Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
My Beloved Nanny


__ADS_3

<<<<<


"Kak Zuy, Ray sudah menemukan wanita j*lang yang menjahati Kakak, Ray harap Kakak membalas perbuatan mereka terhadap Kakak," gumam Ray sambil mengepalkan tangannya.


Ray mengambil hpny yang berada di atas meja, ia pun langsung membuka hpny yang di kunci, setelah terbuka ia langsung menulis pesan melalui hpny dan mengirimkannya kepada seseorang. Setelah selesai mengirim pesan, ia menaroh kembali Hpnya di atas meja. Tak lama kemudian...


Tiiiing...


Suara pesan masuk di Hpnya, lalu ia mengambil kembali hpny, dan langsung membuka pesan tersebut.


[ Pesan.. ]


♥ My Beloved Nanny ♥


📲 Zuy lagi di Resto milik Paman Tuan, memangnya ada apa Tuan?📱


Ray pun langsung tersenyum setelah membaca isi pesan tersebut yang ternyata pesan dari Zuy. Lalu ia pun beranjak dari tempat duduknya.


"Kak Davin.." seru Ray


Davin lalu menghampiri Ray, "Ada apa Tuan Ray?" tanya Davin.


Pfffttt...


Ray langsung terkekeh saat melihat Davin yang sedang memakai celemek sambil membawa sendok sayur di tangannya, dengan wajah yang di penuhi dengan tepung.


"Tuan Ray, bukannya jawab pertanyaanku barusan, dan sekarang anda malah ketawa, memangnya ada apa?" tanya Davin yang kebingungan.


"Hahaha, Kak Davin aku tahu kalau masker Kakak udah habis, tapi jangan jadikan tepung sebagai masker juga dong, lagian Kakak sangat cocok sekali memakai celemek dan memegang sendok sayur itu," ceplos Ray sambil tertawa terbahak-bahak.


Davin yang melihat Ray tertawa seperti itu, ia langsung mengerutkan dahinya.


"Tuan Ray, ini gara-gara anda meminta ku memasak, jadi ya begini deh," gumam Davin.


"Lagian salah sendiri pake ngerjain Atasan segala, udah lebih baik kakak ikut Ray ke Resto!" ajak Ray


"Ke Resto?"


"Iya ke Resto, Ray mau nemuin Kak Zuy," jelas Ray


"Tapi Tuan, aku kan lagi masakin makanan buat Tuan," ujar Davin.


"Kakak, tunda dulu aja masaknya! Ada yang lebih penting, ayo buruan siap-siap dan jangan lupa cuci muka Kakak yang berlumuran tepung itu, jangan sampai pas di Resto Ray di sangka bawa adonan berjalan, hihihi.." papar Ray sambil berjalan menaiki tangga.


"Apa! Terus masakanku bagaimana Tuan? Aaah Tuan Ray anda benar-benar mengerjai saya ya, huuu.." gumam Davin sedikit kesal.


Ray menghentikan langkahnya, lalu ia menoleh ke arah Davin.


"Kak Davin jangan bergumam terus, buruan siap-siap! Nanti Ray belikan masker sebanyak yang Kakak mau," ujar Ray.


Raut wajah Davin pun langsung berubah seketika, "Waah, serius Tuan Ray?" tanya Davin dengan sumringah.


"Iya serius Kak, kapan aku bohong sih. Ayo buruan siap-siap..!!" suruh Ray, lalu ia pun kembali berjalan menaiki tangga.


Davin pun langsung bergegas ke dapur, setelah berada di dapur, ia langsung mematikan kompornya dan memasukan kembali semua bahan-bahan yang mau di masak ke dalam kulkas. Setelah itu ia langsung bergegas ke kamar mandi.


`Di Kamar Ray


Setelah berada di kamar, Ray pun membuka lemari bajunya, ia langsung memilih baju yang akan dikenakannya, setelah selesai memilih, ia mengambil baju tersebut, ternyata baju yang akan dikenakan adalah baju yang di kasih oleh Zuy saat pertama kali mereka berdua pergi ke Taman hiburan.


Ray langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ia ambil dari lemari, tak lama kemudian setelah selesai semuanya, ia pun langsung keluar dari kamar dan langsung menuruni tangga menuju ke ruang tengah. Saat sudah berada di ruang tengah, ternyata Davin sudah berada di ruang tengah sedang duduk.


"Kak Davin.."


Davin pun langsung menoleh ke arah Ray, "Tuan Ray, aduuh kenapa lama banget sih dandannya, mentang-mentang mau bertemu dengan Zuy, dan lagi tumben anda berpakaian seperti itu?" tanya Davin dengan herannya.


"Oh, sekali-kali Ray ingin berpakaian santai saat pergi, jadi gak terlalu mencolok, yaudah ayo berangkat..!!" ajak Ray


"Baiklah Tuan Ray," kata Davin sambil menganggukkan kepalanya.


Mereka pun langsung bergegas pergi...


*****


^Di Resto


Zuy nampak sedang sibuk membantu Aries dan Bi Nana di Resto, karena dari tadi banyak pengunjung yang berdatangan ke Resto. Setelah Resto sudah mulai sedikit pengunjung, Zuy pun langsung istirahat sejenak.


"Kak Zuy ini minum dulu," kata Rezna sambil memberikan minuman kepada Zuy.


"Terimakasih Rezna," ucap Zuy. Lalu ia meminum minuman yang di kasih oleh Rezna.


Zuy kembali mengecek hpnya, takut ada pesan masuk lagi, namun setelah di cek ternyata tidak ada pesan apa-apa.


"Hmmm sebenarnya ada apa sih Tuan Muda nanya Zuy ada di mana, giliran di jawab malah gak di balas, huuu..." gumam Zuy yang nampak sedikit kecewa.


Aries dan Nara kemudian berjalan menghampiri Zuy...


"Kakak Zuy..." seru Nara sambil lari-lari.

__ADS_1


"Nara udah di bilang jangan lari-lari nanti jatuh sayang," tutur Zuy sambil menaroh gelas yang ia pegang.


"Kakak gendong," Nara melambai-lambai tangannya karena minta di gendong.


Aries memegang kepala Nara. "Nara, Kakak Zuy kan lagi istirahat, kamu jangan minta gendong ya!" tutur Aries.


"Udah gak apa-apa, sini duduk di samping Kakak..!"


Lalu Aries mengangkat Nara ke tempat duduknya yang di samping Zuy.


"Kakak, Kakak tadi kenapa gak bangunin Nara, Nara kan bisa bantuin Kakak, jadi Kakak gak cape. Terus Kakak bisa gendong Nara," oceh Nara.


Semua yang berada di situ pun langsung tertawa mendengar ocehan Nara. Zuy pun langsung memeluk Nara.


"Duh anak ini benar-benar menggemaskan, bikin cape Kakak hilang," ucap Zuy dengan gemasnya.


"Bukan gemas tapi ganteng Kakak," Nara kembali mengoceh.


"Iya, iya Nara memang ganteng,"


Aries pun terus memandangi Zuy yang sedang tertawa, dalam hatinya berkata, "Dia memang sangat cantik kalau lagi tertawa."


"Ada apa nih pada ketawa semua?" Bi Nana muncul dan menepuk pundak Aries yang tengah melamun sambil melihat ke arah Zuy, sontak membuat Aries terkejut.


"Ah Tante, bikin Aries kaget aja," papar Aries sambil mengelus dadanya.


"Lha kamu kenapa kaget Ries, jangan-jangan lagi ngelamun ya?" tanya Bi Nana


"Si-siapa yang melamun Tante?" ujar Aries dengan gugupnya.


"Jangan banyak ngelamun! Nanti ada setan lewat lho, bisa-bisa kamu bisa kemasukan setan sini," kata Bi Nana menakut-nakuti Aries.


"Apa, Aries gak ngelamun kok beneran," ujar Aries yang sedikit ketakutan dengan perkataan Bi Nana.


Bi Nana pun langsung terkekeh, "Dasar penakut, hihihi..."


"Ya ampun Kak Aries," lirih Zuy sambil menepuk jidatnya.


°°°°


Tak lama kemudian, Ray dan Davin pun tiba di Resto, mereka pun langsung duduk di tempat yang di sediakan, lalu kemudian Rezna datang menghampiri Ray.


"Ini Tuan menunya," kata si Rezna sambil memberikan menunya.


Lalu mereka mulai melihat-lihat menunya, setelah selesai mereka pun langsung memesan, Rezna mencatat pesanan yang di sebutkan oleh Ray.


"Oke Tuan, apa ada pesanan lainnya?" tanya Rezna


"Kak Zuy ada lagi di belakang sama Ibu Bos dan Kak Aries," jawab Rezna


"Bisa tolong panggilkan kemari! Bilang padanya kalau Ray datang," kata Ray


Rezna pun menganggukkan kepalanya, "Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu," ia langsung melenggang pergi..


"Kak Davin sudah menghubungi mereka lagi?" tanya Ray


"Sudah Tuan, anda tenang aja wanita itu sudah di jaga oleh mereka," jawab Davin


"Good job! Selanjutnya biar Zuy yang mengurusnya, entah mau di apain juga terserah dia saja," papar Ray


Davin pun hanya menganggukkan kepalanya saja.


Sementara itu, Rezna langsung menghampiri Zuy yang tengah duduk dengan Nara dan lainnya.


"Maaf Kak Zuy, ada yang cari Kakak,"


"Hmmm, memangnya siapa yang cari saya?" tanya Zuy


"Tadi namanya Ray Kak," jawab Rezna


"Ray..!!" Zuy pun terkejut mendengarnya.


"Iya Kak, yaudah Rezna kembali lagi ya, mau antar pesanannya," ujar Rezna, ia pun langsung pergi..


"Iya terimaksih Rez," ucap Zuy, ia langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Bi Nana, Zuy kedepan dulu ya!" ucap Zuy


"Iya kamu temui dulu Tuan Muda, nanti Bi Nana kesana juga," kata Bi Nana. Lalu Zuy pun langsung kedepan.


Sementara itu, Aries sepertinya nampak tidak senang dengan kedatangan Ray di Resto, raut wajahnya pun seketika berubah, lalu ia beranjak dari tempat duduknya juga.


"Mau kemana kamu Ries?" tanya Bi Nana


"Aries mau ke kamar mandi Tante, permisi..." Aries pun langsung pergi menuju ke kamar mandi.


••••


Setelah berada di depan, Zuy langsung menghampiri Ray dan Davin.

__ADS_1


"Tuan Muda , Pak Davin,"


"Hai Zuy..." sahut Davin.


"Hmmm Tuan Muda, ada apa anda datang kesini dan mencari Zuy?" tanya Zuy sambil menarik kursinya, lalu ia duduk di samping Davin.


"Begini Kak, orang yang nyiram Kakak udah di temukan, saat dia sedang berada di kosannya," jelas Ray.


"Apa? anda benar-benar sudah menemukannya?" tanya Zuy dengan terkejutnya


"Iya, sekarang tinggal Kak Zuy yang memutuskannya, mau di apain juga terserah Kakak," ujar Ray


"Kalau gitu, Zuy ingin bertemu dengannya secara langsung, karena Zuy juga penasaran kenapa dia sampai melakukan itu," pinta Zuy.


"Makanya Ray kesini untuk menjemput Kakak, yaudah kita berangkat sekarang," kata Ray


"Memangnya kalian mau kemana?!!" tanya Bi Nana


"Eh Bi Nana, kita mau ke ...," Ray nampak ragu menjawab pertanyaan Bi Nana.


"Bi.... Zuy ada urusan pekerjaan sebentar, kalau udah selesai Zuy balik lagi ke sini," kata Zuy


"Yaudah kalau gitu kamu boleh pergi Zuy," kata Bi Nana


Zuy lalu memeluk Bi Nana, "Terimakasih Bi Nana.."


"Yaudah, kalau begitu kita berangkat dulu ya Bi, Ayo Kak Zuy..!!" ajak Ray


"Iya hati-hati," ucap Bi Nana.


Lalu mereka pun pergi meninggalkan Resto.


"Mereka mau kemana Tante?" tanya Aries


"Kurang tau Ries, tapi tadi katanya ada urusan pekerjaan," jawab Bi Nana.


"Oh begitu ya," lirih Aries.


"Tsk, lagi-lagi dia berhasil membawa Zuy pergi, ini membuatku sedikit kesal padanya," batin Aries yang sedikit kesal karena cemburu.


"Ries ada apa?" tanya Bi Nana


"Gak ada apa-apa kok Tan," jawab Aries tersenyum.


"Yaudah kalau gitu, Tante ke atas dulu ya," Bi Nana pun langsung pergi.


*****


Sementara itu, tak berapa lama kemudian mereka sudah berada di jalan menuju ke tempat di mana Kei (Wanita yang menyiram Zuy) itu berada.


"Kak Zuy, apa Kakak merasa gugup?" tanya Ray


"Tidak Tuan," jawab Zuy dengan singkat.


"Oh iya Kak, apa Bi Nana sedang sakit?" tanya Ray, "Soalnya Bi Nana nampak terlihat sangat pucat dari biasanya" imbuhnya.


"Bi Nana tidak sakit Tuan, mungkin karena lagi hamil muda, jadi terlihat seperti orang yang sedang sakit," jelas Zuy.


"Apa..!! Bi Nana hamil? waah kamu mau punya adik sepupuh lagi dong Kak," ujar Ray.


"Hehehe, iya dong Tuan Muda. Jadi rame banyak anak kecil nantinya," kata Zuy dengan senangnya.


"Wah hebat ya Tante Nana. Nah Tuan Muda kapan anda punya anak? Tante Nana aja sudah mau dua anaknya," tanya Davin dengan sengaja menggoda Ray.


"Kak Daviiiin, fokus saja sama setirnya!" pekik Ray


"Hahaha, iya maaf Tuan Ray," ucap Davin.


"Hihihi.... Pak Davin anda suka banget ya godain Tuan Muda. Tenang saja nanti kalau Tuan Muda sudah nikah dengan Mrs Kimberly, pasti Tuan Muda punya anak yang lucu-lucu dan menggemaskan," ujar Zuy.


Mendengar itu, Ray yang sedang duduk di samping Zuy langsung mendekat ke arah Zuy dengan tatapan tajam seperti ingin menerkam. Tubuhnya sudah hampir di atas Zuy, Ray terus mendekatkan wajahnya ke wajah Zuy, membuat Zuy merasa tidak nyaman. lalu...


Deeeg


Jantung Zuy tiba-tiba berdegup kencang. "Tu-Tuan Muda apa yang anda lakukan?" tanya Zuy


"Hoe Tuan Ray, aku masih di sini lho Tuan Ray," celetuk Davin.


"Tuan Ray! Setidaknya jangan di dekat manusia jomblo seperti ku dong, anda benar-benar bikin orang iri saja, huhuhu..." batin Davin yang statusnya masih jomblo.


Ray pun tidak memperdulikan celetukan Davin, ia terus saja menatap ke Zuy, tangannya Ray lalu memegang dagunya Zuy dan langsung mendongakkan kepalanya Zuy, sehingga membuat tatapan mereka saling bertemu, bibirnya pun hampir mendekat ke bibirnya Zuy, lalu kemudian...


"Kak Zuy, ayo kita menikah..!!"


"Apa...!!!"


***Bersambung...


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... ✌😉😉✌


__ADS_2