
<<<<
Michael pun memegang kepalanya dan berkata"Gara-gara kamu dan Maria yang gak sabaran, Ray jadi marah padaku, dan sekarang dia tidak bisa di hubungi."
"Apa..!!"
"Walaupun Ray bukan anakmu, tapi bisakah kau tidak mengatur hidupnya, biarkan Ray yang memutuskannya sendiri," gerutu Michael
Liora pun menangis, "Honey, I'm sorry... aku memang bukan Momy kandungnya Ray, tapi asal kamu tahu aku sangat menyayangi Ray dan Lesya, aku ingin yang terbaik untuk anak-anak apa itu salah, aku selalu sayang pada anak-anakmu, walau mereka tidak terlahir dari rahimku, tapi malah ..., Hiks.. " ujarnya.
Michael yang melihat Liora menangis, ia pun langsung memeluknya, "I'm sorry Momy, aku tidak bermaksud membuatmu menangis, terimakasih sudah menjadi Momy untuk Ray dan Lesya," ungkap Michael.
Liora pun membalas pelukan Michael, "Hiks, tolong jangan seperti ini lagi honey," tutur Liora, "Yaudah nanti kita hubungi Ray lagi, sekarang kamu istirahat ya Honey..!!" suruh Liora
"Iya baiklah.." kata Michael, ia pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamar.
"Sudah ku duga pasti anak si*l itu akan menentang.. ah dasar Maria bodoh harusnya ngomong ke Ray-nya nanti saja , kalau begini aku juga susah, tapi untungnya aku masih punya cara lain, anak si*l akan ku pastikan kau akan menikahi Kimberly," gumam Liora, ia pun menyusul Michael ke kamar.
******
Rumah Ray
Setelah beberapa saat kemudian, Ray pun terbangun dari tidurnya.
"Hmmm Kak Zuy," lirih Ray yang masih setengah sadar karena baru bangun tidur, lalu ia pun langsung beranjak dari tempat tidurnya, dan ia pun berjalan keluar dari kamarnya.
"Kak Zuy, Kakak dimana.." seru Ray sambil menuruni tangga.
Mendengar panggilan dari Ray, Zuy pun menghampirinya, "Tuan anda sudah bangun, ada apa Tuan memanggil saya?" tanya Zuy.
Ray pun langsung menghela nafasnya, "Hah Syukurlah, aku pikir Kakak pergi," kata Ray, Zuy pun hanya tersenyum.
"Tuan Muda sudah bangun, gimana keadaan anda Tuan Muda?!!" tanya Bi Nana
Ray terkejut melihat Bi Nana ada di rumahnya, "Lho Bi Nana ada di sini, kapan datang Bi?!!" tanya balik Ray
"Udah dari tadi Bi Nana ada di sini, tapi Tuan Muda malah tidur, terus juga Nara masih tidur jadi ya Bi Nana di sini dulu sekalian nemenin Zuy," ujar Bi Nana
Raut wajah Ray berubah, ia sangat gembira orang-orang yang di sayangi dulu hadir lagi di rumahnya, berasa kembali seperti dulu lagi, Ray langsung memeluk Bi Nana.
"Bi Nana terimakasih banyak, Bi Nana masih peduli dengan Ray," ucap Ray
Bi Nana pun membalas pelukan Ray, "Iya sama-sama Tuan, Bi Nana senang Tuan Muda gak melupakan Bi Nana dan Zuy," kata Bi Nana.
"Ray sampai kapan pun juga tidak akan melupakan Bibi, terutama Kak Zuy," ujar Ray melihat ke arah Zuy sambil tersenyum.
"Tuan Muda," lirih Zuy
Kruyuuuuuuuk... (suara perut Ray)
Zuy mendengar bunyinya, langsung membalikan badan dan tangannya menutupi mulut karena menahan ketawa. Melihat gelagat Zuy, Ray mengerutkan dahinya.
"Kakak kalau mau ketawa ya ketawa aja Kak, huh.." gerutu Ray
__ADS_1
"Ah maaf Tuan Muda," ucap Zuy
Bi Nana pun ikut terkekeh, "Hihihi, yaudah ayo kita makan bersama!!" ajak Bi Nana.
Mereka pun langsung ke meja makan, setelah berada di meja makan, Bi Nana pun langsung mengambilkan nasi untuk Ray dan Zuy, lalu..
"Oh iya Tuan Muda, Zuy berarti dari semalam menginap di sini kan, lalu apa kalian berdua ngelakuin hal aneh, atau mungkin anda Tuan Muda ngelakuin sesuatu pada Zuy?" tanya Bi Nana sambil menatap mereka berdua bergantian.
Uhuuk...
Mendengar pertanyaan Bi Nana, Ray dan Zuy pun terkejut hingga tersedak, mereka berdua langsung mengalihkan pandangannya.
"Waduh kalau sampai Bi Nana tau aku mencium Zuy, bisa-bisa aku di marahin habis-habisan, Bi Nana yang dulu sama yang sekarang kan berbeda," batin Ray, keringatnya pun langsung bercucuran di wajah Ray.
"Lho kenapa dengan kalian? apa jangan-jangan ..." Bi Nana pun curiga melihat gelagat mereka.
"G-gak ngelakuin apa-apa Bi, kan Tuan Muda kemaren sakit dan gak sadarkan diri sampai pagi, dan juga bukan hanya kami berdua kok Bi, kan Pak Davin juga tinggal di sini," ujar Zuy sambil gemetaran.
"Oh begitu, ya Bibi cuma takut aja, kan kalian tau zaman sekarang pada gimana, Bibi cuma gak mau kalian terbawa hawa nafsu," tutur Bi Nana
"Iya Bi..." ucap Ray dan Zuy bersama.
"Yaudah kalau gitu, ayo makan..!!" suruh Bi Nana
Mereka pun langsung menyantap makanannya, beberapa saat kemudian..
"Zuy tolong beresin semuanya ya.!!" pinta Bi Nana
"Iya Bi," lalu Zuy mengambil piring bekas mereka makan dan ia pun berjalan menuju ke dapur.
"Iya Bi," kata Ray, mereka pun ke ruang utama.
Setelah di ruang utama, Bi Nana dan Ray pun langsung duduk di sofa.
"Rumah ini gak berubah sama sekali ya, masih tetap seperti dulu," ujar Bi Nana
"Ya Bi, Ray sengaja menyuruh orangnya Om Willy agar rumahnya jangan berubah, soalnya rumah ini banyak kenangannya, apalagi sama Mom," ungkap Ray
"Oh pantas saja, saat Bibi masuk ke rumah ini lagi, Bibi merasa tertegun melihatnya, Bibi sampai teringat masa lalu saat masih kerja di sini, waktu cepat berlalu Tuan Muda pun sekarang sudah se-dewasa malah sudah jadi pemimpin Perusahaan," ujar Bi Nana
"Hehehe iya Bi, ini karena hasil kerja keras Ray, dan juga karena Mom dan orang-orang yang sayang sama Ray," ungkap Ray
Bi Nana pun tersenyum, dan berkata, "Syukurlah kalau begitu Mrs Candika pasti bahagia punya anak seperti mu Tuan Muda."
Ray pun tertunduk, "Iya Bi, ya sayangnya Mom Candika gak bisa liat Ray begini," lirih Ray
Bi Nana pun memegang pundak Ray, "Sabar mungkin, walau Mrs Candika gak bisa liat kamu secara langsung, tapi dia bisa melihatmu dari sana, dia pasti bangga," tutur Bi Nana
"Iya Bi pasti, terimakasih banyak Bi," ucap Ray.
"Iya sama-sama Tuan, oh iya Bibi mau tanya sama Tuan Muda, apa hubungannya Tuan dengan Kimberly?!!" tanya Bi Nana yang penasaran.
Ray pun sontak terkejut karena pertanyaan Bi Nana, lalu ia pun menjawab, "Ray dan Kimberly hanya teman saja Bi, waktu di Amerika, Kimberly sebenarnya sepupuh dari Momy Liora, jadi Momy Liora dan Papinya Kimberly itu sodaraan."
__ADS_1
"Oh jadi seperti itu, pantesan Kimberly sering mendatangimu, ya Bi Nana tau juga dari Zuy, lalu pas di Resto juga kan kamu kesana bersama Kimberly, Aries yang cerita ke Bibi, Bi Nana pikir dia itu tunangan anda Tuan," ujar Bi Nana.
"Dia bukan tunanganku Bi, Ray gak suka dengan Kimberly, Ray hanya suka sama seseorang yang selalu berharga, mumpung Bi Nana ada di sini, Ray ingin meminta izin pada Bi Nana, tentang orang yang akan menjadi pendampingku, tapi nanti kalau urusan Ray sudah selesai," kata Ray
Bi Nana pun terkejut,"Kenapa Tuan Muda minta izin ke Bibi, lalu siapa orangnya yang akan menjadi pendampingmu Tuan?!!" tanya Bi Nana
"Ya Ray harus minta izin dulu ke Bi Nana karena orang yang Ray sukai itu ... ...," belum juga Ray menjelaskan, lalu tiba-tiba Zuy pun menghampiri mereka.
"Bi, sepertinya Nara bangun, Zuy masih nyuci piring Bi," kata Zuy.
Bi Nana pun langsung beranjak dari tempat duduk, "Sebentar ya Tuan Muda, Bibi nyamperin Nara dulu," kata Bi Nana sambil berjalan ke arah kamar belakang.
"Oh iya Bi," ucap Ray, "Hmmmm mungkin belum saatnya aku jujur ke Bi Nana," batin Ray.
"Apa yang kalian bicarakan?!!" tanya Zuy sambil mengambil cangkir minum bekas Bi Nana.
"Huh, Kakak mau tau aja," celetuk Ray
Zuy memutarkan bola matanya, "Hmmm.. gak juga, udah ah Zuy mau lanjutin cuci piring," gumam Zuy.
Ray pun mendekat ke Zuy, "Cieee marah, tadi Bi Nana bilang kalau Kak Zuy suka nangis waktu Ray pergi..." Ray mencoba menggoda Zuy.
Seketika wajah Zuy berubah memerah, "Ah mana ada, Tuan Muda bohong saja," papar Zuy
"Heh tapi benerkan, ayo ngaku..," Ray terus menggoda Zuy.
Zuy mulai sedikit kesal, "Ah Tuan Muda, udah ah Zuy mau ke dapur lagi," kata Zuy dengan wajahnya yang memerah, ia pun berjalan menuju ke dapur.
Ray lalu mengikuti Zuy, "Ayo ngaku Kakak," Ray masih tetap menggoda Zuy
"Tuan kalau masih menggoda Zuy, nanti Zuy getok pake sendok sayur ya," gerutu Zuy.
"Ampuuuun Kakak...."
Mendengar keributan, Nara pun menangis, "Hwaaaaaa"
"Kalian berdua berisik.." sergah Bi Nana.
"Maaf Bi..." ucap berdua.
*****
Sementara di tempat lain, lebih tepatnya di Restoran, Kimberly dan Maria pun sampai di tempat itu, lalu ia langsung masuk ke Restoran itu untuk menemui seseorang yang bernama YanYan.
"Mrs Kimberly di sini.." seru YanYan
Kimberly dan Maria pun menghampirinya, "Ada apa YanYan, terus kapan kamu tiba di kota ini?!!" tanya Kimberly sambil menarik kursi.
"Maaf Mrs Kimberly, tapi aku di sini karena di suruh Bos untuk menjemput anda, karena ada pemotretan di sana, lagian masa libur anda sudah habis" ujar YanYan
Raut wajah Kimberly pun berubah, "Hah kenapa harus kembali sih.." lirih Kimberly..
**Bersambung...
__ADS_1
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌