Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Ulah Davin...


__ADS_3

<<<<<


Mendengar suara orang di belakangnya, Zuy pun langsung menoleh ke arah suara tersebut. Betapa terkejutnya Zuy ternyata orang tersebut adalah..


"Hah.. B-Bu Ima..!!"


Bu Ima pun menganggukkan kepalanya, "Iya nak, ini Ibu.." ucap Bu Ima sambil merentangkan tangannya.


Zuy pun langsung mendekat ke arah Bu Ima dan memeluknya.


"Bu Ima, Zuy kangen sama Ibu, Ibu baik-baik saja kan?" tanya Zuy


"Iya Nak ibu baik-baik saja, Ibu juga kangen sama kamu," kata Bu Ima sambil mengelus kepala Zuy. Lalu tiba-tiba..


Meoong..


Suara erangan si Manis yang merasa tidak nyaman karena berada di tengah-tengah Bu Ima dan Zuy yang sedang berpelukan. Mendengar itu sontak Bu Ima dan Zuy langsung melepaskan pelukannya.


"Maaf manis, kamu pasti gak bisa nafas ya," ucap Zuy sambil mengelus kepala si Manis.


Bu Ima pun terkekeh melihatnya, "Zuy, Manis setiap hari selalu datang ke rumahmu, kadang juga tiduran di teras depan rumahmu, ya mungkin karena dia kangen sama kamu Zuy," jelas Bu Ima.


Mata Zuy pun langsung berkaca-kaca setelah mendengar penjelasan dari Bu Ima, ia lalu memeluk kembali si Manis.


"Manis maafin Mamah," kata Zuy, "Bu Ima, terimakasih banyak sudah menjaga si Manis," sambungnya.


"Sama-sama Zuy," balas Bu Ima. lalu..


"Sepertinya ada yang senang banget nih ketemu sama si manis.." seru Ray sembari menuruni anak tangga terakhir.


Zuy dan Bu Ima yang mendengar suara Ray pun langsung menoleh ke arah Ray, lalu kemudian Ray menghampiri Zuy dan Bu Ima.


"Eeh Tuan Muda," lirih Zuy,


"Tuan Muda Ray, selamat pagi.." sapa Bu Ima


"Selamat pagi Bu, selamat Pagi Kak.." balas Ray.


"Tuan, Nak Zuy, Ibu ke dapur dulu ya, tanggung.." ujar Bu Ima


"Eh biar Zuy bantu Bu," tawar Zuy.


Bu Ima lalu menggelengkan kepalanya, "Tidak usah Zuy.." kata Bu Ima, ia pun berjalan menuju ke dapur.


Lalu Ray menatap Zuy sembari menyunggingkan senyumannya dan menggerakan satu alisnya, seakan ingin sesuatu dari Zuy, Zuy yang melihat Ray seperti itu pun malah keheranan.


"Hmmm, ada apa dengan anda, Tuan Muda?" tanya Zuy polos.


Mendengar pertanyaan Zuy, Ray pun mendengus dan membuang mukanya sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Uuh, gak peka.." gerutu Ray.


"Gak peka? maksud anda Tuan?" tanya Zuy.


Ray lalu mendekatkan wajahnya ke arah Zuy, dengan tatapan yang mengharapkan sesuatu dari Zuy.


"Kak, apakah Kakak tidak ingin mengucapkan sesuatu padaku?" tanya Ray


"Ah iya Tuan Muda, maaf Zuy lupa, terimakasih banyak Tuan Muda," ucap Zuy.


"Hmmm.. hanya terimakasih saja.." papar Ray sambil mengerutkan dahinya.


"Lalu apa yang anda mau Tuan Muda?" tanya Zuy


Ray menyodorkan pipinya ke arah Zuy sembari menunjuk-nunjuk arah pipinya sendiri.


"Cium aku..!!" pinta Ray


"Ci-cium?" Zuy terkejut mendengar permintaan Ray, pipinya pun merah merona.


Ray pun menganggukkan kepalanya, "Iya Kakak sayang.."


"Tuan Muda, jangan becanda.. dan lagi Zuy juga gak mau mencium anda," ujar Zuy


Mendengarnya Ray pun menyunggingkan senyuman jahilnya.


"Hmmm.. kalau begitu biar Ray saja yang cium Kakak ya, mungkin rasanya kaya waktu di rumah sakit HR," ujar Ray menggoda Zuy.


Blush...


Seketika wajah Zuy memerah, ia pun mengingat kejadian waktu di rumah sakit, dimana pada saat itu Ray mencium bibir Zuy dengan kuat meninggalkan bekas memerah dan jontor di bibirnya. Lalu Zuy langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak Tuan Muda, Zuy gak mau.."


Ray pun terkekeh melihat Zuy seperti itu, lalu ia pun berkata, "Hahaha, yaudah kalau gak mau, mending kakak saja yang cium Ray."


Ray kembali menunjuk-nunjuk ke arah pipinya.


"Iya-iya, asalkan Tuan Muda tutup matanya," pinta Zuy.


"Hmmm, oke Kakak," Ray pun langsung menutup matanya.


"Tuan Muda benar-benar deh," batin Zuy,


Zuy pun segera menutup matanya, lalu ia mendekatkan wajahnya, kemudian bibirnya perlahan mendekati pipi Ray, saat bibir Zuy sudah hampir menyentuh pipinya Ray. Tiba-tiba...


"Ehemmm, ini masih pagi Tuan Ray, Zuy," gerutu seseorang yang berada di dekat mereka, dan ternyata dia adalah Davin.


Seketika keduanya segera membuka matanya saat mendengar suaranya Davin, lalu menoleh ke arahnya, mereka pun langsung terkejut melihat Davin yang sedang berdiri sambil menutup matanya dengan tangannya.


"Tsk, Kak Davin ngapain berdiri di situ, ganggu saja," pekik Ray menatap tajam Davin.


Davin pun menurunkan tangannya, "Ya aku berdiri di sini karena kalian menghalangi jalanku Tuan Ray, Zuy.." gumam Davin,

__ADS_1


"Lagian kalau mau bermesraan jangan di sini dong..!!" sambungnya


"Ka-kami sedang tidak bermesraan Pak Davin," kata Zuy yang gugup sambil mengibas tangannya.


"Ah iya lupa, Zuy juga mau bantuin Bu Ima, Tuan Muda, Pak Davin Zuy ke dapur ya," sambungnya sambil melangkahkan kakinya menuju ke dapur. Sesaat setelah Zuy pergi..


"Kak Davin selalu saja," gerutu Ray.


"Ahahaha suruh siapa kalian bermesraan di tengah jalan," papar Davin sembari berjalan melewati Ray dan menuju ke arah dapur.


"Ck, dasar adonan moci," umpat Ray.


Beberapa saat kemudian, Bu Ima pun telah selesai melakukan aktivitasnya di dapur, dengan bantuan Zuy, mereka lalu menyiapkan makanan yang sudah matang di meja makan. Sesaat kemudian, Ray dan Davin datang, dan mereka menarik kursinya masing-masing lalu mendudukinya.


Bu Ima lalu mengambilkan makanan untuk Ray dan Davin, namun saat ingin mengambilkan makanan untuk Zuy, Zuy menolaknya karena dia tidak ingin merepotkan Bu Ima. Setelah selesai..


"Terimakasih Bu Ima," ucap Zuy, di ikuti Ray dan Davin bersamaan.


"Sama-sama, kalau begitu Ibu kembali ke dapur dulu," kata Bu Ima, akan tetapi...


"Bu Ima mau apa ke dapur?" tanya Ray


"Sa-saya mau makan di sana Tuan," ujar Bu Ima.


Mendengar itu, Ray pun segera beranjak dari tempat duduknya, lalu ia menarik kursi yang berada di samping Zuy.


"Bu Ima duduklah, kita sarapan bersama..!!" ajak Ray.


"Ta-tapi Tuan.."


Ray lalu menuntun Bu Ima, kemudian ia langsung mendudukan Bu Ima ke kursi. Zuy pun mengambil makanan untuk Bu Ima. Setelah itu mereka menyantap sarapannya.


********************


Perusahaan CV


Tak terasa waktu cepat berlalu, sehari sebelum acara ulang tahun Perusahaan CV, semuanya pada sibuk menyiapkan persiapan untuk acara besok malam, di bantu dengan EO tentunya. Semua Karyawan hadir tanpa kecuali namun mereka memakai pakaian bebas tapi sopan.


Ruangan Ceo


Sementara itu, Ray dan Davin sedang duduk di sofa yang berada di ruangan Ray, sembari berbincang bersama Yiou yang sedang berkunjung di Perusahaan CV. Saat tengah asik mengobrol, lalu tiba-tiba...


Trrrrrrt.. Trrrrrrt... (Suara dari hp milik Davin, )


Mendengar hpnya berdering, Davin pun segera mengambil hpnya dari saku celananya, lalu ia melihat ke arah layar hp tersebut. Setelah itu...


"Tuan Ray, Mrs Yiou saya angkat telpon dulu," kata Davin sambil beranjak dari tempat duduknya.


Ray dan Yiou pun menganggukkan kepalanya, lalu Davin berjalan ke arah luar ruangan, setelah berada di luar ruangan Ray.


Davin segera menjawab panggilan di hpnya.


"Halo Roveis, ini aku Shaka," sapa si penelpon yang bernama Shaka.


"Itu bukan rumahku, lagian waktu itu aku sedang ada urusan, Roveis apa sekarang kamu sedang berada di CV?" tanyanya.


"Iya aku sedang di CV, ada apa memangnya?" tanya balik Davin yang keheranan.


"Oh baiklah.."


"Hei memang ada apa?" seru Davin..


Tut.. Tut.. Tut...


Pria yang bernama Shaka itu langsung memutuskan telponnya.


"Lha malah di matiin, dasar Pria kaku, dari dulu gak berubah sama sekali," umpat Davin, lalu ia pun kembali masuk ke ruangan Ray.


"Maaf lama Tuan," kata Davin sambil berjalan mendekat ke arah Ray dan Yiou.


Lalu Yiou bangkit dari duduknya dan menghampiri Davin.


"Vin, sepertinya aku melupakan sesuatu, bisakah kau mengantarku..!!" pinta Yiou.


"Ta-tapi Mrs Yiou saya ...,"


Yiou kemudian menarik tangan Davin, "Tidak ada tapi-tapian, lagian aku sudah minta izin pada si Tuan dingin," kata Yiou sembari berjalan keluar.


"Aah pelan-pelan dong Mrs Yiou," seru Davin. Lalu mereka pun pergi...


Ray pun segera beranjak dari tempat duduknya, lalu ia berjalan keluar ruangannya, dan bergegas menuju ke tempat yang akan di siapkan untuk acara ulang tahun Perusahaan (masih di area Perusahaan CV).


Setelah berada di lantai bawah, Yiou pun terus menarik tangan Davin menuju ke luar Perusahaan CV. Setelah berada di luar.


"Kamu tunggu di sini, aku mau mengambil mobilku dulu," pinta Yiou.


"Mrs, biar saya saja yang mengambil mobil anda," kata Davin.


"Waah, baik sekali kamu Davin, yaudah ini konci mobilnya," ujar Yiou sambil memberikan kunci mobilnya.


Davin langsung bergegas menuju ke parkiran untuk mengambil mobil Yiou. Tak lama kemudian Davin pun tiba dengan mobil Yiou. Yiou segera masuk ke dalam mobilnya dan kemudian mereka pun pergi...


Selang Beberapa menit kemudian, setelah Davin dan Yiou pergi, tiba-tiba dari arah pintu masuk seorang wanita cantik berjalan masuk ke Perusahaan di ikuti seorang Pria tampan, tubuh kekar, akan tetapi ekspresi Pria itu sangat datar dan kaku.


"Nyonya, jangan cepat-cepat jalannya, ingat anda sedang mengandung Nyonya," seru si Pria itu.


"Diam!!!" kata si wanita cantik itu dengan nada keras,


Lalu mereka pun berjalan menuju ke Resepsionis.


"Maaf apa ada yang bisa saya bantu Nona?" tanya Citra


"Bisakah saya bertemu dengan Amoeba?" tanyanya kembali.

__ADS_1


"Amoeba?" Citra pun kebingungan dengan pertanyaan wanita itu.


Lalu Pria di belakangnya menepuk pundak wanita cantik itu.


"Permisi Nyonya," kata Pria itu, lalu ia melihat ke arah Citra, "Maaf Nona, maksudnya Nyonya ini, dia ingin bertemu dengan Davin ah maksud saya Davino Roveis," jelasnya.


"Oh Pak Davin, maaf sebelumnya kalian siapa ya?" tanya Citra


"Nama saya Shaka, dan ini Nyonya kami, namanya Ayasya Zakiya Stevano," ujar Pria itu yang ternyata adalah Shaka, Pria yang menelpon Davin tadi.


"Tunggu, aku ralat namaku adalah Ayasya Zakiya Azmi," tegasnya.


Mendengar itu Shaka langsung menatap ke arah Ayasya, "Nyonya..."


"Maaf mengganggu, tadi kalian ingin bertemu dengan Pak Davin kan?" tanya Citra, lalu Shaka dan Ayasya menganggukkan kepalanya.


"Maaf Nyonya, Tuan.. Pak Davin baru saja pergi dengan Mrs Yiou," jelas Citra


Mendengar penjelasan dari Citra membuat perempuan cantik bernama Ayasya terkejut.


"Apa..!! kalau begitu saya akan menunggunya sampai dia datang," kata Ayasya


"Nyonya, sebaiknya kita pulang saja, besok kita balik lagi kesini atau kita suruh Roveis yang datang ke rumah anda," ujar Shaka.


"Tidak..!!" bentaknya.


"Nyonya.."


Lalu Ray datang menghampiri mereka...


"Ada apa ini?" tanya Ray


Mendengar suara Ray, Citra, Shaka dan Ayasya menoleh ke arah Ray.


"Ini Tuan, Nona ini ingin bertemu dengan Pak Davin, tapi kan Pak Davin sedang keluar, lalu Nona ini bilang ingin menunggu," jelas Citra.


"Nona, ada keperluan apa ya anda mencari Davin?" tanya Ray sembari tersenyum.


Mata Ayasya terbelalak saat melihat Ray, "Tampan, ah bukan maksudku, maaf apakah anda Tuan Rayyan atasan Amoeba bukan maksudku Tuan Davino?" tanyanya.


"Iya saya Rayyan, lalu anda?" tanya Ray


"Saya Ayasya, saya kesini ingin bertemu Davin karena anak yang di dalam perut saya ini ...," jelasnya yang belum selesai karena ...,


"Apa anak..!! jangan bilang anak ini?" tanya Ray yang menduga-duga.


"Lebih baik kalian ke Ruangan saya," sambungnya.


Lalu Ray membawa Shaka dan Ayasya ke ruangannya, sesaat kemudian, mereka pun sampai di ruangan Ray, setelah berada di dalam ruangan, Ray menyuruh mereka duduk. Setelah itu...


"Maaf Nona, tadi anda bilang ingin bertemu dengan Davin karena anak yang di dalam perut anda, apa itu anak Davin?" tanya Ray yang penasaran


Ayasya mengangguk, "Iya, anak ini adalah anak saya dengan Daffin Plankton," jelas Ayasya


Ray pun sangat terkejut mendengarnya, "Apa...!! Ck, dasar adonan moci, lalu apa anda ingin meminta pertanggung jawaban kepada Davin atas anak itu, Nona?" tanya Ray, sepertinya ia salah paham.


"Tanggung jawab anak ini? untuk apa saya minta tanggung jawabnya, orang si Plankton ah maksudku Daffin itu suami saya, Tuan," jelas Ayasya


Ray semakin terkejut dengan penjelasan Ayasya, ia menduga kalau Daffin itu Davin. Lalu kemudian...


"Maaf kalau saya menyela Tuan Ray, sepertinya anda salah paham," sela Shaka.


Ray lalu melihat ke Shaka, "Hmmm bukan kah anda Tuan Shaka Asistennya Tuan Stevano dari DS CORP?" tanya Ray


"Benar Tuan Ray, dan Nyonya Ayasya ini adalah istri dari Tuan Stevano," jelas Shaka


"Oh, maafkan saya Nyonya Stevano, sepertinya saya salah paham," ucap Ray.


Ayasya lalu melambaikan tangannya, "Tidak apa-apa Tuan, semua orang juga pasti akan salah paham, soalnya nama mereka hampir sama, pengucapannya juga, hanya saja berbeda huruf saja."


"Iya benar juga kata anda, Nyonya," ucap Ray


Lalu kemudian Zuy datang membawakan minuman untuk Ayasya dan Shaka.


"Ini silahkan di minum Nona, Tuan.." kata Zuy sambil meletakkan cangkir minuman di atas meja.


"Terimakasih.." ucap Ayasya.


Saat Zuy hendak pergi, Ray menahannya, "Kak tetap di sini..!!" pinta Ray.


Zuy pun menganggukkan kepalanya, "Baik Tuan Muda."


"Ehemmm.. Tuan Ray, kapan Tuan Davino akan kembali?" tanya Ayasya


"Maaf Nona Ayasya, saya kurang tahu, soalnya Davin pergi dengan Tante saya," jelas Ray.


"Hmmm, kalau begitu saya akan menunggunya sampai dia datang, walau sampai malam juga tidak apa-apa.." kata Ayasya sembari menyandarkan tubuhnya.


Ray dan yang lainnya terkejut mendengar perkataan Ayasya, lalu Shaka menatap Ayasya.


"Nyonya jangan seperti ini, nanti Tuan bisa marah besar pada Nyonya, apalagi dengan saya, karena saya yang mengantar Nyonya kesini," papar Shaka


Ayasya pun kembali menatap tajam Shaka, "Aku tidak peduli pada Plankton, yang aku peduliin anak yang ada di dalam perutku, pokoknya aku akan tetap menunggunya..!!"


***Bersambung...


Hai Kakak2 Author dan Kakak2 Readers, siapa yang penasaran pada Ayasya dan Shaka, dan siapa yang penasaran kenapa Ayasya ingin sekali bertemu dengan Adonan Moci eh maksudnya Davin, bisa cek dan mampir di Novel Kakak Author tercinta.. 👇👇👇



\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author...♥🙏♥🙏


__ADS_2