Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Wanita Gila....


__ADS_3

<<<<<


Sontak Kimberly tersentak dan langsung menjatuhkan tubuhnya.


"Ti-tidak mungkin!"


Kimberly tidak menyangka bahwa Maria benar-benar sudah pergi meninggalkannya. Petugas yang melihatnya pun segera mendekat ke Kimberly.


"Madam, apa anda baik-baik saja?" tanyanya.


Petugas itu pun mengulurkan tangannya ke arah Kimberly dengan niat membantu Kimberly bangun, akan tetapi ....


Paak...


Kimberly menepis tangan Petugas itu dengan keras.


"Jangan sentuh aku dengan tangan mu itu!" sentak Kimberly, ia pun bangkit dari posisinya.


"Ta-tapi saya hanya ingin membantu mu Madam," ujarnya.


Kimberly lalu menatap tajam petugas tersebut sambil mencondongkan badannya.


"Jika kamu sangat ingin membantu ku, maka berhentikan pesawat yang sudah terbang itu! Apa kamu bisa?" cetus Kimberly sambil menusuk-nusuk dada petugas tersebut dengan jari telunjuknya.


"Are you Crazy Madam? Mana mungkin pesawat yang sudah terbang bisa di berhentikan," pekik Petugas tersebut.


Kimberly menyunggingkan senyuman smirknya dan menegakkan kembali tubuhnya.


"Yaudah kalau begitu, gak usah menawarkan diri untuk membantuku! Aku tidak butuh bantuan orang seperti mu," cecar Kimberly.


Ia pun memutar badannya dan melangkah keluar dari Airport tersebut.


"Dasar wanita gila, semoga saja kau jatuh ke tanah!" umpat petugas itu dengan penuh kesal.


Setelah berada di parkiran, Kimberly langsung masuk ke dalam mobilnya, dengan perasaannya yang tercampur aduk, ia pun menangkupkan wajahnya di atas setir mobilnya sembari menangis.


"Mam, kenapa Mam pergi ninggalin aku? apa Mam sudah gak sayang lagi, apa Mam kecewa dengan sikap ku ini? Padahal aku begini juga karena Mam, sebab Mam sudah berbohong padaku. Mam menyembunyikan keluarga Mam dariku, Mam juga sudah mengingkari janji Mam yang katanya ingin membalaskan dendam ku pada wanita itu (Zuy). Dan sekarang Mam, Aaaaarrgh...." ucap Kimberly sambil memukul-mukul setirnya.


Sesaat kemudian ia menegakkan tubuhnya dan mengusap air matanya, raut wajahnya yang tadinya sendu kini telah berubah, sorot matanya pun seketika memancarkan amarahnya.


"Aku tidak butuh Mam lagi, aku sangat membenci Mam, aku berharap Mam tidak usah kembali lagi kesini! Tanpa Mam juga aku bisa hidup sendiri, bahkan aku bisa menyingkirkan wanita itu dari Ray dengan tanganku sendiri. Pergilah sejauh mungkin dan jangan pernah kembali! Hahaha...."


Lalu Kimberly menyalakan mobilnya dan sesaat setelahnya ia pun melajukannya pergi meninggalkan Airport tersebut.


°°°°°°°°°°°


Sementara itu di dalam pesawat.


Uhuk.... Uhuk....


Maria tiba-tiba terbatuk-batuk, membuat Archo yang berada di sebelahnya tersentak, kemudian Archo mengambil minuman dan memberikannya pada Maria.


"Mam minum dulu!" pinta Archo.


Maria pun mengambil air minum di tangan Archo dan segera meneguknya, lalu Archo mengelus punggung Maria. Sesaat kemudian Maria memberikan tempat minuman itu pada Archo.


"Terimakasih Nak," ucap Maria.


"Sama-sama Mam, apa yang terjadi sampai Mam tiba-tiba batuk seperti itu?" tanya Archo


"Entahlah Nak, tapi tiba-tiba saja Mam kepikiran sama Kimberly. Kita pergi tanpa menunggunya terlebih dahulu, pasti dia akan mencari kita," ujar Maria.


Mendengar itu Archo langsung mengerutkan dahinya dan memegang erat tangan Maria.


"Mam, berhentilah memikirkan anak yang tidak tahu diri itu! Archo yakin dia tidak akan mencari kita, dia sudah sangat sibuk dengan dunianya sendiri," pekik Archo.


"Ta-tapi Archo, Kimberly itu ...."


"Anak Mam, adik Archo kan? Archo tau itu Mam, tapi dia sudah sangat keterlaluan apalagi sama Mam," papar Archo.


Kemudian Maria menundukkan kepalanya.


"Mam.... Sudah jangan banyak pikiran lagi, bukankah kita pergi karena keinginan Mam untuk tinggal bersama Bunda dan lagi Archo juga ingin menguji Kimberly. Setelah Mam pergi, apa dia akan merasakan kehilangan Mam atau malah sebaliknya. Jika dia merasakan kehilangan Mam, Archo yakin dia akan datang menjemput Mam, tapi jika dia tidak merasa kehilangan Mam, maka dia memang manusia tidak punya hati," tutur Archo dengan panjangnya.


Maria terdiam tanpa berkata, sebenarnya dalam hati Maria ingin marah saat Archo berkata seperti itu, tapi Maria juga beranggapan bahwa yang di katakan ada benarnya juga. Melihat Maria yang hanya terdiam, Archo pun menghela nafas panjangnya.


"Maaf, jika perkataan ku barusan menyinggung perasaan Mam. Yaudah kalau gitu Mam tidurlah! Soalnya perjalanan kita masih sangat jauh," ucap Archo sambil kembali ke posisinya menghadap depan.


Lalu Archo menyandarkan kepalanya dan mencoba menutup matanya. Sekilas Maria menoleh ke arah Archo yang tengah tertidur, kemudian ia menyandarkan kepalanya, nampak air matanya yang mengalir membasahi pipinya.


"Kimberly, maaf terpaksa Mam harus pergi meningalkanmu, Mam berharap setelah kepergian Mam, kamu akan bahagia tanpa harus terbebani oleh Mam," ucap Maria tersedu-sedu.


***********************


Villa Z&R


—Pukul 05.00Am


Di dalam kamarnya, Zuy nampak terbangun dari tidurnya karena merasakan hasratnya yang ingin buang air kecil. Setelah nyawa terkumpul, perlahan Zuy membangunkan dirinya, saat Zuy hendak beranjak dari tempat tidur, tiba-tiba ia tertahan karena merasakan genggaman tangan seseorang yang berada di sampingnya, ya siapa lagi kalau bukan Ray.


"Sayangku, kamu mau kemana?" lirih Ray.


"Zuy mau ke kamar mandi Ray, udah gak tahan nih," ujar Zuy.


"Oh, mau di antar?" tawar Ray.


"Gak usah Ray, lebih baik kamu tidur lagi aja ya!" titah Zuy.


Ray mengangguk patuh. "Baiklah sayangku, kamu hati-hati ya! Jangan sampai terpleset."


"Iya, yaudah kalau gitu lepasin dong tangannya!" pinta Zuy.


Ray langsung melepaskan tangannya dari tangan Zuy. Kemudian Zuy bergegas menuju ke kamar mandi.


Sesaat setelah selesai dengan aktivitasnya, Zuy langsung membuka keran wastafel untuk mencuci tangannya. Zuy lalu menatap cermin besar yang berada di depannya sambil mengikat rambutnya ke atas. Saat pandangannya mengarah ke lehernya, Zuy tercengang melihat beberapa tanda merah berjejer di lehernya itu.


"Ck, bener-bener orang satu ini, di kiranya apa coba leherku ini, sampai berjejeran seperti ini," decak Zuy yang kesal karena ulah Ray semalam, walaupun mereka hanya cup-cupan saja.


"Haaa.... Kalau sudah begini, lebih baik sekalian mandi aja deh," lirih Zuy.


Ia pun melanjutkan aktivitasnya di kamar mandi.


Beberapa saat kemudian....


Zuy keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan aktivitasnya, ia lalu berjalan ke arah walk in closet untuk mengganti pakaiannya. Selesai mengganti pakaiannya, kini Zuy beralih dan duduk di tepi ranjangnya sambil mengoleskan foundation untuk menutupi tanda merah di lehernya. Setelah itu Zuy melihat ke arah Ray yang tengah tertidur lelap, sesaat ia pun mengelus rambut Ray dan menaikkan selimutnya menutupi tubuh Ray.


Kemudian Zuy kembali bangkit dari posisinya dan berjalan keluar dari kamarnya menuju ke dapur. Sesampainya di dapur, Zuy langsung membuka pintu kulkas.


"Bikin sarapan apa ya untuk mereka?" lirih Zuy.


"Apa aja Zuy, soalnya apa yang kamu masak pasti enak," seru seseorang.


Sehingga Zuy langsung menolehkan kepalanya ke arah suara tersebut yang tak lain adalah ....

__ADS_1


"Airin!"


"Pagi Zuy...."


"Pagi juga Rin. Lho kok kamu bisa di sini? padahal pintu depan masih terkunci." sahut Zuy sembari bertanya.


"Oh, aku lewat pintu rahasia, Mrs Yiou yang memberitahuku, hehehe...." jawab Airin.


Zuy memanggut. "Oh...."


"Zuy, aku bantuin ya!" tawar Airin.


"Boleh, sini kalau mau bantu," balas Zuy.


"Asiiiik.... Kita bisa masak bareng kaya dulu lagi," Airin pun kegirangan.


Zuy tersenyum bahagia melihat sahabatnya kegirangan seperti itu. Lalu mereka memulai aktivitasnya di dapur.


Beberapa saat kemudian, makanan yang mereka masak pun matang.


"Nah selesai, tinggal di taroh di meja makan," ujar Zuy.


"Yeaaa akhirnya matang...." ucap Airin.


Lalu Airin dan Zuy saling menatap satu sama lain, kemudian....


TOS!


Mereka langsung melakukan high five dan bersorak gembira.


"Sukses! Hahaha...."


"Rin, terimakasih sudah membantuku," ucap Zuy.


"Sama-sama Zuy, lagian aku juga senang bisa bantu kamu," balas Airin.


Zuy tersenyum dan berkata, "Ayo kita bawa ke meja makan!"


"Baik Zuy....."


Kemudian mereka membawa masakan mereka yang sudah mati ke meja makan. Setelah selesai, mereka kembali ke dapur untuk membersihkan bekas mereka masak. Zuy mencuci peralatan dapur, sedangkan Airin membantu membuat minumannya.


"Zuy, kamu sudah buat susu belum?" tanya Airin.


"Belum Rin," singkat Zuy.


"Oh, aku bikinin ya!"


Zuy mengangguk. "Oke Rin. Susunya ada di kulkas ya!"


Airin lalu membuka lemari kulkas untuk mengambil susu hamil milik Zuy dan membuatkannya.


Lalu kemudian Yiou datang menghampiri.


"Baby, maaf aku kesiangan, jadi gak bisa bantuin kamu masak," ucap Yiou.


Zuy menoleh ke arah Yiou. "Tidak apa-apa Mrs Yiou, lagian masakan Zuy udah matang kok dan lagi Airin yang bantuin Zuy."


"Oh iya, terimakasih Rin udah bantuin Baby," ucap Yiou pada Airin.


"Iya sama-sama Mrs Yiou. Anda mau di buatkan minuman apa?"


"Teh hangat aja Rin, tapi jangan terlalu manis!" balas Yiou.


"Oke...." singkat Airin.


Setelah selesai dengan tugas dapurnya, giliran waktunya mereka untuk menikmati sarapannya, namun sebelum itu, Zuy terlebih dahulu membangunkan Ray, sedangkan Yiou membangunkan Davin.


Kamar


Di kamarnya, Zuy menghampiri Ray yang masih terlelap tidur.


"Ray, bangun yuk kita sarapan bersama! Mrs Yiou dan lainnya sudah nunggu," kata Zuy sambil mengelus rambut Ray.


"Heeeuung.... Ray masih ngantuk sayangku. Kalau kamu mau nyarap duluan aja ya!" lirih Ray.


"Oh, yaudah kalau gitu, kita duluan ya," ucap Zuy sambil beranjak dari tempat tidurnya.


Akan tetapi, Ray malah menarik tangan Zuy membuat Zuy terjatuh di pelukannya.


"Ray...."


"Kamu mau kemana sayangku?"


"Kan Zuy mau ke bawah," jawab Zuy


"Sepertinya kamu melupakan sesuatu," cetus Ray.


"Melupakan sesuatu? Maksudnya?"


Zuy nampak kebingungan dengan perkataan Ray, kemudian Ray mengetuk-ngetuk bibirnya sendiri, memberi isyarat pada Zuy. Zuy mengerti apa yang di maksud Ray, ia segera mendekatkan wajahnya dan....


Cup....


Cup....


Cup.....


Tiga kecupan manis mendarat ke kening dan pipi Ray.


"Nah udah tuh jatah morning kiss-nya," kata Zuy menjauhkan wajahnya.


"Terimakasih sayangku...."


"Yaudah aku ke bawah dulu, Mrs Yiou dan lainnya udah nunggu."


Ray mengangguk. "Oke sayangku, maaf ya aku gak nemenin kamu sarapan."


"Iya gak apa-apa," balas Zuy.


Ia pun segera beranjak dari posisinya dan melangkah keluar dari kamarnya, sedangkan Ray menarik kembali selimutnya sampai menutupi tubuhnya.


Setelah dari kamar, Zuy bergegas menuju ke arah meja makan, sesampainya....


"Lho mana si Tuan dingin?" tanya Yiou.


"Katanya masih ngantuk, jadi kita di suruh duluan," ujar Zuy. "Lalu Pak Davin?" imbuhnya sambil duduk di kursi.


Yiou menghela nafasnya. "Haaa.... Dia di bangunin bukannya bangun, malah ngorok sama buang gas doang yang kenceng. Tsk, sial banget rasanya," gumamnya.


Seketika Zuy dan Airin langsung terkekeh geli.


"Hihihi.... Ya ampun, dasar Pak Davin bener-bener deh. Harusnya tadi tendang aja tuh pantatnya biar bangun," lontar Airin.

__ADS_1


"Udah aku gebug pantatnya pakai bantal," cicit Yiou mengambil makanannya.


"Yaudah, ayo kita makan!" ajak Zuy.


Yiou dan Airin mengangguk serempak, sesaat setelah mengambil makanannya, mereka pun segera menyantapnya.


"Oh iya Baby, setelah selesai makan dan berberes, kamu ke villa ku ya! Soalnya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," kata Yiou.


Zuy pun langsung menganggukkan kepalanya tanpa bertanya terlebih dahulu. Sarapan pagi pun masih berlanjut.


*******************


Rumah Bi Nana


Di rumah Bi Nana pun sama, mereka tengah menikmati sarapan paginya. Lalu....


"Kak Aries, apa kita ke rumah Kak Zuy lagi?" tanya Nara yang kala itu ikut sarapan.


"Gak sayang, hari ini Kakak harus ke Resto bersama Papih kamu," jawab Aries.


"Sepertinya Nara suka ya main di Villanya Kakak Zuy?" seloroh Bi Nana.


Nara mengangguk. "Iya Nara sangat suka, soalnya di sana Nara bisa main pasir."


"Pantas pulang-pulang tubuhnya jadi hitam," Bi Nana mencubit pelan pipi Nara.


Nara pun tertawa kecil, lalu kemudian....


"Ries...." panggil Pak Randy.


"Kapan kamu akan ke rumah Pak Willy untuk melamar adiknya? Om dari kemaren udah nunggu lho," tanya Pak Randy.


"Ya setelah urusan Tuan Ray selesai baru Aries akan pergi ke rumah Pak Willy untuk melamar," jawab Aries.


Pak Randy memanggut. "Oh jadi seperti itu ya," lirihnya.


"Iya Om, karena itu kesepakatan antara aku dan Yiou bersama dan besok sepertinya Tuan Ray akan menyelesaikannya, dia juga mengajakku untuk membantunya," jelas Aries.


"Yaudah kalau begitu, kamu bantu dia! Walau bagaimanapun Ray adalah keluarga kita dan calon keponakanmu," titah Pak Randy.


"Iya Om," singkat Aries.


**********************


Villa Yiou


Zuy dan Airin datang ke Villa milik Yiou dan di sana Yiou tengah duduk dan ia nampak sibuk dengan laptopnya. Lalu....


"Mrs Yiou...." sapa Zuy.


Pandangan Yiou beralih ke arah Zuy. "Baby, Airin. Kalian sudah datang? Ayo duduk!"


Airin dan Zuy mengangguk, lalu mereka duduk di sofa yang lainnya berhadapan dengan Yiou.


"Mrs Yiou, tadi anda bilang ada yang ingin di bicarakan? Memang ada apa?" tanya Zuy penasaran.


Kemudian Yiou menutup laptopnya dan menghela nafas panjangnya.


"Begini, sebenarnya aku ingin mengajak mu untuk bekerjasama," jelas Yiou.


"Kerjasama? Maksud anda apa Mrs Yiou?" Zuy pun kebingungan dengan penjelasan dari Yiou.


"Maksudku begini, aku ingin kamu membantuku dalam urusan mendesain sebuah gaun dan pakaian lainnya. aku sudah melihat semua hasil gambarmu itu Baby, ternyata semuanya bagus-bagus dan aku benar-benar tertarik dengan hasil karyamu itu. Contohnya seperti gaun pengantin yang kamu gambar dan setelah aku jadikan gaun, hasilnya benar-benar bagus. Bahkan banyak yang tertarik dan ingin membayar mahal gaun hasil karyamu itu," ujar Yiou.


"Tapi aku gak terlalu pandai Mrs Yiou, aku menggambarnya juga hanya ngasal aja, berbeda jauh dengan Mrs Yiou. Kalau aku membantu anda, takutnya yang ada aku malah mengacaukannya saja," papar Zuy.


Yiou lalu memegang erat tangan Zuy.


"Baby, jangan berkata seperti itu, ya siapa tahu dengan bantuan mu, Boutique Fashion milikku jadi lebih terkenal. Dan lagi bukankah kamu mempunyai keinginan untuk menjadi seorang desainer. Nah siapa tau setelah kita bekerja sama impian mu akan terkabul dan aku pasti juga akan membantu mu mewujudkan impianmu itu," ujar Yiou.


"Desainer ya? Dulu memang Zuy sangat menginginkan impian itu, tapi sekarang impian itu sudah Zuy kubur dalam-dalam," ungkap Zuy.


Sontak membuat Yiou dan Airin terkejut mendengarnya.


"Zuy.... Bukankah itu cita-cita yang sudah kamu impikan sejak lama, tapi kenapa kamu menguburnya?" tanya Airin.


"Itu karena seseorang yang sudah membuatku membuang jauh cita-cita ku itu dan sekarang Zuy sangat membencinya," cetus Zuy.


"Seseorang? Siapa itu Baby? Apakah Ray?" lontar pertanyaan Yiou.


Zuy menggeleng. "Bukan Ray, Mrs Yiou."


"Lalu siapa?" tanya Yiou kembali.


"Biar aku tebak, apa orang itu Mrs Maria?" tebak Airin.


Seketika Zuy menatap Airin. "Rin, bagaimana kamu ...."


"Zuy, aku sahabatmu, tentu aku tahu. Bukankah dulu kamu bilang kalau kamu ingin menjadi desainer gara-gara kamu sangat mengidolakannya," papar Airin.


"Baby, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa sampai membencinya?" Yiou nampak penasaran sehingga ia bertanya.


Zuy menundukkan kepalanya dan menceritakan semua yang terjadi antara ia dan Maria. Seketika membuat Yiou dan Airin kembali terkejut bahkan sampai menitihkan air matanya, Airin segera memeluk sahabatnya itu.


"Mrs Maria memang tidak punya hati, padahal Zuy juga ...." umpat Yiou dalam hatinya.


Lalu....


"Mrs Yiou, Airin. Apa aku salah jika aku mempertahankan Ray, apa aku salah mencintai seorang Ray?" lirih Zuy.


"Tidak, kamu tidak salah. Justru kamu yang paling benar karena mempertahankan Ray," kata Yiou.


"Iya Zuy, apa yang di katakan Mrs Yiou benar dan lagi bukannya kamu sudah lama menunggu Tuan Bos," sambung Airin.


"Iya Rin, aku memang sudah lama menunggu Ray kembali. Sejak kepergiannya saat itu, hidupku serasa ada yang kurang, aku jadi sering menangis setiap mengingat Ray, bahkan aku setiap hari datang ke rumahnya dan berharap dia pulang, namun sayangnya itu hanya harapanku saja, dan sampai pada akhirnya dia kembali lagi, aku sangat bahagia, benar-benar bahagia. Akan tetapi kebahagiaan ku hanya sebentar saja, karena waktu itu Mrs Maria mengatakan padaku bahwa Ray adalah calon tunangan Kimberly. Itu benar-benar membuatku terpukul dan dari situ aku menyadari akan satu hal, bahwa aku memang mencintai Ray sebagai seorang pria," ungkap Zuy dengan panjangnya.


"Tapi kamu sekarang bahagia kan? Bahwa orang yang Ray cintai adalah kamu, bahkan buah cinta kalian sudah ada dan sebentar lagi akan lahir," kata Yiou sambil mengelus tangan Zuy.


Zuy mengangguk. "Iya Mrs Yiou, Zuy sekarang bahagia dan sangat-sangat bahagia, maka dari itu Zuy tidak ingin melepaskannya."


"Bagus, pertahankan apa yang sudah menjadi milikmu itu," tutur Yiou.


"Iya Mrs Yiou, Zuy akan mempertahankan Ray," balas Zuy. "Terimakasih karena sudah mendukung dan menerimaku," sambung ucapnya.


"Sama-sama, dari awal bertemu dengan mu, aku memang sudah menyukai mu Baby," ujar Yiou.


Sementara itu di tempat yang sama, ternyata Ray sedari tadi ada di ruang lainnya dan ia pun mendengar perkataan dari pujaan hatinya itu, ada rasa tertegun, bahagia bahkan ia pun sampai menitihkan air matanya.


"Sayangku, terimakasih karena sudah menunggu dan mempertahankanku. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi, aku akan selalu melindungimu dan membahagiakanmu selamanya."


***Bersambung....


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... 😉✌😉✌


__ADS_2