Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Kebohongan Maria


__ADS_3

<<<<


"Mam, jelasin ini siapa?!!" tanya Kimberly menunjukkan Foto yang di temukannya.


Maria pun terkejut dan bertanya "Da-dari mana kamu dapat Foto itu?!!"


"Mam, aku dapet Foto ini dari ruang kerja Mam. Saat aku sedang mencari sesuatu di ruang kerja milik Mam. Mam, apa kau bisa menjelaskannya padaku?Apakah bayi yang di foto ini adalah anak Mam? Apa aku punya seorang kakak selain Kak Archo?!!" Kimberly meminta penjelasan dari Maria.


Maria menggelengkan kepalanya. "Sayang, anggapan kamu terlalu berlebihan tentang foto ini. Setelah itu foto Mam bersama adik Mam," Maria menjelaskan ke Kimberly. Akan tetapi ada kebohongan di dalamnya.


"Mam punya adik? Terus kenapa Mam gak pernah cerita, kalau Mam punya adik? Lalu dimana adik mam sekarang?!!" Kimberly semakin penasaran.


"Ah.. Sebenarnya mereka anak panti asuhan, dulu Nenekmu suka sekali mengunjungi Panti asuhan dan Mam juga sering ikut Nenek kamu. Jadi ya Mam udah menganggap mereka seperti adik Mam sendiri. Apalagi bayi yang di gendong Mam itu, tapi sayangnya bayi itu udah di adopsi orang lain, sayang." jelas Maria yang berbohong.


"Begitu ya Mam." lirih Kimberly.


Maria menganggukkan kepalanya. Lalu....


"Sebenarnya kamu membutuhkan berkas datamu untuk apa Kim?!!" tanya Maria


"Begini Mam, Kim dapat kabar dari produser, kalau Kim jadi bintang tamu untuk menghadiri acara besar dan juga Kim akan melakukan pemotretan di Kota ini Mam," jelas Kimberly. "Mam tau kan selama ini Kim gak pernah kemana-mana, Kim perlu data Kim buat bikin pasport Mam." sambungnya


"Hmmm... ini Kota ini kan dekat dengan Kota yang Ray tempati sekarang. Dan juga dekat dengan dimana Mam tinggal dulu. Pokoknya kamu harus kesana Kim! Jangan sia-siakan kesempatan bagus ini. Kalau kamu kesana, kamu bisa bertemu dengan Ray lagi.." kata Maria menyemangati Kimberly.


"Yang bener Mam? Kalau tempat ini dekat dengan tempat Ay tinggal?" cecar Kimberly.


Maria mengangguk. "Iya sayang."


"Yes, pokoknya setelah selesai pemotretan, Kim akan minta Produser untuk izinkan Kim ke tempat Ay. Dan Kim akan kasih kejutan untuk Ay, pasti dia sangat senang dengan kedatanganku. Hmmm, jadi gak sabar bertemu dengan Ay lagi," seloroh Kimberly yang kegirangan.


"Kalau gitu Mam ke kamar ya. Mam akan cari semua data-data yang kamu perlukan, kamu istirahat lah!" tutur Maria sambil berjalan menuju ke kamarnya.


"Oke Mam.." balas Kimberly.


Kamar Maria


"Kimberly, Mam belum bisa menjelaskan padamu siapa anak ini, ini belum saatnya kamu tau, sebelum Mam menemukannya, Zoya kamu pasti sudah besar, dan kamu pasti sudah menikah dan memiliki anak, tapi apa kamu bahagia bersama Ayahmu dan Nana. Mam janji suatu saat Mam akan mencari dan menemukanmu Zoya.." ujar Maria sambil melihat Fotonya.


Maria lalu mengingat Masa lalu saat ia meninggalkan Zuy.


......................


Beberapa Tahun sebelumnya ketika Zuy masih bayi...


"Maria, Maria..." teriak seorang Pria dengan menggendong Bayi yang ternyata Ayah Zuy dan Zuy yang di gendongnya.


"Lepaskan aku, biarkan aku pergi menggapai Impianku, jangan halangi aku!" pekik Maria membawa koper.


"Aku tidak akan mengizinkanmu pergi, apalagi Zoya masih bayi dua bulan, masih butuh kamu Maria. Pokoknya aku tidak akan mengizinkannya..!" tutur ayahnya Zuy menarik tangan Maria.


"Untuk apa aku di sini, kau tidak memberiku kebebasan, kau selalu mengekangku di rumah, aku mulai menyesal kenapa aku tidak mendengarkan perkataan orang tua-ku dulu.." cetus Maria melepaskan pegangan Ayahnya Zuy.


"Tsk, apa salahku, Kamu istriku, kamu juga punya Zoya, Aku hanya ingin kamu di rumah, mengurusku, rumah dan Zoya.." jelas Ayahnya Zuy


"Bahkan sekarang kau bangkrut, kau di pecat dari kerjamu, jadi apa yang kau punya sekarang, aku gak mau kesusahan, makanya aku akan pergi untuk menggapai Cita-cita ku ini.." cecar Maria..


"Terserah kau saja kalau kau mau pergi, silahkan pergi..!!" Ayahnya Zuy melepaskan tangan Maria.


"Iya tanpa di suruh pun aku juga akan pergi, kalian hanya benalu bagi hidupku.." ucap Maria dengan lantang.


"Maria kamu..." bentak Ayahnya Zuy sambil mengayunkan tangan ingin menampar Maria,


Lalu tiba-tiba Zuy Menangis dengan keras, ia pun mengurungkan niatnya, Ayahnya Zuy lalu memanggil Bi Nana, Bi Nana segera menghampirinya.


"Nana, bawa Zoya pergi dari sini..!!" Ayahnya Zuy memberikan Zuy ke Bi Nana.


"Ta-tapi Kak.." hardik Bi Nana


"Cepat bawa pergi Zoyaaa..!!!" suruh ayahnya Zuy ke Bi Nana.


Bi Nana pun membawa Zuy pergi.


"Silahkan kau bawa Zoya pergi," pekik Maria.


"Sekarang kau boleh pergi, ingat jika kau pergi jangan pernah berharap kau bisa bertemu dengan Zoya lagi.." sergah Ayahnya Zuy,


Lalu Ayahnya Zuy pergi menyusul Bi Nana.


"Iya aku akan pergi, dan setelah pulang dengan kesuksesanku, aku pastikan Zoya akan bersamaku, Zoya akan bersamaku.. Aaaaaaaaarrrrgh..." teriak Maria.


Flashback end


......................


"Zoya, maafin Mam, Mam janji akan membawa mu dengan atau tanpa persetujuan Ayahmu.." tangis Maria.


*****


Perusahaan CV


Sementara itu..


Deeeg..

__ADS_1


Tiba-tiba jantung Zuy berdegup kencang, dan tak terasa Zuy menitihkan air matanya.


"Zuy, Zuy..." panggil Airin


Zuy pun menoleh, "Eeh, ada apa Airin?!!" tanya Zuy


"Zuy tadi ..., Lho kamu kenapa menangis, ada apa Zuy?!!" tanya balik Airin


"Aah, Aku gak tau Rin, tiba-tiba muncul perasaan sedih dan juga air mataku mengalir.." jawab Zuy mengusap air matanya.


"Emang apa yang terjadi Zuy?!!" tanya Airin


"Aku juga gak tau Rin, tiba-tiba seperti, aah sulit untuk di jelaskan.." jelas Zuy


"Oh yaudah, ayo selesaikan pekerjaanmu, kalau tidak kamu akan terlambat pulang.." tutur Airin


"Oh iya, emang pekerjaanmu udah selesai Rin?!!" tanya Zuy


"Udah dong, ku selesaikan dengan cepat, tapi maaf Zuy sepertinya aku gak bisa menunggu, karena aku ada urusan, Kakakku datang, aku harus buru-buru, maaf ya Zuy," ujar Airin.


"Santai aja sih, udah gak apa-apa, buruan gih sana pulang, kakakmu pasti udah lama nunggu," suruh Zuy


"Iya, Kamu hati-hati ya Zuy, Bye..." kata Airin


"Iya kamu juga hati-hati, Bye.." Ucap Zuy, lalu Airin pun pergi.


Tak lama kemudian Zuy pun selesai mengerjakan tugasnya dan ia bergegas menuju parkiran mengambil motor dan Zuy langsung pulang.


*Di perjalanan


Zuy tengah santai membawa motornya menuju pulang ke arah rumahnya.. Lalu tiba-tiba...


Tiiin.. Tiiin... Tiiin


Suara klakson mobil, ternyata mobilnya Ray, lalu kaca mobil pun di buka.


"Lhoo Kak Zuy, baru pulang?!!" tanya Ray.


Zuy pun berhenti dan turun dari Motor.


"Eeh Tuan Muda, iya Zuy baru pulang," jawab Zuy


"Zuy, ikut aku yuk ke rumah lama..!!" ajak Ray


"Rumah lama?!!" tanya Zuy


"Maksudnya rumahku yang dulu.." Ray menjelaskan.


"Tunggu, Kak Davin bawa mobilku dulu ya, sekalian pesan makanan..!!" suruh Ray


"Hah..!! hmmm baiklah Tuan Ray, akan aku kerjakan," balas Davin.


"Terimakasih.." ucap Ray,


Lalu Davin pun pergi..


"Lho Pak Davin kok pergi ninggalin Tuan Muda?!!" tanya Zuy keheranan.


"Tau tuh katanya ada urusan.." cetus Ray


"Lalu Tuan bagaimana?!!" sambung tanya Zuy


"Ya terpaksa aku harus boncengin kamu Zuy," ujar Ray, "Sini kunci Motornya...!!"


"Tapi, Tapi ...," lirih Zuy,


Kemudian Ray menaiki motor milik Zuy.


"Kak Zuy, ayo naik..!!" ajak Ray


Zuy mengangguk. "Ba-baik Tuan Muda.." patuhnya.


Zuy langsung naik ke motornya dan duduk di belakang Ray.


Mereka sudah seperti pasangan saja.


Lalu tiba-tiba....


Deeeg


Jantung Ray berdegup kencang, ia pun mulai tidak konsen mengendarai motornya.


"Duuh kenapa aku deg-degan gini," gumam Ray di dalam hati.


"Kenapa Tuan?!!" tanya Zuy


"Oh, gak apa-apa, gak apa-apa.." jawab Ray gemetar dan tiba-tiba....


"Awas Tuaaan! ada kucing..!!" teriak Zuy.


Ciiiiit..


Seketika Ray menghentikan laju motornya secara mendadak.

__ADS_1


"Awww..." rintih Zuy menubruk punggung Ray


Ray menoleh ke arah Zuy. "Kau tidak apa-apa Kak Zuy?!!" tanyanya.


"Gak apa-apa Tuan, kucing itu mana?!!"


"Kucingnya pergi.." jawab Ray


"Syukurlah, ayo jalan lagi..!!" ajak Zuy,


Lalu mereka bergegas menuju rumah Ray.


********


Rumah Ray


Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di Rumah, Ray lalu memarkirkan motornya Zuy.


"Ayo masuk..!!" ajak Ray.


"Iya Tuan," ucap Zuy.


Mereka pun masuk ke dalam rumah Ray


"Eh, Tuan Ray dan Zuy selamat datang.." sambut Davin


"Lho Pak Davin," Zuy terkejut melihat Davin sudah di rumah.


"Kak Davin, kenapa kau pulang duluan?!!" tanya Ray pura-pura.


"Eeh Tuan tapi bukannya tadi ..., ah iya tadi aku buru-buru karena biasa panggilan alam.." jawab Davin berbohong.


"Hihihi pantesan tadi Pak Davin buru-buru, sampai Tuan Muda di tinggal.." Ujar Zuy


"Hahaha iya.." kata Davin sambil menggaruk kepala


"Kak Davin apa udah pesan makanan?!!" tanya Ray


"Aku lupa Tuan Ray, nanti aku pesan.." kata Davin


"Eeh, gak usah biar Zuy yang buatkan makanan, di kulkas apa ada bahan?!!" tanya Zuy


"Oh ada Zuy.." jawab Davin


"Yaudah aku ke dapur dulu ya.." kata Zuy sambil berjalan ke dapur..


*Di dapur


Zuy pun membuka kulkas dan mengambil bahan makanan, Zuy langsung mulai memasak, Ray dan Davin melihat Zuy dari kejauhan..


"Tuan, dia pandai masak juga ya, kenapa tidak kau jadikan pelayan rumah ini.." ujar Davin


"Husss jangan asal bicara, udah ah aku mau mandi dan ganti pakaian.." kata Ray sambil berjalan ke kamar.


"Hah Tuan Ray, mending aku bantuin Zuy aja." Ucap Davin, lalu ia pun menghampiri Zuy


"Pak Davin.." Lirih Zuy


"Butuh bantuan Zuy.." Davin menawarkan bantuan


"Boleh, tolong cuciin sayurannya pak..!! oh iya tadi pak Davin pulang duluan karena di suruh sama Tuan Muda kan?!!" tanya Zuy


"Eeh, bu-bukan kok tadi bener-bener panggilan alam.." jawab Davin dengan gugup.


"Oh, kenapa anda gugup gitu, udah jujur aja pak.." Zuy memaksa Davin.


"Iya deh, tadi Tuan Ray yang nyuruh saya pergi duluan, alasannya ingin pergi sama kamu Zuy." Davin menjelaskan yang sebenarnya.


"Hah, dasar Tuan Muda ada aja ya, ngomong-ngomong Kenapa dia panggil Pak Davin itu kakak?!!" Zuy tanya kembali


"Ya karena aku memang lebih Tua darinya, hehehe.." jawab Davin sambil memberikan sayuran yang baru ia cuci.


"Tapi Pak Davin kenapa suka takut ya, kalau Tuan Muda udah menatap Pak Davin ?!!" tanya Zuy sambil memasukan sayur ke dalam panci.


"Hah.. kamu gak tau sih, tatapannya itu menakutkan, waktu masih di Amerika juga, dia di kenal sebagai Tuan dingin, karena sikapnya yang dingin. Semuanya gak ada yang berani melawan, tapi walau begitu dia sangat baik dan pekerja keras, banyak sekali yang tergila-gila padanya, tapi karena tatapannya itu, semuanya jadi lari ketakutan seperti melihat hantu," ungkap Davin


"Hahaha, dia memang berbeda dari yang dulu, dulu dia cengeng banget, tapi sekarang malah jadi kebalikan sifatnya..." ujar Zuy


"Apa...!! aku gak percaya, ternyata Tuan Muda ada sifat seperti itu, kamu mungkin bohong Zuy, mana mungkin orang sedingin dia dulunya anak yang cengeng" Davin tidak percaya dengan Zuy.


"Ya memang gitu kenyataannya, tapi Zuy senang dia berubah, kalau mengingatnya Zuy jadi ingin tertawa, saat Tuan Muda lagi nangis sangat lucu mukanya.." ujar Zuy


"Benarkah itu, bukannya kamu rekam waktu itu, aku jadi penasaran sama muka polos Tuan Ray yang dulu, aku gak bisa bayangin ha..ha..ha..." tawa Davin..


Lalu Tiba-tiba lampu mati dan kemudian..


"Berani sekali ya kalian membicarakanku saat aku sedang di kamar mandi.." Ucap Ray sambil menyalakan senter ke wajahnya untuk menakuti Davin dan Zuy.


Kyaaaaaaa.......


*Bersambung.....


Ps: Zoya nama Aslinya Zuy yaitu Zoya Lestari Nama yang di berikan Oleh Maria, Berhubungan Zuy pernah di taroh di Panti oleh Bi Nana dan atas Permintaan terakhir Ayahnya Zuy, Bi Nana mengganti Nama Zoya menjadi Zoey Lestari dan di panggil dengan Sebutan Zuy.

__ADS_1


__ADS_2