
<<<<<
Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka selesai membereskan semuanya, lalu mereka pun keluar dari kamar dan menuju ke pintu lift, setelah pintu terbuka mereka masuk ke dalam lift dan menuju lantai bawah. Di lantai bawah, Kimberly pun ke Resepsionis untuk Cek out, setelah selesai mereka keluar dari hotel itu, lalu menaiki Taxi dan pergi menuju ke Rumah Ray.
*****
Rumah Zuy
Nampak sebuah mobil datang dan berhenti di depan rumah Zuy, lalu seseorang turun dari mobil dan ternyata itu Deva bersama Zetta.
"Dev, apa benar itu rumahnya Zuy?" tanya Zetta sambil memandangi rumah Zuy.
"Iya itu memang rumahnya Zuy, ayo kita kesana!!" ajak Deva
Zetta menganggukan kepalanya, mereka pun berjalan ke arah rumah Zuy, setelah sampai di depan pintu Deva langsung mengetuk pintu rumah Zuy.
Tok Tok Tok
"Zuy, ini saya Deva.." seru Deva
Namun tidak ada jawaban apa-apa, Deva pun terus melakukannya berulang-ulang namun tetap saja.
"Gimana sayang?" tanya Zetta
Deva menggelengkan kepalanya, "Sepertinya dia sedang pergi," jawab Deva
"Apa mungkin dia tidak mau menemui ku, gara-gara aku ngefinah dan nampar dia," lirih Zetta dengan wajahnya yang nampak murung.
"Jangan berfikiran yang aneh-aneh, aku sangat mengenal Zuy. Dari dulu ia bukan tipe orang pendendam, mungkin dia sedang pergi," kata Deva, "Ayo kita lebih baik kita pulang, nanti kapan-kapan kita kesini lagi," imbuhnya.
Mereka pun berbalik dan berjalan menuju ke arah di mana mobil mereka berada, setelah sampai mereka langsung masuk ke dalam mobil dan pergi.
*****
Rumah Pak Randy
Bi Nana nampak sedang sibuk di dapur, ia sedang membuat kue kesukaan Nara, lalu Aries pun menghampiri Bi Nana.
"Tante.."
Bi Nana langsung menoleh, "Eh Aries, ada apa?" tanya Bi Nana
"Eeem anu Tante, Aries mau nanya, eeem ... ...," Aries sangat ragu tentang apa yang ingin dia katakan ke Bi Nana, ia pun akhirnya terdiam sejenak.
"Ada apa Ries, kenapa malah jadi diam seperti itu, kamu mau nanya apa?" tanya Bi Nana
Gleek
"I-itu Tan, so-soal kemaren di rumah Ray, kenapa Tante ngizinin Zuy tetap di sana, dan gak pulang bareng kita?" Aries akhirnya bertanya walau terbata-bata.
"Kenapa kamu nanya seperti itu Ries?" tanya Bi Nana sambil memasukkan kue yang di buatnya ke dalam oven.
Aries menghela nafasnya dan menjawab, "haa, Aries hanya khawatir Tan."
Lalu Bi Nana mendekat ke Aries, dan memegang pundak Aries, "Ya wajar kalau kamu khawatir karena walau bagaimana pun Zuy kan adik sepupuhmu sama seperti Nara. Ya Tante juga sempat khawatir kok, apalagi Zuy kan perempuan, tapi Tante percaya mereka bisa jaga diri baik-baik." tutur Bi Nana
"Adik sepupuh ya..," lirih Aries sambil memalingkan wajahnya, "Tapi aku khawatir bukan karena sebagai Kakak sepupuhnya," batin Aries
"Hmmm, kenapa lagi Ries?" tanya Bi Nana melihat ke Aries.
Aries pun menoleh ke arah Bi Nana, "Ah gak kenapa-napa Tan, yaudah kalau gitu Aries berangkat dulu ke Resto, tadi Rezna nelpon ke Aries," ujar Aries, "Oh iy Tan, Om Randy udah ngasih kabar belum, terus kapan dia pulang?" sambung tanya Aries.
"Semalam Papinya Nara nelpon, katanya masih ada urusan sama Papahmu Ries, mungkin minggu depan ia pulang, Nara juga udah merengek nanyain Papinya terus," jelas Bi Nana
"Oh gitu. Yaudah Tan, Aries pergi dulu ya," ucap Aries sambil melambaikan tangannya,
Aries pun melangkahkan menuju ke pintu depan.
"Hah, kenapa dia sepertinya gak suka kalau Zuy di rumah Tuan Muda, apa jangan-jangan Aries ..., ah gak mungkinkan kalau Aries seperti itu, mikir apa aku ini lebih baik beresin semuanya," kata Bi Nana, lalu ia pun langsung membereskan semua yang berantakan di dapur.
Sementara itu...
Setelah keluar dari rumah, Aries pun langsung masuk ke dalam mobil, setelah di dalam mobil Aries pun bersandar sejenak.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan perasaanku ini? Apa aku benar-benar mengkhawatirkannya sebagai adik sepupuhku atau sebagai wanita yang aku sukai? Aaah, ini benar-benar membuatku pusing," ujar Aries.
Lalu ia pun mengemudikan mobilnya dan pergi menuju ke Resto.
*****
Rumah Ray
Beberapa saat sebelumnya....
__ADS_1
Setelah selesai membereskan semuanya, Zuy kembali duduk di ruang tengah bersama dengan Davin.
"Tuan Muda ada dimana, Pak?" tanya Zuy
"Dia sedang kamarnya, katanya mau ngambil sesuatu," jelas Davin.
Lalu Zuy menoleh ke arah buku yang sedang di pegang Davin. "Euuum Pak! Apa cerita di buku itu bagus?" tanya Zuy.
"Oh buku ini ya? Sebenarnya sih bagus, tapi tergantung dari pembacanya," jawab Davin. "Apa kau mau baca ini juga?" sambung tanya Davin sambil menyodorkan bukunya.
"Ta-tapi anda sedang membacanya, Pak." seloroh Zuy.
Davin pun tersenyum dan berkata, "Aku sudah baca ini berulang-ulang, karena aku orangnya tidak bosenan, jadi kalau kamu mau membaca ini silahkan!"
Zuy mengambil buku yang di tangan Davin. "Te-terimakasih Pak," ucap Zuy.
Davin lalu beranjak dari tempat duduknya, "Yaudah, aku ke kamar dulu ya!" kata Davin.
Ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya. Sesaat setelah Davin pergi, Zuy segera membuka bukunya dan mulai membacanya. Nampaknya Zuy mulai menyukai buku itu, rasa kantuk mulai menyerangnya, tak lama kemudian ia pun tertidur lelap.
Sementara itu, Ray keluar dari kamarnya, ia berjalan menuruni tangga dan menuju ke ruang tengah, setelah berada di ruang tengah....
"Kak Davin, ini tolong belikan ..., lho mana kak Davin," ujar Ray mengedarkan pandangannya.
Lalu tanpa sengaja, pandangan Ray mengarah ke samping, Ray tersentak melihat Zuy yang sedang tertidur lelap sambil mulut sedikit terbuka. Sontak membuat Ray terkekeh geli melihat Zuy yang tidur seperti itu.
Pffft....
"Ya ampun Kak Zuy, tidurnya sampai begitu," papar Ray sambil ngeliatin Zuy.
"Hmmm.." erang Zuy sambil memiringkan kepalanya dan hampir terjatuh, Ray yang melihatnya pun dengan sigap duduk di samping Zuy, sehingga Zuy langsung menyandar di bahu Ray.
"Hufft hampir saja.." lirih Ray sambil mengusap keringat di dahinya.
"Kakak pasti sangat kelelahan. Terimakasih banyak Kak Zuy sudah membantuku dan merawatku saat aku sakit," ucap Ray mengelus lembut pipi Zuy.
Lalu tiba-tiba....
"Tuan Ray, apa yang anda lakukan?" tanya Davin.
"A-ku gak ngapa-ngapain. aku hanya ...," jawab Ray yang terkejut sambil menoleh ke arah Davin.
"Ya ampun kak Davin bikin kaget saja," gerutu Ray
"Ma-mana ada, aku gak akan seperti itu," ujar Ray dengan gugupnya.
Mendengar suara Davin dan Ray, Zuy pun terbangun dan perlahan ia membuka matanya, setelah matanya terbuka sempurna, Zuy terkejut melihat Ray di sampingnya dan ia langsung mengangkat kepalanya.
Duaak..
"Aduuh.." rintih Ray karena dagunya terbentur oleh kepala Zuy.
"Ah maaf Tuan Muda, aku gak sengaja. Apa anda terluka?" tanya Zuy sambil memeriksa dagu Ray.
Deeeg..
Jantung Ray langsung berdegup sangat kencang, pipinya pun memerah.
"A-aku tidak apa-apa Kak. Maaf gara-gara suara ku yang keras barusan, jadi membangunkan mu," ucap Ray
"Tidak kok Tuan. Justru aku minta maaf udah seenaknya tidur dan menyandar di bahu anda, bahkan sampai meninggalkan jejak di pakaian anda dan lagi membuat anda kesakitan gara-gara terbentur oleh kepala ku, maaf ya Tuan!" ucap Zuy,
Ray pun hanya tersenyum mendengar ucapan Zuy, lalu....
"Ehemmm, kalian kalau mau bermesraan jangan di depanku dong! Bikin iri saja," gumam Davin sambil memalingkan wajahnya.
Zuy duduk menjauh dari Ray. "Ahahaha.... Si-siapa yang bermesraan? Pak Davin ada-ada saja," papar Zuy. "Kalau gitu Zuy ke kamar mandi dulu, mau cuci muka," imbuhnya.
Laluu ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamar mandi.
"Kak Davin..." seru Ray dengan tatapan tajamnya.
Davin pun langsung mengalihkan pandangannya menghindari tatapan Ray.
"Ck dasar.." decak Ray.
Lalu kemudian....
Ting Tong (suara bel pintu berbunyi)
"Siapa yang datang lagi?" tanya Ray
"Gak tau, mungkin salah satu kandidat calon istri anda lagi, Tuan Ray. ledek Davin
__ADS_1
"Ck mulai deh, yaudah biar aku aja yang buka," papar Ray.
Lalu ia pun berjalan menuju ke arah pintu depan. Setelah sampai di pintu, Ray membukakan pintunya.
Cekleek..
"Kimberly, Mrs Maria.."
"Ay..." seru Kimberly sambil memeluk Ray.
"Aduh! Jangan kebiasaan gini dong!" gumam Ray melepaskan pelukan Kimberly.
"Habis aku kangen sama Ay," ujar Kimberly,
Sesaat ia melepaskan pelukannya.
"Yaudah ayo masuk..!!" suruh Ray, namun raut wajahnya nampak tidak suka.
Lalu mereka pun masuk dan langsung duduk di sofa.
Ray terkejut melihat Kimberly membawa beberapa koper, ia pun langsung bertanya, "Ada apa ini, kenapa kalian bawa koper, memangnya kalian mau kemana?"
Kimberly kembali memeluk Ray. "Ay, hari ini Kim akan pulang ke Amerika, karena waktu libur Kim sudah berakhir, hah padahal Kim masih mau disini menemani Ay," kata Kimberly
"Apa! Kamu akan pulang ke Amerika? Kapan kalian berangkat?" tanya Ray sambil melepaskan kembali pelukan Kimberly.
"Kami akan berangkat nanti malam, tapi sore ini kita harus ada di Airport," jawab Maria.
"Oh, lalu dia?" tanya Ray menunjuk ke arah YanYan
"Nama saya YanYan saya manager Kimberly," YanYan memperkenalkan dirinya.
"Saya Ray, salam kenal.." ujar Ray. "Baguslah kalau kalian mau pulang," sambung batin Ray.
Triiiiiing.. Triiiiiing..
Hp Maria pun berdering, Maria lalu mengambil Hpnya di dalam tas, ia pun melihat layar hpnya 'Liora Calling'
"Sebentar Mam jawab telpon dulu," kata Maria, lalu ia berjalan menuju keluar rumah, setelah berada di luar Maria pun langsung menjawab telpon tersebut.
"Halo Liora, ada apa?" tanya Maria
"Maria, apa kamu memberi tahu Ray bahwa pertunangan mereka dua bulan lagi?" tanya balik Liora
"Ya, soalnya kalau dia tahu akan lebih baik kan," jawab Maria
"Hah, harusnya kamu tahan dulu Maria, jangan asal memberi tahu," celetuk Liora, "Terus kapan kamu kembali ke Amerika?" tanyanya.
"Malam ini, memang ada apa Liora?" tanya Maria penasaran
"Nanti saja, kita bicara langsung kalau kamu sudah sampai, yaudah kalau gitu aku matiin telponnya," tutur Liora
Lalu telpon pun terputus..
"Sebenarnya ada apa sih, bikin penasaran saja," kata Maria, lalu ia pun kembali masuk ke dalam rumah.
*****
Tempat Makan
Sementara itu, Anne sedang bertemu dengan seseorang, yang ternyata sodara sepupuhnya sendiri.
"Ada perlu apa An, kenapa kamu memanggilku kemari?" tanya pino (sepupuh Anne)
Anne lalu menyerahkan video yang ia rekam waktu itu ke pino.
"Pin, apa kamu bisa menyebarkan Video ini, tapi kamu harus mengeblur orang-orang ini, kecuali wanita yang di tampar ini, dan memotong bagian akhir dari Video ini," pinta Anne ke pino.
"Lho bukannya ini Zuy yang selalu kamu benci An?" tanya Pino.
"Ya, aku ingin hidupnya menderita, makanya aku minta bantuan kamu, kamu kan juga seorang hackers, kamu bisalah bikin akun palsu, jadi gak akan ketahuan," ujar Anne, "Kamu bisakan membantuku pin?!!" tanya Anne
Pino pun tersenyum sinis. "Begini doang sih gampang banget, pasti aku akan bantu kamu An," katanya.
"Terimakasih pin, kau memang sepupuhku yang paling ngertiin aku," ucap Anne.
Lalu Anne tersenyum dengan sinisnya, dan di hatinya pun berkata, "Hmmm liat saja nanti Zuy, apa kamu bisa tahan dengan ini, aku gak akan berhenti sebelum hidupmu benar-benar menderita."
**Bersambung...
^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada kesalahan, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏
Salam Author... ✌😉😉✌
__ADS_1