Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Minuman Pelancar...


__ADS_3

<<<<<


"Sesuatu? apa itu, Tuan Ray?" tanya Davin penasaran.


Ray pun menatap Davin dan menyunggingkan senyumannya.


"Itu ...,"


Saat Ray ingin memberitahu pada Davin, tiba-tiba...


Tok Tok Tok


Seseorang mengetuk pintu, sehingga membuat Ray dan Davin menoleh ke arah Pintu.


"Bu Ima..!!" lontar Ray, ternyata yang mengetuk pintu Bu Ima.


"Maaf Tuan Ray, Tuan Davin kalau saya mengganggu," ucap Bu Ima sambil menundukkan kepalanya.


Ray menggelengkan kepalanya, "Tidak mengganggu Bu, ada apa?" tanya Ray.


Bu Ima lalu masuk ke kamar Ray, kemudian menghampiri Ray dan Davin yang tengah duduk di sana.


"Ini Tuan Ray, tadi ada orang mengirim paket buat anda," jelas Bu Ima sembari memberikan paket tersebut untuk Ray.


Ray langsung mengambil paket tersebut dari tangan Bu Ima, "Terimakasih Bu Ima," ucapnya.


Bu Ima pun menundukkan kepalanya, "Sama-sama Tuan Ray," balas Bu Ima, "Oh iya Tuan, makan siang sudah siap, apa anda ingin makan sekarang?" sambung tanya Bu Ima.


"Nanti saja Bu," jawab Ray.


"Yaudah kalau begitu Tuan, saya permisi dulu Tuan, mau memberi makan Manis," ujar Bu Ima


Ray menganggukkan kepalanya, "Silahkan Bu Ima," balas Ray.


Bu Ima pun pergi, Sesaat setelahnya..


"Paket apa itu Tuan?" tanya Davin yang penasaran dengan paket amplop besar yang di tangan Ray.


"Oh ini, entahlah ..., biar Ray buka," kata Ray,


Lalu ia membuka kertas yang membungkus paket tersebut, ternyata itu adalah Map coklat besar.


"Waah, apa itu Tuan Ray, apa sebuah dokumen penting?" tanya Davin.


"Mungkin.." singkat Ray.


Kemudian ia melepaskan kait berbentuk tali kecil yang melilit pada kedua kancing Map tersebut, setelah itu Ray langsung membukanya dan mengeluarkan isinya.


"Oh, ternyata sudah jadi ya.." lirih Ray sambil tersenyum.


"Apanya yang sudah jadi?" tanya Davin yang makin penasaran.


"Oh ini passport milik Zuy, aku yakin pasti dia belum mempunyai Passport, makanya aku membuatkannya, ya minta bantuan seseorang juga," jelas Ray sambil menunjukkan buku Passport tersebut pada Davin.


"Oh begitu Tuan, anda benar-benar sigap ya," ucap Davin.


Ray lalu menyunggingkan senyumannya, "Tentu dong, apa sih yang gak buat Zuy-ku tersayang," ungkap Ray sambil mengeluarkan isi yang ada di Map tersebut.


Mendengar itu, Davin langsung memutar bola matanya, "Hah, mulai dah bucinnya," gumamnya, Ray pun hanya terkekeh mendengar gumaman Davin.


Lalu Davin pun menyandarkan kepalanya di sofa tersebut sambil meregangkan otot-otot tangannya, ia melihat ke langit-langit sambil menghela nafasnya. Lalu tiba-tiba..


Krunyuuuuuk...


Bunyi suara dari perut Davin yang menggema, membuat Ray mengalihkan pandangannya ke arah Davin.


"Hah, sepertinya cacing di perut Kak Davin sudah berdemo tuh," celetuk Ray.


"Ahahaha, sepertinya begitu.." ucap Davin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ck, yaudah kalau mau makan, duluan aja Kak, nanti Ray nyusul, soalnya mau beresin ini dulu," titah Ray.


Davin pun mengangguk, "Baiklah, aku makan duluan.." kata Davin sambil beranjak dari tempat duduknya.


Kemudian ia melangkahkan kakinya menuju keluar dari kamar Ray. Sedangkan Ray masih mengecek berkas yang di kirimkan tadi, karena selain Passport, ada berkas lainnya dalam Map tersebut.


Lalu Ray mengambil sebuah kertas penting dan sebuah buku mirip Passport. Kemudian ia pun memandangi kertas dan buku itu sambil tersenyum.


"Akhirnya jadi juga sertifikat ini, untuk sementara ini akan aku simpan sampai waktunya tiba nanti, aku akan memberitahukan ini pada sayangku," ucap Ray.


Sesaat setelahnya, Ray memasukan kembali berkas tersebut ke dalam Map coklat itu, kecuali Passport milik Zuy, setelah selesai ia beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia berjalan ke arah lemari pakaiannya. Lalu Ray membuka pintu lemarinya dan menaroh berkas itu ke dalam lemarinya.


Setelah selesai dan menutup kembali pintu lemarinya, Ray pun berjalan menuju ke kamar mandi yang berada di dalam kamarnya karena panggilan alam. (Gak perlu di jelasin ya.. hehehe..)


Sementara itu setelah menuruni anak tangga, Davin langsung menuju ke meja makan, sesampainya, bukannya langsung duduk, akan tetapi ia malah melewatinya dan berjalan menuju ke dapur. Setelah berada di dapur, Davin langsung membuka pintu kulkas.


"Cuacanya sangat panas, aku ingin minuman dingin menyegarkan," gumamnya.


Lalu mata Davin terfokus pada sebotol minuman berwarna orange seperti orange jus, kemudian ia mengambil botol tersebut.


"Waah, kebetulan ini, pasti Bu Ima yang buat orange jus ini, tahu aja kalau cuaca lagi panas," kata Davin sembari menutup pintu kulkas.

__ADS_1


Kemudian ia langsung membuka tutup botol tersebut, lalu ia pun meminumnya.


"Orange jus kok rasanya gini, ada asam-asamnya dan baunya juga gak seperti orange jus, bodo amat ah, minum saja sampai habis.." lontar Davin


Davin pun meminum kembali minuman itu hingga tinggal seperempat botol. Lalu kemudian Bu Ima datang..


"Lho Tuan Davin," sapa Bu Ima


"Eh Bu Ima, sudah selesai memberi makan si Manis?" tanya Davin


Bu Ima pun menganggukkan kepalanya, "Iya sudah Tuan," jawabnya.


"Oh, euum Bu Ima.."


"Iya Tuan Davin," sahut Bu Ima


"Orange jus ini kok rasanya aneh sih, ada rasa asamnya terus juga baunya sangat aneh Bu, tapi lama-lama enak Bu, walau di lidah kaya ada rasa pahitnya," ujar Davin sambil menunjukkan botol minuman itu pada Bu Ima.


Melihat botol yang di tunjukan oleh Davin, membuat Bu Ima terkejut dan ia pun bertanya, "Tu-Tuan, anda dapat botol itu dari mana?" tanya Bu Ima.


"Hmmm, dari dalam kulkas Bu," jawab Davin sambil menunjuk ke arah kulkas.


"Apa...!!" Bu Ima pun langsung membuka pintu kulkas.


"Ada apa Bu Ima? kenapa Ibu nampak terkejut begitu?" tanya Davin yang keheranan.


Lalu Bu Ima membalikan badannya ke arah Davin dan menatap Davin.


"Tuan, apa anda tidak tahu apa yang anda minum barusan?" tanya Bu Ima


Davin pun menggeleng cepat, "Tidak, yang saya tahu ini Orange jus," jawab Davin.


Bu Ima langsung menepuk jidatnya sendiri, "Aduuh Tuan, itu bukan orange jus, tapi itu kunyit asam yang Ibu buat khusus untuk melancarkan haidnya Zuy, terus juga supaya perutnya Zuy nyaman saat haid," jelas Bu Ima.


"Apa..!! hummpt" Davin langsung terkejut mendengar penjelasan Bu Ima, lalu ia segera berlari ke kamar mandi, setelah di kamar mandi..


Hoeeek.. Hoeeek..


Davin langsung memuntahkan minuman yang ia minum barusan.


"Tuan Davin, apa anda baik-baik saja?" tanya Bu Ima


Namun Davin tidak menjawab, karena sibuk memuntahkan minuman tadi. Lalu Ray datang menghampiri Bu Ima.


"Ada apa Bu Ima?" tanya Ray


"Oh Tuan Ray, ini Tuan Davin muntah-muntah," jawab Bu Ima


"Apa..!! muntah-muntah..!!" Ray terkejut mendengar jawaban Bu Ima,


"Kak Davin, apa yang terjadi? kenapa Kak Davin bisa muntah-muntah seperti itu?" tanya Ray khawatir.


"Maaf Tuan Ray, saya yang teledor, Tuan Davin muntah-muntah karena meminum minuman pelancar haid milik Nak Zuy, Tuan Davin mengira kalau itu adalah orange jus," jelas Bu Ima. Lalu kemudian ...


Pffft..


"Hahaha, ya ampun Kak Davin, ada-ada saja, Ray pikir Kak Davin muntah-muntah karena apa, gak tahunya gara-gara minuman pelancar haid," tawa Ray


"Ya.. mana saya tahu Tuan, kalau itu minuman pelancar haid, habisnya mirip orange jus, rasanya juga enak, walau sedikit panas di tenggorokan," gerutu Davin.


"Maaf Tuan Davin," ucap Bu Ima menundukkan kepalanya.


Mendengar ucapan Bu Ima, Davin menggelengkan kepalanya dan mengibas tangannya.


"Tidak Bu Ima, ini bukan salah Ibu, jadi Ibu jangan merasa bersalah seperti itu ya," tutur Davin.


"Terimakasih Tuan,"


"Yaudah kalau begitu, kita makan bareng yuk Bu Ima..!" ajak Ray.


"Tidak usah Tuan, saya sudah makan tadi, kalau Tuan Ray dan Tuan Davin ingin makan, biar saya siapkan..," kata Bu Ima, lalu ia berjalan menuju ke arah meja makan, di ikuti Ray dan Davin.


Sesaat kemudian, setelah selesai menyiapkan makanan untuk Ray dan Davin, Bu Ima pun kembali ke dapur, sedangkan Ray dan Davin langsung menikmati makanannya.


**********


Rumah Pak Wildan


Nampak Pak Wildan turun dari mobilnya, lalu ia buru-buru masuk ke dalam rumah, raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sepertinya sedang marah.


"Erlin... Erlin..." seru Pak Wildan yang nampak marah.


Linda yang mendengarnya pun langsung menghampiri Pak Wildan, "Sayang, tumben sudah pulang, ayo duduk dulu biar Mami buatkan minuman," ujar Linda


"Tidak perlu, mana Erlin?" tanya Pak Wildan dengan nada keras.


"Erlin di sini Pi, ada apa?" tanya Erlin sambil menuruni anak tangga terakhir, kemudian ia menghampiri Pak Wildan, lalu tiba-tiba..


Plaaak..


Pak Wildan langsung menampar pipi Erlin membuat Linda terkejut, lalu ia langsung memeluk Erlin.

__ADS_1


"Papi, ada apa, kenapa kamu tiba-tiba menampar Erlin?" tanya Linda dengan nada keras.


"Tanya padanya, apa yang telah ia perbuat semalam, sehingga Tuan Ray marah besar sampai ingin membatalkan kerja sama antara Perusahaan kita dan Perusahaan CV, bahkan ia ingin memblokir Perusahaan kita, itu semua gara-gara Erlin," sergah Pak Wildan.


"Apa..!! Erlin apa benar itu?" tanya Linda


"Bukan seperti itu, Erlin hanya ingin membuat OB j*lang itu menjauh dari Tuan Ray, supaya Erlin yang menjadi satu-satunya wanita untuk Tuan Ray, bukankah Papi dan Mami menginginkan Tuan Ray menjadi menantu kalian," ujar Erlin.


Mendengar ujaran Erlin, Pak Wildan pun berdecak dan mengusap kasar wajahnya, lalu ia menatap tajam Erlin.


"Memang Papi ingin Tuan Ray jadi menantu Papi, tapi bukan begini caranya Erlinda, pakai cara halus agar Tuan Ray luluh. Sekarang kalau sudah begini apa yang akan kamu lakukan, bukan cuma kehilangan Tuan Ray, tapi Perusahaan kita juga bangkrut," pekik Pak Wildan.


Erlin pun terkejut, kemudian ia langsung berlutut di hadapan Pak Wildan, "Maafin Erlin yang ceroboh Pi, Erlin benar-benar salah, hiks..." ucap Erlin sambil menangis.


Melihat anaknya seperti itu, Pak Wildan langsung mengangkat tubuh Erlin, setelah itu ia langsung memeluk Erlin.


"Iya, Papi juga minta maaf sudah menampar-mu Lin," kata Pak Wildan.


Lalu Linda pun ikut memeluk Pak Wildan dan Erlin. Mereka bertiga pun berpelukan kaya teletabies.


***********


Rumah Ray


Tak terasa sore pun tiba, waktu menunjukkan pukul 03.45pm, Zuy pun keluar dari kamarnya sambil membawa handuk kimononya, ia berjalan menuju ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian, setelah selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi, Zuy keluar dan langsung bergegas ke kamarnya kembali untuk mengganti pakaiannya.


Sementara itu di sisi lain, Ray nampak keluar dari kamarnya, kemudian ia berjalan menuruni anak tangga satu-persatu, setelah sampai di bawah, Ray pun berjalan menuju ke kamar Zuy. Sesampainya di depan kamar Zuy, ia segera memutar handle pintu kamar Zuy dan mendorong pintunya hingga terbuka. Lalu..


"Sayang hari ini kita jal ...," lontar Ray yang terhenti, karena melihat Zuy sedang membuka handuk kimononya, sehingga tersisa kacamata kuda dan celana short yang menutupi tubuhnya.


"Jackpot..!!" batin Ray,


Matanya pun membulat sempurna, dan wajahnya seketika memerah bak kepiting rebus. Kemudian ia menelan salivanya.


Sedangkan Zuy, belum menyadari akan kehadiran Ray. Setelah menaroh handuknya, Zuy lalu mengambil pakaian yang sudah berada di atas ranjangnya, saat ia hendak mengenakan pakaiannya, tanpa sengaja pandangannya menuju ke arah pintu, betapa terkejutnya Zuy melihat Ray yang tengah berdiri di ambang pintu.


"Tuan Muda, anda sedang apa di sana?" tanya Zuy, namun Ray hanya terdiam.


Lalu ia melihat sorot mata Ray yang sedang memandangi dirinya, sontak membuat Zuy tersadar, dan seketika ...,


Aaaaaaah...


Teriakan Zuy membuat Ray tersadar, dan Ray pun jadi salah tingkah.


"Ah maaf Sayang, Ray tidak ...,"


"Dasar mesum..!! keluar sana..!!" sergah Zuy menutupi tubuhnya.


Lalu Ray segera keluar dari kamar Zuy dan langsung menutup pintunya kembali.


"Aaah.. Tuan Muda benar-benar ya, lain kali kalau masuk ketuk pintu dulu napa..!!" pekik Zuy, lalu ia segera memakai pakaian.


"Iya sayang, Ray minta maaf," ucap Ray dari luar kamar.


Ia pun terus berdiri di depan kamar Zuy sambil membayangkan apa yang baru saja ia lihat.


"Aaah, sayangku benar-benar menggodaku," lirih Ray sambil menepuk jidatnya.


Beberapa saat kemudian, Zuy pun membuka pintu kamarnya, "Ada apa Tuan Muda?" tanya Zuy sambil menundukkan kepalanya.


Ray pun langsung memutar badannya dan menghadap ke arah Zuy, "Be-begini Kak, kita jalan yuk..!!" ajak Ray.


"Jalan kemana?" tanya Zuy


"Ya kemana aja sayang, hitung-hitung kencan," ujar Ray.


Zuy pun menganggukkan kepalanya, "Oh, yaudah ayo, tapi sebelum itu kita ke rumah Zuy dulu ya Tuan, ada yang mau Zuy ambil di sana," pinta Zuy


"Okay sayang, kalau gitu Ray siap-siap dulu," ujar Ray sambil memegang pipi Zuy, lalu ia pun segera ke kamarnya untuk siap-siap.


Beberapa saat kemudian, mereka pun sudah siap, Ray menggenggam tangan Zuy dan berjalan menuju keluar rumah. Setelah berada di luar rumah, Zuy terkejut melihat motor sport warna merah sudah terparkir di halaman rumah.


"Tuan Muda, Ini..?!!" tanya Zuy sambil menunjuk ke arah motor tersebut


"Iya sayangku, kita jalan-jalan pake motor, biar makin romantis," jelas Ray sambil tersenyum.


Lalu Ray mengambil helm milik Zuy yang berada di atas motornya dan memakaikannya pada Zuy, setelah selesai, ia pun memakai helm untuk dirinya sendiri dan menaiki motornya.


Kemudian ia menyalakan motornya, Zuy pun segera naik ke motor Ray dan melingkarkan tangannya ke pinggang Ray.


"Siap sayangku, pegangan yang kencang ya.!!" pinta Ray


"Iya Tuan, Zuy sudah siap dan sudah pegangan kencang," ujar Zuy.


"Oke, kita berangkat sekarang..!!" kata Ray sambil menarik gas motornya.


Lalu Ray melajukan motornya dengan kecepatan sedang, dan meninggalkan rumah. Sedangkan di sisi lain Bu Ima sedari tadi berdiri di pintu dan memperhatikan mereka. Ia pun merasa bahagia melihat Zuy yang sekarang, tanpa terasa Bu Ima menitihkan air matanya.


"Nak Zuy, Syukurlah ada seseorang yang baik hati seperti Tuan Ray, yang bersedia menerima segala kekuranganmu, Ibu benar-benar sangat bahagia Nak, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu Nak Zuy.."


**Bersambung...

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga kalau hanya sedikit, maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... ✌😉😉✌


__ADS_2