Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Ingin Tahu....


__ADS_3

<<<<<


"Iya, walau bagaimanapun Maria itu masih istri sah Daddy dan ibu dari Kimberly. Sebenarnya Daddy juga ingin tahu siapa putri kandung Maria serta wanita yang sudah merebut Ray dari Kimberly," balas Daddy Mario.


"Apa!"


Lagi-lagi Daddy Mario berhasil membuat Archo kembali terkejut dengan perkataannya.


"Apa Daddy benar-benar serius dengan apa yang Daddy katakan barusan?"


Daddy Mario menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Ya Daddy serius bahkan sangat serius, Arc." jawab Daddy Mario.


"Lalu apa tujuan Daddy sebenarnya? Kenapa Daddy ingin tahu soal Zuy dan wanita yang sudah merebut Ray dari Kimberly?" lontar pertanyaan Archo.


"Zuy! Siapa dia? Apa nama wanita yang sudah merebut Ray?"


Bukan menjawabnya, Daddy Mario malah bertanya kembali karena penasaran dengan nama Zuy.


"Dad! Zuy itu nama dari anak Mam Maria," ujar Archo. "Dan juga nama dari wanita yang kalian anggap sebagai perebut si pria dingin itu," sambung batinnya.


Lalu....


"Emmm, bukankah nama anak Maria itu Zoya? Kenapa bisa jadi Zuy?" Daddy Mario nampak kebingungan.


Sebab Daddy Mario belum mengetahui bahwa nama Zoya saat ini telah berganti menjadi Zuy.


"Nama Zoya sudah di ganti menjadi Zuy, sejak ia berusia satu tahun. Itu pun atas permintaan terakhir Ayahnya sebelum meninggal," jawab. Archo.


Daddy Mario terkejut. "Apa! Jadi Ayahnya sudah meninggal?"


Archo mengangguk. "Iya Dad, Ayahnya sudah meninggal saat usia Zuy menginjak satu tahun. Beliau mengalami depresi berat sehingga membuatnya sakit parah dan meninggal. Tentunya Daddy pasti tau kan apa yang membuat Ayahnya sampai seperti itu?"


Daddy Mario manggut-manggut.


"Ya Daddy tau itu. Memang waktu itu Daddy sangat kejam sampai-sampai tega memisahkan seorang istri dari suaminya, Ibu dari anaknya serta anak dari orang tuanya. Akan tetapi Daddy lakukan itu demi kamu yang masih sangat membutuhkan seorang Ibu untuk mengasuh mu, Arc. Sebab Ibumu meninggalkan mu saat kamu masih berusia lima bulan," ujar Daddy Mario.


Archo menghela nafasnya. "Ya Daddy memang melakukan itu hanya demi aku yang masih berusia lima bulan dan tidak bisa di pungkiri bahwa aku sangat terharu dan bangga dengan Daddy. Tapi kenapa harus seorang wanita yang masih mempunyai suami dan anak, Dad? Apa saat itu Daddy tidak memikirkan dan merasa kasian terhadap anak Mam yang masih berusia dua bulan itu?" cecarnya.


Daddy Mario tersenyum dan menggeleng pelan.


"Tidak, Daddy tidak memikirkannya ataupun merasa kasian. Karena dari dulu juga Daddy orang yang kejam dan tidak berperasaan, walaupun Daddy masih ada perasaan baik juga, namun perasaan itu Daddy sudah menguburnya bersama mendiang ibu mu. Tentu itu di karenakan setelah Ibumu meninggalkanmu dan Daddy. Hidup Daddy seketika hancur, hanya ada penyesalan dan kemarahan yang Daddy rasakan waktu itu karena tidak bisa menyelamatkan Ibumu dari kematian yang merenggutnya. Sehingga Daddy lampiaskan semuanya pada orang-orang yang sudah berhutang pada Daddy, termasuk orang tua Maria. Lalu saat Daddy sedang berada di rumah orang tua Maria untuk menagih hutang Ayahnya dan dari situ Daddy bertemu dengan Maria. Tentunya kamu tahu dan masih ingat kan cerita selanjutnya seperti apa, karena Daddy sudah pernah menceritakannya padamu, tentang Maria yang meninggalkan keluarganya itu." jelas Daddy Mario dengan panjangnya.


(Kisah kilas baliknya sudah ada di Bab.69 Mengakui putrimu sebagai anakku.)


"Iya Archo masih mengingatnya, Dad. Makanya setelah mendengar cerita dari Daddy soal Mam, Archo langsung mencari informasi tentang keluarga Mam yang berada di Indonesia dan sampai akhirnya Archo berhasil menemukan mereka termasuk putri Mam itu," balas Archo.


Mendengar itu, senyum Daddy Mario langsung mengembang dan di tepuk-tepuk punggung lebar Archo.


Lalu....


"Dad, Daddy belum menjawab pertanyaan Archo yang tadi. Sebenarnya apa tujuan Daddy ingin tahu soal Zuy? Tentunya bukan untuk berbuat sesuatu kan?" Archo pun bertanya kembali soal tujuan Daddy-nya itu, sebab ia masih penasaran dengan jawaban Daddy Mario.


Sebelum membuka suaranya, Daddy Mario mengambil nafasnya dan membuangnya.


"Arc, kenapa kamu berfikiran kalau Daddy akan berbuat sesuatu terhadapnya? Daddy gak akan melakukan itu, bukannya waktu itu Daddy pernah bilang ke kamu dan Maria kalau Daddy akan mengakuinya sebagai putri Daddy juga. Dan soal tujuan Daddy itu, sebenarnya Daddy hanya ingin tahu dia saja, sebab Daddy penasaran seperti apa dia, wajahnya, sifatnya, kehidupannya dan juga Daddy ingin sekali memperkenalkan diri Daddy pada anaknya Maria itu," jelas Daddy Mario.


"Oh begitu ya Dad. Lalu bagaimana dengan wanita yang merebut Ray?"


"Kalau itu kita lihat aja nanti ya! Yang penting besok Daddy harus ikut dan menemani kamu ke Indonesia." papar Daddy Mario.


"Tapi Dad, kalau Daddy ikut Archo, bagaimana dengan Kimberly? Belum lagi dengan kesehatan Daddy." cecar Archo.


"Untuk Kimberly, di sini kan masih ada Liora dan anak buah Daddy, jadi kalau ada apa-apa dengan Kim mereka bisa langsung menghubungi kita. Lalu soal kesehatan Daddy, kamu tenang aja ya! Karena ada Adriene di samping Daddy." ujar Daddy Mario.


Sontak membuat Archo tersentak kaget. "Apa! Jadi Adriene juga ikut?"


"Tentu saja, dia Dokter pribadi Daddy sekaligus calon istri kamu, Arc."


Mendengar itu, Archo langsung menundukkan kepalanya. Lalu perlahan Daddy Mario bangkit dari posisinya dan menempatkannya tangannya kembali di atas kepala Archo.


"Sudah jangan menunduk seperti itu, lebih baik kamu istirahat sana! Daddy juga mau istirahat." titah Daddy Mario.


"Iya Dad." Archo menganggukkan kepalanya dengan pelan.


Lalu kemudian Daddy Mario melangkahkan kakinya keluar dari kamar Archo.


"Sebenarnya apa yang akan Daddy lakukan pada wanita yang Daddy anggap sebagai perebut pria dingin itu? Lalu bagaimana kalau Daddy tahu wanita itu dan Zuy adalah orang yang sama? Apa Daddy akan tetap ingin menganggap dan mengakui Zuy sebagai putri Daddy?" ucap Archo yang penasaran sekaligus mencurigai Daddy-nya itu.


Archo lalu melepaskan kacamata yang bertengger di hidungnya dan meletakkannya di atas nakas, setelah itu ia pun menjatuhkan tubuhnya di atas kasurnya.


"Haaa, kenapa Daddy selalu saja menganggap Adriene adalah calon istri ku. Padahal hubungan kami itu hanyalah perjodohan dari kalian, dan perasaan ku terhadapnya juga tidak lebih dari seorang teman saja. Aku memang membutuhkan seorang wanita, tapi wanita itu pilihan ku sendiri bukan karena perjodohan seperti ini." gumam Archo menumpukkan tangannya di atas matanya.


*******************************


INDONESIA


Setelah beberapa saat berada di rumah sakit menjenguk Bi Nana dan Pak Randy. Zuy dan lainnya kini sudah berada di perjalanan menuju ke arah Villanya.


Lalu....

__ADS_1


"Henri, nanti di depan sana berhenti ya!" pinta Zuy.


"Baik Nyonya," balas Henri mengangguk.


Sesaat setibanya di tempat yang Zuy minta, Henri pun langsung menghentikan laju mobilnya.


"Kalian tunggu sebentar ya! Aku mau beli sesuatu dulu." kata Zuy sembari membuka sealbeat yang melingkar di tubuhnya.


"Saya ikut dengan Nyonya ya!" pinta Henri.


Namun Zuy mengibaskan tangannya dan berkata, "Tidak usah Hen! Kamu tetap di sini aja bersama Mba Irma untuk menjaga anak-anak yang sedang pada tidur. Lagian kamu juga bisa mengawasi ku dari dalam mobil."


"Hmmm, baiklah Nyonya." balas Henri.


Kemudian Zuy membuka pintu dan turun dari mobilnya. Seusai menutup pintu mobilnya kembali, ia pun berjalan menuju ke sebuah kedai makanan yang menjajakan makanan khas Korea dan Indonesia.


Setibanya di Kedai tersebut, Zuy langsung memesan jajanan khas Korea seperti Toppoki dan Kimbab karena sahabatnya itu sangat menyukainya. Bukan hanya makanan Korea saja, Zuy juga memesan makanan khas Indonesia lainnya. Setelah selesai memesan Zuy pun duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh pemilik Kedai tersebut sambil menunggu pesanannya siap.


Sementara itu di tempat yang sama, sebuah mobil datang dan berhenti tepat di belakang mobil yang di tumpangi Zuy, dan di dalam mobil tersebut ada dua orang berparas tampan blasteran.


Lalu seketika pandangan salah satu pria tersebut mengarah ke Zuy yang sedang duduk di Kedai makanan itu.


"Ternyata memang jodohku," ucap pria tersebut di barengi senyumannya.


"Apanya yang jodoh mu, Bro?" tanya pria yang di sebelahnya.


Kemudian ia mengarahkan tangannya menunjuk ke arah Zuy. "Kamu lihat wanita yang berpakaian biru muda sedang duduk di sana?"


"Iya aku melihatnya, memangnya ada apa dengan wanita itu?" tanya temannya kebingungan.


"Dia yang aku ceritakan barusan, wanita cantik yang tidak sengaja aku tabrak saat di rumah sakit tadi," jawab si pria itu.


Ternyata pria blasteran itu adalah orang yang sudah menabrak dan membuat Zuy terjatuh saat di rumah sakit.


"Oh jadi dia orangnya. Emmm, tunggu sebentar!" temannya lalu memicingkan matanya ke arah Zuy. "Lho, bukannya itu Kimberly Fuca?" sambung kata temannya yang mengira Zuy adalah Kimberly.


"Kimberly Fuca?" lirih pria tersebut.


"Iya Kimberly Fuca, model yang sedang naik daun itu lho, tapi beberapa bulan yang lalu ia sempat menghilang bak di telan bumi. Rumor mengatakan bahwa saat ini dia berada di Paris, tapi ternyata dia sedang berada di Indonesia," papar temannya.


Mendengar itu, si pria langsung tersenyum sumringah sembari membuka sealbeat-nya.


"Mau kemana bro?" tanya temannya.


"Tentu saja aku ingin menghampirinya dan berkenalan dengannya." jawabnya membuka pintu mobil.


Temannya lalu menghela nafasnya. "Haaa.... Pasti kamu akan menyuruhku untuk tetap tinggal di mobil, iya kan?" gumamnya.


"Ya, ya terserah kamu aja deh. Udah pergi sana! Aku mau musikan dulu," cetus temannya.


Kemudian pria tersebut melangkahkan kakinya menghampiri Zuy. Setelah berada di dekat Zuy, pria itu sengaja menabrak tubuhnya kembali pada Zuy, sehingga membuat Zuy hampir terjatuh, untungnya ia mampu menahan kursi yang ia duduki itu.


"Tuan kalau jalan lihat-lihat dong!" pekik Zuy.


Seketika pria itu tersenyum dan menoleh ke arah Zuy.


"Ah maaf saya benar-benar tidak melihat .... Lho ternyata saya menabrak anda lagi, Nona cantik!" ucap pria itu yang pura-pura terkejut.


Zuy pun mengerenyitkan keningnya. "Hmmm, apa maksud anda menabrak saya lagi?"


"Apa anda tidak mengingatnya, Nona? Tadi waktu di rumah sakit saya menabrak anda dan di sini pun sama. Ya ampun ternyata dunia ini memang sempit ya! Kenapa mesti anda terus yang saya tabrak." lontar si pria itu.


Zuy yang mendengarnya pun hanya terdiam sembari mengalihkan pandangannya kearah lainnya. Lalu tiba-tiba si pria tersebut mengulurkan tangannya ke arah Zuy membuat Zuy kebingungan.


"Perkenalkan nama saya Andrew Vinsen, anda bisa memanggil saya Andrew atau Vinsen." Pria itu pun mengenalkan diri pada Zuy. "Lalu siapa nama anda, Nona?" sambung tanyanya.


Akan tetapi Zuy tidak meresponnya, sehingga pria yang bernama Andrew itu mengerutkan dahinya dan menurunkan tangannya kembali. Kemudian ia mendudukkan dirinya di samping Zuy.


"Hmmmm, tapi kalau saya perhatikan anda mirip sekali dengan Kimberly Fuca. Apa jangan-jangan anda benar-benar Kimberly Fuca, model yang beberapa bulan lalu menghilang tanpa kabar itu. Iya kan Nona?" lontar Andrew yang menyangka bahwa Zuy adalah Kimberly.


Sontak pandangan Zuy mengarah kembali ke arah pria yang di sampingnya itu dengan sorot matanya yang tak biasa. Dan saat Zuy hendak membuka mulutnya untuk berbicara, seorang pelayan kedai pun tersebut datang mengantarkan pesanan Zuy.


"Maaf Nona, ini pesanan anda!" kata pelayan tersebut.


Zuy pun langsung beralih pandang ke arah pelayan kedai itu dan bangkit dari posisinya. Ketika hendak membayar, tiba-tiba Andrew itu menahan tangan Zuy.


"Biar saya yang membayarnya!" ujar Andrew.


Akan tetapi Zuy menolaknya, sehingga membuat Andrew nampak kecewa. Sesaat selesai membayar makanannya, Zuy melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil, tiba-tiba langkahnya terhenti karena Andrew menahan tangan Zuy.


"Tuan, tolong lepaskan tangan saya!" pekik Zuy.


"Ah, maafkan saya! Saya tidak sengaja memegang tangan anda, Nona Kimberly." ucap Andrew yang belum melepaskan tangan Zuy.


Lalu tiba-tiba Henri datang dan langsung mencengkeram kuat tangan Andrew membuat Andrew meringis dan langsung melepaskan tangan Zuy.


"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan tanganku, brengs*k!" pekik Andrew.


Henri pun langsung melepaskan tangan Andrew dan menghempaskannya hingga Andrew hampir terjatuh. Setelah itu Henri beralih mendekat ke arah Zuy.


"Nyonya, anda tidak apa-apa?" tanya Henri.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa, Hen. Mumpung kamu disini, tolong bawakan ini dan kita pergi dari sini!" jawab Zuy sekalian menyerahkan kantong plastik makanan pada Henri.


Henri mengangguk. "Baik Nyonya."


Zuy terlebih dahulu melangkahkan kakinya menuju ke arah mobilnya, Henri pun menyusulnya di belakang, akan tetapi sebelum itu Henri terlebih dulu menatap tajam Andrew seraya memberikan peringatan untuknya. Setelah itu, ia pun bergegas menyusul Zuy.


"Ternyata wanita itu memang Kimberly Fuca, buktinya dia memiliki seorang pengawal. Bagus! Dia memang wanita yang aku harapkan untuk menjadi jodohku. Aku tidak boleh menyerah, aku harus mendapatkannya." ucap Andrew dengan sungguh-sungguh.


*******************************


Villa Z&R


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit dari Kedai tersebut, mereka pun akhirnya tiba di Villa.


"Aku pulang...." seru Zuy.


Airin yang berada di ruang keluarga dan tengah asik membaca buku dongeng pun langsung bangkit dari posisinya dan berlari kecil menuju ke ruang depan.


"Selamat datang semua...." sambut Airin.


"Aku kira kamu sedang istirahat siang, Rin." ucap Zuy mendekat ke arah Airin.


"Aku memang sedang istirahat sambil baca buku dongeng, hehehe...."


"Oh, lalu di mana si kembar? Apa mereka rewel?" tanya Zuy.


Airin menggelengkan kepalanya.


"Mereka gak rewel Zuy, malahan anteng. Dan sekarang mereka sedang di kamar bersama dengan Tuan bos," jawab Airin.


"Yaudah kalau gitu aku ke kamar dulu, oh iya ini aku belikan jajanan Korea untuk kamu, Rin." Zuy memberikan bungkusan yang ia bawa ke Airin.


"Waaah, kamu memang Kakak kesayangan ku. Terimakasih Kakak," ucap Airin kegirangan, lalu ia pun mengambil bungkusan dari tangan Zuy.


"Sama-sama Rin," balas Zuy. "Oh iya Hen, tolong kamu bawa Nara ke kamarnya ya!" sambung titahnya pada Henri yang tengah menggendong Nara dan di balas anggukan oleh Henri.


Selepas itu, Zuy bergegas menuju ke arah kamarnya di mana Ray dan si kembar ada di sana. Setibanya di dalam kamar, Zuy berdiri sejenak karena melihat ketiga kesayangannya sedang tertidur lelap.


"Kasihan kesayanganku ini," ucap Zuy.


Ia pun kembali melangkah kakinya mendekat ke Ray dan si kembar yang tertidur. Sebelum mendudukkan dirinya, Zuy terlebih dahulu memindahkan si kembar ke dalam box tidur mereka secara bergantian. Setelahnya, ia langsung mendaratkan bokongnya di tepi ranjang samping Ray.


"Sayangku...." lirih Ray yang terbangun dari tidurnya.


Seketika Zuy memalingkan wajahnya ke arah Ray sembari menyunggingkan senyumnya.


"Kamu kapan datang sayangku?" tanya Ray yang perlahan bangkit dari posisinya.


"Baru aja sampai, maaf ya kalau aku pulangnya telat dan terimakasih karena sudah menjaga si kembar untukku," ucap Zuy.


Mendengar ucapan Zuy, Ray tersenyum sambil mengarahkan tangannya ke pipi Zuy.


"Jangan berterimakasih seperti itu, kaya sama siapa aja. Lagian si kembar juga anakku, sayangku." kata Ray.


Zuy lalu menggenggam tangan Ray yang berada di pipinya dan menurunkannya. "Yaudah kalau begitu kamu tunggu sebentar ya! Aku mau ke kamar mandi dulu."


"Ayo ke kamar mandi bareng!" ajak Ray sambil beranjak dari tempat tidurnya.


"Tapi Ray, aku ...."


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Ray tiba-tiba mengangkat tubuh Zuy dan membawanya ke kamar mandi.


Braaaak....!!


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Villa A.Y.


Sementara di Villa lainnya, Aries nampak tengah duduk di sofa yang berada di ruang keluarga bersama dengan Yiou dan calon anaknya yang masih berada di dalam kandungan Yiou.


"Yank, jam berapa kita akan pergi ke rumah sakit?" tanya Yiou.


"Nanti sore My love, biar gak panas di jalannya dan lagi kita nunggu Zuy dan lainnya pulang," jawab Aries mengelus perut Yiou.


"Lho memangnya mereka belum pulang?"


Aries menggeleng. "Belum, tapi kurang tau juga."


Yiou menghela nafasnya. "Aku benar-benar kasihan sama Baby, Yank. Dia sekarang pasti sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa Paman dan Bibinya. Aku jadi gak bisa bayangin, bagaimana perasaannya nanti, kalau dia tahu bahwa Ibunya juga di culik oleh orang."


Sehingga membuat Aries tersentak kaget saat mendengarnya.


"Maksudmu My love, Mrs Maria di culik?"


***Bersambung....


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... 😉✌😉✌

__ADS_1


__ADS_2