Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Kembali Untuk Bertemu


__ADS_3

<<<<


***


"Kak Zuy, aku pasti akan menemukanmu," gumam pria misterius itu, ternyata Rayyan G Michael yang sudah kembali.


Lalu Ia pun masuk ke mobil dan pergi dari tempat itu.


••••••••••


*Di Bioskop


Setelah sampai di tempat, Zuy pun langsung mencari Airin, ia melihat sekeliling, lalu...


"Zuy, di sini.." seru Airin sambil melambai tangan, Zuy pun menghampiri Airin.


"Lama nunggu ya, maaf, maaf.. tadi Macet di jalan, hehehe" ujar Zuy


"Udah setengah jam aku nungguin, yaudah ayo masuk filmnya bentar lagi mulai, aku udah pesen tiketnya, Kamu yang beli minum sama popcorn ya!" pinta Airin


"Oke siap," balas Zuy, lalu mereka pun masuk..


Beberapa jam kemudian, mereka akhirnya keluar dari dalam bioskop.


"Haaa, filmnya Bikin aku terharu, ternyata si cowo cintanya hanya sama si cewe itu, Aah bikin baper..." kata Airin dengan nada kencang, membuat orang pada memperhatikannya.


"Ssstttt.. jangan kenceng-kenceng, banyak yang ngantri tuh buat nonton film itu," kata Zuy, "tuh di liatin kan, makanya jangan spoiler, ayo pergi!"


"Uupz, maaf, maaf.. Zuy, kita pergi makan dulu yuk, aku lapar nih," ajak Airin


"Yaudah ayo kita makan dulu, lagian juga di rumah bosen, hari ini Resto tutup jadi aku gak bisa bantuin," ujar Zuy


"Kamu memang gila kerja ya Zuy," celetuk Airin


"Kamu ya, ayo buruan keburu cacing di perutmu protes terus demo lagi, hehehe.." ledek Zuy ke Airin


"Aah kamu ada-ada saja, Ayo!!" ajak Airin,


Lalu mereka pun pergi ke tempat makan..


••••••••••


*Di Tempat Makan


Setelah sampai di tempat makan, mereka pun memesan makanan, setelah selesai pesan mereka pun langsung ke tempat duduk.


"Zuy, Kamu denger berita tidak," papar Airin


"Euuum, kurang tau aku Rin, emang ada berita apa?!!" tanya Zuy


"Haaa, kamu mah selalu ketinggalan berita, sini denger-denger pak Willy bakalan mundur dari jabatannya, dan akan di ganti sama keponakannya, katanya sih masih muda tapi pandai memimpin dan mengalahkan perusahaan lainnya Zuy," jelas Airin.


"Hah! kamu tau dari mana Rin?" tanya Zuy sedikit terkejut.


"Aku denger dari Bu Friska Zuy, pas Bu Friska ngobrol sama Bu Rere" jawab Airin


"Hmmmm, tapi siapa ya penggantinya, aku sedikit penasaran, Aah mending kita lanjut makan lagi aja.." Kata Zuy melanjutkan makannya.


Ketika mereka sedang makan, tiba-tiba ada yang menghampiri mereka.


"Lho, kamu Zuy kan, apa kabar?!!" tanya seseorang


"Hmmmm, kamu kalau gak salah Deva kan, kabarku baik Dev," balas Zuy


"Siapa Zuy?!!" tanya Airin


"Dia teman sekolahku dulu Rin," jelas Zuy


"Ternyata kamu gak berubah sama sekali masih seperti dulu ya Zuy, masih cantik.." ucap Deva memuji Zuy


"Makasih Dev, oh iya kamu kesini sama siapa Dev?!!" tanya Zuy

__ADS_1


"Aah, itu aku kesini sama ... ...," balas Deva


Lalu seorang wanita menghampiri Deva, "Sayang, Kamu sedang apa, ayo kita pergi!!" ajaknya ke Deva.


"Sebentar, oh iya kenalin Ini Zuy temen sekolahku, nah Zuy ini Zetta istriku," Deva memperkenalkan istrinya.


"Hai saya Zuy temanya Deva, selamat ya dan maaf aku gak datang ke pernikahan kalian," ucap Zuy sambil mengulurkan tangan ke Zetta


"Iya, aku Zetta, terimakasih banyak, gak apa-apa kok, hehehe.. kalau gitu kita pergi dulu ya, soalnya anak kita lagi di rumah," kata Zetta menjabat tangan Zuy


"Yaudah Zuy aku pergi ya, Bye..." kata Deva


"Iya, kalian hati-hati," ucap Zuy, lalu mereka pun pergi..


"Zuy, kamu liat Istrinya, sepertinya cemburuan.." ceplos Airin


"Sssst.. jangan begitu Rin," ucap Zuy


"Dia mah memang gitu Zuy," kata Brian (teman kerja Zuy) yang tiba2 muncul


Airin pun tersedak gara2 Brian, "Uhuk, uhuk.. Ya ampun, Brian jelek ngagetin deh," gerutu Airin.


Bletaaaak..


Brian pun menyentil jidak Airin, "Maaf kalau aku mengagetkanmu, hehehe.."


"Aww, Brian jeleeek, sakit tau," rintih Airin memegang jidadnya.


Brian lalu menutup mulut Airin, "Ssst, jangan berisik.."


"Hmmmphh.." lirih Airin


"Hai Brian, kok bisa ada di sini?!!" tanya Zuy


"Bwaah.. pasti ngikutin kita tuh," gerutu Airin melepaskan tangan Brian


"Siapa yang ngikutin kalian, aku juga dari tadi disini, sebelum kalian datang, pas mau nyamper ada orang jadi aku diem dulu," ujar Brian


Brian lalu mencubit pipi Airin, "Anak ini, ampun banget deh.."


"Aduh, aduh.. pipiku jadi kendor neh dasar Brian jeleeek, Brian jelek..." kata Airin sambil memukul Brian


"Hahaha, kalian bener2 cocok ya.." ujar Zuy


"Mana mungkin!!" kata Airin dan Brian barengan


"Tuh kan cocok, buktinya barengan gitu, hahaha.." Zuy menggoda mereka berdua.


"Aduuh Zuy, mana ada kami cocok, jangankan Aku nyamuk aja juga malas sama si jelek Brian," ujar Airin


"Aiish, lalat juga malas tuh nempel sama cewe crewet.." celetuk Brian


"Sudah-sudah, aku kaya Guru yang sedang melerai, ayo kita jalan!!" ajak Zuy, " Bri kita duluan ya.."


"Iya ayo, bye-bye Brian jelek, bleeeh.." Airin menjulurkan lidahnya ke Brian


"Awas ya kau Rin, Iya hati-hati..!! " ucap Brian


Lalu Airin dan Zuy pergi...


••••••••••••


*Beberapa jam sebelumnya di Rumah Pak Willy


Setelah beberapa saat kemudian, Ray pun sampai di rumah Pak Willy, Ray pun turun dari mobil, ia pun di sambut hangat oleh para pelayan Pak Willy.


"Tuan Muda, selamat datang, Pak Willy sudah menunggu anda dari tadi," sambut pelayan, "Silahkan Tuan.."


"Terimakasih.." ucap Ray


Lalu Ray pun masuk ke dalam rumah Pak Willy Untuk menemui Pak Willy.

__ADS_1


"Lama tidak berjumpa Rayyan" sambut Pak Willy, "gimana kabarmu Rayyan?!!"


"Kabarku baik Om Willy.." jawab Ray menjabat tangan Pak Willy


"Oh Syukurlah, kamu sudah besar, gak nyangka kamu bisa setampan ini," ucap pak Willy memuji Ray


" Terimakasih Om, ada perlu apa sampai Om dan Daddy menyuruh Ray datang kesini?!!" tanya Ray


Lalu Pak Willy menjelaskan, "Begini Rayyan, Om dan Michael Daddy mu sudah diskusikan ini dari jauh hari, sebenarnya Om ingin kamu pimpin Perusahaan CV, sebenarnya ini milik Candika, sebagian besar Saham perusahaan ini milik Candika, jadi Om ingin menyerahkannya padamu.."


"Daddy gak pernah cerita soal ini ke Ray," papar Ray


"Ya mungkin Michael ingin kasih kejutan," ujar Pak Willy


"Tapi alasan Om menyuruh Ray menggantikan Om itu apa, selain Perusahaan ini sebagian besar milik Mom Candika?" tanya Ray dengan rasa penasaran


"Ya karena itu, lagi pula di usiamu yang muda, kamu berhasil membantu Michael, kesuksesanmu dalam bidang usaha ini yang membuat om ingin kamu yang menggantikan Om, lagi pula Candika itu adik sepupuh Om, Rayyan.." jelas pak Willy


"Iya, Ray juga baru tau pas Om datang ke acara pemakaman Mom, ternyata Mom punya saudara di sini, padahal dulu Ray tinggal di kota ini, cuma ada di sebelah butuh 15 menit.." ujar Ray


"Gak nyangka Candika bisa pergi duluan, lalu bagaimana kamu dengan Momy kamu yang baru? Apakah dia memperlakukanmu dengan baik?!!" tanya pak willy


"Iya dia sangat baik bahkan untuk Lesya, dia sangat sayang pada Lesya, ya bagiku tidak sebaik Mom Candika, tapi aku tetap menghormatinya," tutur Ray


"Ketika Candika meninggal, adikmu baru berusia 2 bulan, masih membutuhkan kasih sayang ibu, tidak salah juga kalau Michael cari pengganti Candika, supaya Lesya tetap mendapatkan kasih sayang seorang ibu," tutur Pak Willy


"Iya Om, makanya Ray bersyukur Momy Liora sangat Baik dan mau jadi Ibu sambung buat kami, akan tetapi ada satu yang tidak Ray suka darinya," kata Ray.


"Hmmmm, yaudah kamu istirahat dulu, nanti kalau ada apa-apa tinggal panggil para pelayan, tidak perlu sungkan," titah Pak Willy


"Iya Om, terimakasih.." ucap Ray


Lalu Pak Willy pergi, Ray bergegas masuk ke kamar, setelah di kamar, Ray lalu mengeluarkan kalung yang di berikan oleh Zuy, ia pun memandangi kalung tersebut.


"Akhirnya aku kembali, setelah beberapa tahun pergi. Aku berjanji akan segera menemukan seseorang yang selama ini ku rindukan, Kak Zuy.." kata Ray.


••••••••••


*Sore menjelang Malam di kosan Airin


Setelah dari tempat makan, ternyata Zuy berkunjung ke kosannya Airin, ia pun terus mengobrol sampai larut. Lalu tiba-tiba Zuy mulai terdiam.


"Zuy, Zuy..." Airin menepuk pundak Zuy.


Seketika Zuy langsung tersadar. "Eh iya Rin?"


"Kamu dari tadi ngelamun terus, apa kamu sakit atau apa?!!" tanya Airin


Zuy mengibas tangannya. "Gak, aku baik-baik saja, hanya saja tiba-tiba aku ingat seseorang.." jawabnya


"Aaaiiih.... Siapa itu, apa kekasihmu Zuy?" Airin menggoda Zuy


"Apa sih, bukan kekasih kok, tapi bisa di bilang seseorang yang dekat denganku, sayangnya aku sedikit lupa," ujar Zuy. "Oh iya aku pulang ya udah malam.." sambungnya.


"Ya.... Aku pikir kamu bakal nginep di sini Zuy.." gumam Airin sedikit kecewa.


"Kan besok kerja, kapan-kapan aja ya! Yaudah ya aku pulang dulu Rin bye.." kata Zuy


"Iya hati-hati.. sampai ketemu besok.. bye.." balas Airin


Zuy pun pergi dari rumah Airin.


Tak beberapa lama kemudian, Zuy berhenti di suatu tempat, ternyata itu rumah lama Ray yang telah lama di tinggal, Zuy pun turun dari motor dan menuju pagar Rumah Ray, ia pun melihat ke arah rumah Ray.


"Sudah lama ya Tuan Muda, gak tau kenapa aku kepikiran Tuan muda lagi, kapan Tuan muda datang lagi, aku benar-benar lupa dengan wajah Tuan, Tuan sudah Zuy anggap sebagai adik sendiri, kalau inget Nara, sifatnya persis sekali kaya Tuan, suka gak mau jauh dari Zuy, semoga kita bisa bertemu lagi Tuan Muda," kata Zuy.


Lalu Zuy pergi dan belum semenit Zuy pergi, tiba-tiba ada mobil datang dan berhenti di Rumah lama Ray, dan ternyata itu Ray. Ray pun langsung turun dari mobil dan langsung bergegas menuju ke rumahnya.


"Sudah lama ya aku meninggalkan rumah ini, banyak kenangan yang indah di Rumah ini, Kak kamu sekarang dimana, Aku sangat ingin bertemu, Ray sudah kembali kesini untuk bertemu kamu Zuy," kata Ray


Lalu Ray membuka pagar dan masuk ke Rumah itu...

__ADS_1


***Bersambung....


__ADS_2