
<<<<
"Maaf Mrs Kimberly, tapi aku di sini karena di suruh Bos untuk menjemput anda, karena ada pemotreran di sana, lagian masa libur anda sudah habis" ujar YanYan
Raut wajah Kimberly pun berubah, "Hah kenapa harus kembali sih.." lirih Kimberly.
Melihat raut wajah Kimberly yang nampak sedih, Maria pun langsung memegang pundak Kimberly dan bertanya, "Ada apa Kim, kenapa kamu sedih gitu?!!"
Lalu Kimberly menoleh ke arah Maria dengan mata berkaca-kaca, "Kalau Kim kembali ke Amerika, berarti Kim gak bisa ketemu Ay dalam waktu yang lama dong Mam," ujarnya.
Maria pun langsung terdiam dan di hatinya berkata, "benar juga kalau Kimberly pulang, aku juga ikut pulang, padahal aku masih belum tahu dimana Zoya berada dan lagi aku juga belum mendapatkan informasi apa-apa mengenai anak yang bernama Zuy itu."
"Mam, Mam.." seru Kimberly
Maria pun tersadar, "Kenapa Kim?!!" tanya Maria
"Mam kok malah nanya kenapa, Kim harus bagaimana Mam, Kim gak mau berpisah lagi dengan Ay," pekik Kimberly
"Maaf kalau menyela, tapi anda benar-benar harus kembali, dan lagi ini ada undangan untuk anda Mrs," ujar YanYan sambil memberikan undangan ke Kimberly.
Lalu Kimberly membuka undangannya, ia pun terkejut, "Woaaa i-ini.. Kim jadi salah satu Nominasi di AMM Awards, apa ini sungguhan?!!" tanya Kimberly.
"Mana Mam liat sayang," kata Maria mengambil undangan itu dari tangan Kimberly.
"Iya serius dong, makanya aku di sini untuk menjemput anda Mrs Kimberly," ujar YanYan
Kimberly pun masih berfikir keras, karena ia juga gak mau jauh dari Ray, lalu Maria mengelus kepala Kimberly dan berkata, "Kim, bukannya ini keinginanmu, ini adalah kesempatanmu untuk melangkah, dan di kenal seluruh dunia, kalau menurut Mam kita kembali ke Amerika."
"Tapi bagaimana dengan Ay.." lirih Kimberly
Maria pun tersenyum dan berkata, "Mam yakin Ray pasti akan menyusulmu ke sana, dan lagi 2 bulan lagi kalian akan bertunangan."
"Bener juga, baiklah besok kita pulang, dan aku akan menjadi pemenang di acara ini," kata Kimberly dengan penuh semangat.
Maria pun tersenyum, "Nah gitu dong baru anak kesayangan Mam, nanti biar Mam bantu yang akan bantu kamu," ujar Maria, ia pun mencium kening Kimberly.
Tiba-Tiba ada seseorang yang menghampiri mereka, "Maaf apa anda Mrs Kimberly Fuca?!!" tanya orang itu.
Kimberly pun menoleh ke arah orang itu,"Ah iya saya Kimberly Fuca," jawab Kimberly, "Anda siapa?!!" tanya Kimberly.
"A-aku, aku sangat mengidolakan anda, boleh kah aku minta fot ..., eh maksudku tanda tangan?!!" katanya sambil menyerahkan pulpen dan buku.
Lalu Kimberly mengambil buku dan pulpen orang itu, ia pun langsung memberikan tanda tangannya, setelah selesai Kimberly mengembalikannya ke orang itu.
"Waaah terimakasih banyak, anda sangat baik, kalau begitu saya permisi Mrs Kimberly," ucapnya, lalu ia pun pergi..
"Waah anak Mam sangat Kereeen.." puji Maria ke Kimberly
Lalu Kimberly beranjak dari tempat duduknya dan berkata, "Mam, YanYan... lebih baik kita pergi dari sini, aku takut ada Reporter bayangan di sini," ujarnya.
"Benar apa katamu, baiklah ayo kita pergi!!" kata Maria.
Lalu mereka pun langsung bergegas pergi...
*****
^Di Perusahaan CV
Β°Sore hari
Tak terasa waktu cepat berlalu, waktunya para karyawan selesai bekerja dan mereka siap-siap untuk pulang, satu persatu para karyawan pun meninggalkan Perusahaan CV, sedangkan Davin dan yang lainnya masih berada di dalam Kantor.
Davin pun keluar dari ruangannya dan bersiap-siap untuk pulang, lalu ia pun menuju ke lift, dan saat lift terbuka ia langsung masuk dan menuju lantai bawah.
Setelah sampai di lantai bawah lift pun terbuka, ia bergegas keluar dari lift, namun..
"Pak Davin, kami sudah lama menunggu," ujar Friska
Davin pun langsung menoleh dan sontak ia terkejut melihat Friska dan yang lainnya sedang berdiri di depan lift.
__ADS_1
"Ah maaf, kalian menungguku, emang mau kemana?" tanya Davin (pelupa)
Friska tersenyum dan menjawab pertanyaan Davin, "Pak Davin, kita kan mau menjenguk Tuan Ray, makanya dari tadi kita nungguin Pak Davin, sekalian bareng.."
"Ah maaf Bu Friska saya benar-benar lupa, mungkin karena hari ini banyak pekerjaan, yaudah ayo kita pergi, Tuan Ray dan Zuy pasti senang melihat kalian," ujar Davin.
"Zuy, apa hubungannya dengan Zuy?" tanya Citra ( dia juga ikut)
Friska pun langsung menepuk pelan punggung Citra, "Bukan apa-apa, mungkin yang Pak Davin maksud Zuy juga di sana menjenguk Tuan Ray," ujar Friska.
Sebenarnya Friska mengetahui kalau Zuy tidak berangkat kerja karena merawat Ray, namun ia menutupinya agar tidak ada gosip buruk tentang Zuy dan Ray.
Lalu mereka pun bergegas pergi meninggalkan Kantor dan menuju ke rumah Ray.
*****
^Di Rumah Ray
Sementara itu, Zuy dan Nara nampak sedang asik bermain di halaman rumah Ray, sedangkan Ray dan Bi Nana sedang duduk di depan rumah sambil melihat ke arah Zuy dan Nara.
"Gak biasanya Nara betah di rumah orang selain rumah Zuy, biasanya juga ngerengek minta pulang, ah mungkin karena ada Zuy di sini," kata Bi Nana
"Bi, kenapa Nara bisa dekat banget sama Zuy?!!" tanya Ray
Bi Nana pun menghela nafas, " Hah.. Bibi juga tidak tahu Tuan, mungkin karena waktu itu Zuy selalu nemenin Nara, membelikan Nara sesuatu jadi ya dia bisa sedekat itu dengan Zuy," jawab Bi Nana.
Ray pun melihat ke arah Zuy yang sedang asik bermain dengan Nara, melihat Zuy tertawa membuat Ray terpukau, wajahnya pun memerah.
"Cantik.." lirih Ray sambil tersenyum ke arah Zuy.
Zuy yang sadar sedang di liatin oleh Ray, ia pun langsung melihat ke arah Ray, namun Ray malah jadi salah tingkah, dan memalingkan pandangannya ke arah yang lain.
"Ada apa Tuan Muda?!!" tanya Bi Nana
Ray menggelengkan kepalanya, "Ah tidak ada apa-apa Bi Nana," jawab Ray.
"Gak Bi, Ray baik-baik aja kok," kata Ray
"Syukurlah, oh iya Tuan Muda, bukannya Tuan tadi mau membertahu ke Bibi siapa wanita yang akan berada di samping Tuan, memang sebenarnya siapa dia, sampai Tuan meminta izin sama Bi Nana?" tanya Bi Nana yang penasaran.
"Eummm.. untuk yang itu nanti Ray kasih tau ke Bibi, sekarang belum saatnya Bi," ujar Ray
"Hmmm, yaudah kalau begitu Tuan," kata Bi Nana. Lalu..
Tiiiiiiiiiiiin... (suara klakson mobil)
Lalu pintu pagar pun langsung terbuka secara otomatis, mobil pun langsung masuk ke halaman rumah Ray.
"Kak Davin datang, tapi kok di belakangnya ada mobil lagi, memang siapa yang datang selain kak Davin?" tanya Ray
Lalu mereka pun turun dari mobil, Ray terkejut yang datang ternyata karyawannya, mereka segera menghampiri Ray.
"Selamat sore Tuan Ray," sapa Bu Friska
"Selamat sore juga Bu Friska, Rere, Citra, Airin." sahut Ray yang masih bingung dengan kedatangan mereka, lalu Ray menatap ke arah Davin.
"Mereka semua kesini mau jenguk Tuan," jelas Davin.
"Iya Tuan Ray, kami sangat khawatir Tuan Ray kenapa-napa," ujar Friska
Lalu Zuy menghampiri mereka, "Lho kalian..."
"Zuy..." seru Airin memeluk Zuy
"Aduduh anak ini, kenapa kangen ya?" tanya Zuy
"Pasti kangen dong.. sepi banget kalau gak ada kamu," kata Airin.
"Heh.. kan ada Brian," ledek Zuy.
__ADS_1
"Zuy mulai deh...." gumam Airin, Semuanya pun tertawa..
"Ayo masuk..!!" ajak Ray.
Lalu mereka pun masuk, setelah di dalam rumah Ray mempersilahkan mereka duduk.
"Kalau gitu Bibi buatkan minum untuk tamu anda ya Tuan," kata Bi Nana
"Maaf Bi Nana ngerepotin," ucap Ray, lalu Bi Nana pun ke dapur.
"Bagaimana keadaan anda Tuan Ray?!!" tanya Rere
"Sudah mendingan kok Re, paling tinggal sakit kepala doang, untungnya besok akhir pekan jadi aku masih istirahat lagi," ujar Ray.
"Cepat sembuh ya Tuan Ray, oh iya ini untuk Tuan dari kami semua," kata Friska sambil menyerahkan bingkisan.
Ray lalu menerimanya, "Waah terimakasih banyak Bu Friska, maaf jadi merepotkan," ucap Ray
Bi Nana pun datang sambil membawa minuman, dan menaroh minuman di meja.
"Terimakasih Bi Nana," ucap Ray
"Sama-sama Tuan Muda, Nara ayo ikut Mami ke dalam," kata Bi Nana, lalu Nara pun ikut Bi Nana.
"Itu siapa Tuan?" tanya Citra
Ray menjawab, "Oh itu Bi Nana, Bibinya Zuy."
"Oh..." lirih Citra.
Mereka pun melanjutkan ngobrolnya...
*****
^Di Rumah Pak Wildan
Pak Wildan nampak baru pulang dari kantornya, lalu ia pun turun dari mobil dan bergegas menuju ke dalam rumah, setelah di dalam rumah, Pak Wildan pun di sambut oleh Erlin.
"Papi..." seru Erlin sambil memeluk Pak Wildan.
"Oh anak Papi yang cantik," kata Pak Wildan
Lalu Linda pun menghampiri mereka sambil membawa minuman untuk Pak Wildan, "Aduh anak ini manjanya sama Papinya." gumam Linda.
"Biarin Mami, kan Erlin sayang sama Papi, dan Mami," ucap Erlin
"Iya.. ini minumannya Pi," kata Linda menaroh minuman di atas meja. "Bagaimana rapatnya?!!" tanya Linda
"Terimakasih sayang, rapatnya berjalan dengan lancar, walau dari Perusahaan CV yang hadir cuma Manager dan sekertarisnya," jelas Pak Wildan.
"Lho Perusahaan CV bukannya milik Tuan Rayyan, memang dia kemana?!!" tanya Erlin
Mendengar pertanyaan Erlin, Pak Wildan pun mengelus kepala Erlin, " Duh anak ini, kalau udah bicara soal Tuan Rayyan pasti deh raut wajahnya langsung sumringah, Tuan Rayyan lagi sakit, makanya dia gak masuk kerja dan di ganti oleh Pak Davin," ujar Pak Wildan.
Erlin pun terkejut, ia pun langsung bertanya, " Tuan Ray sakit apa Pi, apa parah, apa ia di rawat di rumah sakit?"
"Hmmm, Papi juga gak tau dia sakit apa," jawab Pak Wildan
"Pi, kita jenguk Tuan Ray ya, kan biar Tuan Ray tau kalau Erlin sangat perhatian sama Tuan Ray," kata Erlin
"Duh kamu memang perhatian, Tuan Ray gak akan menyesal kalau punya istri sepertimu, baiklah besok kita jenguk Tuan Ray," tutur Pak Wildan.
"Terimakasih Papi," ucap Erlin, "Tuan Ray tunggu Erlin ya..!!" batin Erlin
**Bersambung...
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. πππ
Salam Author... βππβ
__ADS_1