
<<<<
Lalu ketika Zuy hendak keluar, tiba-tiba kakinya tergelincir dan refleks tangannya Zuy menarik baju Ray, mereka pun sama-sama terjatuh dengan posisi Zuy di bawah dan Ray di atas dengan tangannya menyanggah ke lantai.. Davin yang melihatnya pun sontak terkejut dan menutup matanya. Lalu seseorang pun datang...
"Kalian berdua sedang apa?!!"
Ray dan Zuy pun menoleh dan terkejut, ternyata yang datang adalah...
"Pak Willy > Om Willy..!!" ucap mereka barengan.
°°°°
Beberapa saat sebelumnya...
Pak Willy datang berkunjung ke Perusahaan CV untuk menemui Ray, lalu Pak Willy langsung menuju ke Resepsionis
"Pagi Citra..!!" sapa Pak Willy
"Pagi.. Pak Willy, ya ampun lama gak bertemu, apa kabar?!!" tanya Citra
"Kabarku baik-baik saja, bahkan lebih baik dari sebelumnya," jawab Pak Willy
"Aah Syukurlah kalau begitu, ada yang bisa saya bantu?!!" tanya Citra
"Apa Rayyan sudah datang?!!" tanya Pak Willy
"Tuan Ray sudah datang Pak, mari saya antar.." kata Citra
"Terimakasih banyak.." ucap Pak Willy
Lalu mereka pun masuk ke Lift menuju lantai atas, setelah sampai di lantai atas, kedatangan Pak Willy di sambut para semua pegawai..
"Selamat datang Pak.." sapa Friska
"Oh, Friska apa kabar?!!" tanya Pak Willy
"Saya baik-baik saja, bagaimana kabar Pak Willy?!!" tanya balik Friska
"Ya seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja," jawab Pak Willy
"Syukurlah Pak Willy," ucap Friska
"Ngomong-ngomong itu udah berapa bulan?!!" tanya Pak Willy memegang perut Friska.
"Oh ini udah jalan 8 bulan Pak." jawab Friska
"Kenapa belum mengambil cuti hamil?!!" sambung tanya Pak Willy
"Nanti saja Pak, Pak Willy mau bertemu dengan Tuan Ray, mari saya antar," tawar Friska
"Terimakasih banyak, Citra kamu bisa kembali ke tempat kerjamu..!!" titah Pak Willy
"Baik Pak.." Citra pun pergi..
Friska lalu mengantar Pak Willy menuju Ruang Kerja Ray.
••••••
Ruangan Ceo
Setelah sampai, Pak Willy langsung melangkah masuk karena pintunya terbuka. Betapa terkejutnya Pak Willy dan Friska melihat Zuy dan Ray dengan posisi mereka seperti itu.
"Kalian berdua sedang apa?!!" tanya Pak Willy
Ray langsung buru-buru bangun, ia lalu membantu Zuy untuk berdiri, Pak Willy pun masuk ke dalam dan duduk di sofa yang berada di situ, Zuy hanya menundukkan kepalanya dan Ray cuma melirik ke arah Davin.
"Ckck, apa yang kalian lakukan pagi-pagi begini, dasar anak muda sekarang, untung yang ngeliat cuma saya dan Friska, coba kalau yang lain bisa jadi bahan gosip kalian," papar Pak Willy.
"Entah kenapa aku sepertinya sudah terbiasa melihatnya," batin
"Maaf Pak Willy, itu tidak seperti apa yang Bapak liat, tadi saya terjatuh, dan saya tidak sengaja menarik baju Tuan Muda, sehingga kami jatuh bersama, Pak Davin saksinya, Iya kan Tuan Muda." jelas Zuy sambil menunjuk Davin
"Iya Om, kami hanya terjatuh, dan tidak melakukan apa-apa," Ray pun melirik ke arah Davin, "iya kan Kak Davin?!!"
"Davin, apa benar yang di katakan mereka berdua?!!" tanya Pak Willy,
"Hmmm sekali-kali ngerjain Tuan Ray dan Zuy Aah.." batin Davin sambil tersenyum jahil.
"Benarkan Pak Davin, kita gak ngapa-ngapain hanya terjatuh.." ucap Zuy melihat ke arah Davin.
"Hah.. aku tidak melihat apa-apa, mataku tertutup rapat.." lontar Davin yang bermaksud menjahili Ray dan Zuy.
"Kak Davin..!!" seru Ray,
Ray pun melirik tajam ke arah Davin seakan-akan ingin menerkamnya.
Davin pun memalingkan pandangannya, "Hahaha, sepertinya saya butuh kopi, lebih baik saya ke bawah mencari kopi, Permisi... Tuttututu..." kata Davin yang sengaja menghindar..
"Kalau gitu saya juga permisi dulu Pak Willy, Tuan Muda.." pamit Zuy
"Tunggu, Zuy sekalian buatkan minuman untuk Pak Willy.!" suruh Friska..
"Baik Bu Friska," lalu Zuy pun pergi.
"Kalau gitu saya kembali ke tempat saya ya, Permisi.." ucap Friska, ia pun pergi..
Tinggal Pak Willy dan Ray, Pak Willy terus menatap, Ray memutarkan bola matanya ke kanan dan ke kiri untuk mengalihkan tatapan Pak Willy.
"Hmmm.. bukannya tidak boleh kalian melakukan seperti tadi, Om juga pernah muda lho, tapi tau batasan saja, takutnya jadi gosip yang gak di inginkan, apalagi Zuy, pasti dia yang bakal jadi gosip gak benar.." tutur Pak Willy
"Om, tadi kan Ray udah bilang, kami hanya terjatuh, terus Om kenapa tiba-tiba di sini?!!" tanya Ray, "Bukannya Om sedang liburan bersama keluarga Om yang di luar Negri," imbuhnya.
"Om baru sampai tadi malam dan Om kesini hanya melihat saja dan juga Om ingin menyampaikan sesuatu.." jawab Pak Willy
"Sesuatu? apa itu Om?!!" tanya Ray.
°°°°°
__ADS_1
Sementara itu di Pantry
Zuy pun sampai ke Pantry, dan ia pun segera ke dalam membuatkan minum untuk Pak Willy dan di situ sudah ada Davin yang sedang membuat kopi, lalu..
"Pak Davin..!!" seru Zuy
"Eeh Zuy, apa kabar?!!" tanya Davin mengalihkan..
"Pak Davin, kenapa tadi di depan Pak Willy berbicara begitu, aku kan jadi malu Pak.." gerutu Zuy.
"Hahaha, sorry deh, tadinya pengin ngerjain Tuan Ray, lagian aku masih sedikit kesal gara-gara di getok pake sendok sayur, sampai agak bengkak gini, maafin ya kalau kamu jadi ikutan terbawa hehehe.." ujar Davin sambil terkekeh.
"Hah Pak Davin, Zuy deg-degan tau pas Pak Willy datang, ya sudahlah kalau gitu.." papar Zuy.
"Itu minuman untuk Pak Willy?!!" tanya Davin
"Iya Pak, ini Zuy mau anterin.." jawab Zuy
"Biar saya saja..!!" tawar Davin
"Lho Pak tapi kan ini tugas saya," kata Zuy
"Udah, lagian kakimu masih sakit kan, anggap aja permintaan maafku ya..!!" ujar Davin mengambil minuman yang di bawa Zuy
"Yaudah kalau begitu, terimakasih banyak pak sudah membantu.." ucap Zuy sambil tersenyum dengan manisnya.
Seketika pipi Davin sedikit memerah setelah melihat Zuy tersenyum, " Cantik..." gumam Davin
"Tadi Pak Davin bilang apa?!!" tanya Zuy
"Ah bukan apa-apa, maksudnya tadi sama-sama, yaudah aku ke atas dulu," kata Davin
"Okay Pak.." ucap Zuy, lalu Davin pun pergi
"Aah tadi benar-benar sangat memalukan..!!" seru Zuy menutup matanya.
Airin yang melihatnya pun langsung menghampiri Zuy.
"Ada apa Zuy, apa yang terjadi?!!" tanya Airin
"Aah tidak ada apa-apa Rin," jawab Zuy.
"Kirain kaki kamu sakit lagi," celetuk Airin
"Hehehe..."
°°°°°°
*Kembali ke Ruangan Ceo
"Sesuatu apa itu Om?!!" Tanya Ray
"Begini, waktu Om di luar Negri, Om sempetin ke rumah Michael Daddy kamu, Om lalu berunding dengannya untuk merayakan hari Ulang tahun Perusahaan CV serta diangkatnya kamu menjadi pemimpin sah di Perusahaan CV ini.." ujar Pak Willy
"Lalu...?!!"
"Ya Daddy kamu menyerahkan semuanya ke Om, untuk mengatur acaranya kapan, bagaimana, terus mau seperti apa, Om maunya mengadakan pesta, ya makanya Om kesini juga ingin minta pendapatmu juga Rayyan.." kata Pak Willy
"Akhir bulan nanti, Rayyan.." jawab Pak Willy
"Oh, Kalau Ray boleh usul, bagaimana kalau di adakannya akhir pekan aja Om, pas awal bulan, terus tempatnya di sini aja," Ray memberikan saran ke Pak Willy.
"Aah benar juga, baiklah aku setuju denganmu Ray," kata Pak Willy.. Lalu
Tok.. Tok.. Tok...
"Masuk...!!!"
"Pak Willy ini minumannya..!!" Davin memberikan minuman ke Pak Willy
"Sejak kapan Asisten-ku ini jadi pembawa minuman, pfft.." ledek Ray
"Aah mau bagaimana lagi, aku cuma membantu Zuy Tuan Ray, soalnya tadi dia bilang kakinya sakit lagi.." ujar Davin sedikit berbohong soal Zuy.
"Apa, terus keadaannya bagaimana, apa dia baik-baik saja?!!" tanya Ray terkejut mendengar ucapan dari Davin yang berbohong.
"Rayyan, Davin hanya menggodamu saja.." pekik Pak Willy
"Apa?!! Kak Daviiiiiiiiin..." seru Ray yang kesal gara-gara Davin
"Hahaha maaf, maaf Tuan..." ucap Davin.
"Hahaha, kalian seperti Kakak adik yang rebutan mainan saja," kata Pak Willy
"Mana ada..." ucap Davin dan Ray bersama.
"Aduh Pak Willy lebih baik saya mengalah sama bayi besar ini," ujar Davin
"Kak Davin, siapa yang kamu sebut bayi besar," Ray menatap tajam Davin.
"Udah, udah.." ucap Pak Willy.
Lalu tiba-tiba Kimberly datang..
"Ay.. I'm Coming...!!!" seru Kimberly sambil menghampiri Ray dan langsung memeluk Ray.
"Kimberly.. jangan memeluk sembarangan.." ujar Ray
"Oh jadi ini Kimberly.." kata Pak Willy
"Ay siapa dia?!!" bisik Kimberly
"Dia Kakak dari Mom Candika, jadi dia Om ku.." kata Ray
"Ooh, Salam kenal Uncle.." ucap Kimberly menjabat tangan Pak Willy.
"Salam kenal juga.." ucap pak Willy
__ADS_1
Pak Willy pun tertegun melihat wajah Kimberly karena agak mirip dengan Zuy.
"Kok Wajahnya benar-benar mirip dengan Zuy ya," batin Pak Willy.
"Nah ada apa kamu kesini?!!" tanya Ray
Kimberly memegang lengan Ray, "Ay, kita pergi Shopping yuk..!!" ajak Kimberly
"Aku sibuk, ini masih jam Kantor.." ujar Ray mencari alasan.
"Tapi Ay, aku ingin mengenal Kota ini.." jelas Kimberly penuh manja ke Ray
"Tuan Ray, masalah kerjaan serahkan padaku.." ucap Davin.
Ray langsung menatap Davin, karena Davin Tidak mengerti maksud Ray.
"Udahlah kamu temani saja Mrs Kimberly ini...!!" kata Pak Willy
"Hah, yaudah kalau gitu, Kak Davin tolong ya..!!" ucap Ray
"Baiklah serahkan pada ahlinya.." tutur Davin percaya Diri
"Om kami pergi dulu.."
"Iya, bersenang-senang lah.." ucap Pak Willy.
Ray dan Kimberly pun pergi...
•••••
Beberapa jam kemudian.....
Menjelang Sore hari...
Maria akhirnya tiba di Airport setelah menempuh perjalanan jauh selama seharian. Maria datang ke kota dimana Kimberly berada, karena rasa kangennya pada Kimberly dan juga rasa penasarannya terhadap Zuy.
"Akhirnya aku kembali ke Kota ini selama hampir 29 tahun aku pergi, rasanya banyak yang berubah di kota ini. Aku harus menemui Kimberly, dan memberi kejutan untuknya," kata Maria.
Lalu Maria pun mencari Taxi, setelah mendapatkan Taxi ia pun pergi.
°°°°°
Saat di Perjalanan....
"Aku lupa, aku gak tahu dimana hotel yang Kimberly tempati, aku harus menghubungi Kimberly.." Maria pun kebingungan.
Maria mencoba menghubungi Kimberly tapi ternyata Hpnya gak di angkat.
"Mrs Kita akan kemana?!!" tanya Pak supir Taxi
"Saya juga bingung, berhenti di Resto dekat sini aja Pak..!!" suruh Maria
"Baik Mrs.." kata Pak supir Taxi
Resto
Beberapa saat kemudian, akhirnya sampai di Resto milik Pak Randy, lalu Taxi pun berhenti, Maria lalu turun dari Taxi.
"Ini Pak ongkosnya.." kata Maria
"Terimakasih Mrs." ucap Pak Supir Taxi
"Resto Nara.." lirih Maria
Maria pun bergegas menuju pintu masuk di Resto,
"Selamat datang di Resto.." Sapa penjaga
"Iya terimakasih.." ucap Maria,
Lalu Ia pun masuk ke dalam Resto, Maria pun mencari tempat duduk, setelah dapat tempat duduk yang nyaman, Maria pun duduk di sana, Aries pun datang menghampiri Maria.
"Selamat datang Mrs, ini menunya.." kata Aries
"Terimakasih, nanti saya pilih ya.." kata Maria, Lalu Maria membuka kacamatanya.
Aries pun terkejut melihatnya dan bertanya "Anda, anda Mrs Maria Lestari Fuca?!!"
"Oh, anda mengenali saya?!!" tanya Maria
"Iya, kalau sepupuh saya melihat anda pasti senang.." Kata Aries.
"Oh iya, lalu dimana sepupuhmu?!!" tanya Maria
"Dia lagi kerja sekarang.." jawab Aries
"Oh oke, Eumm saya pesan ini dan ini, lalu minummannya yang ini ya gulany sedikit aja.." kata Maria
"Baik Mrs, di tunggu ya..!!" ucap Aries
Lalu Aries pun ke dapur, Bi Nana dan Nara pun datang ke Resto.
"Mami apa Kakak akan datang kesini?!!" tanya Nara
"Iya Kakak pasti datang kesini, tadi Mami udah hubungin Kakak, kita tunggu aja ya..!!" jawab Bi Nana
"Oke Mami.." kata Nara
"Anak pintar kita tunggu di ...," Bi Nana menoleh ke arah samping, sontak ia terkejut melihat Maria ada di Resto.
Klontaaang..
Botol minum yang di pegang Bi Nana pun jatuh saking terkejutnya Bi Nana.
Maria yang mendengar suara pun langsung menoleh ke arah Bi Nana..
"K-Kak Maria..!!!" lirih Bi Nana terkejut
__ADS_1
"Hah..!!!"
**Bersambung...