
<<<<<
Erlin pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi.
"Erlin, kamu pasti akan mendapatkan semua apa yang kamu inginkan.."
Linda lalu membereskan tempat tidurnya Erlin, setelah selesai ia pun langsung keluar dari kamarnya Erlin.
Beberapa saat kemudian, setelah selesai berdandan, Erlin pun langsung keluar dari kamarnya, lalu ia menghampiri Linda yang tengah duduk di sofa sambil membaca majalah.
"Mami, aku sudah siap.." ujar Erlin.
Linda pun melirik ke arah Erlin, "Waah kamu sangat cantik sayang," puji Linda sambil menutup majalah yang ia baca.
"Erlin memang cantik Mi, Ayo kita berangkat..!!" ajak Erlin.
Lalu Linda beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Erlin.
"Iya ayo, tapi apa kamu gak makan dulu Lin?" tanya Linda sambil merapihkan rambut Erlin.
"Gak Mi, Erlin ingin makan di luar aja," jawab Erlin.
"Yaudah kalau gitu, Mami ambil tas dulu di kamar," ujar Linda, Erlin pun menganggukkan kepalanya.
Linda melangkahkan kakinya, lalu menaiki tangga menuju ke kamarnya. Sambil menunggu Linda yang tengah mengambil tasnya, Erlin pun langsung duduk di sofa. Lalu kemudian...
Triiiiiing... Triiiiiing... Triiiiiing..
Mendengar hpnya berbunyi, Erlin pun segera mengambil hpnya yang berada di atas meja, dan melihat ke layar hpnya. 'Anne Calling'
"Hmmm, tumben banget dia nelpon," lirih Erlin,
Lalu Erlin menjawab panggilan dari Anne.
"Iya Ann, tumben banget kamu nelpon, ada apa?" tanya Erlin.
"Liiin, sorry banget ya baru bisa hubungi kamu, akhir-akhir ini aku sibuk banget," ujar Anne
"Hah, iya, ya... Oh iya Ann, besok malam kamu datang kan?"
"Hmmm, justru aku nelpon kamu Lin, karena mau pamit," kata Anne
"Pamit? memangnya kamu mau kemana Ann?" tanya Erlin.
"Aku mau ke Kota H, mau jenguk Paman yang sedang sakit di sana," kata Anne yang sedang berbohong. (Padahal ia hanya ingin menghindar untuk sementara)
"Ya, gak ada kamu gak seru dong Ann," lirih Erlin
"Ya mau gimana lagi, dia itu Paman yang udah ngerawatku Lin," ujar Anne
"Hmmm yaudah kalau gitu Ann."
"Sorry banget Lin, udah ya aku mau siap-siap berangkat, nanti aku telpon lagi," kata Anne
"Iya kamu hat ...,"
Tutt.. Tutt... Tutt...
Anne pun langsung memutuskan telponnya.
"Hmmm Anne, padahal aku berharap kamu datang," lirih Erlin sambil meletakkan kembali hpnya di atas meja.
"Sayang, ayo kita berangkat..!!" ajak Linda yang baru keluar dari kamarnya.
"Ah iya Mam, ayo..!!" ujar Erlin, ia pun beranjak dari tempat duduknya.
Lalu mereka pun bergegas pergi...
*****
^Perusahaan CV
Ray dan para pegawai lainnya sedang mengadakan Rapat untuk mendiskusikan tentang kinerja para pegawai dan juga membahas soal acara Ulang tahun Perusahaan CV. Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Rapat pun selesai. Ray dan semua para pegawai pun langsung keluar dari ruangan tersebut.
`Di Ruangan Ceo
Setelah berada di ruangannya, Ray pun langsung membuka laptopnya untuk mengecek semua data yang masuk. Lalu kemudian...
Tok...Tok.. Tok...
"Iya Masuk..!!"
Davin pun langsung masuk ke dalam dan menghampiri Ray.
"Tuan Ray.." tegur Davin
"Oh Kak Davin, tunggu sebentar ya..!!" pinta Ray, Davin pun langsung menganggukkan kepalanya.
Ray langsung menutup laptopnya, lalu ia pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Davin. Setelah itu Ray mengeluarkan dompetnya dari saku jasnya, lalu ia mengambil Black Card dari dalam dompetnya.
"Kak Davin tolong ya..!!" pinta Ray sambil memberikan Black Card tersebut pada Davin.
Davin pun langsung mengambil Black Card itu dari tangan Ray, "Baik Tuan Ray," ucap Davin.
"Yaudah Kak, Kak Davin boleh pergi sekarang..!!" titah Ray. akan tetapi bukannya pergi malah dia berdiri di sana.
"Hmmm, ada apa lagi Kak Davin? kenapa belum pergi juga?" tanya Ray.
"Eummm Tuan Ray, bolehkah aku membeli ...," papar Davin sambil memalingkan pandangannya.
Ray seakan mengerti apa yang di inginkan Davin, lalu ia menganggukkan kepalanya, "Iya Kak Davin boleh membelinya, sebanyak yang Kak Davin mau," kata Ray
"Waah...thanks Tuan Ray, kalau gitu aku segera berangkat. Tuttuttuttu," ujar Davin dengan gembiranya, lalu ia pun berjalan keluar dari ruangan Ray.
"Hmmm, dasar Kak Davin, padahal baru aja kemaren aku beliin, tapi yasudah lah..." gumam Ray lalu ia pun langsung kembali ke meja kerjanya.
°°°°°°
__ADS_1
Setelah keluar dari ruangan Ray, Davin pun bergegas menuju ke arah pintu Lift, setelah itu ia memencet tombol yang di depannya, tak lama kemudian pintu pun langsung terbuka, Davin bergegas masuk ke dalam Lift menuju lantai bawah.
Tiiing...
Pintu Lift pun terbuka, Davin langsung keluar dari lift dan berjalan menuju ke arah pintu keluar, namun tiba-tiba langkahnya terhenti.
"Aduh, kenapa aku sangat bodoh, aku kan gak tau ukuran badannya Zuy, aku telpon aja kali ya," gumam Davin, ia lalu mengambil hpny dari saku celananya dan langsung menghubungi Zuy, akan tetapi...
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi..!!" Operator
"Tsk, kenapa gak aktif, apa jangan-jangan hpnya mati gara-gara kehujanan semalam, aku harus bagaimana?" gerutunya.
Lalu tiba-tiba Davin ingat sesuatu, dan ia pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke Pantry. Tapi sebelum itu ia pergi menemui Rere terlebih dahulu. Sesampainya...
"Permisi Bu Rere yang cantik," sapa Davin.
Rere yang tengah membuat laporan kinerjanya, langsung melirik ke arah Davin.
"Oh Pak Davin, ada apa Pak, tumben anda kesini?" tanya Rere sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Itu saya ingin pinjam Airin sebentar untuk menemani saya, soalnya ini perintah dari Tuan Ray," kata Davin.
"Oh, iya boleh Pak, silahkan..!!" ujar Rere.
"Terimakasih Bu Rere yang cantik, kalau gitu aku ke Pantry dulu ya, semangat kerjanya..!!" ucap Davin sambil melangkahkan kakinya.
"Iya sama-sama Pak Davin," balas Rere, lalu ia kembali mengerjakan tugasnya.
`Di Pantry
Sementara itu, Airin tengah mengambil air minum di dispenser, namun karena ia melamun, jadi ia gak sadar kalau gelasnya udah penuh dengan air, dan meluber sampai ke lantai, lalu kemudian..
"Hoe Rin..." tegur Brian sambil menepuk pundak Airin.
Sontak membuat Airin terkejut, lalu ia berbalik dan...
Jeduuug...
Airin langsung membenturkan kepalanya tepat di dagu Brian, membuat dagu Brian memerah.
"Aduuh, kira-kira dong Rin, sakit nih..." rintih Brian.
Lalu Airin mendongakkan kepalanya, "Huh, ternyata kamu Brian jelek, dasar sukanya bikin kaget saja," pekik Airin.
"Lagian kamu kenapa ngelamun, tuh liat airnya sampai meluber ke lantai," papar Brian sambil menunjuk-nunjuk.
Airin pun langsung melihat ke arah yang di tunjukan oleh Brian, sontak ia langsung menekan kembali tombol dispenser tersebut dan air pun berhenti mengalir.
"Ah maaf aku teledor," ucap Airin.
"Hmmm, memang kamu sedang mikirin apa sih Rin sampai teledor gitu?" tanya Brian
"Ah itu, anu ... ...," Airin pun bingung menjawab pertanyaan Brian, ia langsung menundukkan kepalanya, lalu kemudian...
"Rin, apa kamu sibuk?" tanya Davin yang tiba-tiba muncul.
"Eh Pak Davin, saya gak sibuk kok Pak, ada apa memangnya?" tanya balik Airin.
"Rin kesini sebentar..!!" pinta Davin, Airin pun langsung menghampiri Davin.
"Ada apa Pak?"
Davin pun langsung mendekat ke telinga Airin, dan membisikkan sesuatu pada Airin. Setelah itu...
"Oke Pak Davin, tunggu sebentar ya, Airin ambil tas dan baju Zuy dulu," ujar Airin. Airin pun pergi untuk mengambil tasnya.
"Pak Davin.." sapa Brian
"Eeh Brian, lho dagumu kenapa?" tanya Davin sambil melihat ke arah dagu Brian.
"Itu tadi gak sengaja terbentur," ujar Brian.
Davin langsung menepuk pundak Brian dan berkata, "Hmmm, lain kali hati-hati ya..!!"
"Pak Davin ayo berangkat..!!" ajak Airin yang sudah kembali mengambil tasnya.
"Iya ayo, Brian kita pergi dulu ya, jangan lupa obatin ya dagunya," tutur Davin.
Airin dan Davin pun pergi...
"Hmmm, mereka sebenarnya mau kemana, Airin juga nampak bahagia gitu," gumam Brian sambil menggosok dagunya.
******
Boutique Fashion CZV
Beberapa saat kemudian, mereka akhirnya sampai di tempat yang mereka tuju, setelah memarkirkan mobilnya, mereka pun langsung turun dari mobil dan bergegas masuk. Saat di pintu masuk mereka di sambut hangat oleh pelayan di sana, setelah itu Davin dan Airin masuk ke dalam Boutique tersebut. Lalu kemudian seseorang datang menghampiri mereka.
"Pak Davin, selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" tanya seseorang itu yang ternyata Manager Boutique tersebut.
"Eh Mrs Yiou, ini saya di suruh Tuan Ray untuk ...," lalu Davin menjelaskan tujuannya kepada Yiou (Manager)
"Oh ini, saya bisa bantu, mari ikut saya..!!" suruh Yiou.
Davin pun langsung menganggukkan kepalanya, "Iya, Rin apa kamu mau ikut?" tanya Davin
"Gak ah Pak, saya tunggu di sini aja," ujar Airin.
"Yaudah kalau begitu, aku kesana dulu ya.." Davin pun pergi mengikuti Yiou.
"Hmmm, bagus-bagus banget model baju di sini, harganya pasti mahal-mahal, Zuy kamu sangat beruntung," lirih Airin.
Tak lama kemudian, Erlin dan Linda pun datang...
"Selamat datang Nona Erlin dan Nyonya Linda.." sambut pelayan itu.
"Ya terimakasih, ngomong-ngomong dimana Manager kalian?" tanya Linda.
__ADS_1
"Mrs Yiou sedang ada tamu, kalau anda perlu sesuatu biar saya bantu Nyonya, Nona," kata Pelayan itu.
"Tidak, aku hanya ingin di layani oleh Manager kalian," pekik Linda.
"Baiklah Nyonya, kalau begitu saya akan panggilkan, silahkan duduk dulu Nyonya, Nona," ujar pelayan, lalu ia pun pergi...
Saat hendak duduk, Erlin lalu melihat ke arah Airin yang sedang melihat-lihat baju disana.
"Hmmm, bukankah seragam itu sama persis yang di pakai oleh Zuy, jangan-jangan ini temannya Zuy," batin Erlin.
"Mami tunggu sebentar ya, Erlin mau menghampiri orag yang di sana," pinta Erlin.
"Hmmm, Mami ikut sayang, " papar Linda, Lalu mereka menghampiri Airin.
"Waah, sepertinya ada OB yang nyasar kesini," celetuk Erlin.
Airin pun hanya terdiam, pandangannya hanya tertuju pada baju yang di pajang di sana.
"Tsk, hei aku sedang ngomong sama kamu," pekik Erlin.
Lalu Airin pun menoleh, "Oh maaf, saya pikir anda tidak sedang berbicara dengan saya," cetus Airin.
"Hei bicara yang sopan sama anak saya," tutur Linda.
"Maaf Nyonya kalau saya tidak sopan," ucap Airin sambil memalingkan pandangannya.
"Ngapain kamu kesini, kamu mau beli baju di sini ya, jangan mimpi, kamu gak akan sanggup bayar," pekik Erlin.
Namun Airin gak memperdulikannya, ia malah menjauhi Erlin dan Linda, merasa tidak di pedulikan, Erlin pun mulai kesal.
"Tsk, Dasar OB gak tau diri, sama persis kaya temanmu itu si j*lang Zuy yang gak tau malu," sergah Erlin.
Mendengar nama Zuy di sebut, Airin pun langsung mengepalkan tangannya, lalu ia menghampiri Erlin.
"Tadi kamu bilang apa, tarik kembali kata-katamu barusan...!!" pekik Airin. Lalu ia mencengkram kerah bajunya Erlin.
"Hei lepaskan tanganmu dari anakku," bentak Linda sambil memegangi tangan Airin.
Beberapa pelayan datang dan mereka langsung memegangi tubuh Airin. Lalu Airin pun melepaskan tangannya.
"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Linda sambil merapihkan pakaian Erlin
"Tidak apa-apa Mi," ujar Erlin. Lalu kemudian...
"Ada apa ini?" tanya Yiou yang tiba-tiba muncul bersama Davin.
"Ah Manager, wanita ini tiba-tiba menarik baju Nona Muda Erlin," ujar salah satu pelayan tersebut.
"Airin, apa yang terjadi?" tanya Davin, ia pun langsung menghampiri Airin.
"Dia menarik baju anak saya," ujar Linda sambil menunjuk-nunjuk ke arah Airin.
"Airin apa itu benar?" tanya Davin
"Iya, karena dia telah menghina teman baik saya," jawab Airin sambil menatap tajam Erlin.
"Menghina teman baiknya, yang di maksud Airin itu Zuy ya," batin Davin, "Hah, Mrs Yiou, Nona Erlin dan Nyonya Linda, maaf atas kelakuan bawahan saya," ucap Davin.
"Tapi ...," hardik Linda,
Erlin pun langsung memegang baju Linda, membuat Linda menoleh ke arahnya, Erlin langsung menggelengkan kepalanya.
"Mami, udah gak apa-apa, mungkin Erlin juga salah," lirih Erlin (pura-pura karena takut di aduin ke Ray)
Linda pun langsung mengerti maksud Erlin dan menganggukkan kepalanya.
"Yaudah kalau begitu, Mrs Yiou kita perrmisi, maaf atas kejadian ini," ucap Davin sambil membungkukkan badannya.
"Iya tidak apa-apa Pak Davin, hati-hati ya, salam buat Tuan Muda," kata Yiou. Davin dan Airin pun langsung pergi.
Linda terus melihat ke arah Airin, "Ck dasar Wanita Barbar," gerutu Linda.
"Maaf atas ketidak nyamanan ini.." ucap Yiou
"Hahaha tidak apa-apa Manager Yiou," kata Erlin.
"Lalu apa yang bisa saya bantu?" tanya Yiou.
Erlin pun langsung mendekati Yiou, "Manager Yiou, sebelum saya menjawab pertanyaan anda, ada yang ingin aku tanyakan."
"Hmmm, anda mau bertanya apa?" tanya Yiou
"Tadi Pak Davin kesini mau apa ya?"
"Oh Pak Davin, dia kesini karena Tuan Ray yang menyuruhnya, Tuan Ray ingin membeli Gaun mewah untuk seorang wanita, jadi saya pilihkan yang cocok untuknya," jelas Yiou.
Mendengar penjelasan dari Yiou, wajah Erlin pun terkejut dan pipinya pun merona, senyuman muncul di bibirnya.
"Tuan Ray, apa dia membeli Gaun itu untuk hadiah ulang tahunku?" batin Erlin..
***Bersambung..
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Author: "Ray sayang jangan Protes ya kalau episode ini kamu munculnya sedikit dan Zuy di umpetin dulu ya, ✌✌✌"
Ray: "😡😡😡😡💢💢💢"
Author: "Waduh.. kabuuur...🏃🏃🏃🏃"
Ray: "hoe tunggu...!! 🏃🏃🏃💣💣💣"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌
__ADS_1