
***** WARNING..!!! ******
<<<<<
"Kenapa tiba-tiba tenggorokanku seperti ini, ini persis kejadian yang aku alami waktu itu, saat tidak sengaja memakan udang, walau hanya sedikit saja, apa jangan-jangan sup ini ..., ah kepalaku kenapa terasa sakit begini," batin Zuy, ia pun memegangi kepalanya. Lalu tiba-tiba...
Bruuuuugggh....
"Kakaaaaaak....!!!!"
Ray sangat terkejut melihat Zuy tiba-tiba tak sadarkan diri, tubuhnya tumbang menimpa Davin.
"Zuy, kamu kenapa, Zuy...!!!" Davin mengguncangkan tubuh Zuy.
Dengan sigap Ray mengangkat Zuy, dan menaroh di pangkuhannya, lalu ia mendekap tubuh Zuy dengan erat.
"Apa yang terjadi padanya Tuan Ray?" tanya Pak Wildan yang ikut terkejut.
Sedangkan Linda dan Erlin mereka saling menatap satu sama lain. Lalu kemudian..
"Tuan Ray, apa yang terjadi padanya, kenapa dia tiba-tiba pingsan?" Erlin pun berpura-pura, padahal batinnya berkata, "Yes, ternyata dia benar-benar alergi terhadap udang, ini balasan untukmu OB sudah mengambil semua apa yang harusnya jadi milikku."
•••••••••••••
°Beberapa saat sebelumnya...
Erlin bergegas pergi setelah melihat kemesraan yang tunjukan Ray kepada Zuy, ia nampak sangat kesal dan kecewa, harapannya ingin membuat Ray terpesona melihatnya malah pupus gara-gara Zuy.
Erlin terus berjalan dan meninggalkan tempat acaranya, sehingga membuat semua tamu bertanya-tanya, lalu Pak Wildan menyuruh Linda menyusul Erlin. Sedangkan Pak Wildan menenangkan para tamu yang hadir, supaya mereka tidak berfikir macam-macam tentang anaknya.
`Dapur
Ternyata Erlin pergi ke dapur, disana ia marah-marah gak jelas, sambil menjatuhkan barang yang berada di sana, membuat para pelayan yang bekerja di dapur merasa kebingungan. Linda yang melihat Erlin marah-marah, ia pun segera menenangkannya.
"Erlinda tenangkan dirimu, jangan seperti ini sayang, Mami tahu kamu sangat marah, begitu juga dengan Mami, tapi kamu harus tau situasinya Erlin, ini adalah hari ulang tahunmu, banyak tamu-tamu kalangan atas yang datang sayang," tutur Linda sambil mengelus kepala Erlin.
"Tapi Mam, Erlin benar-benar kecewa dan malu Mam, semua pujian yang harusnya untuk Erlin malah berpindah, lalu Tuan Ray juga malah lebih perhatian pada dia, pokoknya semua harapan yang Erlin inginkan malam ini, pupus semua gara-gara si OB j*lang itu," pekik Erlin sambil menangis.
"Sudah kamu jangan nangis, dan sekarang apa yang akan kamu lakukan Erlin, apa kamu ingin membalasnya?" tanya Linda mengusap air matanya Erlin
Erlin pun menganggukkan kepalanya dengan cepat, "Iya Mam, Erlin ingin membalasnya karena sudah merebut kebahagian Erlin."
"Kalau kau mau membalas rasa sakitmu ini, pakailah cara halus sayang, " tutur Linda
"Maksudnya Mam?" tanya Erlin
Linda lalu memegang pundak Erlin, "Sayang, apa kamu tahu makanan yang tidak ia sukai, yang bisa buat alergi, kita bisa membalasnya dengan cara itu," ujarnya.
"Ah Erlin jadi ingat sesuatu Mam, dia katanya sangat alergi terhadap seafood apalagi udang," jelas Erlin.
"Nah bagus itu," kata Linda
Lalu mereka menghampiri salah satu pelayan yang bertugas di dapur.
"Ada apa Nyonya datang kesini?" tanya pelayan tersebut.
Linda lalu memberikan uang pada pelayan tersebut, dengan syarat agar ia di buatkan sup dengan menambahkan kaldu udang ke dalam sup tersebut. Pelayan itu pun menuruti perintah Linda.
"Serahkan padaku Nyonya.." ucap Pelayan itu, ia pun segera menjalankan perintah dari Linda.
"Nah sayang sekarang udah selesai, tinggal tunggu hasilnya nanti, ayo kita ke kamar sebentar untuk merapihkan riasanmu lagi," tutur Linda
Erlin pun menganggukkan kepalanya, mereka bergegas menuju ke kamar. Tak lama kemudian, Erlin dan Linda pun keluar dan melanjutkan acaranya.
Saat penjamuan tiba, Zuy pun ikut bergabung bersama Ray dan yang lainnya, mereka di layani oleh para pelayan, lalu salah satu pelayan suruhan Linda memberikan sup tersebut pada Zuy dan juga yang lainnya. ia lalu menyantap sup tersebut, ia tidak menyadarinya bahwa sup yang ia makan telah tercampur dengan bahan makanan yang membuatnya Alergi, yaitu udang walaupun hanya kaldunya saja.
Linda dan Erlin yang melihat Zuy sedang menikmati sup tersebut langsung menyunggingkan senyuman miringnya.
"Heh, kena kamu wanita j*lang," batin Erlin.
•••••••••••••••••
"Kakak ayo bangun..!!" ucap Ray yang mulai panik
"Rayyan, lebih baik kamu bawa Zuy ke rumah sakit..!!" suruh Pak Willy.
Ray hanya menganggukkan kepalanya saja, lalu tiba-tiba..
"Aaah Tuan Ray lihatlah, ada bintik merah muncul di bagian wajah dan lehernya," teriak Erlin dengan sengaja supaya memancing orang untuk melihatnya.
Benar saja, mendengar teriakan Erlin, membuat para tamu itu penasaran dan langsung melihat ke arah Zuy. Betapa terkejutnya mereka melihat bintik merah muncul di badan Zuy, ada yang perhatian, ada juga yang merasa jijik. gunjingan pun di lontarkan para tamu tersebut.
Mendengar itu, Ray mendengus kesal, ia langsung melepaskan jasnya untuk menutupi tubuh Zuy.
"Kak ayo kita ke rumah sakit..!!" perintah Ray ke Davin, lalu ia segera menggendong Zuy, namun saat Ray hendak berdiri dari tempat duduknya, tiba-tiba...
"Tunggu sebentar Tuan Ray," pinta Davin.
__ADS_1
"Ada apa lagi, kita harus cepat ke rumah sakit," pekik Ray.
Lalu Davin menyodorkan mangkuk sup bekas Zuy makan ke arah Ray, Ray langsung mengerti apa maksud Davin, ia pun lalu mencoba sup bekas Zuy makan tadi.
Melihat Ray mencoba sup itu, Erlin pun merasa ketakutan, takut ketahuan oleh Ray kalau itu adalah ulahnya. Ia langsung mendekati Linda.
"Mi, bagaimana ini kalau Tuan Ray mengetahuinya, aku gak mau dia membenciku Mi," bisik Erlin
"Kamu tenang saja sayang, Mami yakin dia tidak akan tahu, percaya pada Mami," Linda pun menenangkan Erlin.
Setelah mencobanya, Ray langsung melempar mangkuk itu ke lantai, sontak membuat semua orang terkejut. Ia segera berdiri dari tempat duduknya sambil menggendong Zuy.
"Kak Davin Ayo..!!" ajak Ray.
"Baik Tuan Ray.." Davin menganggukkan kepalanya, lalu ia beranjak dari tempat duduknya, dan bergegas keluar untuk mengambil mobilnya.
"Om Willy, Ray duluan ya.."
"Iya Rayyan, hati-hati dan tenangkan dirimu Rayyan," ucap Pak Willy.
Ray menganggukkan kepalanya, lalu ia berjalan menuju keluar.
"Sebenarnya hubungan Tuan Ray sama wanita itu apa Pak Willy?" tanya Pak Wildan.
"Kalau itu saya tidak bisa menjawabnya," jawab Pak Willy.
••••••••••••
Setelah berada di luar, dan mobil sudah terparkir di depannya, Davin segera membukakan pintu mobilnya, sebelum Ray masuk ke mobil, ia memasukkan Zuy ke mobil, setelah itu ia langsung segera masuk, Davin lalu menutup pintu mobilnya dan ia langsung menyusul masuk.
Ray mengangkat tubuhnya Zuy dan menaroh kembali di pangkuhannya.
"Kak, kita ke rumah sakit..!!" perintah Ray.
"Baik Tuan Ray.." Davin langsung melajukan mobilnya dengan cepat.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Selama di perjalanan, Ray terus saja memeluk tubuh Zuy yang tengah tak sadarkan diri itu.
"Kak, jangan bikin Ray takut," lirih Ray sambil memandangi wajah Zuy.
"Tuan Ray, anda harus tenang dulu, Zuy pasti akan baik-baik saja," kata Davin menenangkan Ray.
"Bagaimana aku bisa tenang, dia tidak sadarkan diri seperti ini, kalau aku tahu sup itu ada rasa udangnya, pasti aku akan melarang Kak Zuy untuk memakannya," sergah Ray.
"Berarti anda sudah tahu kalau Zuy itu alergi terhadap udang?" tanya Davin.
"Soal itu aku tahu dari ...," Davin belum sempat menjelaskan, lalu tiba-tiba...
"Itu karena aku yang memberitahunya Tuan Muda," suara Zuy dengan nada serak.
"Oh begitu," lirih Ray yang belum menyadari, "Hmmmm...," ia pun menoleh ke arah Zuy yang sudah menatapnya dari tadi. Lalu kemudian..
"Kak Zuy, Kakak akhirnya sadar juga, Kakak sudah membuat Ray khawatir," ungkap Ray sambil memeluk Zuy.
"Tuan Muda, jangan seperti ini, Zuy gak bisa nafas nih, Zuy dari tadi gak kenapa-napa Tuan Muda, Zuy hanya memejamkan mata saja karena gak kuat nahan sakit kepala," ujar Zuy
"Iya Tuan Ray, makanya tadi aku nyuruh anda tenang," ujar Davin.
"Kalian bisa jelaskan apa maksud dari semua ini?" tanya Ray yang mulai penasaran.
Zuy lalu memegang pipi Ray, "Tuan Muda, nanti Zuy akan jelaskan semuanya, tapi bisakah anda membawa Zuy ke rumah sakit HR, soalnya Zuy udah gak kuat nahan panas dan gatalnya," pinta Zuy.
"Baiklah Kak, Kak Davin kita ke rumah sakit HR, cepat..!!" titah Ray, lalu Davin melajukan mobilnya dengan cepat.
********
Rumah Sakit HR
Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di rumah sakit, Ray segera turun dari mobilnya di susul dengan Zuy. Saat Zuy sudah turun dari dari mobil, Davin pun langsung bergegas menuju ke tempat parkiran untuk memarkirkan mobilnya itu. Namun tiba-tiba Ray menggendong Zuy dengan gaya bridal Style, sontak membuat Zuy terkejut.
"Tu-Tuan Muda, apa yang anda lakukan, cepat turunkan Zuy, Zuy bisa jalan sendiri Tuan.." pinta Zuy
"Kakak diam saja, simpan tenaga Kakak itu," tutur Ray sambil berjalan ke arah pintu masuk rumah sakit.
"Anda suka seenaknya saja," gumam Zuy sambil memalingkan pandangannya
"Ray begini juga karena Kakak," papar Ray.
Tak terasa ia sudah melewati pintu masuk dan menuju ke Resepsionis.
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya pegawainya.
"Euuum, Tuan Muda bisakah anda menurunkanku, lihatlah dari tadi kita jadi pusat perhatian," ujar Zuy.
Namun Ray tidak mendengarkan kata Zuy, ia tetap menggendong Zuy.
__ADS_1
"Ah maaf mengganggu, apa ada yang bisa kami bantu?" pegawai itu pun bertanya kembali.
"Maaf Pak, apa Dokter Arif ada?" tanya Zuy
"Oh Dokter Arif, dia lagi ...,"
"Ada apa mencari saya?" tanya seseorang yang berada di belakang Ray. Mendengar itu Ray pun langsung menoleh ke belakang.
"Anda Dokter Arif?" tanya Ray
"Iya saya Dokter Arif, hmmm..." Dokter pun melihat ke arah Zuy yang sedang di gendong oleh Ray, "Lho Zuy, apa yang terjadi?"
"Dia tidak sengaja makan udang," jawab Ray
Mendengar jawaban dari Ray, Dokter pun terkejut, "Apa.., ayo ikut saya..!!" ajak Dokter Arif. Mereka menuju ke ruang IGD
Ruang IGD
Ray membaringkan Zuy di atas tempat tidur yang tersedia di ruang tersebut, lalu Dokter Arif langsung memeriksa Zuy.
"Lagi-lagi begini ya, untung ini gak parah seperti waktu itu," ujar Dokter.
"Ya mau gimana lagi Dok, hehehe.." papar Zuy
"Hmmm maaf menyela, kalian saling mengenal?" tanya Ray
Dokter Arif pun langsung menoleh ke arah Ray, "Iya, saya Dokter pribadi Pamannya Zuy," jelas Dokter.
"Oh begitu ya," lirih Ray
"Hmmm, Zuy kamu harus di infus ya..!" tutur Dokter.
Zuy hanya menganggukkan kepalanya, lalu suster pun datang dan memasang jarum infus ke lengan Zuy. Setelah selesai, Suster itu langsung keluar dari ruangan tersebut.
"Lalu berapa lama dia di rawat?" tanya Ray
"Tunggu sampai cairan yang di botol habis, baru dia boleh pulang," ujar Dokter sambil memberikan salep pada Ray.
"Ini untuk apa Dok?" tanya Ray
"Kamu oleskan salep ini pada bintik merah yang ada di wajah Zuy," titah Dokter.
"Baiklah Dok.." ucap Ray.
"Yaudah kalau begitu, aku keluar dulu ya, lagian gak enak mengganggu orang yang lagi kasmaran," celetuk Dokter sambil berjalan menuju keluar ruangan.
"Si-siapa yang kasmaran Dok..!!" seru Zuy.
Lalu Ray menghampiri Zuy dan duduk di dekat Zuy, ia pun membuka tutup salep itu, dan mengambil isinya menggunakan jari telunjuknya dan mengoleskan salep itu ke bagian wajah dan leher Zuy yang terdapat bintiknya.
"Tuan Muda, maaf ya, lagi-lagi Zuy merepotkan anda.." ucap Zuy.
Ray pun menatap Zuy, "Hah.. lagi-lagi kakak bicara seperti itu, ini udah kewajibanku Kak, dan lagi sekarang Kakak hutang penjelasan padaku, sebenarnya apa yang terjadi tadi, kenapa Kakak begitu ceroboh memakan sup itu, apa Kakak gak tahu kalau sup itu mengandung udang?"
"Sebenarnya Zuy tidak tahu Tuan, karena tidak ada bau udang di sup Itu, dan baru kerasa saat sup itu sudah hampir habis, makanya pada saat tubuhku kehilangan keseimbangan, Zuy sengaja menimpa Pak Davin dan langsung memberitahu Pak Davin soal sup itu," jelas Zuy.
"Oh jadi seperti itu, apa pelakunya wanita itu?" tanya Ray
"Zuy kurang tahu Tuan, ya kalau beneran pelakunya Nona Erlin, mungkin dia hanya kesal karena Zuy dekat dengan Tuan," ungkap Zuy.
"Apa hubungannya dengan wanita itu, kenapa dia kesal sama Kakak?" tanya Ray.
"Ya karena Nona Erlin menyukai anda Tuan Muda," ujar Zuy
"Kalau itu Ray juga tahu Kak, tapi Ray tidak peduli, yang Ray mau hanya Kakak," ungkap Ray
"Tapi Tuan Muda, dia kan cantik anak orang kaya, sama seperti Mrs Kimberly, sedangkan Zuy hanya wanita biasa yang kerjaannya cuma jadi OB, usia Zuy juga lebih tua dari anda Tuan Muda," jelas Zuy.
"Lalu..."
Zuy pun menundukkan kepalanya, "Euum apa Tuan Muda tidak mempertimbangkannya lagi keputusan Tuan Muda memilih Zuy, soalnya Zuy takut, kalau suatu hari nanti Tuan Muda menyesal telah memilih wanita miskin seperti Zuy, dan kemudian Tuan Muda akan ...," ungkap Zuy, namun sesaat ia terdiam, lalu...
Tiba-tiba Ray menarik pelan rahang Zuy, dan kemudian ia dengan sengaja mencium Bibir Zuy, sontak membuat Zuy terkejut, Zuy dengan kuat mencoba melepaskannya, namun ciuman Ray malah semakin dalam, membuat Zuy tak berdaya dan tenggelam dalam ciuman maut Ray. Tak lama kemudian Ray pun menghentikan aksinya. Lalu....
"Ciuman ini untuk membuktikan kepada Kak Zuy, bahwa Ray sangat serius dengan keputusan Ray memilih Kakak sebagai pendamping hidupku selamanya."
***Bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Catatan Tambahan
Saat itu Davin yang telah memarkirkan mobilnya, ia bergegas masuk ke dalam rumah sakit, lalu kemudian menuju ke ruang IGD dimana Zuy di rawat. Saat sudah berada di dalam ruang IGD, ia terkejut melihat adegan Ray ciuman dengan Zuy. Sontak ia langsung buru-buru keluar dari ruangan itu.
"Aku gak lihat apa-apa, aku gak lihat apa-apa..." ucapnya sambil menutup matanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌