Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Seperti Orang Yang Jahat..


__ADS_3

<<<<<


"Terimakasih banyak Papi, Mami," ucap Erlin, "Tuan Ray, tunggu saja, anda pasti akan terpanah melihat kecantikanku di pesta ulang tahunku nanti," batin Erlin.


Linda mengelus kepalanya Erlin, "Sama-sama sayang, kamu harus berjuang mendapatkan hatinya Tuan Ray, dan kamu harus bisa singkirkan semua yang menghalangi mu itu," kata Linda menyemangati Erlin.


"Pasti aku akan berjuang untuk mendapatkan Tuan Ray dan lagi aku akan singkirkan semua yang menghalangi ku, termasuk duri yang paling susah untuk di cabut, yang selalu menempel pada Tuan Ray," papar Erlin sambil merapihkan undangannya.


"Duri yang selalu menempel? maksudmu Nak?" tanya Linda


Erlin langsung melihat ke Linda, "Mami ingat gak perempuan yang di rumah Tuan Ray, dia lah duri yang menempel itu, yang jadi saingan Erlin," ujar Erlin.


"Apa, maksudmu gadis kucel, miskin yang kerjanya hanya OB jadi sainganmu, hahaha Erlin sayang kamu ini lucu sekali, dia hanya gadis miskin, mana mungkin Tuan Ray mau dengannya, udah jangan pikirkan itu, Mami sangat yakin Tuan Ray hanya akan jatuh hati padamu Lin," kata Linda.


"Iya benar juga ya, dia hanya gadis kumuh dan miskin, ngapain aku harus bilang kalau dia sainganku, ah levelnya kan gak sepadan denganku, mau gimana pun pasti aku yang akan menjadi wanita Tuan Ray," ujar Erlin menyombongkan dirinya.


"Bagus, itu baru anak Papi, oh iya terus kapan kamu akan kirim undangan itu untuk Tuan Ray?" tanya Pak Wildan


"Euuum, sepertinya besok Pi dan Erlin yang akan memberikannya sendiri," ujar Erlin.


"Itu malah lebih bagus sayang, oke besok Mami akan buat kamu jadi cantik, supaya Tuan Ray makin terpesona melihatmu sayang," kata Linda.


Erlin pun langsung memeluk Linda, "Terimakasih Mami, kau yang terbaik," ucap Erlin.


"Ya, kenapa cuma Mami yang di puji, Papi juga mau dong di Puji," papar Pak Wildan yang ingin di puji anaknya.


Lalu Erlin melepaskan pelukannya dari Linda, dan ia langsung mendekat ke Pak Wildan dan memeluknya.


"Bagi Erlin Papi yang terhebat dari apapun," ucap Erlin.


"Terimakasih anak Papi sayang," kata Pak Wildan membalas pelukan Erlin.


*****


Sementara itu, setelah menyelesaikan masalahnya dengan Kei, mereka pun langsung bergegas pergi menuju ke Resto, setelah di perjalanan Zuy langsung terdiam dan hanya memandangi tangannya yang selalu saja bergetar dan memerah akibat menampar Kei, di hati Zuy ada rasa penyesalan karena ini pertama kalinya ia menampar seseorang. Ray yang melihatnya pun merasa tidak nyaman, ia bergeser dan mendekat ke arah Zuy.


"Kakak, Kakak kenapa dari tadi diam? apa yang sedang Kakak pikirkan?" tanya Ray


Zuy lalu menoleh ke arah Ray, "Tuan Muda..." lirih Zuy dengan raut wajahnya yang sedih dan matanya pun berkaca-kaca, seakan-akan ingin menangis.


"Kakak kenapa, apa yang terjadi, apa tangan Kakak sakit?" tanya Ray dengan paniknya. Lalu ia langsung memegang tangan Zuy.


"Tuan Muda, tangan Zuy hanya perih sedikit saja kok," jawab Zuy.


"Lalu kenapa Kakak terlihat sangat sedih?" Ray kembali bertanya.


Zuy lalu menundukan kepalanya, "Tuan Muda, apa tadi Zuy udah keterlaluan?" tanya Zuy dengan nada pelan


"Keterlaluan? maksud Kakak keterlaluan kenapa?" tanya Ray kebingungan.


"Keterlaluan karena sudah menampar orang, Zuy merasa seperti orang yang jahat, jujur ini baru pertama kalinya Zuy menampar seseorang, rasanya ada rasa penyesalan dalam diri Zuy," jelas Zuy, tak terasa ia pun menitihkan air matanya.


Mendengar penjelasan dari Zuy, Ray pun langsung mengerutkan dahinya, lalu ia memegang kedua pundak Zuy.


"Kakak, kenapa Kakak bicara seperti itu, dia memang pantas mendapatkan tamparan dari Kakak, karena dia sudah menjahati Kakak, sudah mempermalukan Kakak di depan orang-orang, hanya tamparan segitu saja tidak akan cukup buatnya," pekik Ray.


"Benar apa yang di katakan Tuan Ray Zuy, dia pantas mendapatkannya, aku aja udah geram banget ingin ikutan menamparnya," sambung Davin


"Tuh Kak, Kak Davin juga sampai terbawa emosi, jadi Kak Zuy jangan menyesali apa yang udah Kakak perbuat padanya, anggap saja itu sebagai balasannya," ujar Ray menenangkan Zuy.


"Ta-tapi Tuan Muda, Zuy benar-benar sa ...,"


Lalu tiba-tiba Ray memeluk erat Zuy, "Kak, udah cukup jangan bicara seperti itu lagi, walau bagaimanapun Kakak, Ray akan tetap sayang sama Kakak, gak peduli mau Kakak jahat atau apa, bagi Ray Kakak adalah wanita yang sangat berharga dalam hidup Ray," ungkap Ray


"Tuan Muda, hiks.. hiks.." Zuy pun menyandarkan kepalanya di dadanya Ray.


"Hmmm, Tuan Ray anda benar-benar sudah dewasa, aku bangga pada anda Tuan, tapi anda juga membuat aku iri, huhuhu nasib jomblo," batin Davin. Lalu tiba-tiba..


Kruyuuuuuk...

__ADS_1


Cacing di perutnya Ray kembali berdemo, sontak membuat orang terkejut mendengarnya. Wajah Ray pun langsung memerah seperti kepiting rebus, ia buru-buru melepaskan pelukannya dan langsung memalingkan wajahnya karena malu.


"Tuan Muda, apa anda lapar?" tanya Zuy sambil melihat ke arah Ray.


"Euuum, sepertinya sih iya," jawab Ray tanpa menatap Zuy, karena ia sedang menahan rasa malunya.


Pffft...


"Bwahahahaha... maaf saya jadi tertawa, habisnya momen yang romantis tiba-tiba hancur gara-gara suara perut anda," ledek Davin sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kak Daviiin..."


"Tuan Muda, hmmm Pak Davin berhenti..!!"


Ciiiit...


Lalu Davin pun menghentikan laju mobilnya, "Ada apa Zuy?" tanya Davin menengok ke belakang


"Lho kenapa berhenti, ini kan bukan di Restonya Bi Nana," papar Ray.


"Ya ini memang bukan Resto, ayo Tuan Muda sama Pak Davin, kita turun..!!" ajak Zuy.


"Memangnya mau kemana Zuy?" tanya Ray


"Hmmm, bukannya anda lagi lapar Tuan, tuh lihat di samping ada penjual makanan, ayo kita makan di sana," ujar Zuy sambil menunjuk ke arah penjual makanan.


"Ah iya benar, Tuan Ray kita makan bentar ya, perutku sudah lapar nih," papar Davin.


Ray menganggukkan kepalanya, "Baiklah, ayo kita makan.."


"Kalian turunlah dulu, nanti aku susul, soalnya mau memarkirkan mobil, biar gak di tengah jalan," ujar Davin.


Ray dan Zuy pun langsung turun dari mobil dan langsung berjalan menuju ke penjual makanan. Setelah sampai..


"Permisi Pak..!!"


"Oh iya silahkan duduk, nona dan Tuan mau pesan apa?" tanya si penjual tersebut.


"Aku pesan nasi goreng aja Zuy," jawab Ray


"Pak nasi gorengnya satu, sama Mie goreng satu ya," Kata Zuy


"Baik Nona akan saya buatkan," kata si penjual tersebut.


Lalu Davin pun datang, "Maaf telat, apa kalian sudah memesan?" tanya Davin


"Kami sudah memesan Pak, tinggal Pak Davin," ujar Zuy.


"Pak, saya nasi goreng aja ya.." seru Davin


"Siap Tuan.."


Tak lama kemudian, pesanan pun datang..


"Ini Tuan nasi gorengnya, kalau mie gorengnya lagi di buatkan," kata si penjual tersebut.


"Oh terimakasih banyak Pak," ucap Ray. Penjual itu pun Pergi..


"Selamat Makan.." ucap Davin


Davin pun langsung menyantap makanannya, sedangkan Ray hanya menatap makanannya saja.


"Tuan Muda, kenapa gak di makan nasi gorengnya, apa Tuan gak suka?" tanya Zuy.


"Ah bukan gak suka Kak Zuy, tapi aku makannya nanti saja, tungguin pesananmu datang," kata Ray


Lalu Zuy mengambil satu sendok nasi goreng, dan langsung menyuapkannya ke mulut Ray


"Nah gimana rasanya enak kan, makanya Tuan Muda harus makan duluan, Tuan Muda kan udah lapar dari tadi," kata Zuy, "Nih sendoknya.."

__ADS_1


Lalu Ray menyunggingkan senyumannya, "Euuum, Ray mau makan, asal di supain sama Kakak lagi," pintanya yang manja dengan niat untuk menggoda Zuy


"Apa...!!"


Uhuuuk..


Davin pun langsung tersedak saat mendengar Ray minta di suapin.


"Pak Davin anda tidak apa-apa?" tanya Zuy, lalu ia memberikan minuman ke Davin


"Aku gak apa-apa kok Zuy, makasih ya," ucap Davin mengambil minuman yang di berikan oleh Zuy, ia pun langsung meminumnya.


"Kak Zuy, suapin lagi dong," Ray terus menggoda Zuy.


"Tuan Muda makan aja sendiri, lagi pula pesanan Zuy juga udah datang," ujar Zuy


"Huuuuu.."


Benar si penjual itu pun datang membawa pesanan Zuy, "Ini mie gorengnya Nona, maaf menunggu lama," katanya.


"Tidak apa-apa kok, terimakasih banyak ya," ucap Zuy, "Nah Tuan Muda Selamat makan," imbuhnya.


Lalu Zuy dan Ray langsung menyantap makanannya..


*****


AMERIKA


^Di Kediaman Michael


Michael, Liora, dan Lesya nampak tengah menikmati sarapannya, setelah selesai sarapan...


"Lesya, Daddy apa kalian mau nambah?" tanya Liora


"Gak ah Momy, Lesya udah kenyang," jawab Lesya


"Daddy juga sama sudah kenyang," sambung Michael.


"Hmmm, Momy apa Kimberly sudah datang?" tanya Lesya


"Momy tidak tahu sayang, karena Maria belum menghubungi Momy," kata Liora sambil beranjak dari tempat duduknya.


"Oh, Lesya pikir Momy tahu," papar Lesya..


Triiiiiing.. Triiiiiing..


Suara telpon berbunyi, Liora pun langsung mengambil Hpnya, lalu ia melihat ke layar hpny 'Maria Calling'


"Hmmmm.. panjang umur dia," kata Liora


"Siapa yang nelpon Momy?" tanya Lesya


"Maria sayang, bentar ya Mom jawab dulu," kata Liora, lalu ia menjawab panggilan dari Maria..


"Hai Maria, apa kamu udah sampai di Amerika?" tanya Liora


"Iya, kami sudah berada di Amerika, Archo juga ada di sini," jawab Maria


"Apa! Archo berada di Amerika, apa Mario juga di sini?" tanya Liora


"Liora, Mario masih di Paris, Mario sedang sakit keras, dan sekarang dia sekarat, dan kami semua akan ke Paris, hiks," ujar Maria sambil menangis


"Apa kamu bilang Mario sakit...!!!" Liora pun langsung terkejut, Lalu...


Taakkkk


***Bersambung...


Ps: Liora Fuca adalah adik angkatnya Mario Fuca, Mario adalah suami dari Maria, Ayah dari Archo Fuca dan Kimberly Fuca.

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... ✌😉😉✌


__ADS_2