
WARNING...!!
<<<<<
"Happy Birthday My dear.." ucap Ray
Lalu Zuy mendekat ke arah Ray, kemudian ia mendaratkan bibirnya ke pipi Ray, setelah itu Zuy ikut memegang kue ulang tahun tersebut.
"Happy Birthday too My Love.."
Mendengar ucapan dari Zuy membuat Ray tersenyum bahagia, lalu ia melepaskan tangannya dari kue yang ia pegang, kemudian ia memegang pipi Zuy sambil mendekatkan wajahnya dan mendaratkan bibirnya ke kening Zuy dan beralih ke pipi Zuy. Sesaat setelahnya Ray mengambil kue ulang tahun yang berada di tangan Zuy, lalu kemudian...
Ctaakkk..
Ray menjentikkan jari tangannya, seketika lampu yang tadinya padam menjadi menyala.
"Tu-Tuan Muda ini..!!"
Zuy sangat terkejut melihat kejutan yang diberikan oleh Ray, di antaranya beberapa buket bunga besar dan cokelat, dua pasang boneka bear besar, satu pasang sedang memegang bantal love bertuliskan I LOVE YOU, dan sepasang lagi juga sama hanya saja bantal Love tersebut bertuliskan namanya yaitu Zoey Lestari, serta hiasan lampu kelip yang membentuk namanya dan nama Ray.
"Maaf jika kejutannya tak sebagus yang di harapkan, jujur karena ini pertama kalinya Ray membuat kejutan Ulang tahun untuk orang yang sangat Ray cintai, maaf Ray tidak ...,"
"Zuy menyukainya Tuan Muda," sela Zuy
"Apa..!!"
"Zuy sangat menyukainya, ini pertama kali dalam hidupku mendapatkan kejutan seperti ini, apalagi kejutan itu di dapatkan dari orang yang Zuy cintai. Zuy gak tahu harus bilang apa dan bagaimana, tapi Zuy sangat berterimakasih pada Tuan Muda dan Zuy benar-benar bahagia," ucap Zuy, tak terasa air matanya pun mengalir membasahi pipinya.
"Sayangku.."
Ray sangat tertegun mendengar ucapan Zuy, lalu ia menghapus air mata yang mengalir di pipi Zuy.
"Terimakasih sayangku sudah menyukai kejutan dariku. Yaudah ayo kita kesana dan tiup lilinnya..!!" ajak Ray
Ray mengajak Zuy ke balkon, dimana di sana sudah ada sebuah meja dengan di hiasi lilin dan bunga. Sesampainya Ray meletakkan kue ulang tahunnya, kemudian ia menarik kursinya.
"Sayangku, silahkan duduk..!!"
Zuy pun menganggukkan kepalanya, lalu ia mendudukan dirinya di atas kursi itu. Setelah itu Ray menarik kursi yang di sebelahnya, dan langsung mendudukinya. Kemudian ia menyalakan pemantik api dan mengarahkannya ke lilin-lilin yang berada di kue ulang tahunnya sehingga lilin tersebut menyala.
"Sayangku, sebelum tiup lilinnya, ayo kita buat harapan di hari ulang tahun kita..!!"
"Baiklah Tuan Muda.."
Lalu Zuy dan Ray memejamkan matanya sambil merekatkan jari tangannya masing-masing.
"Harapanku di hari ulang tahunku ini, semoga saja aku secepatnya bertemu dengan Mamah, dan semoga hubunganku dengan Tuan Muda berjalan dengan baik, dan tidak ada yang memisahkan kami," batin Zuy mengucapkan harapannya.
"Harapanku adalah menginginkan sayangku selalu bersama denganku, melindunginya dan membahagiakannya selalu, aku mohon jangan pisahkan kami lagi, biarkan kami hidup selamanya," ucap batin Ray.
Lalu keduanya membuka matanya masing-masing, kemudian mereka pun meniup lilinnya.
"Semoga harapan kita terkabul ya sayangku,"
"Iya Tuan Muda ah maksudku Rayyan," balas Zuy, lalu ia pun beranjak dari tempat duduknya.
"Sayangku, kamu mau kemana?" tanya Ray
"Sebentar Tuan Muda," ujar Zuy,
Zuy melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidurnya, sesaat kemudian Zuy kembali dengan membawa sebuah kotak hitam di tangannya.
"Tuan Muda, ini untuk anda.." kata Zuy sambil memberikan kotak tersebut pada Ray.
Ray menerima kotak tersebut, kemudian ia membukanya, dan ternyata isi dari kotak tersebut adalah sebuah jam tangan hasil desainnya.
"Sayangku..."
"Maaf ya Tuan Muda, Zuy hanya memberikan jam tangan saja," ucap Zuy.
"Tidak apa-apa sayangku, tapi sepertinya Ray pernah melihat model jam tangan ini di buku gambar sayangku, apa jangan-jangan jam tangan ini hasil buatan sayangku?" tanya Ray penasaran
"Euuum, sebenarnya iya sih, maaf kalau jelek ya Tuan Muda, karena ini pertama kalinya," ujar Zuy menggaruk pipinya
"Sayangku, ini benar-benar bagus, Ray sangat menyukainya, apalagi jam tangan ini hasil desain sayangku sendiri, terimakasih banyak sayang, Ray akan selalu memakainya," ucap Ray dengan bahagia.
Melihat Ray yang menyukai hadiah pemberiannya, Zuy pun langsung tersenyum bahagia.
"Syukurlah, Tuan Muda menyukainya," lirih Zuy, "Eummm Tuan Muda, kalau Tuan Muda ada keinginan lainnya bilang saja, siapa tahu Zuy bisa mengabulkannya," sambungnya.
"Sebenarnya ada yang permintaan Ray, dan hanya sayangku yang bisa mengabulkannya," kata Ray.
"Sebutkan saja permintaan anda Tuan Muda..!"
Kemudian Ray beranjak dari tempat duduknya, lalu ia mendekat ke arah Zuy dan berlutut di hadapan Zuy, sontak membuat Zuy terkejut.
"Tu-Tuan Muda apa yang anda lakukan?!"
Ray merogoh saku celananya, lalu ia mengeluarkan sebuah kotak perhiasan berbentuk hati, kemudian ia membukanya ternyata di dalamnya ada sepasang cincin berlian, Ray pun langsung menyodorkan kotak perhiasan tersebut ke arah Zuy.
"Tu-Tuan Muda ini...!!"
__ADS_1
"Sayangku Zoey Lestari, bejanjilah padaku bahwa sayangku akan selalu setia padaku, mendampingi ku selamanya, tidak pernah meninggalkanku walau keadaanku seperti apa nantinya..!!" pinta Ray
Zuy tertegun mendengar permintaan Ray, tanpa pikir panjang, ia pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya, iya Tuan Muda, Zuy janji akan selalu setia pada Tuan Muda, mendampingi Tuan Muda selamanya dan tidak akan meninggalkan Tuan Muda," ucap Zuy dengan bersungguh-sungguh.
"Sayangku, Terimakasih, terimakasih, aku sangat mencintaimu sayangku.." ungkap Ray, air matanya pun lolos mengalir membasahi pipinya.
"Zuy juga mencintaimu Rayyan.." balas Zuy sambil mengusap air mata di pipi Ray.
Lalu kemudian Ray mengambil salah satu cincin yang ada di kotak tersebut.
"Sayangku, apakah boleh Ray memakaikan cincin ini di jari manis sayangku?" tanya Ray
Zuy langsung menganggukkan kepalanya, kemudian ia mengulurkan tangannya ke arah Ray, dan seketika Ray memakaikan cincin tersebut di jari manis Zuy.
"Sangat cocok di pakai sayangku," kata Ray.
"Terimakasih Rayyan, lalu yang satunya lagi?" tanya Zuy
"Oh ini cincin untukku sayang, apa sayangku mau memakaikannya padaku?
Lalu Zuy mengambil cincin milik Ray dan menyematkannya di jari manis Ray.
"Sayangku..."
Dengan perasaan bahagianya, Ray langsung memeluk erat Zuy, lalu ia menghujani ciuman di wajah Zuy, satu-persatu tanpa tertinggal, seketika saat bibirnya mendarat ke bibir Zuy, Zuy pun langsung membalasnya dengan lembut. Setelah beberapa lama, akhirnya mereka menghentikan aktivitasnya.
"Sayang, Ray benar-benar bahagia, di hari ulang tahun Ray yang ke 25 tahun, akhirnya Ray mendapatkan apa yang Ray inginkan," ujar Ray sambil mengusap bibir Zuy.
"Zuy juga bahagia, di usia Zuy yang ke 29 tahun, Zuy mendapatkan seseorang yang sangat tulus mencintai Zuy dan mau menerima kekurangan Zuy, terimakasih Tuan Muda.." ucap Zuy.
"Sama-sama sayangku, yaudah kalau gitu kita potong kuenya sayangku...!!"
"Iya, Zuy juga ingin makan kue cokelatnya," balas Zuy
Ray pun mengambil pisau khusus memotong kue, lalu keduanya memegang pisau secara bersamaan dan langsung memotong kue ulang tahun. Setelah itu Ray mengambil kue tersebut dan menggigitnya, kemudian Ray memberikannya pada Zuy melalui mulutnya, Zuy pun dengan senang hati menerimanya, mereka berdua seketika langsung memakan kue tersebut secara bersamaan sampai habis sehingga bibir mereka kembali bersentuhan.
Ya malam yang panjang, cuaca yang dingin, pemandangan yang indah, di terangi cahaya hijau melintasi langit malam di STOCKHOLM, Swedia. Menjadi saksi percintaan mereka berdua. (Eiiiitz tapi jangan mikir yang bukan-bukan ya.. hehehe)
***************
Malam panjang telah berubah menjadi pagi yang indah, karena salju kembali turun di pagi hari.
Zuy nampak masih tertidur lelap di tempat tidurnya, sedangkan Ray sudah berada di kamar mandi. Lalu tiba-tiba...
"Bi Nana.. Bi Nana jangan pergi, Bi Nana maafin Zuy, Zuy janji akan menjadi anak baik, Bi Nana," lagi-lagi Zuy bermimpi tentang Bi Nana
Ray yang sedang di kamar mandi mendengar teriakan dari pujaan hatinya, langsung bergegas keluar.
"Sayangku, ada apa? kenapa berteriak? apa ada yang mengganggu tidurmu?" beberapa pertanyaan di lontarkan oleh Ray karena saking paniknya dia.
"Tidak apa-apa Tuan Muda, Zuy hanya bermimpi saja," jawab Zuy sambil mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Ray, akan tetapi ia terkejut melihat Ray hanya mengenakan segitiga penutup bagian bawah saja.
Ya mungkin karena paniknya, ia sampai lupa dengan handuknya. hehehe...
Aaaaaaah
"Dasar Tuan Muda mesuuum..!!" teriak Zuy menutupi matanya dengan tangannya.
"Ada apa memangnya sayangku?" tanya Ray yang belum sadar.
"Aah, jangan bertanya Tuan Muda, cepat kembali ke kamar mandi dan pakai pakaian anda..!!" umpat Zuy.
"Hah..!!"
Lalu kemudian Ray melihat ke arah dirinya sendiri, sontak membuatnya terkejut dan langsung buru-buru ke kamar mandi. Sesaat setelah Ray masuk ke kamar mandi, Zuy pun langsung menurunkan tangannya dari matanya.
"Ya ampun, Tuan Muda benar-benar bikin orang jantungan," umpat Zuy namun wajahnya terlihat memerah.
Zuy lalu mengambil hpnya yang berada di atas kasur, kemudian ia membuka kunci hp tersebut dan menyentuh icon kontak, ia pun mencari nama di kontak hpnya, setelah dapat Zuy langsung menghubunginya.
Tuut.. Tuuut..
"Halo ini siapa?" tanya seseorang di seberang telponnya.
"Halo Bi Nana, ini Zuy Bi," jawab Zuy, ternyata dia menghubungi Bi Nana.
"Zuy, kenapa kamu baru menghubungi Bi Nana?"
"Maaf Bi Nana, soalnya sim card milik Zuy tidak dapat sinyal, jadi tidak bisa menghubungi Bi Nana,"
"Oh yaudah gak apa-apa, lalu bagaimana keadaanmu, apa kamu dan Tuan Muda baik-baik saja?
"Iya Bi Zuy baik-baik saja, Tuan Muda juga baik-baik saja,"
"Syukurlah kalau begitu, oh iya Zuy Selamat ulang tahun ya, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu," ucap Bi Nana.
Zuy pun langsung menitihkan air matanya saat mendengar ucapan dari Bi Nana.
Hiks
__ADS_1
"Terimakasih Bi Nana, terimakasih karena sudah merawat dan membesarkan Zuy, terimakasih sudah memberikan kasih sayang yang lebih pada Zuy, terimakasih sudah menjadi orang tua yang baik untuk Zuy, berkat Bi Nana Zuy bisa sampai seperti ini, Zuy sangat sayang sama Bi Nana, terimakasih banyak Bi Nana," ucap Zuy.
"Sama-sama gadis Kecilku, Bi Nana juga sangat sayang pada Zuy, jadilah wanita yang kuat ya sayang, pesan Bi Nana, Zuy harus selalu menuruti apa kata Tuan Muda, Zuy harus menjadi pendamping yang baik untuknya, jangan sesekali melawannya, walaupun Zuy lebih tua darinya. Zuy sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab Tuan Muda, jadi berbahagia lah kalian berdua," pesan Bi Nana.
"Tanggung jawab Tuan Muda? Maksud Bi Nana apa?" tanya Zuy yang penasaran.
"Itu ..., ah ya karena Tuan Muda calon suamimu, jadi dia juga bertanggung jawab atas dirimu Zuy," jawab Bi Nana, namun ada kebohongan di dalamnya.
"Oh jadi maksudnya seperti itu ya Bi.."
"I-iya Zuy, yaudah kalau begitu Bi Nana tutup telponnya ya, sepertinya Nara merengek, kamu hati-hati di sana ya..!!"
"Iya Bi Nana..."
Lalu Bi Nana pun memutuskan telponnya.
"Ah lupa, kenapa tadi aku gak nanya soal Nara ya.." lirih Zuy
"Sayangku, ini su-su hangat untukmu," Ray memberikan segelas susu untuk Zuy.
"Terimakasih Tuan Muda," ucap Zuy, "Sejak kapan Tuan Muda keluar dari kamar mandi? tau-tau sudah membuatkan su-su untuk Zuy," sambungnya.
Ray mendudukan dirinya di samping Zuy, "Sejak sayangku menelpon," jawab Ray
"Oh, maaf Zuy tidak memperhatikan anda Tuan.."
"Tidak apa-apa sayangku, apa tadi itu Bi Nana?" tanya Ray
Zuy pun menganggukkan kepalanya, "Iya, tadi Zuy yang menelponnya."
"Hmmm, oh iya tadi sayangku menyebut nama Nara, memang kenapa Nara?" tanya Ray
"Zuy lupa mau nanya ke Nara, kalau nanti Zuy pulang dia mau di bawain oleh-oleh apa dari Zuy," ujar Zuy.
Lalu Ray memegang pundak Zuy, "Oh begitu ya, lebih baik kita belikan oleh-oleh kesukaannya, biasanya dia suka apa sayang?"
"Biasanya Nara suka mainan Tuan Muda, seperti mobil-mobilan dan lainnya," jawab Zuy.
"Yaudah kalau begitu nanti kita beli oleh-oleh untuk Nara ya sayang, udah jangan bingung seperti itu, habiskan susunya sayang, setelah ini Ray mau cek laporan kinerja para Pekerja," kata Ray
Zuy pun menganggukkan kepalanya, "Iya Tuan Muda.."
************
Rumah Bi Nana
Sementara itu, setelah selesai mengobrol dengan Zuy lewat telpon, Bi Nana pun meletakkan hpnya di atas meja, kebetulan Bi Nana sedang duduk di ruang tengah sambil menonton televisinya.
"Zuy, maaf kalau Bi Nana belum jujur tentang apa yang terjadi sebenarnya antara kamu dan Tuan Muda," lirihnya, lalu kemudian....
Ting Tong..
Terdengar suara bel pintu berbunyi, Bi Nana pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu depan, sesampainya ia langsung membukakan pintunya.
Cekleeek
Setelah terbuka, Bi Nana terkejut melihat wanita paruh baya bersama dua orang laki-laki berkacamata yang sudah berdiri di depannya.
"Maaf kalian siapa ya dan ada perlu apa datang kesini?" tanya Bi Nana.
Lalu salah satu Pria berkacamata tersebut mengulurkan tangannya dan di balas oleh Bi Nana.
"Perkenalkan nama saya Archo, ini Nyonya Artiana, dan ini Dokter Dimas," jelasnya, ternyata mereka adalah Archo, Bunda Artiana dan Dimas.
"Saya Nana, mari silahkan masuk..!! ajak Bi Nana
Lalu mereka pun masuk ke dalam rumah Bi Nana, kemudian Bi Nana mempersilahkan mereka duduk, setelah itu Bi Nana langsung ke dapur mengambil minuman, tak lama kemudian Bi Nana kembali dan meletakkan minuman ke atas meja.
"Silahkan di minum Tuan-Tuan dan Nyonya..!!"
"Terimakasih.." ucap Bunda Artiana.
"Maaf, apa kita saling mengenal sebelumnya?" tanya Bi Nana yang keheranan.
"Tidak, kita tidak saling mengenal dan ini pertama kalinya kami datang dan bertemu dengan anda," ujar Dimas.
"Lalu apa tujuan kalian datang kesini?" saking penasaran Bi Nana pun bertanya kembali.
Dimas, Archo dan Bunda Artiana saling bertatapan satu sama lain, lalu kemudian..
"Maaf Nak, kami kesini karena ingin bertemu dengan anda dan juga ingin bertemu dengan Zuy," jelas Bunda Artiana.
"Apa..!!"
***Bersambung..
Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... 😉✌✌😉
__ADS_1