
<<<<<
Sesampainya dan saat ia hendak membuka pintu mobilnya, tiba-tiba seseorang menepuk pundak Davin dari belakang, sontak membuatnya terkejut dan menoleh ke belakang.
"Kamu...!!"
Ucap Davin yang terkejut saat melihat seorang wanita mengenakan daster dan mengikat rambutnya dengan ikat cepol, di tambah si wanita tersebut sedang hamil besar, ia tersenyum sambil menyodorkan sesuatu yang ada di tangannya ke arah Davin, ternyata itu adalah bungkus snack berukuran jumbo.
"Ini punya anda terjatuh tadi," ujar si wanita tersebut, ternyata Snack tersebut milik Davin yang terjatuh.
Davin pun menurunkan maskernya.
"Ah, benarkah? terimakasih banyak," ucap Davin sambil mengambil snack tersebut, lalu...
"Lho Pak Davin..!!" lontar wanita tersebut saat melihat wajah Davin.
Mendengar wanita itu menyebut namanya, Davin pun keheranan, lalu ia memiringkan kepalanya.
"Maaf, anda siapa ya?" tanya Davin.
"Hah..!! Pak Davin tidak mengenali saya?" bukannya menjawab pertanyaan Davin, ia malah balik bertanya.
Davin pun menggelengkan kepalanya, sesaat wanita itu memutar bola matanya dan kemudian ia menghela nafasnya.
"Huh, ini saya Friska, Pak Davin.." jelas wanita itu yang ternyata adalah Friska sekertaris Perusahaan CV
"Apa..! Bu Friska..!!" Davin terkejut saat mengetahui bahwa dia itu Friska. "Serius, ini Bu Friska?"
"Iya Pak Davin, mentang-mentang saya hanya memakai daster terus tanpa Make-up, jadi anda tidak mengenali saya," gerutu Friska.
"Ahahaha.. Maaf Bu Friska, habis beda banget sih," ucap Davin sambil menggaruk kepalanya, Friska pun memanyunkan bibirnya.
"Lalu apa yang anda lakukan di sini, Bu Friska?" sambung tanya Davin.
Friska lalu menunjukkan barang belanjaannya.
"Ini, beli barang buat stock. Soalnya di rumah sudah habis semua," ujarnya.
"Oh, Bu Friska tinggal di sekitar sini ya?" tanya Davin.
Friska pun menggelengkan kepalanya.
"Tidak Pak, rumah saya kan dekat dengan Perusahaan, kalau di sini tempat tinggal mertua saya, soalnya sebentar lagi saya akan melahirkan, jadi saya pindah kesini. Ya biar ada yang jagain saya juga, sebab sekarang ini suami saya masih Dinas jauh, Pak." jelas Friska.
Davin manggut-manggut.
"Oh.... Apa udah bulannya Bu Friska?" tanya Davin sembari menyentuh perut Bu Friska.
"Ya Pak, paling tinggal nunggu waktunya saja, makanya saya ngambil cuti hamilnya dari sekarang," ujar Bu Friska.
"Syukurlah Bu Friska, semoga lancar ya lahirannya ya!" ucap Davin.
Friska pun mengangguk seraya tersenyum.
"Iya, terimakasih Pak Davin," ucap Friska. "Emmm ngomong-ngomong, Pak Davin belanja itu-nya banyak amat, apa jangan-jangan itu buat Airin?" sambung tanya Friska sembari melihat ke arah belanjaan Davin.
"A-Airin?!!" Davin menaikkan satu alisnya.
Friska menganggukkan kepalanya. "Iya Airin, semalam saat anda bersama dengan Airin, semua karyawan jadi heboh, dan menyangka kalau Anda dan Airin sedang mempunyai hubungan lebih, bahkan spesial."
"Oh iya? Hah, mereka cepat sekali menyebar gosip, tapi maaf Bu Friska, ini bukan buat Airin, melainkan buat Tuan Ray.." jelas Davin sambil tersenyum
"Apa! Tuan Ray?!!" tanya Friska yang terkejut.
Davin lalu menggeleng cepat.
"Bu-bukan! Maksudku, ini buat pujaan hatinya Tuan Ray, Bu Friska," jawab Davin.
"Oh, saya tahu siapa orangnya. Yaudah kalau begitu saya permisi dulu, soalnya udah di tunggu sama orang rumah. Oh iya sekalian titip salam buat Tuan Ray dan Zuy ya, Pak." kata Friska.
"Baiklah Bu Friska, akan saya sampaikan salam anda. Hati-hati ya, awas terpleset!" ucap Davin,
Friska pun mengangguk dan melambaikan tangannya, lalu ia pergi meninggalkan Davin. Sesaat Davin menghela nafasnya.
"Huft, aku kira tadi ibu hamil yang waktu itu. Yang suka nyubit pipiku sampai memerah," lirih Davin.
Sesaat kemudian, ia membuka pintu mobilnya dan menaroh barang belanjaannya terlebih dahulu jok sampingnya.
Lalu ia segera masuk ke dalam mobil, setelah itu Davin menyalakannya, sesaat setelahnya ia melajukan mobilnya dan meninggalkan minimarket.
************
Rumah Ray
Sementara itu, Ray nampak sedang mengambil makanan dan menempatkannya di piring, lalu ia menuangkan air minum ke dalam gelas. Setelah selesai, Ray membawa makanan itu, kemudian ia berjalan menuju ke arah kamar Zuy.
Kamar Zuy
Sesampainya, Ray langsung masuk ke kamar Zuy dan berjalan menghampiri Zuy.
"Sayang..!" panggil Ray.
__ADS_1
Zuy yang kalah itu sedang mengompres perutnya, langsung menoleh ke arah Ray, lalu kemudian Ray menaroh gelas yang di bawanya di atas meja dan ia pun mendudukan dirinya di tepi ranjang di samping Zuy.
"Sayang makan dulu yuk! Biar perutnya gak kosong," kata Ray.
Zuy pun menganggukkan kepalanya, saat ia akan mengambil piring di tangan Ray, tiba-tiba Ray menolak dan menahan Zuy.
"Tuan Muda, ada apa?" tanya Zuy. "Tadi bukannya anda menyuruh Zuy makan, tapi Zuy mau mengambil piringnya malah anda larang," imbuhnya.
Ray menatap Zuy dan menyunggingkan senyumannya, kemudian ia menyendokan makanan yang di piring, setelah itu Ray menyodorkan makanan ke arah mulut Zuy.
"Buka mulutnya sayang..!!" pinta Ray
"Ta-tapi Tuan Muda, biar Zuy yang ma ...," belum sempat menyelesaikan perkataannya, Ray langsung menyuapkan makanan ke dalam mulut Zuy.
"Enak kan kalau makan di suapin, Kakak harus banyak makan ya! Hmm, kalau Ray perhatikan, badan Kakak akhir-akhir ini semakin kurus aja," ujar Ray sambil menyendokan kembali makanan yang di piring dan menyuapkan pada dirinya sendiri.
"Kurus?! Perasaan badan Zuy biasa saja, memang kurus di mananya, Tuan Muda?" tanya Zuy
Ray meletakkan sendoknya di atas piring, lalu tiba-tiba ia mencubit pipi Zuy, sontak membuat Zuy meringis.
"Awww, sakit Tuan Muda, kenapa tiba-tiba nyubit sih.." pekik Zuy sembari menurunkan tangan Ray dari pipinya. "Aduuh kendor deh pipiku ini," sambungnya sambil memegangi pipinya.
"Tuh kan, di cubit pelan aja kesakitan. Itu tandanya kalau Kakak itu kurusan, padahal dulu Kakak itu Chuby banget bahkan gendong Ray aja Kakak kuat, Hahaha...." ujar Ray
Mendengar ujaran Ray, Zuy langsung memasang wajah cemberut, ia pun menyilangkan kedua tangannya.
"Oh, jadi Tuan Muda lebih suka Zuy yang gemuk seperti dulu, dari pada Zuy yang sekarang? Hm!" gerutu Zuy sambil memalingkan wajahnya.
"Bu-bukan seperti itu sayang, aduh maksud Ray apapun Kakak, Ray akan tetap suka sama Kakak. Jangan ngambek dong sayang!" pinta Ray memasang wajah memelas.
Akan tetapi Zuy tetap memalingkan wajahnya, membuat Ray sedih dan menundukkan kepalanya, melihat Ray seperti itu, Zuy kemudian mengambil hpnya yang di atas nakas, lalu ia membuka kunci hpnya dan menekan icon camera, setelah itu ....
"Tuan Muda.." panggil Zuy, Ray pun langsung menoleh ke arah Zuy dengan wajah memelas sambil mulut menganga, lalu...
Cekrek..
Zuy tiba-tiba mengambil gambar Ray yang tengah menganga tersebut, sontak membuat Ray kaget, sedangkan Zuy langsung tertawa saat melihat hasil Fotonya..
"Hahaha.. Ya ampun lucu banget saih wajahnya Tuan Muda ini." tawa Zuy
"Lucu?! Apanya yang lucu Kak, bukannya wajahku ini ganteng," ujar Ray dengan percaya diri.
Lalu Zuy menunjukan foto tersebut pada Ray, dan membuat Ray terkejut.
"Lucu kan? Hahaha.."
"I-ini..!!" Mata Ray pun membulat saat melihat foto konyol yang di tunjukan oleh Zuy.
"Sayangku, kamu udah berani menjahiliku ya! Sini hpnya biar Ray hapus foto itu," pinta Ray sambil menodongkan tangannya.
"Nggak mau, bleeh.." ujar Zuy sambil menjulurkan lidahnya. Lalu ia menyembunyikan hpnya di bawah bantalnya.
"Oh tidak mau ya, baiklah dengan terpaksa Ray menggunakan cara ini," papar Ray sambil mengulurkan tangannya ke arah pinggang Zuy,
Kemudian Ray menggelitik pinggang Zuy, sehingga membuat Zuy kegelian.
"Bagaimana, apa mau memberikan hpnya padaku?" tanya Ray yang terus menggelitiki Zuy.
"Baiklah-baiklah, tapi berhenti menggelitik ku..!!" pinta Zuy yang merasakan kegelian akibat ulah Ray.
"Nah gitu dong, mana hpnya!" tanya Ray
Zuy pun mengambil hpnya yang berada di bawah bantalnya, saat hendak memberikannya pada Ray, tiba-tiba..
Kling..
Suara pesan masuk dari hp Zuy, sontak Zuy mengurungkan niatnya memberikan hpnya pada Ray, kemudian ia menggeser icon gembok pada hpnya, sehingga bisa terbuka, setelah itu Zuy langsung menyentuh Icon pesan.
[Pesan]
-IBU Panti
📲 Zuy, terimakasih atas sumbangannya, semoga kamu bahagia selalu, sekali-kali main lah ke Panti, Ibu ingin melihatmu yang sekarang..📱
-Zuy
📱Sama-sama Bu, Zuy senang banget bisa membantu Ibu, baiklah Bu kapan-kapan Zuy mampir ke Panti 📲
Zuy pun langsung menyunggingkan senyumannya, lalu tiba-tiba ia langsung memeluk Ray, sontak membuat Ray terkejut.
"A-ada apa sayang, kenapa tiba-tiba memeluk gini?" tanya Ray kebingungan.
"Terimakasih banyak Tuan Muda atas gaji dan bonus yang di berikan untuk kami, jadi Zuy bisa menyumbangkannya pada Panti Asuhan yang berada di Kota M," ujar Zuy
"Sama-sama sayangku, tapi barusan Kakak menyebut Panti Asuhan Kota M, bukankah Kota itu tempat di mana Makam Papahnya Kakak berada?" tanya Ray.
Zuy lalu melepaskan pelukannya, kemudian ia menatap Ray dan menganggukkan kepalanya.
"Iya Tuan Muda, Kota M tempat di mana makam Papah berada, dan Kota M juga tempat di mana Zuy di lahirkan," jelas Zuy.
"Lalu Panti Asuhan?" tanya Ray penasaran, karena ia belum mengetahuinya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan dari Ray, Zuy langsung menundukkan kepalanya, dan berkata, "Panti Asuhan itu, tempat di mana Zuy di titipkan di sana Tuan."
Ray pun terkejut saat mendengarnya, "Apa..!! jadi Kakak pernah di titipkan di Panti Asuhan?!!" tanya Ray.
"Iya Tuan, Bi Nana yang menceritakannya pada Zuy, katanya setelah sehari kepergian Papah, beberapa orang dari Panti Asuhan datang, lalu setelah itu ...," Zuy pun langsung menceritakannya pada Ray (Kalau lupa kisahnya ada di Bab. 3 dan Bab. 54)
Ray pun langsung tertegun mendengar cerita masa lalu Zuy yang belum ia ketahui. karena yang Ray tahu hanya kehidupan Zuy yang di tinggal oleh kedua orang tuanya saat masih kecil. Lalu Ray memegang dagu Zuy dan mengangkat kepalanya sehingga pandangan mereka berdua saling bertemu. Kemudian Ray menghapus air mata Zuy yang mengalir membasahi pipinya.
"Sayang, jangan menangis, Ray ada di sini sayang, Ray akan selalu mendampingi dan melindungi Kakak, Ray akan selalu membuat Kakak tersenyum bahagia, Ray akan mengganti semua kesedihan Kakak dengan kebahagiaan, Ray janji Kak," ucap Ray dengan sungguh-sungguh.
Mendengar ucapan Ray yang bersungguh-sungguh, membuat Zuy langsung tertegun, ia pun memegang kedua pipi Ray dan mendekatkan wajahnya ke Ray. Lalu...
Cup..
Satu kecupan mendarat di bibir Ray membuat Ray terpaku, kemudian Ray langsung membalasnya. Saat mereka sedang menikmati kemesraan mereka, tiba-tiba seseorang masuk ke kamar Zuy, dan ternyata itu Davin yang tengah membawa barang belanjaannya.
"Tuan Ray, ini pesanan yang anda minta Tu..an," Davin terkejut melihat Ray dan Zuy sedang bersatu padu dalam sebuah kecupan mesra, lalu kemudian..
Sreeek!
Bruuk..
Ia langsung menjatuhkan barang belanjaannya, dan Davin pun segera menutup matanya, suara barang belanjaan yang jatuh itu lantas membuat Zuy dan Ray menghentikan aktivitasnya, dan langsung menoleh ke arah Davin.
"Kak Davin...!!"
Davin pun langsung menurunkan tangannya dari matanya, "Ah, hai Tuan Ray, Zuy apa kabar?"
"Sejak kapan Kak Davin di sini?" tanya Ray sambil beranjak dari tempat tidur dan menghampiri Davin.
"Ah baru saja sampai, tapi kalian berdua tenang saja, saya gak lihat kalian sedang bermesraan lewat ciuman kok," ujar Davin dengan polos.
Ray kemudian menepuk jidatnya sendiri, sedangkan Zuy langsung menutup wajahnya karena malu.
"Tsk, dasar adonan moci, selalu saja.." umpat Ray
"Eeh, salahku di mana ya?" tanya Davin kebingungan.
Mendengar pertanyaan Davin, Ray pun menghela nafasnya, "Huh, salahnya di wajah Kakak yang kaya adonan moci," ujar Ray, "Lalu mana barangnya apa Kak Davin sudah membelinya?" sambung tanya Ray.
"Sudah Tuan Ray, ini barangnya," jawab Davin sambil mengambil kantong belanjaan yang ia jatuhkan, lalu memberikannya pada Ray.
Ray pun mengambil kantong belajaan tersebut, lalu ia berjalan mendekat ke arah Zuy.
"Kak, ini pesanan Kakak, coba di cek, apakah benar atau salah," titah Ray
Zuy langsung mengangkat kepalanya, lalu ia mengambil kantong belanja yang di berikan oleh Ray. Kemudian Zuy membuka kantong tersebut dan mengeluarkan isinya.
"I-ini..!!" Zuy terkejut saat melihat isi belanjaannya.
"Ada apa Kak, apa ada yang salah?" tanya Ray
"Ini, kenapa belinya banyak banget dan lagi ini sampai popok bayi dan dewasa di beli juga," ujar Zuy sambil menunjuk barangnya.
"Ahahaha benarkah? maaf Zuy habis takut salah, jadi aku beli semuanya," jelas Davin sambil menggaruk kepalanya.
Zuy menggelengkan kepalanya, "Ah gak apa-apa Pak Davin, lagian ini bukan salah Pak Davin kok, maaf Pak sudah merepotkan anda, dan terimakasih banyak Pak Davin," ucap Zuy sembari tersenyum.
"Sama-sama Zuy, yaudah aku keluar dulu, mau lanjutin baca buku dongeng," kata Davin, lalu ia keluar dari kamar Zuy.
Sedangkan Ray masih berada di kamar Zuy, lalu Ray mengambil piring makanannya di atas meja, dan kemudian mereka melanjutkan makannya yang tertunda tadi.
***************
Rumah Bi Nana
Sementara itu, Aries, Pak Randy dan Bi Nana sedang duduk di ruang tengah sambil menonton tv, sedangkan Nara masih tertidur lelap.
"Aries.." panggil Pak Randy
Aries pun menoleh, "Iya Om Randy.."
"Apa kamu sudah mencatat stock bahan makanan di Resto? Lalu apa saja yang harus kita beli?" tanya Pak Randy.
"Sudah Om, semuanya sudah Aries catat, sepertinya banyak yang harus kita beli," ujar Aries.
"Oh begitu ya, yaudah kalau begitu, hari ini Rezna gak masuk jadi kamu gantiin Rezna ya Ries..!!" titah Pak Randy.
Aries pun menganggukkan kepalanya, "Baiklah Om,"
Pak Randy menghela nafasnya, "Syukurlah kalau kamu mau gantiin Rezna, sebenarnya Om juga ingin minta bantuan Zuy, untuk jadi Waitrees sementara, kan mumpung dia libur, cuma Om gak enak," ujar Pak Randy.
"Hmmm, gak enak kenapa Om?" tanya Aries, "Kan biasanya Zuy suka bantuin kita di Resto Om," imbuhnya sembari mengambil gelas yang berada di atas meja.
"Ya, mungkin Om-mu gak enak sama Tuan Muda Ries, karena sekarang Tuan Muda kan calon suaminya Zuy," timpal Bi Nana.
"Apa..!! Tuan Ray calon suaminya Zuy?!!
***Bersambung
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... ✌😉😉✌