Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Rasa Yang Berbeda


__ADS_3

<<<<


"Tuan Ray, aku pasti bisa mendapatkanmu," kata Erlin penuh semangat.


"Bagus sayang, itu baru putriku, dia harus kamu dapatkan," pak Wildan memberi dukungan pada Erlin


•••••••••


Sementara itu Ray pun bergegas menuju pulang ke rumahnya, di tengah perjalanan Ray pun berhenti sejenak karena Hpnya berdering.


Ray segera menjawabnya..


"Halo Sis,." sapaan Ray untuk adik tercinta


"Halo Bro, sedang apa?!!" tanya Lesya


"Ray lagi di jalan Sis, tadi ada urusan pekerjaan," jawab Ray


"Hah.. ini kan masih pagi buta Ray, emangnya kalau di sana pagi buta masih kerja ya Bro?" tanya Lesya


"Di sini tuh malam hari Sis, jadi kalau di sini malam di sana pagi.." ujar Ray


"Ooh begitu Ray, aku baru tahu Ray," ujar Lesya


"Lalu kamu ngapain? tumben udah bangun, biasanya juga masih tidur, apa terjadi sesuatu atau apa kamu sedang mimpi buruk?!!" Tanya Ray dengan cemas.


"No, aku hanya lagi belajar, supaya nilai ujianku tinggi dan naik dengan peringkat tertinggi, aku ingin sepertimu Ray selalu mendapatkan juara pertama di sekolah, Daddy janji kalau Nilaiku tinggi, aku boleh menjengukmu Ray.. aku ingin bertemu denganmu Ray.." kata Lesya


"kalau begitu semangat lah, aku juga ingin bertemu denganmu sis, makanya sekarang kamu jangan Nyerah, ayo semangat.." ucap Ray memberi Semangat untuk Lesya


"Thanks Bro, oh iya bro apa kamu sedang bertengkar dengan Kim?!!" Tanya Lesya


"Tidak, tidak.. aku tidak bertengkar dengan Kim" ujar Ray


"Kim Chat aku Ray, dia bilang kamu gak pedulikan dia lagi, apa itu benar?!!" sidik Lesya


"My dear little sister, kakak sekarang benar-benar sibuk. Jangankan menghubungi Kimberly, menghubungimu aja juga aku jarang kan?" ujar Ray


"Syukurlah kamu tidak ada masalah dengan Kim, aku gak mau kalau kamu ada masalah dengan Kim, karena aku ingin kim menjadi kakak ku Ray," kata Lesya. "Em, memangnya kamu benar-benar super sibuk ya Brother?" sambungnya.


"Iya Sis, aku beneran sibuk." kata Ray.


Lesya mendesah. "Kenapa kamu gak balik kesini lagi aja! kita kumpul bersama seperti dulu lagi. Dan kenapa kamu lebih memilih pergi nerusin perusahaan orang lain di banding punya Daddy?!!" cecarnya.


"Yang kamu maksud orang lain itu Mom kita, ini perusahaan Mom Candika" gumam Ray dalam hati seraya menghela nafasnya.


Lalu....


"Ray apa kau masih di sana?!!"


"Ah, iya Sis. Ya pokoknya kakak di sini ingin cari pengalaman baru aja. Udah ya! Kakak lagi di jalan ini, dan lagi udah malam juga. Nanti kapan-kapan kakak hubungi kamu deh. Oh iya semangat belajarnya ya! Supaya nilaimu bisa ngalahin kakak." balas Ray


"Oke Ray, kamu hati-hati ya! I Miss You bro.." ucap Lesya,


Lalu telpon pun di tutup.


"Sampai sekarang kamu masih belum tau kalau Mom kita itu Candika bukan Liora Sis.." lirih Ray.


Lalu ia pun menyalakan mobilnya kembali dan bergegas menuju pulang..


°°°°°°


*Sementara itu..


"Bagaimana? Apa yang Ray katakan? Apa dia benar-benar tidak memperdulikan Kim?!!" cecar Liora yang penasaran


"No momy. Ray barusan bilang kalau dia hanya sibuk aja." jawab Lesya.


"Oh iya, Syukurlah kalau begitu. Pokoknya kamu harus desak Ray terus supaya hanya Kimberly wanita yang cocok untuknya, bukan wanita lain," Liora mulai mempengaruhi Lesya.


"Oke Momy, lagian juga Lesya lebih ingin kalau Kimberly jadi kakak ipar Lesya," ujar Lesya


"Anak Momy memang pintar, Momy makin sayang sama Lesya" ucap Liora memeluk Lesya


"Lesya juga sayang momy.." Lesya pun membalas pelukan Liora


"Yuk nanti kita pergi jalan-jalan! Ada yang mau Momy tunjukin, kamu pasti sangat suka.." sjak Liora


"Waaah apa itu Momy? Lesya penasaran..." ucap Lesya


"Iya nanti juga tau, yaudah kamu lanjut belajarnya atau tidur lagi juga gak apa-apa," kata Liora.


"Aku mau lanjut belajar aja Momy..." ucap Lesya,


"Yaudah kalau gitu Momy keluar ya!"


Lesya mengangguk. "Iya."


Liora pun keluar dari kamar Lesya..


****


Rumah Ray


Ray akhirnya sampai di rumahnya, lalu ia memarkirkan mobilnya dan setelah itu ia pun langsung masuk ke rumah.


"Tuan Ray baru pulang?!!" tanya Davin.


"Iya kak Davin. Huft...." jawab Ray sambil mengambil minuman.


"Gimana makan malamnya, apa Pak Wildan membicarakan proyek denganmu?!!" cecar Davin


"Huh, boro-boro Proyek. Ternyata undangan makan malam keluarga aja, dan dia hanya mengenalkan putrinya saja padaku. Kalau tau dari awal begini, mending tadi gak usah datang sekalian." gerutu Ray. "Tapi tadi untungnya Kak Davin nelpon, jadi aku bisa punya alasan untuk pergi dari situ," lanjutnya.


"Hahaha, pantesan tadi aku sempat nyangka kalau Tuan itu tuli, aku ngomong apa tapi jawabnya apa," celetuk Davin, "tapi cantik gak putrinya pak Wildan?!!"


"Iya yang namanya wanita pasti cantik, tapi menurutku dia biasa aja. Kalau Kak Davin mau ambil aja!" kata Ray


"Boleh, tapi kalau dia mau sama aku, hahaha.." tawa Davin membuat Ray memutar bola matanya dengan malas.


Lalu....


"Oh iya, gimana keadaan Zuy?!" tanya Ray


"Aku belum tahu, Tuan. Orang aku gak ketemu sama Zuy, hanya bertemu dengan Tantenya aja. Kan sesuai dengan perintah Tuan Ray, kalau udah ngasih bingkisan langsung pulang," jelas Davin.


"Hmmm yaudah gak apa-apa, Ray mau bebersih dulu terus mau tidur," lontar Ray sambil berjalan menuju kamar.


"Iya Tuan, good night," ucap Davin. "Huft, sebenarnya tipe wanita yang cantik itu seperti apa sih di mata tuan Ray, Kimberly yang cantiknya bak bidadari aja di bilang biasa aja, dasar Tuan," gumam Davin.


•••••


Keesokan harinya...


Rumah Zuy


Tok Tok Tok


"Iya sebentar!" seru Zuy berjalan menuju pintu,


Lalu Zuy membuka pintunya....


Ceklek....


"Selamat pagi nak Zuy, bagaimana keadaannya, Ibu dengar kamu sakit?!!" tanya Bu ima


"Eeh Bu ima, mari masuk Bu.." ajak Zuy


Bu Ima pun masuk. "Terimakasih Nak Zuy."


"Mari duduk Bu! Oh iy, Ibu mau minum apa?!!" tawar Zuy.


"Gak perlu repot-repot nak! kamu kan lagi sakit, ini Bubur buat kamu, ibu sengaja bikin soalnya ibu dengar kamu lagi sakit, maaf ibu baru kesini.." ujar Bu Ima menyerahkan makanan ke Zuy..


"Terimakasih banyak bu, maaf jadi ngerepotin, iya Bu mungkin gara-gara kehujanan, jadi langsung drop gini, tapi sekarang udah mendingan Bu, tapi Bi Nana suruh Zuy istirahat dulu," jelas Zuy


"Iya bener apa kata Bibimu Nak, kalau belum sembuh total jangan kerja dulu, istirahat dulu aja, mukamu juga masih pucat," tutur Bu ima


"Iya Bu, mungkin sehari lagi Zuy istirahat," kata Zuy

__ADS_1


"Kalau gitu ibu pamit ya nak, jangan lupa di makan ya, terus minum obatnya..!" suruh Bu ima


"iya Bu, terimakasih banyak.." ucap Zuy,


Bu Ima pun melangkah keluar dari rumah Zuy.


Lalu Zuy langsung menelpon Airin.


Tuut....


"Halo Rin..."


"Iya Zuy ada apa?!!" tanya Airin


"Hari ini aku gak masuk dulu ya. Tolong bilang ke Bu Rere! Tadinya mau masuk, cuma kepala ku masih sakit." kata Zuy. "Maaf ngerepotin kamu lagi!"


"Oke nanti aku sampaikan ke Bu Rere, kebetulan aku udah di parkiran kantor nih," ujar Airin.


"Terimakasih Rin." ucap Zuy.


"Oh iya, Zuy nanti pulang aku ke rumahmu ya."


"Serius Rin?"


"Iya tentu serius dong."


"Baiklah aku tunggu kedatangan mu! Udah dulu ya, aku mau nyarap. Bye Rin!"


"Iya cepat sembuh ya Zuy!" balas Airin.


Zuy pun memutuskan telponnya.


"Huu, lebih baik makan bubur dari Bu ima, lalu istirahat lagi."


Zuy lalu mengambil sendok di dapur, setelah itu ia pun memakan bubur dari Bu Ima.


*****


Perusahaan CV


Setelah selesai berbicara dengan Zuy, Airin langsung meletakkan kembali hpnya di saku celananya, nampak dari raut wajahnya yang sedih seraya menghela nafas panjangnya.


"Hari ini gak ada Zuy sepi lagi deh Pantry." gumam Airin


"Rin, ngapain kamu? Bukannya buru-buru masuk ke dalam, terus Zuy mana?!!" cecar Brian


"Aah, si Brian jelek lagi. Aku baru saja di telpon Zuy dan hari ini Zuy gak masuk karena masih sakit," ujar Airin


"Zuy sakit apa?!!" tanya Brian


"Kurang tau, katanya gara-gara hujan. Kemaren itu kan wajah dia pucat. Udahlah aku mau masuk ngasih tau ke Bu Rere," Airin bergegas menuju ke dalam.


"Eeh Airin tungguin donk!" Brian pun mengejar Airin


"Jangan dekat-dekat! Nanti pacarmu marah lagi, menjauh 5 meter dariku!" pekik Airin.


Sesampainya, Airin langsung melaksanakan tugasnya sebagai OG, lalu sesaat kemudian, Bu Rere pun datang.


"Bu Rere...!" seru Airin mendekati Rere


Rere menoleh. "Ada apa Rin?!!" tanyanya.


"Hari ini Zuy izin gak masuk Bu karena masih sakit," ujar Airin.


"Oh oke, nanti saya kasih tau ke Bu Friska, kamu boleh kembali!" suruh Rere.


"Terimakasih banyak Bu, saya permisi dulu." Airin pun pergi meninggalkan Rere.


"Zuy, ada apa dengannya akhir-akhir ini?" lirih Rere. "Yaudahlah aku mau bikin laporan dulu ke Bu Friska." sambungnya.


Tak lama kemudian, Ray dan Davin pun datang..


"Pagi semua, semangat kerja ya..!!" Ray menyapa dan memberikan semangat pada staf Karyawannya


"Pagi pak, pasti semangat pak.." sahut mereka


"Bagus..." ucap Ray,


"Aah Pagi-Pagi liat bos ganteng, rasanya bikin mata jadi cerah.." ujar Nina (Salah satu karyawan)


"Dasar cewe, kerja yang bener.." pekik pegawai cowo


"Ciih, sirik bilang bos.." celetuk Nina.


Ruangan Ceo


Setibanya di ruang miliknya, Ray langsung mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya, lalu ia mengambil berkas yang berada di atas mejanya seraya mengeceknya.


"Banyak sekali berkas yang harus di tanda tangani.." keluh Ray menghela nafasnya.


"Jangan mengeluh dong! Anda harus semangat Tuan." ucap Davin.


"Iya Ini juga semangat. Lho ini surat?" Ray mengambil surat tersebut dan membacanya. "Oh ternyata Zuy gak masuk lagi?Hmmm," Ray kembali mengeluh.


"Ya mungkin dia lagi pemulihan Tuan, jadi hari ini libur, besok baru masuk.." ujar Davin


"Ooh begitu ya," lirih Ray.


"Kenapa Tuan?!!" tanya Ray


"Gak kenapa-napa. Oh iya pulang kerja nanti kita ke Rumah Zuy ya!" ajak Ray.


Davin menganggukkan kepalanya.


"Baiklah Tuan..." patuh Davin. "Hmmm... Tuan kalau sama Zuy berbeda sekali, apa mungkin ada rasa yang beda pada Tuan..." sambung gumamnya di dalam hati.


"Ada apa?!!" tanya Ray


"Tidak ada apa-apa Tuan..." jawab Davin.


"Yaudah kalau gitu."


*****


Rumah Zuy


Kembali ke rumah Zuy.


Nampak mobil Bi Nana yang baru datang dan terparkir di halaman rumah Zuy. Sesaat setelahnya, Bi Nana dan Nara turun dari mobilnya dan bergegas ke rumah Zuy. Sesampainya....


"kakak Zuy, Nara datang nih..." seru Nara sambil melangkah masuk ke dalam.


"Nara, jangan Lari-lari... !" tutur Bi Nana


"Mana Kakak Mih?!!" tanya Nara mencari Zuy


"Mami juga gak tau, apa Zuy masuk kerja ya? Anak ini ya bukannya istirahat malah ...." gerutu Bi Nana, lalu....


"Ada apa Bi, Zuy gak kerja kok, Zuy lagi di samping.." kata Zuy yang baru datang dari luar.


"Kakak Zuy..." Nara berlari dan memeluk Zuy


"Uught Nara, jangan Lari-lari nanti jatoh, sini kakak gendong ya.." kata Zuy menggendong Nara


"Iya kak, maaf.." ucap Nara


"Zuy gimana udah mendingan?!!" tanya Bi Nana


"Udah Bi, tinggal pusing sama flu aja.." jawab Zuy


"Ooh Syukurlah kalau udah mendingan," kata Bi Nana


"Iya makasiih Bi udah perhatian sama Zuy.." ucap Zuy memeluk Bi Nana


"Apa sih, itu kan kewajiban Bibi sebelum kamu menikah, kamu masih tanggung jawab Bi Nana Zuy.." ujar Bi Nana


"Iya Bi, Zuy justru senang karna ada Bi Nana yang di samping Zuy, Bi maaf kalau Zuy ngerepotin Bi Nana lagi, Zuy selalu bikin Bi Nana panik, Zuy ...," ucap Zuy menundukkan kepala.


"Udah gak apa-apa Zuy," Bi Nana memegang kepala Zuy.

__ADS_1


"Kakak Zuy, Nara juga ingin melindungi kakak.." sambung Nara


"Iya sayang, terimakasih juga buat Nara," Zuy memeluk Nara


"Aah, kakak ini terlalu kencang," rintih Nara


"eeeh maaf, maaf..." ucap Zuy melepas pelukannya


"Hahaha.. kalian ini, Zuy jaga Nara ya, Bi Nana mau masakin makanan buat kita makan siang ini, Pamanmu membawakan banyak bahan makanan, dia gak bisa datang jenguk kamu.." ujar Bi Nana


"Ooh, iya gak apa-apa Bi, yaudah Zuy main sama Nara ya Bi.." kata Zuy


"Oke, Tolong ya!!" pinta Bi Nana


Lalu Bi Nana ke dapur.


***


*Sore hari di perusahan CV


Setelah selesai dari kerjaannya, Airin siap-siap pergi mengunjungi Zuy, lalu...


"Rin, Pulang bareng yuk..!!" ajak Brian


"Sorry Bri, aku mau ke Rumah Zuy.." kata Airin


"Oke, ayo bareng sama aku, aku juga mau jenguk Zuy," ajak Brian


Lalu Brian memegang tangan Airin, membuat pipi Airin memerah.


"Iya, tapi lepasin dulu tanganku Bri, nanti pacarmu si Salsa Bisa marah, aku gak mau Ribut.." tutur Airin


"Haah.. pacar, Salsa?!! maksudmu apa?!!" tanya Brian


"Bukan apa-apa, ayo buruan.. keburu malam nanti," gerutu Airin


Lalu Mereka pun pergi,


•••••


Rumah Zuy


Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di Rumah Zuy.


Tok.. Tok.. Tok...


Lalu Nara yang membuka kan pintunya


"Eeh Anak ganteng, kakak Zuy ada?!!" tanya Airin


"Eeh kakak clewet datang, Kakak ada di dalam lagi sama mami," kata Nara, "Ayo masuk dulu..!"


"Ka-kakak crewet?!!" Airin terkejut mendengar ucapan Nara


"Pffft.." Brian menahan tawa


Airin langsung melirik tajam ke Brian, Brian pun memalingkan pandangannya, lalu Mereka pun masuk ke rumah Zuy..


"Siapa yang datang Nara?!!" tanya Bi Nana


"Om sama Kakak clewet mencari kakak.." jawab Nara


"Sore Bi Nana.." sapa Airin


"Eeh Airin, ayo sini duduk terus, ini siapa?!!" Tanya Bi Nana


"Saya Brian Tante.." Brian memperkenalkan diri


"Airin, Brian.." sapa Zuy


"Zuy... ya ampun, maaf kemaren gak bisa jenguk kamu, Pantry sepi kalau gak ada kamu Zuy, huhuhu.." Airin memeluk Zuy


"Duuh.. anak ini, eh ngomong-ngomong kalian barengan kesini, udah baikan ya?!!" tanya Zuy


"Siapa yang mau baikan, huuu.." celetuk Airin


"Udah kalian duduk dulu, biar Tante buatkan minum," tutur Bi Nana, lalu Bi Nana ke dapur


"Terimakasih Tante," ucap Brian dan Airin serempak.


"Zuy.. dari tadi Airin ngelamun terus, kerja pun gak semangat.." ungkap Brian


"Bukannya di hibur sama kamu Bri, biar dia gak ngelamun terus.. hihihi.." Zuy ngeledekin Airin


"Zuy mulai Dech.." gumam Airin


"Hahaha maaf-maaf," ucap Zuy


"Ini di minum ya.." Bi Nana memberikan minuman


"Terimakasih Tante" ucap Brian


Lalu tiba-tiba ada yang datang lagi..


"Biar Bi Nana aja yang buka.." ujar Bi Nana,


Bi Nana berjalan ke arah pintu, lalu Bi Nana membukakan Pintunya.


"Permisi apa Zuy ada?!!" tanya Davin


"Oh anda yang kemaren nganter bingkisan ya? Zuy ada, ayo silahkan masuk!!" ajak Bi Nana


"Lama tidak bertemu Bi Nana..." kata Ray sambil mencium tangan Bi Nana.


Bi Nana pun terkejut karena tiba-tiba ada seseorang yang mengenali Bi Nana.


"Kamu Siapa, kenapa kenal saya?!!" tanya Bi Nana, karena belum tau kalau itu Ray.


"Ini atasan Zuy Tante, Tuan Ray" ujar Davin


"Ray? Oh senang bertemu denganmu, ayo masuk...!!" ajak Bi Nana, lalu mereka masuk.


"Oy Zuy apa kabar?!!" tanya Davin


"Eeh pak Davin, terimakasih sudah datang," ucap Zuy


"Sama aku, apa kamu lupa Kak Zuy.." celetuk Ray


Zuy menoleh ke arah Ray, "Tuan Muda juga datang.."


"Eeh Tuan Bos, selamat sore.." ucap Brian dan Airin..


"Hmmm, kalian di sini juga?!!" Tanya Ray


"Iya Tuan bos," kata Airin..


"Silahkan duduk Tuan-Tuan..!!" kata Bi Nana


"Terimakasih Bi Nana, Bi Nana gak berubah sama sekali," ucap Ray, lalu Bi Nana mendekat ke arah Zuy.


"Zuy, Atasan kamu ini kenapa bisa kenal Bi Nana? apa kamu sering cerita soal Bi Nana?!!" tanya Bi Nana kebingungan.


"Bi Nana, Ini Tuan ...," Zuy Belum selasai jelasin, langsung di potong sama Ray


"Hmmm maaf Bi, saya belum ngenalin diri ya, Nama saya Rayyan G Michael.." Ray memperkenalkan diri


"Namanya kaya Bi Nana ingat, tapi dimana ya.." Bi Nana mencoba mengingatnya..


"Bi Nana, Ini Tuan Muda kita yang dulu, Tuan muda Ray, anak Mr. Michael dan Mrs Candika.." jelas Zuy


"Apa?!!" Bi Nana langsung terkejut, lalu tiba-tiba..


Praaaang


Suara nampan yang di pegang Bi Nana jatuh, Bi Nana pun mendekati Ray.


"Ka-kamu Tuan muda Ray, beneran ini Tuan muda Ray?!!" tanya Bi Nana sambil memegang Ray.


"Iya ini Ray, anak Kecil yang dulu," jawab Ray

__ADS_1


Lalu Bi Nana memeluk Ray dan semuanya pada terkejut...


*Bersambung...


__ADS_2