Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Akan Mengakuinya..


__ADS_3

<<<<<


"Maaf Nak, kami kesini karena ingin bertemu dengan anda dan juga ingin bertemu dengan Zuy," jelas Bunda Artiana.


"Apa..!!"


Bi Nana pun terkejut mendengar penjelasan Bunda Artiana, "Bertemu denganku dan Zuy! Nyonya mengenali Zuy?" tanyanya.


Bunda Artiana mengangguk, "Iya Nak, tapi sebenarnya saya tidak terlalu mengenalnya, akan tetapi saya beberapa kali bertemu dengannya, wajahnya sangat mirip dengan seseorang dan itu membuat saya penasaran sama Zuy," ujar Bunda Artiana.


"Oh seperti itu ya, lalu apa tujuan Nyonya ingin bertemu denganku dan Zuy?" tanya Bi Nana


"Sebelum kami menjawab pertanyaan anda, bisakah kami bertemu dengan Zuy?" sela Archo


Sesaat Bi Nana menghela nafasnya, "Haa.. maaf bukan mengecewakan kalian, tapi sebenarnya Zuy tidak tinggal di sini," jelas Bi Nana.


"Apa! Lalu dia di mana? kami tadi sempat ke rumahnya, tapi ada yang bilang kalau Zuy tidak pernah pulang," ujar Bunda Artiana.


"Ya memang dia gak di sini ataupun di rumahnya, karena sekarang dia lagi berada di Kota M," kata Bi Nana yang berbohong.


"Maksudmu Kota M, tempat kelahirannya dan juga tempat tinggalmu dahulu kan?" tanya Bunda Artiana


Mendengar pertanyaan Bunda Artiana membuat Bi Nana kembali terkejut.


"Ba-bagaimana anda bisa tahu kalau Kota M adalah tempat kelahirannya dan tempat tinggalku dulu?" tanya Bi Nana,


Lalu Bi Nana menatap wajah Bunda Artiana dan Dimas secara bergantian, "tunggu.. kenapa pas di perhatikan, wajah mereka sekilas mirip dengan Zuy dan orang itu? apa jangan-jangan...," batin Bi Nana yang menduga-duga.


"Karena di Kota itulah, dulu anak kami tinggal di sana bersama suami dan anaknya, akan tetapi karena keegoisan kami sebagai orang tua, dia meninggalkan anak dan suaminya," jawab Bunda Artiana sembari menundukkan kepalanya, tak terasa ia pun meneteskan air matanya.


Dimas yang berada di samping Bunda Artiana pun langsung menenangkannya.


"Bunda, ingat kesehatan Bunda.." tutur Dimas merangkul pundak Bunda Artiana.


"Tunggu-tunggu, ini sebenarnya ada apa? kalian datang kesini mencari saya dan Zuy, terus kalian tahu soal Kota M tempat kelahirannya Zuy, lalu tiba-tiba Nyonya menangis karena anaknya, jujur saya benar-benar bingung ini," pekik Bi Nana.


Lalu kemudian Bunda Artiana mengangkat kepalanya dan menatap sendu wajah Bi Nana.


"Nak, tolong jawab jujur pertanyaanku, apakah Zuy itu anak dari Maria Lestari?" tanya Bunda Artiana.


Deeeg


Bi Nana pun tercengang dan jantungnya berdegup kencang saat mendengar pertanyaan Bunda Artiana, ia pun langsung bangkit dari posisinya.


"Siapa sebenarnya kalian? kenapa kalian mengenali Maria?" tanya Bi Nana dengan nada keras.


"Nyonya, mohon tenang dulu, biarkan kami menjelaskan siapa kami sebenarnya, Nyonya duduklah dulu..!!" tutur Archo


Sesaat Bi Nana terdiam, lalu ia mendudukkan dirinya kembali.


"Coba jelaskan padaku, siapa kalian sebenarnya?"


Dimas yang tadinya diam, langsung membuka suaranya, "Maaf Nyonya, sebenarnya kami ini adalah keluarga dari Maria. Saya adik dari Maria, lalu Bunda Artiana ini adalah Ibu dari Maria dan Tuan Archo anak tiri dari Maria."


"Apa..!! jadi kalian Keluarga dari Maria, oh pantas saja sedari tadi saya perhatikan, kalian mirip dengan Wanita jahat itu," pekik Bi Nana.


"Nak, jangan berkata seperti itu, Maria begitu juga karena keegoisan kami, tolong maafkan kelakuan Maria," ucap Bunda Artiana yang tersendu-sendu.


"Maaf, anda bilang maaf, apa dengan maaf bisa mengembalikan semuanya.." sergah Bi Nana.


Lalu tiba-tiba Bunda Artiana beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia menghampiri Bi Nana dan berlutut di hadapan Bi Nana. Dimas dan Archo pun terkejut, Dimas segera mendekat ke Bunda Artiana


"Bunda, jangan seperti ini, ayo bangun Bunda..!!" tutur Dimas mencoba membangunkan Bunda Artiana.


Akan tetapi Bunda Artiana menepis tangan Dimas, "Dimas.. jangan memaksa Bunda, Bunda ingin meminta maaf atas kelakuan Maria dan Bunda ingin dia jujur pada Bunda tentang kebenaran dari Zuy."


Melihat Bunda Artiana seperti itu, Bi Nana sedikit tertegun, lalu ia mengangkat tubuhnya Bunda Artiana.


"Ayo bangun Nyonya, jangan seperti ini..!!" kata Bi Nana


Bunda Artiana langsung bangkit dari posisinya dan kemudian menatap wajah Bi Nana.


"Nak, kamu!"


"Jangan salah paham, saya tidak ingin menjadi orang yang kejam, melihat wanita paruh baya berlutut di hadapan saya dan lagi asal kalian tahu, Zuy tidak ada hubungannya dengan Maria, Zuy adalah anak dari Kakakku Jordhan (Papah Zuy)" tegas Bi Nana


Saking tidak tahannya, Archo pun langsung bangkit dari tempat duduknya, "Nyonya, kenapa Nyonya masih menyembunyikan kebenaran tentang Zuy?"


"Siapa yang menyembunyikannya, memang benar Zuy tidak ada hubungannya dengan Maria," elak Bi Nana.


"Baiklah kalau anda masih belum jujur, tapi jika nanti hasil tes DNA itu keluar, dan terbukti dia anak dari Maria, maka anda tidak bisa mengelak lagi," tegas Archo


Bi Nana pun semakin terkejut mendengarnya, "Apa..!! kalian melakukan tes DNA? kenapa, kenapa kalian begitu lancang, kalian pikir kalian siapa..!!" teriak Bi Nana, kemudian ia menjatuhkan dirinya di atas sofa.


"Maafkan kami yang telah lancang melakukan tes DNA tanpa izin dari kalian, tapi Bunda benar-benar ingin mengetahuinya, karena Bunda sangat yakin kalau dia adalah Cucu Bunda dan Bunda akan mengakuinya," jelas Bunda Artiana.


"Cucu? anda bilang cucu.." lalu Bi Nana kembali bangkit dari posisinya, "Nyonya jika anda sangat yakin kalau Zuy cucu anda, kenapa anda baru datang dan mengakuinya sekarang saat Zuy sudah menemukan kebahagiaannya."


"Maafkan Bunda Nak, Bunda ...,"


"Maaf, anda bilang maaf, apa anda tahu tentang kehidupannya, tentang masa kecilnya yang selalu menanyakan siapa ibunya, tangisannya setiap malam sambil memanggil ibu dan Ayahnya, apa anda tahu dulu saat dia kehilangan Ayahnya dan harus tinggal di Panti Asuhan, banyak anak-anak yang mengolok-oloknya dan menghinanya, sampai dia di sebut anak haram karena ibunya meninggalkannya, apa kalian tahu dia juga sempat di anggap kriminal karena fitnahan seseorang, apa kalian tahu itu hah..!!" ungkap Bi Nana sambil menangis.


"Dan sekarang saat hidupnya sudah bahagia, kalian dengan seenaknya datang dan ingin mengakuinya, apa kalian tidak punya pikiran..!" sambung kata Bi Nana.


Mendengar itu, tangis Bunda Artiana pun pecah, begitu pula dengan Dimas dan Archo, mereka tak henti-hentinya menyeka air matanya.


"Ternyata begitu berat kehidupan yang di laluinya," batin Archo.


"Sekarang kalian pergi..!!" suruh Bi Nana.


"Tapi Nak...,"

__ADS_1


"Pergi...!! jangan berharap kalian bisa mengambil Zuy," sergah Bi Nana yang menyangka kalau mereka ingin mengambil Zuy.


Lalu Dimas memegang pundak Bunda, "Bunda, lebih baik kita pergi dulu, biarkan dia tenang!" tutur Dimas.


Bunda Artiana pun menganggukkan kepalanya, lalu mereka pun melangkahkan kakinya menuju keluar rumah, saat mereka sudah di ambang pintu dan hendak menuju ke mobil. Tiba-tiba...


Bruuk..


"Mamiiiiiii..!!" teriak Nara


Mendengar teriakan anak kecil, mereka pun langsung membalikan badannya, dan betapa terkejutnya mereka melihat Bi Nana tak sadarkan diri. Dengan sigap Dimas langsung menghampiri Bi Nana yang tergeletak di lantai. Lalu ia memeriksa denyut nadi Bi Nana.


"Bagaimana Dimas?" tanya Bunda Artiana


"Ini tidak bagus.." ujar Dimas.


Ia pun mengeluarkan hpnya dan menghubungi seseorang.


"Eqi, apa kau sudah di rumah sakit?" tanya Dimas


"Iya, ada apa Dimas?"


"Tolong, kosongkan jadwalmu, ada pasien yang memerlukan bantuanmu," ujar Dimas.


"Baiklah bawa dia ke rumah sakit..!!" titah Eqitna.


Dimas pun langsung menutup telponnya, kemudian ia segera menggendong Bi Nana menuju ke arah mobilnya, sedangkan Archo menggendong Nara dan menuntun Bunda Artiana. Setelah mereka semua masuk ke dalam mobil, Dimas pun langsung menancapkan gas mobilnya menuju ke rumah sakit.


**********


STOCKHOLM, SWEDIA


Β°Hotel


Sementara itu, Zuy sedang duduk di tepi ranjang sambil memegang gelas, dan saat ia hendak meneguk air yang di gelas itu, tiba-tiba..


Pyaaar..


Gelas yang di pegangnya pun terjatuh dan pecah, bahkan serpihan pecahan gelas tersebut mengenai kaki Zuy dan membuat kakinya berdarah.


"Ada apa ini, kenapa tiba-tiba perasaanku gak enak begini?" batin Zuy, ia pun langsung turun dari ranjangnya dan berjongkok.


Lalu kemudian Ray menghampiri Zuy.


"Sayangku ada apa?" tanya Ray yang panik karena mendengar suara pecahan gelas tersebut.


Zuy pun menoleh, "Ah, Tuan Muda maaf, Zuy gak sengaja menjatuhkannya," balas Zuy sambil memunguti pecahan gelas itu.


"Sayangku, hati-hati.." lirih Ray, ia pun ikutan duduk berjongkok dan membantu Zuy memunguti pecahan gelas itu.


Akan tetapi saat pandangannya menuju ke arah kaki Zuy, matanya pun langsung terbelalak, lalu Ray bangkit dari posisinya, sesaat kemudian Ray tiba-tiba mengangkat tubuh Zuy dan mendudukannya di tepi ranjang.


"Tuan Muda ada apa?" tanya Zuy yang kebingungan.


Setelah itu Ray mengambil kotak P3k dan kembali berjongkok, kemudian ia membuka kotak P3k itu untuk mengambil obat luka. Ray lalu memegang kaki Zuy dan segera membersihkan darahnya.


"Awwww.." rintih Zuy


"Tahan ya sayangku..!!"


Zuy mengangguk cepat, lalu setelah membersihkan lukanya, Ray langsung mengoleskan obat luka pada kaki Zuy, kemudian membalutnya dengan perban dan plester, setelah selesai Ray merapihkan kotak P3k itu dan meletakkannya kembali.


"Terimakasih Tuan Muda," ucap Zuy.


"Iya sayangku," balas Ray sambil mendudukan dirinya di samping Zuy.


"Sayangku, sebenarnya ada apa?" sambung tanya Ray


"Entahlah Tuan Muda, tiba-tiba perasaanku tidak enak, seperti ada sesuatu terjadi," jawab Zuy menundukkan kepalanya.


Lalu kemudian Ray memegang dagu Zuy, dan mengalihkanya pandangan Zuy ke arah Ray.


"Sayangku, jangan berfikiran seperti itu, semua pasti baik-baik saja sayangku..!!" kata Ray menenangkan Zuy.


Mendengar perkataan Ray, perasaan khawatir Zuy langsung sedikit berkurang, ia pun langsung memeluk tubuh Ray.


"Iya Tuan Muda, semoga semuanya baik-baik saja," lirih Zuy, lalu ia mendongakkan kepalanya, "Tuan Muda, terimakasih sudah menenangkan Zuy," sambungnya sambil tersenyum.


"Iya sayangku," balas Ray sambil mendaratkan bibirnya ke pipi Zuy.


"Kebiasaan banget suka cium-cium pipi," gerutu Zuy.


"Tapi sayangku suka kan.." goda Ray


Blush..


Lagi-lagi wajahnya memerah saat di goda Ray, ia pun langsung melepaskan pelukannya dan mengalihkan pandangannya. Melihat itu Ray kembali menyunggingkan senyuman jahilnya, lalu ia mendekatkan wajahnya ke telinga Zuy.


"Sayangku, jangan malu-malu begitu, bilang saja kalau sayangku menyukai ciumanku ini.." bisik Ray menggoda.


"Tu-Tuan Muda, mulai jahil deh.." pekik Zuy


"Tapi sayangku menyukainya kan.."


"Iya sih, ah bukan maksudku sangat suka, aah apa yang aku katakan.." seru Zuy yang gugup.


Melihat ekspresi Zuy yang gugup, ia pun terkekeh sambil mencubit hidung Zuy.


"Aah.. sakit Rayyan.." pekik Zuy


"Hahaha.. habisnya sayangku gemesin sih, jadi ingin melahapnya" papar Ray sembari mendekatkan bibirnya ke arah bibir Zuy, akan tetapi...

__ADS_1


Triiiiiing.. Triiiiiing...


Tiba-tiba hpnya berbunyi, sontak ia mengurungkan niatnya dan melepaskan tangannya dari hidung Zuy, ada rasa kesal pada dirinya. Kemudian ia mengambil hpnya di saku celananya.


"Henri..!!" lirih Ray saat mengetahui bahwa yang menghubunginya adalah Henri, salah satu pengawalnya.


Ia pun segera menjawabnya.


"Tuan Ray, saya sudah memesan Resort yang anda inginkan, selebihnya tinggal menunggu kedatangan anda dan Nyonya," jelasnya.


"Oke, hari ini kita langsung meluncur ke sana.."


"Baiklah Tuan Ray, saya tutup telponnya,"


Henri pun memutuskan telponnya.


"Siapa Tuan Muda?" tanya Zuy


"Salah satu pengawal kita sayangku, oh iya ayo kita siap-siap..!!"


"Siap-siap? Memangnya kita mau kemana lagi Tuan Muda?" tanya Zuy kebingungan.


"Nanti sayangku juga akan tahu.." ujar Ray sembari mengedipkan salah satu matanya.


Zuy pun langsung memutar bola matanya, "Baiklah.."


Kemudian Ray memanggil pengawalnya untuk membantunya berkemas, beberapa saat kemudian setelah selesai berkemas, mereka segera keluar dari kamar tersebut dan Check Out dari Hotel itu.


Sesaat setelahnya mereka pun keluar dari Hotel itu dan di sana mobil jemputannya sudah menunggu, Ray dan Zuy segera masuk ke mobil, sedangkan pengawalnya ada di mobil lainnya. Mereka bergegas menuju ke Bandar Udara Arlanda, Stockholm, Swedia.


*****************


Bandar Udara Arlanda, Stockholm, Swedia


Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 40 menit, mereka akhirnya sampai di tempat, setelah turun dari mobil mereka bergegas masuk ke Jet pribadinya. Lalu mereka langsung duduk di tempat masing-masing.


Ya seperti biasa Ray duduk berdampingan dengan Zuy agar bisa bermanja-manja dengan pujaan hatinya.


"Tuan Muda, sebenarnya kita mau kemana? apa kita akan pulang?" tanya Zuy


"Kita tidak akan pulang sayangku, kan masih beberapa hari lagi kita di sini, Ray akan membawa sayangku ke suatu tempat dan pasti sayangku akan menyukainya," ujar Ray


"Baiklah Tuan Muda, Zuy menurut apa kata Tuan Muda,"


Ray lalu memegang tangan Zuy dan menciumnya. Sesaat kemudian Jet mereka pun lepas landas dan terbang menuju ke tempat wisata yang di tunjukan oleh Ray.


****************


Resto Nara


Sementara itu, terlihat Davin dan Yiou sedang berada di luar Resto Nara, yaitu Resto milik Pak Randy, lalu Yiou menarik tangan Davin dan masuk ke dalam Resto tersebut. Setelah itu mereka pun duduk di tempat yang di sediakan.


"Mrs Yiou, tumben sekali anda mengajakku ke Resto ini," pekik Davin


"Ya, karena aku ingin mencoba makanan di Resto ini Vin," ujar Yiou.


Lalu kemudian Aries datang menghampiri Yiou dan Davin.


"Ini menunya Tu.. lho Pak Davin.." Aries terkejut melihat Davin.


"Hai Tuan Aries, apa kabar?" tanya Davin


"Baik Pak, tumben datang kesini dengan seorang wanita, biasanya juga dengan Tuan Ray," ujar Aries


"Tunggu-tunggu.. kalian saling mengenal?" sela Yiou.


Davin melihat ke arah Yiou, "Aduuh Mrs Yiou, dia ini Tuan Aries sepupuhnya Zuy, keponakan dari suaminya Tante Nana," jelasnya.


"Oh, maaf saya baru tahu, perkenalkan nama saya Yiou," Yiou langsung mengulurkan tangannya.


Aries pun membalasnya, "Nama saya Aries.."


Nampaknya Davin mulai curiga dengan gelagat Yiou, "Hmmm, aku paham sekarang, kenapa Mrs Yiou ngajak makan di sini," batin Davin.


Sesaat kemudian melepaskan tangannya masing-masing, Aries pun memberikan buku menu pada mereka. Saat mereka hendak memesan tiba-tiba Pak Randy menghampiri Aries.


"Ries, Om titip Resto ya..!!" kata Pak Randy


"Memangnya Om mau kemana?" tanya Aries


"Tante-mu Ries, dia sedang di rumah sakit karena pingsan," ujar Pak Randy.


Mendengar itu sontak membuat Aries, Davin dan Yiou terkejut.


"Apa.!! lalu bagaimana keadaannya?" tanya Aries.


"Om gak tahu Ries, yaudah Om ke rumah sakit ya.." kata Pak Randy


Lalu tiba-tiba Davin langsung bangkit dari posisinya, "Biar saya yang mengantar anda, soalnya akan berbahaya jika anda mengemudi dalam keadaan seperti ini," tawarnya.


Tanpa pikir panjang, Pak Randy langsung menganggukkan kepalanya.


"Mrs Yiou, tetaplah di sini, setelah mengantar Pak Randy, saya akan balik lagi kesini," tutur Davin.


Yiou pun menganggukkan kepalanya, Davin dan Pak Randy bergegas keluar dari Resto.


"Semoga Tante Nana baik-baik saja.."


***Bersambung...


Author: "Maaf telat Updet..!!" πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πŸ™πŸ™πŸ™


Salam Author... πŸ˜‰βœŒπŸ˜‰βœŒ


__ADS_2