Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Senior dan Awal Persahabatan..


__ADS_3

**** WARNING...!!! *****


jangan lupa Like Rate Vote Kakak.. 😊


<<<<<


"Bryllian? siapa dia Tuan?" tanya Davin


"Dia seniorku saat aku kuliah di Inggris dulu.."


Lontar Ray sambil menopang dagunya, mendengar itu Davin pun menatap ke arah Ray dengan penuh tanya.


"Senior? apa aku pernah bertemu dengannya Tuan Ray?" tanya Davin


Ray pun menggelengkan kepalanya, "Tidak, Kak Davin belum pernah bertemu dengan Bryllian Hyeong, hanya Kak Yiou yang bertemu dengannya satu kali, saat mengantarku ke rumah waktu itu," jelas Ray.


*********


°Beberapa Tahun Sebelumnya...


INGGRIS


Saat itu Ray baru sebulan melanjutkan pendidikannya di Inggris, atas permintaannya sendiri, tentu saja karena Ray anak laki-laki kebanggaan Daddy-nya, jadi ia di izinkan untuk kuliah di sana. Selama di Inggris Ray tinggal dengan Tantenya yaitu Yiou yang sekarang menjadi pemilik Boutique Fashion CZV.


Selama Ray Kuliah di sana, banyak sekali para wanita ingin mendekatinya, dan bahkan ada yang sampai mengutarakan perasaannya padanya. Namun Ray selalu bersikap dingin terhadap para wanita itu, setiap kali ada yang mendekatinya, ia selalu memberikan tatapan tajam dan penolakan secara terang-terangan.


Pada suatu hari, ketika Ray sedang duduk di taman sambil membaca buku, sebenarnya sih dia hanya sedang melihat foto seseorang yang di rindukannya, (Zuy masih kecil) lalu tiba-tiba seorang wanita datang menghampirinya.


"Euuum Rayyan..." sapa wanita itu.


Ray pun hanya menoleh sekilas, lalu ia kembali membaca bukunya. Namun tiba-tiba wanita itu duduk di samping Ray dan merangkul lengan Ray, sontak membuat Ray terkejut dan langsung menarik lengannya sendiri dari tangan wanita tersebut.


"Rayyan, kenapa kamu begitu dingin terhadapku, aku benar-benar menyukaimu, hiks, hiks.." tangis wanita itu.


"Tapi aku tidak menyukaimu, Bye.." tegas Ray singkat, lalu ia pergi meninggalkan wanita itu.


°Malam hari...


Saat itu Ray baru saja dari suatu tempat dan hendak pulang ke rumah dengan mengendarai motor sport warna merah miliknya. Lalu saat di tengah jalan, ia di hadang oleh beberapa orang, sontak membuat Ray terkejut dan langsung menghentikan laju motornya.


"Ada perlu apa kalian menghadangku?" tanya Ray yang masih duduk di motornya.


Lalu seorang datang dan melewati para penghadang Ray.


"Keperluan mereka adalah ingin memberimu pelajaran, supaya kau tidak semena-mena terhadap Pujaanku, kau telah membuat pujaanku menangis, jadi sekarang aku akan membuatmu menangis darah," gertak Pria tersebut.


"Ciih, jadi kau budak wanita tadi itu, dia yang menangis sendiri, kenapa aku yang di salahkan, lagian juga harusnya kau beri tahu dia, jangan suka menggoda orang," celetuk Ray sambil tersenyum smirk.


Celetukan yang di lontarkan dari Ray, membuat pria itu sangat marah, "Tsk, kurang aj*r, kalian beri dia pelajaran..!!" perintahnya.


Sesuai perintah dari Pria itu, mereka pun langsung menyerang Ray, membuat Ray menjatuhkan motornya dan melayani mereka.


Duaak..


Satu pukulan dari Ray mendarat ke wajah salah satu penyerang itu, dan beberapa pukulan lainnya mengenai semuanya. Akan tetapi saat semuanya hampir tumbang oleh Ray, tiba-tiba Pria itu memukul Ray dari belakang dan membuat Ray tersungkur, saat hendak bangun, lengan Ray sudah di pegangi oleh beberapa orang.


Satu pukulan dari Pria itu mendarat ke Pipi Ray, membuat wajah Ray menjadi lebam dan sudut bibirnya berdarah.


"Rasakan kau, wajahmu yang sok tampan akan ku bikin rusak," pekik Pria itu.


Bukannya takut, Ray malah tersenyum Smirk, "Heh, pukulanmu tak sebanding dengan ocehanmu ya," celetuk Ray.


Lagi-lagi Pria itu marah karena celetukan dari Ray, ia pun langsung melayangkan pukulannya kembali. Akan tetapi...


Tiba-tiba seseorang datang dan menendang Pria itu dari belakang, membuat Pria itu tersungkur.


"Siapa Kau?" tanya Pria itu kepada orang yang menendangnya.


"Jika kau laki-laki, jangan pernah bermain keroyokan.." celetuk seseorang itu. (BRY)


"Tsk, kurang aj*r..!!" sergah Pria tersebut, kemudian ia pun langsung menyerang orang yang menendangnya. (BRY)


Bugh...


Lalu selagi ada kesempatan, Ray pun langsung melepaskan dirinya dari pegangan orang-orang tersebut. Baku hantam pun terjadi lagi, dan dengan bantuan dari seseorang itu, mereka pun akhirnya tumbang, namun Pria tadi malah kabur entah kemana.


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya seorang itu sambil memberikan kalung milik Ray yang terjatuh.


"Aku tidak apa-apa, terimakasih telah menolongku," ucap Ray.


Lalu ia pun memapah Ray menuju ke suatu tempat, ternyata dia membawa Ray ke taman dekat sana, ia pun mendudukan Ray di kursi panjang yang berada di sana, lalu ia mendekati mesin minuman otomatis yang tak jauh dari sana, tak lama kemudian...

__ADS_1


"Ini untukmu..." katanya sambil memberikan minuman kaleng dingin yang ia dapat dari mesin minum otomatis.


"Terimakasih banyak.." ucap Ray, lalu Ray menempelkan minuman kaleng dingin itu ke wajahnya.


Kemudian ia pun duduk di samping Ray, "Caramu bertarung tadi sungguh mengagumkan, hanya saja tadi kau kurang waspada," paparnya.


"Heh, cara bertarungmu juga bagus," ucap Ray


Mendengar itu, ia pun menyunggingkan senyuman manisnya, lalu ia mengulurkan tangannya.


"Perkenalkan namaku Bryllian Alden Harrison." jelasnya, Ray pun membalas uluran tangan dari Bryllian.


"Rayyan.. Rayyan G Michael," kata Ray


Itulah awal perkenalan mereka, walaupun mereka kuliah di jurusan yang sama, akan tetapi status mereka adalah Senior dan Junior. Setelah lama mereka berbincang, Ray pun bergegas pulang, dan di antar oleh Bryllian.


••••••••••••••


°Rumah Yiou


Setelah sampai di rumah Yiou, belum juga Ray mengetuk pintu, tiba-tiba Yiou membuka pintunya.


"Cold Man, darimana saja kamu baru pulang, dan lagi kenapa dengan wajahmu itu," kata Yiou yang panik.


Namun Ray hanya terdiam, tanpa bicara apa-apa, membuat Yiou sedikit kesal.


"Ini anak, benar-benar Cold Man.." pekik Yiou.


"Euum maaf, kalau mengganggu, tapi saya harus segera pulang," sela Bryllian


Yiou pun langsung menoleh ke arah Bryllian, "Hmmm, kamu yang sudah ngantar Cold Man ini, terimakasih banyak.." ucap Yiou


"Bryllian Hyeong, terimakasih.." ucap Ray sambil tersenyum.


"Iya, istirahatlah.." kata Bryllian.


Bryllian pun pergi, sedangkan Ray dan Yiou masuk ke dalam rumah.


Setelah kejadian itu, mereka sering bertemu di taman itu dan juga di Perpustakaan, bisa di sebut juga mereka menjadi teman, dan Ray pun memanggilnya Bryllian Hyeong dan Bryllian memanggil Ray dengan sebutan Cold Man.


Akan tetapi pertemuan dan persahabatan mereka hanya sampai 5 bulan, karena Ray harus pindah ke Amerika atas permintaan dari Daddy nya yaitu Michael.


^^^^^^^^***^^^^^^


"Iya, untung aja waktu itu dia datang, kalau tidak, entah apa yang terjadi, walau sudah lama tidak bertemu, dia masih ingat padaku, panggilan Cold Man, membuatku mengingat Bryllian Hyeong," jelas Ray.


"Oh, Syukurlah masih ada yang mau bersahabat dengan orang dingin seperti anda," ceplos Davin.


Mendengar itu, Ray pun langsung menatap tajam Davin, "Kau bilang apa barusan?"


"Ahahaha, tidak-tidak.." ucap Davin sambil menggelengkan kepalanya. Lalu kemudian...


Ting Tong..


Suara bel pintu berbunyi, Ray pun langsung beranjak dari tempat duduknya menuju ke arah pintu, setelah itu membukakan pintunya.


Cekleeek


Ternyata yang datang benar-benar Zuy..


"Ah maaf Tuan Muda, Zuy baru pulang.." ucap Zuy sambil membawa barang yang ia beli tadi.


"Iya gak apa-apa Kak, ayo masuk..!!"


lalu Ray mengambil barang yang di tangan Zuy dan membawakannya.


"Tuan Muda, Zuy bebersih dulu ya, habis itu Zuy siapin makanan," papar Zuy.


"Baiklah Kak."


Zuy pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


****************


°Rumah Dimas


Setelah kejadian di tempat makan tadi, Bunda Artiana pun jadi sering terdiam, membuat Dimas dan Eqitna (istri Dimas) kebingungan.


"Bunda kenapa?" tanya Eqitna pada Dimas.


"Aku gak tahu Mih," singkat Dimas.

__ADS_1


Lalu Eqitna menghampiri Bunda Artiana, "Bunda, ada apa? kenapa semenjak pulang belanja, Bunda jadi terdiam gini, apa Bunda sakit? kalau Bunda sakit, biar Eqi periksa ya."


Bunda Artiana pun menggelengkan kepalanya, "Tidak, Bunda tidak sakit Eqi, Bunda hanya kepikiran gadis yang mirip dengan Maria tadi," jelas Bunda Artiana


Mendengar penjelasan Bunda Artiana, Eqitna pun melihat ke arah Dimas, lalu Dimas langsung duduk mendekat ke Bunda Artiana.


"Bunda, apa yang Bunda pikirkan tentang wanita yang mirip dengan Kakak itu?" tanya Dimas sambil merangkul pundak Bunda Artiana.


"Dimas, tadi anak itu bilang bahwa usianya hampir menginjak 29 tahun kan, Bunda baru ingat, dulu sebelum Maria di bawa oleh laki-laki itu, ia mempunyai seorang anak yang masih berusia 2 bulan, dan Maria terpaksa meninggalkan anak itu," ujar Bunda Artiana


"Jadi maksud Bunda?" tanya Dimas yang kebingungan


Bunda Artiana pun melihat ke arah Dimas dan memegang bahunya.


"Dimas, jadi kemungkinan dia itu anak Maria, dia itu cucu pertamaku Dimas, Eqitna.." jelas Bunda Artiana


Dimas dan Eqitna pun terkejut mendengar penjelasan dari Bunda Artiana.


"Bunda, apa Bunda yakin kalau dia anak Kak Maria?" tanya Dimas


"Iya Dimas, Bunda sangat yakin, perasaan Bunda mengatakan bahwa dia itu punya ikatan darah dengan kita," ujar Bunda


Dimas lalu menundukkan kepalanya, "Bunda, sekarang Dimas mau bertanya pada Bunda, kenapa pas Bunda tahu kalau Kak Maria punya anak, Bunda tidak mencarinya dan membawanya ke keluarga kita?" tanya Dimas


"Dimas, Bunda sudah mencarinya diam-diam tanpa sepengetahuan Ayahmu, akan tetapi banyak yang bilang kalau suaminya Maria yang dulu sudah pindah dan membawa anak itu pergi, dan satu lagi Ayahmu tidak pernah mau mengakui anak Maria, hanya karena Maria menikahi pemuda miskin," jelas Bunda Artiana


Seketika air mata Dimas dan Eqitna pun mengalir, begitu juga dengan Bunda Artiana.


"Dimas, Bunda mohon, kamu cari informasi tentangnya, jika itu benar-benar anak dari Maria, Bunda akan bahagia dan Bunda akan menebus kesalahan Bunda terhadapnya, Bunda mohon Dimas," pinta Bunda Artiana


"Iya, nanti Dimas akan cari informasi tentang wanita itu, ini sudah larut, Bunda istirahatlah, soalnya bentar lagi Dimas harus ke rumah sakit, ada Pasien yang membutuhkan Dimas," tutur Dimas.


Bunda Artiana pun menganggukkan kepalanya, lalu ia beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke arah kamarnya dengan bantuan Eqitna.


"Kenapa masalah ini baru di ceritakan padaku Bunda," gerutu Dimas, ia pun berjalan menuju ke kamarnya.


**************


Rumah Ray


Malam pun semakin larut, waktu menunjukan pukul 02.35 Am. Zuy yang saat itu sedang tidur lelap, tiba-tiba ia terbangun karena mimpi.


Lalu Zuy pun langsung mengganti posisinya menjadi duduk sambil memeluk lututnya.


"Kenapa aku mimpi Nyonya tadi, rasanya dadaku sakit banget, saat melihat ia menangis karena ingin bertemu dengan anaknya, apa Mamah juga sepertinya, merindukan anaknya," lirih Zuy. Tak terasa air matanya pun mengalir membasahi pipinya.


Hiks..


"Mamah, kapan Zuy bisa bertemu dengan Mamah, walaupun hanya sedetik, walaupun hanya mimpi juga tidak apa-apa, asal Zuy bisa melihat bagaimana wajah Mamah, Zuy ingin bertemu dengan Mamah, Zuy ingin merasakan pelukan dari seorang Mamah. Banyak yang bilang kalau pelukan dari seorang Mamah bisa membuat tenang dan nyaman, apa rasanya sama seperti Bi Nana memelukku, Mah, hiks..." ungkap Zuy sambil menangis.


Sementara itu, Ray juga terbangun dari tidurnya, karena tiba-tiba perasaanya tidak enak, ia pun segera bangkit dari posisinya dan duduk di tepi tempat tidurnya. Lalu ia pun mengambil gelas di atas nakas, akan tetapi gelas itu kosong, sehingga ia harus keluar dari kamar dan menuju ke dapur.


Saat sudah berada di dapur, ia pun langsung menuangkan air minum ke dalam gelas dan langsung meneguknya. Saat hendak berjalan kembali menuju ke ruang tengah, tiba-tiba Ray mendengar suara wanita menangis, ia sempat ketakutan, karena ia mengingat tentang kejadian di taman hiburan waktu itu. Lalu perlahan-lahan ia memberanikan dirinya dan mengikuti sumber suara tangisan itu.


Setelah di telusuri, dan sampai di depan kamar Zuy, suara itu semakin jelas, sontak membuat Ray terkejut.


"Kakak..!!"


Ray pun langsung membuka pintu kamar Zuy, karena tidak terkunci, benar saja ternyata suara tangisan itu berasal dari Zuy, Ray pun segera menghampiri Zuy.


"Kakak, kenapa menangis, apa yang terjadi?" tanya Ray


Mendengar suara Ray, Zuy pun mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Ray.


"Tuan Muda..!!" sahut Zuy dengan raut wajah yang sedih dan penuh dengan air mata.


Dengan sigap Ray langsung memeluk Zuy yang tengah menangis itu.


"Kakak jangan sedih, ada Ray di sini, tapi kalau menangis bisa membuat Kakak tenang, maka menangislah di pelukan Ray," tutur Ray sambil mengelus kepala Zuy.


Mendengar tuturan Ray, Zuy pun menangis sejadi-jadinya di pelukan Ray. Sedangkan Ray terus memeluknya dengan erat dan mencium puncak kepala Zuy.


"Kakak, Ray akan selalu di sini dan akan selalu melindungi Kakak.."


**Bersambung


Yuk siapa yang kepo dengan Bryllian, Bisa mampir ke Novel Kakak Author tersayang... 👇👇



^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Salam Author... 😉✌😉✌


__ADS_2