Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Kelakuan Kimberly....


__ADS_3

<<<<<


Wanita itu lalu menundukkan kepalanya.


"Kimberly, dia telah ...."


Sejenak wanita itu terdiam, akan tetapi tidak untuk air matanya yang lolos mengalir membasahi pipinya. Archo yang melihatnya pun semakin geram bahkan urat marahnya keluar di pelipis kepalanya.


"Cole....!!" seru Archo.


Cole mengangguk, seakan ia mengerti apa yang di maksud oleh atasannya. Cole lalu mendekat ke arah wanita tersebut, kemudian ia menarik kuat rambut wanita itu, sehingga ia meringis kesakitan.


Aaaaaah


"Sa-sakit! Tolong lepaskan rambut saya!" rintih wanita itu.


"Cepat katakan padaku! Apa yang sudah di lakukan oleh Kimberly terhadap mu?" sergah Archo dengan tatapan mata elangnya.


"Dia telah memfitnah saya di hadapan semuanya, bahwa saya sudah tidur dengan beberapa laki-laki dan bahkan sampai melakukan aborsi," jelas wanita tersebut.


Archo nampak terkejut mendengar penjelasan dari wanita itu, kemudian ia kembali mendekat ke arah wanita itu dan ....


Plaak...


Satu lagi tamparan keras dari Archo mendarat di pipi wanita itu, lalu ia mencengkram kembali rahang wanita tersebut.


"Aaah.... Sa-sakit Tuan!" lirihnya.


"Apa yang kamu katakan barusan itu benar? Bahwa Kimberly telah memfitnah mu seperti itu?" tanya Archo memastikan.


"Te-tentu benar Tuan, bahkan gara-gara fitnahan dari Kimberly, membuat tunangan saya memutuskan hubungannya dengan saya. Padahal sebentar lagi kami berdua akan menikah," ujar wanita tersebut.


Perlahan Archo melepaskan cengkeramannya sambil menghela nafas panjangnya.


"Haaaa.... Tapi aku masih belum percaya dengan apa yang kamu katakan barusan, dan lagi untuk apa Kimberly membuat fitnah seperti itu pada orang biasa seperti mu," cetus Archo.


"Memang sekarang orang-orang tidak mengenal saya, karena saya sudah mengubah wajah saya menjadi seperti ini. Dan asal anda tahu Tuan, sebenarnya saya adalah seorang model, sahabat sekaligus senior dari Kimberly." jelas wanita itu.


Archo menyeringai. "Heh, kamu seorang model? Apa aku tidak salah dengar?"


Wanita itu menggeleng. "Anda tidak salah dengar, Tuan. kalau anda masih belum percaya, anda bisa melihat berita tentang perselingkuhan model yang bernama Clarissa Howard. Pasti berita itu akan cepat di temukan, meskipun sudah lewat beberapa bulan yang lalu."


Pandangan Archo beralih ke arah Cole. "Cole! Coba kamu cari berita tentang model yang bernama Clarissa Howard itu!"


Cole mengangguk patuh, ia pun mengambil hpnya dan langsung mencari apa yang Archo perintahkan itu. Sesaat kemudian ....


"Mr Archo, mungkin berita ini yang di maksud oleh wanita itu," Cole menyodorkan hp miliknya itu.


Archo lalu mengambil hp tersebut dari tangan Cole, ia pun segera melihat layar hpnya itu. Dan betapa terkejutnya Archo saat membaca isi dari berita tersebut. Pandangannya langsung beralih ke arah wanita itu.


"Jadi kau benar-benar Clarissa Howard? Tunangan dari Jason, si musisi terkenal itu?"


"Iya Tuan, tapi Jason bukan lagi tunangan saya, karena ia sudah memutuskan hubungan kami secara sepihak. Dan setelah kami putus, semua fans dari Jason menyerang saya bahkan ada yang sampai menyiram wajah saya dengan air keras, sehingga membuat wajah saya terbakar serta rusak. Dan ini semua gara-gara ulah dari Kimberly, coba saja kalau dia tidak memfitnah dan menghina saya, mungkin hidup saya tidak akan seperti ini," balas wanita itu dengan nada lantang.


"Jadi itu penyebabnya, makanya kamu membalas dendam pada Kimberly? Dan kamu sengaja mengubah wajahmu itu, supaya bisa melancarkan balas dendam mu itu?" cecar Archo.


"Tidak sepenuhnya anda benar, Tuan. Saya mengubah wajah saya, karena wajah saya tidak bisa di obati selain melakukan operasi plastik dan untungnya saya mempunyai kerabat yang mau membantu saya. Satu bulan setelah melakukan operasi, saya akhirnya bisa kembali lagi ke sana dengan nama samaran. Ya meskipun hanya menjadi seorang asisten dari model yang bernama Clara. Dan dari situ saya bisa membalaskan dendam saya pada Kimberly dengan menukarkan kosmetik miliknya itu," ungkap wanita itu dengan panjangnya.


"Apa model yang bernama Clara juga ikut terlibat?" tanya Archo.


Wanita itu menggelengkan kepalanya.


"Tidak, Clara tidak terlibat dan dia tidak tahu apa-apa. Sebab ini adalah masalah saya dengan Kimberly saja. Haaaa, tapi siapa sangka Kimberly malah melibatkan Kakaknya ini. Padahal kalau rencana saya tidak ketahuan, saya ingin sekali mempermalukan Kimberly di depan semuanya, sama persis apa yang telah Kimberly lakukan pada saya."


"Anda memang kejam!" pekik Cole menajamkan tatapannya.


"Kejam, anda bilang saya kejam? Kimberly yang lebih kejam dari saya. Padahal saya sudah membantunya untuk menjadi model terkenal seperti saya, tapi tidak di sangka balasannya malah seperti ini. Dia mengambil posisi saya, dia ...."


Belum menyelesaikan perkataannya, Cole tiba-tiba memukul wanita itu hingga tak sadarkan diri.


"Mr Archo, sebenarnya wanita ini sudah melaporkan Kimberly, akan tetapi karena ia tidak mempunyai bukti apa-apa, maka laporannya di anggap tidak sah," ujar Cole.


Archo lalu mendudukkan dirinya di kursi yang berada di dekatnya dan di pijatnya kedua pelipisnya itu.


"Mr Archo! Apa anda baik-baik saja?" tanya Cole.


"Ya saya baik-baik saja," jawab Archo.


"Lalu bagaimana dengan orang ini? Apa kita biarkan di sini atau ...."


Sebelum menjawab Archo terlebih dahulu mengambil nafasnya dalam-dalam dan menghembusnya secara perlahan.


"Nanti malam kamu bawa wanita ini sejauh mungkin dari sini! Dan jangan sampai ketahuan oleh siapapun." perintah Archo.


"Tapi Mister, kalau dia berulah lagi bagaimana?"


"Suruh beberapa anak buah mu untuk mengawasinya!" sentak Archo.


Seketika membuat Cole dan lainnya langsung menundukkan kepalanya.


"Baiklah Mr Archo, saya akan melaksanakan perintah dari anda." Cole mematuhi perintah dari Archo.


"Sekarang kalian keluar dan untuk mu Cole, bawakan aku sebotol wine, cepat!" bentak Archo.


Cole mengangguk patuh, lalu Cole dan lainnya melangkah keluar meninggalkan Archo dan wanita tersebut.


"Kenapa masalah keluarga ku tidak ada habisnya, belum selesai masalah ini di tambah lagi masalah baru. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa mungkin ini karma untuk kami semua, karena sudah melakukan kesalahan di masa lalu," rutuk Archo sambil mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


**************************


Rumah Ray


Setelah selesai menikmati makan malamnya, Ray dan Davin duduk di ruang kerja sambil membahas urusan pekerjaan. Sedangkan Zuy tengah berada di dapur membantu Bu Ima membersihkan semua peralatan dapurnya.


"Nak Zuy...."


Zuy menoleh. "Iya Bu Ima...."


"Ini sudah Ibu buatkan kopi sama susu hamilnya," ujar Bu Ima.


"Oh, yaudah letakkan dulu di situ! Soalnya lagi tanggung, Bu." balas Zuy.


"Udah tinggalin aja! Biar Ibu saja yang menyelesaikannya." tutur Bu Ima.


Zuy mengangguk. "Baiklah kalau begitu, maaf ya Bu Ima." ucapnya sambil mencuci tangannya.


"Iya tidak apa-apa, Nak Zuy. Justru Ibu yang harusnya berterimakasih karena sudah di bantu," ujar Bu Ima.


Zuy tersenyum, lalu ia mengambil nampan berisi dua cangkir kopi dan satu gelas susu beserta camilannya.


"Yaudah kalau begitu Zuy tinggal ke depan ya Bu."


"Iya Nak Zuy."


Zuy lalu melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerja milik Ray.


"Kamu memang anak yang sangat baik, Nak Zuy." ucap Bu Ima yang terus memandangi punggung Zuy.


Sesaat setelah tiba di depan ruang kerja, Zuy lalu mendorong pintunya hingga terbuka. Setelah itu, Zuy langsung melangkah masuk menghampiri mereka.


"Ray, Pak Davin...." tegur Zuy membuat Ray dan Davin menolehkan kepalanya.


"Sayangku...." sahut Ray tersenyum.


"Maaf ya kalau Zuy mengganggu, soalnya Zuy bawain kopi dan camilan untuk kalian berdua," ujar Zuy sambil meletakkan kopi dan camilannya di atas meja.


"Waah, terimakasih Zuy...." ucap Davin.


"Sama-sama Pak Davin, yaudah kalau begitu Zuy keluar dulu ya!" balas Zuy sekalian pamit.


Dan saat Zuy hendak mengambil nampan berisi susu hamil miliknya, tiba-tiba Ray menahan tangan Zuy dan menariknya hingga Zuy jatuh di pangkuannya.


"Ray apa yang kamu lakukan? Di sini masih ada Pak Davin," pekik Zuy.


Ray sekilas menatap ke arah Davin, sehingga membuat Davin membalikkan badannya sambil menutup matanya.


"Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya ingin berterimakasih pada sayangku ini," ucap Ray sambil mengetuk-ngetuk bibir Zuy.


"Terimakasih sayangku," ucap Ray yang sumringah.


Zuy lalu turun dari pangkuan Ray, kemudian ia mengambil nampan yang berisi susu hamil miliknya.


"Yaudah Zuy keluar dulu ya, Ray." pamit Zuy.


"Iya sayangku...."


"Euuum Pak Davin...."


Mendengar Zuy memanggilnya, Davin segera menurunkan tangannya dan memutar badannya kembali menghadap Zuy.


"Iya Zuy, apa sudah selesai melakukan misteri Cup-cupan?" tanya Davin.


"Ck, apa sih Pak Davin. Oh iya, Zuy boleh pinjam buku bacaan milik Pak Davin?"


"Ya tentu boleh dong, Zuy. Bukunya ada di tempat biasa ya!"


"Oke, terimakasih Pak Davin," ucap Zuy.


Dan di balas anggukan oleh Davin, lalu Zuy melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruang keluarga.


Setibanya di sana, Zuy meletakkan susu yang ia bawa terlebih dahulu di atas meja, lalu ia mengambil buku bacaan milik Davin yang berada di dalam rak buku kecil. Setelah itu ia langsung mendudukkan dirinya di atas sofa dan mulai membaca buku tersebut.


"Memang benar-benar sangat bagus cerita ini, pantas saja Pak Davin sering sekali membacanya," lirih Zuy sembari mengambil gelas susunya dan meneguknya.


Beberapa saat kemudian....


Belum selesai membaca buku tersebut, rasa kantuk tiba-tiba menyerangnya, sehingga membuat Zuy sering menguap.


"Huuuu.... Padahal lagi seru-serunya, malah ngantuk begini," gumam Zuy.


Ia lalu menutup bukunya dan meletakkannya di atas meja, Zuy pun membaringkan tubuhnya di atas sofa.


"Mamah tidur sebentar ya anak-anak," ucap Zuy mengelus perut besarnya.


Perlahan Zuy menutup matanya dan tertidur pulas di atas sofa. Bu Ima yang melihat Zuy tertidur pun tidak berani membangunkannya, Bu Ima malah bergegas ke kamar Zuy yang dulu untuk mengambil selimut.


Setelah itu, Bu Ima mendekat ke arah Zuy dan menyelimuti tubuh Zuy dengan selimut yang ia bawa. Bu Ima lalu mengelus rambut Zuy, sehingga Zuy semakin terlelap dalam tidurnya. Sesaat kemudian Bu Ima kembali ke kamarnya untuk istirahat.


—Pukul 11.50Pm


Setelah selesai dengan urusan pekerjaannya, Davin terlebih dahulu melangkah keluar dari ruangan kerja tersebut dan menuju ke kamarnya. Sesaat kemudian, Ray juga keluar dari ruangan tersebut, dan ketika hendak menaiki tangga menuju ke kamarnya, Ray tiba-tiba mengurungkan niatnya dan beralih melangkah menuju ke ruang keluarga.


Sesampainya di ruang keluarga, Ray menghentikan langkahnya sejenak, karena ia melihat Zuy tertidur pulas di sana.


"Hmmmm, ternyata sayangku benar-benar tidur di sini," batin Ray.

__ADS_1


Lalu ia melangkahkan kakinya kembali menghampiri pujaan hatinya itu, kemudian ia duduk berjongkok di depan Zuy dan mengelus pipinya.


"Sayangku...." lirih Ray.


"Heuung.... Memangnya kroket Zuy sudah matang Bi?" erang Zuy sambil mengalirkan cairan bening dari mulutnya.


Ray yang melihatnya pun terkekeh geli sambil mengusap cairan bening itu.


"Hihihi.... Sayangku benar-benar sangat menggemaskan."


Kemudian ia perlahan mengangkat tubuh Zuy dan menggendongnya ala bridal style. Sesudah di gendongnya Zuy, Ray bergegas menuju ke kamarnya.


Kamar Ray


Saat sudah berada di dalam kamarnya, Ray perlahan membaringkan tubuh Zuy di atas kasur, kemudian ia segera naik ke atas ranjang dan sebelum Ray membaringkan tubuhnya sendiri, ia terlebih dahulu mendekatkan wajahnya ke perut besar Zuy dan mengelusnya.


"Hai anak-anak Daddy, apa kalian merindukan Daddy? Sama Daddy juga merindukan kalian dan ingin sekali menjenguk kalian, tapi sayangnya Mommy kalian malah sudah tidur duluan. Hmmmm, sehat selalu buat anak-anak Daddy yang sebentar lagi akan lahir, Daddy benar-benar tidak sabar ingin bertemu dengan kalian, mendengar tangisan kalian berdua," ucap Ray, kemudian ia mencium perut Zuy.


Setelah selesai berbincang dengan calon anak-anaknya, Ray langsung membaringkan tubuhnya di samping Zuy dan memeluknya.


"Mimpi indah sayangku dan terimakasih untuk hari ini," ucap Ray sambil memberikan beberapa ciuman mesra pengantar tidur.


...----------------...


Tak terasa malam yang panjang kini sudah berganti menjadi pagi yang cerah, meski beberapa saat yang lalu langit menurunkan hujan walau hanya beberapa menit saja.


Sementara itu, setelah menikmati sarapannya, Ray sudah berada di walk in closet miliknya dan tengah memakai kemeja kerjanya, tentu saja di bantu oleh pujaan hatinya itu.


"Ray...."


"Iya sayangku...."


"Apa aku boleh pergi ke rumah Bi Nana?" tanya Zuy.


"Tentu boleh sayangku, jangan lupa minta Henri untuk mengantar kamu kesana ya!"


Zuy tersenyum dan menganggukkan kepalanya, kemudian ia melingkarkan tangannya ke pinggang Ray sembari menangkupkan wajahnya ke dada bidang Ray.


"Terimakasih Ray...."


Ray membalas pelukan pujaan hatinya itu sambil mencium puncak kepala Zuy.


"Apapun untuk mu, sayangku."


Sesaat mereka melepaskan pelukannya, kemudian Zuy melanjutkan aktivitasnya yaitu membantu Ray kembali. Setelah selesai semuanya, mereka pun melangkah keluar.


"Tuan Ray, apa anda sudah siap?" tanya Davin yang sedari tadi menunggu atasannya.


"Iya sudah Kak."


"Yaudah kalau begitu aku tunggu di luar," kata Davin.


Ray hanya mengangguk saja, Davin lalu melangkahkan kakinya menuju keluar.


"Sayangku, aku berangkat dulu ya!"


"Iya Ray, kamu hati-hati ya!" ucap Zuy sambil memberikan jas dan tas milik Ray.


"Terimakasih sayangku."


Sebelum melangkah, Ray terlebih dahulu mengelus perut Zuy dan menciumnya, di lanjutkan dengan mencium kening, pipi dan bibir Zuy. Setelah puas ia baru melangkah keluar menyusul Davin.


Sesaat setelah Ray dan Davin berangkat, Zuy langsung ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke rumah Bi Nana.


***********************


Rumah Bi Nana


Sementara itu, Bi Nana tengah duduk santai bersama dengan Pak Randy, Aries dan Yiou di ruang tengah.


"Tante, Om, akhir pekan nginep di Villa Yi dong! Nanti kita di sana ngadain acara lagi," pinta Yiou.


"Ya kalau Tante sih setuju aja, tapi gak tau dengan Om kamu ini," ujar Bi Nana melirik ke arah Pak Randy.


Yiou pun beralih ke Pak Randy. "Om Randy, mau ya?"


"Hmmmm, kalau Om gimana nanti aja ya, Nona Yi. Takutnya pas akhir pekan Om malah sibuk," balas Pak Randy.


"Oh, baiklah Om...."


Dan saat mereka sedang asik mengobrol, lalu tiba-tiba ....


"Permisi...." seru seseorang.


Mendengar suara orang datang, Bi Nana langsung bangkit dari posisinya dan melangkah menuju ke arah pintu.


Sesampainya di sana, Bi Nana terkejut melihat dua orang wanita, yang satu sedang berdiri dan satunya tengah duduk di kursi roda sambil tersenyum ke arah Bi Nana dan salah satu wanita itu tak lain adalah....


"Maria...!!"


***Bersambung....


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... 😉✌😉✌

__ADS_1


__ADS_2