
<<<<
*****
*Di Rumah Lama Ray
"Sudah lama ya aku meninggalkan Rumah ini, banyak kenangan yang indah di rumah ini, Kak kamu sekarang dimana, aku sangat ingin bertemu, Ray sudah kembali kesini untuk bertemu kamu Zuy," kata Ray sambil Membuka pintu pagar.
Ia masuk ke rumahnya yang dulu, setelah di dalam Ray pun mulai melihat-lihat keadaan rumahnya, ternyata selama di tinggal pergi rumahnya ada yang membersihkannya, lalu Ray masuk ke kamarnya yang dulu.
Saat di kamarnya....
"Rasanya nyaman banget, perasaan ini seperti dulu, Zuy selalu mengetuk kamar sambil bilang 'Tuan muda-Tuan muda' apa Zuy masih inget atau udah lupa ya?" gumam Ray merebahkan tubuhnya.
Drrrrrt.... Drrrrrt....
Lalu tiba-tiba telpon Ray berbunyi, Ray segera mengangkatnya dan ternyata dari Pak Willy,
"Iya halo Om."
"kamu dimana Ray?!!" tanya pak willy
"Ray lagi di rumah lama, Om." jawab Ray
"Oh, kapan pulang, Om ada sesuatu yang mau di bicarakan denganmu Ray," ujar Pak Willy
"Iya Om, nanti Ray pulang ke rumah Om," balas Ray.
"Oke, Om tunggu ya! Jangan pulang terlalu malam!!" tutur pak Willy.
Lalu telpon di tutup.
Sesaat kemudian....
Ray keluar dari rumah lamanya, ketika sampai di depan pagar rumah, tiba-tiba ia melihat benda berkelip di tanah, Ray pun mengambilnya dan ternyata sebuah gelang dengan liontin, lalu liontin itu di buka olehnya, dan betapa terkejutnya Ray di dalamnya ada foto Zuy dan dirinya saat kecil dulu.
"I-ini kan!" ia teringat kalau gelang itu pemberiannya untuk Zuy, Ray langsung keluar mencari Zuy.
"Kak Zuy.... Di mana kamu? Kak ini aku Ray. Kak Zuy, Kakak dimana?" teriak Ray memanggil Zuy sambil berlari
Ray terus mencari tapi gak kunjung ketemu, dan pada akhirnya Ray menyerah dan kembali ke rumah lama untuk mengambil mobilnya dan bergegas menuju rumah Pak Willy.
•••••••••••••
*Sementara itu di Rumah Zuy
Beberapa saat kemudian Zuy pun sampai di rumahnya, ia pun langsung menaroh motornya dan bergegas masuk, lalu Bu Ima datang dan menghampiri Zuy.
"Zuy, Baru pulang?!!" tanya Bu Ima
"Eh iya Bu, tadi habis dari rumah teman," jawab Zuy.
"Ini makanan buatmu, tadi ibu masak banyak banget" kata bu Ima sambil memberikan makanannya,
"Terimakasih banyak Bu ima, Bu ima baik banget sama Zuy," ucap Zuy.
"Sama-sama, ibu pulang dulu ya, Putri di rumah sendirian," ujar bu ima
"Iya Bu, sekali lagi terimakasih," ucap Zuy.
Lalu Bu Ima pergi dan Zuy pun masuk ke dalam rumah, ia segera mendudukkan dirinya di Sofa.
"Ya ampun, lebih cape dari bantuin Resto. Haaa.... Belakangan ini pikiranku kacau sekali, lebih lagi kalau udh kebayang sama Tuan Muda. Lebih baik aku mandi terus tidur, biar besok semangat kerjanya," ucap Zuy.
Ia pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamar mandi.
•••••••••
*Rumah Pak Willy
Setelah beberapa saat kemudian, Ray akhirnya sampai di rumah Pak Willy, ia pun bergegas masuk ke dalam rumah.
"Malam Om.... Maaf telat tadi di jalan macet," ujar Ray dengan alasannya.
"Malam juga Ray, sini duduk!!" ajak pak Willy
Ray langsung duduk di sofa lainnya dan berhadapan dengan Pak Willy.
"Ada apa om?!!" tanya Ray
"Begini, Ini Data dan berkas yang kamu perlukan, besok kamu ikut Om, Om akan memperkenalkan diri kamu, Om juga akan mengumumkan bahwa kamu adalah Ceo baru di Perusahaan CV dan juga Pengunduran diri Om sebagai Ceo di Perusahaan Cv," jelas pak Willy sambil menyerahkan berkas untuk Ray.
Ray mengambil berkas itu dan mengeceknya. Sesaat setelahnya ....
"Baik Om, Ray akan pelajari semuanya, Om percaya saja sama Ray," kata Ray dengan semangat.
"Om percaya kok bahwa kamu bisa, banyak Perusahaan yang kamu taklukan kan, termasuk perusahaan Mario Fuca. Dan jabatanmu sekarang adalah Ceo dari perusahaan CV!" jelas Pak Willy.
"Oh iya tadi kamu ke rumah lama? apa kamu berniat mau tinggal di sana?" sambung tanya Pak Willy.
Ray mengangguk. "Iya Om, Ray sepertinya akan tinggal disana, karena itu rumah lama yg banyak kenangannya," jawabnya.
Pak Willy pun tersenyum. "Ooh Syukurlah.... Om sudah menduga bahwa kamu akan memilih tinggal di rumahmu, makanya selama ini Om menyuruh seseorang untuk membersihkannya. Itu juga permintaan Michael dan Candika," ujar Pak Willy
"Terimakasih banyak Om. Hmmmm, pantas pas masuk, rumahnya nampak rapi dan bersih, padahal kan udah di tinggal begitu lama," puji Ray.
Pak Willy tersenyum mendengar pujian dari Ray, lalu kemudian....
"Ray maaf sebelumnya, Om dengar kamu akan bertunangan dengan selebriti yang sedang naik daun itu ya? Kalau gak salah namanya Kimberly Fuca anak dari Mario Fuca dan Desainer terkenal Maria Fuca?" tanya Pak Willy
"Oh, ternyata Om juga tau kabar rumor itu. Ya sebenarnya Ray ingin menolak perjodohan itu, sebab Ray hanya menganggap Kim sebagai adik Ray. karena waktu di Study kita selalu bareng, Kim sangat bergantung pada Ray. Tapi ternyata mereka salah paham dengan kedekatan kami, apa lagi Momy Liora, dia yang selalu memaksa Ray dengan Kimberly, karena itulah Ray kurang suka dengan sifat Momy Liora itu," ungkap Ray
"Oh jadi seperti itu, ya Om cuma mau bilang, tentang perasaan itu tidak bisa di paksakan. Tapi kamu harus bilang baik-baik sama Kimberly, sama Orang tuamu, kalau kamu menolaknya. Jangan kasih harapan yang membuat mereka sakit," nasihat Pak willy untuk Ray
Ray mengangguk. "Iya Om, terimakasiih banyak atas nasehatnya, Om." ucap Ray
"Yaudah Om ke kamar dulu, jangan lupa istirahat! Karena besok akan jadi kehidupanmu yang baru," ujar pak Willy,
Lalu pak Willy masuk ke kamarnya, mendengar perkataan Pak Willy. Ray pun sedikit sadar, ia lalu mengambil gelang di saku kemejanya.
"Tentang perasaan ya? Sebenarnya aku sudah tahu tentang perasaan ku tertuju pada siapa. Namun aku harus mencarinya terlebih dahulu, aku ingin bertemu dengannya dan memastikan perasaannya."
"Hmmmm.... Kak ternyata kamu sering datang ke rumah ya? Tapi sebenarnya kamu di mana sekarang kak Zuy? Pokoknya aku gak akan menyerah Kak, aku akan cari Kakak," sambung kata Ray memandangi gelang itu.
Drrrrrt.... Drrrrrt....
Hpnya berdering kembali sebab seseorang menelponnya. Ia pun segera menjawabnya.
"Good morning Ay," suara dari seberang telponnya.
"Di sini malam, ada apa Kim?!!" tanya Ray, (ternyata yang menelpon Kimberly)
__ADS_1
"Oh sorry, Kim gak tau kalau di sana itu malam," kata Kimberly
"Ya tidak apa-apa, udah ya aku mau tidur dulu." ujar Ray berbohong
"Tapi Kim Masih kangen," ungkap Kimberly
Tanpa menjawab telponnya pun di tutup.
"Maaf kim, kau selamanya akan tetap ku anggap sebagai adikku gak lebih," lirih Ray, ia berjalan menuju ke kamar.
°°°°°°°°°°°°
*Sementara itu di kediaman Kimberly.
Kimberly pun sangat kecewa karena Ray menutup telponnya, ia lalu melempar hpny di atas kasur
"Ay jahaaaat..." teriak Kimberly
"Ada apa Kim sayang, anak Mam yang cantik, kok marah-marah gitu?!!" tanya Maria mengusap rambut Kimberly
"Ray langsung tutup telponnya, padahal Kim Masih mau ngomong Mam," jawab Kimberly dengan manjanya..
"Yaudah, mungkin dia kelelahan, di sana juga udah malam, lagi pula Mam punya rencana buka cabang di sana lho, jadi kamu bisa bertemu Ray lagi." tutur Maria sambil memeluk Kimberly
"Benarkah, Mam memang yang terbaik.." ucap Kimberly dengan penuh Rasa gembira
"Nah gitu donk senyum, sekarang ayo makan!!" ajak Maria.
•••••••••••••••
*Pagi hari yang cerah
Pagi itu Zuy sudah siap-siap untuk berangkat kerja, namun tiba-tiba ia teringat akan gelangnya, ia pun mencari gelang yang hilang. Zuy terus mencari di suatu tempat yang berada di rumahnya, tapi sayangnya tidak ada.
"Dimana ya aku simpan? Perasaan aku gak pernah lepas dari gelang itu. Apa jangan-jangan hilang? Aduh bagaimana ini, ya ampun kenapa aku sangat ceroboh," cicitnya.
Di saat tengah mencari gelangnya, tiba-tiba hp milik Zuy berbunyi dan ternyata yang menelponnya Bi Nana, ia pun langsung menjawabnya.
"Zuy, kamu udah berangkat kerja belum?!!" tanya Bi Nana
"Ini lagi siap-siap berangkat Bi, cuma lagi cari barang yang hilang," kata Zuy
"Zuy bisakah kamu bolos! Nara sakit badannya panas banget, dia manggil-manggil kamu terus Zuy. Tolong kamu kesini ya!!" pinta Bi Nana.
"Iya Bi, Zuy akan kesana, tapi Zuy minta izin dulu pada atasan, tunggu ya Bi!" balas Zuy.
Zuy pun menutup telponnya, lalu ia beralih menelpon Airin.
"Iya Zuy ada apa?!!" tanya Airin
"Airin, bisa minta tolong gak?"
"Hmm, minta tolong apa Zuy?"
"Begini Rin, tolong bilang sama Bu Friska kalau aku izin dulu, soalnya ada urusan keluarga!" jelas Zuy.
"Oh, yaudah nanti aku sampaikan. Kebetulan aku baru juga baru sampai. Pokoknya kamu tenang aja Zuy, serahkan padaku." papar Airin
"Terimakasih Airin, tolong ya!" pinta Zuy.
"Sama-sama Zuy."
***********
Perusahaan CV
Setelah selesai mengobrol dengan Zuy, Airin bergegas masuk ke dalam kantor, lalu ia langsung menghampiri Rere yang kala itu sedang di lobby.
"Kak Rere apa Bu Friska sudah datang?!!" tanya Airin.
"Sudah sepertinya, coba saja ke Ruangannya!" kata Rere
"Iya, Makasiih kak Rere.." Ucap Airin,
Lalu Airin bergegas ke Ruangan Bu Friska yang berada di lantai atas dengan menggunakan lift.
Setibanya....
"Bu Friska permisi..."
"Iya masuk aja!" kata Friska
" Maaf mengganggu pagi-pagi," ucap Airin
"Oh Airin, ada yang bisa aku bantu?!!" tanya Friska
"Gini bu, saya mau minta izin untuk Zuy." ujar Airin.
"Zuy?"
Airin menganggukkan kepalanya.
"Iya Bu, Zuy hari ini gak bisa masuk, karena mendadak ada urusan keluarga.." jelas Airin
"Oh, kenapa gak langsung hubungi saya lewat telpon?" tanya Friska
"Mungkin dia panik bu," balas Airin
"Ooh ya sudah, nanti aku buatkan surat untuknya, padahal hari ini ada acara perkenalan untuk Ceo yang baru, yaudah kamu boleh kembali!!" suruh Friska
"Iya kalau begitu saya permisi dulu bu," lalu Airin pun keluar dari ruangan Friska
"Ngapain kamu di ruangannya Bu Friska?!!" tanya Brian yang tiba-tiba muncul.
Airin menoleh dan memicingkan matanya ke arah Brian.
"Bukan urusan mu jelek, hump!" jawab Airin sambil pergi.
Beberapa waktu kemudian, pak Willy pun datang bersama Ray.
"Selamat pagi Pak Willy." sapa Friska dengan sopan.
"Pagi Friska, oh iya kenalkan ini Rayyan keponakan saya dan dia yang akan menggantikan saya menjadi CEO di Perusahaan CV," ujar pak Willy sambil memperkenalkan Ray.
"Hai, namaku Rayyan G Michael. Salam kenal dan mohon bantuannya!" Ray memperkenalkan dirinya
"Iya pak, salam kenal juga saya Friska.." balas Friska.
Lalu tak berapa lama, pak Willy mengumpulkan para pegawainya dan memberi pengumuman kalau Ia mengundurkan diri dan di gantikan oleh Rayyan, semuanya pada setuju terutama para pegawai wanita karena ketampanan Ray memikat semua itu,
••••••••••••••
__ADS_1
`Di Ruangan Ceo
Pak Willy pun menyerahkan jabatan dan kursinya ke Ray, "Selamat Ray, sekarang dan hari ini kau adalah yang memimpin, nanti kalau ada apa-apa Kamu bisa minta pada Friska," tutur Pak Willy
"Iya Om, Ray pikir ini hanya perkenalan saja, tapi ternyata Om nyuruh Ray bekerja hari ini, tapi baiklah Ray akan berusaha.." kata Ray
"Yaudah, Om pulang dulu, selamat bekerja!" ucap pak Willy, sambil berjalan keluar ruangan.
"Iya hati-hati Om!"
Pak Willy pun pergi, tak berapa lama Friska masuk ke ruangan Ray sambil membawa berkas-berkas yang di minta Ray.
"Pak, ini data-data pegawai sini," ujar Friska sambil menyerahkan berkas,
"Oh iya, apa hari ini karyawan masuk semua?!!" tanya Ray
"Iya kebetulan semuanya masuk, kecuali satu karyawan OG yang gak masuk dan ini suratnya Pak," jawab Friska menyerahkan surat izin milik Zuy.
"Iya terimakasih, kamu boleh kembali..!!" suruh Ray.
"Baik Tuan," ucap Friska,
Friska melangkah keluar dari Ruangan Ceo. Ray mulai mengecek data-data para pegawainya,
Setelah berapa saat kemudian, akhirnya Ray selesai mengecek semua data karyawan. Lalu....
"Pak, maaf Pak.." Ucap Friska
Friska datang lagi sambil membawa satu berkas yang tertinggal.
"Ada apa Bu Friska?!!" tanya Ray
"Ini saya mau menyerahkan satu berkas milik Zuy yang ketinggalan," jawab Friska memberikan berkas milik Zuy.
Mendengar nama Zuy di sebut, Ray pun terkejut seraya membulatkan matanya.
"Apa kamu bilang? Zuy?!!"
Sontak Ray langsung mengambil berkas di tangan Friska, kemudian ia membacanya dan benar saja ternyata itu benar-benar data Zuy, orang yang ia cari-cari.
"I-ini benar-benar Zuy?!"
"Ada apa pak, apa anda kenal dengannya?!!" tanya Friska.
"Jadi dia kerja di sini, terus dimana dia?" tanya balik Ray.
Friska menganggukkan kepalanya, "Iya Zuy kerja di sini, tapi dia gak masuk hari ini, tadi saya udah kasih suratnya," jawabnya.
"Apa! yaudah anda boleh pergi...!!" suruh Ray yang sedikit kecewa karena Zuy gak masuk kerja.
"Terimakasih pak.." ucap Friska
Friska pun pergi..
••••••••••••••••
*Beberapa jam sebelumnya..
Rumah Pak Randy
Zuy akhirnya sampai di Rumah pak Randy, ia segera mengetuk pintu rumah Pak Randy.
Tok.. tok.. tok...
"Bi Nana, ini Zuy Bi.." seru Zuy
"Iya sebentar.." kata seorang pria sambil membuka pintu,
"Eeh maaf, Bi Nana ada?" tanya Zuy.
"Ada, kamu pasti Zuy ya, perkenalkan saya Aries keponakan om Randy salam kenal," Aries memperkenalkan dirinya.
"Iya, saya Zuy. Salam kenal juga," kata Zuy.
"Ayo masuk udah di tunggu Nara!" ajak Aries.
Zuy pun masuk ke rumah Bi Nana.
"Nara sayang, kamu kenapa?" tanya Zuy sambil memegang kepala Nara
"Kakak, badan Nara panas, kakak di sini aja ya..!!"
"Iya kakak di sini sayang, kamu minum obat ya, Nara jangan bikin cemas Kami ya!" tutur Zuy
"Iya kak, asal Kakak di sini!" pinta Nara.
••••••••••••••••••
*Sore hari
`Di Rumah Zuy
Setelah pulang kerja dan mengetahui alamat rumah Zuy, Ray langsung pergi ke rumah Zuy, setelah sampai di sana, ia pun mengetuk pintu rumah Zuy.
Tok Tok Tok
"Zuy, Kakak buka pintunya! Ini aku Ray kak.." seru Ray.
Beberapa kali ia mengetuk pintu rumah Zuy, tapi tidak ada jawaban, bu Ima yang kebetulan lewat pun langsung menghampiri Ray.
"Maaf nak, Zuy lagi gak di rumah." ujar Bu Ima.
Seketika Ray menolehkan kepalanya ke arah Bu Ima.
"Memangnya dia kemana?" tanya Ray.
"Mungkin sekarang lagi di rumah Pamannya.." jelas Bu Ima.
"Apa Ibu tau rumah Pamannya?!!"
"Maaf Nak, Ibu kurang tau, kalau gitu ibu pulang dulu, kamu datang lagi besok!" tutur Bu Ima.
Ray mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Iya, Makasiih banyak, kalau gitu saya permisi dulu.." pamit Ray
Lalu Ray pergi dengan penuh rasa kecewa dan sedih.
"Kenapa susah sekali, padahal udah tinggal selangkah lagi bertemu, tapi malah gagal, Zuy kamu dimana?" lirih Ray dengan perasaan kecewa.
***Bersambung
__ADS_1