
<<<<<
Lalu Bu Ida dan lainnya pun langsung menoleh ke arah Ray.
"A-apa, ca-calon Istri?!!"
Mereka pun terkejut mendengarnya (kecuali Davin) seakan tidak percaya, Isma pun langsung mendekati Bu Ida.
"Da, apa benar Zuy itu calon istrinya dia?" bisik Bu Isma
"Mana aku tahu, paling dia hanya berbual saja, kamu kan tahu Is, kalau Zuy seperti apa, mungkin dia di suruh anak itu, dasar laki-laki bodoh mau aja di suruh sama wanita seperti itu," ujar Bu Ida.
"Oh begitu ya Da."
Davin yang berada di belakang Bu Ida dan Bu Isma pun merasa kesal mendengar percakapan mereka.
"Ehemmm.. ternyata mulut kalian lebih jelek dari wajah kalian ya, berani-beraninya kalian gosipin Tuan Ray di belakangku.." pekik Davin
Ida pun langsung menoleh ke arah Davin, "Siapa yang kau bilang jelek?" tanya Bu Ida
"Tentu saja anda lah, masa saya.. lihat saja wajah anda hitam dan jelek begitu, berbeda dengan saya yang putih, glowing, bersinar ini," papar Davin, "Anda tahu siapa yang sedang anda bicarakan itu, dia Atasan saya Tuan Rayyan."
"Hah Atasan? Tuan Rayyan?" lirih Bu Isma
Lalu Bu Ida dan Bu Isma melihat Ray yang sudah berdiri di depan mereka dengan tatapan tajamnya, sehingga membuat Bu Ida dan Bu Isma merasakan hawa dingin yang menusuk pada diri mereka.
"Da, tatapan orang ini benar-benar mengerikan," lirih Bu Isma sambil memegangi lengan Bu Ida.
"Jadi kalian ini ya yang suka nyebar gosip yang gak benar terhadap Calon Istri saya," pekik Ray yang teeus menatap tajam ke arah mereka.
Tangan Bu Ida pun langsung gemetaran, lalu ia berkata, "Si-siapa yang nyebar gosip gak benar, orang kenyataannya begitu, Zuy sering sekali di antar pulang sama laki-laki kaya, berpakaian bagus. Lalu ada banyak laki-laki lain yang berdatangan, dan lagi waktu malam-malam sebelumnya itu, saya melihat ada laki-laki yang memeluknya dan menciumnya, namun laki-laki itu hanya berpakaian biasa."
"Oh ternyata begitu ya, hmmm..," lirih Ray
"I-iya Tuan, sa-saya bicara seperti ini supaya Tuan tau siapa Zuy sebenarnya," papar Bu Ida, lalu Ray terdiam sejenak sambil mengerutkan dahinya.
"Hmmm, pasti dia akan termakan omonganku itu, bagus kalau begitu, aku juga gak akan rela kalau anak itu beruntung kaya Nana," batin Bu Ida sambil tersenyum sinis. namun...
"Sepertinya benar, anda adalah biang gosip di sini, asal anda tahu saja laki-laki yang anda maksud itu adalah saya. Apa saya salah, kalau saya mengantar calon istri saya dan memeluknya tapi saya tidak menciumnya. Lantas apa urusan anda sampai anda menyebar gosip gak benar seperti itu, supaya jadi terkenal, dan di puji semua orang begitu, Hah...!!" sergah Ray
Mendengar Ray berbicara seperti itu, nyali Bu Ida semakin menciut, tangannya pun semakin bergetar, "Sa-sa-saya..."
"Da, sa-saya benar-benar takut ini," bisik Bu Isma.
"Saya juga takut Is, tapi saya gak bisa kabur," balas Bu Ida
Davin pun menepuk pundak kedua Ibu tukang gosip itu, sehingga membuat mereka terkejut.
"Makanya lain kali kalau bicara itu di cerna dulu, kalau udah begini kalian siap-siap aja," kata Davin menakuti kedua Ibu tukang gosip itu.
"Siap-siap apa?!!" tanya Bu Ida yang penasaran, namun Davin hanya tersenyum pahit.
"Tu-Tuan tolong maafkan saya, saya gak ikut-ikutan, saya hanya di suruh sama Ida saja," ucap Bu Isma, ia pun langsung melarikan diri.
"Tuan Ray, apa saya harus mengejarnya?!!" tanya Davin
"Tidak perlu, soalnya biang gosipnya ada disini, sekarang tinggal pikirkan bagaimana caranya supaya dia tidak bisa bergosip lagi," ujar Ray yang terus menatap Bu Ida.
"A-anda jangan macam-macam dengan saya, anda bisa saya tuntut karena melakukan kekerasan terhadap wanita seperti saya," kata Bu Ida sambil menunjuk-nunjuk ke arah Ray.
Ray lalu menyilangkan kedua tangannya di dadanya, "Apa..!! anda mau menuntut saya, justru malah sebaliknya anda yang akan saya tuntut karena telah melakukan kesalahan dengan mencemarkan nama baik calon istri saya," sergah Ray.
Mendengar itu Ida semakin terkejut dan panik, ia pun langsung bersimpuh di hadapan Ray, "Tu-Tuan, tolong jangan tuntut saya, saya hanya salah bicara saja, Tuan tolong maafkan saya," ucap Ida yang memohon pada Ray.
"Kalau sudah begini anda baru minta maaf, apa anda tahu perasaannya sekarang, Hah..." Ray semakin murka
"Iya, saya akan minta maaf padanya, jika perlu saya akan bersujud di kakinya supaya Zuy memafkan saya," ucap Bu Ida.
"Tuan Ray, lebih baik kita lepaskan ibu jelek ini dulu, kita beri dia kesempatan sekali lagi, kalau dia ulangi lagi kesalahannya baru kita tuntut dia," tutur Davin.
"Ta-tapi Kak Davin,"
Davin pun langsung menghampiri Ray, "Tuan, kalau anda langsung menuntutnya, apakah Zuy akan menyetujuinya, pasti dia akan marah pada anda, lebih baik kita suruh dia minta maaf dan kita awasi dia," kata Davin.
"Haaaa.. baiklah, untuk kali ini saya akan lepasin anda," kata Ray
Raut wajah Bu Ida seketika langsung sumringah, "Terimakasih Tuan..." ucap Bu Ida.
"Akan tetapi anda harus minta maaf pada Zuy dan tidak akan mengulanginya, kalau saya dengar anda berbuat ulah lagi, saya tidak akan segan-segan," gertak Ray
"Iya saya janji Tuan," ucap Bu Ida.
"Sekarang pergi dari hadapan saya, cepaaaat..!!" perintah Ray.
Bu Ida lalu pergi meninggalkan Ray dan yang lainnya. Ray pun langsung menghampiri Bu Ima.
"Maaf kalau saya membuat keributan di sini," ucap Ray sambil membungkukkan badannya.
"Ah jangan seperti itu Tuan, justru saya sangat berterimakasih pada Tuan, dengan begitu dia gak akan berani berbuat ulah lagi," kata Bu Ima, "Tuan apa anda calon suaminya Zuy?
__ADS_1
"Iya saya calon suaminya," ujar Ray
"Ah Syukurlah kalau begitu," lirih Bu Ima.
"Yaudah, kami permisi dulu, dan ini kartu nama saya, kalau ada apa-apa segera hubungi saya..!!" pinta Ray menyerahkan kartu namanya.
"Baik Tuan Muda."
Ray dan Davin pun berjalan menuju ke mobilnya yang terpakir tidak jauh dari rumah Zuy, setelah itu mereka pun masuk ke mobil dan bergegas pergi menuju ke Perusahaan CV.
***************
Perusahaan CV
°Beberapa saat sebelumnya...
Zuy akhirnya sampai di parkiran, ia segera memarkirkan motornya, setelah selesai Zuy langsung bergegas menuju ke dalam Kantor.
`Pantry
Sesampainya di Pantry, ia pun langsung masuk..
"Pagi semua..." sapa Zuy
Mendengar suara Zuy, seketika Airin, Brian dan yang ada di situ langsung menoleh.
"Zuuuuuuuy...!!" teriak Airin, membuat semuanya tutup telinga, lalu Airin menghampiri Zuy dan memeluknya.
"Airin apa kabar?" tanya Zuy membalas pelukan Airin.
"Jangan tanyakan kabarku Zuy, kamu udah lihat kan kalau aku baik-baik saja, yang terpenting bagaimana keadaanmu Zuy, apa kamu tidak apa-apa, apa kamu terluka?" tanya Airin sambil menangis.
"A-aku baik-baik saja Rin, memangnya aku kenapa?"
Airin pun langsung melepaskan pelukannya, lalu ia memegang pundak Zuy.
"Aku dengar dari Pak Davin kalau kamu hampir celaka," ujar Airin.
"Oh jadi Pak Davin cerita ke kamu ya, aku baik-baik saja Rin, udah kamu tenang aja ya, ya memang benar, untung saja ada Tuan Muda, kalau gak ada dia aku gak tau apa yang bakalan terjadi," jelas Zuy.
"Syukurlah Zuy, aku juga sempat kaget saat Airin cerita begitu, tau gak Airin dari kemaren ngelamun terus mikirin kamu," kata Brian sambil memegang kepala Airin.
Melihat tangan Brian memegang kepalanya, Airin pun langsung memicingkan matanya.
"Brian jelek, bisakah kamu turunkan tanganmu itu," pekik Airin
"Ah maaf Rin..," ucap Brian.
Mendengar itu, membuat Zuy dan Brian terkejut, Zuy langsung mendekati Airin.
"Waah.. ternyata kamu Rin.. hehehe," bisik Zuy dengan niat menggoda Airin.
"Zuuuy, kamu kebiasaan deh, suka godain aku terus," seru Airin.
Zuy pun terkekeh, sedangkan Brian raut wajahnya langsung berubah muram.
"Kalian cepatlah bekerja, nanti Bu Rere datang bisa kena marah kalian," papar Brian sambil berjalan meninggalkan Airin dan Zuy.
"Kenapa dia, tiba-tiba seperti itu?" tanya Airin.
"mana aku tahu Rin, yaudah ayo kita mulai bekerja.." ajak Zuy
"Iya Ayo.." balas Airin sambil merangkul Zuy.
"Semangat...!!!" ucap bersama. Mereka pun langsung memulai aktivitasnya.
°°°°°°°°°°°°°
Beberapa saat kemudian, Ray dan Davin pun sampai di Perusahaan CV, mereka pun langsung masuk ke dalam dan menyapa para pegawai, setelah itu mereka bergegas menuju ke lantai atas dengan menggunakan lift. Sesampainya di lantai atas, Davin dan Ray berjalan menuju ke ruang Ceo.
`Ruang Ceo
Ray pun langsung masuk ke ruangannya, di ikuti oleh Davin.
"Tuan Ray, ada apa anda menyuruh saya ikutan masuk kesini, kan ruangan saya di sebelah," papar Davin.
"Kak, nanti pas istirahat aku akan pergi dengan Zuy, jadi Ray minta tolong Kakak untuk ...," ujar Ray yang terpotong karena ...,
"Iya aku paham Tuan, soal kerjaan biar saya yang urus," sela Davin.
"Terimakasih banyak Kak Davin, nanti Ray belikan sesuatu untuk Kakak," ucap Ray.
"Okey, kalau gitu saya permisi dulu Tuan," kata Davin, lalu ia pun keluar dari ruangan Ray.
•••••••••••••••
Tak terasa waktu cepat berlalu, jam istirahat pun tiba, Ray beranjak dari tempat duduknya, dan bergegas keluar dari ruangannya. Setelah itu ia pun masuk ke dalam lift menuju lantai bawah, sesampainya di lantai bawah Ray langsung ke Pantry untuk menemui Zuy.
`Pantry
__ADS_1
Setelah berada di Pantry, Ray langsung masuk, melihat atasannya datang, pegawai yang sedang berada di situ langsung menyapa Ray.
"Tuan Ray..!!"
"Hmmmm.." sahut Ray dengan singkatnya sambil menengok ke kanan-kiri mencari Zuy.
"Maaf Tuan Ray, anda sedang mencari siapa?" tanya Salsa
"Saya sedang mencari Zuy," jawab Ray.
"Ada apa Tuan Muda?" tanya Zuy yang tiba-tiba muncul di belakang Ray.
Ray langsung menoleh ke arah Zuy, "Ah Kakak, ayo kita pergi..!!"
"Pergi kemana?" tanya Zuy.
"Hah, pasti Kakak lupa," papar Ray, lalu ia langsung memegang tangan Zuy, membuat yang lainnya terkejut.
"Aduuh Tuan Muda, jangan seperti ini dong," lirih Zuy.
Tanpa bicara, ia langsung menarik tangan Zuy dan keluar dari Pantry, mereka bergegas menuju pintu keluar, semua pegawai yang melihat Ray menggandeng Zuy, langsung berbisik dari satu ke yang lainnya.
Sesampainya di Parkiran, Ray dan Zuy langsung masuk ke mobilnya, untuk kali ini Ray yang mengemudikan mobilnya, ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
*****************
Boutique Fashion CZV
Beberapa menit di perjalanan, mereka pun sampai di tempat, setelah memarkirkan mobilnya, Ray dan Zuy turun dari mobilnya. Zuy pun langsung tercengang melihat tempat yang ia datangi.
"Tu-Tuan Muda, ini beneran anda mengajak saya ke butik yang terkenal itu?" tanya Zuy
"Iya Kakak, ayo masuk..!!" ajak Ray
Lalu mereka pun langsung masuk ke butik itu.
"Selamat datang Tuan," sambut seorang pegawai butik.
"Iya, apa Manager Yiou ada?" tanya Ray
"Ada Tuan, silahkan anda duduk dulu, saya akan panggilkan Manager," kata Pegawai itu.
Lalu Ray dan Zuy duduk di tempat yang sudah di sediakan, sedangkan Pegawai tadi langsung pergi memanggil Yiou. Tak lama kemudian, Yiou pun datang...
"Waah.. Waah... siapa ini yang datang, Tuan Muda dingin Rayyan," ujar Yiou
"Kak Yiou, berhenti meledekku," gerutu Ray.
"Hihihi Sorry, sorry, hmmm ...," Yiou melirik ke Zuy, "Siapa dia Rayyan, gak biasanya kamu bawa perempuan, apakah es di hatimu sudah mencair Ray?" ledek Yiou sambil menepuk-nepuk pundak Ray.
"Kak Yiouuu.."
"Hahaha.. ayolah aku hanya becanda, Oh iya apa dia yang di maksud oleh Pak Davin?" tanya Yiou.
"Iya dia orangnya," jawab Ray.
Yiou pun menghampiri Zuy, "Waah cantik juga dia Ray, oh iya apa kamu betah dengan si Tuan dingin itu?" bisik Yiou pada Zuy.
"Kak Yiouuu, lagi-lagi deh.." gumam Ray
Zuy dan Yiou pun terkekeh, "Oh iya perkenalkan nama saya Yiou, siapa namamu? " tanya Yiou
"Nama saya Zuy, Mrs Yiou," jawab Zuy
"Oh, salam kenal Zuy," ucap Yiou, "Hmmm, kalau di lihat-lihat dia sangat mirip dengan Mrs Maria," batin Yiou sambil memperhatikan Zuy.
"Kak Yiou, apa ada gaun yang cocok untuknya?" tanya Ray
"Oh pasti ada dong, ayo ikuti saya," ajak Yiou, mereka pun langsung mengikuti Yiou.
*********
^Rumah Pak Wildan
Sementara itu di rumah Pak Wildan, semua orang terlihat sangat sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk pesta ulang tahun Erlin yang akan di adakan nanti malam. Sedangkan Erlin sedang berada di kamarnya, ia sedang melakukan perawatan, orang tuanya sengaja mengundang para pegawai salon terkenal untuk anaknya, agar di pesta nanti Erlin terlihat cantik seperti Tuan Putri yang ada dalam cerita dongeng. Lalu Linda masuk ke kamarnya Erlin.
"Kalian keluarlah..!!" pinta Linda, semuanya pada keluar dari kamarnya.
"Mami, aku sangat tidak sabar untuk acara nanti malam," kata Erlin
Linda lalu mengelus kepala Erlin, "Iya Mami pun juga gak sabar Nak, apalagi melihat kamu berpakaian anggun dan cantik, pasti semua pada terpanah melihatmu," ujar Linda.
"Pasti dong Mi, tapi aku gak peduli dengan yang lainnya, aku hanya ingin Tuan Ray yang terpanah melihat kecantikanku," kata Erlin.
"Pasti sayang, pasti dia akan terpanah melihatmu..."
***Bersambung...
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... ✌😉😉✌