"
"Iya Tuan Bos, minta tolong apa?" Airin bertanya kembali.
"Tolong bawakan minuman untuk Bi Nana ya..!!" pinta Ray.
Airin langsung menganggukkan kepalanya, "Baik Tuan Bos, Tante Airin ambil minuman dulu ya Tan."
"Iya Rin, terimakasih banyak," ucap Bi Nana.
Airin pun bergegas menuju ke Pantry. Lalu Ray dan Bi Nana melangkahkan kakinya kembali dan menuju ke ruang Ceo.
^Ruangan Ceo
Sesampainya di depan ruangan, Ray pun langsung membuka pintunya, dan mereka masuk ke dalam.
"Bi Nana silahkan duduk..!!" pinta Ray sambil mengulurkan tangannya ke Sofa.
"Terimakasih banyak Tuan Muda," ucap Bi Nana sambil duduk di sofa, Ray pun duduk di samping Bi Nana.
"Bi Nana, apa Bi Nana mencari Zuy?" tanya Ray.
Bi Nana pun menganggukkan kepalanya, "Iya Tuan Muda, semalam ada yang bilang kalau Zuy ke rumah Bi Nana dan menunggu Bibi sampai malam, lalu tadi pas Bi Nana ke rumahnya, kata Bu Ima tetangganya bilang, kalau Zuy dari semalam gak pulang, di hubungi juga gak aktif hpnya. Bi Nana khawatir Zuy kenapa-napa, karena dia sempat bertengkar dengan tetangganya gara-gara membela Bibi, makanya Bi Nana kesini, tapi malah dia gak ada, " jelas Bi Nana dengan paniknya.
"Oh jadi itu sebabnya semalam dia masih berada di jalan.." lirih Ray.
"Apa di jalan...!! apa maksud anda Tuan Muda?" tanya Bi Nana ambil menatap Ray dengan matanya yang berkaca-kaca.
Ray lalu menghela nafasnya, "Huh.. begini Bi Nana, semalam saat Ray habis pulang dari Meeting di luar, Ray melihat Kak Zuy sedang mendorong motornya di tengah jalan dan kehujanan, lalu ... ...."
Ray langsung menceritakan kejadian yang menimpa Zuy semalam, sontak membuat Bi Nana terkejut dan air mata yang membendung kini mengalir membasahi pipinya.
"Ya ampun Zuy, coba kalau Bi Nana semalam pulang cepat, pasti gak bakalan seperti ini, Zuy... hiks.." tangis Bi Nana pecah.
Ray lalu menepuk pundak Bi Nana, "Bi Nana tenang aja, Kak Zuy baik-baik saja, dia ada di rumah Ray Bi, sudah aman.." ujar Ray.
"Lalu kenapa hari ini dia gak masuk kerja, di hubungi pun juga gak bisa?" tanya Bi Nana
"Ray yang menyuruh Kak Zuy untuk di rumah, karena semalam dia demam, terus Ray juga ingin dia nenangin diri dulu, soalnya pas semalam itu, sepertinya Kakak agak trauma," jelas Ray.
"Syukurlah Tuan Muda, untung ada Tuan Muda, kalau saja Tuan Muda gak lewat, Bibi gak tau apa yang terjadi padanya," ucap Bi Nana.
"Itu sudah jadi kewajiban Ray untuk melindungi Kakak," papar Ray
"Iya Tuan, Bi Nana mengerti karena Zuy adalah Karyawan anda, udah jadi kewajiban anda sebagai atasan Zuy. Pokoknya Bi Nana sangat berterimakasih pada Tuan Muda sudah melindungi Zuy," ucap Bi Nana.
"Tapi maksud Ray bukan seperti itu Bi," lirih Ray
"Maksud anda apa Tuan Muda?" tanya Bi Nana
"Sebenarnya Ray sudah bilang ke Kakak, kalau Ray ingin mengaj ... ...," jelas Ray akan tetapi terpotong karena....
Tok.. Tok.. Tok...
"Masuk...!!" seru Ray
Airin lalu masuk ke dalam dan menghampiri Ray dan Bi Nana yang sedang duduk.
"Permisi Tuan Bos, Tante Nana, ini minumannya..." ujar Airin sambil menaroh minuman di atas meja.
"Terimakasih banyak Airin," ucap Ray.
"Sama-sama, eummm Tante bagaimana dengan Zuy?" tanya Airin, "Jujur Airin sangat mengkhawatirkan Zuy," imbuhnya.
"Rin, kamu tenang aja ya, Zuy baik-baik saja, dia sekarang lagi di rumahnya," jelas Ray.
Mendengar Ray berkata seperti itu, wajah Airin pun langsung sumringah.
__ADS_1
"Waah beneran Tuan Bos, Syukurlah kalau gitu, yaudah Airin permisi dulu Tante, Tuan Bos," kata Airin sambil membungkukkan badannya. Lalu ia keluar dari ruangan Ray, lalu kemudian...
Trrrrrrt.. Trrrrrrt.. Trrrrrrt...
"Bi Nana, sepertinya ada yang menelpon Bi Nana," kata Ray.
Bi Nana langsung merogoh tasnya dan mengambil hpny, Bi Nana pun melihat ke layar hpny, 'Aries Calling'
"Aries yang menelpon, sebentar ya Tuan Muda," papar Bi Nana.
"Iya Bi silahkan.."
Bi Nana pun menjawab telpon dari Aries
"Halo Ries.."
"Tante lagi dimana?" tanya Aries.
"Tante lagi di luar, ada apa Ries?" tanya balik Bi Nana
"Nara bangun Tan, terus dia ngerengek nyariin Tante, Tante pulang ya, Aries gak bisa nenanginnya Tan," ujar Aries
"Iya Ries, Tante akan segera pulang ke rumah."
"Yaudah kalau Tan, Aries tutup dulu ya telponnya," kata Aries.
Lalu Aries pun memutuskan telponnya.
"Ada apa Bi?" tanya Ray
"Nara bangun, terus nangis nyariin Bibi, soalnya tadi Bibi ninggalin Nara pas lagi tidur," ujar Bi Nana sambil menaroh hpnya ke dalam tas.
"Oh iya, kata Kak Zuy Bi Nana lagi hamil lagi ya?" tanya Ray
"Iya Tuan Muda, udah tujuh minggu jalan delapan," jawab Bi Nana.
"Waah selamat ya Bi Nana, Nara udah mau punya adik lagi," ucap Ray
"Terimakasih Tuan Muda, yaudah kalau gitu Bi Nana pulang ke rumah, setelah itu Bi Nana ke rumah Tuan Muda untuk menemui Zuy, bolehkan Tuan Muda?" tanya Bi Nana.
"Tentu boleh Bi, rumah Ray selalu terbuka untuk Bi Nana," ujar Ray.
"Terimakasih Tuan Muda," ucap Bi Nana sambil berdiri dari tempat duduknya.
Ray lalu mencium punggung tangan Bi Nana, dan mengantar Bi Nana sampai luar ruangannya.
Baru juga duduk di kursinya, lalu tiba-tiba....
Tok... Tok... Tok...
"Masuk...!!"
Lalu seseorang masuk ke ruangan Ray dan menghampirinya.
"Oh Kak Davin, ada apa?" tanya Ray
"Tuan Ray, jangan lupa hari ini ada Rapat," ujar Davin.
"Iya Ray gak lupa kok, minta ke Bu Friska untuk siapin semuanya..!!" suruh Ray.
"Baik Tuan Ray.."
"Hmmm, oh iya Kak Davin, Ray boleh minta sesuatu," kata Ray
"Sesuatu, apa itu Tuan?" tanya Davin.
Lalu Ray membuka laci meja kerjanya, ia mengambil sebuah undangan di dalam laci tersebut, dan memberikannya ke Davin.
Davin langsung mengambil udangan itu dan membukanya. Ia pun tercengang setelah membaca undangan tersebut, yang ternyata itu undangan dari Erlin.
"Tuan Ray, anda di undang ya oleh anaknya Pak Wildan?" tanya Davin.
"Iya begitu lah.." jawab Ray singkat.
"Lalu anda mau minta sesuatu apa?" Davin pun kembali bertanya.
"Begini, mungkin besok malam Ray akan hadir ke pestanya, Kak Davin ikut ya, lalu Ray minta tolong ke Kakak, nanti setelah Rapat selesai, tolong Kak Davin carikan gaun yang bagus buat Kak Zuy," pinta Ray.
Mendengar itu, sontak membuat Davin terkejut, "Gaun buat Zuy, maksudnya Tuan akan mengajak Zuy ke pesta Ulang tahun anaknya Pak Wildan?"
"Iya begitu lah," jawab Ray, "Kak Davin mengerti kan maksud Ray," imbuhnya
"Oh, iya saya sangat mengerti Tuan, kalau gitu saya akan lakukan apa yang anda suruh," kata Davin.
"Oke baiklah, Kakak boleh kembali..!!" suruh Ray
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu saya permisi Tuan Ray," kata Davin sambil membungkukkan badannya, lalu ia keluar dari ruangan Ray.
"Hmmmm Kakak, sedang apa ya dia sekarang?" tanya Ray pada dirinya sendiri sambil memikirkan Zuy.
******
^Di Rumah Ray
Hatchuuu....
Zuy yang saat itu sedang mencuci piring, tiba-tiba ia bersin.
"(Sniffft) Siapa yang sedang membicarakanku?" tanya Zuy.
Lalu Zuy melanjutkan mencucinya, setelah itu ia langsung berjalan ke ruang tengah, saat berada di ruang tengah, Zuy lalu mengambil tasnya yang berada di atas nakas dekat tempat duduk yang di ruang tengah, ia pun langsung duduk dan membuka isi yang di dalam tasnya yang basah. sontak membuat Zuy terkejut karena isi di dalam tasnya pada basah, termasuk Hpnya.
"Hah, pada basah semuanya ya, hpku juga mati, kira-kira bisa di service gak ya..." keluh Zuy sambil memegang Hpnya yang mati itu.
Lalu Zuy langsung beranjak dari tempat duduknya, dan ia pun langsung ke dapur untuk mengambil alat pembersih, setelah itu ia pun langsung bebersih di rumah Ray, padahal Ray menyuruhnya untuk tetap istirahat jangan melakukan apa-apa, akan tetapi Zuy orangnya tidak enakkan, terus ia juga orang yang rajin, makanya ia langsung kerjakan apa yang harus ia kerjakan.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Zuy selesai membersihkan semuanya, lalu kemudian...
Ting Tong... (Suara Bel rumah Ray)
Zuy langsung bergegas menuju pintu depan, setelah itu ia langsung membuka pintunya.
Cekleeek..
"Lho Bi Nana, Nara.." ternyata yang datang Bi Nana dan Nara.
"Kakak Zuy..." seru Nara menghampiri Zuy.
"Ayo masuk Bi...!!" ajak Zuy, lalu Bi Nana pun masuk ke dalam rumah Ray.
"Bi Nana duduk dulu aja ya, biar Zuy buatkan minuman buat Bi Nana," kata Zuy.
Ketika Zuy hendak berbalik dan melangkahkan kakinya menuju ke dapur, tiba-tiba Bi Nana memeluk Erat Zuy, sontak membuat Zuy terkejut.
"Bi Nana, ada apa?" tanya Zuy
Hiiiiks....
"Zuy, maafin Bi Nana, coba kalau Bi Nana jawab telpon darimu dan pulang cepat, pasti kamu gak perlu nungguin Bi Nana, dan gak dapat musibah, Bi Nana benar-benar menyesal Zuy," kata Bi Nana sambil menangis.
"Bagaimana Bi Nana bisa tau, apa Tuan Muda ...,"
"Iya, Tuan Muda menceritakan semuanya, tadi Bi Nana ke tempat kerja kamu Zuy, cari kamu, terus Bi Nana ketemu sama Tuan Muda," jawab Bi Nana.
"Jadi begitu ya," lirih Zuy
"Iya, terus tadi pas Bi Nana kerumahmu, Bu Ima cerita semuanya ke Bibi, terimakasih banyak sudah membela Bi Nana Zuy, terimakasih banyak, hiks.." ucap Bi Nana.
Lalu Zuy memeluk erat Bi Nana, dan air matanya pun langsung mengalir membasahi pipinya.
******
^Di Rumah Pak Wildan
Erlin nampak masih tertidur lelap di kamarnya, lalu Linda pun langsung masuk ke kamarnya Erlin untuk membangunkannya.
"Erlin sayang, bangun yuk.." pinta Linda sambil mengelus kepalanya Erlin.
"Mami, Erlin masih ngantuk.." lirih Erlin.
"Hei, ayo bangun, kan kita mau pergi untuk persiapan pesta Ulang tahun kamu sayang," kata Linda, lalu Linda mendekat ke telinganya Erlin.
"Hei bagaimana dengan Tuan Ray?" bisik Linda.
Mendengar bisikan Linda, Erlin pun langsung membuka matanya lebar-lebar dan langsung bangun dari tidurnya.
"Maaf Mami, Erlin benar-benar lupa, ayo kita berangkat..!!" ajak Erlin.
"Hei kamu mandi dulu sana, masa pergi mau pakai piyama," tutur Linda.
"Oh iya lupa, yaudah Erlin mandi dulu ya Mam, Emmuach" Erlin pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi.
"Erlin, kamu pasti akan mendapatkan semua apa yang kamu inginkan.."
**Bersambung...
Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, Mohon Izin Numpang promo ya buat Novelnya Kakak Author seperjuangan yaitu Kak Zas Novia, di jamin pasti kalian akan suka setelah membacanya, Ceritanya Seru, bikin penasaran dan bapeer jangan lupa Like Rate Vote. terimakasih banyak semuanya... ♥🙏♥🙏😉
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... ✌😉✌😉