Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Double Date...


__ADS_3

<<<<<


Zuy lalu membuka kaca jendela sebelahnya, dengan mata sedikit masih mengantuk, setelah di buka kaca jendelanya, ia pun langsung terkejut...


"Tuan Muda tempat ini...!!"


"Apa kau menyukainya Kakak?" tanya Ray


Zuy lalu menoleh ke arah Ray, ia membuka seat bealtnya dan langsung mendekat ke Ray.


Deeeg


Jantung Ray pun berdegup kencang, "K-kak Zuy mendekat, jangan-jangan mau bilang terimakasih terus memeluk atau menciumku setelahnya, duh aku harus siap-siap ini," batin Ray sambil membayangkannya.


"Tuan Muda..." panggil Zuy sambil menatap Ray


"I-iya Kak Zuy," sahut Ray, ia pun langsung menutup matanya dan berharap Zuy memeluknya, akan tetapi...


"Tuan Muda, kenapa anda membawa ku kesini, bukannya pulang ke rumah, besok kan Zuy mau kerja, Tuan..." pekik Zuy sambil mengerutkan dahinya.


Ray pun langsung membuka matanya, ia terkejut melihat raut wajahnya Zuy yang nampak kesal.


"A-ada apa Kak, apa aku salah?" tanya Ray


"Iya anda salah, anda selalu seenaknya saja, tanpa bertanya dulu apa aku mau atau tidak, jangan kira anda Tuan Muda, jadi bisa seenaknya saja seperti ini," bentak Zuy.


Mendengar itu, Ray pun langsung tertunduk kecewa, raut wajahnya berubah menjadi murung, ia seketika langsung memalingkan pandangannya.


"Maaf Kak, Ray pikir ini bisa menghibur kakak, tapi ternyata salah, maaf aku selalu seenaknya sendiri, Ray hanya ingin membuat Kak Zuy bahagia," lirih Ray


Zuy pun lalu melihat ke arah Ray, "Apa aku tadi keterlaluan, kenapa rasanya sakit begini," batin Zuy sambil memegang dadanya.


"Yaudah, kalau gitu Ray akan mengantar Kak Zuy pulang," kata Ray, ia pun langsung menyalakan mobilnya, namun...


"Tunggu Tuan," Zuy lalu memegang lengan Ray


Ray langsung menoleh dan bertanya, "Ada apa Kak?"


"Euuum, maaf Tuan kalau Zuy tadi keterlaluan, cuma tadi pikiran Zuy lagi kacau," ucap Zuy


"Gak apa-apa Kak, Ray juga salah sama Kakak, maaf ya Kak.." kata Ray


Zuy pun tersenyum, "Iya Tuan, tapi Tuan gak salah kok," ujar Zuy sambil memegang kepala Ray.


Ray langsung tersipu malu, karena sudah lama Zuy tidak memegang kepalanya.


"Kak Zuy, lalu bagaimana apa kita pulang?" tanya Ray


"Hmmmm, kenapa harus pulang Tuan, kita kan udah sampai di sini, mending kita bersenang-senang kaya waktu itu, ayo Tuan Muda temani Zuy ke Taman hiburan," pinta Zuy sambil tersenyum.


Ray pun langsung bahagia, raut wajahnya yang tadinya murung seketika langsung berubah, ia lalu menganggukkan kepalanya.


"Iya ayo, Ray akan menemani Kakak bersenang-senang," kata Ray dengan penuh semangat.


"Hehehe, terimakasih Tuan Muda," ucap Zuy, "Hmmm untuk hari ini saja Tuan, dan selanjutnya mungkin aku akan jaga jarak dengan anda, atau mungkin menghindari anda, karena aku gak mau hubungan anda dengan Kimberly berantakan gara-gara Zuy," batin Zuy.


"Kak ada apa?" tanya Ray


"Gak ada apa-apa Tuan, ayo Turun..!!" ajak Zuy.


Lalu mereka pun turun dari mobil, dan berjalan menuju pintu masuk ke Taman hiburan.


"Ah, Kakak tunggu di sini dulu, Ray mau beli tiket masuknya ya," kata Ray


"Iya Tuan Muda," ucap Zuy, lalu Ray pun pergi untuk membeli tiket.

__ADS_1


Zuy lalu berdiri di depan gerbang masuk di Taman hiburan, sambil menunggu Ray, ia pun melihat ke kanan-kiri, akan tetapi ada pemandangan yang membuat Zuy tertarik dan penasaran, ternyata ia melihat Airin dan Brian lagi bersama di Taman hiburan.


"Apa aku salah lihat ya, itu beneran Airin dan Brian, kok tumben akur ya," kata Zuy melihat ke arah Airin dan Brian. Lalu...


"Kak Zuy ada apa?" tanya Ray sambil menepuk pundak Zuy.


Sontak membuat Zuy kaget, "Kucing... ya ampun Tuan Muda bikin kaget saja," papar Zuy


"Hahaha, lagian dari arah jauh Ray melihat Kakak seperti orang yang lagi melihat sesuatu, emang ada apa sih Kak?" Ray kembali bertanya.


"Ini coba Tuan lihat kesana, apa benar mereka itu Airin dan Brian, atau mataku yang salah ya," kata Zuy sambil menunjuk ke arah Airin dan Brian berada.


"Hmmm, iya itu memang mereka Kak, kebetulan sekali ayo kita samperin mereka," ujar Ray


"Iya ayo.."


Lalu mereka pun masuk ke Taman hiburan, setelah itu mereka langsung berjalan menghampiri Airin dan Brian.


Sementara itu...


Di tempat yang sama, Airin dan Brian sedang memilih-milih aksesoris. Airin nampak kebingungan memilih aksesoris mana yang akan dia beli.


"Rin, kalau menurutku mending yang ini aja cocok buat kamu," kata Brian


Airin pun menoleh ke arah Brian dengan tatapan tajam, "Brian jelek apa kau mencoba menggodaku?" tanya Airin sambil memanyunkan bibirnya.


"Si-siapa yang mau menggodamu bocah crewet, aku kan cuma bilang ini cocok buat kamu Rin," kata Brian.


"Waah pacar anda memang pandai memilih Nona," kata si penjual


"Kami tidak pacaran.." kata Airin dan Brian barengan.


si penjual itu pun terkejut, "Ah maaf, aku pikir kalian pacaran," katanya sambil gemetaran.


"Pacaran juga gak apa-apa kok Rin, hihihi..." papar Zuy yang tiba-tiba muncul di belakang Airin dan Brian.


"Zu-Zu-Zuy.. kenapa kau ada di sini?" tanya Airin dengan gugupnya.


"Ngapain ya, tentu saja sedang jalan-jalan, memangnya ngapain lagi Rin kalau ke Taman hiburan," ujar Zuy.


"Halo semua," sapa Ray yang berada di belakang Zuy.


"Tu-Tuan Bos juga berada di sini?"


"Iya dong.." papar Ray


Brian pun langsung menghampiri Ray, "Tuan Ray apa kabar?" tanya Brian


"Eh Brian, kabarku baik-baik saja," jawab Ray


"Maaf waktu anda sakit, saya tidak sempat menjenguk anda Tuan," ucap Brian membungkukkan badannya.


"Brian jangan seperti itu, angkat badanmu, gak apa-apa kok kamu gak jenguk saya, kan saya sekarang juga sudah sembuh," jelas Ray, Brian pun langsung mengangkat badannya.


Airin lalu mendekat ke arah Zuy, "Ehemmm, kalian berdua kesini, apa kalian sedang berkencan?" tanya Airin


"Huuump, siapa yang sedang berkencan, kami hanya jalan-jalan aja, justru kalian yang jangan-jangan sedang berkencan," Zuy mulai menggoda Airin.


"Si-siapa yang kencan, kami juga hanya jalan-jalan aja, iya kan Brian," ujar Airin melihat ke arah Brian.


Lalu Zuy menoel pipi Airin, "Iya, iya aku percaya kok, hehehe."


"Hmmm, Zuy aku baru sadar kalau ada yang berubah dari penampilanmu ya, kamu ganti gaya Rambut ya?" tanya Airin


Zuy lalu menganggukkan kepalanya, "Iya hanya ingin berubah saja Rin, habis rambutku yang kemaren udah susah di aturnya, hehehe" ujar Zuy berbohong.

__ADS_1


"Oh begitu ya, tapi kamu jadi tambah cantik apalagi dengan kacamata itu, jadi kaya bukan kamu," puji Airin.


"Terimakasih Airin," ucap Zuy


Ray melihat ke arah Zuy, hatinya pun berkata, "Kak Zuy, kamu terpaksa berbohong pada Airin agar dia gak khawatir kan, kamu benar-benar teman yang baik Kak."


"Tuan Ray, kenapa diam?" tanya Brian


"Ah gak apa-apa Brian, aku hanya kagum sama persahabatan mereka, mereka terlihat sangat akrab banget," kata Ray


Brian pun ikutan melihat ke arah Airin dan Zuy, "Oh, iya mereka memang sangat akrab, bahkan mereka sering di bilang Kakak adek saking akrabnya," jelas Brian,


"Oh begitu, hei mumpung kita di sini ayo kita bersenang-senang," ajak Ray


"Wah benar tuh apa kata Tuan Ray, ayo Zuy kita bersenang-senang," kata Airin.


Zuy pun hanya menganggukkan kepalanya, begitu pula dengan Brian, ketika mereka hendak meninggalkan tempat itu, tiba-tiba...


"Non, jadi beli gak nih?" tanya si penjual tersebut


"Ah maaf aku sampai lupa, kalau gitu aku pilih yang ini aja ya.." uja Airin sambil menunjuk Aksesoris yang di pilihnya.


"Baiklah Non," ucap si pedagang itu.


Setelah selesai membeli, mereka pun langsung pergi dari tempat itu, lalu mereka mulai bersenang-senang, menaiki wahana, game dan yang lain sebagainya.


Tak terasa mereka pun akhirnya selesai bersenang-senang di Taman hiburan, setelah mencoba menaiki beberapa wahana, mereka nampak kelelahan..


"Hahaha, ini benar-benar menyenangkan," seru Airin


"Kamu tuh Rin, tapi memang benar ini sangat menyenangkan," kata Zuy sambil tersenyum lepas.


Melihat Zuy tersenyum, Ray pun ikutan tersenyum juga, Airin dan Brian pun tercengang melihat Ray tersenyum begitu.


"Waah lihat tuh Zuy, Tuan Bos kita tersenyum gitu, mungkin saking bahagianya," papar Airin


Zuy melihat ke arah Ray, "Tuan Muda memang tampan kalau tersenyum begitu, ah apa yang aku bicarakan," kata hati Zuy.


"Oi Zuy kenapa ngelamun gitu?" tanya Airin


"Siapa yang lamun, Zuy hanya lapar," jawab Zuy mengalihkan pandangannya.


"Yaudah sebelum pulang kita makan dulu yuk.." ajak Ray


"Baiklah Tuan Ray, ayo kita makan." seru Airin


Lalu mereka pun langsung bergegas pergi ke tempat makan.


*****


Amerika


^Airport


Setelah beberapa jam di perjalanan, Maria dan Kimberly akhirnya sampai di Amerika, mereka pun langsung berjalan keluar dari Airport. Lalu tiba-tiba ada seseorang mendekat ke mereka


"Bienvenue Mam, Kimberly.." sapa seseorang tersebut


Maria dan Kimberly pun langsung menoleh ke arah orang tersebut, betapa terkejutnya mereka..


"Hah, Bro Archo..!!"


**Bersambung...


^Hai Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... ✌😉😉✌


__ADS_2