
<<<<<
"Oh begitu ya Tuan Muda, lalu kalian bakal liburan kemana?" tanya Bi Nana
"Ke Swedia Bi.." jawab bersama.
"Apa yang kalian katakan barusan? Swedia..!!"
Bi Nana pun terkejut mendengar jawaban dari Ray dan Zuy. Mereka berdua menganggukkan kepalanya. Sesaat Bi Nana menghela nafasnya sambil menyandarkan kepalanya di sofa, lalu ia melihat ke arah Zuy.
"Zuy.."
"Iya Bi Nana.."
"Zuy, tolong lihat Nara di kamarnya ya, takutnya dia bangun Zuy, Bi Nana mau bicara sebentar dengan Tuan Muda," ujar Bi Nana.
Zuy lalu menganggukkan kepalanya dan beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia berjalan ke arah tangga, saat hendak menaiki anak tangga, langkah Zuy sempat terhenti dan menoleh ke arah Bi Nana dan Ray.
"Apa yang mau Bi Nana bicarakan pada Tuan Muda, kenapa aku merasa kalau mereka sedang menyembunyikan sesuatu dariku," batin Zuy.
"Zuy ada apa?" tanya Bi Nana
Zuy langsung menggeleng cepat, "Tidak ada apa-apa Bi, yaudah Zuy ke kamarnya Nara," ujar Zuy,
Lalu ia pun menaiki anak tangga menuju ke kamar Nara. Bi Nana terus melihat ke arah Zuy. Sesaat setelah Zuy tidak terlihat, pandangan Bi Nana beralih ke arah Ray.
"Tuan Muda.."
"Bi, berhentilah memanggilku dengan sebutan Tuan Muda, panggil saja aku Ray atau Rayyan.." cetus Ray, "Sekarang kan Ray juga keponakan Bi Nana," sambungnya.
"Maaf Tu.. ah maksudku Ray, mungkin Bi Nana sudah terbiasa memanggilmu dengan sebutan Tuan Muda," ucap Bi Nana.
Ray pun tersenyum, "Iya tidak apa-apa Bi, perlahan saja pasti lama-lama juga terbiasa. Lalu apa yang mau Bi Nana bicarakan?" tanya Ray
"Tuan Muda, apa kalian ke Swedia hanya untuk liburan saja bukan untuk hal lain?"
Ray menganggukkan kepalanya, "Iya Bi, kami hanya ingin liburan saja dan juga Ray akan menghadiri acara teman Ray yang berada di Swedia."
"Kenapa gak sekalian saja kalian nikmati waktu kalian itu," kata Bi Nana, lalu ia memicingkan matanya ke arah Ray,
"Hmmmm jangan bilang kalau Anda masih merahasiakan hal ini pada Zuy?" sambung Bi Nana
Ray kembali menganggukkan kepalanya, "Iya Bi, Ray memang belum memberitahu Zuy, Ray menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu hal ini pada Zuy."
Seketika Bi Nana kembali menghela nafasnya sambil menepuk jidatnya, "Haah.. gak di sangka Bibi harus terlibat dalam rencana konyol dan tidak masuk akal mu ini Tuan Muda, bahkan rencana mu ini sangat sulit di cerna oleh sebagian orang."
Mendengar perkataan Bi Nana, Ray langsung menundukkan kepalanya,
"Maaf Bi, Ray memang gegabah sampai melibatkan Bi Nana dan Pak Randy, tapi kan cuma Bi Nana dan Pak Randy satu-satunya wali dari Zuy," ucap Ray, ia pun kembali mengangkat kepalanya dan menatap Bi Nana.
"Dan dengan ini juga, Ray bisa melindungi Zuy serta membahagiakannya Bi dan lagi Zuy jadi sepenuhnya milik Ray," sambungnya.
"Lalu bagaimana kalau Zuy tahu, dia pasti akan marah terutama pada Bi Nana, Bibi gak sanggup kalau anak itu sampai membenci Bi Nana," pekik Bi Nana.
Ray beranjak dari tempat duduknya dan mendekat ke Bi Nana, lalu ia berlutut di hadapan Bi Nana sambil memegang tangannya.
"Bi Nana tenang saja, hal itu tidak akan mungkin terjadi, Ray janji sama Bi Nana.."
"Hah, baiklah kalau Tuan Muda ah maksudku Ray sudah berjanji, dan lagi Zuy sudah menjadi tanggung jawabmu sekarang, Bibi hanya berharap semoga kamu bisa lebih menjaga dan membahagiakannya," pesan Bi Nana pada Ray.
Ray pun menyunggingkan senyumannya dan menganggukkan kepalanya.
"Kalau memang Zuy belum tahu yang sebenarnya, apa kamu akan melakukan itu pada Zuy?" tanya Bi Nana
"Melakukan itu?" Ray langsung berfikir sejenak, lalu sesaat ia pun mengerti apa yang di maksudkan Bi Nana,
"Kalau itu gimana nanti aja Bi, hehehe.."
Bi Nana pun memutar bola matanya dengan malas, lalu kemudian...
"Mami..." suara Nara yang menuruni tangga.
"Nara.. jangan lari-lari sayang.." seru Zuy di belakang Nara.
Setelah menuruni anak tangga terakhir, Nara langsung menghampiri Bi Nana dan memeluknya.
"Anak Mami sudah bangun.."
"Udah Mami, tadi pas bangun Nara kaget ada Kakak lagi bobo di samping Nara," oceh Nara (maklum omongan anak kecil.. hehehe)
Ray langsung bangkit dari posisinya, lalu ia memegang kepala Nara, "Hai Nara.."
Nara pun menoleh ke arah Ray, "Om ganteng di sini juga, lalu Paman putih ada di sini gak?"
"Paman putih?"
"Iya Paman yang suka panggil Nara anak kecil,"
"Oh Paman Davin, dia lagi di rumah, Nara.." ujar Ray
"Ya, Nara pikir Paman putih ada di sini, gak asik.." celoteh Nara sambil memanyunkan bibirnya.
Semuanya pun langsung terkekeh mendengar celotehan Nara.
°°°°°°°°°°°°
Beberapa saat kemudian, setelah habis berbincang bersama Bi Nana, Ray dan Zuy langsung berpamitan, Bi Nana dan Nara mengantar Ray dan Zuy sampai ke depan.
"Bi, Zuy pulang ya.." pamit Zuy memeluk Bi Nana.
"Iya Zuy, nanti saat di sana, kamu jaga diri baik-baik, jangan sampai terpisah dari Tuan Muda," pesan Bi Nana menepuk punggung Zuy.
"Iya Bi Nana.."
Sesaat Zuy melepaskan pelukannya, lalu Ray mencium punggung tangan Bi Nana, setelah itu mereka berjalan ke arah mobilnya yang terparkir di depan rumah Bi Nana, kemudian mereka pun masuk ke dalam mobil. Ray langsung menyalakan mobilnya, sesaat setelahnya ia pun melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Bi Nana. Bi Nana pun segera masuk ke rumah dan menutup pintunya.
°°°°°°°°°
Tak lama kemudian, mobil Ray sudah berada di jalanan, Ray terus fokus mengemudikan mobilnya, ya walau matanya sering beralih memandang Zuy. Lalu...
"Eumm Tuan Muda.."
__ADS_1
"Iya sayangku, ada apa?"
"Maaf jika Zuy tidak sopan, tapi Zuy hanya penasaran saja dengan apa yang kalian bicarakan, sampai-sampai Bi Nana menyuruh Zuy pergi ke kamar Nara," ujar Zuy
Ray lalu tersenyum ke arah Zuy dan beralih kembali pada jalanan.
"Tadi kami tidak berbicara apa-apa sayang, Bi Nana hanya berpesan kalau Ray harus jagain sayangku selama kita di Swedia, Bi Nana takut kalau sayangku yang cantik ini hilang di Negri orang, kata Bi Nana juga ini pertama kalinya sayangku bepergian jauh," ujar Ray yang berbohong.
"Oh begitu ya.."
"Iya sayangku, makanya nanti kalau sampai di sana, sayangku jangan jauh-jauh dariku ya..!!" pinta Ray.
Zuy pun menghela nafasnya dan menyandarkan kepalanya, "Iya, Zuy gak akan jauh-jauh dari Tuan Muda."
"Terimakasih sayangku," ucap Ray.
Saat berada di tengah perjalanan, lampu lalu lintas menyala merah, sehingga mengharuskan Ray untuk menghentikan laju mobilnya. Ray pun menurunkan kaca mobilnya. Lalu tiba-tiba..
Squshy.. Squshy.. Squshy..
Seorang penjual meneriakkan dagangannya, lalu si penjual itu berdiri di samping mobil Ray.
"Om Squshy empuknya, ada yang berbentuk gajah, bintang, bahkan bola bulat.." kata si penjual itu sambil menunjukkan boneka Squshy di hadapan Ray.
Blush
Seketika wajah Ray langsung memerah, mendengar kata Squshy, ia jadi mengingat tentang Squshy yang ia pegang waktu itu.
"Tuan mau gak Squshy-nya?" tanya si penjual itu.
Lalu Ray menoleh ke arah penjual tersebut, "Tidak bang, terimakasih.." ucap Ray, lalu..
"Aku mau yang gajah.." seru Zuy
"Sayangku.."
Si penjual itu memberikan Squshy berbentuk gajah pada Zuy, lalu saat Zuy hendak membayarnya, Ray malah melarangnya.
"Biar aku saja yang membayarnya, berapa bang?"
"Murah Tuan, cuma ..."
Ray merogoh sakunya dan mengambil uangnya, lalu ia memberikannya pada si penjual itu.
"Tapi ini tidak ada kembaliannya Tuan,"
"Tidak apa-apa, ambil saja kembaliannya," ujar Ray.
Penjual Squshy pun langsung tersenyum bahagia, "Terimakasih Tuan," ucapnya, lalu ia pun pergi..
Tak lama kemudian lampu hijau pun menyala, Ray kembali melajukan mobilnya.
"Tuan Muda terimakasih banyak," ucap Zuy
Ray pun langsung menoleh ke arah Zuy, "Sama-sama sayangku, asal sayangku bahagia," kata Ray, "Oh iya, setelah ini kita mau kemana Kak?" sambung tanya Ray.
"Lebih baik kita pulang saja, Tuan Muda," jawab Zuy.
Zuy lalu menggelengkan kepalanya, "Tidak Tuan Muda, lebih baik kita pulang saja, kan besok kita akan menempuh perjalanan jauh, jadi kita harus istirahat biar badan Fit," ujar Zuy.
"Baiklah sayangku, aku menuruti apa kata sayangku, tapi kita ke minimarket dulu ya.." ujar Ray
Zuy pun menganggukkan kepalanya, Ray menambah laju kecepatan mobilnya menuju ke minimarket.
************
Rumah Ray
Setelah selesai berbelanja di minimarket, dan menempuh perjalanan beberapa saat, mereka pun akhirnya sampai di rumah. Zuy lalu turun dari mobilnya dan berjalan menuju ke arah rumah di susul dengan Ray. Sesampainya..
"Kami pulang..!!"
"Oh, kalian berdua selamat datang," sambut Yiou yang tengah duduk di sofa.
"Euum Tuan Muda, Mrs Yiou, Zuy ke kamar duluan ya.."
"Okey Baby,"
Zuy pun berjalan menuju ke kamarnya, sedangkan Ray duduk di samping Yiou sambil meletakkan barang belanjaannya di atas meja.
"Kau beli apa Ray?" tanya Yiou
"Cuma cemilan dan minuman bersoda," jawab Ray
"Oh, kalau Wine apa kau membelinya?" tanya Yiou sambil membuka kantong belanjaan Ray.
"Ray cuma membeli minuman bersoda, kalau Wine Ray masih ada stok di kamar," ujar Ray.
Yiou lalu mengambil salah satu minuman bersoda itu, ia membuka tutupnya dan langsung meneguknya.
"Kak, Ray ke kamar ya.."
"Hmmm, mau ke kamar mu apa ke kamar Baby?" tanya Yiou
"Tentu saja ke kamarku, oh iya jangan lupa taroh sisa minumannya ke dalam kulkas," pinta Ray.
"Ya baiklah.."
Lalu Ray berjalan menuju ke kamarnya.
••••••••••••
Tak terasa malam semakin larut, waktu menunjukan pukul 01.35Am, semua orang sedang menikmati waktu tidurnya.
Kamar Ray
Nampak Ray tengah tertidur lelap di kamarnya, namun tanpa ia sadari ada seseorang yang sedang tidur di sampingnya, dan ia adalah Davin. Lalu Ray membalikkan badannya dan menghadap ke arah Davin begitu pula dengan Davin. kemudian tanpa sengaja tangan Ray menyentuh wajah Davin.
"Hmmm, sayangku.." erang Ray yang belum sadar.
"Berhenti menyentuh wajahku, nanti maskerku rusak," Davin pun ikutan mengigau.
__ADS_1
"Masker rusak?" lirih Ray, lalu ia perlahan membuka matanya, saat matanya terbuka tiba-tiba...
"Hwaaaaa.. hantu moci..." teriak Ray sembari menjauhkan tubuhnya dari Davin, dan akhirnya..
Bruuugh..
Ray langsung terjatuh dari ranjangnya, sedangkan Davin malah mendengkur dengan keras.
"Aduuh sakit.." pekik Ray sembari membangunkan dirinya.
Lalu ia menatap kembali ke arah Davin yang tertidur, "Tsk, ternyata Kak Davin, aku pikir hantu, tapi kenapa dia bisa tidur di sini sih, huh.. ini pasti kerjaan si Tante, dan lagi dengkurannya sangat keras, kalau begini aku gak bisa tidur," gerutu Ray
Ia pun berjalan keluar dari kamarnya, setelah berada di luar kamar, Ray langsung menuruni tangga, setelah selesai Ray melangkahkan kakinya menuju ke dapur untuk mengambil minuman. Sesaat setelah menghilangkan rasa hausnya, Ray kembali melangkahkan kakinya, akan tetapi bukan menuju ke kamarnya, melainkan ke kamar Zuy.
Kamar Zuy
Setelah berada di dalam kamar, ia pun menghampiri Zuy yang tengah tertidur lelap. Sesampainya Ray pun mendudukan dirinya di tepi ranjang dan menatap ke arah Zuy yang tengah tertidur.
"Cantik.." lirihnya sembari membaringkan badannya.
Kemudian Ray mencium kening Zuy dan beralih ke pipinya, setelah itu Ray memeluk tubuh Zuy.
"Untuk saat ini, seperti ini aja dulu," ucap Ray, ia pun langsung memejamkan matanya.
°°°°°°°°°°°
Ciip.. Ciip.. Ciip..
Suara burung berkicau dan beradu itu menandakan bahwa malam berlalu dan pagi sudah menyapa, waktunya bangun tidur dan memulai aktivitas.
Zuy yang tengah tertidur dalam pelukan Ray, perlahan membuka matanya yang lekat, kemudian ia memandang wajah Ray yang masih tertidur lelap. Sesaat setelahnya ia pun tersadar dan langsung bangkit dari posisinya.
"Tu-Tuan Muda kenapa bisa tidur di sini?" pekik Zuy yang terkejut, ia pun segera beranjak dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya.
Saat berada di luar kamar, Zuy berdiri di balik pintu sambil mengelus dadanya karena terkejut. Kemudian ia pun berjalan menuju ke kamar mandi.
Setelah melewati drama di pagi hari, tak terasa waktu sudah hampir pukul 10.55 dan ini saatnya bagi Zuy dan Ray bersiap-siap berangkat menuju ke Airport. Sebelum itu Ray dan Zuy berpamitan pada Bi Nana, Airin, Yiou dan Bu Ima.
"Bi, Zuy berangkat ya,"
"Iya, hati-hati ya, ingat jangan jauh-jauh dari Tuan Muda,"
Zuy pun mengangguk, lalu kemudian Airin langsung memeluk Zuy dengan erat.
"Zuy, aku bakalan kangen sama kamu,"
"Kita pasti bertemu lagi Rin.."
Sesaat setelah selesai berpamitan, mereka pun berangkat menuju ke Airport.
"Entah kenapa, aku punya firasat buruk," lirih Bi Nana.
Airport
Sesampainya, mereka bergegas masuk ke dalam, lalu kemudian seseorang menghampiri mereka.
"Tuan Rayyan, ayo ikut kami," kata orang tersebut.
Ray pun menganggukkan kepalanya, lalu mereka mengikuti orang tersebut. Mereka di bawa dengan menggunakan mobil menuju ke suatu tempat. Sesampainya di tempat Ray dan Zuy langsung turun dari mobil.
"Nah Tuan Ray, ini jet pribadi anda.." kata orang tersebut sambil menunjuk ke arah jet yang bertuliskan Vallery.
Lalu Zuy dan Ray masuk ke dalam jet tersebut, setelah di dalam Zuy tercengang saat melihat bagian dalam jet tersebut.
"Tuan Muda, di mana semua orang?"
"Sayangku, ini Jet pribadi, jadi kita hanya kita berdua, pilot dan pengawal kita,"
"Oh begitu ya,"
Ray pun tersenyum, lalu mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan, beberapa saat kemudian, Jet tersebut langsung lepas landas dan terbang menuju ke Swedia.
*******
Rumah Sakit
Sementara itu di waktu yang bersamaan, nampak seseorang pria tampan berkacamata datang mengunjungi rumah sakit, dan ternyata dia Archo, lalu ia pun langsung menuju ke Resepsionis.
"Maaf Tuan, ada yang bisa kami bantu?"
"Saya mencari Dokter Dimas Setya Wirawan," jawab
"Oh Dokter Dimas ada di ruangannya, mari saya antar,"
Petugas tersebut mengantar Archo menuju ke ruangannya Dimas. Sesampainya...
Ruang Dokter Dimas.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk..."
Petugas pun langsung membuka pintunnya, "Maaf Dokter kalau saya mengganggu,"
"Ada apa memangnya?" tanya Dimas
"Ada yang ingin bertemu dengan Dokter,"
Lalu Archo masuk ke dalam dan menghampiri Dimas, Dimas pun langsung berdiri dari posisinya.
"Maaf anda siapa ya?" tanya Dimas
Archo pun tersenyum sembari mengulurkan tangannya.
"Perkenalkan nama saya Archo Fuca, anak dari Mario Fuca dan Maria Lestari Fuca,"
Mendengar itu Dimas pun terkejut, "Ma-Maria Lestari..!!"
***Bersambung...
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
__ADS_1
Salam Author... ✌😉😉✌