Cintaku Untuk Pengasuhku

Cintaku Untuk Pengasuhku
Susu Hamil....


__ADS_3

<<<<<


Sontak membuat Davin terkejut mendengarnya, lalu tanpa sengaja ia menjatuhkan botol tumbler yang berada di tangannya itu.


Glataak...


"Apa! Su-susu hamil?!"


Seketika mata yang membulat sempurna. "Tu-Tuan Ray, apa yang saya minum tadi itu benar-benar susu hamil?"


"Iya tentu saja benar," ujar Ray sambil mengambil tumbler yang berada di bawahnya dan meletakkannya di meja.


"Anda pasti bohong kan Tuan? Biar saya tidak minum susu enak ini," pekik Davin yang masih belum percaya.


Ray lalu mengambil kotak susu dari lemari penyimpanan, kemudian ia menunjukannya pada Davin.


"Nih buktinya, untuk apa aku berbohong," celetuk Ray.


Davin pun tercengang melihat kotak susu yang berada di tangan Ray. "Hah! Ja-jadi benar-benar susu hamil."


"Iya Kak Davin...."


Davin langsung terdiam sambil mulut menganga. Lalu kemudian Zuy keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri mereka.


"Ada apa ini?" tanya Zuy


Ray menoleh. "Sayangku sudah bebersihnya?"


"Sudah Ray. Zuy dengar tadi ada suara benda jatuh, memang apa yang terjadi?"


"Itu.... Barusan Kak Davin menjatuhkan botol tumbler ini," jawab Ray menunjuk ke arah botol tumbler.


Pandangan Zuy beralih ke arah Davin yang tengah terdiam sambil mulut menganga.


"Lalu Pak Davin?"


"Tau tuh, mungkin kesambet hantu moci," jawab Ray


"Pak Davin apa anda baik-baik saja?" tanya Zuy mengguncangkan tubuh Davin.


Sesaat Davin tersadar dan melihat ke arah Zuy, nampak matanya berkaca-kaca.


"Zuy...."


"Lho anda kenapa Pak Davin?"


"Kan tadi Ray sudah bilang, kalau Kak Davin itu kesambet hantu moci," celetuk Ray.


Zuy memicingkan matanya ke arah Ray. "Ray...."


"Maaf sayangku..." Ray langsung menundukkan kepalanya.


"Pak Davin, apa yang terjadi?"


"Zuy, maafin aku. Tadi aku gak sengaja minum susu hamil milikmu," jelas Davin dengan tersedu-sedu.


"Hah! Susu hamil?"


Ray mengangkat kepalanya. "Begini sayangku, tadi Ray kan bikin susu hamil untuk sayangku, terus aku simpan ke dalam kulkas, eh tau-taunya di minum sama Kak Davin," ujarnya.


"Oh begitu ya. Jadi maksudnya Pak Davin merasa bersalah, gitu?"


Davin pun mengangguk. "Iya Zuy, aku benar-benar gak sengaja, lagian salah Tuan Ray juga yang gak ngasih tahu kalau itu susu hamil, harusnya kan kasih keterangan di botolnya," gumam Davin.


"Kenapa jadi aku yang salah...."


"Ya ampun kalian ini ya. Pak Davin kalau udah terlanjur di minum yaudah gak apa-apa, toh itu cuma susu," tutur Zuy.


"Ta-tapi Zuy...."


"Tapi kenapa Pak?" tanya Zuy


Lalu Davin mengadukan kedua jari telunjuknya dan menundukkan kepalanya.


"Tapi setelah minum susu itu, apakah akan terjadi sesuatu padaku?" lirih Davin.


"Ya paling juga langsung hamil," sela Ray dengan niat menjahili Davin.


Sontak membuat Davin terkejut dan langsung mengangkat kepalanya menatap ke arah Ray.


"Apa! Hamil? Apa anda serius Tuan Ray?" tanya Davin


"Ya serius untuk apa aku bo ...." belum menyelesaikan ucapannya, Zuy tiba-tiba mencubit pinggang Ray membuat Ray meringis.


"Iiish sayangku benar-benar ya!"


"Pak Davin.... Ray hanya menjahili anda saja, jadi anda tidak perlu kaget begitu. Lagian kan Pak Davin itu laki-laki, mana mungkin hamil karena susu," jelas Zuy.


Seketika senyum Davin langsung mengembang saat mendengar penjelasan Zuy.


"Serius kamu Zuy?"


"Tentu saja serius Pak, yaudah Pak Davin tidak perlu ngerasa takut dan merasa bersalah lagi!" tutur Zuy.


Davin mengangguk cepat. "Oke Zuy, sebagai permintaan maafku, besok aku buatkan sarapan lagi untuk mu," kata Davin.


Zuy tersenyum. "Baiklah Pak Davin...."


Kemudian pandangan Davin mengarah ke arah Ray.


"Dasar bayi gede...."


"Apa kamu bilang!" pekik Ray.


"Bayi gede... Bleeh..." Davin menarik kantong matanya ke bawah dan menjulurkan lidahnya.


"Adonan moci!!" Ray menatap tajam Davin.


Melihat tatapan Ray, Davin segera mengambil jurus langkah seribu menuju ke kamarnya.


"Ck, bener-bener deh adonan moci," pekik Ray.


Sedangkan Zuy hanya terkekeh sambil memegangi perutnya.


"Sayangku...."


"Hmmmm...." Zuy menoleh ke arah Ray.


"Apa sayangku mau di buatin susunya lagi?" tanya Ray.


"Euum... Nanti aja Ray! Soalnya Zuy mau ganti baju dulu," jawab Zuy.


Ray memegang pipi Zuy. "Oh, yaudah kalau begitu Ray ke ruang kerja dulu ya, soalnya ada beberapa yang harus di urus, kalau ingin sesuatu bilang ya sayangku!" tutur Ray.


Zuy menganggukkan kepalanya, lalu mereka pun melangkahkan kakinya bersama akan tetapi berbeda arah. Zuy langsung ke kamarnya, sedangkan Ray menuju ke ruang kerjanya.


Kamar Zuy


Setelah berada di kamarnya, Zuy mendudukkan dirinya di atas ranjangnya, sejenak ia terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Menikah ya!"


......................


°Flashback


Saat itu Zuy tengah berada di parkiran untuk mengambil motornya, karena ia sudah selesai dengan aktivitasnya. Lalu tiba-tiba ....


Trrrrrrt... Trrrrrrt....


Mendengar suara dering di hpnya, Zuy pun langsung mengeluarkan hpnya dari dalam ranselnya.


"Bi Nana!"

__ADS_1


Lalu ia pun segera menjawab panggilan tersebut.


"Iya Bi...."


"Zuy, apa kamu masih di kerjaan?" tanya Bi Nana


"Iya Bi, tapi Zuy udah mau pulang. Memangnya ada apa Bi?"


"Tidak ada apa-apa, hanya saja Bi Nana habis bikin kroket banyak, jadi ...."


"Kroket! Zuy mau dong Bi, apalagi kroket bikinan Bi Nana," ujar Zuy dengan mata binarnya.


"Oh yaudah kalau gitu, nanti Bi Nana suruh Aries untuk mengantarnya," kata Bi Nana.


"Tidak usah Bi, biar Zuy yang ke rumah Bibi ya!"


"Haaa... Yaudah kalau mau kamu begitu, Bibi tunggu ya!"


"Baik Bi Nana...."


Telpon pun langsung terputus.


"Asik kroket, Bi Nana paling mengerti kalau aku lagi pengin kroket," ucap Zuy.


Ia pun langsung mengambil motornya dan menaikinya, kemudian ia menyalakan motornya itu. Sesaat setelahnya Zuy menarik gas motornya dan bergegas menuju ke rumah Bi Nana.


************************


Rumah Bi Nana


Beberapa saat kemudian, Zuy pun sampai di rumah Bi Nana. Setelah memarkirkan motornya, Zuy bergegas menuju pintu masuk. Saat berada di depan pintu, Zuy segera memijit bel pintunya, namun belum sempat pencet, tiba-tiba seseorang membukakan pintunya.


Ceklek...


"Kakak...."


Ternyata yang membukakan pintunya adalah Nara. Lalu Zuy mengangkat tubuh Nara dan menggendongnya.


"Tumben udah bangun? Biasanya juga masih tidur,"


"Nara nungguin Kakak datang, kata Mamih Kakak datang," celoteh Nara.


"Oh, lalu Mamih mana?"


"Mamih ada, ayo masuk Kakak!"


Zuy mengangguk cepat, ia pun masuk ke dalam rumah dan mendudukkan dirinya di atas sofa, namun sebelum itu, Zuy menurunkan Nara terlebih dahulu. Lalu Nara bergegas ke dapur untuk memanggil Bi Nana. Sesaat setelahnya, Bi Nana pun datang menghampiri Zuy.


"Zuy, udah datang ya? Tumben cepet."


" Udah Bi, kebetulan jalanan lancar," jawab Zuy


Bi Nana mendudukkan dirinya di atas sofa di samping Zuy dan betapa terkejutnya Bi Nana melihat pipi Zuy yang memar.


"Apa yang terjadi dengan pipi mu, Zuy?"


"Zuy tadi jatuh Bi," jawab Zuy


"Zuy...."


"Iya-iya Bi, sebenarnya tadi Zuy ...."


Zuy lalu menceritakan kejadian tadi dan seketika membuat Bi Nana terkejut mendengarnya.


"Kenapa selalu seperti ini sih Zuy? Lagian si Ida bener-bener cari masalah terus ya!" pekik Bi Nana.


"Entahlah Bi, Zuy juga gak tahu," balas Zuy.


"Tapi Syukurlah, akhirnya dia kena hukuman juga. Jadi tidak ada lagi tuh gosip gak benar dan semoga saja dia benar-benar jera," papar Bi Nana.


"Semoga saja Bi, euuum Bi Nana."


"Iya Zuy, kenapa?" tanya Bi Nana.


Sesaat Zuy menghela nafasnya. "Bi Nana, apa perut Bi Nana sudah mulai berat?"


"Zuy hanya ingin tahu saja Bi," jawab Zuy


Bi Nana pun tersenyum. "Oh Bi Nana paham sekarang, iya kalau segini sih masih belum terasa berat Zuy, nanti kalau usia kandungan sudah memasuki trimester tiga baru kita bisa merasakannya," ujar Bi Nana.


"Kalau Bi Nana udah trimester berapa?" lagi-lagi Zuy bertanya.


"Kehamilan Bi Nana udah memasuki trimester dua Zuy, tapi di kehamilan yang ke dua ini tidak terlalu parah, berbeda dengan waktu hamilnya Nara," jawab Bi Nana.


"Oh, begitu ya Bi," lirih Zuy sambil menundukkan kepalanya.


Bi Nana yang melihatnya pun langsung memegang pundak Zuy.


"Zuy.... Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Bi Nana


"Bi, sekarang kan Zuy sedang mengandung anaknya Tuan Muda dan sebentar lagi pasti perut Zuy membesar, pasti bakalan kelihatan kan Bi. Sedangkan sekarang Zuy dan Tuan Muda belum ...."


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Bi Nana langsung menyela.


"Ya, Bi Nana tahu apa maksudmu Zuy, kalau kamu takut di bilang wanita gak bener gara-gara kehamilanmu ini, ya kamu bilang aja ke Tuan Muda untuk mengadakan resepsi pernikahan," kata Bi Nana.


Mendengar perkataan Bi Nana, Zuy langsung mengangkat kepalanya dan menatap Bi Nana.


"Kok resepsi Bi?" tanya Zuy penasaran.


"Ah bukan, maksud Bi Nana tuh upacara pernikahan. Iya begitu maksudnya, hehehe..." jawab Bi Nana. "Huuuft... Hampir aja keceplosan," sambung batinnya.


Zuy kembali menghela nafasnya. "Haaa... Zuy belum kepikiran soal pernikahan, soalnya ada janji Zuy pada Papah yang belum Zuy tepati dan lagi Zuy masih berfikir kalau Zuy bertemu dengan Mamah, apa Zuy akan di akuinya sebagai anaknya? Kan Bi Nana tahu Mamah ninggalin Zuy bertahun-tahun dan tidak pernah kembali." ungkap Zuy.


Hati Bi Nana pun terenyuh saat mendengarnya.


"Zuy apa kamu penasaran sama Ibumu itu?"


"Tentu Bi, Zuy sangat penasaran. Mamah seperti apa, sifatnya Mamah juga seperti apa? Terus apa wajah Mamah mirip dengan ku. Tapi siapa pun Mamah, Zuy berharap itu bukan Mrs Maria. Ya walaupun wajah kami mirip semoga hanya kebetulan saja," papar Zuy.


"Ya Bibi paham Zuy perasaan mu terhadap Maria saat ini. Lalu tentang pernikahan, apa kamu akan membicarakannya sama Tuan Muda?" tanya Bi Nana.


"Ya nanti Zuy akan bicara dengan Tuan Muda, akan tetapi tidak untuk sekarang ini Bi. Soalnya selain janji Zuy pada Papah, Zuy juga khawatir Bi," ujar Zuy.


"Khawatir?!"


Zuy mengangguk. "Iya Bi, Zuy khawatir. Jika nasibnya akan sama seperti Papah dan Mamah, mereka yang berpisah justru Zuy yang kena imbasnya. Mamah, Papah, mereka malah pergi ninggalin Zuy. Zuy takut benar-benar takut Bi, ya walaupun Tuan Muda bertanggung jawab atas Zuy. Akan tetapi namanya orang pasti bisa berubah Bi," jelas Zuy.


"Oh jadi begitu ya Zuy. Sekarang Bi Nana tanya, kalau perut mu ini membesar, terus orang-orang bilang kamu wanita gak baik, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Bi Nana yang sebenarnya hanya ingin menguji Zuy saja.


"Bukankah selama ini Zuy sering di anggap wanita gak baik dan suka di anggap perebut, padahal Zuy gak ngelakuin apa-apa. Ya kalau itu terjadi, mungkin sekarang Zuy akan menghadapinya sama seperti apa yang Bi Nana lakukan dulu, saat Bi Nana membawa Zuy yang masih kecil. Dulu Bi Nana sering di hina kan gara-gara bawa Zuy, mereka menyangka bahwa Zuy anak haram yang di lahirkan, iya kan Bi? Tapi Bi Nana bisa menghadapi semuanya," ujar Zuy.


"Ternyata kamu masih mengingat cerita itu ya, Zuy." lirih Bi Nana.


Zuy mengangguk. "Iya Bi, Zuy masih ingat cerita Bi Nana. Dan di pikiran Zuy juga terlintas di mana Bi Nana memelukku sambil menangis."


Tak terasa air mata Zuy mengalir membasahi pipinya.


"Hmmmm, itu cerita masa lalu yang menyakitkan Zuy, mereka menganggap Bi Nana wanita gak baik, gara-gara selalu membawa kamu di saat sedang bekerja. Padahal kan Bi Nana tidak ingin kamu sendirian di rumah, apalagi dulu usiamu masih kecil dan Bibi juga tidak mau menitipkankanmu pada orang lain. Ya begitu lah penilaian seseorang, Bibi di anggap hamil di luar nikah, punya anak haram di usia muda dan masih banyak hinaan yang mereka lontarkan ke Bibi. Pernah Bi Nana marah pada mereka semua, karena mereka sudah keterlaluan sama kamu Zuy, tapi kemarahan Bi Nana justru membuat mereka menjadi-jadi. Pada akhirnya seseorang datang menyelamatkan kita dan orang itu adalah Mrs Candika, Zuy." ungkap Bi Nana.


Lalu Zuy langsung memeluk Bi Nana dengan erat.


"Maaf sudah membuat Bi Nana menderita," ucap Zuy tersedu-sedu.


"Tidak apa-apa Zuy, lagian itu cerita masa lalu saja," balas Bi Nana mengelus punggung Zuy.


"Sekarang kamu mengerti kan Zuy, tidak semuanya bisa kamu hadapi sendiri, percaya lah Tuan Muda tidak akan meninggalkan mu," sambung tutur Bi Nana.


"Iya Bi, Zuy paham sekarang. Terimakasih Bi Nana," ucap Zuy.


Flashback End


......................

__ADS_1


Air mata Zuy kembali mengalir membasahi pipinya, kemudian ia merebahkan dirinya di atas kasur dan mengelus-elus perutnya itu.


"Apapun yang terjadi, Mamah tidak akan meninggalkan mu, Mamah akan selalu menjagamu dan merawat mu hingga besar. Karena Mamah tidak ingin hidupmu seperti Mamah yang kehilangan kasih sayang dari kedua orang tua," ucap Zuy, ia pun memejamkan matanya dan tertidur tanpa mengganti pakaiannya.


Selang beberapa saat kemudian, Ray keluar dari ruang kerjanya, ia pun mengedarkan pandangannya mencari pujaan hatinya.


"Sayangku kemana ya? Apa di kamarnya?" lirih Ray.


Ray lalu melangkahkan kakinya menuju ke kamar Zuy, sesampainya Ray membuka pintunya dan masuk ke dalam. Saat berada di samping ranjang, senyum Ray terukir di wajah tampannya itu karena melihat sosok wanita yang di cintainya itu tertidur lelap.


"Pantesan sepi, ternyata sayangku tidur, dan lagi kebiasaan cerobohnya gak hilang-hilang," ucap Ray saat melihat pujaan hatinya masih mengenakan handuk kimononya.


Lalu ia pun mengambil piyama dari dalam lemari, kemudian Ray membantu mengenakan piayama itu ke tubuh Zuy. Setelah selesai Ray membaringkan tubuhnya tepat di samping Zuy dan memeluknya.


"I Love you my dear," ucap Ray


...----------------...


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, pagi pun sudah menyapa semuanya. Di mana saatnya orang-orang melaksanakan aktivitasnya masing-masing.


Rumah Pak Willy


Sementara itu di rumah Pak Willy, terlihat Pak Willy tengah duduk di ruang tamu bersama Yiou dan juga seseorang yang datang mengunjunginya.


"Jadi kamu datang kesini sendirian?" tanya Pak Willy, lalu ia menyeruput kopinya.


"Tidak, saya datang kesini bersama asisten pribadi saya dan saya datang karena ingin melihat perkembangannya sekarang," ujarnya.


"Hmmmm, Kakak tenang saja. Si Tuan dingin baik-baik saja kok, apalagi setelah ia mempunyai pasangan. Dan yang Yi dengar dari Davin bahwa sekarang istrinya itu tengah mengandung," ungkap Yiou.


Sontak membuat Pak Willy dan orang tersebut langsung tersentak kaget.


"Yi, apa benar yang kamu katakan itu?" tanyanya dengan perasaan penuh bahagia.


"Iya Kak. Tentu saja benar, untuk apa Yi berbohong," ujar Yiou.


"Jadi gak sabar ingin bertemu dengannya," kata orang tersebut.


"Ya, sebentar lagi kita berangkat kesana."


"Baiklah.... Akhirnya aku bertemu dengannya lagi, pokoknya aku akan kasih kejutan untuk kedua putraku itu," ujarnya.


"Ya Kak Michael...." balas Yiou.


Dan ternyata orang tersebut adalah Daddy Michael, Ayah dari Rayyan. Beberapa saat kemudian mereka pun bergegas menuju ke Perusahaan CV.


*********************


Perusahaan CV


Semua karyawan nampak sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


°Ruang Ceo


Di ruang Ceo, Davin tengah duduk di sofa sambil terus melamun, entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Lalu tiba-tiba ....


Pluuk


Ray melemparkan pulpen ke arah Davin sehingga membuat Davin terkejut dan tersadar dari lamunannya. Kemudian ia melihat ke arah Ray.


"Tuan Ray, kenapa anda melempar pulpen sih, sakit tau!" pekik Davin


"Lagian dari tadi ngelamun terus. Memangnya ada apa Kak Davin? Apa Kakak memikirkan sesuatu?"


Davin mengangguk dan berkata, "Iya aku kepikiran tentang perkataan anda, bahwa aku akan hamil karena meminum susu hamil."


Seketika tawa Ray langsung menggema mendengar perkataan Davin.


"Ya ampun Kak Davin, aku hanya becanda. Udah jangan banyak pikiran lagi, lebih baik bantu aku periksa semua berkas ini!" titah Ray.


"Baiklah Tuan Ray," Davin beranjak dari tempat duduknya dan beralih duduk di depan Ray.


Lalu ia pun membantu Ray memeriksa semua berkas map yang ada di mejanya Ray. Tak lama kemudian seseorang datang ke ruangannya, dan ternyata itu Pak Willy dan lainnya.


Tok Tok Tok


"Masuk!!" seru Ray,


Lalu Pak Willy membuka pintunya.


"Hai anak-anak apa kabar?" tanya Pak Willy membuat mereka menoleh ke arahnya.


"Om Willy!!"


"Pak Willy!!"


Lontar keduanya, Pak Willy pun tersenyum, lalu kemudian ....


"Anak-anakku apa kalian berdua melupakan ku?" seru Daddy Michael sambil melangkah masuk, membuat Ray dan Davin tercengang melihatnya.


"Daddy...!!"


***********************


Rumah Sakit


Terlihat Bi Nana keluar dari ruangan Eqitna, karena setelah beberapa hari keluar dari rumah sakit, Eqitna menyuruh Bi Nana untuk check up.


"Apa sudah selesai Tan?" tanya Aries yang menunggu di luar bersama Nara.


"Sudah, ayo kita pulang!" ajak Bi Nana.


Aries mengangguk pelan seraya menjawab ajakan Bi Nana. Mereka pun langsung melangkahkan kakinya, setelah beberapa langkah, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Maria yang saat itu keluar dari ruang pemeriksaan.


"Nana!!"


"Ries, kamu duluan aja ya, sekalian bawa Nara keluar!" titah Bi Nana.


"Baik Tante," balas Aries,


Lalu Aries melangkah pergi bersama Nara. Sesaat setelahnya....


"Nyonya apa kabar?" tanya Dimas


"Ya bisa di lihat kalau saya baik-baik saja dan lagi apa yang terjadi pada orang ini, apa dia sakit?" tanya balik Bi Nana


Dimas mengangguk. "Iya, Kak Maria sakit. Dia terkena stroke."


"Apa!! Kasihan sekali, apa mungkin ini karmanya, karena menyiksa anaknya terus-terusan," papar Bi Nana.


"Nana, apa kau sedang mengejekku?" pekik Maria


"Saya tidak mengejek anda Mrs Maria, saya hanya mengungkapkan kenyataannya saja," kata Bi Nana.


Maria pun menyeringai. "Lalu bagaimana denganmu, apa kamu wanita baik?"


"Ya, aku wanita baik. Buktinya aku bisa merawat anakmu dengan baik," ujar Bi Nana


"Heh, kalau kau merawat anakku dengan baik, dia tidak akan hamil di luar nikah," celetuk Maria.


Lalu kemudian Bi Nana menyodorkan badannya ke arah Maria. "Siapa bilang kalau gadis kecil ku itu hamil di luar nikah."


"Apa maksud mu Nana? Apa jangan-jangan dia ...." tanya Maria terkejut.


"Haaa... Maria yang terhormat, aku beritahu satu hal, supaya kau tidak salah paham dan menghinanya lagi. Sebenarnya gadis kecil ku itu sudah menikah dengan seseorang yang sangat mencintainya itu," ungkap Bi Nana.


Sontak Maria terkejut mendengar ungkapan dari Bi Nana.


"Hah! Di-dia sudah menikah?!"


***Bersambung


Author: "Maaf telat Updet..!!" 🙏🙏🙏

__ADS_1


^Hai Kakak2 Author dan Kakak Readers, terus semangat ya dan jaga kesehatan kalian.. terimakasih banyak atas dukungannya, terimakasih banyak yang sudah mampir, Mohon maaf klw ada kesalahan dan juga tinggalkan jejak Like Rate Vote and Love.. maaf klw masih ada typo, maaf kalau belum bisa balas komentar satu-persatu.. 🙏🙏🙏


Salam Author... 😉✌😉✌


__ADS_2